alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Terima Kasih, Aku kangen kamu Vin
4.83 stars - based on 24 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55bc48e35c7798801f8b456d/terima-kasih-aku-kangen-kamu-vin

Seperti Bayangan Kaca

seperti bus yang baru saja melintas didepan cafe ini. dia pasti pergi meninggalkan satu terminal dan menuju terminal yang lain. emoticon-Smilie "huhhh..", sedangkan gw sampai kapan akan terus terjebak disini. kapan gw akan mulai maju dan ikhlas meninggalkan tempat ini, kondisi ini, cerita ini. .

memang bus itu juga suatu saat akan kembali lagi membawa penumpangnya kembali ke terminal awal, seperti gw yang semoga memang bisa meninggalkan semua ini pasti suatu hari juga akan kembali. untuk mengenang kembali masa-masa indah bersamamu bahkan masa paling menyakitkan yang terjadi diantara kita.

"sruuuuupp.." seperti kopi pahit ini. walaupun berasa pahit gw selalu menyukai kopi pahit. kopi pahit kesukaan bapak memang seperti warisan bagi gw. juga kenangan kita vin. walaupun berasa pahit, aku juga tak pernah menyesal pernah mengenalmu, menghabiskan hidup dan tumbuh bersamamu. bahkan rasa terima kasih kepadamu, om bagus, tante nani tak kan pernah habis. kalian tetap dan akan selalu menjadi malaikat penolong bagi gw. terima kasih untuk rasa sayangmu yang bahkan ternyata lebih besar dari yang gw miliki selama ini.

"vin, buku harianmu ini. bolehkah aku menceritakan dan membalas perasaanku kepadamu lewat tulisan ini?, boleh ya emoticon-Smilie"

senyummu vin, tawamu, sungguh sampai detik ini adalah surga tuhan yang sedikit diberkahkan kepadaku.

agan-agan sekalian, ijinkan gw manusia yang bodoh dan pengecut ini untuk menceritakan sebuah cerita. dan mungkin bisa sekaligus menjadi jawaban untuk buku harianmu vin jika kamu juga membacanya. jika agan-agan sekalian bertanya apakah ini kisah nyata atau hanya karangan saja, gw harap agan sekalian menganggap cerita ini hanyalah fiksi. hanyalah karangan gw yang manusia bodoh ini. karena gw sendiri juga masih tak bisa mempercayai apakah ini benar-benar terjadi?. karena kadang, ketika bencana hidup yang menimpa terlalu menyakitkan membuat kita benar-benar terlalu keasakitan untuk menerima semua yang telah terjadi. "apakah ini nyata? vin, apakah ini benar-benar terjadi? kenapa? kenapa?" selalu, sampai detik ini ketika jari-jari ini terus mengetik. pertanyaan tersebut terus terngiang,terus menggema seperti suara recorder yang diputar didekat tebing. gemanya benar-benar terasa pedih.

seperti sebuah bayangan dibalik kaca. Kita selalu dekat, tapi kita juga jauh. Kita dekat saat saling menatap. Tapi kita jauh karena tak pernah saling menyentuh apalagi memiliki

semoga tulisan gw ini bisa selesai, dan ketika saat itu datang gw telah benar-benar bisa melanjutkan hidup dan berpindah terminal seperti bus tadi emoticon-Smilie semoga.. emoticon-I Love Kaskus (S)


Spoiler for index:
Diubah oleh cairo.fx
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 18

part 1

saat papah pergi

Ehmm.. mau mulai dari mana ya nyeritainnya emoticon-Bingung hehe..
nah dari jaman sebelum gw ketemu dia aja deh, jadi gini ceritanya gan.

