alexa-tracking

[DISKUSI] Broadcasting WA/BBM Itu Masih Berguna Atau Tidak?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55a34de95c77984a508b456c/diskusi-broadcasting-wa-bbm-itu-masih-berguna-atau-tidak
Poll: Mana yang lebih efektif untuk promosi bisnis online?

This poll is closed - 5 Voters

View Poll
Broadcasting BBM/Whatsapp 0% (0 votes)
Update status & dp (avatar) BBM/Whatsapp 100.00% (5 votes)
[DISKUSI] Broadcasting WA/BBM Itu Masih Berguna Atau Tidak?
Berawal dari tadi aku broadcasting bbm & wa, dan berakhir di delete contact oleh pelanggan-ku sendiri.

Padahal aku broadcasting promosi bbm/wa itu hanya 2 minggu sekali. Dan broadcastingnya tidak panjang, cuma 4 paragraf, cukup singkat dan padat berisi. Broadcasting dilakukan di jam kerja sekitar jam 11 - 16:00, tidak pernah di jam pagi (9:00 misalnya) atau jam malam (20:00 misalnya) supaya tidak mengganggu pelanggan.

Tetapi aku berakhir di-delete contact salah seorang pelangganku.

(1) Pertanyaannya, apakah broadcasting bbm/wa menawarkan produk / promo spesial (seperti diskon, promo beli 2 gratis 1, dsb), itu masih berguna di bisnis online?

(2) Mana yang lebih efektif, broadcasting bbm/wa, atau ganti/update status?

Let's discuss..

emoticon-Toast
menurut aku mengganggu mod walau cuma sesekali biasanya aku buka lapak seseorang kalau memang sedang butuh aja kalau ngga alias cuma mereka yang aktif post promo gitu aku hapus kontaknya aja nanti kalau mau order aku add lagi. repot? ngga tuh hehe
saya sendiri merasa terganggu kalo ada BM
jadi saya lebih baik mengganti dp aja
KASKUS Ads
Sesekali sih oke, misal sminggu / 2 minggu skali nawarin produk..
karena saya juga temen yg jualan cuman statusan aja sama ganti DP, ada jg yg nawarin BC terus2an jadi malah males liatnya, apalagi sekarang kadang biasanya dagang ayat atau cerita2 agama trs dibawahnya pake iklan emoticon-Hammer
image-url-apps
Berguna mod asal ente itu posisinya supplier dgn banyak reseller emoticon-Big Grin

Tentu saja reseller nya harus di bikin folder kategori khusus reseller kemudian BM Ke kategori reseller itu jadi ngga ke seluruh contact BBM

Kalo ane sebaliknya,Contact bbm yg ngga pernah sekalipun nanya 2 barang n ga beli ane yg hapusin itu contact
Quote:


Quote:


Quote:


3 komen diatas sepertinya mewakili pendapat buyer...

Aku agak kaget tadi melihat aku didelcon sama buyer sendiri, padahal kl aku bm ke buyer kan targeted. Beda sama bm sembarang orang, pasti tidak targeted, ga heran kl yg sasaran ga targeted lantas dc kita...

Tapi faktanya buyer yg targeted saja dc aku...

Quote:


Berarti kalau reseller suka sama bm, berbanding terbalik sama buyer yang pada ga suka bm ya...

------------------------------------------------------------------------------

Btw lucu juga lho... Aku misalnya suka baju anak muda, krn aku pengen sellau kelihatan muda dan necis.. kalau ada yg bm nawarin diskon khusus per 2 minggu sekali, secara psikologis aku bakal senang, krn berarti aku bisa dapat produk yg aku suka dg harga murah.. it saves my money... so ngapain aku delcon mereka, kl bm mereka memberi benefit ke aku...

Tapi rupanya fakta nyata ga seperti logika tsb...
Quote:


sebagian orang kadang ketika ada BC udah males baca duluan jadi ga tau isinya apaan
langsung di end chat atau parahnya ya itu del cont emoticon-Hammer (S)

Quote:


Sekarang rasanya mending update status / avah saja.

