alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Aku pergi sebentar, boleh?
4.63 stars - based on 27 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55cb49c91a9975792c8b456d/aku-pergi-sebentar-boleh

Aku pergi sebentar, boleh?

LANJUT ??
LANJUT ??
terus!!
95.59%
basi !!
4.41%
Aku pergi sebentar, boleh?


Quote:


INDEX:

SATU : Ve !!!

DUA : Kak Tama

TIGA : Diam

EMPAT : Coklat

LIMA : Break Up Lexa !

ENAM : Boleh Aku Bertanya Sesuatu?

TUJUH : Tadaima

DELAPAN : Gadis Coklat

SEMBILAN : Api Cemburu

SEPULUH : Bad Day

SEBELAS : Terbongkar !!!

DUA BELAS : Revenge

TIGA BELAS : Flashback

EMPAT BELAS : Nyaman

LIMA BELAS : PUTUS

ENAM BELAS : Perkenalan

TUJUH BELAS : Akhirnya

DELAPAN BELAS : Jarak

SEMBILAN BELAS : Mayumi Baskara

DUA PULUH : Suci atau Shinta ?

DUA PULUH SATU : It's Final Choise

DUA PULUH DUA : Itu Nyata

DUA PULUH TIGA : Kecerobohan Mayu

DUA PULUH EMPAT : Terlalu berharap

Quote:
Diubah oleh: 201192
Halaman 1 dari 25
Widiiih masi verawan yak ?? Mejeng pejwan + gelar tiker dlu

SATU : Ve !!!

"Kak, ini bunga mawar buat kakak".

Lalu disusul siulan dan berbagai teriakan khas remaja masa kini. "cieeeeeeeeeeee" , lontaran kalimat itu terjadi karena adanya prosesi penyerahan bunga mawar dari seorang siswi baru kepada sang ketua OSIS. Tama.

Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang mengawasinya tak jauh dari keriuhan pagi ini di hari pertama acara MOS SMA Garuda Bangsa.


***

PLAK!!!!

" Pecun !!! Gila, ga nyangka gue anak baru jaman sekarang berani maen nyosor aja, sekali lagi lu macem-macem sama Tama, abis riwayat lo di sekolah ini! "

Rembesan air mata turun tak tertahan dari kelopak matanya kini. Punggungnya merapat ke tembok, sambil menutup muka dengan kedua tangannya ia menangis tanpa suara. Baru saja satu hari sekolah, masalah sudah menghinggapinya. Setelah kakak kelas yang melabraknya di toilet sekolah siang ini keluar, ia menuju ke wastafel untuk mencuci mukanya yang lusuh, matanya sembab. Sembari menahan isakan tangisnya, ia melihat ke cermin wastafel, Ve memegangi pipinya yang semula putih mulus, kini ada semburat kemerahan disana, bekas telapak tangan kakak kelasnya.

***

"Pagi mah, Ve langsung berangkat sekolah ya" . Selorohnya sambil mengecup pipi mamahnya dan mengambil sepotong roti tawar beroleskan selai coklat favoritenya. Mamahnya hanya tersenyum melihat polah anak gadisnya yang kini mulai tumbuh menjadi remaja yang energic.

"Duduk dulu Ve". Suara tegas itu muncul dari balik koran yang sedang dibaca papah. Tanpa protes Venus langsung duduk di meja makan, baerbaur dengan mamah dan papah. Ia tak mau pagi hari pertamanya belajar terkena ceramah papahnya.

Setelah menghabiskan roti dan meneguk habis susu paginya, Ve segera mencium tangan Mamah dan Papahnya, Ve ga mau Senin pagi pertama upacaranya di SMA telat.

***

Muka Ve mulai terlihat pucat, rupanya mentari pagi ini sedang semangat, sampai Ve yang berada di barisan belakang pun terkena imbasnya, ditambah dengan pidato "amanat pembina upacara" yang disampaikan kepala sekolah pagi ini yang mungkin masih berlangsung sekitar 15 menit lagi.

SREKKKK

"Misiii, minggir sebentar dong"

Seorang pemuda tinggi berbadan tegap menyeruak dari sisi belakang barisan. Kini ia berdiri tepat berbaris di depan Ve. Ve dapat melihat sekilas di dasi pemuda itu ada garis strip 3,yang menandakan ia adalah siswa kelas tiga, "Kak, maaf, ini barisan kelas satu" ujar Ve pelan.

