alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jiwa yang Terbagi (Skizofrenia)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5592c2de31e2e624798b4568/jiwa-yang-terbagi-skizofrenia

Jiwa yang Terbagi (Skizofrenia)

Hallo agan, hallo sista. Kenalin ane newbie di sini. Selama ini ane cuma seneng baca H2H jadi kepingin ikutan buat cerita. Jadi dibuatlah id ini. emoticon-Smilie

Ane mau buat cerita tentang seorang penderita Skizofrenia. Sejak tiga tahun yang lalu ane sering googling tentang penyakit ini karena nonton acara yang menyebutkan pelukis terkenal Van Gogh juga mengidap penyakit ini.(maap gan kalo salah) emoticon-Big Grin

Ane buat cerita ini tanpa maksud menyinggung atau mengecilkan penderita ataupun orang orang di sekitar penderita. Ane hanya mau mencoba menggambarkan apa itu Skizofrenia dalam benak ane. Mungkin ada yang gak tepat, tapi inilah yang ane pikirkan tentang apa yang penderita alami dalam pikiran mereka.

Peraturan di thread ini ikutin aja aturan yang ada perundang undangan stories from the heart. Tapi ane juga minta kalo ane khilaf melanggar aturan tolong kasih tau yaahh emoticon-Smilie
Salam kenal
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Lanjut gaan
Kata orang, seniman memiliki dunianya sendiri. bebas, tidak terkekang, dan tidak bisa diatur. Begitupun aku, aku seorang yang berprofesi sebagi pelukis. Aku memulainya dengan aliran realis tetapi, sekitar dua tahun ini aku menjadi surealis. Ruang seniku berpindah pindah, kadang dalam sutu ruangan khusus yang cukup luas dikelilingi tembok yang kokoh dan sengaja kugantung kain berwarna ungu, biru, dan merah muda transparant, yang biasa disebut kain kaca, kubiarkan mereka menjuntai dari ketinggian lima meter. Jika sudah melukis dalam ruangan itu aku akan terdiam mebisu selama berjam-jam bahkan, mungkin berhari hari, dan kata Mike, tatapanku setengah kosong tetapi sangat ambisius. Di sana terkadang aku melukis dengan emosi penuh yang aku tumpahkan di atas kanvas. Aku melukis sampai cat bermuncratan ke wajah dan rambutku. Bila kau tidak pernah melihatku seperti itu, dan membayangkannya, maka kau akan menganggap aku gila.

Tetapi terkadang juga di teras belakang rumah, dengan halaman danau kehijauan yang tenang. Jika aku melukis di sana, Zenobia biasa menemaniku sambil minum teh dan membaca buku. Dan aku menyadari ketika aku melukis ditemani Zenobia aku merasa lebih hidup. Hasil lukisanku pun lebih lembut dan tenang.

Sebenarnya aku bukan lulusan sekolah seni, tidak juga berbakat dalam bidang seni. Namun semenjak tiga tahun yang lalu, seorang yang bernama mega datang ke kehidupanku. Dia dan Mike berusaha membujukku untuk melukis. Mega dan Mike selalu ingin aku melukis, sedangkan Zenobia menyerahkan seluruh keputusannya padaku. Setelah aku mulai melukis, aku menyukainya. sehingga banyak waktu yang ku habiskan untuk melukis. Beberapa lukisanku dijual di pameran, namun setiap lukisan hasil dari teras belakang rumah selalu kusimpan dalam satu ruangan yang ku sebut galeri buah pikir. Galeri itu ada di rumah Zenobia dan aku.

