alexa-tracking

Pengalaman pacaran yang sudah diketahui kedepannya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5599f7ab5c77982c5a8b4569/pengalaman-pacaran-yang-sudah-diketahui-kedepannya
Pengalaman pacaran yang sudah diketahui kedepannya
Salam Salam Salam..!!

Ini thread pertama saya, saya kira jika diawali dengan curahan hidup akan lebih menarik.
Oh yah mengenai emoticon, saya tak terlalu tertarik untuk meramaikannya.
Saya kira ini tempat yang tepat untuk post hal seperti ini.

Mengenai judulnya, memanglah benar saya melakukan eksperimen untuk diri sendiri mengenai "apa sih pacaran itu?".

Dimulai dari SMK kelas 1 saya mulai menyukai lawan jenis namun tak terlalu mendalaminya.
Sebelum pacaran, pegang telfon pun hanya untuk main game sama putar musik. Pulsa pun dipakai untuk beli kuota malam.
Saya pacaran pertama kali dengan kakak kelas saya, saya kelas 1, dia kelas 3.
Saat pacaran, saya merasa sms sering dipakai sampai-sampai pulsa cepat habis.
Awalnya saya sangat menikmati pacaran ini, saya pun terbawa dengan emosi. Mulai dari cemburu, marah, senang, dan lainnya.
Namun setelah saya fikir dan orang tua berkata mengenai pacaran, saya jadi punya fikiran ini terlalu cepat untuk mencari jodoh.
Pacaran ini berlangsung selama 1 tahun lebih, namun saat saya menginjak kelas 2 dimana saya dan dia punya kesibukan masing-masing, disitulah muncul masalah.
Dikarenakan kesibukan dan seiring bertambahnya usia, dia pun tinggalkan saya disamping kesibukan saya. Karena dia merasa sudah tak diperhatikan.
Setelah itu, saya mendapat kabar bahwa dia punya pacar yang sudah mapan.
Dugaan saya benar, saya memang sudah memperkirakan dari dulu mengenai ini jadi tidak terlalu merasa sakit.
Saya fikir, saya yang membuat dirinya berubah, karena awalnya dia "kurang baik" dimata orang.
Setelah itu, saya tak memikirkan begitu dalam mengenai itu.
Namun, setelah kejadian itu saya tak tertarik lagi untuk pacaran, bahkan ada beberapa wanita yang suka sama saya tapi saya biarkan (bukan sombong juga bukan saya jadi suka sama jenis).

Nah, itulah singkat cerita mengenai cinta saya.
Disana saya simpulkan beberapa hal :
1. Jodoh berdatangan apabila mapan.
2. Terkadang orang yang pacaran, kurang perhatian dari orang tuanya sehingga meminta orang lain untuk memperhatikannya.
3. Jangan pacaran.

Itulah opini dan cerita dari saya, Salam Salam Salam..!!
Quote:Original Posted By aufwachen
Salam Salam Salam..!!

Ini thread pertama saya, saya kira jika diawali dengan curahan hidup akan lebih menarik.
Oh yah mengenai emoticon, saya tak terlalu tertarik untuk meramaikannya.
Saya kira ini tempat yang tepat untuk post hal seperti ini.

Mengenai judulnya, memanglah benar saya melakukan eksperimen untuk diri sendiri mengenai "apa sih pacaran itu?".