Yang tak kurang dari 3 menit kemudian terdengar kasak kusuk dari beberapa guru di belakang barisan yang bertugas sebagai keamanan upacara berdiskusi dengan satpam sekolah, kedengeran dari percakapannya mereka sedang mencari siswa yang mengikuti upacara, ditambah siswa yang terlambat itu terlihat memanjat pagar sekolah yang sudah ditutup sebelumnya.

"Venus Syafitri, Lo boleh minta satu permintaan dari gue, tapi tolong jangan bergerak sejengkal pun sekarang" ujar pemuda yang berdiri di depannya tanpa menoleh sedikitpun.

"Darimana dia tahu nama lengkap aku?" tanya Ve dalam hati. . .

Seolah melihat keraguan Ve yang berada di belakangnya, pemuda itu langsung berkata pelan "seisi sekolah tahu kok tentang siswi baru yang berani ngasih mawar ke Tama itu elo".

Venus pun terdiam sambil menunduk. Ada rasa aneh saat Ve berdiri dekat dengan pemuda ini, siapa dia? perlahan tercium cologne yang membuat Ve nyaman berdiri di posisi ini, apalagi sinar matahari terhalang oleh pemuda "buronan guru" ini yang berdiri didepannya.

***

"VE !!!"

Sambil menutup telinganya Venus menoleh malas ke Tiara, teman sebangkunya yang meneriakkan namanya secara histeris di depan pintu kelas di ujung istirahat. "Apa Ra? ga usah teriak gitu bisa kan?aku mau istirahat sebentar". "Ve buruan nyumpet, tadi gue denger kak Lexa nyariin lo, dia sekarang mau ke kelas kita!!".

Seketika Ve terkesiap, mukanya memucat, ia langsung ingat insiden hari pertamanya di sekolah ini. Tamparan dan ancaman Lexa, Lexa Larasati, anak kepala yayasan, yang sekaligus menjabat sebagai kakak kelasnya yang menyandang gelar "ratu sekolah" ini. Semua ini terjadi seminggu yang lalu, gara-gara pemainan senior konyol di acara MOS, saat itu Ve mendapatkan perintah untuk menyerahkan bunga mawar ke ketua OSIS, Tama. Yang tanpa ia tahu, Tama adalah orang yang Lexa klaim "miliknya dan tak ada yang boleh mendekatinya".

"Terus aku mesti gimana Ra?" Ve mulai panik. Sekilas Ve melihat sosok pemuda yang tadi berdiri di depannya saat upacara tadi melintas lewat depan kelasnya, dengan pikirannya yang panik Ve langsung memanggil pemuda itu sambil setengah berteriak"Kak!!". Ve berhasil, pemuda itu menoleh, lalu berjalan memasuki kelasnya, dengan serta merta duduk di hadapan Ve. "Eh, Lo lagi, makasih ya tadi udah nolongin gue pas upacara, ada apa ni manggil gue?jangan bilang lo kangen sama gue" Hahahahaha... sambil alisnya terangkat sebelah memandang Ve yang terlihat mulai pucat.

Perasaan aneh ini datang lagi, apalagi dengan tatapan mata tajamnya yang sekarang tepat di depan mataku

"Mikir apa sih aku" sambil menggelengkan kepalanya Ve mencoba mengusir imaji anehnya terhadap kakak kelas didepannya ini yang bahkan belum ia ketahui namanya "Kak, perjanjian tadi masih berlaku kan?" tanya Ve hati-hati.

"Oh iya! karena lo udah nolongin gue tadi, sekarang sebut 1 permintaan lo"

"Kakak bisa tolongin bales lindungin aku ga kaya tadi pas upacara?"

"Lo juga emang dicariin guru?lo bikin ulah apa?

"Ga kak, aku ga dicariin guru"

"Terus gue mesti lindungin lu kali ini dari siapa?demit?"

"Dari..."


BRAKKK


Pintu kelas Ve terbuka dengan keras, pertama muncul Shinta, teman setia Lexa yang selalu menjadi ekor kemanapun Lexa pergi. Disusul teriakan "MANA VENUS?!!"

"Oke, gue ngerti maksud lo sekarang Ve, masalah ini gue yang urus, kita impas ya, seneng bekerja sama sama lo" sambil tersenyum, pemuda yang Ve panggil "kak" itu beranjak mendekati Lexa.