Aku juga adalah seorang ibu dari anak perempuan manis bernama Summer. Namaku Zhi, beberapa orang mengatakan aku mengidap Skizofrenia. namun aku tidak peduli dan tidak mau mencari tahu, sebab aku adalah seniman yang memiliki duniaku sendiri.
emoticon-Sundul emoticon-Sundul
yah, sepi gegara updatenya ternyata belum ke-post kemaren emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)
coba di lanjutkan
Mike dan Zenobia

Mike dan Zenobia adalah dua pria berlawanan karakter.
Mike adalah seorang pengusaha. Tingginya sekitar 190 centimeter, diimbangi dengan bobot tubuh sebesar 90 kilogram membuatnya terdefinisikan lelaki yang tinggi besar. Kulitnya sedikit kecoklatan karena hobinya bermain basket di bawah sinar matahari. Rambutnya hitam, begitu juga alisnya yang tebal menghias warna mata coklat tua yang di kelilingi bulumata lentik. Perpaduan yang pas untuk menghasilkan sorot mata yang tajam. Hidungnya cukup mancung, tetapi jika diperhatikan baik baik ada garis yang aneh disebabkan karena patah tulang hidung sewaktu dia kecil. Bibirnya tidak bisa dibilang tipis, namun juga tidaklah tebal. Dia adalah seorang yang cukup memperhatikan pakaiannya. Jika kau baru mengenalnya, dia akan menjadi sosok yang ramah, ekstrovert, dan selalu bahagia. Namun, bagi aku dia adalah sosok yang emosinya tidak stabil. Terkadang dia begitu dewasa dan bisa diandalkan untuk melindungi aku dan Summer, terkadang dia sangat kekanak kanakan, tidak pikir panjang, dan kemarahannya meledak ledak. Meski begitu, dia tidak pernah marah meledak ledak padaku dan Summer. Biasanya dia akan marah pada orang yang memandang rendah aku karena penyakitku. Dia juga sosok ayah yang baik, karena selama tiga tahun terakhir dia meluangkan banyak waktu untuk mengurus Summer selagi aku melukis. Kami tinggal di sebuah rumah besar, bernuansa putih.

Zenobia adalah seorang pengusaha juga, tetapi berbeda bidang dengan Mike. Dia mempercayai orang untuk menjalankan bisnisnya. Zenobia lebih tinggi daripada Mike, aku tahu pasti tingginya 196 centimeter, tubuhnya pun disebut kurus oleh orang lain. Mungkin karena dia selalu menggunakan kemeja putih satu ukuran diatas ukurannya dan celana kain berwarna hitam yang juga bermodel lurus, tetapi menurutku dia nampak fit bukan kurus karena beratnya 85 kilogram. Hobinya membaca buku, mempelajari bahasa, dan belajar. Kulitnya putih susu, ada sedikit bintik kecoklatan di wajahnya. Alisnya tidak setebal Mike, namun cukup tebal berwarna hitam senada dengan rambutnya dan bulumata lentiknya, warna matanya coklat terang. perpaduan itu tidak pernah menghasilkan sorot mata yag tajam, namun sebaliknya. Sorot matanya teduh. Sangat Teduh. Bibirnya tipis dan berwarna merah. Secara keseluruhan semua orang tahu dia kaukasian. Dia tidak terlalu banyak mengenal orang. Jika kau baru melihatnya, kau pasti akan berfikir bahwa dia pemalu. Namun tidak bagiku. Zenobia sangat ramah, pemikir keras, begitu tenang, namun memang dia introvert. Lebih menyukai ketenangan, dapat mengontrol diri dengan baik, sangat suka sinar matahari pagi. Dia tidak terlalu suka anak anak, oleh karena itu aku tidak pernah membawa Summer bertemu dengannya. Summer juga sepertinya agak takut padanya. Padahal Zenobia tidak akan menyakitinya, bahkan aku tahu pasti dia akan mengajak Summer membaca buku anak anak. Karena dia tidak begitu suka keramaian, kami membangun rumah kayu yang kuat di tengah danau miliknya. Untuk keluar masuk dari sana, kami menggunakan sampan. Tetapi Zenobia Selama ini hampir tidak pernah keluar dari rumah itu. Semua kebutuhannya aku yang siapkan saat keluar dari sana.

Meski berbeda karakter, mereka saling mengenal tetapi tidak pernah bertemu. Mereka saling mengenal dari cerita ceritaku. lebih tepatnya Mike mengetahuinya dari Mega, dan setelah itu dia selalu menanyakan Zenobia. Tidak ada nada permusuhan di antara mereka saat aku bercerita tentang satu sama lain.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di