alexa-tracking

Alone Time Traveller and The Drow of Dolland

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55b78761a09a39326c8b4575/alone-time-traveller-and-the-drow-of-dolland
Alone Time Traveller and The Drow of Dolland
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


And then, the story will begin


Quote:

Prolog

Prologue




Mimpi itu muncul lagi! Ini sudah yang ketiga kalinya aku terbangun tengah malam karena mimpi yang sama. Biasanya, Aku selalu memimpikan hal-hal yang konyol, seperti mimpi sedang keramas lalu aku menutup mataku supaya nggak kelilipan shampoo. Pada saat merem, Aku merasa Genderuwo, Pocong, Kuntilanak, Kecoa terbang, Saipul Jamil semua melihatku dengan penuh nafsu, makanya aku pengen buru-buru buka mata. Pas aku buka mata, aku terbangun dari mimpi buruk itu “Oh Syukurlah”

Selain mimpi keramas tadi, aku juga sering mimpi jatuh dari jurang, ini tuh mimpi yang paling nggak enak! Rasanya ngilu-ngilu-geli-kaget gitu, jeritanku di dalam mimpi baru setengah mateng, “TIIIIIIIIIII” dilanjut pas kebangun “DAAAAAAAAAK” kan nggak enak banget, rasanya kayak seneng ngeliat mantan tiba-tiba ngechat, dan kecewa karena isinya cuma Invitation Get Rich.

Oke kembali ke mimpi aneh yang aku alami tiga kali berturut-turut, kali ini aku bermimpi tentang Timbangan. Yak betul, sebuah alat yang mampu membuat perempuan menjerit histeris ketika menginjaknya, seperti “YA TUHAN, beratku naik 275 kilo, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, hidup ini tidak adil!” Di dalam mimpi, Timbangan misterius tersebut berada di belakang halaman rumahku, letaknya sekitar satu meter dari bawah pohon belimbing. Mimpi tentang timbangan ini entah kenapa terus menghatuiku, Aku jadi penasaran, Ada Apa Dengan Timbangan?emoticon-Confused

Dengan modal rasa penasaran, aku memberanikan diri untuk mencari tahu asal usul Timbangan ini ke tempatnya berada. Setelah sampai di halaman belakang, aku baru sadar “Timbangan kan nggak ada serem-seremnya, ngapain aku harus memberanikan diri ya?” Namun, ada hal yang ganjil, aku berdiri tepat di mana seharusnya Timbangan itu berada. Akan tetapi, nggak ada apapun disini, yang ada cuma rumput, pohon belimbing dan bunyi jangkrik, ini sungguh misterius karena berbeda dengan apa yang ada dalam mimpi. Aku mulai tegang, nggak tahu apaan yang tegang.

“Ah, itu cuma mimpi” aku berniat kembali ke kamarku untuk melanjutkan tidur, akan tetapi, saat aku melangkahkan kaki dari tempat dimana timbangan itu berada, Aku seperti tertarik ke dalam dunia Ilusi, Timbangan itu seakan-akan memanggilku dan berkata “Jeff, kamu harus menggali di bawah sini! Kemudian kita main Get Rich sama-sama” Arwah si Timbangan mulai bikin kesel.

Didorong oleh hasrat ingin lempar dadu get rich, akhirnya aku putuskan untuk mengambil pacul, kemudian menggali tanah di sekitar pohon belimbing. Dari lubuk hati yang paling dalam, Aku meminta maaf kepada almarhum Ayahku karena telah merusak rumput kesayangannya. Ayah, maafkan anakmu yang telah merusak rumput dan terlihat seperti pembunuh yang sedang ingin menguburkan korbannya.

Prak! Bunyi seperti besi yang berbenturan tedengar samar di telingaku, aku mengecek lubang yang sudah kugali sekitar 30cm dan benar saja! Mimpiku telah terkoneksi dengan dunia nyata, Aku menemukan sebuah Timbangan yang sama dengan Timbangan di dalam mimpi. Seakan bertemu harta karun rahasia milik Leonadro D’Caprio aku memandanginya dengan tatapan kagum. JEFF! Sadar, ini bukan harta karun, ini hanya timbangan! Lagian Leonardo D’Caprio itu Korban tenggelam di Film Titanic, jadi nggak mungkin kan dia ngubur harta karun di belakang rumah lo? Aku mengusap bagian atas Timbangan yang masih tertimbun oleh serpihan tanah, kemudian aku mengangkat dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Aku mengecek keseluruhan bagian dari Timbangan misterius ini, Sebelumnya aku membersihkan benda ini dari noda-noda tanah yang membandel, Aku hampir aja menggunakan Ronsi dengan kekuatan sepuluh tangan, tapi nggak jadi, takut rusak. Jadi cukup di lap aja.

