alexa-tracking

Wanita Sukses Di Belakang Perusahaan Besar AS

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55e7cac2582b2e120f8b4569/wanita-sukses-di-belakang-perusahaan-besar-as
Wanita Sukses Di Belakang Perusahaan Besar AS
Tokoh yang sangat menginspirasi untuk buat agan-agan yang berencana memulai bisnis. Bisa ikuti perjalanan hidup Thai Lee biar bisa sesukses sekarang. Artikel ini diambil dari soulofjakarta.com


Jakarta -

Thai Lee lahir di Bangkok, Thailand pada tahun 1958. Ayahnya adalah seorang ekonom terkemuka di Korea yang sering berpergian ke berbagai negara untuk mempromosikan rencana pembangunan negaranya setelah peperangan. Karena pekerjaan ayahnya, Thai Lee yang merupakan anak kedua dari 4 bersaudara seringkali berpindah tempat tinggal. Namun demikian, sebagian besar masa pertumbuhan Thai Lee dijalani di Korea Selatan. Sejak masih kecil, Thai Lee sudah mengembangkan reputasi sebagai sosok yang bijak, rajin belajar dan selalu siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Thai Lee mengejar impiannya dengan serius. Setelah lulus kuliah, dia memutuskan untuk kembali ke Korea dan bekerja di perusahaan Daesung Industrial Co untuk mengumpulkan biaya kuliah yang cukup untuk gelar M.B.A. Beberapa tahun kemudian, Thai Lee kembali ke Massachusetts dan pada tahun 1985 berhasil lulus dari Harvard Business School.

Thai Lee tetap fokus dan berusaha mewujudkan visi jangka panjang untuk hidupnya. Hal ini membuatnya sengaja memilih pekerjaan yang bisa membantu mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang pengusaha. Dia menghabiskan waktu 2 tahun bekerja di Procter & Gamble mengurus brand perusahaan seperti Always and Crest, kemudian 2 tahun di American Express. Thai Lee tahu sekali jika dia ingin menjadi seorang pengusaha, maka dia harus benar-benar membekali diri dan meluangkan waktu untuk benar-benar siap.

Thai sudah merencanakan segala sesuatunya dengan baik. Seluruh waktunya saat usia 20-an akan dihabiskan untuk mempelajari segala hal tentang bisnis, di usia 30 dia akan menjalankan perusahaannya sendiri, dan di usia 40 dia akan berumah tangga.

Thai Lee lebih dulu bertemu dan menikah dengan Leo Koguan di tahun 1989, yang juga memilliki impian untuk membangun perusahaan sendiri. Hingga akhirnya di tahun yang sama, kesempatan untuk mewujudkan impian tersebut akhirnya datang. Sebuah perusahaan software di New Jersey bernama Lautek memiliki sebuah divisi kecil bernama Software House yang menjual izin-izin bisnis untuk menjalankan program seperti Lotus 1-2-3. Divisi tersebut sedang mengalami kemunduran dan hanya menyisakan beberapa klien yang bertahan. Tapi di antara klien yang tersisa ada beberapa yang termasuk perusahaan besar seperi AT&T. Selain itu, Thai dan Leo juga melihat adanya potensi dalam hubungan perusahaan tersebut dengan vendor yang lain seperti IBM.

Pasangan tersebut membayar kurang dari 1 juta USD untuk bisnis tersebut, dengan modal hasil dari tabungan dan beberapa dana pinjaman. Tidak lama setelah itu mereka ubah nama perusahaan tersebut agar lebih sesuai untuk mewujudkan ambisi mereka secara global menjadi Software House International. Meskipun usia pernikahan mereka harus berakhir di tahun 2002, namun hubungan kerja mereka tidak berakhir. Sampai saat ini Thai Lee memegang 60% saham perusahaan sementara Leo Koguan memegang 40% saham perusahaan.

Meskipun teknologi bukanlah bidang yang sangat dikuasai oleh Thai Lee, namun dia tahu benar apa yang dibutuhkan untuk membuat perusahaan tersebut kembali menjadi relevan. Thai Lee menunjukan cara kepemimpinan yang baik, dia memusatkan fokus perusahaan dengan mengutamakan peningkatan dalam hal pelayanan terhadap pelanggannya. Dengan memperlakukan pelanggan sebagai partner perusahaan, berhasil memenangkan kepercayaan dan kesetiaan mereka terhadap perusahaan yang dipimpinnya, dan secara otomatis juga meningkatkan pendapatan perusahaannya tersebut. SHI Internasional pun kini berkembang pesat, menjual segala hardware maupun software dari pihak ketiga, hingga ke aplikasi yang diciptakan oleh perusahaan tersebut dan jasa konsultasi. Saat ini SHI memiliki kurang lebih 17.500 pelanggan termasuk Boeing, Johnson&Johnson dan AT&T.

Kini total hasil pendapatan dari penjualan produk perusahaannya mencapai angka 6 miliar USD dan angka tersebut masih bisa terus meningkat. Thai Lee memperkirakan SHI International akan menembus angka 10 miliar USD.

Kesuksesannya saat ini sama sekali tidak mengubah Thai Lee menjadi sosok yang berbeda. Ia tetap menjadi sosok yang rendah hati, sederhana, bijak dan mandiri. Sosok yang sangat dihormati, dikagumi dan dihargai oleh semua orang yang mengenal dan bekerja sama dengannya.

Sumber : http://soulofjakarta.com/index.php?m...=8&id=NzMzNQ==
×