alexa-tracking

Sweet memories

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55abc989925233283a8b4576/sweet-memories
Sweet memories
31 Oct 2012

tap.. tap.. tap.. tap..
begitulah suara ketukan heels sepatuku dengan lantai saat aku berlari menuju tempat kerjaku. nafas udah ngos-ngos an dan nyaris saja terpeleset dari saat keluar dari lift yang padat. aku langsung menuju ruangan yang berada di sudut koridor lantai itu.

aku melihat ruangan tersebut sudah dipenuhi oleh wajah sedih teman sekantorku. Di tengah mereka berdiri sosok lelaki yang sedang berbicara dengan mereka. Melihat itu perih sekali hati ini rasanya. Aku gak mau kehilangan dia, orang yang sudah memberi warna dalam hidupku yang monoton ini.

Aku akhirnya berbalik karena tak kuasa dengan apa yang ada dihadapanku. Saat hendak berjalan seseorang memanggil namaku..

Quote:


aku pun mengikuti Vina untuk masuk ke ruangan itu. Dan mendengarkan salam perpisahan dari dia kepada rekan-rekannya di tempat kerja. Aku memandangi sosok itu. sosok lelaki yang membuat hatiku tenang selama dengan dia. sosok yang aku yakin bisa menjadikanku manusia lebih baik lagi kelak

Cukup lama dia memberi salam perpisahan dan akhirnya semua karyawan bersalaman dengan dia sambil mendoakan kesuksesannya di tempat baru. Tibalah giliranku memberi ucapan perpisahan kepadanya. Berat rasanya mengucapkan kata-kata perpisahannya dengannya. Ya Allah kenapa harus begini? kenapa harus mengenal dia dan memunculkan rasa cinta antara kami? kenapa Ya Allah kenapa?

Quote:


aku berusaha mengucapkan pertanyaanku dengan nada lirih. tapi apa daya meski lirih tapi sesunggukan dalam suaraku membuat semua orang memerhatikan kami. pada momen itu aku udah gak peduli sama temanku yang lain. Aku harus tahu alasan dia melakukan ini yang sebenarnya bukan alasan dusta yang selama ini aku rasakan.

Sebagai jawaban dia hanya tersenyum melihatku dan mengucapkan beberapa patah kata.
Quote:


aku melihat dia berjalan menuju ruangannya untuk merapikan ruang kerjanya. Rasanya kerja hari itu kulalui dengan mood yang jelek. Hampir setiap saat aku melihat ruangannya yang lebih banyak kosongnya hari itu. Mungkin dia pamit ke seksi yang lain. Pikirku saat itu.

jam pulang kerja sudah berbunyi. untuk pertama kalinya aku begitu berat melangkahkan kaki keluar tempat kerja. aku sengaja menunggu dia keluar supaya aku bisa melihat dia keluar dari ruangannya untuk kali terakhir. Beberapa saat dia keluar dan menyalami karyawan yang masih ada di sana termasuk aku. Dia hanya tersenyum saat bersalaman denganku. Ingin aku memeluknya untuk sekali lagi tapi aku harus bisa menahan emosiku. Jangan sampai aku menumpahkan semua emosiku di sini. Dan akhirnya aku melihat dia bergerak menuju jalanan utama. Perjalanan awal dia untuk menyelesaikan kisah kita.emoticon-Frown

This is My Story...
image-url-apps
Halo teman teman. sebenarnya aku ingin share cerita ini udah dari lama sekitar setahunan yang lalu. Tapi aku masih ragu untuk buat ceritaku di sini. Banyak pertinbangan sampai akhirnya aku membuat thread ini. Jadi mohon ya masukan atau apa pun lah itu kalo misalnya ada hal yang kurang dari penulisanku.

Namaku anggap saja Abdi. kalau ada teman yang nyangka cowok anda salah besar. Abdi adalah penggalan dari rangkaian huruf yang menjadi identitasku. Jadi jangan salah paham ya. Tenang aslinya aku gak dipanggil Abdi kok.emoticon-Smilie

Apa tulisanku ini nyata? yah silakan saja sesuai khayalan teman teman di sini. Yang penting sih cukup teman teman patuhi rules SFTH saja ya. itu aja udah cukup kok.emoticon-Smilie

Oke selamat malam semua..
Post ini untuk index ya..emoticon-Smilie
image-url-apps
mantapa emoticon-Cendol (S)
KASKUS Ads

Part 2

image-url-apps
2010 sekitar Awal April

kring.. kring.. kring..
terdengar bunyi alarmku memenuhi ruangan kamarku yang tidak terlalu besar. Aku segera bangun dan memulai persiapan untuk menghadapi awal pekan ini.

