alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Dia.. Murid Terbaikku..
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/558553f89e740405508b4569/dia-murid-terbaikku

Dia.. Murid Terbaikku..

Setelah sekian lama nongkrong disini, akhirnya akupun tertarik berbagi kisah di SFTH emoticon-Smilie
Semoga berkenan emoticon-Smilie

Rules:
......................

Dia.. Murid Terbaikku..

Index:

Prolog
Panggil aku Pak Guru..
Diubah oleh: zeichen
Urutan Terlama

Prolog

Jogjakarta, Desember 2002

"Selamat. Selamat ya dek.. udah jadi Ahli Madya ..", sapa Mba' Yuna dengan penuh ceria.

Dia kakak kelas 2 tingkat sejak SD, SMP dan SMA, dan juga teman 1 desa.. Datang tanpa sengaja karena suami Mba’ Yuna asli dari Jogja, dia hanya mendengar aku wisuda, ehhh malah dateng dan mungkin udah tau informasi ini sebelumnya.. Dia datang berdua saja dengan suaminya, tanpa anaknya. Udah punya 1 anak tapi akupun belum pernah melihatnya. Mba’ Yuna lulus SMA lebih dulu 2 tahun sebelumku tahun 1995. Karena keterbatasan biaya dan memang terpaku adat orangtuanya, dia memilih menikah selisih 4 bulan dari kelulusannya. Akhir 1996 dia dikaruniai seorang anak perempuan, yang sekarang sudah berumur 6 Tahun berjalan dan sudah bersekolah di tinglat TK.

"Eh gelarnya apa nih mas?, hehehe..", sahut Mas Hendra suaminya..

Mas Hendra, pria ini setingkat lebih tua 3 Tahun daripada Mba’ Yuna, dan 5 Tahun lebih tua dariku. Dia bekerja sebagai salah satu Pegawai Negeri Sipil di salah satu Instansi Pemerintahan di Kabupatenku. Orangnya baik kok, diapun tau kalau aku pernah suka dengan Istrinya waktu dulu..

"Ehmm,,,", aku hanya berusaha menutupi malu dan duduk disamping Ibuku..

Ibuku, perempuan sederhana.. Pekerjaan hanya sebagai Buruh pembantu rumah tangga orang Cina. Oiyaa, Ibu dateng bersama Bapak dan hanya berdua, kemaren aku menjemput Beliau dirumah. Bapak hanya seorang Tukang Becak yang mangkal di pusat kota.. Itulah sekilas tentang sisi kehidupan disampingku.

---***---

Siang yang cerah, panas dan penuh keceriaan. Hari ini aku Wisuda, setelah hampir 5 tahun menempuh Pendidikan, akhirnya bisa lulus dan bergelar Ahli Madya Pendidikan (A.Ma).. Jurusanku adalah PGSD yang nantinya bakal menjadi Guru SD. Aku sendiri berhenti 1 tahun dari kelulusan SMU tahun 1997, dan baru meneruskan Kuliah di tahun berikutnya. Hari-hari yang lalu enggak ada hal yang spesial, hanya kuliah dan pernah cuti 1 Tahun (2 semester) karena ikut bekerja di salah satu daerah di Pulau Bali.

Panggil aku Santo, lahir pertengahan tahun 1978, 1984 aku mulai menempuh Pendidikan TK dan dilanjut ke Jenjang SD. Prestasi biasa aja, selalu masuk 10 besar, karena SDku termasuk SD yang lumayan bersaing walau hanya ditingkat kecamatan. 1991 setelah kelulusan SD, aku melanjutkan ke jenjang SMP, karena nilaiku lumayan akhirnya ku beranikan diri mendaftar di SMP kota, padahal didaerahku sendiri ada SMP Negeri. Setelah beberapa waktu, akhirnya pengumuman dan aku di terima di salah satu SMP N favorit.

SMPku merupakan sekolah tua, bangunan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1917 dan berada di pusat kota sebelah timur Alun-alun. 1994 aku lulus SMP, dan melanjutkan ke SMA yang tak jauh dari lokasi SMP, sama pula peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1915 . Masa SMAku adalah pijakan awal bagaimana aku mulai menata kehidupan yang nantinya akan aku pilih. Walau pada akhrinya semua ini melenceng sesuai rencana yang pernah ada.

Yapp, kotaku terkenal dengan Bedug Raksasa, terkenal kota kelahiran Pencipta lagu Indonesia Raya, kota kelahiran salah satu Pahlawan Revolusi.. Salah satu Kota Berirama di selatan Jawa Tengah dan berbatasan dengan Propinsi D.I.Y. Aku tergolong cowok biasa, enggak nakal enggak juga kalem. Sejak SMP, aku akrab dengan beberapa cewek, salah satunya Mba' Yuna. Sampai aku beberapa kali mengungkapkan rasa suka terhadapnya, tapi sampai dia menikah aku belum juga mendapatkan cintanya. Akupun menyadari semua ini memang sudah takdir emoticon-Smilie.

1997 aku lulus SMA, karena biaya masih belum ada untuk melanjutkan Kuliah, ku putuskan bekerja menjadi Pekerja Bangunan di Kota Jakarta. Hampir 1 Tahun, pekerjaan itu membuahkan hasil yang akhirnya membawaku ke Jogjakarta, mendaftar ke salah satu Kampus Negeri dan mengambil jurusan PGSD di Tahun 1998. Guru?? Hal yang tak pernah diduga sebelumnya, tanpa rencana.

Perlahan semua aku jalani karena sudah ku pilih, jatuh bangun saat kuliah itu sudah sangat biasa. Ekonomi dan lainnya, karena kedua orangtuaku hanya berprofesi sebagai Buruh dan harus membiayai 2 adekku yang masih SMP dan SD, karena aku anak pertama. 2002 Aku lulus kuliah, dan perjalanan hidup yang sebenarnya ini mulai aku tapaki satu persatu emoticon-Smilie

---***---
Diubah oleh zeichen
Coba nitip sendal dulu deh ah kang emoticon-Big Grin
Mantap ceritanya bang semoga rajin update
izin nenda ye gan?
haaa?? ini kotaku, smp dan smaku juga..


slm knl om.. emoticon-Big Grin
Dilanjutkan gan, bahasanya ringan, jangan berhenti gan.
emoticon-Recommended Seller
masih anget nih , numpang gelar tikar dulu gan :v
lama bongit apdetannye emoticon-Ngakak

Panggil aku Pak Guru..

Purworejo, Juli 2002

Hari pertama masuk sekolah di Tahun Pelajaran 2002/2003. Setelah lulus dan mendapat Ijazah, aku udah sah menjadi Guru dan bisa mengajar di salah satu sekolah, tentunya Guru Kelas di jenjang SD, bukan guru mata pelajaran. Awalnya, berbekal surat lamaran yang aku kirimkan ke pihak sekolah Alhamdulillah dapat panggilan. Seminggu yang lalu udah dateng ke SD itu, dan mendapat tugas mengajar kelas 2.

Statusnya masih GTT (Guru Tidak tetap) atau GWB (Guru Wiyata Bakti) bahasa kampungku itu “Guru Ora Bayaran”. Tapi aku ingin menjalani, selain karena memang Ahli Madya Pendidikan, 2 tahun terakhir aku memang menyukai profesi guru. Dengan status seperti ini, semoga saja ada jalan cerah diangkat menjadi PNS seperti guru-guru senior.

Waktu terus berlalu, aku jalani semua ini dengan Istqomah selain tanggung jawab dan pekerjaan yang jauh dari kata “uang”, aku fungsikan sebagai Ibadah.. Alhamdulillah, semua bisa lancar dan berjalan normal apa adanya. Untuk soal keuangan, aku menggeluti usaha makanan ringan yang aku jual di Koperasi Sekolah, sehari kadang hanya mendapat untung 10 ribu, 15 ribu bahkan 5 ribu. Tapi itu enggak terlalu menjadikan masalah yang serius.

Sebulan bisa dikalkulasikan dan hitungannya masih cukup untuk mencukupi kebutuhan dan sekedar membantu adekku Sekolah. Fokusku memang ke Siswa, bermacam ragam sifat mereka, berlatar belakang dari bermacam keluarga, harus bisa disatukan demi Pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Begitulah sedikit pengalaman mengajar.

