alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
Saat Inggris Menantang Jakarta di Selat Sunda (Silent Conflict 27.08.64-4.10.64)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55cc59ac5c7798b3188b4568/saat-inggris-menantang-jakarta-di-selat-sunda-silent-conflict-270864-41064

Saat Inggris Menantang Jakarta di Selat Sunda (Silent Conflict 27.08.64-4.10.64)

Mau nulis ini setelah baca laporan gak bener dr Merdeka yg bikin pusing TU-16 mengusir kapal induk Inggris di Selat Sunda


PENDAHULUAN


Niatan mendorong kemerdekaan kalimantan Utara sudah dilakukan sejak tahun 1961 dengan menerjunkan pasukan Sandi Yudha RPKAD untuk melatih penduduk etnis Tionghoa di Kalimantan Utara. Menurut buku Kopassus (ken Conboy) hal ini direncanakan oleh Soebandrio dan AH Nasution. Kentot Harsono kemudian menjadi operator lapangan dan saat ia berceriat, untuk merebut hati penduduk Tionghoa yangrata2 petani dan miskin (gak salah lu merk org Tionghoa miskin? nanti akan ane jelaskan di bawah) mereka membagikan coklat dan permen kepada anak2 dulu. jika anak2 kut orang tua akan ada di belakangnya untuk bisa didoktrin.Pasukan inilah yang kemudian menjadi PARAKU (Pasukan Rakyat Kalimantan UTara) yang nantinya akan merepotkan Malaysia sampai tahun 80-an.

Niatan ini dicium Inggris dan persemakmuran dang mulainya pasukan ini menyerang pos2 polisi Inggris di Kalimantan, karena itu awalnya Australialah yang mengirimkan armadanya Berupa HMAS Melbourne dan dua kapal pengawalnya mereka melewati Selat Sunda menuju Brunei, sekalipun diijinkan pemerintah Indonesia pada Februari 1962, para awak cukup cemas saat melewati Selat Sunda. Pengiriman ini kemudian berhasil menumpas pemberontakan TNKU di Brunei pada Desember 1962, namun pada bulan Januari Menlu Soebandrio mulai mengambil sikap permusuhan dengan Inggris dimulai dengan mengirim para sukwan menerobos Kalimantan Utara dan ini kemudian menjadi resmi pada 3 Mei 1963 setelah Bung Karno meresmikan Dwikora.

Perang Gerilya dan antigerilya rupanya cukup[dashyat di pedalaman Kalimantan Utara, Indoensia kemudian mencoiba membuka 2 fron yaitui Fron Semenanjung dengan menyusupkan sejumlah pasukan disana dengan bantuan para penyelundup (konon untuk mendukung operasi ini LBM sampai harus menjemput para jago selundup yang sedang dipenjarakan untuk mendukung opeasi selundup menyelundup.sementara di pihak lain Inggris berasama Australia, dan Selandia Baru, saat itu melakukan blokade ketat semenanjung Melayu dan di kalimantan namun itu tak menghentikan pasukan kita. Inggris mengerahkan 1/3 AL nya bahkan Ausie dan NZ mengerahkan sampai 2/3 kekuatan utama mereka

Di bulan Agustus 1964 Inggris berniat melakukan Show ofForce dengan mengirimkan Kapal Induk HMS Victorious (R38) yang dikawal 2 pengawalnya (HMS Cavendish (R15) dan HMS Cesar (R07), destroyer berkemampuan AKS) . pelayaran akan melewati Selat Sunda dengan tujuan Freemantle, Perth, Australia. Menurut Inggrios ijin diberikan oleh Dirintel Alri (tak disebutkan nama ),pada tanggal 25 Agustus ijin juga melalui kedubes Australia di Jakrata.HMS Victorious adalah veteran PD II yang ikutan dalamoperasi menenggelamkan Tirpitz dan Bismarck di Atlantik. Dalam hal Dwikora, RI Irian sepertinya adalah most wanted ship yang dicari armada Inggris (sayang saat RI Irian melewati Singapura itu saya gak tau tanggal berapa)

Namun Buku G-30S PKI Julius Pour bilangnya lain, katanya ijin dimintakan beberapa jam sebelumkapal melewati Selat Sunda Sehingga AURI mengirim Tu-16 (belumdiketahui seri A atau KS) dan B-25 Mitchell dari Halim PK untuk mengawal rombongan ini pada tanggal 28 Agustus 1964 (Dikonfirmasi oleh buku Pedet Soedarman). Di atas Victorious ada Sea Vixen sebagai fighter dan Bucanner sebagai pesawat serang plus Gannet AEW

SAMA2 PANAS DINGIN

Lewatnya HMS Victorious di Selat Sunda bikin gempar Jakarta, Menlu Soebandrio mencak2 dan marah melebihi PANGAB ataupun Menpangal saat itu.
Jika Soebandrio Mencak2 sehari setelah pelayaran kontrobversial tersebut, Inggris juga baru sadar seminggu kemudian pasca penyusupan gerilyawan Tionghoa di Lanbis pada tanggal 3 September. Operasi ini (saya gak tau nama operasinya) melibatkan 3 pesawat herky C-130 dengan menerjunkan 200-250 prajurit dan gerilyawan,2 diisi 100 gerilyawan Tionghoa campur sukwan TNI (mohon koreksi) dan 1 diisi paskhas . Operasi ini makan korban dengan jatuhnya Hercules yang dipiloti Djalaludi Tantoe yang menghindari gerakan manuver Javelin RAF.RAF di kemudian hari menolak tudiangan pemerintah Indonesia bahwa Javelin menembak jatuh Hercules yang dipiloti Djalaludin Tantoe (uniknya Pemerintah Indonesia sampai detik ini ENGGAN mencari lokasi jatuhnya pesawat ini dan merepatriasi jenaZah PGT yg hilang ini)
Apa yang membuat Inggris panas dingin?
1. Dalam waktu kurang dari 15 hari Indonesia melakukan operasi linud di atas Lanbis, setelah pendaratan 100 gerilyawan melayu, tionghoa dan sukwan TNI di Pontian pada tanggal 17.08.64. Sekalipun hampir semua bisa ditangkap tapi pendaratan kedua ini membuat perencana Inggris ingin merotasi pasukan di kalimantan utara untuk mempertahankan semenanjung Malaya
2 Interogasi gerilyawan yang tertangkap juga menyebutkan bawah Indonesia masih niat menyelundupkan beberapa ribu orang lagi ke semenanjung