"Hai Lex, pas banget lo dateng, ayo temenin gue makan ke kantin, laper gue" langsung sambil menyambar tangan Lexa keluar dari kelas Ve...

"Kok kamu ada disini?nemenin kamu makan?hayuuu"


........Ve memandang Lexa yang langsung berubah lembut itu dengan tatapan aneh. "Dia bisa jinak dengan pemuda itu" pikir Ve.

Lalu setelah keributan kecil di depan pintu kelas Ve reda. "Ve, kok lo bisa kenal dengan dia?" ujar Tiara yang mendekati Venus. Tentu saja maksudnya adalah kakak kelas yang Ve mintain bantuan tadi.

"Tadi pagi aku udah jetemu pas upacara, ya sekarang gantian aku mintain bantuan, tadi pagi kan aku udah bantuin dia" ujar Ve lega karena teror Lexa sudah berakhir, ya setidaknya untuk hari ini.

Tiara masih mematung di samping Ve sambil menatap lekat ke wajah Ve

"Ra, kamu ga kenapa-kenapa kan?"

"Lo Ve yang kenapa-napa, kepala lo kayanya konslet deh"

Ve semakin bingung dengan sikap teman sebangkunya ini, "Maksud kamu apa Ra?"

Jangan bilang lo gatau yang barusan lo mintain tolong buat jinakkin kak Lexa itu siapa?!!

"Aku ga tau Ra, emang dia siapa?"

"Ve, dia kan. . . . ."

Dia kan.....




Kak kent.. panjangnya.. kent..aang
emoticon-Hammer
Ijin nenda gan apdatenya yg rajin jgn ken tang emoticon-Hammer2

In real story gan?
Diubah oleh sting001
wih si lexa langsung jinak aja tuh sama kakak kelas nya venus ,siapa nama nya ya,di cerita belum di sebutin nama nya sih emoticon-rose
Quote:


Silahkan cari tempat ternyaman emoticon-Smilie
Quote:


Silahkan cari tempat ternyaman emoticon-Smilie

yup, ini kisah temen ane, sedikit perubahan di penyamaran nama tokoh emoticon-Smilie
Quote:



Sabar emoticon-Smilie nti juga ketahuan siapa yang bisa jinakkin ni mak lampir emoticon-Wink
Quote:



emoticon-Stick Out Tongue Pantengin aja thread ini,,,dan tunggu varian kentang berikutnya emoticon-Big Grin
Ijin nenda gan emoticon-Embarrassment
tsnya pake sudut pandang orang ke-3 toh
Quote:



Silahkan cari tempat ternyaman untuk bikin tenda emoticon-Smilie , yup, ane pake sudut pandang ke-3 emoticon-Big Grin

DUA : Kak Tama

"Sega Pratama, Tinggi , rambut cepak rapih, berkacamata, kharismatik, menonjol di sisi akademis, ramah, ketua OSIS pula. pantas menjadi idola semua wanita normal di SMA Garuda Bangsa ini. Termasuk aku" celetuk Ve di istirahat sekolah siangnya hari ini. Dua mangkuk baso pedas dengan es jeruk menemani Ve dan Tiara siang ini.

"Dan lo udah pernah ngasih bunga mawar ke Kak Tama". Ejek Tiara sambil menyeruput es jeruknya.

"Iya, dan itu adalah tindakan terbodoh yang aku lakuin di hari pertama sekolah disini, karena hal itu aku jadi bulan-bulanan kak Lexa" sambut Ve dengan adukan di mangkuk basonya.

"sttt.....orangnya tuh Ve, lihat arah jam 10" senggol Tiara ke lengan Ve, sejenak Ve menoleh ke arah yang sobatnya tunjuk.

Disana,di Ujung Taman sekolah, terlihat Kak Tama terlihat sedang bercengkrama sama........Kak Lexa.

"hufth, kenapa harus ibu ratu itu sih yang dampingin kak Tama, kan masih banyak cewe lain yang cakep di sekolah ini". Ujar Ve, mengingat ini adalah sekolah swasta dengan salah satu labelnya yang mencetak model-model terkenal.

"Tiati kalo ngomong Ve, kedengeran kak Shinta bisa diaduin nanti Lo ke kak Lexa" balas Tiara pelan.