dulu bisa dibilang ane hidup dikeluarga yang berkecukupan. sangat berkecukupan malah. bokap gw seorang wirausaha yang bisnisnya macem-macem ada bisnis travel, kelapa sawit, sama jual beli tanah gan. kalo nyokap cuman ibu rumah tangga. gw sendiri anak pertama dari 2 bersaudara. jarak usia gw sama adek lumayan jauh gan, 8 tahun. keluarga gw waktu itu tinggal di Makassar. sekitaran daerah mandai. tapi sebenarnya keluarga gw asli jawa dan gw juga lahir dijawa. hidup keluarga gw benar-benar makmur gan pada saat itu, sampai pada awal tahun 2000.an tiba-tiba cobaan dari tuhan bertubi-tubi menimpa keluarga gw. dalam waktu beberapa tahun saja bisa dibilang keluarga gw udah habis-habisan. bokap ditipu sama rekan bisnisnya. ratusan atau mungkin ribuan hektare (gw belum begitu paham saat itu) lahan sawit bokap dijual. bisnis travel juga kena masalah, ada mobil yang dibawa trus digadain sama sodara bokap sendiri, utang bokap dimana-mana sampai akhirnya bokap jatuh sakit. gw inget waktu itu gw kelas 2 SMP. setiap pulang sekolah gw gak pernah pulang kerumah tapi langsung ke rumah sakit. gantian sama nyokap nungguin bokap, karena nyokap juga harus ngurusin adek yang waktu itu mungkin masih umur 5 tahunan.

sore itu, bulan januari tahun 2003. bokap tiba-tiba kondisinya kritis dan harus segera dilakukan operasi. gw, nyokap sama adek nunggu bokap diluar ruangan sambil berdoa semoga bokap bisa melewati masa kritisnya. tapi takdir tuhan berkata lain. saat itu seperti ada sebongkah batu diletakkan diatas punggung gw ketika dokter keluar ruang operasi dan berbicara dengan nyokap agak menjauh dari gw dan adek. gw deg-degan bingung harus berbuat apa. gw pengen ikut mendengarkan pembicaarn nyokap dengan dokter tapi nyokap ngelarang gw sambil nyuruh duduk jagain adek. gw lihat nyokap tiba-tiba menangis histeris sambil terduduk. dokter memegang pundak nyokap seperti menguatkan. pikiran gw saat itu langsung tak karuan. semuanyanya terasa dingin, seperti kesemutan disekujur tubuh. gw yakin pasti itu kabar buruk. dan benar saja nyokap berjalan gontai kembali ke tempat kita sambil menangis dengan dokter tadi yang membantu nyokap berjalan.

"gimana mah?, papa sembuh kan? papa enggak papa kan? kita udah boleh masuk sekarang kan dok?" pertanyaan itu seperti reflek terus keluar dari mulut gw seakan-akan berharap bahwa gw bisa mencegah nyokap gw memberi berita buruk.

"kak.. dek.." nyokap langsung memeluk kita. gw sontak ikut menangis sedang adek gw yang masih kecil hanya diam seperti kebingungan.

"Allah sayang kita, Allah sayang Papa.." nyokap bicara dengan pelan sambil memeluk kita. "Papa udah pergi sayang, papa.. papa masih disamping kita, papa masih melihat kita tapi papa melihat kita sekarang dari sisi Allah.." nyokap terus berbicara seperti memberi kabar kehilangan namun sekaligus menguatkan kita anak-anaknya.

"papa meninggal mah?" tanya gw teriak dan semakin terisak setelah mendengar perkataan nyokap tadi. kaki gw bergetar, kepala gw terasa pusing, gw bingung, gw bener-bener bingung gak bisa dijelaskan lagi kondisi saat itu. nyokap terus memeluk kita dan tangisnya semakin pelan sambil terus beristigfar menenangkan gw dan adek yang tiba-tiba juga ikut menangis.

kalo sekarang gw inget saat itu, saat papah tercinta kami pergi. betapa hebatnya mamah yang mencoba begitu tegar menenangkan anaknya padahal beliau juga sangat terpukul saat itu. suaminya, teman hidupnya pada saat itu pergi untuk selama-lamanya.

PAH, Kakak kangen. Kami sayang papah emoticon-flower emoticon-flower emoticon-flower


Find your wings
I pray that God would fill your heart with dreams
And that faith gives you the courage
To dare to do great things
I'm here for you whatever this life brings
So let my love give you roots
And help you find your wings

May passion be the wind
That leads you through your days
And may conviction keep you strong
Guide you on your way
May there be many moments
That make your life so sweet
Oh, but more than memories
Diubah oleh cairo.fx
Lanjut gan emoticon-Big Grin

part 2

awal perkenalan sohib gw, si Dani

Sepeninggal bokap, hidup kami berangsur normal. Tapi tetap utang yang ditinggal bokap masih sangat banyak. Hampir setiap hari entah petugas bank, dept collector atau orang suruhan selalu datang kerumah menagih hutang.

