alexa-tracking

Love Life yang Miris

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55b701ba1cbfaac87c8b4570/love-life-yang-miris
Love Life yang Miris
Nama gua... Oke, sebut gue dengan panggilan 'Abok' karena itu merupakan panggilan yang sering digunakan oleh temen-temen sekelas gue (jaman SMA). Gue disini mau minta saran dan pendapatnya dari kalian semua. Gue gak tau harus nanya sama siapa lagi, karena temen-temen yang gue mintain saran malah pada ngasih saran yang aneh-aneh (termasuk sepupu gue yang bantuin nulis ini).

Seumur hidup, gue baru berpacaran satu kali dengan seseorang yang bernama Putri, gue menggunakan 'Putri' sebagai nama samaran tentunya. She's my first love. Waktu kelas X, kami berdua sekelas. Kami bisa dibilang cukup dekat gara-gara duduk berdekatan dan secara otomatis kami berdua sering masuk ke dalam kelompok belajar yang sama.

Awalnya, gue sendiri tidak menaruh perasaan kepada Putri. Sikap gue kepadanya hanya sebagai teman biasa seperti sering ngejailin dia, saling ejek sampe adu urat leher, dan gue juga merasa bahwa dia tidak memiliki perasaan kepada gue. Jadi, yaaa... Gue pun dapat dengan bebas menjahilinya. Hahaha...

Saat naik ke kelas XI, kami berdua berpisah. Dia masuk ke kelas IPA 3 dan gue masuk ke kelas IPA 4. Kelas kami bersebelahan. Dan setelah kenaikkan kelas pun gue masih tidak menaruh perasaan apa-apa kepadanya. We're just a friend, nothing more than that.

Siang itu setelah pulang sekolah, gua diberi sebuah kado. Dia memberinya dengan malu-malu di depan kelas gue, kemudian dia membalikkan badan dan langsung berlari menuju teman-temannya karena dia harus ikut bimbingan belajar. Gue hanya dapat menatapnya dengan heran sambil memegang kado pemberian darinya.

Tapi semuanya berubah setelah gue menemui sesuatu hal yang gue sendiri menyebutnya dengan 'titik balik'.

Beberapa hari kemudian, gue berpapasan dengannya di depan kelas IPA 3. Dia memberi senyuman kepada gue, dan gue membalasnya dengan menganggukkan kepala. Pada saat itu dia sedang mengobrol dengan sahabatnya, dan sahabatnya adalah seorang cowok.


"Tuh liat, calon pacar lo mau lewat."

"Ih, apaan sih." Ujar Putri sambil sedikit tersipu dan memukul lengan sahabatnya.


Gue tertegun, dan untuk pertama kalinya gue mulai memikirkan seorang Putri.

Apa Putri punya perasaan sama gue?

***


Beberapa hari setelah itu, Putri semakin sering dicengin oleh sahabat cowoknya itu ketika kami sedang mengobrol berdua. Dan muka Putri memerah saat dicengin olehnya. Hingga suatu saat gue bertemu dengan sahabat cowoknya di kantin sekolah. Dia langsung 'nyemprot' gue dengan kata-katanya yang sedikit membuat gue sakit hati (lebay) dan masih gue ingat hingga sekarang.


"Lo tuh jadi cowok bego banget sih! Lo ga sadar apa kalo si Putri itu suka sama lo dari dulu?"


Deg! Gue serasa tertohok oleh kata-katanya, dan gue pun benar-benar memikirkan Putri.

Entahlah. Semakin sering gue memikirkan Putri dan semakin gua mencoba untuk melupakannya, pikiran tentang dirinya semakin mendalam dan sulit untuk dilupakan. Gue gak tau tentang perasan gua kepada Putri saat ini. Apa gue beneran suka sama Putri? Atau gue cuman 'baper' doang gara-gara omongan sahabatnya?

Dengan mengesampingkan dua buah hal tersebut, gue pun memberanikan diri untuk menembak Putri. Bisa ditebak bahwa gue diterima dengan mudah olehnya dan hampir tanpa adanya usaha yang gue keluarkan.

Oh iya, gue juga memintanya untuk menjadi pacar gue melalui telepon.

