alexa-tracking

Hujan Kemarin (True Story)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5573c167c0cb172a668b458a/hujan-kemarin-true-story
Hujan Kemarin (True Story)
Hujan Kemarin (True Story)

emoticon-kissemoticon-kissemoticon-kissemoticon-kissemoticon-kissemoticon-kiss
Nama gua Miko, bukan nama asli, hanya nama yang muncul dikepala saat ini. Saat ini gua masih bekerja disalah satu Kem*ntri*n yang ada di negara kita ini, kementri*n yang paling fancy dibandingkan kem*ntri*n yang lain (based on people opinion emoticon-Hammer (S)), gua gapunya keahlian nulis sebelumnya, cuma modal laptop, sinyal wifi, plus segelas air putih. Kenapa aer putih?? ga "segelas kopi hangat" seperti penulis-penulis lain? karena suatu hal yang bakal gua ceritain nanti, sampe gua berhenti dari yang namanya minum yang namanya kopi.


oiya, gua lahir di salah satu kota di Pulau Sumatra pada tanggal 4 dibulan februari tahun **

Perawakan gua yah bisa dikatakan lumayan lah, tapi gada yang spesial di diri gua hanya banyak yang bilang gue orang yang unik.
Gua cuma punya mata yang hitam pekat, rambut gondrong gajelas, kulit yang kecoklatan, dan badan setinggi 174cm dan badan seberat 70kg.

Gua adalah anak ke * dari * bersaudara (maksudnya apa lagi ini?emoticon-Hammer (S)), Ibu gua merupakan keturunan suku Batak asli, sedangkan Ayah gua sendiri dari keturunan Batak+Jawa.. bayangin aja gua gimanaemoticon-Cape d... (S). Batak yang menurut gue sendiri itu keras dan disipilin digabung dengan Jawa yang lembut, jadilah gue emoticon-Big Grin


Sebelumnya gue udah pernah buat cerita tentang hidup gua, tapi berhubung gua lupa passwordnya, jadi gua buat cerita yang baru yang bermutu ini. Kalo ditanya motivasi gua nulis cerita dikaskus ini juga gua gatau mau jawab apa, cuma cerita ini gue dedikasikan untuk seseorang yang jauh disana. Sangat jauh malah.


Q&A

Mik, ini based on true story ga?
Ya, ini semua based on true story kok emoticon-Smilie

Lu kok masih inget mik?
Gue cuma nulis apa yang gue inget, gue juga ga nulis semua ttg kehidupan gue kok

Mik, Kemarin lu udah buat cerita yang Judulnya Somebody Out There, kenapa di rewrite?
Hmm, kenapa ya. Judul cerita gue yang itu rada gajelas gt.Gada hubungannya ama cerita gue. Jadi gue tulislagi denganjudul yang beda emoticon-Smilie

Kenapa lu ceritain dari lu SD mik?
Oh, itu karena entar sampe gue kerja kaya sekarang, bakalan ada hubungannya ama masa SD gue. Gt deh.

Tapi mik...
Lu nanya sekali lagi.. gue santet lu!

INDEKS


image-url-apps
ane jadi ingat judul lagu taxi band.
salam kenal agan miko.
mejeng di pejwan dulu emoticon-Cool
ane bantu emoticon-Rate 5 Star yee
image-url-apps
Mejeng dulu di pejwan emoticon-Cool

emoticon-Shakehand2 bang miko
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


silahkan broh. kalo ada kurangnya mohon di kasih saran ya gan emoticon-Smilie
image-url-apps
Quote:


silahkan men emoticon-Shakehand2
image-url-apps
part.nya loncat2 nih
pindahin kemari semua napa?
image-url-apps
oya ane baru sadar ente seharusnya pindahin part"nya ke thread ini. soalnya rules ga boleh aktif 2 thread sekaligus. harus di closed salah satunya. ane cuman ngasih tau aja gan. ane nubie kok emoticon-Big Grin
image-url-apps
batak keras + jawa lembut

mungkin hasilnya jadi: tampang sangar berhati pinky emoticon-Big Grin mungkin ya mungkin

nunggu ceritanya ah ~

Part 1

image-url-apps


If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

We find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

If you're tossin' and you're turnin'
And you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you

Oooh
We find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
You know...
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh

You can count on me 'cause I can count on you

Count on me - Bruno Mars


"Mik.. lagi ngapain lu? sibuk amat"

Gua ngedenger suara ntah dari mana asalnya, sejenak mata gue mencari-cari sosok yang menciptakan suara itu. Tapihasilnya nihil, mata ga ga menemukan satupun orang diruangan ini. Hanya suara detakan jam yang menemani gue diruangan ini.