USAHA KEMENLU
Pada tanggal 2 September , Subandrio memberikan pernyataan keras kalo itu HMS Victorious berani pulang lewat selat Sunda maka Indonesia akan tidak menanggung konsekuensi apapun yang terjadi terhadap kapal tersebut. Sementara itu Asmenlu Soewito mondar mandir kedubes Australia untuk merundingkan alur lain yang harus dilewati rombongan tersebut. Soewito menegosiasikan dengan alasan akan adalatihan ALRI di selat Sunda , sehingga rombongan tersebut tak bisa kembali lewat sana
Mengapa Indonesia panas dingin, sehingga Soebandrio bisa menbgeluarkan pernyataan keras seperti itu. Dalam sejarah Indonesia hanya pernyataan Soebandrio yang paling keras dibanding menlu2 yang lain. Alasannya adalah karena pada tanggal 2 Agustus , terjadi insiden teluk Tonkin dimana USS MADDOX membabat 4 kapal topedo boat Vietnam Utara, dan memicu masuknya AS dalam perang Vietnam, hal inilah yang ingin dihindarkan oleh Soebandrio dan TNI saat itu. pihak perencana analis TNI khawatir Inggris akan memprovokasi atau merekayasa ala teluk Tonkin untuk membombardir Jakarta. inilah penytebabnya kelak di bulan September kita sama sekali TIUDAK mengirimnkan kapal permukaan melainkan hanya KS di selat Lombok

REAKSI Inggris

Sebaliknya Inggris pada tanggal 3 September sudah sehati untuk lewat Selayt Sunda tak pusing akan ancaman Indonesia, bahkan Lord Mountbatten (tentu saja kita ingat nama ini , yaitu komandan sekutu di Indonesia selma 1945 yang memerintahkan serangan ke Surabaya 10.11.45) mengatakan kepada Thorneycroft , bahwa Inggris akan malu besar secara politis jika nggak lewat Sunda, masak negara nuklir mau digertak negara kemaren sore. bahkan dengan melewati Selat Sunda akan memksa jakarta untuk konsentrasiu dengan pelayaran ini dan mengurangi infiltrasi mereka. Sementyara itu Washington meminta Inggris untuk berpikir hati2 (mkn mereka udah dapet laporan atau prediksi mengenai G-30S di tahun 1965) sebelum mengambil tindakan lebih jauh

Sementara dari Royal Navy banyak yang menantang hal ini karena dikhawartirkan Victorious tak berdaya terhadap serangan dr Komar Class kombo Tu-16 di selat Sunda yang sempit tersebut. Namun royal Navy akan mengusahakan HMS Centaur untuk berlayar 100 km di uatara Selat Sunda untuk mendukung pelayaran Victorious jika diserang, yang berarti Ini berarti posisi HMS Centaur (R08) ( berada di sekitar Babel, Centaur juga membawa Sea Vixen & bucaneer (Total pesawat yang dibawa sekitar 18 unit)

Saat itu di kalangan parlemen Inggris sendiri menentang HMS Victorious lewat selat Sunda karena Menhan Thornetcrift TIDAK DAPAT menjamin kalo kapal pahlawan PD II ini tenggelam, namun Thorneycroft didukung oleh Louis Mountbatten, dan KSAL Admiral David Luce yangberpendapat HARUS lewat selat SUNDA jika gak mau kehilangan muka di mata dunia. Sekalipun demikian Admiral Luce setuju dengan pendapat Begg, bahwa radar Victorious tak akan mumpuni jika sedang dalam berlayar di selat Sunda karena kurang bisa manuver dan kan didukung oleh HMS Centaur 120 km di utara selat Sunda.

Begg meminta konsolidasi kekuatan untuk merencanakan Operasi Althrope untuk menghancurkan AURI dan ALRI jika Indonesia melakuakn provokasi, persiapan dilakukan dengan mulai mendatangkan 1 SKU pembom ringan Canberra, 1 SKU Javelin, beberapa V bomber dari pulau GAN, beberapa pengintai ringan Canbera dan intai maritim Shackelston. Karena intelijen Inggris meyakini Indonesia mampu melakukan serangan rendah untuk membom kepentingan mereka di Singapura. Operasi ini bertujuan meremukkan semua pangkalan AURI di seluruh Indonesia

Begg kemudian menambah 1 operasi bernama Shalstone yang bertujuan membom 7 target di kepulauan Riau dengan serangan meriam kapal, target kemudian ditambah ,menjadi 8 sasaran, sehingga total ada 15 sasaran. Sasaran yang akan dihantam adalah saaran yang dicurigai jadi tempat penyelundupan gerilyawan ke Malaya atau Singapura. Karena intelijen Inggris yakin akan ada pendaratan lagi yang akan dilakukan.Inggris meminta bantuan Ausitarlia untuk menggunakan pangklalan di Darwin plus 1 SKU pembom ringan CAnberra dari Selandia Baru

Pada tanggal 13 September Australia dan Selandia Baru menyatakan keberatan mereka untuk terlibat dalam operasi Althrope . Menhan Thorneycroft yang udah pusing bahkan sudah memerintahkan agar Shalstone segera disahkan . Namun sekarang timbul masalah dalam birokrasi militer Inggris sendiri . . KSAU Inggris, Sir Charles Elworthy pada tanggal 15 September dalam pertemuan COS (Chief ofStaff) saat itu meminta jika Shalstone dilaksanakan , maka Althrope juga HARUS dilaksanakan karena ditakutkan serangan balik dr AURI ke Singapura sehingga bisa melumpuhkan kekuatan RAF di Tengah dan di pelabuhan

Pada tanggal 16 September Thorneycroft menekan Head dan Begg di Kuala Lumpur untuk mengotorisasi kedua operasi ini dalam rapat DOPC (Defense Of Policy & Comitte). Namun pada saat yang sama DOPC menunggu isyarat Jakarta,karena Tunku Abdulrahman memberitahukan adanya utusan dr Indonesia yang menemuinya dan meminta agar segera dilakukan perdamaian. namun DOPC mengabaikan hal ini, karena Thorneycroft beranggapan bahwa itu hanya sekedar lip service saja, dimana Indonesia akan tetap melakukan konfrontasi sampai terjadinya integarsi Malaysia