Life's easy, isn't it?

***


Hari-hari pertama dalam masa pacaran semuanya terlihat normal, seperti jaim-jaiman dan lain sebagainya. Hingga beberapa hari pertama di masa awal berpacaran, gue belum menaruh perasaan apapun kepadanya. Dan setelah beberapa hari terlewati bersamanya, gue mulai menyayangi Putri. Sedikit tapi pasti, perasaan tersebut akan terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Namun di suatu saat, gua dan Putri mengalami sebuah miss communication.

Siang itu gue sedang berada di salah satu rumah teman Putri, dan Putri juga berada di situ. Sebelum pulang, gue mengajak Putri dan kawannya untuk makan di salah satu restoran fast food. Tetapi salah satu kawan Putri menolak ajakan tersebut karena beralasan sudah kenyang. Gue pun mengerti dan langsung balik kanan menuju rumah.

Baru saja ketika gue membuka gerbang rumah, gue mendapatkan sms dari Putri.


emoticon-mail

"Kamu dimana?"

"Aku baru nyampe rumah. Bentar ya aku mau istirahat dulu, capek nih."



Tanpa menduga apa-apa, gue langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan badan. Beberapa jam setelah dia memberi sms tersebut, gue mendapatkan sebuah kejanggalan yang aneh.

Putri membalas sms gue dengan enggan dan dingin. Kata-katanya banyak yang disingkat dan tidak sepanjang seperti biasanya. Gue pun bertanya kepadanya dan dia hanya menjawab 'ga apa-apa'. Gue yang pada saat itu masih belum mengerti tentang 'ga apa-apa'-nya cewek, hanya membiarkannya saja.

Kejanggalan pun berlanjut. Di sekolah, dia masih dingin dan seperti yang enggan untuk bertemu dengan gue. Gue gak tau harus kayak gimana lagi. Selama tiga hari, gue didiamkan olehnya. Sms dan telfon gue juga tidak pernah digubris. Gue mencoba mencari letak kesalahan gue, dan dia hanya menjawabnya dengan 'peka sedikit dong kalo jadi cowok tuh!'

Di hari terakhir masa 'perang dingin' tersebut, hubungan kami berdua berakhir secara sepihak. Dia memutuskan gue.

And guess what? Letak kesalahan gue dimatanya adalah karena gue gak dateng ke restoran cepat saji tersebut.

Apa gua benar-benar salah?

Gue tidak mengejarnya kembali, karena gue sendiri merasa bahwa diri gue benar dan tidak memiliki salah apapun kepadanya.

Dan dalam tempo kurang dari tiga bulan setelah kami berdua putus, gua mendapatkan kabar bahwa dia sudah berpacaran dengan seorang cowok. Dan cowok tersebut adalah sahabatnya sendiri.

***


Butuh waktu yang cukup lama bagi gue untuk bisa melupakannya, benar-benar melupakan dirinya. Gue gak tau apakah tiga tahun itu dibilang waktu yang cukup lama atau tidak. Tapi menurut gue, itu waktu yang cukup lama dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan Putri untuk move on.

Saat ini gue duduk di bangku semester tiga, dan gue masih menjomblo. Walaupun banyak cewek-cewek di kampus yang cukup dekat dan membuat gue tertarik, namun gua sendiri terlalu minder dan gak percaya diri untuk mendekatinya lebih lanjut. Dan kemudian 'rezeki' pun dipatok oleh 'ayam'.

Kadang-kadang juga gue memiliki sebuah perasaan ingin kembali mengulang indahnya masa berpacaran. Pegangan tangan, manja-manjaan, sayang-sayangan, dan lain sebagainya. Namun bayang-bayang akan Putri dan dengan kecepatan move on-nya yang ekstrim masih sering mengganggu pikiran dan gue pun buru-buru mengesampingkan keinginan gue untuk berpacaran tersebut.

Sekarang, gue sedang mencoba memfokuskan diri dalam menjalani studi serta mengurus organisasi yang gue ikuti di kampus.


