alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55829526c1cb171a2f8b456a/ruang-dan-waktu

Ruang dan Waktu


Hai gan, setelah sekian lama ane jadi pembaca di sfth (tapi bukan SR) akhirnya ane malah jadi mau nulis cerita juga kaya agan yang laen emoticon-Hammer (S)


Kenapa ane pilih judul Ruang dan waktu? karena bagi ane Ruang dan waktu adalah 2 element yang slalu berdampingan. Dimana ada ruang disitu ada waktu dan dimana ada waktu pasti disitu juga ada Ruang yang pada akhirnya menghasilkan sebuah histori (cerita yang ane tulis).
Bener kaga? emoticon-Ngakak (S)



Ini cuma coretan seorang amatir yang ingin berkisah emoticon-rainbow

Enjoy guys


Quote:


Semua nama dalam cerita ini disamarkan emoticon-Big Grin

Mohon maaf kalo ceritanya berantakan karena ane bukanlah seorang penulis handal emoticon-Ngakak (S)


Sekumpulan denting jam yang nantinya akan menghasilkan sebuah histori. Histori yang gak akan pernah bisa untuk diulang kembali dan akan terasa manis ataupun pahit jika dikenang suatu saat nanti. Iya, itu definisi waktu menurut gue dan waktu bukanlah uang. -Sebut saja bunga


Urutan Terlama
Diubah oleh hatsunecrew.

Satu


Pagi ini semua siswa baru sibuk mencari namanya di setiap kertas yang tertempel pada jendela-jendela kelas. Setelahnya, ada yang bersorak ria karena masuk IPA, dan ada juga yang gak terima karena masuk IPS.
Sedangkan gue? Gue hanya duduk diam di salah suatu kursi koridor, merenungi nasib gue yang gak jadi (read: gagal emoticon-Berduka (S)) masuk sekolah pelayaran cuma karena suatu hal sepele, Gak dapet restu dari nenek.
"Pelayaran itu keras, ngapain cewek masuk pelayaran. Mosnya nanti berat. Ditampar, digaplokin, suruh ini suruh itu. Belom lagi di atas kapal itu banyak orang jahat. Trus kalo kamu nanti punya anak siapa yang ngurusin anaknya kalo kamunya berlayar" Kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh nenek gue masih terngiang dengan jelas di telinga gue. Pikiran nenek gue jauh banget sampe ke punya anak segala. Dan yaps, Kali ini galau sukses menerpa gue, gue menyesali perbuatan gue yang bilang ke nenek kalo mau masuk sekolah pelayaran. Semua mimpi gue seakan dilempar bom atom dan kemudian luluh lantah seperti halnya kota Hiroshima dan Nagasaki, menghasilkan debu-debu nakal yang terus menempel dalam otak gue.
Apa gue harus ngebuang jauh-jauh mimpi itu?
Apa gue harus merelakan mimpi besar itu kandas dalam sekejap?
Apa ini jalan terbaik buat gue dan gue harus merancang ulang semua mimpi yang baru?
emoticon-Berduka (S)

Berlahan tapi pasti koridor kelas mulai sepi. Gue berdiri sambil menyelempangkan tas ke pundak dan berjalan menghampiri setiap kertas yang tertempel pada jendela.
Setelah sekian lama, akhirnya gue berhasil menemukannya "Bunga X IPS 4" baca gue dalem hati. Sesuai dugaan gue, gue pasti masuk kelas IPS karena di angket peminatan gue emang milih IPS. Ntahlah, gue berpendapat bahwa anak IPS itu bakal punya solidaritas yang lebih tinggi jika dibandingkan sama anak IPA yang terkenal dengan prinsip 'Elo ya elo, gue ya gue' . Gue kaga bisa ngebayangin apa jadinya gue di kelas kalo masuk IPA. Gue harus berjuang dan berkerja keras ngerjain tugas sendiri di tengah persaingan yang ketat. Mungkin aku akan gila, kawan emoticon-Frown emoticon-Hammer (S)

3 sahabat gue di SMP pun sepertinya udah pada milih jalannya sendiri.
Ririn, dia masuk ke STM nomer 1 di Cikarang barat dan mengambil teknik permesinan.
Anggun sama Ulfa masuk ke salah satu SMA Negeri di Kab.Bekasi dan memilih jurusan IPA.
Dan gue, Gue masuk salah satu SMA Negeri di Kab.Bogor dekat dengan Cibubur.