PELAYARANM KEMBALI

Saat Kemenhan Ingris masih ribut di parlemen mengenai operasi Althrope dan Shalstone,HMS Victorius berlayar melewati selat Lombok pada tanggal 20 an September setelah rendezvous dengan HMS Hampshire yang dilengkapi SAM Sea Slug yang dipersiapkan buat menghajar Tu-16. Kekuatan masih ditambah lagi dengan HMS DIDO dan HMS Barwick jadi total ada 6 kapal.Dan Saat mereka melewati Samudera Hindia Tu-16 yang yang melakukan misi pengintaian disergap oleh Sea Vixen (16.09.64).Di atas selat Bali HMS Victorius diintai oleh rombongan Gannet ALRI yang tidak bersenjata

Namun di selat Lombok iniolah HMS Victorious dkk mendapat kejutan pasalnya KS kita RI Alugoro mengejutkannya karena sebelumnya tak dapat dideteksi oleh ke 5 poengawal Victorious .Padahal kelima pengawal Victorious sudah punya kemampuan AKS dan dilengkapi helikopter Wasp buat berburu. Tidak dapat dideteksinya Alugoro dan tjundamani kemungkinan karena deburan opmbak saat muson timur di bulan agustus yang sangat amat keas sehinga operator sonar tak dapat membdekan suara baling2 kedua KS ini. Tidak dikerahkannya kapal permukaan di selat Sunda dan Selat Lombiok karena pemerintah kita saat itu khawatir akan insiden telkuk Toinkin sebulan sebelumnya .



Urban legend mengatakan saat melewati Laut Jawa saat di kepulauan Bawean , ada Bucaneer dr HMS Victorius yang melakukan misi di atas Juanda dan kenjeran pada malam hari (TIDAK ADA DI CATATAN KITA, namun ada di Jurnal RAF ada, sesuai dengan catatan RJ Salatun)

Nasib Althrope dan Shalstone

Kedua Operasi akhirnya tidak dijalankan setelah ada laporan intelijen jikaserangan untuk menghancurkan AURI dan ALRI malahan akan membuat kaum komunis bak mendapat angin surga dan efeknya konfrontasi bisa tambah panjang lagi jika komunis naik tahta

NB : disjarah kita baik TNI membuat Victorius tenggelam dalam lautan sejarah Indonesia . Sepertinya PKI dan doktrin Nasution membuat kasus ini tenggelam sampai 5 dekade, bahkan sewaktu Inggris membuka Operasi Althrope , tetap saja para Jenderal kita bahkan Pangab masih berpendat kokoh bahwa pulau2 adalah kapal induk terbaik Indonesia ....saya tidak tahu mengapa, cuman rasanya konyol saja

Demikianlah thread ini ane selesaikan


sayang saya kesulitan data mengenai komandan KS serta kisah mereka pada masa itu plus laporan dr kita mengenai aktivitas Bucaneer
Diubah oleh merkapa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 7
MAN BEHIND THE SCENE

INDONESIA

Soebandrio (1915-2004)
Spoiler for Poto:

Sekalipun dia seorang dokter, namun ia sudah berjuang secara politis di tahun 1945. Soebandrio adalah diplomat ulung, dia memulai karir sebagai Dubes di Inggris, karirnya kemudian menanjak di era 60 an dengan menjadi Menlu , dan kelak ditunjuk menjadi Waperdam I, dan terlibat dalam G-30S dan dipenjarakan sampai tahun 1997. Sebelum meninggal ia masih sempat menulis biografinya yang berjudul Kesaksianku
Soebandrio gak bisa dilepaskan dari Dwikora bersama AH Nasuition dia merancang operasi senyap melatih etnis Tionghoa di kalimantan Utarav dan perbatasan untuk melawan Inggris. Pemilihan Etnis tionghoa mungkin terispirasi dr pemberontakan etnis Tionghoa di semenanjung plus kedekatannya dengan PKC/RRT saat itu di tahun 1961. Ia juga menyandang gelar kehormatan MArsekal Madya AAURI
Dalam konflik ini perannya sangat besar dalam mengancam Inggris yang kemudian didukung ALRI dan AURI dalam mengawal Victorious.

Soewito, tak banyak diketahui mengenai beliau. Perannya justru ditulis oleh pihak Inggris. Soewito memegagn peranan penting dalam hal ini dimana ia sbg juru runding utama . Nasibnya Tak diketahui pasca G-30S (saya sendiri kesulitan mencari data tentang beliau)

AH Nasution, Pangab (1918-2000)
Spoiler for poto:

Jenderal Besar, namun dalam karirnya selalu berseberangan dengan 2 penguasa Yaitu Sukarno dan Suharto. Sekalipun dia sempat mbalelo dengan mengarahkan meriam ke istrana saat menjadi KSAD, namun Bung Karno kelak mengangkatnmya menjadi Pangab. Konsep Koter yang awalnya ditolak Bung Karno, kemudian digunakan secara Brilian oleh Soeharto selama 32 tahun ia berkuasa. Ia pun bersebrangan dengan Suharto saat ia menjadi penandatangan petisi 80. Sekalipun kelak Suharto juga menganugerahinya sebagai Jendral Besar (bintamng 5)

RE Martadinata, Menpangal (1921-1966)
Spoiler for poto:

Beliau menjabat KSAL (menpangal) saat konflik ini. Ia juga yang memerintahkan Operasi Tjegat dengan mengerahkan 4 KS Whiskey di selat Lombok untuk mengawal HMS Victorious. Ia meninggal dalam kecelakaan Helikopter di tahun 1966
Beliau juga satu2nya KSAL yang menjabat saat kekuatan TNI_AL adalah salah satu yang terbesar di asia, kira2 saat itu no 3 setelah RRT, India
Omar Dani,(1921-2009) Menpangau
Spoiler for poto:


Golden Boy, begitulah julukannya. KSAU saat TNI-AU memiliki alutsista yang cuma bisa dimimpikan oleh TNI saat ini. perannya sangat penting karena memerintahkan Tu 16 2 x mengawal Victorious di Selat Sunda dan Samudera Hindia. Sayangnya TIDAK DIKETAHUI seri apakah yang dikirim apakah A atau KS

Pedet Soedarman

Spoiler for poto:


Pilot AURI dan ALRI (Pilot Tu-16 dan Gannet) mohon info dan foto

Sayang nama pilot Tu-16, B25 dan Gannet ALRI tidak dicantumkan oleh kedua angkatan . Dispuspenerbal (Dinas Pusat Penerbangan Angkatan Laut) bahkan membuat kesalahan fatal dengan mencatat di situsnya bahwa kapal induk yang diintai Gannet adalah HMS ARK Royal, sedang dinas Satkasel mencatat secara benar. aneh khan hehehe

Komandan kasel Pasopati,Alugoro,Tjandrasa, Tjundamani (mohon yang ada infonya)

Sayangnya buku pengabdian Hiu Kencana juga tak mengisahkan kisah awak dan kapten keempat KS yang menghadang HMS Victorious di selat Lombok. Uniknya mereka berhasil mendekati HMS victorious dalam kedalaman persikop TANPA KETAHUAN . Dicatat Hanya 2 paragraf saja, padahal itulah saat2 kritis negeri kita di ujung meriam Inggris sekali lagi (yang pertama Surabaya, November 1945)
DALAM laporan Inggris, mereka kaget dengan kemunculan Alugoro di depam kapal mereka mereka berniat menembak dengan torpedo KS yang muncul jika melakukan tindakan permusuhan.sepertinya mereka TIDAK mendeteksi keempat KS tersebut. Memang di bulan Agustus angin muson timur yang sedang bertiup akan membuat ombak yang keras di sekitar selat Lombok sehingga kemungkinan operator sonar di armada Inggris tak dapat mendeteksi keempat KS tersebut. Hal ini kemudian terulang lagi dalam latma dengan AL Ausie dimana destro Ausie tak dapat mendeteksi KS kita, sehingga komandan kapal dengan emosi menduh bahwa KS kita udah pulang dan sandar di pelabuhan. Dengan demikian maka TNI-AL/ALRI adalah pemakai kelas Whiskey tersukses di muka bumi mengingat kasus tersebut dan merupakan KS pertama di asia pasca PD II yang membidik kapal induk dengan periskop

INGGRIS

LORD Mountbatten (1900-1979)
Spoiler for poto:

Saat di PD II ia menjabat sebagai Supreme Allied Commander South East Asia Command , maka tak heran perannya banyak dalam pertempouran 10.11 1945 di Surabaya.Pasca PD II ia menjadi raja muda India, selama setahun sebelum India pecah di tahun 1947
Ialah yang ngotot supaya HMS Victorious lewat Selat Sunda jika tidak akan mencoreng muka Inggris.
Ia kemudian tewas bersama cucunya Nicholas dalam serangan bom mobil yang dilakukan IRA terhadap keluarga kerajaan



PETER (GE)Thornecroft,Menhan Inggris (1909-1984)
Spoiler for Poto:

sekalipun ia perwira artileri lulusan Royal Academy, namun karirnya jauh lebih moncer di politik daripada militer. Selama PD II ia menjadi bagian staf umum.
Pada saat konfrontasi menjadi menhan selama setahun (1964-1965) di bwah pimpinan PM Sir Alec Douglas-Home, Ia tegang juga , krn begitu pentingnya konfrontasi, sampai ia harus mondar manidr KL London lebih sering daripada ngurusin pertahanan Inggris sendiri (1964-1965, kelak ia menjadi Ketua Partai Konservatif era 1975-1981)

DAVID LUCE (1907-1971)
Ia menjabat KSAL Inggris saat pecah konfrontasi , ia salah satu pendukung garis keras agar HMS Victorious melewati selat Sunda,karena ia adalah veteran komandan KS selama PD II (jarang ada KSAL dari komandan KASEL).

VARYL BEGG (1908-1995)
Spoiler for Poto:

ia adalah Veteran PD II dan makan asam garam dalampertempuran Atlantik sebagai perwira Meriam . Ia menjabat sebagai Komandan Armada Timur Jauh di tahun 1958 yang otomatis membuatnya ia bertanggung jawab dalam Konfrontasi. Pasca Konfrontai, ia ditunjuka menjadi Gubjend Gibraltar di tahun 1969 dan pensiun di tahun 1973. Untuk jasa2nya selama PD II ia mendapat gelar kehormatan Sir

Sir Peter Compston, KCB (1915-2000)
Spoiler for Peter Compston:

Dia adalah komandan HMS Victorious yang menyeberangi Selat Sunda dan Selat Lombok. Sebagai veteran perang Dunia II nyalinya udah baja kali ya dan gak bergeming. Uniknya ia memulai karir di RAF pada tahun 1937 dan kemudian ditransfer ke AL dan bertugas di 870 dan 700 SQ selama PD II. Sebelum menjadi kapten kapal HMS Victorious ia juga menjabat sebagai kapten Kapal HMS Ornell dan atase di Prancis. Unik emang pilot pesawat bisa jadi Kapten kapal, (kalo disini rasanya GAK MUNGKIN)
Pasca Konfrontasi ia menjabat sebagai Deputy Supreme Allied Commander Atlantic


Bob Wooley, pilot Sea Vixen yang nyegat Tu-16 di atas samudera Hindia
Spoiler for poto:

Quote:
Sumber (http://www.woolleyfamily.co.uk/REMW1.htm)
Diubah oleh merkapa
WEAPONRY

iNDONESIA

Tu-16
kemungkinan yang diutus membayangi armada Inggris adalah varian KS. MOHON KONFIRMASI. Tu-16 emnempati SKU 41(A) dan 42 (KS)
Crew: 6–7
Length: 34.80 m (114 ft 2 in)
Wingspan: 33.00 m (108 ft 3 in)
Height: 10.36 m (34 ft 0 in)
Wing area: 165 m2 (1,780 sq ft)
Empty weight: 37,200 kg (82,012 lb)
Gross weight: 76,000 kg (167,551 lb)
Max takeoff weight: 79,000 kg (174,165 lb)
Powerplant: 2 × Mikulin AM-3 M-500 turbojets, 93.2 kN (21,000 lbf) thrust each
Performance

