alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ceritaku bersama mereka {True Story}
5 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/559f5fd99a095106468b456a/ceritaku-bersama-mereka-true-story

Ceritaku bersama mereka {True Story}

Perkenalkan nama gw Hendri, disini gw akan berbagi cerita yang menurut gw cukup menarik bagi penggemar karya tulis disini, dan bagi gw ini merupakan sebuah tempat dan sarana untuk belajar menulis dengan baik.
Karena gw masih belajar, mohon dimaklumi apabila ada kesalahan baik itu dalam penulisan ataupun tanda baca.

Selama ini gw adalah SR disini, beberapa karya yang memberi inspirasi bagi gw untuk menulis adalah Kisah 2 kamar, SK2H, Semua karya bang Nanda, dan cerita-cerita bang boni.

Spoiler for FAQ & RULES:


Sebelum ke cerita, bisa di wafer dulu


Quote:

Diubah oleh marmuthijau
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
PROLOG


Ibu kota Indonesia, 2015

"Kenapa muka lu kusut gitu bang?" tanya seorang pria ceking berumur 20an

"Eh lu jak, nah lu kenapa baru muncul jam segini? Lagi melamun aja nih, memang keliatan kusut ya muka gw?"
Jawab gw sekenanya kepada jaki, teman kantor gw sekaligus anggota tim gw.

"Kagak sih bang, emang dari lahir kali ye muka abang udah kusut begono" ejek jaki dengan logat betawi yang kental.

"Ngejek lu ya, udah berani ama gw. Dari mana aja lu?"

"Habis dari ruangan si bos, abang udah tau belum? Tim kita mau dikirim ke Jawa Timur buat cek lokasi yang diajuin klien kemaren"

"Kok lu yang tau duluan jak? Pak rudi malah belum bilang ke gw. Fix klien kemarin diserahkan ke tim kita?" Gw bertanya memastikan

"Abang langsung ke ruangan pak rudi lah kalau begitu, tadi gw juga ketemu di lift terus langsung disuruh ke ruangannya."

...
......
........


"Jak hari senin depan kita berangkat, Gw, lu sama mbak dian. Kasih tau ya ke mbak dian"

Setelah gw mengkonfirmasi ke pak Rudi, ternyata beliau memang menyerahkan kerjaan ini ke tim gw. Karena itu gw harus mengadakan cek lokasi ke kota ini, kota yang menyimpan banyak kenangan bagi gw, kota tempat semua cerita gw berasal, kota yang terkenal dengan suhu yang dingin, kota yang terkenal dengan buah apelnya, kota yang berada di Timur,

"Kemana emang kita mas?" tanya Jaki kepada gw

Spoiler for gw:

Diubah oleh marmuthijau
1.


Quote:


...
....
......



Quote:

Diubah oleh marmuthijau
Diubah oleh marmuthijau
wih cerita baru nihemoticon-Big Grin
kayaknya seru heheemoticon-Malu (S)
Ijin nenda yaemoticon-Kiss (S)
wah merantau, bagus deh kalo ente disuruh sama ortu ente biar lebih mandiri tapi jangan sampe aneh2 aja tuh emoticon-Ngakak (S). Enak juga kalo ketemu sama temen yang 1 sekolahan, jadi udah ada temen langsung bahkan sebelum ke sekolahannya.

Nampaknya si Ari akan jadi temen deket ente ke depannya emoticon-EEK!, diceritain juga itu kos2an khusus cowok2 aja emoticon-Cool atau campur emoticon-Betty (S)

#nungguupdate
nenda dlu msh anget2 nih.. hhaha
Quote:


Quote:


Monggo dibangun tendanya, kalau bisa bangun villa lebih bagus lagi

Quote:


Kosan khusus cowok kok gan emoticon-Malu (S)
Ditunggu terus update dari saya gan emoticon-Betty (S)
2.

Quote:


Seminggu sebelum sekolah dimulai, gw dan Ari sibuk dengan persiapan dan kebutuhan sekolah kami. Ari yang membawa motor disini, mengajak gw untuk mencari perlengkapan bersama-sama. Selain mencari perlengkapan sekolah, kami juga berkeliling kota malang untuk sekedar mengetahui lokasi. Pada jaman gw, belum ada tempat yang bernama MO*, MATO* pun belum didirikan.

Awalnya gw heran saat Ari menunjukkan SIM C nya, padahal kita sama-sama baru lulus SMP dan belum cukup umur untuk membuat KTP , apalagi SIM. Namun setelah dijelaskan, akhirnya gw mengerti, umur Ari dibuat lebih tua 3 tahun agar bisa mendapatkan SIM. Beginilah birokrasi di negara kita.


Senin tiba gw berangkat ke sekolah bersama Ari, kami tidak menggunakan motor namun berjalan kaki. Sekolah gw merupakan salah satu sekolah swasta katolik yang cukup terkenal di malang. Minggu pertama merupakan minggu khusus MOS. Saat ini merupakan waktu bagi gw untuk berbaur dan mencari teman lebih banyak. Untuk kelas, gw dan Ari berada di kelas yang berbeda.

....
......
.........

Gw jalani hari-hari dengan santai, gw sudah banyak mengenal teman kelas berkat MOS selama seminggu kemarin. Sekolah sudah memasuki bulan kedua, guru-guru pun mulai memberikan banyak tugas, saat itu guru geografi memberikan tugas yang harus dikerjakan berpasangan dengan teman sebangku.

"Hen, hendri, buat tugas geo gimana nih? udah ada gambaran?"

"Belum nih, lu udah ada konsep belum? " gw balik bertanya

Sheila (bukan So7) adalah teman sebangku gw. Saat pembagian tempat duduk, wali kelas kami mengatur agar setiap siswa duduk berpasangan laki-laki dan perempuan. Kebetulan jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas kami sama, sehingga hal ini memungkinkan untuk dilakukan. Sosok sheila yang berambut panjang dan terkadang diikat kuncir kuda, langsing dan bagi gw tergolong cantik, membuat gw merasa beruntung bisa sebangku dengan dia. Oke bukan hanya gw, tapi hampir semua orang di sekolah gw menganggap sheila itu cantik, dan membuatnya menjadi salah satu primadona di sekolah. (Berarti selera gw termasuk normal dan sama dengan umumnya).
Selain itu, anaknya asik dan supel sehingga mudah diajak bercanda ketika pelajaran mulai membosankan.


"Ntar aja deh shel, toh giliran kita buat presentasi kan masi minggu depan"

"Ah, lu tuh ya. Suka nunda-nunda kerjanya. Gw mau pokoknya kita kerja pulang sekolah, titik"

"Ah, elu shel. Keras kepala ya. Yaudah deh ntar pulang sekolah kita kerjanya"

Sepulang sekolah, gw diajak sheila untuk mengerjakan tugas tersebut di rumahnya. Dengan alasan biar hemat ongkos daripada k
Emang sih hemat ongkos warnet, tapi ongkos gw buat pulang ke kosan yang tekor. Rumah sheila berada di sebuah komplek perumahan yang tergolong cukup elit pada waktu itu. Rumah besar dengan interior yang cukup mewah, dengan luas kira-kira 2 kali rumah kos gw.

"Papa mama lu mana shel? kok sepi rumahnya" gw mencairkan suasana dengan mengajak sheila ngobrol

"Papa di luar kota hen, kalau mama masi di kantornya. Mungkin baru pulang sore nanti. Awas lu kalo berani aneh-aneh ke gw. Mentang-mentang sepi"

"Mana berani gw shel, yaudah yuk langsung mulai."

"Bentar ya, gw ganti baju dulu. Lu mau minum apa? Biar gw minta tolong si mbok bikinin"

"Hmm.. air putih aja deh shel. Jangan lama-lama lu ganti bajunya"

Saat gw sedang mencari bahan, sheila muncul dengan pakaian rumahnya. Kaos hitam polos berbelahan dada rendah (WOW), dan celana jins pendek di atas lutut. Cantik sekali sheila hari itu. Saat mengerjakan tugas geografi, gw lebih banyak diam dan sheila yang mengerjakan hampir semuanya. Maklum gw juga gaptek mengenai komputer. Saat itu, komputer adalah barang mewah yang tidak semua orang bisa membelinya. Jangankan komputer, PS 1 saja gw harus main ke rental.


Semakin kagum dengan sheila, cukup perasaan kagum bagi gw yang sadar diri dan membatasi diri bahwa sheila tidak akan cocok apabila disandingkan dengan gw. Sheila cantik, pintar, primadona sekolah, tajir. Nah gw, tampang pas-pasan, pintar juga tidak, masih untung gw bisa sekolah disini.


Status sosial ini yang membuat gw semakin minder bersekolah di sini. Pergaulan yang dibentuk oleh kelompok-kelompok di kelas maupun sekolah gw bisa membedakan itu semua. Masing-masing hanya bergaul dengan teman yang mereka anggap "sama". Sheila pun tidak terkecuali. Sedangkan gw? yah bisa ditebak, gw menjadi penyendiri di kelas, apabila ada teman kelas yang ngobrol dengan gw, itupun hanya seperlunya dan sekedar sosialisasi.Mungkin hanya sheila teman di kelas yang bisa gw anggap teman dekat, karena faktor teman sebangku, kami sering bercerita dan bercanda. Bahkan dia pernah curhat ke gw tentang kesibukan orang tuanya, dan merasa kalau jarang diperhatikan. Tapi itu hanya sebatas waktu pelajaran, setelah itu masing-masing akan bergabung dengan "gengnya". Sehingga gw sering datang ke kelas ari dan sekedar nongkrong bersama 3 orang teman kelas ari; Dony, Daniel, dan Arif. Terlebih Arif dan Daniel memiliki reputasi sebagai anggota klub motor, sehingga jadilah kami berlima dianggap sebuah kelompok sendiri dan dicap sebagai begundal di sekolah.


Hari minggu sore, gw arif dony daniel dan ari sedang berada di rental PS2 dekat kos gw berunjuk gigi untk membuktikan siapa yang paling hebat dalam bermain W*. Tiba-tiba hape butut gw berbunyi menandakan ada sms masuk.

"Jangan lupa belajar buat presentasi besok ya hen, biar kita dapat nilai bagus"

Sebuah pesan dari Sheila, mau gw balas tapi gw urungkan karena memang gw tidak punya pulsa. Keesokan harinya, presentasi gw dan sheila bisa dibilang sukses walaupun gw sedikit terbata-bata saat menerangkan dan kesulitan dalam menjawab pertanyaan.

"Hen ayo kantin, buat ngerayain sukses presentasi kita" ajak sheila ketika waktu istirahat tiba.

Gw hampir mengiyakan ajakan sheila namun saat gw perhatikan, sheila tidak hanya sendiri melainkan bersama keempat teman perempuannya dimana ada 2 orang yang berbeda kelas dengan kita dan ada 2 orang laki-laki yang juga tidak gw kenal, sepertinya teman sheila dari kelas lain.


"hmmm, nggak deh shel. Gw masi kenyang. Lagian gw sama anak-anak mau ngumpul di kelas sana." tolak gw

"yaaah, okelah kalo lu gak mau, gw ke kantin dulu ya hen" pamit sheila dan langsung menuju ke kantin bersama keenam temannya tersebut.
Dan seperti biasa gw langsung menuju ke kelas ari, dan melakukan rutinitas kegiatan kami yakni nongkrong dibelakang kelas hingga jam istirahat usai.

...
....

Di kelas setelah istirahat, gw mengantuk karena pelajaran yang menurut gw membosankan dan ditambah angin sepoi-sepoi yang berhembus dari jendela membuat mata ini jadi semakin berat. Gw jatuhkan kepala ke meja dan mulai memejamkan mata, namun belum sempat terlelap, sebuah cubitan mendarat di tangan gw. Spontan kantuk gw menjadi hilang, saat gw lihat ternyata sheila tersenyum di sebelah gw sambil berbisik

"Kalau tidur, gw cubit lagi ya"

"Ah shel, gw kan ngantuk. lagian bosan tau"

"yeee, mencatat dong biar ga ngantuk. Malas banget sih hen, jangan males dong"

"Iya, tau deh yang rajin, perhatian banget nih ngomong-ngomong. Kalau gitu, catetin punya gw sekalian dong"

Kata-kata gw barusan langsung direspon dengan hujan cubitan dari sheila ke gw, kelakuan kami langsung mendapat teguran dari guru karena mengganggu kegiatan dan untungnya kami hanya ditegur serta tidak dihukum. Pelajaran dilanjutkan lagi, dan sheila melanjutkan kegiatan mencatat yang diterangkan. Di sela-sela mencatat, sheila berkata ke gw

"Hen, ntar habis kelas gw mau ngomong dong"

"..............???"
Diubah oleh marmuthijau
3.


"Ada apa shel?"
Gw bertanya di akhir pelajaran sejarah sebelum guru untuk mata pelajaran berikutnya datang

"Tapi gw gak enak nih ngomongnya, hmmm gimana ya"

"Ah, elu kaya orang baru kenal aja ke gw ngomong gitu shel"

"Gini lho, gw tau lu kan suka nongkrong bareng arif sama daniel dari kelas sebelah kan? Kalau bisa lu kurangi bergaul sama mereka ya Hen"

Gw kaget kenapa sheila tiba-tiba ngomong seperti ini ke gw
"Emang kenapa shel? Kok lu tiba-tiba ngomong kaya gini soal teman gw?"

"Ya gw sama anak-anak yang satu SMP dengan mereka tuh tau mereka itu anak nakal, dulu pernah terlibat tawuran malah. Gw sebagai teman lu cuma mengingatkan hen, gw gak mau lu ikut-ikutan kaya mereka."

"Shel, jujur gw kecewa sama lu sekarang. Lu gak berhak nilai mereka dari apa yang sebatas lu dengar tanpa tau inti persoalan. Lagian apa hak lu buat ngelarang gw ?" saat ini gw menjadi sedikit emosi mendengar kata-kata sheila tadi

"Gw cuma ga mau kalau lu ikutan kaya mereka, Lu itu teman gw. Lu tau apa kata-kata yang lain tentang kalian berlima? hah? Kalian itu udah dicap berandalan di sini" nada suara sheila sedikit meninggi disini, gw kaget melihat sheila bisa terlihat marah seperti itu

"Oh gitu shel? jadi intinya lu malu kalo temenan sama gw gitu? apalagi kalau duduk sebangku sama gw ya? Sama aja lu semua disini, menilai buku dari covernya doang. kalau lu peduli, harusnya jangan menjudge kami, tapi berteman dengan kami. Gw jadi ilfeel sama lu shel" kata gw menekankan secara tegas kepada sheila.

"....."

Sepanjang pelajaran hingga pulang sekolah gw dan sheila tidak berbicara satu sama lain. Biasanya kami bercanda dan terkadang bercerita, namun hari ini sepanjang sisa pelajaran kami hanya terdiam. Ego diri gw merasa tidak bersalah dan malah menyalahkan sheila yang berkata seperti tadi, di satu sisi gw merasa ingin mengajak bicara, namun ego gw menahan agar gw tidak berbuat apapun. Beginilah manusia, harga diri selalu dikedepankan walaupun harga diri bisa membuat kita lupa bagaimana sifat kita seharusnya sebagai manusia.

Saat bel berbunyi yang menandakan hari ini sudah selesai, gw langsung pergi dari kelas tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada sheila.



...
.....
.......

"Lu ama sheila berantem hen? kok gw liat kayanya lu berdua gak pernah tegur-teguran lagi ya" tanya seorang perempuan di bangku sebelah gw ini.

"Ah enggak kok jo, kayanya cuma perasaanmu deh. Lagian kan gak mungkin bercanda-bercanda lagi, kan jauh tuh susah"

"Abisnya selama ini berdua kalau di kelas kan akrab banget deh, bercanda mulu, cerita selama pelajaran, sampe sering banget ditegur sama guru"

"Ya gitu deh jo, sekarang kan udah beda bangku. "

"hmmm, ia juga ya. Eh tapi lu anaknya asik ya, gak gw sangka deh. Selama ini gw kira lu tuh orangnya eksklusif banget, setelah kenal lu 3 hari, ternyata asik kalau diajak ngobrol"


<<<<< flashback 2 hari sebelumnya, sehari setelah gw "ribut" dengan sheila

"Lho jo? ngapain disini" gw terheran-heran melihat sosok perempuan berambut kuncir kuda yang duduk di bangku yang biasa ditempati oleh sheila.

"Tadi sheila minta tukar bangku ke gw, katanya dia gak bisa lihat papan tulis dengan jelas. Jadinya gw deh skrg yang sebangku sama lu" terang johana ke gw.

Mungkin sheila marah ke gw karena kejadian kemarin sampai-sampai dia menghindar dari gw seperti ini. Tidak ada yang bisa gw lakukan kalau sheila sudah mengambil keputusan seperti ini, sifatnya yang keras kepala sudah diketahui oleh semua orang lagian gw juga tidak punya nyali untuk bertegur sapa dan meminta maaf karena kata-kata gw yang sedikit kasar kemarin.


>>>>>>>> kembali ke 2 hari setelahnya

Bel penanda istirahat sudah berbunyi, entah kenapa hari ini perut gw terasa sangat lapar. Mungkin karena hari ini gw kesiangan dan tidak sempat sarapan seperti biasa.

"Hen, gak kantin lu? Gw mau ksana nih, bareng aja yuk" ajak johana

"ntar aja deh gw nyusul, lu juga bukannya bareng amel sama okta? tuh mereka udah nungguin di pintu" tolak gw kepada johana

"Oh yaudah, gw duluan ya kalau gitu hen"

Gw mengangguk dan kemudian membereskan buku pelajaan gw untuk dimasukkan ke dalam laci. Setelah itu gw bergegas menuju kantin untuk membeli roti. Gw memang tidak begitu senang untuk makan nasi di sini walau banyak terdapat jenis masakan yang dijual. Entah kenapa gw lebih senang untuk membeli makanan yang bisa dibawa dan menikmati di belakang kelas keempat teman gw itu.

"Widih, beli roti gak bilang-bilang tau gitu kan gw mau nitip"

"Kan gw gak tau don kalau lu juga mau, bagi dua aja nih mau?"

"boleh deh, gw juga laper. Thx yak hen"

"Eh daniel sama ari mana? Gak keliatan " tanya gw kepada doni dan arif

"Tuh di dalam kelas nyontek, Belum ngerjain tugas katanya" jawab arif

Gw memutari ruangan dan menengok dari pintu masuk, gw lihat mereka berdua sedang sibuk mengerjakan tugas secara terburu-buru. Namun ada yang menarik perhatian gw. Sosok yang sedang duduk di dekat pintu masuk dan berada di sebelah kanan gw. Wanita berkacamata dan berambut panjang sedang menikmati bekal yang mungkin dibawa dari rumah. Langsung saja gw kembali berlari menghampiri doni dan arif di belakang kelas, dan langsung menarik arif kembali ke depan pintu masuk kelasnya.

"Rif,rif siapa tuh? cakep bener. Kenalin dong ke gw" bisik gw pelan kepada arif

"Yang mana hen? yang lagi makan itu?"

"ho-oh. emang lu gak liat jari telunjuk gw ke arah mana ini"

"Ooh itu, yakin lu mau dikenalin ama dia? " tanya arif

"Nia, ada yang mau kenalan nih. Cinta pada pandangan pertama kayanya" arif langsung memanggil perempuan tersebut dan berkata seperti itu kemudian berlalu menghampiri ari dan daniel. Tinggal gw seorang diri bersama seorang yang belum gw kenal ini.
Gw langsung salah tingkah dan hanya tersenyum kaku saat wanita yang bernama Nia itu menengok ke arah gw.

"bercanda kok arifnya, gw cuma mau masuk ketemu Ari" ucap gw membela diri

"haha, iya gpp. Udah tau kok sama kelakuan mereka berempat. Lu hendri kan? anak X-5 ya "

"eh, tau aja lu. Ia gw hendri. Nama lu siapa? Tadi si arif manggil Nia ya?"

"Nah itu tau, nama lengkap gw sih natania. Masuk aja tuh kalau mau ketemu Ari"

Gw pun mengangguk tersenyum, namun gw tidak langsung berjalan tapi diam sejenak di tempat. Begitu juga dengan Nia yang tidak tau akan melakukan apa. Pertama kalinya gw merasakan yang namanya awkward moment. Setelah tersadar gw pun langsung berjalan ke arah arif dan mengomelinya. Arif hanya tersenyum puas yang diikuti oleh ekspresi keheranan Ari dan Daniel.

Perkenalan pertama gw dengan Nia diikuti dengan situasi yang canggung akibat perkataan Arif. Tapi thanks rif, kalau tidak bertingkah seperti tadi gw tidak akan pernah mengenal seseorang yang bernama Nia.
weh 1 hari udah 3 part aja emoticon-Big Grin
semoga setiap update 3 part langsung yak??emoticon-Big Grin heheheemoticon-Ngakak (S)
Ijin numpang baca ya gan kayaknya ceritanya asik,kota apel kota penuh kenangan ya Gan
4.

Hari silih berganti, tanpa terasa sudah satu minggu sejak gw berkenalan dengan Nia. Tidak ada yang berubah dari satu minggu yang telah lewat. Dalam satu minggu itu pula tidak ada komunikasi dan interaksi antara gw dan Sheila.

"Ri, menurut lu gimana, perlu gw minta maaf ke sheila?"

"......"

Gw yang sedang bermain game ular di hape jadul, menengok ke arah Ari karena tidak ada jawaban yang diberikan atas pertanyaan gw

"Yaelah si monyet asik bener bacanya, gw nanya sampe dikacangin" ujar gw dengan suara yang cukup keras

"Eh, napa? bilang apa lu tadi?"

"gajadi deh, keburu males gw"


Gw sebelumnya sudah menceritakan kepada ari mengenai masalah sheila dan sebab permasalahan. Namun Ari hanya tertawa tanpa memberikan masukan atau saran apapun.
Lagi asik gw bermain, tiba-tiba hape gw berbunyi dan menunjukkan sebuah nama yang menelpon, MAMA. Gw langsung keluar dari kamar Ari dan kembali ke kamar gw. Yah lu semua tahu sendiri kan, kalau ada orangtua menelpon dan teman-teman berada di tempat yang sama ketika lu menelpon, akan ada suara-suara "gaib" yang diteriakkan.

"halo ma, tumben telfon. Biasanya cuma sms, papa mama apakabar?"

"sehat-sehat kok nak kami disini, ohya kakakmu kirim salam"

"bang helmi ada di rumah ma? tumben pulang"

"Iya, sekedar main sama kakak iparmu kemarin. Bagaimana sekolah? Jangan lupa belajar, makan yang teratur, bla.. bla..bla"

Ibu gw memang jarang menelpon gw, tapi sekalinya menelpon, baterai hp yang penuh langsung tersisa setengah. Lu bayangin saja durasi waktu telponnya, sama ketika gw bermain permainan ular selama berjam-jam. Tapi berkat nasihat dari ibu gw ini yang membuat gw bisa bertahan di masa perantauan gw.

Selesai gw menelpon dan mengecek hape, ternyata ada sebuah sms masuk. Karena hari sudah sore dan gw belum mandi, gw tinggalkan sms masuk tersebut untuk mandi terlebih dahulu. Bahkan gw melupakan ada sms yang gw baca karena saat itu gw langsung pergi dengan ari untk mencari makan. Situasi jaman dulu berbeda dengan sekarang dimana ketika kita pergi harus selalu membawa hp, saat itu gw meninggalkan hape di kamar kosan.

Sampai besok pagi, sebelum gw berangkat sekolah baru gw cek kembali dan ternyata terdapat lebih dari 10 panggilan tak terjawab dan ada sekitar 5 atau 6 sms yang masuk.
Tumben gw ada yang cari, dan setelah gw periksa daftar panggilan hanya ada satu nomor yang menghubungi. Nomor tersebut gw simpan dalam kontak dengan nama SHEILA. Begitu juga dengan sms, semua isi sms tersebut dari sheila dan berisikan :

(Hen)
(Hendri lu dmana?)
(Sibuk ya? gw telfon aja ya mau bicara)
(Lu masi marah sama gw hen?)
(HENDRI, BALES DONG SMS GW ATAU ANGKAT TELP GW)

Setelah gw baca sms dari sheila, gw langsung menutup hp gw dan berangkat ke sekolah. Tidak ada gunanya juga gw membalas sms tersebut sekarang, toh nanti di kelas juga ketemu dengan sheila.
Sepajang perjalanan gw memikirkan apa yang mau disampaikan Sheila sampai tiba-tiba menelpon dan mengirimkan pesan sebanyak itu, sampao-sampai gw tidak mendengarkan perkataan Ari.

"Woi kampret, balas dendam lu ngacangin gw?"

"heh, kenapa ri? sori gw melamun tadi"

"Ah kaya anak cewek lu pake balas-balasan gitu"

"Jiah, serius ini tadi gw ngelamun. Lu ngomong apa tadi?"

"Gw mau nanya lu serius pedekate sama Nia? perkembangannya gimana?"

"Ya gak gimana-gimana, emang kenapa lu nanya gitu banget?"

"Emang yakin dia mau sama lu, secara dia itu cakep, pintar, bahkan paling pintar dari satu kelas gw" ucapnya yang langsung disambut tawa yang nyaring

"Serius lu? kok gw baru tau, susah dong kalo gitu"

"Ia makanya, lupain Nia fokus aja sama Sheila. Damai dulu, akrab lagi, terus langsung deh dijadikan resmi"

"Kepala lu peyang dijadikan resmi, mana mau sheila sama gw Ri, liat deh kelasnya kita ama dia itu kaya langit dan bumi. Eh kalau sama lu kaya langit dan sumur deh"

"Anjrit, gitu lu sama temen sendiri juga. Tapi ya itu kan tergantung cara kita mendekatinya bro, "

"Kaya udah pengalaman aja lu, pacar kagak ada, jomblo iya, sok-sok ngasih saran" ejek gw gw

Hingga akhirnya selama 10 menit berjalan, kami bercerita seru mengenai apa yang harus dilakukan dalam mendekati wanita, akhirnya kami sampai di sekolah. Tepat ketika memasuki gerbang, bel sekolah berbunyi. Segera saja Ari berlari ke kelas masing-masing. Bisa-bisa kalau guru mata pelajaran pertama datang terlebih dahulu, kami akan mendapat hukuman. Untung saja hari ini jam pelajaran pertama dan kedua di kelas gw adalah olahraga. Setelah gw meletakkan tas di kelas yang sudah sepi, gw langsung menuju lapangan . Seragam olahraga sudah gw pakai dari rumah, sehingga tidak perlu membuang waktu untuk berganti pakaian terlebih dahulu.

Uji fisik berupa lari selama 12 menit adalah kegiatan olahraga sekarang, kalau untuk stamina gw bisa berbangga diri karena sering berolahraga dan lari sore.
Satu putaran, dua putaran, teman-teman gw masih bersemangat. Memasuki putaran ketiga, sebagian besar sudah mulai berjalan bukannya berlari. Di putaran ke empat gw melihat Sheila tengah kelelahan dan ia berjalan dengan lambat. Saat gw mendekat dan berada di belakang sheila, gw menyaksikan sesuatu, apakah sesuatu itu? bayangin aja kaos olahraga sekolah gw dengan kain yang tidak terlalu tebal dan dikenakan oleh sesorang yang sedang berkeringat. emoticon-Wowcantik emoticon-Malu (S)
Segera gw tersadar dar lamunan emoticon-Malu (S) gw di siang hari, langsung gw menghampiri sheila dan berhenti berlari untuk mengimbangi kecepatan.

"Udah berapa putaran? lemah banget sih"

"Bikin kaget aja lu, capek tau udah putaran ketiga nih"

"ooh, gitu"

Gw hanya membalas singkat, tanpa tahu lagi topik apa yang harus dibahas

"Hen"
"Shel"

Kami memanggil satu sama lain secara bersamaan.

"hahaha, udah kayak di film-film aja ya kebetulan kaya gitu"

"Ia nih, bisa pas banget. Lu mau ngomong apa hen?"

"Shel..."

"Kenapa hen? "

Sheila bertanya kepada gw namun gw sempat terdiam beberapa saat. Lidah gw terasa kaku untuk mengucapkan kata-kata ini. Padahal sebelum ini sudah gw praktekan dan mencoba apabila gw kembali mengobrol dengan sheila.

"Jadi gini shel, gw .... "
Quote:

mudah-mudahan gan
soalnya ceritanya cukup panjang

Quote:

silahkan gan
banyak banget kenangannya

"Jadi gini shel, gw .... "

" Kalo gue itu homo shel emoticon-Betty (S) " emoticon-Ngakak (S)

kwoakwoakwoakw kentang banget gannnnn emoticon-Frown
Ijin nenda dlu mas bro

Btw di koata Malang mah ga ada Apelnya.. Yg ada universitas doang..

Apel kebanyakan dari wilayah Kota Batu dan sekitarnya..

Lagian Malang sekarang udah ga dingin lagi..gara2 banyak lahan dibuka emoticon-Frown
Diubah oleh dantedarmawan
Quote:


Kan ada tuh gan sebutan apel malang
yang biasanya warna hijau kecil
orang malang ya ternyata?


Quote:


Wah ada bang iyas,
kentangnya lebih besar di lapaknya bang iyas kayanya
hahaha
gw emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S) ?
wah
5.



Quote:


"Gw mau minta maaf ke lu shel, sori kalau gw kemarin kasar"

"Nggak kok hen, justru gw yang mau minta maaf. Gw sampai menghindar dari lu. Gw jadi ngerasa malu sama lu. Lagian gak seharusnya gw ngomong kaya gtu. Gw kan bukan siapa-siapa buat lu"

Gw dan sheila kembali terdiam, memang aneh disaat semua sedang berusaha berlari mengelilingi lapangan, gw dan sheila hanya berjalan pelan sambil berdiam diri tanpa ada yang terucap lagi.

"Shel, lari lagi yuk sudah hampir habis nih waktunya"

"Duluan aja deh hen, gw capek banget. Udah gak kuat"

"Ah elu sih gak pernah olahraga ya? yaudah gw ngikut lu aja deh"

"Eh jangan, ntar nilai OR lu jelek gara-gara gw"

"Yah gw malah gak tega kalo ntar lu pingsan kecapean,trus gak ada yang nolong kan" gw bercanda

"Gak segitunya juga kali hen, yakali gw sampai tepar gara-gara ginian doang"

Peluit ditiup menandakan waktu 12 menit telah usai. Gw lumayan bisa mendapatkan 5 putaran dan sheila berbeda 1 putaran dengan gw yakni hanya 4.

"Lu berdua asik banget ya gw liat. Serasa dunia milik berdua. Jalan mesra-mesraan. Kurang aja gandengan tangan sekalian" seru johana ketika kami kembali disuruh berkumpul.

"Ah, apaan sih jo. Gw cuma kasian nih sama sheila kecapean katanya"

"ooh jadi gitu, kalau gw kecapean emang lu mau nemanin gw gtu? hahahaa" tawa johana yang hanya disambut oleh senyuman tipis dari gw.
Sisa waktu dihabiskan dengan kegiatan bebas, gw pun memilih untuk mengambil bola kaki dari tempat penyimpanan.

"Wah, senang main bola juga bro? jarang -jarang nih" seorang teman kelas gw yang berpostur tinggi mengajak gw berbicara.

Namanya agus, di kelas termasuk orang yang cukup pendiam dan hanya berbicara seperlunya. Sama seperti gw, dia termasuk penyendiri di kelas. Seingat gw, agus juga bukan berasal dari malang, melainkan murid perantauan seperti gw.
Agus mengatakan hal seperti ini karena di sekolah gw olahraga yang paling diminati adalah basket.

"Hehe, ia nih gus. Lu juga main gak? one on one aja gimana?"

"Boleh, yuk di pinggir lapangan situ"

Gw liat agus cukup terampil mengolah si kulit bundar ini. Namun gw juga tidak kalah karena dari dulu gw sudah terbiasa bermain sepakbola, dan bukannya sombong namun gw juga pernah menghabiskan waktu di salah satu SSB di kampung gw.

Setelah bermain selama sekitar 15 menit, karena hanya berdua kami mulai kelelahan dan agus meminta waktu untuk beristirahat. Gw tersenyum sambil melakukan juggling sedangkan agus memilih untuk tiduran di lapangan sambil mengatur nafas.

"Gila, jago juga lu hen. Sering main ya?"

"Ah biasa aja gus, lu juga jago kok. Ia gw dulu sering main dengan teman kompleks gw"

"Sayang ya kelas kita jarang ada yang minat main bola, kalo gak kan bisa kita bikin tim"

"Wah bagus tuh idenya, gabung aja ama teman-teman gw yang lain gus. Mereka juga lumayan senang main bola kok. Eh tapi cuma dikit ya orangnya, susah buat bikin tim"

"Bener juga sih kata lu, ah yang penting kita-kita ngumpul dulu deh"

"Gw sih ngikut aja, gimana mau lanjut lagi?"

"Ah gw capek, udah lari tadi. Lu cuma jalan doang ama sheila sih, makanya gak capek"

Gw hanya tertawa mendengar alasan agus.

"Eh hen, lu sama sheila sebenarnya pacaran gak sih? Gw perhatikan lu berdua cocok kok"

"Yaelah gus, gw ama sheila cuma temenan doang. Lagian mana mau sheila sama gw"

"Siapa yang tau bro kalau gak lu coba"

Apa iya ya, kata-kata agus gw renungkan cukup lama. Tapi gw tidak bisa juga melupakan sosok Nia yang gw kenal seminggu lalu.
Tidak terasa waktu olahraga sudah habis, kami harus kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran lain. Rasanya setelah olahraga gw hanya ingin makan kemudian tidur, namun ini harus melanjutkan pelajaran sebelum mendapat waktu istirahat.


....
.......

"Gus, yuk ke kelas teman gw. Biar sekalian kenalan"

"Boleh deh hen, cuss"

Sampai di tkp, gw tidak mendapati Ari daniel dony ataupun arif, dan seperti biasa gw melihat Nia sedang asik dengan bekalnya. Ah seperti biasa, Nia tampak cantik. Kacamata berframe tipis yang dikenakan seolah menambah kecantikan alami yang ada pada dia.

"Hei nia, liat ari atau yang lain gak?"

"Eh elu hen, nggak sih. Tadi langsung keluar, mungkin mereka ke kantin" jawab Nia ramah

"Oke deh nia, trims ya. Selamat melanjutkan makan"

"haha, bisa aja lu hen. Selamat mencari ari kalau gitu"

Gw keluar dari kelas Nia, dan berkata kepada agus untuk segera menyusul ke kantin. Gw belum bisa melupakan senyum Nia barusan, ah andai saja gw punya keberanian untuk mengenalnya lebih jauh, andai saja gw punya keberanian untuk sekedar menanyakan nomor hp nya.

Sampai di kantin, ternyata dugaan Nia tepat, mereka sedang duduk santai di sambil menikmati makanan.

"Gw cariin susah susah, taunya asik makan. Kampret lu pada" kata gw

"Nih kenalin temen kelas gw agus," gw menyambung lagi

Mereka berkenalan satu sama lain, dan gw utarakan ide yang agus bilang tadi di lapanngan olahraga. Yang lain tampak setuju dengan ide agus, untuk anggota yang lain, kami masing-masing berusaha mencari.


Gw kembali ke kelas terlebih dahulu dan meninggalkan kelima orang ini karena gw mengingat ada tugas yang belum gw kerjakan. Padahal harus dikumpulkan hari ini pada akhir jam sekolah nanti. Otomatis gw langsung berlari ke kelas untuk meminjam contekan.

"jo, jo, jo pinjem tugas fisika dong"

"lu belum ngerjain? Banyak banget lho, emang sempat?" kata johana sambil mengeluarkan tugas yang dikerjakan di kertas folio. Bukan hanya satu halaman, melainkan tiga halaman penuh dengan rumus-rumus serta gambar.

"seadanya aja deh nanti kalau gak selesai, gpp ya gw pinjem dulu?"

"Ya gak apa-apa, tapi kalau ada yang salah jangan marah ke gw ya. Gw juga ngerjain sebisa gw"

"Tenang aja, gw gak banyak mau kok. Ini aja udah untung lu mau minjemin ke gw"

"Yaiyalah, elu udah terima jadi kalau masih protes juga gw ambil lagi nih kertasnya"

"Ampun ndoro, hamba tidak berani melawan kehendak yang mulia."

"AH apaan sih lu, hahahaha"

"Oh iya jo, gw boleh ga sekalian pinjam pensil ama penggaris?"

"Hen, hen, lu itu sekolah tujuannya apa sih. Pensil ada nih, tapi kalau penggaris juga gw gak bawa"

"Gimana ya kalau gak ada penggaris,"

"Nih penggaris gw, " kata seseorang secara tiba- tiba.....
Wah wah cerita baru nih, seperti'a asyik dan yg pnting update'a lancar deh..


Wah si sheila nih kaya'a yg nawarin penggaris ke ente.
Nitip sendal gan..
Pejwan closed emoticon-Cool
gan, lagi bulan puasa nihemoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
ga boleh ngentangin reader lhooo...emoticon-Wink
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di