Dimulai dari SMK kelas 1 saya mulai menyukai lawan jenis namun tak terlalu mendalaminya.
Sebelum pacaran, pegang telfon pun hanya untuk main game sama putar musik. Pulsa pun dipakai untuk beli kuota malam.
Saya pacaran pertama kali dengan kakak kelas saya, saya kelas 1, dia kelas 3.
Saat pacaran, saya merasa sms sering dipakai sampai-sampai pulsa cepat habis.
Awalnya saya sangat menikmati pacaran ini, saya pun terbawa dengan emosi. Mulai dari cemburu, marah, senang, dan lainnya.
Namun setelah saya fikir dan orang tua berkata mengenai pacaran, saya jadi punya fikiran ini terlalu cepat untuk mencari jodoh.
Pacaran ini berlangsung selama 1 tahun lebih, namun saat saya menginjak kelas 2 dimana saya dan dia punya kesibukan masing-masing, disitulah muncul masalah.
Dikarenakan kesibukan dan seiring bertambahnya usia, dia pun tinggalkan saya disamping kesibukan saya. Karena dia merasa sudah tak diperhatikan.
Setelah itu, saya mendapat kabar bahwa dia punya pacar yang sudah mapan.
Dugaan saya benar, saya memang sudah memperkirakan dari dulu mengenai ini jadi tidak terlalu merasa sakit.
Saya fikir, saya yang membuat dirinya berubah, karena awalnya dia "kurang baik" dimata orang.
Setelah itu, saya tak memikirkan begitu dalam mengenai itu.
Namun, setelah kejadian itu saya tak tertarik lagi untuk pacaran, bahkan ada beberapa wanita yang suka sama saya tapi saya biarkan (bukan sombong juga bukan saya jadi suka sama jenis).

Nah, itulah singkat cerita mengenai cinta saya.
Disana saya simpulkan beberapa hal :
1. Jodoh berdatangan apabila mapan.
2. Terkadang orang yang pacaran, kurang perhatian dari orang tuanya sehingga meminta orang lain untuk memperhatikannya.
3. Jangan pacaran.

Itulah opini dan cerita dari saya, Salam Salam Salam..!!


wah setuju bray,
mending ga usah pacaran
pacaran emang konspirasi dari mamarika, wahyudin & kronikroninya emoticon-Busa
pacaran adalah tempat untuk melampiaskan hasrat
yg mapan banyak yg jomblo kok..masih sekolah sudah pacaran ya begitu hasilnya..

belajar yg bener, pacaran digedein
kalo beli rokok pake duit sendiri
baru pacaran lagi
jajan baso masih dari ortu
mendingan lu bikin bangga ortu
pergi ke jepang
raih masa depan
nonton bf gapapa ga munafik
yg penting jangan dlu pacaran
ok
Quote:Original Posted By bhethoro.kolo


wah setuju bray,
mending ga usah pacaran
pacaran emang konspirasi dari mamarika, wahyudin & kronikroninya emoticon-Busa


Sungguh konspirasi yang menggelegar ! emoticon-Recommended Seller:
pacaran buat ml gratis bray emoticon-Jempol
calon trid HT nih

emoticon-Request
Quote:Original Posted By aufwachen
Salam Salam Salam..!!

Ini thread pertama saya, saya kira jika diawali dengan curahan hidup akan lebih menarik.
Oh yah mengenai emoticon, saya tak terlalu tertarik untuk meramaikannya.
Saya kira ini tempat yang tepat untuk post hal seperti ini.

Mengenai judulnya, memanglah benar saya melakukan eksperimen untuk diri sendiri mengenai "apa sih pacaran itu?".

Dimulai dari SMK kelas 1 saya mulai menyukai lawan jenis namun tak terlalu mendalaminya.
Sebelum pacaran, pegang telfon pun hanya untuk main game sama putar musik. Pulsa pun dipakai untuk beli kuota malam.
Saya pacaran pertama kali dengan kakak kelas saya, saya kelas 1, dia kelas 3.
Saat pacaran, saya merasa sms sering dipakai sampai-sampai pulsa cepat habis.
Awalnya saya sangat menikmati pacaran ini, saya pun terbawa dengan emosi. Mulai dari cemburu, marah, senang, dan lainnya.
Namun setelah saya fikir dan orang tua berkata mengenai pacaran, saya jadi punya fikiran ini terlalu cepat untuk mencari jodoh.
Pacaran ini berlangsung selama 1 tahun lebih, namun saat saya menginjak kelas 2 dimana saya dan dia punya kesibukan masing-masing, disitulah muncul masalah.
Dikarenakan kesibukan dan seiring bertambahnya usia, dia pun tinggalkan saya disamping kesibukan saya. Karena dia merasa sudah tak diperhatikan.
Setelah itu, saya mendapat kabar bahwa dia punya pacar yang sudah mapan.
Dugaan saya benar, saya memang sudah memperkirakan dari dulu mengenai ini jadi tidak terlalu merasa sakit.
Saya fikir, saya yang membuat dirinya berubah, karena awalnya dia "kurang baik" dimata orang.
Setelah itu, saya tak memikirkan begitu dalam mengenai itu.
Namun, setelah kejadian itu saya tak tertarik lagi untuk pacaran, bahkan ada beberapa wanita yang suka sama saya tapi saya biarkan (bukan sombong juga bukan saya jadi suka sama jenis).