Tiba-tiba.. gua mendengar suara
"gluk.. gluk.. gluk" terdengar seperti suara dispenser dari ruangan sebelah, namun gue enggan beranjak dari kursi ini.
Gua lihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 10 malam.

"ada yang gaberes nih.. kayanya gua kudu pulang sekarang" batin gua ngerocos

"Mik!!"
Gue kaget mendengar nama gue dipanggil dan ngerasain tepukan dibahu gue.
Gua membalikkan badan, and guess what? Ternyata dari tadi yang manggilin gua, suara dispenser itu kerjaan temen gua yang atu ini.
emm, sebut saja dia mawar, walau dia cowo emoticon-Ngakak (S)

"Goblok! buat kaget aja lu tong emoticon-Mad (S) "
"lagian lu sibuk banget tadi gua liat dari luar, lagi ngapain lu tadi?" tanya si mawar emoticon-Betty (S)
"bukan.."
"bukan apa mik?'
"BUKAN URUSAN LU!emoticon-Bata (S) "
"Njir, lu parah banget ama gua.. gua potong juga tuh...." ancam si mawar
"apa? apa yg mau lu potong? lu tau kaskus?"
"tau Mik"
"tau heart2heart kaskus?" tanya gue lagi
"yang cerita cerita curhat gt? tau.. tau.."
"lu pantengin ya.. cerita baru judulnya Somebody Out There..emoticon-army " ucap gua lantang

Gua terus melangkahkan kaki gua meninggalkan simawar..
"Oi Mik.. maksud lu apa'an?"

Gua ngga hanya tertawa dan melambaiikan tangan gua kepada mawar, meninggalkan dia sendiri diruangan gelap itu.. jeng jeng jeng jeng emoticon-Cape d... (S)
***

Balik ke jaman SD.. pyuuuuuuushhhhhhh...


Hari ini pertama gua masuk sekolah, kemeja putih-celana merah-dasi merah-sepatu hitam-kaos kaki putih- rambut klimis-bando..
eh? bando? lupakan bandonya emoticon-Hammer (S)
Yang pasti ini adalah hari pertama gua menginjakkan kaki gua disekolah ini.
Gua ngeliat banyak bocah berkeliaran sana-sini dan kelihatannya mereka semua udah saling kenal.. emoticon-Bingung (S)
Gua yang sok asik langsung aja pura pura datag kekerumunan itu, tapi sialnya mereka malah langsung bubar ketika gua dateng. Gua mendatangi kerumunan lainnya berharap ada yang bisa gua ajak ngobrol, tapi sangat disayangakan saudara-saudara, semua kerumunan yang gua datangi pada bubar ketika gua ikut nimbrung.

Tadi gua diantar emak gua kesini, eh bukannya nemenin anaknya dihari pertama sekolah, emak gua malah langsung pergi karena harus kerja, demi gua demi keluarga gua emoticon-Smilie

Karena ga menemukan siapapun buat diajak ngobrol ataupun sekedar duduk bersama, gua duduk di dekat ayunan sekolah gue
"masa iya sih? gada yang mau ngobrol ama anak cowo cakep and charming kaya gua ini emoticon-Najis (S)" batin gua berbicara
Gua melamun, tatapan gua kosong kedepan sampe akhirnya..

"hei.. aku boleh duduk disini?" tanya cewe itu sambil mnepuk nepuk ayunan itu

gua cuma menganggukkan kepala sambil melihat wajah imutnya.
"cantik"

Gua dan dia cuma diam. saling memikirkan kata, tapi enggan untuk berkata. saling menatap, tapi enggan untuk menyapa.