Setelah diperhatikan, timbangan ini hampir nggak ada bedanya dengan Timbangan biasa, mulai dari tatakan kaki, ukuran, jarum, pengukur berat, semuanya berbentuk standar. Tapi ada satu hal yang membuatku terheran-heran, yaitu angka yang terdapat pada pengukur berat. Jarum di tengahnya menunjuk tepat di angka 2015. Entah manusia macam apa yang berat bersihnya 2015 Kilogram, ini mengerikan, orang yang terakhir memakai alat ini harus masuk Guinness Book World Record sebagai manusia terberat, Ah itu nggak mungkin! Aku mencoba untuk sedikit berpikir dengan logika, Waw jangan-jangan ini timbangan untuk Dinosaurus.

Nggak ada keterangan apapun selain Angka di bagian pengukur berat. Biasanya kan ada keterangan ataupun tulisan KG/Kilogram sebagai tolak ukur berat seseorang, di Timbangan ini hanya ada Angka dan jarumnya menunjuk ke angka 2015. Tepat di sebelah kiri angka 2015 ada angka 2014 dan di sebelah kanannya ada angka 2016. Aku penasaran sebanyak apa angka yang ada di Timbangan ini, akhirnya aku mencoba untuk menggunakannya.

Aku menaruh Timbangan itu di lantai, kemudian melangkahkan kaki kananku untuk menginjak Timbangan itu, lalu terdengar suara “Ayo lempar dadumu!” Aku bergegas ambil Hape, lanjutin main Get Rich. Setelah menguasai kota milik temanku yang bodoh banget kotanya diambil mulu, aku baru inget kalo tadi lagi coba Test Drive penemuanku si Timbangan misterius. Sambil pegang hape, aku menginjak timbangan itu, Sekedar untuk cek, apakah timbangan ini rusak atau nggak.

Weight Meter masih berfungsi, bergerak cepat berputar ke arah kanan. Jarum yang tadinya berada di titik 2015 perlahan merendah hingga putarannya berjalan sedikit melambat, jarum menunjukan titik 1089 dan masih bergerak lambat hingga titik 1088, bergerak makin lambat di titik 1087, dan kemudian berhenti di titik 1086.

1086!

1086 Kilogram? Demi Hokkage ke 7, fix ini timbangan rusak! Pikirku, karena berat normalku hanya 52 Kg.

Lalu sesaat kemudian, kejadian aneh terjadi….

Aku merasakan kakiku bergetar, seperti gempa kecil, yang hanya terjadi pada kakiku saja. Mencoba memastikan apa ini gempa sungguhan, Aku melihat ke sekeliling kamarku, semua benda seperti bergerak melambat, bukan bergetar! aku merasakan pusing yang sangat dasyat, ada yang aneh dengan suasana disekitarku, mencoba berpikir namun tetap nggak ngerti apa yang sedang terjadi, semuanya seakan menghilang perlahan dari pandanganku.

Aku bisa mendengar bunyi degupan jantungku yang berdetak sangat cepat, nafasku nggak beraturan, Setengah sadar aku berusaha untuk mengontrol diriku, namun apa daya, Aku nggak bisa menggerakan tubuhku, Rasanya, hampir semua Indera milikku nggak lagi berfungsi seperti semestinya, Hanya tinggal mataku yang masih berfungsi, mataku tertuju pada jam dinding yang berada di sudut kamar, Jarum jam berputar sangat cepat ke arah mundur. Pengelihatanku semakin buram, memburam, hingga akhirnya aku tak sadarkan diri.

intro

Introduce





Namaku Jeffrey Prasetyo, 22 Tahun, biasa dipanggil Jeje oleh teman-teman Netku. Karena ini kaskus, panggil aja aku Gan Jeje, (Ganteng Jejeemoticon-Cool). Aku adalah seorang anak tunggal yang hidup sebatang kara tanpa tujuan. Hutchi si lebah sebatang kara saja masih punya tujuan hidup untuk mencari Mamanya, walaupun Aku kurang setuju sama Hutchi, seharusnya LEBAH itu mencari MADU bukan mencari Mama.

Ada dua kabar yang ingin aku sampaikan, kabar baik dan buruk. Aku hampir mirip dengan hutchi, hidup sebatang kara karena kedua orang tuaku sudah meninggal 5 tahun silam. Ayah dan Ibuku pergi selamanya dari dunia ini karena kecelakaan mobil yang terjadi pada tahun 2010, Itu kabar buruknya, kabar baiknya aku dapat warisan rumah megah yang punya halaman belakang.

Tapi, aku nggak seburuk yang kalian pikirkan, aku tetap mencintai kedua orang tuaku seperti mereka mencintaiku di waktu kecil. Mama Papa mukuchi ea warisannya.