Nah, itulah singkat cerita mengenai cinta saya.
Disana saya simpulkan beberapa hal :
1. Jodoh berdatangan apabila mapan.
2. Terkadang orang yang pacaran, kurang perhatian dari orang tuanya sehingga meminta orang lain untuk memperhatikannya.
3. Jangan pacaran.

Itulah opini dan cerita dari saya, Salam Salam Salam..!!

mrip dgn pnglman abg gw bray bhkn dia jga crita 3 point hal sprti ni dn dia jga critkn mntannya

brarti kdewasaan ente sdh sprti abg ane emoticon-Frown

Thank you

wah trit pertama sudah ada yg komentar, makasih yah sudah pada ramein trit nya.. emoticon-Smilie


Salam Salam Salam..!!
Perlahan lahan kita pasti ditinggal sama yang udah mapan duluan, gan
cewe emang tega, semua cewe sama aja emoticon-Frown
pacaran jangan yg kafir dong tapi sesuai dengan syariaf boleh ml tapi pake cadar....
Jodoh berdatangan apabila mapan?
Yakin tuh? emoticon-Bingung (S)

keknya lebih bener mapanin diri dulu sebelum hunting jodoh.
kudu tetep hunting loh emoticon-Ngacir
kebanyakan pacaran cuman takut dibilang jones emoticon-Ngakak (S) ada juga yang cuman buat ... ehm.. #iykwim emoticon-Malu
jadi tunggu mapan baru blh nyari jodoh?
kok yg kerjaannya amburadul punya bini? anak banyak.
emoticon-Bingung
orang pacaran biasanya kurang dapet perhatian dr orang tua gan
cinta tuh aneh ga bisa pake logic, sesekali terasa amat disayang, sesekali waktu malah dibenci emoticon-Frown
Quote:Original Posted By aufwachen
wah trit pertama sudah ada yg komentar, makasih yah sudah pada ramein trit nya.. emoticon-Smilie


Salam Salam Salam..!!


Bener, gak salah kok gan.

Menurut saya pacaran juga salah satu cara untuk menjadi lebih dewasa. Dengan pacaran kita dilatih untuk bertindak, berfikir, dan berkata-kata dengan memikirkan perasaan orang lain (pasangan kita). Masalah jodoh atau tidak itu kembali lagi ke pilihan masing-masing. Ada yang pacaran sampe akhirnya nikah, tapi lebih banyak yang kandas di tengah jalan (seperti saya). Tapi biarpun kandas pasti ada hikmah yang bisa diambil dan diterapkan pada hubungan berikutnya kok, jadi santai aja.

Quote:Original Posted By mykinen
jadi tunggu mapan baru blh nyari jodoh?
kok yg kerjaannya amburadul punya bini? anak banyak.
emoticon-Bingung


krn bercinta cuma butuh mood, tempat, dan suasana yg pas. duit ga bisa bikin baik jd keras. yg bikin m*mek cwe jd basah kn krn ada rangsangan trs jd horny bukan krn di selipin pke duit emoticon-Big Grin

emoticon-Angkat Beer
jangan pacaran gan

"lelaki berpikir dengan logika, sedangkan perempuan berpikir dengan perasaan, jadi harus menikah supaya menjadi logika yang berperasaan"
Quote:Original Posted By mykinen
jadi tunggu mapan baru blh nyari jodoh?
kok yg kerjaannya amburadul punya bini? anak banyak.
emoticon-Bingung


banyak anak banyak rezeki sist emoticon-Malu (S)