Karena semua keluarga bokap nyokap dijawa dan sudah seperti lost contact maka nyokap berjuang sendiri dengan segala peninggalan dari bokap. Seluruh lahan sawit di Sumatera akhirnya habis dijual. Tinggal beberapa mobil travel yang seingat gw dulu hanya tinggal 3 atau 4 mobilan, jadi pemasukan benar-benar sepi. Nyokap sampai akhirnya membuka sebuah toko kecil didepan pasar mandai. Kalo gw inget saat-saat itu gw bangga banget sama nyokap, beliau bener-bener wanita hebat ya gan emoticon-thumbsup

Dengan kondisi keluarga yang seperti itu, gw memutuskan untuk mengamen diam-diam. Yah seenggaknya bisa buat gw jajan tanpa minta ke nyokap lagi. Sudah cukup berat beban nyokap saat itu, pikir gw. Dan gw yakin jika nyokap tau pasti gw jg gak mungkin diijinin.

Kebetulan temen sekolah gw saat itu ada yang gossipnya suka ngamen. Namanya dani, anak kelas sebelah. Dia salah satu anak pendiam dan selalu cuek kalo ada yang ngomongin dia tukang ngamen. Jadi siang itu pas istirahat gw sampering dani,

"eh elo bener dani kan?" tanya gw, karena gw emang sebelumnya enggak kenal sama dia. Cuman tau orangnya dan rumahnya jg sebenarnya deket sama rumah gw.

"iya sob, lo Rio anak kelas sebelah kan" jawab dia sambil senyum.

"iya.. gak ke kantin lo? " tanya gw sambil berdiri disamping dia nyadar ketembok. Waktu itu gw inget dia lg duduk didepan kelas seperti melamun melihat ke langit.

"enggak, gw gabiasa jajan dikantin" jawab dia sambil noleh bentar lalu liatin langit lagi.
"ada apa, tumben lo kesini? " sambungan.

"ehm.. Gini dan, gw mau nanya apa bener lo suka ngamen?" tanya gw.

Gak ada jawaban, dia masih diem liatin langit. Gw mikir apa dia tersinggung gw nanya gitu. Gw ikutan diam lalu duduk disebelahnya sambil liatin langit juga. Sampai beberapa saat akhirnya dia keluar suara.

"iya gw sering ngamen yo, mau ikut lo? ikut aja tiap pulang sekolah gw keliling sekitaran bulu-bulu" jawab dia seperti tau kalo gw emang gw pengen ikutan dia ngamen.

"hehe.. Iya dan. Lo kok langsung tau aja ya. Hahahaha.. " sahut gw sambil ketawa pelan.

Dani cuman senyum. " ntar abis ashar lo kerumah gw, lo tau kan? Rumah kita satu gang kok"

"Siap gw tau kok.. Yaudah gw balik kelas dulu dan" jawab gw sambil nepuk bahu dia.

Sorenya pulang sekolah abis ashar gw beneran ke rumah dani..
Diubah oleh cairo.fx
Siap emoticon-thumbsup
aduhh selalu merinding kl cerita orang tua yg pergi duluan emoticon-Sorry sedih banget tapi the power of mama itu ga pernah main2 yaaa. mungkin kl ditinggal sama bokap nyokap bisa sekuat tenaga nyari uang buat anak2nya tapi kl sebaliknya kok bedaaa ya 😭

part 3

ngamen pertama sama elo, dan

Udah gak sabar ya vin, pengen langsung nyeritain langsung bagian tentang kamu.. tentang kita. Tapi biarlah, gw pengen elo juga tau vin gimana perasaan gw, gimana hidup gw sebelum ketemu sama elo.
"Buku lo masih disini vin" emoticon-Smilie

back to the story
Siang itu sepulang sekolah gw langsung ke toko nyokap. Gw sekalian pamit. Bilangnya sih mau belajar kelompok pas itu emoticon-Shutup (hehe maap bohong mah)

"mah, kakak ntar sore mau belajar kelompok. Mungkin pulangnya malem mah abis isyak" pamit gw sambil duduk didalam toko gangguan adek gw yang lagi makan.