Selama 5 tahun hidup dalam kesendirian, aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk bermain game di rumah, menonton film dirumah, bahkan Travelling pun ke belakang rumah. Aku keluar rumah hanya untuk kuliah, setelah selesai aku langsung pulang, begitu terus selama 4 tahun kuliah hingga akhirnya Aku berhasil mendapatkan gelar sarjana 6 bulan yang lalu. Aku ingat moment saat wisuda, moment penting seperti ini seharusnya bisa dirayakan bersama keluarga. Aku hanya berfoto sendiri tanpa ada orang tua yang mendampingi. Mungkin banyak orang beranggapan bahwa ini terlalu menyedihkan, tetapi aku mah biasa aja.

Karena menjadi penyendiri adalah jalan ninjaku!

Setelah kuliahku selesai, aku makin menjadi seorang penyendiri, kerjaanku cuma menghabiskan waktu dan menghabiskan warisan. Sejujurnya, aku memang membenci keramaian, aku benci suara bising dari kerumunan orang dan rumahku adalah tempat yang paling nyaman untuk menghindari semua itu. Aku berteman juga hanya via online, Aku menikmati menjadi seorang penyendiri, Tapi, aku punya musuh yang nggak bisa aku lawan, musuhku satu-satunya adalah rasa sepi. Yak, betul. Kesepian, Karena sekuat apapun, manusia nggak akan pernah bisa menang melawan Kesepian.

Aku menyukai film-film bergenre Fantasi, karena film-film bergenre tersebut selalu membuatku terbawa kedalam dunia luar biasa yang penuh tantangan, contohnya Harry Potter deh, kebayang kan betapa serunya hidup di dunia yang penuh dengan sihir? Kalau haus kepingin minum tinggal mantra “Wingardium Leviousa” gelasnya terbang sendiri nyamperin galon Akua. Kalau lagi asik-asik download tiba-tiba listrik mati, tinggal mantra “Expecto Patrounum” nggak perlu repot-repot cari lilin lagi, tau-tau terang.

Sayang sekali hal itu mustahil terjadi di dunia tempatku berada. Menjadi seorang penyendiri membuatku selalu berharap bisa tinggal di dunia yang nggak masuk akal seperti itu, dunia di luar nalar dan logika manusia. Karena memang benar, dunia para penyendiri ini terlalu membosankan, jika tidak ada film baru yang bisa di tonton? Ujung-ujungnya paling ya Xhamster.
KASKUS Ads

Chapter 1

Kakek dengan kantung ajaib




Samar-samar aku mendengar suara orang yang sangat asing di telingaku, “Hoy, Hoy” dia menggoyang-goyangkan tubuhku, mataku masih terasa sulit untuk dibuka, orang itu tetap berusaha untuk membangunkanku, perlahan aku membuka mata dan aku terkaget melihat sosok orang tua berambut gondrong lurus berwarna putih, berumur sekitar 70 tahun, berjenggot panjang dan berpakaian compang-camping. Dia memegang sebuah tongkat dan memegang tali pelana kuda. Asli, berasa ketemu Gandalf!

“Huaaaaaa, Ada Gandalf.” Aku histeris, antara takut dan bahagia.

“Logatmu aneh, kamu siapa anak muda?” Dia menjawab sambil mengelus-elus leher kuda berwarna putih disebelahnya

“INI DI MANA?” tanyaku heran

Aku memperhatikan sekeliling, aku berada di sebuah hutan dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi ke atas, Ini seperti hutan dalam serial The Lord of The Ring Trilogy, Banyak pohon besar berbentuk aneh yang nggak aku ketahui jenis dan nama latinnya, mencoba sok tahu, aku melirik ke arah salah satu pohon besar mirip Pinus, “Oh ini namanya, Pinusius YuiHatano Nenensis” di tanah terlihat bayak daun-daun yang berguguran, suara burung yang berkicau membuat pagi hari ini menjadi lebih tenang. Orang tua itu masih menatapku dengan tatapan “Ini orang aneh dari mana sih?” lalu aku balas dengan tatapan “Ayo Gandalf, kita kalahkan Sauron!”

Kepalaku masih terasa sedikit sakit, sempoyongan aku mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam. Dimulai dari main Get Rich, kemudian mencoba Timbangan. OH SHIT! Aku ingat semuanya, Aku harus men-tweet kejadian gempa bumi semalam! Lima detik kemudian aku mengurungkan niatku untuk pamer itu, mengingat followerku cuma 40 orang.

Masih berpikir keras tentang hal aneh yang terjadi semalam, kepalaku bau gosong karena terlalu banyak menampung pertanyaan-pertanyaan seperti: Dimana aku sekarang? Kemana hilangnya rumahku? apa yang terjadi semalam? Bagaimana bisa gempa bumi membuatku pindah tempat? Siapa calon ayah baru untuk anaknya Ayu Ting-Ting?