Atau update di featured page web.

image-url-apps
kalo saya sih momod nambah satu lagi pin khusus broadcast

jd bc ya di pin itu aja, mau didelkon ya itu kan maunya dia (dia yg ngeadd pin itu gitu loh)

kebanyakan saya pake cara itu jarang didelkon sih kalo reseller, ntahlah buyer biasa contactnya udah 200an jg saya gatau didelkon apa ga
Quote:


klo ane malah di delkon sama seller gan,
mungkin karena belinya cuma sekali atau jarang ikut lelang batu emoticon-Hammer
Btw bahas ini yuk...

Om ical ama jawara.penaga bikin lelangan di fanpage facebook mereka.

Tiap ada lelang mereka bm ke 9000/7000++ kontak di android mereka. Katanya itu salah satu kunci suksesnya. Dan BM gini bisa rutin, misalnya 1 minggu sekali, atau lebih cepat dr itu (tergantung frekuensi lelang).

Mengapa buyer ga merasa ill feel dalam kasus itu? sedangkan kadang bm hanya 2 minggu sekali dg info relevan pun, buyer ill feel & delcon..

Quote:


Aku takutnya sih bukan cuma di-delcon, krn kl cuma delcon, kl buyer butuh kita lagi, nanti juga akan add lagi & repeat order..

aku takutnya buyer merasa ill feel yg mempengaruhi psikologisnya kepada kita (malas repeat order misalnya)

Quote:


sepanjang aku beli online, belum pernah ngalami ini...

karena pertimbangan seller: mungkin saja besok doi kontak lagi & repeat order

kalau didelcon duluan, bisa jadi si buyer ill feel dan batal repeat order...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Btw pandangan aku kalau mau aman sih:

- Mending update status / avah saja.
- Atau taruh info update di featured page web.
- Atau taruh info update di marketplace

Rasanya prosedur standard in aman & dijamin ga akan membuat buyer ill feel apapun juga...
Quote:


Ijin nimbrung yah mod kalo boleh, mau tes ngasi pendapat jg sebagai nubie emoticon-Smilie

Kalo menurut ane sih untuk kondisinya Om Ical sama Jawar.Penaga, mereka sudah punya base fan tersendiri utk masing2 produk yg mereka jual. Dalam artian, mungkin hampir semua kontak yang mereka pegang memang orang2 yang memiliki antusias tinggi trhadap barang yang mereka berdua jual.
Jadi kalo ada semacam broadcast ke nomer2 kontak tsb, orang2 yang mendapatkan broadcast tsb justru senang dengan adanya broadcast tsb.

Kenapa?

Dari pandangan ane, utk barang2 yang tipenya segmented dan punya "penggemar" yang fanatik, mungkin mereka malah menunggu2 adanya broadcast semacam itu, terutama yang berhubungan dengan promo ataupun lelang. Apalagi kalo broadcast nya berisi info mengenai ketersediaan barang langka, yang memang saat ini menjadi item yang "mesti" dimiliki. Selain karena mereka sudah lama nanti2kan, dan jika dijual kembali tentu punya potensi harga jual yang tinggi.

Misalnya ane memposisikan sebagai buyer2 tsb, ane pun punya pemikiran yang sama seperti mereka. dan misalnya juga ane adalah seller dari mainan kit seperti gundam dll dan juga penghobi model kit tsb, ane bakalan seneng kalo dapet broadcast semacam itu. Bahkan mungkin ane bakal sering2 kontak juga ke Om Ical buat tanya2 informasi mengenai promo ataupun lelang dan semacamnya. Bukan cuma mengandalkan broadcast dari Om Ical yang notabene hanya dilakukan (misal) 2 minggu sekali. Sementara minat dari pasar pun sedang tinggi dan para buyer bersedia membeli barang dengan harga yang tinggi pula.

Tetapi lain kasusnya kalo ternyata broadcast yang mereka dapat bukan broadcast yang mereka nanti2kan. Bukan ngga mungkin mereka bakal melakukan Dc seperti yang om momod katakan.

Misalnya, orang2 yang ada di kontak si om juga punya kontak (seller) lain yang menjual produk yang sama seperti om. Dan yang melakukan broadcast pun ke mereka bisa jadi seller2 tsb, selain om momod. Jadi kalau di mata mereka ada beberapa broadcast yang infonya hampir sama kontennya dengan broadcast si om, tapi dengan gimmick2 promosi yang lebih menggiurkan lagi, bukan ngga mungkin mereka melakukan DC tsb. Tapi yaa yang kena DC bukan om momod doang pastinya, apalagi kalo mereka punya beberpa bahkan banyak kontak yang notabene adalah seller yang produk atau barang jualan yang sama seperti om momod.