Maximum speed: 1,050 km/h (652 mph; 567 kn)
Range: 7,200 km (4,474 mi; 3,888 nmi)
Service ceiling: 12,800 m (41,995 ft)
Wing loading: 460 kg/m2 (94 lb/sq ft)
Thrust/weight: 0.24
Armament

Guns: 6–7 × 23 mm Afanasev Makarov AM-23 cannons, two each in dorsal and ventral remote turrets and manned tail turret, with the occasional addition of one fixed forward in the nose
Missiles:
2 × Raduga KS-1 Komet (AS-1 Kennel) anti-ship missile on underwing hardpoints,[clarification needed] or
1 × Raduga K-10S (AS-2 Kipper) anti-ship missile semi-recessed in bomb bay, or
2 × Raduga KSR-5 (AS-6 Kingfish) anti-ship missile on underwing hardpoints
Bombs: 9,000 kg (20,000 lb) of free-fall weapons[clarification needed]

B-25


B-25 mendapat tempat terhormat dalam TNI AU , karena merupakan B-25 terlama yang dioperasikan di Asia. TNI Au menggunakanya hampir 4 dekade (1949-1979). JAsanya begitu luar biasa dalam sejarah TNI AU . B-25 ditempatkan di SKU 1 dan dibekukan di 1977 dan diaktivasi tahun 1990 dengan diisi OV-10 Bronco, di tahun 199 diisi hawk 200 dan dipindah ke Supadio , Kalbar
SPEK
Crew: 6 (one pilot, one co-pilot, navigator/bombardier, turret gunner/engineer, radio operator/waist gunner, tail gunner)
Length: 52 ft 11 in (16.13 m)
Wingspan: 67 ft 7 in (20.60 m)
Height: 16 ft 4 in (4.98 m)
Wing area: 610 sq ft (56.7 m²)
Empty weight: 19,480 lb (8,855 kg)
Max. takeoff weight: 35,000 lb (15,910 kg)
Powerplant: 2 × Wright R-2600-92 Twin Cyclone 14-cylinder air-cooled radial engine, 1,700 hp (1,267 kW) each
Performance

Maximum speed: 272 mph (237 kn, 438 km/h) at 13,000 ft (3,960 m)
Cruise speed: 230 mph (200 knots, 370 km/h)
Range: 1,350 mi (1,174 nmi, 2,174 km)
Service ceiling: 24,200 ft (7,378 m)
Armament

Guns: 12–18 × .50 in (12.7 mm) machine guns and 75 mm (2.95 in) T13E1 cannon
Hardpoints: 2,000 lb (900 kg) ventral shackles to hold one external Mark 13 torpedo[43]
Rockets: racks for eight 5 in (127 mm) high velocity aircraft rockets (HVAR)
Bombs: 3,000 lb (1,360 kg) bombs
Gannet

SPEK
Crew: 3
Length: 43ft (13m)
Wingspan: 54ft 4in (16.56m)
Height: 13ft 9in (4.19m)
Wing area: 483 ft² (45 m²)
Empty weight: 15,069 lb (6,835kg)
Powerplant: 1 × Armstrong Siddeley Double Mamba ASMD 1 turboprop, 2,950 hp (2,200kW)
Propellers: 2 contra-rotating 4-bladed
Performance

Maximum speed: 310 mph (500 km/h)
Service ceiling: 25,000 ft (7,600 m)
Endurance: 5-6 hours
Armament
Up to 2,000lb of bombs, torpedoes, depth charges and rockets

Avionics

Ekco ASV Mk. 19 radar

Whiskey Class
SPEK
Displacement: (typical):
1,080 tons surfaced
1,350 tons submerged
Length: 76 m (249 ft 4 in)
83.3 m (273 ft 4 in) (Whiskey Long Bin)
Beam: 6.3 m (20 ft 8 in) to 6.5 m (21 ft 4 in)
Draft: 4.9 m (16 ft 1 in)
Propulsion: Diesel-electric
Speed: 18.5 knots (34.3 km/h) surfaced
13 knots (24 km/h) submerged
7 knots (13 km/h) (snorkelling)
(cruise missile carrying variants presumably slower[citation needed])
Range: 13,500 nmi (25,000 km) surfaced
6,000 nmi (11,000 km) submerged
Endurance: 40-45 days[1]
Complement: 54 (more on the cruise missile variants)
Armament: 6 × 533 mm (21 in) torpedo tubes (4 bow, 2 stern
12 torpedoes or 22 mines)
1 × 25 mm (0.98 in) AA gun (Whiskey I, II, and IV)
mohon kalo ada data kapten Alugoro, Tjundamani, dan 2 KS yg lain saat di selat lombok beserta moto masing2 KS
Inggris