Yep, you guys just read the whole thing about my love life. Walaupun ceritanya panjang, gua memiliki beberapa pertanyaan yang pendek. Here they are:


  1. Apa gue trauma sama yang namanya berpacaran sehingga gue menjadi takut untuk kembali berpacaran? Secara, cinta dan pacar pertama gue memberikan kesan yang cukup buruk pada masa akhir hubungan kami berdua.
  2. Apa keputusan gue untuk tidak berpacaran terlebih dahulu sudah benar?
  3. Gimana cara buat gue untuk gak minder sama cewek?
  4. Apa ada saran untuk gue harus bagaimana dalam menyikapinya?



Well, that's it. Terima kasih kepada kalian yang sudah mau membaca cerita ini! ^_^

Dan gue juga menunggu kritik dan saran-saran dari kalian semua.

emoticon-Smilie

Spoiler for Interlude:
my son
nothing is real in high school

di mata saya
saya bisa liat betapa culun nya anak SMA
saya bisa liat betala culun nya anak yg baru masuk kuliah
saya bisa liat betapa culun nya anak2 kuliah yg baru mulai jadi pentolan
saya bisa liat betapa culun nya anak2 kuliah semester akhir yg berasa jadi penguasa kampus
saya bahkan bisa bedakan mana laki culun mana laki yg udah mateng di manapun saya berada

tapi setidaknya laki2 itu berkembang dengan cepat
kamu akan dengan mudah nya nyadar semua kesalahan di masa lalu
betapa polos nya gak tau dan gak peka tentang berbagai hal
betapa banyak kesempatan yg udah dilewatkan

tapi tenang
akan ada masa di mana kamu masuk ke masa kejayaan
di situ kamu bakal bener2 dapet kesempatan untuk milih kriteria perempuan seperti apa yg kamu butuh
dan kamu bebas memilih
kamu akan punya segala nya

butuh waktu
seolah2 lama
tapi jujur
akan terasa singkat kok

akan ada masa nya


jangan terlalu mikirin gimana cara nya supaya dapet cewek
gak guna
1. Bukan trauma gan. Cuma belum move on aja itu mah.
2. Kalau menurut ane sih benar. Tapi kalau cari pacar pengganti bisa bikin lupa sama Puti, kenapa enggak gan?
3. Kan udah pernah pacaran? mindernya dimana? kalau kita minder sama cewek, cewek juga belum tentu PD sama kita toh? kecuali yang kita jadikan target terlalu tinggi buat kita. Minder menjadi sangat wajar.
4. Santai aja lah. Istirahat pikiran dulu. Kalau pikiran difokuskan ke pacaran (sementara pacar belum ada) nanti jadi kemana-mana tuh pikiran. rumus pikiran itu gampang gan : pikiran adalah budak yang baik dan penurut. Ia akan mengikuti kemana majikannya mengarahkan. Kalau agan berpikir tentang pacaran, ia akan mengarah ke semua hal tentang itu, ditambah ia akan membuka folder soal pacaran yang pernah agan alami saat itu juga. Dan ini menguras energi. Arahkan aja pikiran ke hal lain. Pikiran hanya bisa berpikir satu hal dalam satu waktu. Makanya alihkan ia ke hal lain yang agan suka. Kuncinya cuma satu gan : SABAR. Orang bule bilangnya 'Only time will heal the wounded heart".
KASKUS Ads
Quote:


Semuanya akan terasa singkat, iya, seperti masa muda yang juga singkat. Apa saya tidak harus mencoba untuk mencari pengalaman-pengalaman lain selain harus berfokus kepada 'masa kejayaan' yang agan bilang?

Soalnya saya juga pasti bakal membutuhkan pengalaman untuk menghadapi 'masa kejayaan' tersebut. Termasuk pengalaman bersama wanita. Dari situ saya bakal bisa menentukan 'oh, ini loh wanita yang bisa diajak untuk membangun masa depan.' atau 'oh ternyata ada juga wanita yang hanya bisa berorientasi kepada masa sekarang.' dan lain sebagainya.

Apa itu tdk perlu?

Quote:


Ternyata saya memendam perasaan untuknya terlalu dalam ya sehingga sulit move on. Masalahnya gini gan, fakultas saya itu cukup dikenal dengan gaya mahasiswi-mahasiswi yang high class dan saya minder karenanya. Lha saya kalo ngampus aja masih pake motor jaman baheula, dan kebanyakan mahasiswi disini ngampus pada pake mobil. Timpang banget kan gan?