Kakek tua yang mirip Gandalf itu masih memandangku dengan tatapan aneh, dia duduk tepat di atas akar pohon tua, kemudian tangan keriputnya mengeluarkan benda panjang dari dalam pakaiannya, berbentuk seperti stick drum berwarna coklat tua yang diambil dari dalam ketiaknya, dengan wajah tanpa dosa ia membakar benda panjang itu. Aku memperhatikan dengan seksama. Buset itu baju apa kantong ajaib?

“Ini cerutu” ucapnya

“Eh buset” Aku heran, bangsap!, cerutu apaan segede gitu, aku bingung ini kakek cerutunya bisa sampe setengah meter kali, dan yang jelas itu cerutu pasti bau ketek.

“Siapa namamu?” Tanyanya sambil menyemburkan asap cerutu, tepat ke wajahku. Benar dugaanku, asapnya bau asem. Ini kalau dia bikin huruf O pakai asapnya, aku pasti tambah kesel.

“Jeffrey kek, kakek siapa?” Sahutku, sembari balik Tanya.

“Jangan panggil saya kakek, saya masih muda! Panggil saya Gideon” Protesnya

DEMI SEMANGKUK INDOMIE RASA KARI AYAM, NIH ORANG UDAH NGGAK MUDA LAGI! SUMPAH!

“Em.. Gideon?” Tanyaku

“Ya” Jawabnya singkat. Ia menghisap cerutunya lagi, kemudian menyemburkan asapnya berbentuk Huruf O.

Aku makin kesel. Fuck you fake Gandalf!

Aku mengecek saku celana jeans yang aku gunakan saat itu, dan merasakan benda keras. Shit kemaluanku mengeras! Masa karena kenalan sama kakek-kakek di pagi hari bikin kemaluanku mengeras? Oh bukan, ternyata Handphone. Aku mengeluarkan Iphone 6+ milikku dari kantong, Oh iya sekilas info, aku membeli Iphone 6+ ini di OLemoticon-Shutup , Eh maap maap, di FJB Kaskus kok! Beneran.

Jam di Iphone menunjukkan pukul 06:47 AM, Sunday 19 July 2015. Tidak ada satupun pesan masuk, maklum, aku nggak punya banyak teman, di sini juga nggak ada sinyal sama sekali. Aku melihat Gideon bersenandung lagu aneh yang aku sama sekali belom pernah denger.

“Gideon, sekarang hari apa?” Tanyaku untuk memastikan

“Minggu” Sahutnya

Uh, syukurlah. Nggak ada yang salah berarti, Aku duduk tepat di hadapan Gideon, sejenak untuk menjernihkan pikiran, tanganku merenggang ke belakang tubuhku, dan rasanya seperti menyentuh sesuatu, aku nengok dan mataku tertuju pada sebuah Timbangan, benda yang semalam membuatku pingsan, lalu tiba-tiba..

Gideon berdiri dengan tergesa-gesa “Kita harus cepat!” Ia melepaskan ikatan kuda-nya, aku bingung ada apa sebenarnya. “Sepuluh, ah tidak, dua puluh!” Gideon memejamkan matanya, seakan dia punya kekuatan memantau untuk melihat jarak jauh. “Kalau tidak cepat, mereka akan membunuhmu!” Lanjut Gideon


“HAAAAAAH?” Aku bingung, apaan coba maen bunuh-bunuh ajee emoticon-Nohope

Bersambung.

Chapter 2

Ini aku di mana?




“Cepat dasar bodoh!” Ketus Gideon

“Iya-iya” aku ikutin aja deh maunya orang tua ini, Aku mengambil Timbangan yang tergeletak tepat di belakangku, Gideon menaiki kudanya kemudian ia menyuruhku untuk cepat naik ke kuda. Setengah mati aku berusaha naik, tetep gak bisa, taeee emoticon-Frown

“Ya ampun.” Gideon Turun lagi dari kudanya, dia memegang kerah bajuku dibagian leher belakang, kemudian mengangkatku layaknya seeokor kucing nakal yang sedang diomeli majikannya. Kemudian Gideon melemparku ke punggung kuda tersebut. Ini kakek kakek Strong banget! Titisan Hercules kali. Gumamku.

“Heyaaah” Gideon mulai memacu kudanya.
Sambil memegang timbangan itu, aku berpegangan kuat pada Gideon dan hampir terjatuh berkali-kali, Ngehe! ini kalo nggak pegangan, aku pasti udah nyungsep. Dibonceng naik kuda ternyata susah, bokongku berkali-kali terpeleset ke kiri dan ke kanan, seandainya aku cabe-cabean pasti kalian akan semangat membaca dan membayangkannya. Aku minta maaf karena telah menghancurkan harapan kalian.