HMS Victorious (R38)
SPEK
Class and type: Illustrious-class aircraft carrier
Displacement: As built: 29,500 tons
Post-refit: 35,500 tons full load
Length: As built: 673 ft (205 m)
Post-1957 refit 753 ft (230 m) waterline, 781 ft (238 m) overall
Beam: As built: 95 ft (29 m)
Post-1957 refit 103 ft (31.4 m)
Draught: As built: 28 ft (8.5 m)
Post-1957 refit 31 ft (9 m)
Propulsion: 3 Parsons geared turbines
6 Admiralty 3-drum boilers
111,000 shp, 3 shafts
Speed: 30.5 knots (56 km/h)
Range: 11,000 nautical miles (20,000 km) at 14 knots (26 km/h)
Complement: 2,200 (including air group)
Armament: 16 × 4.5 inch (8 × 2)
48 × 2 pdr (6 × 8)
21 × 40 mm AA (2 × 4, 2 × 2, 9 × 1)
45 × 20 mm AA (45 × 1)
Armour: flight deck: 3"
hangar deck: 2"
side belt 4"
hangar sides: 4"
Aircraft carried:
Post-refit aircraft included:
Gannet, Scimitar, Sea Fury, Sea Hawk, Sea Vixen, Buccaneer
Motto: Per coelum et aequorem victrix (Through air and sea victorious)
Honours & awards: Cape of Good Hope 1795 – St Lucia 1796 – Egypt 1801 – Walcheren 1809 – Rivoli Action 1812 – Bismarck Action 1941 – Norway 1941–42 – Arctic 1941–42 – Malta Convoys 1942 – Biscay 1942 – Sabang 1944 – Palembang 1945 – Okinawa 1945 – Japan 1945
Notes: Pennant numbers: 38, R38, 38
HMS Cavendish
SPEK
Class and type: C-class destroyer
Displacement: 1,710 tons (standard) 2,520 tons (full)
Length: 363 ft (111 m) o/a
Beam: 35.75 ft (10.90 m)
Draught: 10 ft (3.0 m) light,
14.5 ft (4.4 m) full
Propulsion: 2 Admiralty 3-drum boilers,
Parsons geared steam turbines,
40,000 shp (30,000 kW), 2 shafts
Speed: 37 knots (69 km/h)
Range: 615 tons oil, 1,400 nautical miles (2,600 km) at 32 knots (59 km/h)
Complement: 186
Armament: 3 x QF 4.5 in (114 mm) L/45 guns Mark IV on mounts CP Mk.V
2 x Bofors 40 mm L/60 guns on twin mount "Hazemeyer" Mk.IV, or;
4 x anti-aircraft mountings;
Bofors 40 mm, single mount Mk.III
QF 2 -pdr Mk.VIII, single mount Mk.XVI
Oerlikon 20 mm, single mount P Mk.III
Oerlikon 20 mm, twin mount Mk.V
2 x pentuple tubes for 21 in (533 mm) torpedoes Mk.IX
4 throwers and 2 racks for 96 depth charges

6 x Squid anti-submarine mortars
MOTTO: Safe by taking care‘

Kapten :......

HMS Caesar
Class and type: C-class destroyer
Displacement: 1,710 tons (standard) 2,520 tons (full)
Length: 363 ft (111 m) o/a
Beam: 35.75 ft (10.90 m)
Draught: 10 ft (3.0 m) light,
14.5 ft (4.4 m) full
Propulsion: 2 Admiralty 3-drum boilers,
Parsons geared steam turbines,
40,000 shp (30,000 kW), 2 shafts
Speed: 37 knots (69 km/h)
Range: 615 tons oil, 1,400 nautical miles (2,600 km) at 32 knots (59 km/h)
Complement: 186
Armament: Initial
3 x QF 4.5 in (114 mm) L/45 guns Mark IV on mounts CP Mk.V
2 x Bofors 40 mm L/60 guns on twin mount "Hazemeyer" Mk.IV, or;
4 x anti-aircraft mountings;
Bofors 40 mm, single mount Mk.III
QF 2 -pdr Mk.VIII, single mount Mk.XVI
Oerlikon 20 mm, single mount P Mk.III
Oerlikon 20 mm, twin mount Mk.V

2 x pentuple tubes for 21 in (533 mm) torpedoes Mk.IX
4 throwers and 2 racks for 96 depth charges
From 1960

3 x QF 4.5 in L/45 guns Mark IV on mounts CP Mk.V
2 x Bofors 40 mm L/60 guns
6 x Squid anti submarine launchers (after modernization)
1 x Twin 40mm Bofors anti-aircraft mount (Mk 5)

MOTTO : Vini VIDI VICI
KAPTEN :

HMS DIDO
Class and type: Leander-class frigate
Displacement: 2,450 tons standard
3,200 tons full load
Length: 372 ft (113 m)
Beam: 41 ft (12 m)
Draught: 19 ft (6 m)
Propulsion: Two Babcock and Wilcox boilers delivering steam to two sets of White/English Electric geared turbines of 30,000shp on two shafts
Speed: 28 knots (52 km/h)
Range: 4,600 nautical miles (8,500 km) at 15 knots (28 km/h)
Complement: 18 officers and 248 sailors
Sensors and
processing systems: 1 × Type 994 air/surface search radar
1 × Type 1006 navigation radar
2 × Type 903/904 fire-control radars
1 × Type 184P active search and attack sonar
1 × Type 2031Z passive search towed array sonar
Electronic warfare
and decoys: CAAIS (Computer Assisted Action Information System) combat information system, ESM system with UAA-8/9 warning and Type 668/669 jamming elements.
Armament: 2 × 4.5-inch (110 mm) L45 DP guns in one Mk 6 twin mounting; later replaced by one Ikara ASW missile launcher in circular well forward
2 × quadruple Sea Cat anti-air missile launchers
2 × 40-millimetre (1.6 in) Bofors guns
2 × Mk 32 triple 12.75-inch (324 mm) mountings for Mk46 or Stingray torpedoes
Aircraft carried: 1 × Wasp, later Lynx helicopter

Saat Inggris Menantang Jakarta di Selat Sunda (Silent Conflict 27.08.64-4.10.64)

HMS Barwick
Displacement: 2,150 tons / 2,560 tons full load
Length: 370 ft o/a (113 m)
Beam: 41 ft (12 m)
Draught: 17.3 ft (5.3 m)
Propulsion: Y-100 plant; 2 x Babcock and Wilcox boilers, 2 English Electric steam turbines, 30,000 shp on 2 shafts
Speed: 30 knots (56 km/h)
Range: 400 tons oil fuel; 5,200 nautical miles (9,630 km) at 12 knots (22 km/h)
Complement: 152
Sensors and
processing systems: Radar Type 293Q target indication

Radar Type 277Q height finding
Radar Type 275 fire control on director Mark 6M
Radar Type 974 navigation
Type 1010 Cossor Mark 10 IFF
Sonar Type 174 search
Sonar Type 162 target classification
Sonar Type 170 attack
Armament: 1 x twin 4.5in gun Mark 6

1 x 40 mm Bofors gun Mark 7
2 x Limbo anti-submarine mortar Mark 10
12 x 21-in anti-submarine torpedo tubes (removed or never installed)

HMS Hampshire (D06)

