alexa-tracking

Aku Tidak Sempurna

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55c62d891a99751f3b8b456b/aku-tidak-sempurna
Aku Tidak Sempurna

Hai, Namaku Mei. Sejak lahir, aku sudah tidak sempurna seperti anak-anak normal lainnya. Aku dilahirkan dengan keadaan mata yang tidak dapat melihat. Namun, dengan ketidaksempurnaan aku, aku sangat bangga memiliki kemampuan yang mungkin tidak pernah didapat oleh anak seumuran aku. Sejak umur 3tahun aku dapat mengenal musik dengan baik, aku bisa menyanyi, dan aku bisa juga memainkan alat musik seperti piano. Aku sangat beruntung dengan apa yang Tuhan berikan kepadaku, itu adalah suatu karya Tuhan yang tidak dapat dimiliki banyak orang.
Usiaku makin hari makin bertambah, dan aku pun tidak merasa malu dengan keadaanku. Aku manusia normal seperti manusia lainnya. Meskipun, aku tidak dapat melihat, tetapi aku dapat merasakan keadaan sekitar ku dengan perasaanku yang ada
Dengan keadaanku yang serba kekurangan aku memiliki banyak sekali teman-teman dan banyak sekali orang sekitar ku yang sangat sayang sekali kepadaku. Senyum dan canda tawa yang ku dapati dari mereka itu menutupi semua ketidaksempurnaan yang ku miliki, dan aku sadar, aku berarti untuk mereka.
Namun, keberuntungan tersebut tidak berpihak kepadaku terus menerus. Pada usia ku 15tahun, penyakit datang tiba-tiba terhadap sistem penglihatan aku. Kata dokter, ada virus yang menyebar di penglihatan ku bisa di bila kanker mata. Aku sangat sedih, aku sangat terpukul dan aku sangat kecewa dengan kondisi ku yang ada.
Aku terus berpikir dan berkata : “Tuhan kenapa harus aku yang terus-menerus menderita? Aku sudah dari kecil tidak dapat melihat. Dan kenapa sekarang mata ku menjadi penyakit yang sangat serius? Apa salahku Tuhan? Apa salahku?”
Pada saat, aku mengetahui hasil penyakit ku dari dokter, kondisi ku terus-menerus menurun. Tidak ada lagi senyum manisku, tidak ada lagi canda tawa ku, yang ada hanyalah air mata. Aku hanya bisa terdiam dan menangis menatapi hari demi hari dengan rasa takutku. Aku takut, ketika matahari terbit aku sudah tidak bisa membuka mataku lagi. Dan aku takut, aku akan kehilangan senyum manis dari kedua orangtua ku, dan tidak bisa melihat lagi canda tawa dari teman-temanku.
Hari demi hari, bulan demi bulan pun silih berganti. Tahun kedua, sebelum umurku beranjak 17tahun, aku sudah tidak kuat dengan penyakit yang terus-menerus menggrogoti mataku dan tubuhku. Badanku pun kian hari makin mengurus serta rambutku makin rontok. Aku hanya bisa berkata “Tuhan, kalau ini jalanMu aku siap untuk dipanggil detik ini hari ini pun juga. Aku sungguh tidak kuat lagi Tuhan.”
Hari ulang tahunku pun tiba, umurku pun beranjak 17tahun dimana tahap masa pendewasaanku. Namun, dibalik senyumku terdapat banyak kesedihan dengan kesakitanku ini yang ku tutupi dengan rapat dengan senyumku. Aku tidak mau, orang disekelilingku mengetahui seberapa sakitnya aku berjuang menghadapi penyakitku, karena itu akan membuat air mata mereka mengalir jatuh membasahi pipi mereka, “Aku tidak kuat Tuhan, aku tidak kuat melihat itu terjadi”.
Ulang tahun ku yang ke-17tahun pun tiba. Tak kusangka, keluargaku berserta teman-temanku memberikan aku sebuah kejutan pesta ulang tahun kecil-kecilan dirumah sakit. Aku sangat bahagia dengan itu semua, aku bisa melihat dan berkumpul dengan mereka di hari bahagiaku mungkin dihari terakhirku bernafas. Dan, aku melihat keluargaku dan teman-teman ku bersedih meskipun ditutupin dengan senyum dan tawa mereka tapi aku tahu mereka menangiskan aku. “Tuhan aku tidak kuat melihat mereka berbohong untuk tidak sedih dengan keadaanku didepanku Tuhan. Tuhan, kalau memang sayang padaku sembuhkan aku atau kalau Tuhan sayang padaku ambillah nyawa ini detik ini. Aku tidak mau melihat lebih banyak lagi tangisan untuk diriku.”
Aku pun memegang tangan kedua orangtuaku dan aku bilang ke mereka “Ma, Pa, jangan terus menangiskan aku. Aku tidak apa-apa, aku sehat dan aku kuat. Aku bangga dan bahagia punya mama dan papa yang selalu mendampingi diriku. Dan, aku bangga dan bahagia punya saudara-saudara serta teman-teman yang sedia setiap saat mengisi hari-hariku. Aku sayang mama dan papa, aku sayang kalian semua. Tapi, aku sudah tidak kuat dengan semua ini. Aku ingin pergi, aku harap mama, papa dan semua ikhlas akan kepergianku. Dan satu lagi, jangan ada air mata yang menetes sedikit pun di pipi kalian aku tidak ingin melihat itu semua, karena aku sudah bahagia disana.”
Detak jantung pun berhenti, alat-alat rumah sakit pun berbunyi menandakan kepergianku di bumi ini. Perjalanan hidupku di bumi ini sudah selesai, aku harap mereka dapat mengikhlaskan aku pergi untuk selamanya. “Anakku, mama, papa berserta lainnya sudah ikhlas akan kepergianmu, nak. Tidur yang nyenyak ya anakku, penyakit mu sudah tidak ada lagi dibadan mu, kamu sekarang sehat anakku. Mama, Papa dan lainnya sayang kamu, dan akan merindukkan kamu. Merindukkan senyum manismu, merindukan canda tawa mu setiap hari. Selamat jalan anakku tersayang.

_Chinovers_

jangan sedih

image-url-apps
jangan sedih ya bu, dan aku berdoa semoga Tuhan memberikan tempat yang trbaik untuk anakmu tersyang.
rhyme in peace.
hehehe bukan tentang kehidupan saya kok ini kehidupan orang lain tp saya cerita kan... tapi makasih yaa
KASKUS Ads
image-url-apps
coba bikin sebuah cerita fiksi pasti bagus emoticon-Smilie
×