Lalu terlihat sorang pemuda mendekati meja yang mereka tempati. Kali ini Tiara hanya menutup mulut sambil tercengang melihat pemuda itu menarik kursi sambil langsung duduk di satu meja bareng mereka.

"Gue boleh gabung kan?"

"Kan kakak udah duduk, ngapain sih masih pake minta izin segal, basi". Ujar Ve sambil mengaduk basonya yang sedari tadi belum dimakannya, sambil matanya masih menatap lurus ke arah Kak Tama dan Lexa yang sedang bersenda gurau.

"Mereka cocok ya, Lo cemburu?" ujar pemuda itu.

Seketika adukan baso Ve terhenti.

"Ga,Kak Tama harusnya dapet yang lebih baik dibanding nenek lampir itu, cewe yang cantik diluar doang, iyasih emang bener kak Lexa tinggi, putih make-upnya perfect, stylish..tapi aku ga yakin kalo Kak Tama tau sifat aslinya bakal suka atau ga ke Kak Lexa" rentetan kalimat itu keluar tanpa tertahan dari bibir Ve.

"Hmmm...gitu yak, menarik juga sudut pandang lo ternyata, lo baru 1 bulan sekolah disini berani judge ibu ratu sekolah ini seolah-olah lo udah kenal lama dengan dia. Sambut pemuda itu sambil berlagak mengelus dagunya. "Yauda, Venus Syafitri, gue balik dulu ya ke kelas, udah mau masuk nih sebenter lagi, cao!!" lalu pemuda itu meninggalkan Ve dan Tiara.

Tiara yang sedari tadi hanya terdiam mematung melihat percakapan Ve di depannya mulai bersuara, " Ve, kok lo bisa ngomong santai begitu sih sama dia?!"

"Ya mau gimana Ra, itu kan emang unek-unek hati aku, lagian dia udah pernah nyelametin aku dari kak Lexa tempo hari, jadi aku pikir dia pasti orang baik".

"Lo udah tau dia itu siapa Ve?" Tiara terlihat tergagap melihat sikap Venus yang santai.

"Oh iya, aku lupa lagi mau nanyain nama itu orang" sambil menyeruput es jeruknya, karena Venus memakan basonya terburu-buru, yang sedari tadi luput dari mulutnya.

"Oke Ve, gue juga cuma tahu sedikit infonya, lo denger baik-baik informasi ini" sambil menyondongkan badannya, Tiara memberi informasi tentang pemuda itu.

Tiara:

"Namanya Ryuga Baskara, biasa dipanggil Kak Ryu, dia juga sama populernya sama Kak Tama, perawakan tinggi setengah jepang, alis tebal, mata setajam elang, Ketua Ekskul basket. Kalo Kak Tama ibarat Prince Charming, Kak Ryu itu Naughty Prince"

"Julukannya si pembuat onar yang jenius di sekolah ini, semua murid dan guru di sekolah ini tahu, kalo satu-satunya orang yang sepadan dengan tingkat IQ Kak Tama cuma Kak Ryu, mungkin bahkan Kak Ryu lebih pintar dari Kak Tama, sayangnya ulahnya disekolah ini menjadikannya buronan para guru, seragam yang ga pernah dimasukkan, sering bolos, telat masuk itu makanannya sehari-hari"

"Terus, dia sohiban, sahabatan sama Kak Tama idola lu itu semenjak SD"

"Wah itu sih buak sedikit info Ra, detail namanya" sanggah Venus.

"Tunggu Ve, gue belom selesai"

"Emang apa lagi sih Ra?"

"Ve, tadi lu sempet sebut Kak Lexa nenek lampir kan, terus lu juga bilang sifat asli Kak Lexa berkebalikan sama tampilannyaa"

"Iya, kan emang gitu nyatanya Ra"

"VENUS!!! Kak Ryu itu mantannya Kak Lexa!!!"

Ve pun tersedak dengan es jeruknnya...

"Kamu serius Ra?"

Venus memucat.



Diubah oleh 201192
Quote:


Ryu itu.. mantannya Lexa..
Oh em ji... ve mengentank emoticon-Big Grin
Lanjut gan..
Beeeh seketika keringat dingin keluar karna ryu itu mantanya nya lexa emoticon-Big Grin asik juga ni
Quote:


Siyaap (,")>

Quote:


asikasikjos lah pokoknya emoticon-Stick Out Tongue
kentang nih gan
kapan apdet nya ni trit?
keren juga ceritanya.
venus sama tama ryu dll
wah lanjut terus gaes ntar tak cendolin pake id prime
Ijin nenda gan

TIGA : Diam

DING DONG . . . . .
*Suara bel pertanda istirahat sekolah berbunyi

"Lexaaaaaaaaaa......" Teriakan itu menghentikan langkah Lexa yang akan memasuki kelas.