Dunia dan lembaran baru kita mulai, sahabat lama pergi untuk mencari mimpinya dan sahabat baru akan datang untuk bersama mencapai impian emoticon-rainbow

Quote:


Dua

Usai pembagian kelas kemaren, gue mulai mencoba untuk berlapang dada menerima nasib. Mungkin emang ini jalan yang Tuhan pilih buat gue dan Tuhan punya rencana yang lebih indah.

Gue melirik jam yang menggantung di tangan. Jarum-jarumnya menunjukan pukul 06.20 . dengan cepat gue langsung memakai sepatu dan pamitan kepada orang tua sebelum caw kesekolah.
20 menit kemudian sampailah gue di parkiran si engkoh (yang punya parkiran orang cina jadi dipanggil koh) dengan selamat setosa bersama si perkasa.

Dengan langkah sedikit gontai gue mulai memasuki gerbang sekolah dan mencari-cari dimana keberadaan kelas X Ips 4. Mata gue terus berputar ke seluruh sudut dan akhirnya menemukan si Mayang, perempuan dengan badan yang ideal dan lesung pipi di wajahnya. Dia satu SMP sama gue tapi beda kelas, dan gue gak terlalu akrab dengannya.
"Eh May, masuk kelas mana lu?" Gue bertanya sebagai basa-basi untuk memulai obrolan, padahal gue udah tau kalo si Mayang masuk kelas yang sama kaya gue emoticon-Ngakak (S)
"Sok-sokan nanya, udah tau kita satu kelas"
"Iya hehe" seketika gue jadi ngerasa bloon grgr salah milih pertanyaan buat basa-basi emoticon-Hammer (S) "btw, kelasnya dimana ya?"
"Kelas kita di sono noh, numpang di Lab.Bahasa soalnya kelas yang asli blom selesai direnov. Ayok kesono"
Gue mengangguk sebagai tanda setuju.
Kesempatan emas pun kaga gue lewatkan begitu saja, sepanjang perjalanan ke lab, gue melihat banyak sekali kakak kelas yang (ehem) ganteng sedang berdiri di koridor kelasnya.tsahhh~

Hari pertama gue lewati dengan berkenalan dan pemilihan pengurus kelas. Gue ditawari untuk menjadi sekertaris namun gue menolak dikarenakan tulisan gue terlalu memukau kalo di papan tulis emoticon-Big Grin dan akhirnya terpilihlah si Nina menjadi KM, Ayu menjadi WKM, Septiani dan Dina menjadi bendahara serta si Clara dan Novita menjadi sekertaris.

Skip skip

Mata gue sedikit menyipit ketika keluar dari dalam kelas. Terik matahari yang begitu menyengat langsung menerpa wajah gue dan membuat mata gue susah melek secara total.
Gue berjalan menuju kantin bersama Mutia, temen baru gue dikelas. Cacing di perut sepertinya sudah tidak memberi toleransi lagi untuk lebih bersabar. Gue langsung mengambil posisi duduk di sebelah Mutia dan memesan satu porsi nasi goreng di warung yang gue ketahui namanya adalah warung Aa.
"A, Nasgor 1 ya" Teriak gue dari tempat duduk yang kemudian disusul dengan kalimat "Iya neng".
Cerita baru emoticon-Big Grin