"iya, yang penting ati-ati kak. Pulangnya jangan malem-malem. Tapi nanti makan dulu ya tadi dirumah udah mamah masakin" jawab nyokap sambil ngrapiin dagangan di etalase.

"siap mah" jawab gw sambil terus gangguin adek gw.

"mah.. mah.. Kakak lo, masak ikan ku dimakan" rengek adek gw

"ehhh.. Kakak seneng banget adeknya rewel" saut nyokap sambil senyum liatin kelakuan gw sama adek.

--Saat-saat seperti itu, sekarang sungguh gw kangen banget bisa ngerasain saat seperti dulu. Bisa kumpul bareng mamah sama adek. Lihat senyum mamah yang sangat cantik walaupun gw tau sebenarnya dibalik senyum mamah masih ada tangis getir kehilangan sosok bokap.
(Mah.. Kakak kangen mama sama adek) - -

Sorenya sekitar jam 4 gw kerumah dani, sambil bawa gitar lama hadiah ulang tahun dari bokap.

"assalamualaikum, dan.. Dani.. "panggil gw dari luar rumahnya. Rumah dani tergolong sederhana. Dan sayup-sayup terdengar suara anak-anak kecil tertawa dari dalam.

"walaikumsalam.. Temennya mas dani ya?" jawab seorang cewek yang keluar dari dari samping rumah dani.

"eh I.. Iya" gw kaget soalnya dia muncul dari samping rumah. Tapi kalo dilihat-lihat cantik banget gan pikir gw waktu itu. "masa iya dia adek dani, kok dani nya item gitu adeknya putih cantik banget yak" batin gw

"oh.. Bentar kak, saya panggilin" kata dia sambil nylonong masuk rumah lewat depan gw.

"hihi.. Wangi emoticon-Big Grin kayaknya abis mandi nih cewek" batin gw lagi

"oi ayo sob langsung berangkat kita" tiba-tiba dani keluar dr rumahnya sambil bawa gitar. Dia nylonong aja lewat depan gw tanpa liat gw, nanyak ato apa gitu. Pikir gw waktu itu kok songong banget nih anak. Tapi gapapa lah toh dia udah mau ngajakin gw ngamen.

"eh tunggu dan" gw setengah berlari ngejar dia yang udah jalan duluan.
"kemana nih kita? "tanya gw lagi.

"kita mulai dari ruko2 deket SD depan" jawab dia tanpa ngeliat gw. "ah sial nih anak cuek banget" batin gw lagi

(beneran dan, waktu itu rasanya dongkol banget liat tingkah lo. Kok songong banget yak. Haha.. Mungkin karena belum kenal lama kali ya. Sekarang udah biasa gw liat lo gitu ternyata emang lo orangnya gitu ya. Nyebelin, sok cuek, sok cool lo, dasar kutil emoticon-fuck3 hahaha)

Sambil basa-basi gw tanyain aja deh tadi cewek cantik dirumah dani beneran adeknya kagak ya.
"eh dan, tadi itu adek lo ya? "

" iye, kenapa?" jawab dia masih sok cuek

"Haha.. Gapapa sih, cantik aja ya. beda banget sama lo.. Wkwk" sahut gw (lo kayak coeg sih dan.. Wkwkwk emoticon-Stick Out Tongue)

"wuanjir sialan lo, awas macem-macem sama adek gw.. Hahaha" jawab dia sambil ketawa.

"Hass ternyata bisa ketawa juga lo dan", batin gw.
Abis gw nanya gitu sambil jalan dani cerita-cerita tentang keluarganya. orangtuanya dagang dipasar. dan ternyata adeknya ada 4 gan. Wuih...
Dani anak pertama kayak gw. Trus yang cantik tadi anak ke-2 namanya silvi. Dia cuman beda setahun sama dani.

Hari pertama ngamen lumayan juga gan. Lumayan capek maksudnya emoticon-Nohope hehe
Gw inget waktu itu kita dapet 23 ribu ya dan. Dibagi berdua. Buat gw waktu itu duit segitu udah lumayan banyak dan. Lebih dari cukup buat uang saku gw.

"jadi lumayan juga ya dan hasilnya" kata gw

"iya alhamdulillah lumayan lah yo, kalo pas malem minggu masih bisa 2x lipat loh segini" jawab dani sambil jalan didepan gw.