SPEK
Class and type: County-class destroyer
Displacement: 5,200 long tons (5,300 t) normal
6,800 long tons (6,900 t) full load
Length: 505 ft (154 m) pp
521 ft 6 in (158.95 m) oa
Beam: 54 ft (16 m)
Draught: 20 ft 6 in (6.25 m)
Propulsion: 2 shaft COSAG (Combined steam and gas) turbines
Geared steam turbines, 30,000 shp (22,000 kW)
4× G6 gas turbines, 30,000 shp (22,000 kW)
Speed: 30 kn (56 km/h; 35 mph)
(25 kn (46 km/h; 29 mph) steam only)[2]
Range: 3,500 nmi (6,500 km; 4,000 mi) at 28 kn (52 km/h; 32 mph)
Complement: 471[3]
Sensors and
processing systems: Type 965 air search radar
Type 277 height finder radar
Type 992 target indication radar
Type 901 Seaslug fire control radar
Type 902/903 Seacat fire control radar
Type 177 Sonar
Armament: 4× 4.5 inch (114 mm) Mark 6 guns (2 twin turrets)
2 × mountings for Oerlikon 20 mm cannon
1 twin Seaslug surface-to-air missile launcher
*2 × Quad GWS-21 Seacat short-range surface-to-air missile launcher
Aircraft carried: 1 × Wessex helicopter
Kapten di 1964-1966:Captain F W Hayden DSC RN

Spoiler for HMS Hampshire D06:


SEA SLUG

Sea Vixen

Crew: Two, pilot and Observer
Length: 55 ft 7 in (16.94 m)
Wingspan: 51 ft 0 in (15.54 m)
Height: 10 ft 9 in (3.28 m)
Wing area: 648 ft² (60.2 m²)
Empty weight: 27,950 lb (12,680 kg)
Loaded weight: 41,575 lb (18,860 kg)
Max. takeoff weight: 46,750 lb [43] (21,205 kg)
Powerplant: 2 × Rolls-Royce Avon Mk.208 turbojets, 50 kN (11,000 lbf) each
Performance

Maximum speed: Mach 0.91 (690 mph, 1,110 km/h) at sea level
Range: 790 mi (1,270 km) with internal fuel
Service ceiling: 48,000 ft (14,600 m)
Rate of climb: 9,000 ft/min (46 m/s)
Wing loading: 64.2 lb/ft² (313 kg/m²)
Thrust/weight: 0.54
Armament

Hardpoints: 6 and provisions to carry combinations of:
Rockets: 4 × Matra rocket pods with 18 × SNEB 68 mm rockets each
Missiles: 4 × Red Top or Firestreak air-to-air missiles
Bombs: 1 × Red Beard freefall nuclear bomb
Avionics
GEC AI.18 Air Interception radar

FIRESTREAK

Blackburn Bucaneer

Crew: 2 (Pilot and Observer)
Length: 63 ft 5 in (19.33 m)
Wingspan: 44 ft (13.41 m)
Height: 16 ft 3 in (4.97 m)
Wing area: 514.7 ft² (47.82 m²)
Empty weight: 30,000 lb (14,000 kg)
Loaded weight: 62,000 lb (28,000 kg)
Powerplant: 2 × Rolls-Royce Spey Mk 101 turbofans, 11,100 lbf (49 kN) each
Performance

Maximum speed: 667 mph (580 kn, 1,074 km/h) at 200 ft (60 m)
Range: 2,300 mi (2,000 nmi, 3,700 km)
Service ceiling: 40,000 ft (12,200 m)
Wing loading: 120.5 lb/ft² (587.6 kg/m²)
Thrust/weight: 0.36
Armament

Guns: None
Hardpoints: 4× under-wing pylon stations & 1× internal rotating bomb bay with a capacity of 12,000 lb (5,443 kg) and provisions to carry combinations of:
Rockets: 4× Matra rocket pods with 18× SNEB 68 mm rockets each
Missiles: 2× AIM-9 Sidewinders for self-defence or 2× AS-37 Martel missiles or 4× Sea Eagle missile
Bombs: Various unguided bombs, Laser-guided bombs, as well as the Red Beard or WE.177 tactical nuclear bombs
Other: AN/ALQ-101 ECM protection pod, AN/AVQ-23 Pave Spike Laser designator pod, Buddy refuelling pack or Drop tanks for extended range/loitering time
Diubah oleh merkapa
Bakal seru nih.
lanjutkan om kapa
Perasaan bum pernah mengirim itu ke si merk. Cek kulkas aja deh merk. Ditunggu kelanjutannya.
Merepotkan malaysia sampai tahun 80an? Wah panjang juga..
Diubah oleh Dr.Error
Quote:


emoticon-Ngakak

biar warga sini ngerti, di kalimantan ataupun daerah lain, tionghoa dengan ekonomi minimalis dan masuk di bawah garis kemiskinan itu umum saja. justru sebaliknya tionghoa kaya itu yang gak umum dan diluar kewajaran. sama seperti etnis ataupun suku lainnya, yang kaya itu yg gak umum. karena itu memaksakan diri menjadi kaya itu seringkali jadi tiket cepat kena KPK.

etnis mana pun sama saja, di luar negeri pun demikian. mayoritasnya manusia hidup ngepas, just about average atau slightly above. jangan karena melihat satu atau dua orang dari negara tertentu atau etnis tertentu yg berkecukupan lalu digeneralisir semuanya kaya raya. itu pikiran kental dengan masalah SARA era lalu yg memang didesain untuk memecah belah dan memudahkan kontrol masyarakat. bodohnya sampai pilpres kemarin saja masih ada isu begituan yg dipakai. dan masih saja dimakan mentah-mentah.
profile-picture
tjo29 memberi reputasi
Quote:


Ya, memang panjang dan berlarut-larut....itupun malaysia meminta bantuan kepada indonesia untuk mengatasi kelompok komunis di serawak, operasi yang terkenal dan di gagas oleh salah satu tokoh dari kopassus adalah operasi garu, operasi ini sukses mengatasi kelompok komunis yang masih tersisa di serawak
Quote:


Ya...ya... Sering2 main ke daerah2 Pecinan lama jngn ke komplek2 perumahan elite.. atau gabung hobiis ini itu, mereka enak bergaulnya dan biasa2 saja..sama ke yg lain..
OOT nih..
Quote:


pantesan, ane sempet aneh waktu lihat etnis tionghoa kerja sebagai kurir atau logistik, padahal gaji segitu gak seberapa, rupanya kaya itu relativ ya, apalagi tempat tinggal saya bersebelahan dengan perumahan etnis tionghoa, rumahnya layak, min ada mobil sama garasi. mungkin soal bisnis mereka emang luas. kembali ke topic!