"nama aku Alice emoticon-Smilie" ucap cewe itu memulai percakapan
"ha? emm, nama aku Miko emoticon-Smilie"
"Entar kita sekelas loh, kata mama kelasnya cuma ada satu, jadi kita pasti sekelas Miko emoticon-Smilie" tambahnya
"iya kita nanti sekelas emoticon-Smilie"
"Entar duduknya bareng aku ya? biar kita bareng mulu, ntar kalo istirahat kita main kesini lagi emoticon-Smilie"
"Iya, entar kita duduk paling depan aja ya emoticon-Smilie" jawab gua

Gua dan Alice ngobrol ngalor kidul kemana mana, kita bicara soal kartun di tV, lagu, bahkan saling meragakan superhero favorit kami. Sampai seorang wanita kelihatan berjalan kearah kami berdua.

"eh, itu mama aku udah jemput, Alice nya pulang dulu ya Miko emoticon-Smilie dadah ~" ucapnya pelan

Gua cuma tersenyum dan melambaikan tangan gua ')

Part 2

image-url-apps
Gue menatap layar touchscreen hape gue sambil tersenyum simpul. Gua memperhatikan foto seorang wanita yang udah lama ga gue lihat. Gue sedang membuka IG (InstaGeraham) di hape gue, terlihat disitu ada foto wanita cantik yang berambut sebahu, rambutnya sekarang terlihat lebih coklat dari yang dulu gue tau, terlihat dia menggunakan gaun putih panjang yang menutupi kedua kakinya sampai menyentuh lantai dan ada seorang pria disampingnya yang juga mengenakan jas yang senada dengan gaun wanita itu, beautiful in white huh?

********

6 tahun telah berlalu sejak perkenalan gue dengan cewe di ayunan sekolah gue itu, kita b'dua selalu ada dikelas yang sama selama 6 tahun belakangan ini, dalam 6 tahun ini Dia sudah menjadi cewe cantik dan lucu, bahkan mungkin telah menjadi idaman semua murid cowo di Sekolah Dasar ini, dia juga telah menjadi cewe super cengeng yang gue kenal, ada masalah sedikit nangis, nangis dan menangis.

Sedangkan gue, gue bertumbuh menjadi cowo pendiam, yang bisa dibilang jarang ngobrol dikelas, tapi bukan berarti gue ga punya banyak teman, bahkan gue memiliki banyak teman baik dari SD ini ataupun tingkat SMP disekolah ini.

"Mikoo.. entar pulangnya bareng ya" ucap Alice dengan sedikit berbisik di dekat telinga gue

Gue mengangguk pelan dan tersenyum.

"Oiya Miko, entar kan perpisahan sekolah, ntar kita nyanyi bareng kan?emoticon-Matahari "

"iya, kata bu Vina, kita bakal nyanyi duet di acara perpisahan nanti" jawab Gue

Teet teet teeet (Bunyi lonceng skola gue waktu itu)

"Ayo pulang mikoooo" ajak Alice sambil menarik narik baju seragam gue

"iya bentar" gue memasukkan buku dan pulpen gue kedalam tas.

Di saat berjalan menyusuri taman sekolah kearah gerbang skolah, gue melihat kedua orang tua Alice yang sedang berpelukan sambil terseyum bahagia, tapi kenapa?

"Alice itu mama dan papa kamu, kenapa datang kesini?" ucap gue sambil mengarahkan telunjuk gue kearah orangtua Alice

Alice melihat kedua orangtuanya dan berlari kecil mengahampiri mereka. Gue melihat papa dan mama Alice langsung memeluk Alice. Gua juga segera berlari untuk menyusul Alice.

"eh Miko.. sini nak.. Papanya Alice udah dapat kerjaan baru lagi Miko" ucap Mama Alice sembari mengelus rambut gue

"wah, selamat Alice, selamat Om emoticon-shakehand "

"iya nak miko, nak miko mauikut nanti kerumah Alice? buat ngerayainnya?" ajak Papanya Alice keGue

"ayo miko, miko ikuut yah? mau ya?" Alice menarik narik seragam gue seperti biasanya

Mendengar ajakan itu, gue ingin sekali mengatakan kata "iya". Secara juga gue belum pernah kerumahnya Alice, tapi kalo gue ikut, gue bakal gabisa ngikutin kursus piano gue hari ini. Alhasil gue pun menolaknya.

"ehm.. sorry om, Miko gabisa om. Miko ada kursus piano hari ini" jawab gue singkat

"oh yaudah gapapa nak miko, om gamarahkok. yaudah, Alicenya pilang dulu ya nak Miko, ayo Alice pamit ama Mikonya" ucap Papa Alice

"ah Miko ga asik! Alice benci ama Miko! emoticon-Frown" Alice berlari ke mobilnya dan pergi meninggalkan gue

"Maafin Alice ya nak Miko, dia cengeng begitu emoticon-Smilie" ucap Papa Alice sembari menepuk pundak gue

"Iya om gapapa, Alicenya emang udah biasa kaya gt emoticon-Ngakak (S)"

"yaudahkalo gt om dan tante pulang dulu ya"

"iya om, hati hati om" balas gue

Gue seneng, gue dianggap orang yang deket ama keluarga Alice. Walau gue kenal Alice cuma sebatas temen sekolah.
Sebelum pulang, gue membeli IceCream kesukaaan gue, padahal suasananya saat itu sedang dingin dingin mendung gt, alhasil esoknya.. Gue kena Flu.

Part 3A

image-url-apps
Karena gue yang saat itu masih terkena flu, alhasil gue meriang dan gabisa dateng ke sekolah. Sedikit mengenai sekolah gue, sekolah gue itu udah digunakan oleh kakak cewe gue yang pertawa sampe dimasukin juga oleh gue, yah jadi sekolah gue udah lumayan kenal ama keluarga gue, dan pemilik sekolahnya juga masih kerabat keluarga gue, jadi kalo masalah absen gue gausah takut, pasti keisi emoticon-Peace

Karena gabisa datang kesekolah, gue gabisa ikut latihan nyanyi bareng ama Alice, jadi gue di switch ama temen gue, sebut saja dia Puki.

Gue yakin pasti Alice ngomel lagi ke gue ntar. Tapi, pada acara perpisahan gue ga mendapati satu patah kata pun keluar dari mulut mungil Alice, gue coba untuk mendinginnkan suasana.

"Alice" sahut gue

Namun, Alice hanya tersenyum, lalu menundukkan kepalanya

"Alice.." panggil gue lagi

"iya Miko? emoticon-Frown" Alice menangis.

"kamu kenapa? aku ada salah ya Lis? emoticon-Bingung (S)" gue bertanya sambil menggaruk garuk kepala gue

"engga kok Miko, kamu ga salah apa-apa.. eh sini'in tangan kamu Mik.."

Gue menyerahkan pergelangan tangan kiri gue ke Alice, lalu Alice mengikatkan sebuah gelang ke pergelangan gue. Gelang berwarna biru tua, yang berlapis lapis, kompak dengan miliknya yang berwana pink dengan model yang sama.

Gue memandangi mata Alice yang berkaca-kaca, dengan reflek gue mengelus kepalanya, gue melihat Alice yang sedikit kaget saat gue mengelus lembut kepalanya, lalu ia menengok gue, air mata kembali keluar dari pelupuk matanya.. dan ia tersenyum.

Suasanan kembali hening.. Keheningan itu berlanjut hingga acaranya selesai.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami masing-masing.

Sore itu, gue dan Alice berjalan menelusuri sekolah ke arah gerbang sekolah, suasannya begitu nyaman dan tenang, mungkin karena kami brdua ialah salah satu murid yang paling lama pulang dari acara itu, karena ada urusan dengan guru seni.

Kami berjalan melewati ayunan yang sudah tampak tua dan dipenuhi karat di tiap sisi-sisinya, mengingat kembali saat pertama kali kami bertemu, saat pertama kali kami saling menyapa, saling berkenalan.