Iya, doakan semoga saya bisa sabar. Amin.
image-url-apps
Belum 20 th ke atas baiknya jangan pacaran. Biasanya emosinya masih sangat bergejolak dan cuma aka banyak konflik dan sakit hati nantinya. Jadi, ya kepusan ente sudah benar.

Trauma? Ga usah terlalu dibesar2in gan. Putus pacaran itu normal, seburuk apapun, ya memang itu fungsi pacaran. Menjajaki bisa ke pernikahan atau engga. Makanya ga sarankan yg di bwah umur buat pacaran dl. Selain masalah emosi, juga bakal membatasi aktivitas pada masa perkembangan. Pacaran ga usah terlalu lama. 2 th max . Jadi hitung sendiri aja kapan perlu pacaran. Risiko pacaran terlalu lama ya putus tadi.

Cara buat ga minder ya kenali diri sendiri secara jujur baik + dan -. Tidak perlu bandingkan diri dengan orang lain. Motor jaman dulu? Terus apa masalahnya? Kalo cewenya emang suka ente, ente naik kendaraan umum juga dia mau mestinya.
image-url-apps
Quote:

1.mungkin aja ente trauma
2. menurut ane uda benar, lbh baik vacum pacaran dlu, fokus sama apa yg lg lu kerjain terus kerjakan passion lu dulu dalam artian kembangin diri lu dulu cw belakangan...
3.ngomong apa yg mau di omong, ente minder krn pengen tampak sempurna di dpn itu cw, semua org ga ada yg minder sbnrnya , yg bikin minder pikirin ente yg sempit itu, klo blh di blg mana ada bayi yg ga jago nangis...
4.bersikaplah lbh bijak menghadapi situasi yg ada,lakuin. sesuatu yg moving forward jgn stuck di 1 titik dmn itu bikin lu ga maju pdhl wktu terus berjalan...
lbh baik wktu yg ada lu manfaatin sebaik2nya drpda memikirkan atau melakukan hal2 yg bikin lu stuck, itu aja sihemoticon-2 Jempol
1. Apa gue trauma sama yang namanya berpacaran sehingga gue menjadi takut untuk kembali berpacaran? Secara, cinta dan pacar pertama gue memberikan kesan yang cukup buruk pada masa akhir hubungan kami berdua.
2.Apa keputusan gue untuk tidak berpacaran terlebih dahulu sudah benar?
3.Gimana cara buat gue untuk gak minder sama cewek?
4. Apa ada saran untuk gue harus bagaimana dalam menyikapinya?

1. belum move on, masih kepikir ama dia, dan lo masih berpikiran sempit tentang pacaran karena pacaran pertama kali lo yg absurd bgt dan berakhir dengan gak jelas. come on, mulai lah lirik2 buat bangun hubungan yg baru, atau mungkin baca2 denger2 cerita org gmn sih hubungan mreka dgn pcaran mreka. hubungan lo yg kemaren terlalu konyol aja rasanya, cewek lo sih yg konyol bray. jadi kalem aja bray.

2. ya tergantung tujuan nya. kalo lo beranggapan karna pengen fokus, ya gpp sih gak pacaran, asal jangan trauma aja. karna setiap hubungan selalu punya kisah yang berbeda. mungkin next lebih selektif aja kali, cari yg bgmana yg elo inginkan, bukan cuma karna si cewe ngebet, lalu lo kasian dan yaudh jadian aja gitu..