---***---


November 2007


Waktu terus berlalu, tanpa sadar dan tak terasa aku sudah 5 tahun menjadi Guru di SD Negeri itu. Suka duka dan segala macam hasil dari pengalaman dan pengabdian ini cukup membuahkan Hasil. Pertengahan 2007 ini, aku mendapatkan SK dari Dinas Pendidikan Kabupaten yang hubungannya dengan pengangkatan dari GTT menjadi CPNS..

Alhamdulillah, setelah menjalani Pra-Jabatan yang berlangsung beberapa hari, akhirnya aku sudah menjadi Guru SD berstatus PNS Golongan II/b. Hal ini merupakan salah satu bagian dari cita-cita yang tak pernah direncana sebelumnya. Usaha menggeluti makanan kecil juga masih lancar dan masih sebagai penyumbang keuanganku..

Keluarga, teman-teman dan semuanya menyambut baik hal ini, begitu pula diriku sendiri. Dan, seiring berjalannya waktu. 2 tahun ini pula, aku berubah kelas dari kelas 2 ke kelas 6, jadi sekarang aku mengajar kelas 6. Ada sedikit cerita tentang indahnya mengajar di kelas 6, di tahun ini tentunya. Semua itu membuatku semangat emoticon-Smilie ..

---***---



April 2008

Tak terasa pula usiaku semakin bertambah tua, Tahun ini usiaku udah di angka 30 Tahun. Soal keseharian, kesejahteraan, kemapanan, semua itu sudah aku anggap cukup. Namun satu hal yang belum tercukupi, yaitu soal pendamping hidup atau lebih jauhnya menuju Pernikahan.

Padahal, aku sendiri mempunyai 2 adik yang beranjak dewasa. Adik pertama dia seorang perempuan biasa dan mirip dengan Ibu dari segi sifat dan karakternya, sederhana. Sekarang, dia udah kelas 3 SMA disalah satu SMA Negeri dan cita-citanya ingi melanjutkan kuliah.

Adikku satunya, dia cowok sekarang kelas 2 SMP, dan rajin belajar, kadang diapun membantuku menjual makanan kecil yang udah aku geluti selama bertahun-tahun. Intinya mereka semua semakin dewasa dan tanpa sadar menyadarkanku akan hal mencari Jodoh itu.

Sejak aku menjadi Guru SD itu, aku memang fokus dan tanpa sadar mengabaikan soal Jodoh itu. Rasa sukaku sejak dulu dengan Mba’ Yuna jelas udah aku lupakan. Sadar saja akan takdir, karena dia sudah menjadi milik orang lain..

Waktu sore, saat aku lagi asik main gitar di teras rumah, Mba’ Yuna datang ke rumah, seperti biasanya dia sering memberi makanan semacam 1 mangkok soup atau sayur lainnya kepada Ibu. Dan seperti biasanya dia selalu menggodaku dengan kata-kata biasa lah..

Kata-kata sedikitt geli kalau mendengarnya “kapan Nikah?”, “mana Pacarnya?”. Bagiku itu sudah sangat biasa dan selalu menjadi bahan candaan bersama Mba’ Yuna.. Kadang dia sama anak perempuannya yang sekarang sudah kelas 6 di SDku.

Anak Mba’ Yuna itu cantik, kalem, dan aku bisa membayangkan dia itu perempuan baik di masa nanti.. Mirip sana Mba’ Yuna, dari cara sederhana saat berjalan dan mengerjakan sesuatu, sampai cara dia senyum dengan ramah ke orang lain.

Kehidupan lainnya, menurutku semua udah tercukupi. Aku terus menata hidup, dan masih berusaha mencari Jodoh. Karena banyak dari temanku banyak yang sudah menikah, apalagi teman perempuan anaknya udah diatas usia 7 bahkan 10 tahun.

Bukan karena aku enggak laku, atau tak ada yang suka ke aku. Hanya saja aku sendiri yang belum membuka hati untuk siapapun mereka seorang perempuan. Bukan pula karena aku enggak menyukai lawan jenis Ada satu yang aku suka sebenarnya, dialah muridku yang ter-Istimewa.. emoticon-Smilie



---***---



Diubah oleh zeichen
Post ini telah di hapus oleh zhulato
udah update.. panggilnya om aja yah? hehehe
nimbrung ye gan emoticon-Big Grin
lumayan masih dapet pejwan emoticon-Embarrassment emoticon-Ngakak (S)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di