Quote:

setelah kita lepas mereka, yg kontrol mereka siapa ya? langsung dari RRT/SOVIET?
Diubah oleh Dr.Error
Quote:


Most likely RRT, untuk Soviet kayaknya gak gitu kenceng nge-grip Asia Tenggara.


profile-picture
tjo29 memberi reputasi
Quote:


Nope, gerilyawan kalimantan itu nanti kayak fretilin, rampas ammo dr pasukan keamanan
Rrt ya ga mkn pasca 66, mengingat keuangannya semua dicurahkan buat perang vietnam dan bayar hutang ke sovyet ditambah chaos revolusi kebudayaan

Buktinya gak ada ak beredar di sana khan
profile-picture
tjo29 memberi reputasi
Sorry OOT emoticon-Big Grin
Jadi Victor pulangnya lewat selat sunda juga ya om dari ausi, gak muter ke utara jawa kan....?
saya nanya ya om
Quote:


Haha
Iya itu pedaleman kalimantan daerah masih banyak suku2 dayak, banyak etnis Tionghoa, ud disono dari bergenerasi generasi lampau.
Kebanyakan petani / ternak (babi / kambing mostly)

Nanya jalan, ke Petani d pedaleman sono.
banyak yg lebih ngerti kalo situ ngomong bahasa Khek daripada Indonesia, banyak yang masih ada marga China nya malah emoticon-Big Grin

Kata Paman gw yg propector menyusur lebih jauh ke pedaleman, ada yg ud lebih dr 20 generasi bermukim di tanah borneo. sampe kampung yang ga ada listrik sama jalan aja bisa ketemu ada tionghoa di sono.

Emang banyak yang ga tau kok merk, pengetahuan diluar tanah jawa dan sumatra kan masih rada samar2
Quote:


Quote:


Quote:


ente kalo mau liat warga tionghoa berkebun silahkan samperin kalimantan barat,....

saya mengenal seorang teman yang ruang makan,ruang tamu,ruang tidur ada dalam satu ruangan,.dengan lantai beralas tanah,..yang kepisah cuman dapur sama toilet,...kehabisan beras sampe terpaksa jual setang sepeda,...

profile-picture
tjo29 memberi reputasi
Udah ah back to topic

Ordho elu masih hutang tentang juanda ya
Quote:


Joke nkri hanya jawa bali itu bener kayaknya
Quote:


kakek merkapa.... bisa bener bisa salah itu joke om... benernya dikampung ane baru tahun 2007an listrik nyala.... itu aja kampung sebelah sampek sekarang belom berlistrik, dan disitu banyak dihuni oleh etnis tionghoa dan dayak and melayu pribumi, banyakan mereka tani dan cocok tanam and nelayan.... sering si mbok daped ikan tuker beras sampek skrg... kadang2 ikut bapak nraktor juga org tionghoa.... tp mereka banyak muslim t4 ane... bahsa kita disana juga melayu... kawan2 sekolah yg tionghoa bahasa kek....

kadang priorotas pembangunan kereta dll banyakan djawa juga bikin ngiri... kita yg perantau sekali tau jawa asli ngiri... jalanan bagus.. wisata bagus banyak... tp alhamdulillaah setelaha ada otonomi pasca thun 2000 an daerah t4 ane mulai merangkak... ada bangun pelabuhan antar sungai yg sangat kami rasakan manfaatnya, karena buat dagang beras ke pontianak lewat susur kapuas....

oleh sebab itu jika hal diatas ditrit dikatakan banyak etnis tionghoa tani saya mengiyakan... sdr2 dr singkawang, bebrapa di sintang dan pontianak banyak dr etnis tionghoa kerja disawit , nama pake marga, ada chang, chen (saya sedikit susah dalam melafal nama aslitionghoa, namun yg jelas nama depan di ktp mereka sudah nama indonesia) kcuali nama tionghoanya asli... hehehe emoticon-Smilie
Gak prlu jauh3x ke Kalimantan...tuh diTangerang dkt Mauk paling 35KM dri DKI msih byk yg miskin n Tani
profile-picture
tjo29 memberi reputasi
Diubah oleh eagleroaming
kalau yg ane tau, TNI AD pada waktu itu emang setengah hati melaksanakan perintah Dwikora ini . cuma AL /AU yg ngedukung. operasi ini lebih mengedepankan Sukarelawan untuk konfrontasi dgn Malaysia. btw ane pernah baca Pledoi OMar Dani waktu ditanya maslah senjata Cung buatan cina yg beredar . kan dituduh itu dibawa oleh AURI sepengetahuan Omar Dani ya..klo emang gitu dibawa pake apa ya ? Laut kah ? berhubung waktu itu perang Vietnam dan setau ane ada Jembatan udara antara Pilipin sama Vietnam yg pasti unidentified Plane pasti di shootdown sm Mamarika.. klo ada Infonya share .

thamks

Salam
Diubah oleh Horst Vessel
Quote:

nope, HMS Victorious akhirnya pulang dari Singapura lewat Selat Lombok pd bulan September 1964.
Sebenarnya ini adalah kemenangan diplomatis Indonesia atas Inggris karena pada dasarnya Inggris tetap mau lewat Selat Sunda sbg bentuk show of force kepada Indonesia, bahkan sudah menyiapkan Operasi Althrope untuk menghancurkan kekuatan udara dan laut Indonesia dan Operasi Shalstone untuk menyerang 8 target di Riau, sebagai peringatan untuk Jakarta untuk tidak menyerang Malaysia sebagai langkah berjaga-jaga London jika Indonesia hendak melakukan pembalasan serangan kepada Malaya, jika kapal mereka yang melewati Selat Sunda diserang.

baca kisahnya pada buku berjudul Britain and Confrontation with Indonesiaa 1960-1966
lihat pertimbangan Inggris yg akhirnya memilih lewat Selat Lombok daripada Selat Sunda pada halaman 100-103
Halaman 1 dari 7
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di