IMHO.

Itu sekedar pendapat ane lho yah, coz ane kurang begitu paham kondisi di lapangan seperti apa dan bagaimana (?)

Mohon maaf kalo ada pendapat ane yang kurang berkenan emoticon-Smilie
Quote:


Gampangnya, karena sesama hobby ya.. Misalnya aku suka beladiri, terus aku gabung komunitas beladiri, dan bm produk beladiri, maka bm malah ditunggu2 krn memang benar2 hobby...

Begitu juga kl aku juga baju, dan gabung ke komunitas yg sama2 suka baju, maniak baju, maka bm akan ditunggu2...

Begitu juga kl aku gabung ke komunitas pecinta kucing, dan bm produk2 kucing, akan disukai krn memang hobby / maniak kucing...

Tetapi kalau kelas buyer biasa bm malah kurang suka, karena levelnya belum sampai fanatik... Hanya yg levelnya "mania" yg akan menunggu2 bm...
Quote:


Wah iya, ini mod maksud ane. Hehehe.. emoticon-Smilie

Tapi mungkin salah satunya juga masalah timing mod.
Mungkin pas om momod broadcast tsb, orang yang melakukan DC memang lagi bad mood atau semacamnya. Jadinya yaa seperti itu. Lain halnya kalo pas mood org tsb lagi bagus, bisa aja yang tadinya ngga minat buat belanja dll malah tertarik sama promonya si om di broadcast tsb dan alhasil membeli salah 1 atau beberapa barang karena khilaf emoticon-Malu

Tapi itu pandangan ane aja sih, soalnya kadang ane klo lagi window shopping gitu jadi pengen beli ini itu, apalagi kalo kebetulan mood lagi bagus dan dompet lagi tebel. Hahaha.. emoticon-Big Grin

Kayaknya komunitas emang berperan sekali yah..

Bahkan salah satu jargon komunitas di market place yg lg booming saat ini bilang:

"Coming together is a beginning. Staying together is a process. And working together is a success".
image-url-apps
Numpang nyimak.
image-url-apps
Deduksinya ga bs cuma dr 1 sampel data om. Kita ga pernah tau apa motivasinya delcon. Disengaja atau tidak disengaja,error atau malah yg bukan pemilik hp yg pelaku delcon. Variabelnya beda2, jadi nanti yg kluar opini2 kaskuser yg blom tentu sama dgn situasi / behaviour konsumen si om. Jadinya ke arah menggeneralisasi konsumen. Omong apa gw ya emoticon-Hammer .

Klo dia konsumen yg krusial alias bikin omzet gede, ya harus di treat dan dipdktin lg. Klo cuma konsumen biasa, ya life s go on. Ga ada strategi marketing 100% sempurna diterima orang2.

Gw kmrin ngamuk2 ke marketing bank A krn sampe telp2 rmh , krn hp gw sengaja diemin. Yg terima bokap,nanya2 ttg gw dan kenapa hp gw ga bs dihub. Bokap jadi sedikit tegang krn takut gw knapa2. Ya gw ngamuk lah, nawarin produk kok sampe segitunya sampe buat bokap gw khawatir. gw telp balik ga ada nada sambung. Gw ngancam ke customer carenya bakal gw masukin ke surat pemabca. Eh, bsk paginya tuh marketing nelp lg. Ya abislah ,gw ceramhin smabil teriak2.Padahal 3 bln lalu gw uda minta nama gw dihapus jgn ditelp2 lg dengan suara yg sangat ramah. Gw googling nomornya, byk komplain bertebaran dgn nomor tsb. Tp apakah pihak bank akan tdak mengulangi strategi tersebut? Sepanjang membuat dia untung secara legal ya pasti dilakukan walau sangat annoying. Aku ini mah apa atuhh.. life s go.on

Btw cobain instagram gan. Itu medsos di indonesia yg sangat drastis pertumbuhan putaran duitnya. Cobain pay promote. Atau endorse instagtam seleb.
Kenapa gak bikin grup aja gan?
Spoiler for Lapak: