alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
5 stars - based on 28 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5587e1f596bde67a058b456a/i-swear-this-time-i-mean-it

I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue

Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.

Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya

Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca emoticon-Smilie


Quote:
Diubah oleh: bukanpemainbaru
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 25

PROLOG

Awal tahun ajaran baru

Cerita gue bermula di sebuah SMA yang letaknya berada di pinggiran Kota Semarang. Yap, gue berasal dari Semarang, lahir di Semarang dan tumbuh di Semarang, kedua kakek dan nenek gue juga berasal dari Semarang. Alhasil, hidup gue gak jauh dari Semarang, mungkin saking lekatnya gue dengan Semarang, badan gue udah mirip lumpia, kepala gue mirip ikan Bandeng, dan bau gue bau lumpia isi Bandeng.

Sedikit tentang diri gue, gue cowok tulen, memiliki badan yang sedikit berisi, atau kalo temen temen gue, gue dibilang semok. Gue berkacamata, dan kacamata yang gue gunakan berbentuk kotak sedang dan frame berwarna hitam. Banyak yang bilang gue ini ganteng, contohnya adalah Ibu, Mama, Bunda, dan Umi gue. Bukanya sombong, tapi gue ini keturunan Indo-Maret. Lahir di Indonesia pada bulan Maret.

Gue bersekolah di sekolah swasta yang menerapkan sistem SMP SMA satu atap, dimana gue bersekolah dari SMP hingga SMA di sekolah yang sama. Saat cerita ini dimulai, gue masih kelas 1 SMA. Teman teman yang gue temui di SMA juga merupakan lulusan dari SMP gue, hanya beberapa dari temen SMP gue yang masuk ke SMA lain. Ada sih murid yang tidak berasal dari SMP gue, tapi bisa dihitung menggunakan jari

Meski selalu di tempat yang sama, yang sedikit membuat gue betah di sekolah adalah banyak bidadari tanpa sayap yang ada di sekolah gue, dan gue pun pernah berurusan dengan mereka, baik sebentar maupun lama. Tapi belum ada yang membuat gue benar benar menaruh hati pada mereka. Pernah ada pikiran untuk pindah sekolah karena gue bosan, tapi jika saat itu gue benar benar memutuskan untuk pindah sekolah, maybe this story will never exist
Diubah oleh bukanpemainbaru
Bau baunya bagus nih cerita..
Mayday parade yah gan
Nenda dulu gan... sedaerah sama gw wkwkwk
konyol nih TS
numpang nenda gan emoticon-linux2

PART 1

Juli

Tahun ajaran baru dimulai, di hari pertama masuk sekolah setelah liburan yang sangat panjang. Liburan kenaikan kelas biasanya berlangsung lama, apalagi jika peralihan dari SMP ke SMA seperti yang gue jalani sekarang. Karena itu hari ini gue berencana untuk bangun pagi. Gue takut kesiangan, karena saat liburan jam bangun gue tidak teratur akibat tidur terlalu larut, maklum begadang untuk online, ngegame dan ngupil.

Kenapa? Ada yang salah dengan ngegame? emoticon-Hammer

Gue terbangun karena bunyi alarm hue, dengan piyama hello kitty kesayangan gue, gue bangun dan melihat jam masih menunjukan pukul 5 pagi. Dengan mata yang masih setengah terbuka dan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, gue mematikan alarm gue. Entah setan mana yang mengalunkan lagu nina bobok di telinga gue, gue pun memutuskan untuk tidur sebentar lagi.

Setelah gue rasa beberapa menit gue tidur, gue bangun lagi. Merasa cukup segar, gue beranjak dari kasur dan melirik jam gue. Pukul 6.50. Anjrit. Gue tidur 2 jam. Tanpa pikir panjang dan dengan jurus gerak reflek dewa, gue langsung cuci muka, berpakaian menggunakan parfum sebanyak banyaknya, gue tau mandi akan membuat gue makin terlambat.

emoticon-Ngacir

Gue langsung mengambil tas polo gue, dan mengayuh sepeda kesayangan gue ke sekolah, beruntung sekolah gue dekat dengan rumah gue. Gue lihat upacara pembukaan tahun ajaran baru akan dimulai, beruntunglah gue tidak terlambat di hari pertama gue. Gue menaruh tas di kantin dahulu karena kelas pada saat itu belum dibukakan. Jujur gue malas membawa bawa tas ke tempat upacara.

Gue menemui Mbok Jumini, ibu berbadan gendut setengah baya pemilik kantin soto di sekolah gue, beliau sudah memiliki suami yang juga bekerja di sekolah gue, tapi sebagai kang parkir untuk tamu. Gue singkat Mbok Jumini jadi MJ aja ya, jadi keren kan semacam MJ Mary Jane yang di film spiderman itu tuh. Bayangin aja Mary Jane di Spiderman jualan soto dan Peter Parkernya bukan fotografer tapi kang parkir, bedanya spiderman selalu ada saat dibutuhkan, tapi parkirman selalu ada ketika tidak dibutuhkan... buat narikin parkir. Gue ingin memesan satu mangkok soto karena gue belum sarapan. Dan percakapan pertama gue di cerita ini adalah dengan Mbok Jumini .

Quote:



Gue melirik daftar menunya, dan benar saja, semua menu diganti dengan bahasa inggris, gue salut seorang Mbok Jum yang sudah tua masih mau mengikuti perkembangan jaman dengan belajar bahasa Inggris, semua menunya jadi bahasa inggris, tapi...

Quote:


Gue pun menjelaskan kesalahan di harganya, yang gue takutkan adalah jika tidak ada pembeli bule yang membeli di kantin Mbok Jum , padahal memang nggak ada bule, siapa tau aja.

Quote:


Apa yang diherankan sama MJ ya? Ah tau ah yang penting gue harus ke lapangan upacara sekarang

emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
Diubah oleh bukanpemainbaru
Quote:


iya nih gan, ditunggu aja ya semoga bagus ceritanya menurut agan. Gue emang suka lagu ini, soalnya ngepas sama cerita gue hehe emoticon-Malu (S)

Quote:


weh Semarang juga gan? ane angkatan 90an tapi, masih kepala 2 ane sekarang hehe emoticon-Big Grin

Quote:


haha monggo gann emoticon-Jempol

PART 2

Gue lari menuju lapangan upacara, terlihat dari kejauhan murid murid SMP dan SMA berkumpul jadi satu di lapangan upacara. Menggunakan topi sekolah yang terlihat bersih baru dicuci, sepatu hitam yang kebanyakan baru dibeli saat liburan, seragam putih bersih, serta siswi putri yang memakai beha di luar, oke yang terakhir salah. emoticon-Hammer


Gue berlari menuju kumpulan anak SMA. Karena kelas belum dibagikan, barisan upacaranya pun dibuat acak tapi tetap sesuai jenis kelamin dan tingkatan kelas. Barisan dibentuk dengan cewek di sebelah kiri, barisan cowok di sebelah kanan dan diurutkan dari kelas 1,2 dan 3 dari kanan ke kiri. Gue pun memasuki barisan cowok dan mencoba mencari teman teman gue.

Setelah beberapa saat mencari gue melihat 3 cowok dekil yang sedang jongkok menunggu upacara dimulai, ya mereka sohib sohib gue, Kevan, Aji, dan Rezki. Orang orang yang gue kenal sejak SMP, yang menjadi teman gara gara sama sama di tempatkan di ekstra futsal, namun karena kemampuan kita dibanding kakak senior saat itu yang terbilang sangat jauh, kita berempat ditempatkan di divisi anak gawang dan tukang bawa tas senior, semenjak itu kita jadi berteman dan sering bersama. Kacung aja punya genk. Gue pun menghampiri mereka bertiga

Quote:


Gue pun kaget mendengar ucapan Kevan dan langsung reflek melihat pakaian yang gue pakai saat itu, dan ternyata gue menggunakan seragam SMP gue. Ini mungkin gara gara gue terburu buru tadi pagi. Pantes aja kok Mbok Jum tadi pagi heran sama gue. Anjrit, gue malu abis, teman teman gue pun melihat ke arah gue dan tertawa, diikuti anak anak yang lain yang bahkan gak begitu gue kenal.

Gue pun diseret Pakis menuju ke... barisan anak kelas 3 SMP di barisan paling belakang. Adik kelas yang mengenal gue pun menertawakan gue. Ya gue cukup terkenal di kalangan adik kelas, karena gue merupakan anggota OSIS cupu yang sering berinteraksi ke kelas kelas, rasanya kemaluan gue menciut saat itu juga.

Saat upacara sudah dimulai, gue dengan gondok berbaris sendirian karena gak ada yang bisa gue ajak obrol, gue lihat temen temen gue tertawa terbahak bahak ngeliatin gue di barisan SMP, “Dasar temen temen busuk” jengkel gue. Tak berapa lama, tiba tiba Pakis mendatangi barisan gue lagi, tapi kali ini dengan seseorang siswi SMP di sampingnya, Pakis pun mengarahkan anak itu untuk berbaris di samping kiri gue yang memang masih kosong.

Gue tidak melihat langsung muka siswi yang baru datang itu, cewek ini berbadan pas dan berisi namun tidak gemuk dan tinggi hampir sama se gue. Hal yang gue lihat selanjutnya adalah badge kelas di lenganya yang berlambangkan 3 garis lurus berwarna biru tua, yang menandakan dia masih kelas 3 SMP. Lalu gue melihat bajunya yang masih putih bersih dan terlihat belum pernah dipakai sebelumnya, mungkin dia anak pindahan baru.

Di kakinya dia menggunakan flat shoes warna hitam yang sering digunakan pelajar putri dan kaos kaki putih panjang hingga lutut. Lalu gue melihat tanganya yang putih bersih dan menggunakan jam tangan warna merah muda, dan pandangan gue semakin keatas dan melihat muka anak ini, dan....

Gue melihat wajah itu, wajah yang belum pernah gue lihat sebelumnya, wajah cantik dan lugu seorang murid SMP, dengan pipi sedikit tembem, hidung yang mancung, dan mata yang benar benar menarik untuk dilihat. Benar benar eye catching. Rambutnya hitam bergelombang panjang yang pas dan dibiarkan tergerai. Gue benar benar takjub dengan cewek ini. Dan ini adalah awal mula pertemuan gue dengan cewek ini, cewek yang punya peranan penting di kehidupan gue emoticon-heart emoticon-Malu (S)
Diubah oleh bukanpemainbaru
pandangan pertama awal aku berjumpa ~


ijin nenda gan emoticon-Malu
Quote:


silahkan gan emoticon-Big Grin
Quote:


oke gan jangan lupa update yo emoticon-Malu

PART 3

Quote:


Gue masih memandangi cewek itu selama 10 menit, dan akhirnya gue tersadar dari lamunan gue ketika pemimpin upacara memberi aba aba hormat pada pembina yang memasuki lapangan upacara. Saat itu gue langsung memakai topi gue, ya konyolnya yang gue bawa adalah topi SMA gue, alhasil pakaian gue SMP tapi topi SMA. Gue pun pasrah jika akan mendapat first impression sebagai cowok konyol dan dungu oleh cewek itu. emoticon-Nohope

Tapi kekhawatiran gue hilang seketika saat gue melirik lagi ke siswi tadi, dia sedang mengikat rambut belakangnya dengan ikat rambut berbulu berwarna merah muda. Setelah beberapa ikatan, dan beberapa kali menggulung rambutnya, kini rambutnya tersanggul rapi, dia membiarkan rambut di sisi bagian kiri dan kanan terjuntai, lalu dia memasang topi di kepalanya. Pada saat itu dia jauh bertambah cantik.emoticon-Malu

Gue mencoba melihat bagian kiri dada dia. Bukan, gue gak mesum, gue cuma ingin tahu namanya lewat badge nama yg ada di dada bagian kiri, tapi sebelum gue melihat, gue mengurungkan niat, karena menurut gue, sebagai cowok yang jantan, jika ingin mengetahui namanya, gue harus berkenalan dengan dia, bukan dengan melihat badgenya. Jantan kan gue hehe emoticon-Cool

Gue pun mencoba mengajak dia mengobrol

Quote:


Dan tak ada jawaban dari cewek itu, sepertinya senyuman termanis dari gue malah nampak seperti wajah seekor kuda yang sedang birahi

Quote:


Berasa di tusuk pake bambu runcing, harapan gue untuk berkenalan dengan cewek yang membuat gue jatuh cinta pada pandangan pertama, gagal total. Namun siksaan hari itu masih berlanjut, upacara belum selesai dan gue harus berdiri di samping cewek yang menolak gue mentah mentah. Situasi awkward pun terjadi selama upacara berlangsung. Gue panik

Gue menenangkan diri dan mencoba memulai topik pembicaraan baru

Quote:


Gue tau gombal bukan solusi yang baik saat ketemu cewek pertama kali. Tapi otak gue yang perlu ditambal ini tiba tiba menyuruh gue melakukan itu. Gue pasrah terhadap respon dari si cewek itu. Hancur harapan gue.Tapi hal yang benar benar tak disangka terjadi.
Dia tersenyum. Senyum termanis yang pernah gue lihat. Dan senyum itu makin membuat gue kikuk

Akhirnya gue memutuskan untuk diam lagi, gue takut untuk mengajak dia mengobrol lagi, tapi mungkin lebih tepatnya gue takut dia merespon gue lagi dengan dingin. Gue memilih diam karena jika memang itu saat terakhir gue bertemu dia, hal yang terakhir dia berikan ke gue adalah senyuman dia.emoticon-Malu
nenda dulu ahhh,jangan kentang yee gan cerita nye emoticon-Blue Guy Peace
bikin index gan,biar mantap...
soto 5rebu dollar emoticon-Ngakak

ikut mangkal dimari gan...

hayuk dilanjut ceritanya emoticon-Embarrassment
TS parah nih.
masa pake seragam smp wkwkw.
konyol abis emoticon-Ngakak (S)
rupa rupanya bagus nih cerita


numpang nenda ya gan emoticon-Cool emoticon-Cool
komeng dulu sblm baca n ijin 'angkrem' ya
gan

judulnya judul lagu ya gan? lp ane sp yg nyanyi____________baca ah emoticon-Travellers

PART 4

Gue memandangi tanah yang sedikit berkerak dan beberapa rumput di bawah kaki gue, selama satu jam gue hanya memandang ke bawah, gue gak berani memandang wajah cewek itu meskipun gue ingin, gue takut gue salah tingkah lagi. Gue mengayunkan kaki gue, menendang nendang kaki gue ke tanah, Cuma itu yang bisa gue lakuin sambil membunuh waktu hingga upacara selesai.