"Apaan sih lo, repot deh mesti pake teriak segala" Lexa jengah diteriaki Shinta yang sambil berlari dari arah kantin menuju padanya.

"Lexa Lexa Lexa, I've got a bad news buat lo" masih sambil tergopoh-gopoh mengatur nafasnya Shinta bersandar ke dinding luar kelas sambil menahan Lexa.

"Hush, calm down babe, lo kenapa sih pake teriak, lari-lari pula, udah kaya dikejar tsunami, repot deh....ada apa? eh, lo tadi bilang bad news?" sambil mengernyitkan dahinya, Lexa menanyakan kabar yang dibawa Shinta.

"Gue dari kantin Lex"

"Gue tahu, penting ya? kalo cuma mau bilang lu abis dari kantin gausah pake teriak Tha"

"Dengerin gue dulu, gue belum selesai Lex"

"Okay I hear you"

"Tadi gue dikantin liat ada adik kelas yang lagi makan baso"

"SHINTA! Enough, maksud lo apa sih pake acara laporan lo baru balik dari kantin, trus liat adik kelas makan baso?!" Lexa kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.

"Adik kelas kita makan semeja sama Ryu Lex!"

Lexa mematung, lau menoleh ke arah Shinta. Shinta tersenyum karena berita yang ia bawakan akhirnya mendapatkan perhatian dari Lexa.

"Lo ga lagi becanda kan Tha? siapa adik kelas yang berani makan semeja sama Ryu?!gue mau labrak dia".

"TAPI gue lupa namanya Lex"

"Lo tau orangnya yang mana?kita samperin nanti pulang sekolah"

"Tau Lex, dia yang anak baru itu, yang ngasih mawar ke Tama"

...

***

"Kok lu keliatan ga semangat ditu sih Ve, bukannya Kimia ini pelajaran favorite lo ya? lagian abis pelajaran ini kan kita pulang Ve,semangat dong", ujar Tiara karena melihat semangat Venus yang tiba-tiba menjelang akhir pelajaran.

"Gatau Ra, aku juga ga ngerti, tapi perasaan aku tiba-tiba ga enak" jelas Venus.

"Ah palingan cuma perasaan lo aja Ve"

"Mudah-mudahan begitu Ra, aku udah cukup badmood ngeliat Kak Tama tadi pas istirahat bareng si nenek lampir".

"Oooohh, gara-gara Kak Tama toh, lo falllin' ya Ve sama dia?"

"Apaan sih kamu Ra, aku malah kasian sama Kak Tama, dia gatau gimana wujud asli Kak Lexa selama ini"

"Cieeee segitu perhatiannya, beneran jatuh cinta nih kayaknya"

"Ga Ra, ini bukan cinta, sebatas kagum doang kok ke Kak Tama"

TOKTOKTOK
*Terdengar suara whiteboard diketuk

"Tiara, Venus..kalau kalian mau mengobrol silahkan lanjutkan di luar, jangan di dalam palajaran saya"

Tiara dan Venus pun terdiam

***

DING DONG . . . . .
*Suara bel pertanda akhir sekolah hari itu berbunyi.

"Veeeee, ayo dong, semangat, atau lo kelaperan yah?buruan beresin buku lo, kita pulang"

"Ra, feeling aku ga enak banget nih, kenapa yah?"

"Ah..apaan sih lo Ve, gini aja deh, gimana kalo pulang ini kita mampir di cafe belakang sekolah, gue traktir eskrim coklat deh"

Mendengar eskrim Coklat membuat Venus merangsek membereskan bukunya yang masih berserakan di meja.

"Bah, denger kata coklat aja lo, langsung semangat" Pletak *Tiara menjitak Venus.

"Hihihihi, kan lumayan pulang sekolah dapet eskrim coklat gratis"

Tiara dan Venus pun beriringan berjalan keluar sekolah.