Alice berhenti berjalan. Ia kelihatan ingin menyampaikan sesuatu, tapi sepertinya sulit untuk menyampaikannya. Ia seperti tercekat saat ingin mengeluarkan suara dari tenggorokannya ke udara bebas ini..

Sesulit itu kah waktu itu Lis?

Ia kembali menangis, hingga pipinya yang putih lembut telah basah kuyup oleh air matanya.
Gue melihat seorang gadis putih yang sangat manis dan lucu, yah.. dia primadonanya sekolah gue, sedang menangis.

"Miko... A.. a.. aku.. bakalan ngelanjut sekolah diluar kota.."

Ia kembali menangis.. mengangis dengan sangat lirih. Sedangkan gue? Gue yang masih kecil saat itu cuma bisa diam tanpa berkata apa apa.
Gue kaget mendengarnya.
Gue seakan membeku mendengar ucapan Alice barusan, padahal gue berharap, gue bisa berskolah disekolah yang sama dengan Alice nantinya.

Alice kemudian datang menghampiri gue, lalu menyerahkan secarik kertas yang terlipat rapi. Gue ga bergerak sedikitpun saat itu, Alice menarik tangan gue dan meletakkan kertas itu diatas telapak tangan gue yang dingin.

Lalu pergi berlari meninggalkan gue.

Part 3B

image-url-apps
Gue membuka kertas itu, walau samar-samar, seperti inilah isinya:

Miko, maaf janji kita buat sekolah barengan lagi gabisa aku tepatin. Papa ditugasin ke Pulau Kalimantan, jadi ya aku dan mama harus ikut papa kesana. Pastinya sulit buat aki nantinya buat ngedapetin sahabat kaya kamu.

Sahabat, aku gabisa berharap lebih emoticon-Smilie

Kamu tau ga kenapa dulu aku bisa ketemu ama kamu di ayunan? Aku kasih tau yaa. Aku udah perhatiin kamu dari awal kamu datang kesekolah. Aku tetep perhatiin kamu, Aku tertarik liat kamu yang cuek, pendiam, dan gamau buat masalah ama kakak kelas kita yang suka ganguin aku. Kamu gasuka buat keributan, bahkan saat kamu ngelangkahin kaki, kamu sengaja ga nyeret kaki kamu kan? supaya ga ribut kan? saat ngebuka pintu kelas bahkan kamu sengaja ga langsung ngebuka dengan kenceng kaya anak anaklain, karena kamu tau itu bakal ngebuat suara yg ganyaman.

Aku beruntung punya temen kaya kamu Mik,beruunnntuuuuung banget emoticon-Big Grin

Makasih buat 6 tahun ini kamu udah jadi ksatrianya aku. Mulai sekarang kamu jaga diri baik baik yah. Tetep jadi Mikonya aku, jaga gelang persahabatan kita, sampai aku kembali nanti emoticon-Smilie

Alice


Bukan kamu yg saat itu beruntung Lis, tapi aku. Aku yg gapunya temensaat itu, tapi kamu datang untuk nyapa aku, kamu bawain bekal buat aku. Makasih Lis.

****

Gue menutup aplikasi InstaGeraham di smartphone gue. Kembali mengingat kembali kejadian belasan tahun lalu. Saat dimana si Miko kecil ga perlu mikirin salary mikirin client mikirin kurs dollar.

Saat dimana si Mikokecil punya temen deket, ya.. temen. Temen yang paling baik dan tulus yang pernah gue milikin, yang relabawain gue jaket karena tau gue jarang bawa Jket, yang selalu nyatetin pelajaran saat gue sakit. yang selalu negur gue kalo sikap gue terlalu cuek dan angkuh didepan orang lain.

Thanks Lis.
You've make my Childhood colourfull.

Part 4

image-url-apps
Gue masuk ke SMP yang sama dengan SD gue (satu yayasan gt gan). Nilai gue yang rata rata 8,8 ternyata belum mampu membuat gue mengenyam pendidikan di SMP negeri. Nginget hal ini buat gue kesel sendiri! Masa ada anak yang bisa ngedapet nilai sempurna alias 10.00 disetiap pelajaran?! shit! emoticon-fuck3
Ini semua ga bener. Dasar kunci jawaban goblok.

Gue terduduk lesu di sudut kelas gue. Gue cuma melihat keadaan sekitar gue, anak-anak nya udah pada ngumpul bareng ama temen temennya, sedangkan gue? masih belum ketemu ama temen gue..

"sama kaya dulu ya Lis.. emoticon-Smilie" batin gue
Udah sekitar 3 minggu sejak gue putus hubungan dengan temen baik gue itu. Gelang pemberiannya masih tersimpan rapi di laci kamar gue. Kenapa ga gue pake? Simple, takut ilang emoticon-Hammer

Gue melihat temen gue yg lumayan akrab ama gue dulu. Sebut saja dia hm.. Bono! Lantas gue langsung aja teriak manggil Bono

"oi bon!emoticon-Big Grin"

"oi Mik! ngapain lu disini?emoticon-Confused" tanya si Bono

"lah? kan gue sekolah?emoticon-Gila" jawab gue

"oia broh, lupa gue broh, maklum kebanyakan ngebuang protein gue emoticon-Cool" balasnya

"maksud lu gmn Bon?" emoticon-Confused

"hahah enggak. becanda doang gue. Sini duduk, jangan berdiri mulu lu" tambahnya

gue menjatuhkan bokong gue keatas permukaan kursi kelas ini, gue memperhatikan suasana kelas ini. Ada yang ga beres..

Tapi apa ya.. emoticon-Confused

Hmm.. emoticon-Confused

Hm.. emoticon-Confused

Iya gue tau apa yang ga beres dikelas ini! emoticon-Nohope
Kelaas ini rame banget!! Kayanya ada 80 orang lebih dikelas ini! emoticon-Nohope
Kenapa gini yak? emoticon-Confused

Tiba-tiba jawaban untuk semua pertanyaan gue muncul, seorang lelaki berumur kurang lebih 28 tahun, memasuki ruang kelas ini.
Ia datang bersama sama dengan siswa lain, mungkin siswa itu adalah kakak kelas kami nantinya.

Dia mulai berbicara.

"Saya adalah guru pembimbing untuk kegiatan MOS kalian nanti, tepatnya besok pukul 7. Nama saya Roni, sekarang kakak kakak kelas kalian akan memeberikan pngarahan untuk kegiatan MOS kalian nanti. Ya, buat anak kelas 2 nya, silahkan jelaskan kepada adik-adiknya ini" ucap Pak Roni

Mereka ngejelasin semua kegiatannya, mulai dari anu.. ane.. ano.. ana.. ani.. Semua dijelasin, menurut gue sih masih normal-normal aja. Tapi useless! apa guna nya coba orientasi orientasi kaya gini! emoticon-Tai

"Siswa baru itu bukan badut! bukan juga sapi yang dicucuk hidungnya! Kami ga ada waktu buat dipermainkan kaya gini! Kami dateng kesini bukan untuk direpotkan dengan hal hal begini!" pikir gue

Namun ada yang mengusik gue dari tadi, suara cekikikan cewe dari bangku kelas yang paling belakan mengganggu banget. Engga ada merdu-merdunya tuh suara.

Akibat keinginan gue untuk tau siapa yg ketawa dari tadi, gue membalikkan badan gue dan melihat cewe itu.
Gue berbalik dan.
Wow..

Gue seakan mendengar lagu RAN di telinga gue (padahal RAN dulu belum ada coeg emoticon-Betty (S))

Kurasa ku t'lah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama..
Sulit bagiku untuk bisa.. berhenti mengaggumi dirinya..


Gue melihat seorang gadis yang sangat cantik, dengan rambutnya yang berponi, matanya yang bulat hitam, giginya yang putih tersusun rapi. Dan tawanya yang.. aneh sekali emoticon-Cape d... (S)

Gue juga memperhatikan bangku yang lain, ada segerombolan anak yang mengerikan di bangku sebelah gadis itu.

Wow. Its gonna be Fun.