"wuih masak dan, kalo 2x lipet brarti bisa nyampe hampir 50rb dong" jawab gw takjub "padahal kita kan cuman bentar ya dan. Gimana kalo dari pagi mesti lumayan nih hasilnya".

"haha.." dia cuman jawab ketawa emoticon-Nohope

emang sih ruko2 sama rumah makan tempat kita ngamen tadi emang rame banget. Apalagi deretan rumah makan tadi. Pasti bener kata dani kalo malem minggu kan tempat gitu mesti tambah rame. Jadi mesti banyak deh hasilnya.

"Yuk beli es didepan sambil lonjoran, abis ini kita pulang ya yo, udah malem nih. Ntar lo dicariin emak lo lagi" kata dani sambil nunjuk warung makan kecil didepan.

"haha bisa aja lo, tadi gw udah pamit kok. Tapi iya deh udah jam delapan. Lumayan sampek rumah masih bisa buat belajar.. Hehe" jawab gw ngikut.


--Dani, makasih lo udah pernah ngajarin gw gimana caranya cari duit diusia kita yang waktu itu masih kecil. Dari hari pertama gw temenan sama lo itu gw udah yakin sob, lo adalah temen terbaik gw. Lo sohib gw. Walaupun cuman ngamen dan hasilnya cuman segitu, tapi jujur sejenak gw juga bisa sedikit lupain pedih nya hari-hari gw setelah ditinggal bokap. Seenggaknya waktu itu gw seneng dan. gara-gara elo gw bisa lupa kalo pagi sebelum gw ngamen sama lo dan besok paginya lagi, gw sama nyokap bakalan ngadepin orang-orang yang nagih utang. Gw hepi emoticon-Frown makasih sob emoticon-shakehand
Diubah oleh cairo.fx
keren. nitip sendal
lumayan juga ya gan ngamen bisa dapet sampe 25 ribu
Quote:

Sip gan, sok taruh situ aja
Quote:

Iya gan, cup jangan mewek jadi ikutan kangen sama orangtua emoticon-Sorry Tinggal orangtuanya sih gan kalo itu, gak mesti kalo nyokap ato bokap yg lebih bisa berjuang
Quote:

Iya gan, nyobain yuk? emoticon-Malu (S)
Lanjut gan ditunggu part selanjutnya emoticon-Toast
sedih jg ya kek gitu dari awal udah bnyak cobaan
emoticon-Mewek emoticon-Mewek
numpang bangun hotel bintang 5 gan
eyaaa kirain cerita baby bro aka alm vino trit sebelah emoticon-Hammer (S) abisnya kena kentangemoticon-Mewek

Part 4

ibu dani


"Tanpa merasakan pahit, kita tak akan menyukai yang namanya manis. Tanpa pernah kalah, apakah kita bisa menghargai sebuah kemenangan?"

Baris kalimat ini. Ya vin, hari ini gw masih berhenti di baris ini. Berusaha meresapi kata demi kata. Kembali mengingat masa itu. Apakah kita saat itu merasakan pahit? Apakah saat menulis ini kamu merasa kalah?

Hahh.. Kenapa gw selalu bodoh, terlambat menyadari.


back to the story
Setelah hari pertama ngamen dengan dani hari itu, hari-hari selanjutnya kita biasa ngamen bersama. Gw jadi makin deket dengan dani. Kita mulai terbuka dengan cerita masing-masing. Gw juga sering bawa gitar ke sekolah untuk sekedar minta diajari dani menghafal chord chord lagu saat istirahat.

"yo, nyokap lo sehat kan?" tanya dani tiba-tiba.

"sehat dong, kenapa lo kok tumben nanyain nyokap gw? " Gw yang saat itu sambil praktekin kunci gantung yang barusan diajari sama dani agak kaget denger dani nanya soal nyokap.

"gapapa sob. Setelah lo sering cerita soal nyokap lo, gw jadi kepikiran terus sama nyokap gw. Dia lagi apa ya sekarang. Apa dia juga berjuang keras kaya nyokap lo". Gumam dani pelan sambil lurus menatap kosong kedepan.

"hah.. Kan nyokap lo setiap hari juga lo ketemu" jawab gw heran.