Dari kejauhan, terdengar suara orang berteriak “Itu dia! Kejar dia!” Gideon memacu kudanya makin cepat, “Sial, kita terlihat” keluh Gideon. Aku penasaran dengan apa yang terjadi, lalu memberanikan diri untuk bertanya “Gideon, mereka siapa?”

“Mereka prajurit kerajaan” Jawab Gideon

“HAAAH?” Ini sebetulnya apa yang terjadi sih, aku makin gak ngerti, semua ini bisa membuatku gila!

“Jika kita tertangkap, mereka akan menyiksa lalu membunuh kita” Lanjut Gideon

“Kalo gitu kita lapor polisi aja!” Sahutku

“Polisi, apa itu polisi?” Gideon malah balik nanya. sambil masang muka -> emoticon-Confused

Slaaaap! Aku merasakan ada angin yang bergerak cepat, tepat 2 cm di atas kepalaku, Gideon langsung menghentikan kudanya. Aku melihat ke sebuah batang pohon di sebelahku. Ada busur panah tetancap di situ, setinggi ukuran kepalaku. Aku keluar keringat dingin. Sesaat kemudian segerombolan pasukan berkuda dengan senjata seperti pedang dan tombak datang mengepung kami.
“Gideon! Serahkan dirimu, kau tidak bisa lari lagi” Ucap salah satu dari mereka.

Gideon hanya memandang sekeliling, matanya memperhatikan jumlah musuh, lalu dia berbisik padaku, “Hey, anak muda, kau bisa bertarung?” Dia bertanya seakan-akan aku adalah Ksatria pemberani. “Tidak bisa!” Jawabku mantap, tadinya aku malah pengen jawab kayak mas Anang Hermansyah “Aku sih NO” Tapi takut Gideon nggak ngerti.

“Gideon, aku bukan berasal dari sini, aku nggak tahu apa yang terjadi, yang jelas jika kita tertangkap, tolong simpan benda ini” Aku menunjukkan Timbangan misterius itu pada Gideon, yang kemudian Gideon menyembunyikannya diantara baju kotornya. Cerutu setengah meter aja muat disitu, sekarang timbangan, entah sebesar apa kantong ajaib milik Gideon ini.

Akhirnya, kita berdua menyerah, Aku yang nggak tahu apa-apa ini cuma bisa ngikutin alur. Para tentara kerajaan itu mengikat kedua tangan kami dengan tali, lalu mereka mengikatkannya pada kuda. Layaknya budak, kami diseret berjalan menyusuri hutan. Aku protes lah.
Aku yang nggak tahu apa-apa ini mencoba berbicara dengan salah satu tentara kerajaan. “Woy om, apa-apaan sih ini? Salahku apa? Kenapa kita diseret-seret gini?” Tanyaku kesal.

Nggak ada jawaban, kayak orang budeg, mereka lanjut berkuda santai.

“Kalian tahu nggak? Kalian ini sudah melanggar Hak Asasi manusia, kalian mengabaikan pendapat orang lain, kalian sudah melanggar pasal 378 tentang penipuan dengan mengaku sebagai tentara kerajaan udah tau Indonesia ini negara Republik, kalian ini dari mana sebetulnya” Aku makin kesal

“Woy kalian semua budeg ya?” Aku berteriak kesal. emoticon-Mad

Mendengar keluhanku, dari arah depan sang pemimpin pasukan memutar balik kudanya, kemudian menghampiriku. Dari atas kuda dia melepas armor berbentuk helem dari kepalanya, Wajahnya terlihat jelas, lumayan ganteng, usianya sekitar 40 tahun, dia memiliki rambut hitam panjang dengan bagian ujung rambut yang bergelombang. Jambang, jenggot, dan kumisnya nyambung semua. Dia terlihat mirip dengan Aragorn dalam serial Lord of The Ring Trilogy. Aku berharap dia adalah orang baik, karena Aragorn adalah protagonis di serial keren tersebut. Aku senang, akhirnya ada orang yang bersimpati padaku.

Setelah mendekatiku, Om-om yang mirip Aragorn itu mengeluarkan sebilah pedang, lalu dia mengacungkannya tepat ke bagian leherku, kemudian dia mengambil ancang-ancang seperti pemain baseball. Saat itu juga aku baru sadar kalau nyawaku sedang terancam.
“Tim, hentikan! Dia tidak ada hubungannya denganku, lebih baik kau memenggal kepalaku, targetmu adalah aku.” Potong Gideon.