awal pekan ini tentunya akan menjadi salah satu yang terberat dalam perjalanan karirku. bagaimana tidak, banyak program kerja kemasyarakatan yang sudah menanti untuk dikerjakan, banyaknya proposal yang masuk terkait permintaan bantuan dana CSR perusahaan kami, ditambah saat itu menjadi akhir dari tahun fiskal perusahaan kami jadilah kita harus menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran di tahun ini plus menyiapkan proposal pengajuan anggaran untuk tahun fiskal ke depan.

akhir tahun fiskal juga menandakan akan adanya kenaikan level jabatan dan promosi jabatan. ini nih yang sangat merepotkan di mana sudah banyak desas desus kalau manajer kami saat itu akan promosi ke level jabatan lebih tinggi. Aku pribadi sih cukup senang dengan kanar tersebut, masalahnya belum ada di seksi tempatku karyawan dengan jabatan yang sudah cukup untuk mengisi posisi itu. So, bisa jadi perusahaan akan menempatkan manajer dari seksi lain untuk mengisinya. Itu artinya bakal ada proses "mengajari" manajer baru tersebut.

Tiin.. tiin.. tiin.. suara klakson motor adikku yang masih sekolah terdengar dari bawah. Desi namanya, masih SMA saat itu. Dia siswi sekolah SMA negeri yang kebetulan lokasinya searah kantorku. Jadilah dia ojek pribadiku setiap berangkat kerja. emoticon-Smilie

Quote:


aku langsung bergegas mandi dan ganti pakaian kerjaku dengan kecepatan dahsyat. aku memutuskan untuk membawa kosmetikku ke tempat kerja, takut kalau dandan sekarang yang ada aku bakal ditinggal sama adikku.

Quote:


Alhamdulillah entah kenapa jalan saat itu lancar banget gak ada macetnya. Jadilah aku sampai di kantor tepat pada waktunya. Aku langsung meletakkan tas di meja kerjaku dan mengambil kosmetik yang kubawa tadi untuk dandan bentar. Aku menuju toilet cewek untuk berdandan karena kalau tempat terbuka aku rada malu.emoticon-Embarrassment

Toilet lagi sepi dan aku memulai sesi dandan. Gak bener juga sih dibilang dandan cuma bawa bedak, lipstik, sama lotion buat kaki dan tangan biar gak kering kena AC.emoticon-Hammer

Saat dandan hampir selesai, pintu toilet terbuka dan Vina sahabatku masuk ke toilet, sepertinya mau dandan juga.
Quote:


Aku keluar dari toilet dan menjumpai sosok lelaki yang asing di tempatku. Dia tinggi, mungkin hampir 190 cm sehingga dia mencolok banget di antara karyawan lain. Tubuhnya proporsional, dengan wajah yang menurutku bukan orang indo asli. Dan yang paling menarik, pupil matanya tidak hitam entah warna apaemoticon-Belo. Dia tersenyum kepadaku dan aku balas senyumnya seperlunya karena aku masih ingat punya laki-laki yang sudah ada di hatiku meski dia sering phpin aku.

Jam kerja dimulai dan aku beserta karyawan satu seksiku sudah berada di ruang meeting untuk rapat weekly report seminggu lalu. Tidak lama Pak Satria dan orang asing itu masuk ke ruang meeting. Rupanya orang asing itu udah jadi perhatian di kantor. Aku melihat beberapa karyawati saling bisik-bisik dan cekikikan. Emang ya gak bisa liat cowok bening mereka.emoticon-Nohope

Quote:


Dan banyak lagi pertanyaan yang memang menurutku gak perlu untuk ditanyakan karena gak ada kaitan sama kerjaan. Akhirnya aku mencoba bertanya ke dia karena penasaran berapa usianya, tapi dialibikan biar rada ada kaitan ama kerjaan.emoticon-Cool

Quote:


Aku masih gak percaya sama jawabannya. Pasti dia cuma bercanda tadi. Masa iya dia masih usia sekitar 28 tahun udah jadi manajer? Aku mengikuti meeting dengan kurang fokus. Mataku sering tertuju pada Pak Bayu. Sering kali aku curi curi liat dia, dan beberapa kali ketahuan. Dia cuma tersenyum dan mengangguk begitu kita saling bertatap mata. Akh malu banget rasanya.emoticon-Embarrassment Dan akhirnya aku sadar mata dia berwarna abu-abu. Lovely eyes.emoticon-Belo

Oke boy, you got my attention..emoticon-Nohope

NB : indexnya ntar ya.. belom sempet..emoticon-Embarrassment
image-url-apps
Quote:


makasih gan udah mampir..emoticon-Smilie
yang betah ya..
image-url-apps
wah hebat nih bayu,baru 28 tahun udah jadi menejer emoticon-Big Grin

Part 3

image-url-apps
Setelah meeting weekly report selesai, aku langsung menuju mejaku dan menghidupkan komputer. Memang sih akan ada briefing lagi, tapi karena perangkatnya rada jadul mau gak mau harus dinyalain agak awal sekalian nunggu bootingnya.