3. cara nya perbanyak bergaul dengan cewek. kalo lo gak gaul ama cewek gimana lo mau nyambung kalo ngobrol ama cewek emoticon-Smilie
4. sarannya, move on mumpung lg di kampus aktiflah dan ikut organisasi, niscaya kalo lo normal tar juga ada yg lo taksir hehe emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


suka banget sama komentar agan ini emoticon-Cool
image-url-apps
1. Mungkin..kemungkinan besar agan agak trauma,jdinya agan males kan memulai suatu hubungan sedangkan g ad cwe yg bisa membuat agan tertarik.
2. ngga slh sih..ya better gt drpd berpacaran sm org yg slh mlh buang2 waktu agan
3. agan harus percaya diri dan harus buktikan ke putri klo agan bisa dapet yg jauh lebi baik drpd dia
4. banyak2 berteman aja gan,dgn bgt agan bs lebih luwes..siapa tau agan akan segera bertemu dengan jodoh agan emoticon-Smilie
semoga bisa membantu..semangat gan
image-url-apps
emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)

Jadi keinget waktu ane masih muda dulu... emoticon-Hammer (S)

ane juga terakhir pacaran pas sekolah... baru putus, gak lama si cewe jadian lagi sama cowo lain... sakit hati?? ya, tapi itu dulu... di kampus, ane ketemu banyak orang dan banyak cewe... jadi ya hilang gitu aja sakit hatinya... emoticon-Big Grin

Trus dikampus ane pacaran?? gak gan, ane gak pacaran sama sekali... karena ane cuma pengen fokus sama pelajaran... cewe yang deket banyak, tapi ane tetap memilih untuk tidak pacaran... minder dengan cewe?? mungkin, karena sudah lama gak sangat sangat dekat dengan cewe... Jadi itu hal yang wajar lah menurut ane... emoticon-Big Grin

Trus kapan pacarannya?? kalo ane setelah kerja, baru mulai mencari pacar... biasanya disaat sudah kerja, kita bertemu banyak orang yang memiliki pemikiran dewasa dan ketemu lawan jenis yang bisa dibilang memang tujuan pacarannya adalah untuk menikah (bahkan teman lawan jenis sekampus kita dulu)... Jadi tidak perlu kwatir dengan mencari pasangan, yang penting perbanyak teman di kampus, pastinya tidak akan sulit untuk mendapatkan pasangan nantinya... emoticon-Big Grin
Quote:


Terima kasih atas sarannya, sist archaengela emoticon-Smilie

Resiko berpacaran terlalu lama memang bisa berujung pada putus itu, tapi kalo misalkan kita sudah berpacaran bersama seseorang selama beberapa tahun. Katakanlah melebihi dua tahun. Kita pasti sudah mengerti sifat pasangan kita luar dan dalam walaupun tidak seluruhnya, bukannya itu malah menjadi bagus ya sist? Anggap saja kita mengesampingkan rasa bosan dan lain sebagainya. Apa probabilitas menuju putus semakin tinggi?

Jujur nih, saya masih mengenali diri sendiri dari segi '-' dan masih mencoba mengeksplor diri sendiri agar banyak mendapatkan segi '+'. Yah, tidak ada salahnya mencoba membandingkan diri sendiri dengan sesuatu yang melebihi kita agar menjadi pacuan dan tidak lupa melihat ke bawah untuk tetap menginjakkan kaki di tanah.

Quote:


Oke terima kasih atas sarannya, gan emoticon-Smilie

Quote:


Terima kasih atas sarannya, gan emoticon-Smilie

Untuk poin nomor 4, alhamdulillah saya masih normal dan saya sekarang lagi naksir sama kakak tingkat nih. Dia dua tahun di atas saya. Menurut agan saya harus bagaimana? Hehe...

Quote:


Terima kasih atas sarannya, gan emoticon-Smilie

Saya mencoba untuk meluweskan diri agar bisa mudah berkomunikasi dengan kawan-kawan di sekitar saya dan khusunya kepada teman cewek. emoticon-Big Grin

Quote:


Berarti agan udah tua ya sekarang? emoticon-Stick Out Tongue

Terima kasih atas sarannya, gan emoticon-Smilie
Doakan saya semoga dilancarkan dalam mencari pasangan di masa-masa yang akan datang. emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Waduh, dengan jujur ane katakan ane masih muda om broooo... secara umur ane masih dibawah kepala 3... jadi masih belum tuir2 amat lah... emoticon-Ngakak (S)

Pasti lancar menemukan pasangan hidup di tahun2 mendatang... yang penting fokus sama tujuan agan kuliah dan jangan biarkan masa depan suram ada di depan agan... emoticon-Big Grin

image-url-apps
Quote:


Jangan pacaran lebih lama dari 2 tahun. Untuk benar-benar mengenal seseorang dibutuhkan seumur hidup karena manusia itu dinamis. Pacaran 1 th juga cukup asal jujur dan terbuka dalam komunikasi dengan pasangan. Inti pacaran adalah untuk mengenal secara garis besar mengenai pandangan hidup, cara berpikir, cara menyelesaikan masalah, dan sifat-sifat dasar pada umumnya. Jadi kalau sudah tahu itu semua, maka sebenarnya pacaran juga tidak diperlukan. Saya kenal beberapa pasang yang hanya pacaran dalam waktu singkat, lalu menikah dan bahagia. Itu bisa dilakukan karena mereka sudah saling mengenal lama sebelumnya sebagai sahabat.

Makin lama pacaran, membuat tekanan semakin besar. Kemungkinan konflik semakin menumpuk, kebosanan, godaan dari pihak luar, dll. Makanya ga heran kalau orang yang sudah 5 tahun pacaran lalu putus, ternyata salah satunya langsung menjalin hubungan lagi dengan orang yang belum lama dikenal. Lama pacaran tidak ekivalen (sebanding) dengan tingkat pengenalan akan karakter pasangan yang sesungguhnya juga, kalau memang dalam pacaran itu tidak ada kejujuran dan keterbukaan.
image-url-apps

1.Apa gue trauma sama yang namanya berpacaran sehingga gue menjadi takut untuk kembali berpacaran? Secara, cinta dan pacar pertama gue memberikan kesan yang cukup buruk pada masa akhir hubungan kami berdua.
>>entah

2. Apa keputusan gue untuk tidak berpacaran terlebih dahulu sudah benar?
>>entah

3. Gimana cara buat gue untuk gak minder sama cewek?
>>minder kenapa?

4.Apa ada saran untuk gue harus bagaimana dalam menyikapinya?
>>jalanin aja
image-url-apps
yah gan ente kena love hurt syndrom

ane dulu juga ngerasain nih gan emoticon-Ngakak (S)

baru bisa pacaran lagi setelah 3 tahun putus sama pacar pertama ane emoticon-Hammer

saran ane sih, kalo ada kesempatan ke lain hati mending sikat aja gan. Cara paling efektif tuh emoticon-Big Grin
image-url-apps
Apa gue trauma sama yang namanya berpacaran sehingga gue menjadi takut untuk kembali berpacaran? Secara, cinta dan pacar pertama gue memberikan kesan yang cukup buruk pada masa akhir hubungan kami berdua.
trauma? Lw bilang trauma karena sampe sekarang blm pernah pacaran lagi? Lw ga trauma bray. Cuma emang penakut. Putri itu anugerah dalam hidup lw, ga ada dia, lw ga pacaran. Ga usah dikejar lagi, pasangan lw bukan dia, carilah yg lebih baik. Kesan buruk? Bagian mana dari kisah lw dan putri yang buruk? Lw mau berharap apalagi dari putri, anak sma yg masih labil?



Apa keputusan gue untuk tidak berpacaran terlebih dahulu sudah benar?
Tergantung. Kalo lw nunda pacaran buat ngejar nilai kuliah, karir, dan mimpi lw, itu SANGAT TEPAT.

Gimana cara buat gue untuk gak minder sama cewek?
Punya kaca ngak dirumah? Ngaca.

Apa ada saran untuk gue harus bagaimana dalam menyikapinya?
Nyikapi apa? Rasa minder lw? Ya ngaca aja dulu, liat lagi, "nilai jual" lw itu apa, lalu fokus buat ngejual itu.




Ya paling gitu aja sih dari gue.
image-url-apps
Hahahaha Anj*nk!!!
Najis bgt gw sama kata kata "ga apa apa" & "lo ga peka" emoticon-DP
Quote:


udah kenal belom ama doi? apa masih secret admirer?
kalo udah kenal sih elo sering-sering aja bergaul dgn dia, ya lebih berinteraksi lagi deh, sekalian ngelatih diri supaya lebih luwes kalo lagi ngobrol ama cewek emoticon-Big Grin, sekalian pdkt juga ke senior lo emoticon-siul
×