"bukan bro, yang sering lo temuin dirumah gw itu ibu tiri gw. Orangtua gw udah cerai sejak gw SD. Gw ikut bapak dan gak tau ibu gw sekarang dimana". Kata dani masih tanpa ekspresi

"waduh sorry sob, gw gak tau".

"haha.. Iya santai aja, anggep aja tadi gw kasih info keluarga artis gw ke lo" kata dani sambil ketawa lebar di depan gw. tapi gw tau itu hanyalah tawa penutup. Penutup Cerita cerita elo yang bisa jadi lebih menyedihkan dari cerita gw.

Dari hari itu gw tau, selama ini gw sangat asik dengan masalah gw sendiri. Gw terlalu terpuruk dan menghakimi bahwa yang hidup nya bermasalah hanyalah gw. sehingga gw kira sekitar gw semuanya normal. bahwa sebenarnya semua manusia lahir dengan masalahnya masing-masing. Gw juga baru sadar, bahwa ternyata gw belum mengenal betul teman main gw yg setiap hari bareng. Hal yang kita anggap dekat sebenarnya belum tentu dekat.

--Dimanapun nyokap kandung lo berada sekarang, semoga beliau tetap sehat ya dan.. --
Diubah oleh cairo.fx

story

numpangvtenda gan ceritanya menarik hehehe
salam kenal ya
semoga happy ending, tapi dilihat dari judulnya ah entahlah
ditunggu apdet selanjutnya
Diubah oleh i4munited
kaaaynya bakal serunih...numpang paarkir gann..

Part 5

pertemuan 1

Saat itu udah ada sekitar 2 bulan gw ngamen sama dani. Seingat gw juga waktu itu bukan malem minggu jadi rumah makan seafood itu cukup sepi. Sehingga pengunjung mau gak mau pasti memperhatikan kita.

"jreng.. (lagunya skip aja ya gan) "

selesai bernyanyi gw masuk dan meminta uang dari pengunjung didalam. Sedangkan dani meminta uang ke pengunjung yang duduk didekat pintu keluar rumah makan. Sampai pada sebuah meja gw sedikit terhenyak mendengar sebuah panggilan dari suara bapak-bapak di meja itu.

"loh ini mas Rio, kan?"

Gw kaget, kok tau nama gw. Manggil gw pake mas lagi. Biasanya yang manggil mas kan cuman saudara di Jawa. Apa jangan-jangan..

Gw yang tadinya meminta uang sambil nunduk, mencoba melirik sedikit sambil melihat asal suara itu.

--Degg.. --

Om bagus, ya gak salah lagi dia om bagus teman bokap gw dari jawa. Gw yang masih kaget sekaligus bingung harus gimana. Gw malu. Gw juga takut kalo nanti om bagus cerita ke nyokap kalo gw ngamen (karena saat itu nyokap belum tau kalo gw sering ngamen sama dani) sontak gw langsung balik badan dan lari.

Tapi sayang, takdir tuhan memang tak bisa dihindari. Pertemuan yang dikehendakinya tak bisa dibatalkan.

"prangggg... " suara piring pecah karena ternyata pas gw balik badan dan lari, dibelakang gw ada pelayan yang lagi ngambil piring kotor.

Gw bingung gan, otak gw seperti ngeblank. Gw harus gimana saat itu. Gw cuman duduk diem setelah terjatuh itu. Gw lihat dani dengan wajah panik lari menghampiri gw.

"woy, lo gapapa? Lo ini kenapa?" tanya dia buru-buru mungkin waktu itu dia juga mau ngajakin gw melarikan diri, karena pasti pihak rumah makan akan minta ganti rugi buat piring yang pecah tadi.

Gw masih diem. Kaki gw susah buat diajak berdiri. Gw cuman bengong liat dani ngomong. Semua orang disitu liatin gw. Lalu dari belakang dani ada bapak-bapak dengan seragam sama seperti pelayan datang menghampiri gw.

"heh, gimana ini. Kalian ini anak kurang ajar bikin masalah aja" bentak dia.

Tiba-tiba ada tangan yang memegang kedua lengan gw dari belakang. Dia mencoba membantu gw berdiri.
Quote:

Siap gan emoticon-Toast
Halaman 1 dari 18


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di