alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Revolusi Diri Penegak Hukum
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55b1a4f35a516354218b4568/revolusi-diri-penegak-hukum

Revolusi Diri Penegak Hukum

Sudah terlalu lama sebagian besar institusi dan penegak hukum di negeri ini berwajah suram di mata rakyat. Mereka yang seharusnya menegakkan hukum tak jarang justru meruntuhkan hukum dan menjadikan hukum sebagai ajang mengeruk untung. Eksistensi lembaga hukum di Republik ini sungguh ironis.

Mereka, yang semestinya menjadi penjamin keadilan masyarakat, malah kerap menguar ketidakadilan bagi masyarakat. Mereka, yang seharusnya menjadi pengayom rakyat, malah sering menjadi penindas rakyat. Aksioma bahwa hukum hanya milik orang berpunya bukan lagi menjadi rahasia. Pun demikian, postulat bahwa hukum tajam ke bawah dan majal ke atas terus mendapatkan pembenaran.

Dalam konteks itulah, permintaan Presiden Joko Widodo kepada penegak hukum untuk memperbaiki diri sungguh tepat. Saat berpidato pada peringatan Hari Bakti Adhyaksa Ke-55 di Kejaksaan Agung, kemarin, Presiden menegaskan pentingnya penegak hukum yang bersih. "Saya tidak ingin dengar penegak hukum yang lakukan pemerasan atau tindakan memperdagangkan perkara atau penuntutan dan menjadikan tersangka sebagai mesin ATM," kata Presiden.

Ibarat tak ada asap jika tak ada api, penegasan Presiden itu pun bukan tanpa dasar. Presiden melontarkan perlunya penegak hukum, termasuk kejaksaan, yang bersih karena selama ini mereka dicap kotor. Suara-suara sumbang terhadap korps kejaksaan, kepolisian, dan peradilan tak juga surut, tapi malah semakin lantang.

Sulit diingkari bahwa dengan tabiat dan perilaku buruknya, penegak hukum telah menjadikan hukum berwajah buruk. Celakanya lagi, kondisi seperti itu sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada komitmen yang luar biasa menuju perbaikan. Hasil jajak pendapat berbagai lembaga swadaya masyarakat antikorupsi dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan bahwa institusi penegak hukum konsisten bertengger di daftar atas lembaga terkorup.

Mereka, kecuali Komisi Pemberantasan Korupsi, seakan gigih bersaing dengan DPR dan partai politik untuk mendapatkan trofi sebagai yang terburuk di mata rakyat. Fakta empiris menunjukkan pula penegak hukum silih berganti tersandung hukum. Tingkat kepercayaan publik terhadap para penegak hukum pun terus bertahan di titik yang memprihatinkan.

Harus kita katakan, kegemaran mereka mengutak-atik pasal demi fulus belum sepenuhnya sirna. Di tingkat penyelidikan atau penyidikan, seseorang bisa lepas asal menyodorkan segepok uang. Di persidangan, seseorang dapat dituntut ringan asal bersedia menyuap. Saat ketuk palu, seseorang juga bisa divonis ringan asal mau menyogok.

Di sisi lain, terdakwa yang punya potensi bebas dari dakwaan belum tentu divonis tidak bersalah bila sang terdakwa dan atau pengacaranya tidak menebar duit kepada hakim. Permintaan Presiden kepada penegak hukum untuk bersih-bersih, untuk merevolusi diri, sejatinya permintaan rakyat. Kita ingin, penegak hukum betul-betul menegakkan hukum.

Kita berkehendak, penegak hukum benar-benar menempatkan hukum di posisi suci dan menerapkannya dengan hati yang bersih dari segala kepentingan. Baik buruknya masa depan bangsa ini salah satunya bergantung pada baik buruknya penerapan hukum. Hukum yang baik akan berkorelasi langsung bagi terwujudnya tertib sosial.

Hukum yang baik juga akan menopang investasi bagi pertumbuhan ekonomi. Hukum yang baik akan membuat pula rakyat miskin atau kaya, mereka yang punya kuasa atau warga biasa, merasa terayomi. Begitu vital posisi hukum di sebuah negara, tiada satu pun alasan bagi penegak hukum di negeri ini bertindak semaunya.

Hukum hanya bisa baik jika berada di tangan penegak hukum yang baik. Pidato Presiden pada peringatan Hari Bakti Adhyaksa tahun ini pantang dipandang sebagai pelengkap seremonial semata. Ia harus dijadikan momentum bagi seluruh penegak hukum untuk betul-betul mentransformasi diri menjadi pejuang hukum yang berintegritas, kredibel, dan berwibawa.
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di