***

"Hihihi, bener ya Ra kata kamu, itu mungkin cuma perasan aku aja kali ya tadi", Venus mulai terlihat ceria sambil menyendok ice cream coklat hasil traktiran Tiara.

"Ah lo mah dasar aja lebay, bilang aja napa kalo laper, pake acara feeling-feeling segala"

"Kalo gitu mulai besok aku bakal ga enak peraan trus ah tiap mau pulang sekolah, kan lumayan dapet eskrim gratis terus dari kamu, hihihi"

"Enak aja lo! tekor dong gue kalo gini terus caranya".

"Ya anggep aja lagi beramal Ra emoticon-Stick Out Tongue " celetuk Venus.

Tapi keceriaan mereka tak berlangsung lama, Tiara malah menutup mulut sembari mendelikkan matanya. ia terlihat shock.

"Halloo...Tiaraaaa...kamu kenapa?kesurupan?atau jangan-jangan minta aku traktir balik ya?hihihihi"

Tiara tetap terdiam...

"Ra, ngomong dong, jangan bikin aku takut gini, Ra?" sambil mengibaskan tangannya di depan muka Tiara, Venus terlihat mulai panik.

Tiara hanya menggerakkan dagunya ke arah Venus. Venus masih belum mengerti apa yang Tiara maksud, hingga akhirnya terasa dingin kepala Venus yang diringi jatuhnya cairan pekat manis dari ujung rambutnya, Venus menoleh kebelakang, dan.....

PLAKK !!!!

"Lo udah pernah gue ingetin buat ga so' kecantikan di Sekolah! abis nyari perhatian Tama, lo berani deketin Ryu?! Dasar Pecun!!" Hardik Lexa yang baru datang dengan Shinta ke Cafe dan langsung melabraknya.

"Tapi kak...." lirih Venus.

"Gausah ngejawab lo! mau gue tambahin tamparan di pipi sebelah kanan ?!".

Venus menunduk dan memegangi pipi kirinya yang mulai berdenyut.

"Atau bokap lo ngajarin lo buat jual diri ya?! buat biayain sekolah di SMA Garuda Bangsa?!"

PLAKK !!!

Entah dari mana kekuatan itu, Venus menampar balik Lexa setelah perkataanya. Lexa yang terkaget menjambak rambut Venus yang dikuncir kebelakang. Sementara Tiara dan Shinta hanya bisanya terbengong dengan sikap Venus yang berani menampar Lexa.

"Kakak boleh ledek aku, tapi ga dengan orangtua aku" sambil menahan sakit karena rambutnya dijambak, mata Venus yang memerah antara kesal dan ingin menangis.

"Pecun kaya lo berani nampar gue?! HAH!" Lexa melotot dan tangan kanannya terangkat diudara.

Venus memejamkan mata, pasrah kalau Lexa menghabisinya sekarang ini.


5..4..3..2..1....

Venus tidak merasakan apapun, malah jambakan di kuncirnya terasa melonggar, dan masih memejamkan matanya. Venus mencium wangi cologne mint lembut yang tidak asing di indra penciumannya.

"Ternyata lo belum berubah, gue kira setelah kita putus dan lo bilang janji ga akan semena-mena sama oranag lain, lo bisa pegang janji lo".

"Tapi, Ryuuuuu.......kenapa kamu bisa ada disini?" Terdengar suara Lexa yang tercekat di lehernya, tangannya yang semula melayang hendak menampar Venus pun jatuh lemas ke bawah, setelah dia mengetahui ada Ryu sekarang yang berdiri di hadapannya.

"Punggung ini, punggung yang sama yang lindungin aku dari sinar mentari pas upacara kan" Ve mulai membuka matanya, ia melihat punggung dihadapannya.

"Lo lupa rumah gue deket sini?! Jelas gue tau lo disini karena kerumunan depan cafe, dan mobil lo yang terparkir di luar, gue udah duga pasti ada yang ga beres". Balas Ryu sinis.

Lalu Ryu membuka jaket yang dipakainya untuk di sampirkan ke badan Ve, "Lo pasti kedinginan kan abis mandi pake jus jeruk, ayo ke rumah gue, ganti baju". Sambil menarik lengan Ve dengan lembut, Ryu membawa Venus keluar dari keriuhan tersebut.

Lexa, Shinta dan Tiara hanya bisa terdiam tercengang melihat kejadian barusan.
Diubah oleh 201192
Halaman 1 dari 25


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di