Majang di pejwan doloo emoticon-Big Grin
Quote:


yoi gan emoticon-Big Grin

Tiga

Tanpa terasa 1 bulan sudah gue jalanin lembaran baru. Gue udah mulai mengenal apa itu cinta, eh salah maksudnya gue udah mulai mengenal dekat beberapa anak kelas yang gue prediksi bakal jadi sahabat nantinya. Kelas gue juga udah punya nama yaitu XSocat / Socat yang artinya Social Empat atau bisa juga Sekumpulan Orang Cacat dengan harapan akan menjadi kelas yang harmonis dan enggak pada mentingin egonya masing-masing emoticon-Smilie

Waktu itu hari sabtu, sekolah gue libur karena gue gada jadwal eskul hari itu. Tiba-tiba hp gue bunyi tanda ada bbm dan ternyata bbm dari si Ririn. Setelah gue baca, akhirnya gue pun menarik kesimpulan bahwa anak itu (ehem) Kangen sama gue dan mau ngajak gue buat maen.
Gue pun meng acc ajakannya dengan beberapa syarat. 1) Dia yang nyamper gue. 2) Jalannya pake motor dia. 3) Dia gaboleh minta patungan uang bensin. HHH~ Rasakan kau Rin (Tawa jahat bergema disertai petir dari langit)

Kamipun maen ke suatu tempat di bilangan Bekasi timur, dan dapat dipastikan tempatnya adalah tempat nongkrong para kawula muda huehuehue emoticon-Big Grin
"Eh bung, tau ga masa gue cewe sendiri di kelas, yang lainnya cowok semua" Ririn memulai pembicaraan setelah memesan makan dan minuman.
"Ya lo Bloon, masuk jurusan teknik permesinan, yaiyalah isinya cowok semua" Jawab gue sewot .
"Tadinya ada 3 ceweknya, tapi yang 2 dipindahin ke TP C semua, jadi tinggal gue doang yang di TP A. Tapi enak cuy, gue di kelas jadi ibu presiden"
"Ibu presiden bajimane?" Tanya gue kemudian menyerulut es yang telah dihidangin.
"Iya ibu presiden, kalo ada bocah kelas laen yang macem-macem sama gue, pasukan kelas gue langsung pada maju trus bilang 'woi ini ibu presiden kelas gue, jangan berani sentuh apalagi macem-macem lu' gitu, wakaka keren ya?" Si ririn cerita sampe antusias banget.
Gue menatapnya dengan wajah datar, "iya keren"
"Kok lu jawabnya biasa aja sih, gak waw gitu? Datar bgt. Gaasik nih gua masih mau cerita banyak juga"
Ini yang gue bingung, gatau setan apa yang bikin gue betah temenan sama anak ini dari kelas 1 SD sampe sekarang. Dia itu bawel bgt kalo udah ngomong susah berenti. Tapi gue akuin, semua cerita dia selalu sukses bikin gue (agak) iri.
"Yaudah lanjut aja ceritanya, selaw yaelah gua dengerin ini, ketakutan amat gua tidur"
"Bener ya? Iya trus juga gue sering diajak bolos kalo kaga ada guru, waktu itu gue diajak bocah kelas kabur, jalan sampe jauh banget muter-muter. Tau gak ternyata cuma ngapain? Cuma nemenin si adril (anak kelas dia) buat beli pulsa. abis itu udah kita balik lagi ke sekolah. Yang beli pulsa cuma 1 orang yang nganter sampe satu kelas. Gila kan"
"Banget"
akhirnya kamipun hanyut dalam obrolan dengan membahas hal-hal mulai dari yang penting sampai gak penting sama sekali, maklum kalo sama temen ngobrol pasti bisa ngelantur kemana-mana emoticon-Big Grin

Hari sudah mulai sore dan matahari mulai mengoren. Kami bangun dari tempat duduk kemudian berjalan keluar meninggalkan tempat itu.
Satu hari full dimana gue abisin waktu buat dengerin ocehan dia yang entah bakal bisa gue denger lagi apa enggak pas nanti udah gede.

Now playing~ Sheila on 7 - Sahabat sejatiku
emoticon-Sundul Gan (S)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di