Setelah briefing selesai dan komputer sudah hidup, aku melihat data riwayat Pak Bayu di intranet perusahaan. Aku langsung cari nama dia di database dan akhirnya dapet juga riwayat kerja dia di perusahaan ini.

Pantes saja, dia lulusan sarjana dan begitu lulus langsung gabung ama perusahaan ini. Kalo di kerjaanku sih, kalau untuk lulusan sarjana posisi awal masuk emang udah tinggi, kalo hebat 3 tahun udah jadi deputy manajer. Selain itu mereka akan ditraining gila-gilaan pada dua tahun pertamanya di USA, tempat induk perusahaan dan ada penilaian ketat di sana. Diharapkan nanti bisa menguasai "filosofi" dari pekerjaannya.

Aku melihat di riwayat kerjanya dan wajar saja dia cepet naik jabatan karena bisa mengefisiensi beberapa pengeluaran di bidang pengembangan secara signifikan selama bekerja di sini. Mungkin karena keenakan nyari profile dia, aku gak sadar kalau ada yang memerhatikanku di belakang.

Quote:


Benar juga sih apa yang dikatakan sama Vina, ngapain coba ya aku repot liatin profile dia? gak ada untungnya juga pun kalau tahu profile dia. Ah, kok aku jadi kepo banget sih ama dia? Lantas aku menutup window intranet perusahaan dan mulai menelaah beberapa proposal yang masuk dari beberapa kecamatan sekitar pabrik untuk membantu kegiatan mereka.

Tidak lama kemudian, Pak Bayu datang ke arahku dengan membawa sebuah berkas yang dia jepit pada sebidang papan kayu.
Quote:


Nama tengah ku memang Abdiyah sih. beberapa orang yang memanggil diyah tapi kebanyakan manggil nama depanku.

Back to topic, untung tadi udah sempat tutup window intranet perusahaan, kalo gak sempet tadi bisa repot nanti kalo dia tahu aku buka profile dia. Aku pun segera mengerjakan apa yang diinstruksikan oleh dia biar nanti gak numpuk - numpuk kerjaannya.

Hari itu, aku bekerja sedikit ekstra karena tarif dari klinik sedikit naik sehingga merubah jumlah peserta khitan massal yang kita kita rencanakan. Emang aku sempet kecolongan lupa buat klausul dikontrak kalau memakai harga saat deal awal. Mampus mampus lah ini dimarahin manajer. Aku pun harus mengonfirmasi pihak terkait lainnya untuk ikut menyesuaikan perubahan jumlah peserta. Sempet waswas juga sih karena takutnya pihak publikasi sudah menyebarkan pengumuman acara, bakal dicincang beneran sama manajer kalo ada perubahan kuota peserta setelah acara dipublish. Tapi Alhamdulillah masih belom diumumin jadi aman.

Jam makan siang berbunyi, langsung saja aku sama karyawan lain menuju ke dapur katering untuk makan. Sebenarnya disediakan makan sih oleh pihak perusahaan, tapi karena aku selektif soal makan jadilah aku membawa bekal sendiri. Bodo lah dibilang kekanak-kanakan dari pada gak makan.

Aku memilih kursi ujung seperti biasa ditemani beberapa temanku seperti Vina, Tiara, dan Gita. Kami mengobrol asyik soal dunia ini sampai ada sosok yang berdiri di sebelahku. Kami melihat ke arah dia dan melihat Pak Bayu berdiri sambil membawa bekalnya.

Quote:


Kami pun meneruskan bercanda kita sambil menikmati santapan siang masing-masing. Tak terasa sudah jam 12.30 siang, artinya aku harus segera menunaikan dzuhur kalau tidak ingin membuang waktu banyak buat kerja.

Quote:


Kami menuju ke Musholla yang gak begitu jauh dari gedung tempat seksi kami. Namun ada sesuatu yang entah kenapa menggangguku dan aku pun tidak tahu apa yang menggangguku saat itu.
image-url-apps
Quote:


iya gan.. kalo di tempatku sarjana emang sudah lunayan tinggi di posisi awal masuk.emoticon-Smilie
makasih udah mampir..emoticon-Smilie

Part 4

image-url-apps
Ringtone ponselku berbunyi saat aku berada di atas angkot pulang dari tempat kerja. Aku melihat display pinselku dan tertulis nama kontak "Sayang" di caller ID nya. Aku sebenarnya malas mengangkat telpon itu karena beberapa waktu yang lalu kita sedang bertengkar soal dia yang gak bisa dihubungin selama 10 harian. Tapi daripada berdering terus di angkot dan mengganggu penumpang lain aku angkat saja.