Aku hampir pipis di celana emoticon-Frown

“Bukankah itu bagus? Jika dia tidak ada hubungannya denganmu, tak masalah jika aku memotong kepalanya sekarang juga, lalu potongan kepalanya akan kuberikan pada anjing liar, agar mereka merobek otaknya, menghancurkan mulutnya dan mengoyak bola matanya” Sahut Tim.
“Tim, Kau masih saja menjadi manusia yang lebih mementingkan emosi, lihatlah baik-baik anak ini, dia menggunakan pakaian yang bukan berasal dari sini, mungkin dia memiliki Informasi penting untuk The King” Ujar Gideon.

Aku tahu kalau Gideon sebetulnya hanya ingin menyelamatkanku,

“DIAM KAU PEMBERONTAK! SEKARANG JUGA AKAN KUBELAH KEPALA KALIAN BERDUA!” bentak Tim,

“Lord Timi” Salah seorang prajurit memanggilnya, “The King memerintahkan kita untuk menangkap Gideon hidup-hidup, kita tidak diperkenankan untuk membunuhnya sekarang juga, jika kita ketahuan membunuhnya, The King akan memenggal kepala kita juga, tolong pikirkan itu baik-baik” Katanya mengingatkan.

“Lalu biarkan kupenggal kepala anak ini, melihatnya saja sudah membuatku mual”

“Lord Timi!” Salah seorang prajurit lain menghampirinya, “Mungkin benar apa yang dikatakan Gideon, dilihat dari penampilannya, sepertinya dia adalah orang asing, atau mungkin mata-mata, jika benar maka dia pasti memiliki banyak informasi penting, The King pasti akan memberikan kita banyak emas jika kita menyerahkannya”

Aku hanya bisa diam mendengar percakapan seperti itu, sambil menahan pipis. Aku benar-benar merasa seperti tawanan yang bisa diperlakukan seenaknya oleh mereka. Orang yang mirip dengan Aragorn ini dipanggil dengan sebutan Lord Timi, dia benar-benar penjahat! Mulai sekarang, Aku nggak mau menilai orang dari covernya aja.

“Kau benar” Lord Timi melepaskan hunusan pedangnya

Aku bernafas lega, Alhamdulillah Lord Timi masih punya hati.

“Tapi…” Lord Timi mengacungkan kembali pedangnya, kali ini ke arah pipi kananku, Aku ngerasa kalau kali ini aku nggak bakalan selamat lagi. Bye-bye Dunia. emoticon-Frown

“Jika kau masih terus berbicara, sesampainya di Dolland nanti, akan kupotong jari tanganmu satu-per-satu. Akan kutarik lidahmu dan kutempelkan dengan bara panas, akan kubakar kemaluanmu hingga kau tak bisa lagi memiliki keturunan. Akan kulilitkan kawat berkarat pada tubuhmu lalu kutaburkan serpihan garam pada setiap lukamu. Kemudian kurobek perutmu, dan kubiarkan ususmu keluar hingga kau tidak bisa bernafas lagi. Mengerti, bocah?” Lord Timi mengancamku sambil membuat goresan kecil menggunakan ujung pedangnya pada pipiku, aku merasakan perih pada pipiku hingga darah segar mengalir dengan lambat.


Bersambung..
wew kok tokoh tokohnya mirip sama novel gideon the cutpurse? terinspirasi kah?

ntar baca lebih lengkapnya deh
Quote:



ane malah baru denger gan itu, kalo inspirasi lebih ke Game of Thrones, Sci-fi nya inspirasi dari De Javu, Steins gate, Black Knight.
image-url-apps
keren gan ane bantu emoticon-Rate 5 Star dulu gan .. lanjut
Ini baru cerita, berani beda, ringan, fresh dan juga berkarakter, hanya saja kalau saya boleh menyarankan ya gan, banyak kasus yang saya lihat ada kesalahan penulisan pada bagian dialog, misalnya:

"Tolong aku" pintanya kepadaku

Seharusnya seperti ini:

"Tolong aku," pintanya kepadaku.

Mengapa koma, karena setelah koma ada penjabaran lanjutan tentang dialog apa yang sedang dibicarakan, kalau saya pribadi bahkan dialog saya jadikan satu paragraf, misalnya:

"Tolong aku," pintanya kepadaku, aku terdiam sambil menjulurkan tangan, "ada apa denganmu?" tanyaku keheranan, "bagaimana bisa kau terjatuh di lubang yang hanya seukuran semut ini?" aku lalu menggelengkan kepala, "ma maaf, aku tadi terlepeset," ia lalu memandangku dengan tatapan yan nanar.