Saat ditengah upacara tiba-tiba ada yang menepuk pundak kanan gue. Spontan gue menoleh dan gue kaget. Seseorang yang gue kenal berdiri di belakang gue

Quote:


Gue pun membalasnya dengan senyum dan anggukan pelan, gue gak berani menjawab karena gue selalu gagap di depan Ara. Ara adalah cewek tercantik di sekolah gue, bisa dibilang dia primadona sekolah. Banyak cowok yang naksir dengan dia, termasuk gue. Gue bahkan bikin fansclub dengan nama “Arachnida”, keren kan. Ketuanya gue, bendaharanya aku, dan anggotanya saya. emoticon-Hammer

Gue udah daridulu kagum dengan Ara, cewek yang cantik, ramah, dan suka makan rujak. (Cewek yang suka makan rujak itu seksi, pengecualian untuk Mbok Jum, beliau seksi sekali). Gue selalu grogi jika di dekat Ara. Pernah gue ingin ajak mengobrol Ara, tapi saat ingin memanggilnya, gue pup di celana. emoticon-Hammer

Saat Ara hendak meninggalkan gue, tiba tiba dia melihat gue dan...
Quote:

Mati gue, paha gue mengembang saat liburan. Gue bingung , kalo gue jujur ntar malu maluin, kalo gue ngeiyain pertanyaanya Ara gue bakal di cap cowok bego. Akhirnya gue ngeles

Quote:


Itu hal spontan yang ada di pikiran gue saat itu, gue gak bisa mikir alesan lain, tapi lebih begonya, Ara percaya. Mungkin Ara percaya di sekolah gue ada anak kecil berkeliaran tanpa celana yang suka buang hajat sembarangan. Ara pun pergi meninggalkan gue untuk bertugas lagi, memang cewek yang keren. Lebih keren lagi kalo dia jadi cewek gue. Guenya yang keren, dianya kasian emoticon-Big Grin

Gara gara Ara gue melupakan cewek yang ada si samping gue, gue pun meliriknya lagi, tapi yang membuat gue kaget, dia senyum lagi. Gue melongo, cewek ini tiba tiba senyum lagi dan itu adalah senyum termanis yang pernah gue liat, lebih dari senyum sebelumnya. Gue bersyukur melihat senyum itu, kalo gue kena diabetes gara gara senyum manisnya dia, gue rela diabetes tiap hari. Gue ingin menanyakan kenapa dia tersenyum, tapi nyali gue kecil. Gue pun kembali diam dan mengikuti upacara.

Upacara berlangsung lama, kepala sekolah gue ini emang cerewet. Dia berbicara hampir setengah jam dan gue mulai kepanasan. Gue ngelihat matahari udah di depan muka gue, awan awan seakan sedang bermusuhan dengan matahari. Gak ada pohon pohon juga di lapangan sekolah gue, jadi sinar matahari langsung mengenai murid murid, gue lihat siswa siswa yang lain menutupi muka karena kesilauan.

Gue sendiri mulai berkeringat dan kepanasan. Gue melihat ke arah cewek cantik itu lagi, ternyata ia sedang mengipas ngipas kepalanya dengan tanganya, kayanya dia juga kepanasan. Karena ngajak omong gue gak bisa, hal yang bisa gue lakuin cuma melangkah berdiri di depan dia, ngehalangin dia dari sinar matahari. Untung tubuh gue lebih tinggi dari dia, gue ngelakuin itu sampe upacara selesai.

Setelah upacara selesai gue melihat kebelakang, dia udah gak ada di belakang gue. Gue gondok abis. Tapi gue pun mencoba sadar diri, mungkin dia ilfil karena gue jelek dan konyol, jadi dia pergi. Atau saat gue berdiri di depan dia, bau badan gue tercium dari depan. Dengan gue jalan ke arah temen temen gue. Tapi tiba tiba ada yang bicara di samping gue

Quote:
Quote:


Sama mas... tp lebih muda saya... wkwk lanjutin ceritanya mas.... ngakak aku wkwk
Halaman 1 dari 25


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di