Quote:


Yap. Rizal. dia temanku sejak kecil. Aku dan dia memang seumuran, saking deketnya aku dan dia kita sering diledekin pacaran sejak kecil. Mungkin risih ya kalo diledekin pacaran sama temen saat kecil. Kita selalu satu almamater mulai TK sampai kuliah. Meski di kuliah kita beda fakultas.

Saat awal kuliah, dia nembak temenku bernama Dea. Dea salah satu aset panas di kampusku. Dia merupakan primadona dari jurusanku, apalagi saat ORDIK kampus dia mewakili jurusanku untuk prosesi penyambutan MABA oleh pihak kampus jadilah dia makin terkenal seantero kampus.

Dea sendiri kulit putih, rambut panjang sepunggung, lumayan tinggi buat cewek sekitar 169 cm, bodynya klo kata kebanyakan cowok bahenol. Yah seperti itulah. Kalo Rizal sendiri meski gak sebesar Bayu, dia cukup bongsor dibandingkan cowok pribumi. Tinggi sekitar 176 cm, kulit cokelat tapi putih dikit, badan lumayan isi, rambut cepak. Dia juga punya modal lumayan bagus buat narik cewek secara dia juga hobi basket. Tau kan kalo cewek sebagian nganggap cowok bisa main basket menjadi lebih keren? *itu aku sih..emoticon-Embarrassment

Mereka jadian hampir selama kuliah. Iyap hampir karena saat semester akhir dia putus dengan Dea. Alasannya sendiri aku kurang paham dan aku juga gak mau terlalu interogasi masalah mereka.

Suatu waktu, aku sama Rizal ketemu di kantin jurusannya karena kebetulan aku lagi ngumpulin tugas matkul umum yang kebetulan dosennya ngajar di jurusan Rizal.

Quote:


Semenjak itu, hubunganku dengan Rizal perlahan kembali seperti sebelumnya. Memang sih aku sengaja menghindar dari dia semenjak jadian ama Dea. Menghormati mereka sebagai pasangan. Entah siapa yang mulai memulai, tapi perlahan tapi pasti hubungan kita berdua sudah gak seperti temen seperti dulu lagi. Meski mulai seperti dulu lagi, berangkat kuliah bareng kalo jadwalnya samaan, nongkrong bareng di kafe deket kampus, ato sekedar refreshing bareng pas weekend, tapi sepertinya hubungan kami tidak sama seperti dulu. Ada "sesuatu" yang lain di hubungan kita kali ini.

Suatu hari abis nyari bahan tugas akhirku di perpus kampus, aku menjumpai Rizal duduk di gazebo luar gedung perpus.
Quote:


Waktu itu, ternyata dia ngajakin ke tempat makan biasanya SMA kita nongkrong. Dan dia memilih tempat duduk favorit kita dulu kalo lagi makan bareng. Aih nih anak bikin nostalgia aja sih.

Quote:


Emang aku ahli kayaknya dalam merusak suasana yang berusaha dibangun orang lain.

Quote:


Sebenarnya aku ragu saat itu dengan apa yang diutarakan Rizal. Aku takut kalau nantinya dia cuma menjadikanku pelipur lara dia setelah putus dari Dea. Tapi sebagian perasaanku mau menerima Rizal sekarang. Gak kupungkiri sebenarnya ada rasa posesifku sama Rizal. Yap, bertahun-tahun kita sebagai teman ada rasa yang gak ikhlas dia menjauh dari kehidupanku. Termasuk saat awal dia jadian ama Dea, aku bener- bener seperti gak rela melihat mereka jalan bareng. Tapi ku pikir apalah aku ini, cuma teman yang hanya bisa support dia.

Setelah beberapa saat kupikir akhirnya aku mau menerima dia sebagai pacarku. Entah apa rasa ini, aku seakan membayangkan masa-masa kita saat temanan dulu. Mungkin aku emang terjebak nostalgia masa lalu, tapi saat itu aku beneran ingin menjalani nostalgia itu.

Quote:


Akhirnya kami berpelukan saat itu. Hubungan kami sangat manis saat semester akhir. Hingga akhirnya kita harus sedikit menerima cobaan yang bernama LDR, karena dia bekerja di tempat yang cukup jauh dariku.emoticon-Frown
×