alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55a2ec171a9975881c8b456a/masalah-dalam-proses-lamaran-tolong-dibantu-gan
Masalah dalam proses lamaran. Tolong dibantu gan..
Saya mualaf sudah 8 tahun. Kekasih saya sebut saja namanya SR. Rencananya saya akan melamar SR habis lebaran tahun ini gan.

Sebelum lamaran, saya dan SR sudah membaca situasi dan kondisi yg ada. Keluarga SR rata-rata setuju (Ibu, adik, bibik). Yg belum ada tanda setuju ataupun menolak alias abstain adalah ayah SR. Tapi ayah SR pernah bilang sm si SR untuk cari pendamping yg lahir dr keluarga muslim saja. Klo mualaf takutnya nanti susah berinteraksi dg keluarga besan.

Misalnya, klo bertandang ke rumah besan susah buat nolak jamuan makanan atau minuman (karena ortu saya non muslim, sementara seorang muslim tdk bs sembarang makan dan minum ditempat org non muslim). Maksudnya disini bukan jamuan makanannya yg dikhawatirkan haram, tetapi tempat/wadah makanan/minumannya yg dikhawatirkan satu tempat atau bekas dari makanan yg haram. Klo makanannya pasti udah di warning jadi gk mungkin dikeluarkan sebagai jamuan.

Apalah daya saya gan. saya gk bisa request sewaktu akan dilahirkan dulu agar lahir dikeluarga muslim. Hiks.

Apa ya kira kira jawaban saya nanti saat mengutarakan maksud melamar SR nanti ayahnya mengajukan keberatan soal status ortu saya yg non muslim? Mohon bantuanya agar memakai jawaban yg islami.

Noted: Sebenarnya gak masalah klo gw nyebut kafir, karena kafir adalah orang yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad sebagai utusan-Nya. Tidak ada maksud SARA atau apalah. Jadi saya ganti saja dg sebutan non muslim. Biar gak banyak yg Kontra daripada yg memberi nasihat/pendapat. Disini Ane butuh nasihat/Pendapat yang relevan, yaitu sesuai dg nilai-nilai Islam. FYI, saya tidak satu rumah dg ortu. Alhamdulillah mereka menerima keadaan tersebut.
Tidak perlu tulis kafir juga keleus, sebut saja Christian/Nasrani. emoticon-Nohope

Ya itu tantangan kamu untuk meyakinkan hati ayahnya. Ngomong-ngomong Oma dan Opa saya juga berbeda keyakinan dengan saya, suka konsumsi pork juga. Tapi di rumahnya ada dua jenis peralatan masak, halal/nonhalal. Keluarga besar kami memang multikultural, ada Muslim, Protestan, dan Katolik. Mungkin hal ini bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Begitu pun masalah peliharaan, Oma dan Opa punya banyak anjing yang bebas keluar masuk ke mana pun mereka suka. Tapi ada satu ruangan khusus ibadah yang steril dari mereka. Dan ini juga bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Perbedaan itu indah, SUMPAH! emoticon-I Love Indonesia (S)
Bilangin gan..kafir juga manusia..klo misalnya takut makan n minum dirumah besan...dipersilakan bawa minum dan makan sendiri..hehe
yaa, klo ad yg ragu, berarti ada usaha untuk meyakinkan.
klo misalnya soal makanan,
tinggal lu janji aj sma keluarga dia,
seperti contoh di post 1 bisa tuh.
lu berjanji tinggal memastikan, jika keluarga dia main ke keluarga lu. lu jadi peyakin, klo ga ada makanan yg haram.

ataupun hal2 lain, yg mungkin jadi peragu bagi mereka,
tinggal lu yakinin usaha apa yg bakal lu lakuin sebelum hal yg mereka ragukan itu terjadi.
Spoiler for ...:


kalau perlu, lu cerita juga gimana perlakuan keluarga lu terhadap lu.
lu kan dah 8tahun jadi mualaf, gw yakin lu dah ngerti gimana perlakuan keluarga lu terhadap lu.
jika selama ini perlakuan mereka positif, mungkin itu bisa jadi peyakin yg lain.

ketakutan yang berlebihan ente,hajar aja lah tanggung dikit lagi
Quote:Original Posted By tlinstar
Bilangin gan..kafir juga manusia..klo misalnya takut makan n minum dirumah besan...dipersilakan bawa minum dan makan sendiri..hehe


Kalau ga bisa kasih saran ga usah tolol jg.....

Intinya komunikasi aj gan, agan jelasin ke ortu agan mengenai hal2 yg di larang muslim. Ato bila perlu setiap ada acara yg mengundang besan agan yg urus makan dan minum nya. Toh tidak setiap hr pula kan besan saling bertamu ????

Juga yakinkan camer agan kl mereka ga perlu khawatir. Karena agan sdh atur semua.....
Quote:Original Posted By belahlontong
Saya mualaf sudah 8 tahun. Kekasih saya sebut saja namanya SR. Rencananya saya akan melamar SR habis lebaran tahun ini gan.

Sebelum lamaran, saya dan SR sudah membaca situasi dan kondisi yg ada. Keluarga SR rata-rata setuju (Ibu, adik, bibik). Yg belum ada tanda setuju ataupun menolak alias abstain adalah ayah SR. Tapi ayah SR pernah bilang sm si SR untuk cari pendamping yg lahir dr keluarga muslim saja. Klo mualaf takutnya nanti susah berinteraksi dg keluarga besan. Misalnya, klo bertandang ke rumah besan susah buat nolak jamuan makanan atau minuman (karena ortu saya kafir / non muslim, sementara seorang muslim tdk bs sembarang makan dan minum ditempat org kafir / nin muslim).

Apalah daya saya gan. saya gk bisa request sewaktu akan dilahirkan dulu agar lahir dikeluarga muslim. Hiks.

Apa ya kira kira jawaban saya nanti saat mengutarakan maksud melamar SR nanti ayahnya mengajukan keberatan soal status ortu saya yg kafir? Mohon bantuanya agar memakai jawaban yg islami.


Sebelumnya ijinkan saya mengucapkan Alhamdulillah, anda adalah satu orang yang dirahmati dan diberi hidayah oleh Allah SWT. Terus perdalam agama islam ya emoticon-Smilie

Back to Topic, mertua anda malah ragu karena anda seorang mualaf?? What the Hell!! Dan alasannya cukup konyol,, karena tidak bisa sembarang makan dan minum ditempat besan yang non-muslim??? Muslim emang dilarang untuk makan makanan yang haram, tapi tidak ada satu hadist atau ayat pun di Alquran -CATAT- melarang orang muslim bersilahturahmi ke non muslim, selama tidak melanggar akidah (contoh mengucapkan selamat natal dsb) justru dianjurkan!!! Mungkinkah sesama besan tidak menghormati besan lain dengan menyodorkan makanan haram?? Tidak mungkin kan!! Selama besan anda saling menghormati, hal ini bisa dibicarakan..

Apa yang harus anda jawab ketika mertua mempertanyakan status ortu?? JAWAB DENGAN TEGAS, "Tidak ada satupun ayat dan hadist yang melarang seseorang untuk menikah hanya karena mertua atau ortunya adalah seorang non muslim, ortu saya mungkin adalah non-muslim, dan saya adalah seorang mualaf, tapi InsyaAllah saya akan membawa kebahagiaan bagi anak anda apabila jadi istri saya kelak baik di dunia dan di akhirat." THATS IT!! Cukup itu saja yang perlu anda beritahukan kepada mertua anda!! Dan apabila mereka tetap tidak ingin menikahkan anaknya, terima dengan lapang dada!! Itu memang hak mereka, dan mungkin memang belum jodoh anda, yang penting anda telah berusaha sebaik mungkin.

TAPI satu hal yang harus mertua anda tahu, mungkin itu adalah salah satu keputusan TERBODOH yang pernah mereka buat!! Menolak calon menantu hanya karena dia seorang muallaf dan ortunya non muslim?? KIDDING ME??? JUSTRU seorang mualaf itu jaauh LEBIH MULIA daripada jutaan muslim lainnya yang lahir hanya karena ortunya muslim dan ujung-2nya hanya islam KTP!! Mualaf itu memilih agama islam karena pilihan dirinya sendiri!!! Justru orang-2 seperti ini yang agamanya sangat kuat sehingga menggema ke seluruh dunia!! Agan tahu Ustad Yusuf Estes dari Amerika? Ustad Hussain Yee dari Malaysia??? Ustad Abdur Raheem Green dari Inggris?? Mereka adalah mualaf yang masuk islam justru di usia tua, tapi sekarang mereka adalah pendakwah yang terkenal di seluruh antero dunia, dan menurut saya mereka adalah salah satu muslim yang punya akidah terkuat di seantero bumi ini!!

My point is, agan jgn malah minder karena lahir dari ortu non-muslim, tapi agan harus bangga karena agan adalah salah satu dari sedikit mualaf di muka bumi yang diberikan hidayah oleh Allah SWT, dan itu bukan main2, itu adalah anugerah!! Oleh karena itu, agan harus melangkah dengan percaya diri dalam pernikahan ini, jangan justru hal ini jadi halangan buat agan, dan yakinlah apapun yang terjadi itu adalah suratan takdir dari yang diatas, yang penting kita sudah beusaha yang terbaik..

Mungkin itu saja yang bisa sampaikan ke agan, mohon maaf apabila ada kata-2 yang salah untuk agan dan semuanya, sekali lagi saya salut dengan agan, semoga tetap selalu amanah kedepannya, dan mungkin terlalu dini, tapi sebentar lagi lebaran, jadi saya mohon maaf lahir bathin, selamat mudik & lebaran bagi agan dan yang merayakan.. emoticon-Salaman
Quote:Original Posted By tanpa.syarat


Kalau ga bisa kasih saran ga usah tolol jg.....

Intinya komunikasi aj gan, agan jelasin ke ortu agan mengenai hal2 yg di larang muslim. Ato bila perlu setiap ada acara yg mengundang besan agan yg urus makan dan minum nya. Toh tidak setiap hr pula kan besan saling bertamu ????

Juga yakinkan camer agan kl mereka ga perlu khawatir. Karena agan sdh atur semua.....


Ada yg ngerasa pintar kasih saran tuch..jijay naik bajaj..orang bercanda dianggap serius..benar2 sendiri juga TOLOL...malas banget ketemu org kayak gini
Saraa gan
Quote:Original Posted By tersenyumlah.
Tidak perlu tulis kafir juga keleus, sebut saja Christian/Nasrani. emoticon-Nohope

Ya itu tantangan kamu untuk meyakinkan hati ayahnya. Ngomong-ngomong Oma dan Opa saya juga berbeda keyakinan dengan saya, suka konsumsi pork juga. Tapi di rumahnya ada dua jenis peralatan masak, halal/nonhalal. Keluarga besar kami memang multikultural, ada Muslim, Protestan, dan Katolik. Mungkin hal ini bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Begitu pun masalah peliharaan, Oma dan Opa punya banyak anjing yang bebas keluar masuk ke mana pun mereka suka. Tapi ada satu ruangan khusus ibadah yang steril dari mereka. Dan ini juga bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Perbedaan itu indah, SUMPAH! emoticon-I Love Indonesia (S)


nah cb agan ts dengerin agan ini yang uda pengalaman idup berdampingan sm orang kafir
Quote:Original Posted By tersenyumlah.
Tidak perlu tulis kafir juga keleus, sebut saja Christian/Nasrani. emoticon-Nohope

Ya itu tantangan kamu untuk meyakinkan hati ayahnya. Ngomong-ngomong Oma dan Opa saya juga berbeda keyakinan dengan saya, suka konsumsi pork juga. Tapi di rumahnya ada dua jenis peralatan masak, halal/nonhalal. Keluarga besar kami memang multikultural, ada Muslim, Protestan, dan Katolik. Mungkin hal ini bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Begitu pun masalah peliharaan, Oma dan Opa punya banyak anjing yang bebas keluar masuk ke mana pun mereka suka. Tapi ada satu ruangan khusus ibadah yang steril dari mereka. Dan ini juga bisa dicontoh untuk orang tua kamu.

Perbedaan itu indah, SUMPAH! emoticon-I Love Indonesia (S)


Tapi kan ada juga yang benar benar kafir, which they don't have any religions. CMIW
Yah aku kafir dong. emoticon-Mewek
Nggk ngerti bhs ny..
--"
rasis tuh gan .. basmi aja kepengadilan ! emoticon-Mad (S)
well, mendingan lu tanya ke udztad aja.emoticon-Smilie
gw kan domba sesat, gak bisa ngasih ideemoticon-Frown

Quote:Original Posted By liciousines
Yah aku kafir dong. emoticon-Mewek


aku bukan kafir, tapi aku domba sesat emoticon-Mewek
ortu lu kafir,
tapi kan loe gak.
yg kimpoi loe apa ortu loe emangnya.
lagian loe kok bisa bela2in pindah agama sih.
suruh dia lah yg masuk agama loe.
payah.

jgn bilang loe cinag masuk eslam,
miris
kafir? emoticon-Bingung (S)

jgn menggunakan istilah kafir gan, setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing emoticon-Traveller
bahaya bahasanya, udh ngundang masa
kalau kata guru matematika gw ya jalani saja
bilang aja yg nikah kan elu, brrti udh kluarga lu, ya mnurut gw si ga ad aturan lg dong dr ortu
Quote:Original Posted By yudhimaelk


Sebelumnya ijinkan saya mengucapkan Alhamdulillah, anda adalah satu orang yang dirahmati dan diberi hidayah oleh Allah SWT. Terus perdalam agama islam ya emoticon-Smilie

Back to Topic, mertua anda malah ragu karena anda seorang mualaf?? What the Hell!! Dan alasannya cukup konyol,, karena tidak bisa sembarang makan dan minum ditempat besan yang non-muslim??? Muslim emang dilarang untuk makan makanan yang haram, tapi tidak ada satu hadist atau ayat pun di Alquran -CATAT- melarang orang muslim bersilahturahmi ke non muslim, selama tidak melanggar akidah (contoh mengucapkan selamat natal dsb) justru dianjurkan!!! Mungkinkah sesama besan tidak menghormati besan lain dengan menyodorkan makanan haram?? Tidak mungkin kan!! Selama besan anda saling menghormati, hal ini bisa dibicarakan..

Apa yang harus anda jawab ketika mertua mempertanyakan status ortu?? JAWAB DENGAN TEGAS, "Tidak ada satupun ayat dan hadist yang melarang seseorang untuk menikah hanya karena mertua atau ortunya adalah seorang non muslim, ortu saya mungkin adalah non-muslim, dan saya adalah seorang mualaf, tapi InsyaAllah saya akan membawa kebahagiaan bagi anak anda apabila jadi istri saya kelak baik di dunia dan di akhirat." THATS IT!! Cukup itu saja yang perlu anda beritahukan kepada mertua anda!! Dan apabila mereka tetap tidak ingin menikahkan anaknya, terima dengan lapang dada!! Itu memang hak mereka, dan mungkin memang belum jodoh anda, yang penting anda telah berusaha sebaik mungkin.

TAPI satu hal yang harus mertua anda tahu, mungkin itu adalah salah satu keputusan TERBODOH yang pernah mereka buat!! Menolak calon menantu hanya karena dia seorang muallaf dan ortunya non muslim?? KIDDING ME??? JUSTRU seorang mualaf itu jaauh LEBIH MULIA daripada jutaan muslim lainnya yang lahir hanya karena ortunya muslim dan ujung-2nya hanya islam KTP!! Mualaf itu memilih agama islam karena pilihan dirinya sendiri!!! Justru orang-2 seperti ini yang agamanya sangat kuat sehingga menggema ke seluruh dunia!! Agan tahu Ustad Yusuf Estes dari Amerika? Ustad Hussain Yee dari Malaysia??? Ustad Abdur Raheem Green dari Inggris?? Mereka adalah mualaf yang masuk islam justru di usia tua, tapi sekarang mereka adalah pendakwah yang terkenal di seluruh antero dunia, dan menurut saya mereka adalah salah satu muslim yang punya akidah terkuat di seantero bumi ini!!

My point is, agan jgn malah minder karena lahir dari ortu non-muslim, tapi agan harus bangga karena agan adalah salah satu dari sedikit mualaf di muka bumi yang diberikan hidayah oleh Allah SWT, dan itu bukan main2, itu adalah anugerah!! Oleh karena itu, agan harus melangkah dengan percaya diri dalam pernikahan ini, jangan justru hal ini jadi halangan buat agan, dan yakinlah apapun yang terjadi itu adalah suratan takdir dari yang diatas, yang penting kita sudah beusaha yang terbaik..

Mungkin itu saja yang bisa sampaikan ke agan, mohon maaf apabila ada kata-2 yang salah untuk agan dan semuanya, sekali lagi saya salut dengan agan, semoga tetap selalu amanah kedepannya, dan mungkin terlalu dini, tapi sebentar lagi lebaran, jadi saya mohon maaf lahir bathin, selamat mudik & lebaran bagi agan dan yang merayakan.. emoticon-Salaman


Sebenarnya saya gk minder gan, tapi sedih. Kenapa? Karena banyak yg beranggapan saya masuk islam karena ada tujuan tertentu, yaitu nikah. Padahal saya sudah memilih Islam sbg jalan hidup saya sejak 8 tahun yg lalu. Ada yg bilang krsnisasi lah, bdhaisasi lah, hnduisasilah, mumettt gan. Sampe saya sering terpekur diam merenungkan, apa ini cobaan menjadi mualaf? Banyak keraguan dimata orang terhadap saya.

Mungkin, Diamnya Ayah si SR dikarenakan dia terlalu sering mendengar selentingan omongan tetangganya yg bicara sembarangan gan. Ada yg bilang, "Ah, paling 1-2 tahun aja tahannya, udah itu balik lagi ke agama lama. Hati-hati nanti si SR bisa-bisa ditarik ke agama lamanya... bla bla bla". Dan ada juga yg pernah bilang "Mualaf ya? org apa dia? Ohhh medan (Ane keturunan org Sumut gan). Hati-hati. Paling cuma tahan beberapa tahun, habis itu balik lagi. Tapi klo dia tadinya org chinesse gak apa2, mereka itu klo dah masuk islam bener-bener kuat agamanya, gk kan balik lagi...bla bla bla". NO SARA ya gan. ini murni omongan tetangganya si SR. Saya cuma bisa ngelus dada dengarnya.

Pernah saya jawab, "darimana tetangga kamu bisa menilai org yg ini bakalan kuat agamanya sementara org yg itu lemah? Tidak ada yg tahu apa yg akan terjadi dikemudian hari. Hari ini kita beriman, besok bisa saja mati dlm keadaan kafir. Atau hari ini kita kafir, besok bisa saja kita mati dalam keadaan beriman. Allah lah yg Maha membolak-balikkan hati manusia. Allah memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendakiNYA, dan menyesatkan org yg dikehendakiNYA pula.". Tapi masih aja ada selentingan omongan miring spt itu.

Kira-kira bagaimana ya meluruskan pandangan mereka agar hilang keraguan mereka terhadap ke-Islam-an saya, dan tentu hilang pula keberatan mereka akan status ortu saya yg non muslim.

Maaf berantakan gann. Posting dr hape.
Quote:Original Posted By belahlontong


Sebenarnya saya gk minder gan, tapi sedih. Kenapa? Karena banyak yg beranggapan saya masuk islam karena ada tujuan tertentu, yaitu nikah. Padahal saya sudah memilih Islam sbg jalan hidup saya sejak 8 tahun yg lalu. Ada yg bilang krsnisasi lah, bdhaisasi lah, hnduisasilah, mumettt gan. Sampe saya sering terpekur diam merenungkan, apa ini cobaan menjadi mualaf? Banyak keraguan dimata orang terhadap saya.

Mungkin, Diamnya Ayah si SR dikarenakan dia terlalu sering mendengar selentingan omongan tetangganya yg bicara sembarangan gan. Ada yg bilang, "Ah, paling 1-2 tahun aja tahannya, udah itu balik lagi ke agama lama. Hati-hati nanti si SR bisa-bisa ditarik ke agama lamanya... bla bla bla". Dan ada juga yg pernah bilang "Mualaf ya? org apa dia? Ohhh medan (Ane keturunan org Sumut gan). Hati-hati. Paling cuma tahan beberapa tahun, habis itu balik lagi. Tapi klo dia tadinya org chinesse gak apa2, mereka itu klo dah masuk islam bener-bener kuat agamanya, gk kan balik lagi...bla bla bla". NO SARA ya gan. ini murni omongan tetangganya si SR. Saya cuma bisa ngelus dada dengarnya.

Pernah saya jawab, "darimana tetangga kamu bisa menilai org yg ini bakalan kuat agamanya sementara org yg itu lemah? Tidak ada yg tahu apa yg akan terjadi dikemudian hari. Hari ini kita beriman, besok bisa saja mati dlm keadaan kafir. Atau hari ini kita kafir, besok bisa saja kita mati dalam keadaan beriman. Allah lah yg Maha membolak-balikkan hati manusia. Allah memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendakiNYA, dan menyesatkan org yg dikehendakiNYA pula.". Tapi masih aja ada selentingan omongan miring spt itu.

Kira-kira bagaimana ya meluruskan pandangan mereka agar hilang keraguan mereka terhadap ke-Islam-an saya, dan tentu hilang pula keberatan mereka akan status ortu saya yg non muslim.

Maaf berantakan gann. Posting dr hape.


Alhamdulillah, agan sudah gak minder, tapi hanya sedih terhadap prasangka-2 sekitar. Tapi sebenernya agan jg tidak perlu sedih gan, justru malah senang, karena itulah cobaan agan sebagai mualaf, dan pertandanya Allah SWT masih sayang sama agan.

Bagaimana cara menghilangkan selentingan-2 prasangka buruk tersebut?? Percayalah, hingga akhir jaman pun selentingan-2 dan prasangka-2 buruk pasti akan terus ada, karena emang Allah SWT telah menjanjikan orang-2 merugi seperti mereka itu akan terus ada, hanya saja agan bisa meminimalisir selentingan-2 tersebut.

Bagaimana caranya?? BUKTIKAN pada mereka semua bahwa agan betul - betul niat dan tulus masuk Islam, pelajari dan pahami lebih dalam tentang Islam!! Pelajari, pahami dan hapalkan Al-Quran!! BUNGKAM mereka semua dengan pengetahuan-2 tentang Islam dan Hapalan-2 Alquran agan!! Perbanyak sholat jamaah di mesjid, sekali-2 mohon diri untuk jadi muadzin, GEMAKAN adzan yang terindah dari mulut agan ke seluruh daerah agan biar hati mertua agan mendengar!! Perbanyak berkumpul dengan orang-2 sholeh, InsyaAllah mereka turut membantu dalam masalah agan!! Ikut dalam forum-2 dan majelis islami, dan percayalah, sebagai seorang mualaf, cerita pengalaman agan sangat menarik untuk mereka dengar, mereka pasti senang hati menerima agan!! Kalau diperlukan, TANTANG mertua agan untuk berdiskusi langsung tentang agama Islam dengan agan, tantang dia untuk menanyakan semua pengetahuan agan tentang akidah!! Buktikan-buktikan-buktikan dan terus buktikan, hingga lambat laun agan semakin berbaur dengan masyarakat disana, dan suatu saat tidak akan ada lagi yang berani mempertanyakan keislaman agan!!

Saya rasa kalau agan sudah melakukannya dengan maksimal, InsyaAllah akan menggerakkan hati mertua anda.. Dan kalau emang mertua agan masih tidak mau menerima agan, terimalah, lupakanlah dan pasrahlah!! Berarti cewek itu bukan jodoh agan, dan InsyaAllah agan akan mendapatkan jodoh yang lebih baik.. Namun satu hal yang pasti, agan sudah berusaha yang terbaik.. Dan sekali lagi percayalah-percayalah-percayalah, apabila agan sudah melakukan itu semua, paling tidak agan telah mendapat cinta terbaik yang pernah ada di dunia ini, yaitu cinta dari Allah SWT.. Believe me.. emoticon-Smilie
×