Sekedar saran gan, boleh diikuti, atau tidak.
emoticon-Shakehand2

Cek kulkas gan +1 dari saya.
Quote:

Terimakasih gaaan, ratenya :*

Quote:


wah makasih banyak gaaan emoticon-Cendol (S) pertama ane dalam sejarah ngaskus nih
yap, tulisan ane menyesuaikan dengan novel-novel yang ane baca gan, ok gan diterima masukannya emoticon-Big Grin
seneng kalo dapet saran begini, besok lanjut lagi updatenya.
semoga ane berhasil mentranformasikan khayalan ane ke pembaca sekalian emoticon-Big Grin
Quote:


Sama-sama gan, saya sangat mengapresiasi karya yang seperti ini, karena saya juga punya beberapa novel Sci Fi, bahkan dengan setting sangat detail. Kalau saya pribadi, karya fiksi agan cukup lugas dan mudah bagi saya untuk membayangkankan dan juga mengambil peran di sana.
emoticon-Shakehand2

Lalu mengenai dialog, semakin detail agan menceritakan apa yang karakter "aku" rasakan di dialog, maka feel ke pembaca akan semakin dapat gan, itu menurut saya gan.
image-url-apps
Hahayyy gokil tp ngena penyampaian karakter dan situasinya.
Smangat buat updatenya gan.
Maaf nubi cm bisa kasi smangat, g lebih. --"
Mantab gan, ane rate emoticon-Rate 5 Star dlu ah baru lanjut baca
Quote:


Disini ane cuma pakai 1 Point Of View sebagai "Aku" yaitu si Jeffrey.
nah untuk dialog, ane lebih utamakan pakai yang perbaris, jadi interaksi gitu antara main charac dengan charac lainnya.
dan kalau si "Aku" lagi bicara, tapi bicaranya dalam hati, ane nggak nggunain tanda kutip buka tutup, cukup pakai italic aja.
kalau begini gimana gan?

Quote:


hahaha thankyou gan, jangan lupa gelar tenda dimari yaak emoticon-Ngakak (S)

Quote:


thanks gan rate nya, bakalan dilanjuuuut emoticon-thumbsup
Quote:


Kalau penggambaran POV Orang pertama menurut saya memang paling mudah dan paling luas interaksi si orang pertama itu gan, kalau orang ketiga harus yang terbatas pada karakter yang sedang berinteraksi, karena kalau orang ketiga serba tahu kejutan-kejutan dalam cerita tidak akan terjadi.

Ada beberapa cara untuk menyampaikan perasaan atau ucapan dalam hati si pemain, bisa dengan seperti ini:

Quote:


Atau

Quote:


Model pertama biasanya dilakukan apabila ada sambungan dialog di atas atau di bawah, sementara model kedua dilakukan kalau ceritanya dalam mode narasi. Itu menurut saya sih gan, boleh diterima atau tidak, karena gaya penulisan tiap penulis kan berbeda-beda.
image-url-apps
Keren nih, lanjutin terus ya gan soalnya ane demen sci-fi juga hehehe emoticon-Big Grin
Novel sci-fi indo yg bagus menurut ane cuma Nedera, tau gak? Ane baca yg lain lebih banyak romancenya malah bukan fokus ke sci-fi emoticon-Nohope
image-url-apps
gw penasaran sama time travelnya emoticon-Big Grin
di lanjut gan ane rate dulu emoticon-Malu (S)
image-url-apps
Lanjoot gan, ane ngebayanginnya kaya nonton film black knight nya martin lawrence ckkkckckck...

Kereen gan
image-url-apps
Lanjoooootkan gan emoticon-Cool
Serasa nonton narnia, bawa senter ke masa lalu emoticon-Ngakak

Chapter 3

Dolland




Sudah hampir enam jam tanganku terikat dan terseret oleh kuda yang berjalan santai, aku bisa merasakan noda darah yang mengering di pipi kananku. Sekarang, aku hanya bisa terdiam tanpa sepatah katapun, ancaman Lord Timi ini membuatku ketakutan setengah mati. Satu hal yang kusadari, orang-orang ini adalah kaum barbar.

Aku mulai kelelahan, 6 jam menyusuri hutan, terseret pasrah tanpa diberikan air sedikitpun dan belum sarapan, aku hampir pingsan. AKU MAU PULANG! AKU MAU MAIN GET RICH! emoticon-Frown

“Jeff, tahanlah, sebentar lagi kita akan sampai di Dolland” Kata Gideon.

Kata-kata penyemangat dari seorang kakek tua, nggak berarti apapun, Aku juga nggak peduli soal Dolland. Lebih baik Aku membayangkan hal-hal lain, dan yang pertama kali terlintas di otakku adalah Goyang Dribble nya Duo Serigala. Aku sering nonton ini di youtube.

Sambil terseret, air liurku keluar. Membayangkan (((Boing-Boing))) emoticon-Genit

Akhirnya, kita keluar dari hutan, sekarang aku berada disebuah jalan beralas tanah yang kira-kira lebarnya hanya muat untuk satu mobil. Di sepanjang jalur ini, aku bisa melihat para penduduk berlalu-lalang, ada orang tua, muda, dan anak-anak. Uniknya, mereka berpakaian sangat kuno, berbeda dengan pakaian yang aku kenakan. Ya, aku menggunakan Kaos berwarna hitam bertuliskan “Baju Lebaran Boleh Dapet Dari Warisan” yang kupesan secara online saat lebaran tahun lalu, dan aku juga memakai celana jeans ketat bermerek Vens, boleh beli di Planet Rsuf.

Para AKAMSI (Anak Kampung Sini) menggunakan pakaian yang sangat kuno, tanpa ada jahitan, semuanya terlihat seperti kain yang ditempel-tempel. Setiap ada penduduk yang melintas, mereka membungkukkan badan pada prajurit kerajaan yang membawaku, kemudian mereka memandangiku dengan tatapan “Ini orang aneh banget sih” lalu dengan posisi terikat aku bales mereka dengan tatapan “Elu yang aneh!” emoticon-Nohope

Aku mulai menyadari sesuatu, Timbangan misterius itu telah membawaku ke belahan dunia yang lain, entah aku berada di mana saat ini. Dolland? Apa itu Dolland? Aku belum pernah mendengar nama tempat seperti itu sebelumnya, Aku taunya Dolland itu tempat jualan roti orang kaya. Iya, Dolland Bakery. emoticon-Hammer

Barisan para prajurit berkuda kerajaan membentuk dua shaf ke samping, Aku dan Gideon berada di paling belakang, terseret dan terikat pasrah. Terkadang, prajurit yang menaiki kuda yang mengikat kami di belakang melakukan hal iseng. Ia membiarkan kudanya berhenti sebentar meninggalkan rombongan, lalu menunggu beberapa menit, kemudian Ia memacu kembali kudanya dengan cepat. Mau nggak mau Aku dan Gideon harus berlari agar bisa menyeimbangkan kecepatan dengan si kuda, jika aku terjatuh dan terseret, barulah prajurit kampret ini menghentikan kudanya dan kemudian tertawa lepas. Hal ini terjadi berulang-ulang, walaupun udah nggak lucu, dia masih aja ketawa. baik banget nih isengnya. Aku hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu, ancaman keji dari Lord Timi membuatku diam dan membisu, padahal Lord Timi bukanlah Jam dinding yang tertawa di lagunya Jambrud.

Ingin, ku maki, diriku sendiri, yang tak berkutik didepanmooooo~


Oke, ini bukan saatnya buat bercanda.

INI GUA ADA DIMANA SEKARANG?

DAMN YOU SADABABICTHHHH!@#@!#@!

"Kau lihat? kita hampir sampai, bersiaplah." Ujar Gideon.

Dari kejauhan, Aku melihat ke sebuah padangg rumput yang sangat luas, dan ditengahnya terdapat sebuah benteng yang sangat besar, berbentuk Castill Drake, tembok megahnya berwarna coklat kekuningan, tingginya kuperkirakan melebihi 20 meter. Benteng ini dikelilingi oleh parit yang terisi air. Gerbang utamanya nggak tersambung dengan jalan dari padang rumput. Ketika Lord Timi memberikan kode kepada para penjaga gerbang, Sebuah pintu kayu yang menutup gerbang setinggi 5 meter itu membuka, kemudian turun perlahan dan menjadi jembatan yang menghubungkan antara padang rumput dengan bagian dalam Benteng. Ini seperti "Waw keren," Aku menggumam kagum, membayangkan di dalamnya terdapat sebuah kota yang luar biasa. "Gid, ini Dolland?" Tanyaku lagi.

"Tidak, ini Neraka" sahut Gideon

Setelah memasuki gerbang, kedua bola mataku hampir keluar meninggalkan tempatnya emoticon-Takut (S)

Sebuah tali tergantung tepat di bagian dalam gerbang, dengan manusia kecil yang hangus terbakar hingga tak lagi berwujud, asapnya masih terlihat samar, orang-orang ini telah membakar anak berumur sekitar 10 tahun. Pemandangan mengerikan masih berlanjut, potongan tangan terlihat bergeletak di mana-mana. Potongan kepala manusia yang hampir membusuk tertancap pada ujung tombak, di pamerkan layaknya sebuah pameran karya seni. Siapa yang melakukan hal keji seperti ini?

Para prajurit kerajaan itu menggiring Aku dan Gideon ke dalam penjara bawah tanah, kemudian merantai kaki dan tangan kami. Penjara ini sangat sempit, tingginya hanya satu meter, dengan ruangan berukuran sekitar 10 x 9 meter. lengkap tumpukan jerami di bawahnya, bau dari kotoran manusia tercium menguap keluar semenjak aku memasuki lorong penjara, ini benar-benar mengerikan.

bersambung.
×