Lis, doain gue yak. emoticon-army

Part 5

image-url-apps
Singkat cerita gue kenal dengan cewe dengan tawanya yang aneh tadi, panggil aja dia Cindy. Gue juga udah kenal ama geng yang duduk disebelah Cindy kemarin, mereka adalah Erik, Arif, Andrew dan Evan.

Mereka ternyata ga buruk-buruk amat kok, malah selesai kegiatan MOS, gue dan mereka jadi temen kompak. Agak keliatan kontras sih, gue yang dibilang pendiam tapi masuk ke geng mereka yang kocak dan suka buat keributan.

Dan dikelas 1 SMP ini juga gue jadi ranking 1 dikelas, padahal jujur gue cuma bermodalkan apa yang gue dengar dr guru tiap harinya tanpa belajar lagi dirumah. Emak ama Babe gue malah gatau kalo gue udah selesai ujian.

Dan gue ngerasa mulai ada perubahan didiri gue, walau ga terlalu mencolok. Gue yng dulu agak susah bahkan gpernah mengumpat, kaya ya bilang "anj**g, k***ol" dan segala macamnya selesai kelas 1 ini bahkan udah terbiasa bilang kata kata kaya gt.

Lis, maaf gue gabisa jadi Miko yang dulu emoticon-Smilie

itu aja sih menurut gue dikelas 1 SMP
***

Ini hari pertama,
Masuk kelas 2 SMP, gue gada perubahan apa apa sih, cuma gue ngerasa badan gue agak lebih tinggi aja. Ya kaya badan anak kelas 3 SMP gt deng. Selesai libur semester kemarin banyak yang ganti model rambut, nah waktu itu lagi innya model rambut gobel (gondrong belakang), nah si Andrew itu pake model rambut kaya gt pula.

Yah, secara sekolah gue ga ngebolehin murid cowonya buat gondrong a.k.a rambut panjang, ya Andrew kepaksa harus merelakan rambut gobelnya yang menjijikkan itu dipangkas habis, dan you know what? Andrew sampe meneteskan air mata saat rambutnya dipangkas acak oleh guru bp gue emoticon-Big Grin

Kalo bisa dibilang gue juga yang termasuk rambut gondrong disekolah waktu smp, tapi karena gue rank 1.. ya.. ada kompensasi gt gan emoticon-Big Grin

Nah temen temen gue juga satu-satu bisa main musik, Erik di drum, Evan di bass, Andrew di gitar dan gue di keyboard. Jadi deh kita kepilih buat main di acara tahun baru sekolah ane. Kaya jadi pengiring gt buat yang mau nampil dan pengiring musik musik acaranya gt.

-

17 oktober 2009
13.18 WIB GMT +7

Gue keluar dari studio musik sekolah gue, gue lagi makan permen lolipop kesukaan gue (permen loli yang pake serbuk tepung gula gt gan). Andrew, Erik dan Evan ngikutin gue keluar dari ruang studio yang sumpek itu.

"Geng, gue mau nembak si Riri tuh. Temennya si Cindy" kata si Evan mendadak

"Lu serius Van? emoticon-Confused" balas Andrew

"iya gue serius emoticon-Cool"

"oyaudah tembak aja " sambung gue yang sedang mengikat tali sepatu gue

"iya, tapi lu juga ikut nembak si Cindy. Gue tau lu belakangan ini lagidekat ama dia Mik. Tuh, si Andrew juga tau." jawab Evan

"iya, gue ngaku gue lagi deket ama dia. Tapi ga gt juga kali. Ntar aja dah emoticon-Hammer"
"Gabisa mik, gue udah ngelobby si Cindy ama si Riri buat nemuin lu bdua entar didekat gereja disamping sekolah kita. Masa lu tega biarin temen lu sendiri, lu tega mainin perasaan cewe? emoticon-Big Grin" kata Andrew

Gue gabisa ngelak lagi dah emoticon-Hammer
Yup gue akhirnya melakasanakan misi penembakan itu dan berjalan lancar.
Gue diterima ama si Cindy dan si Evan diterima ama si Riri.

Nah, jdi si Cindy ini adalah pacar pertamaa gue dan firstlove gue juga.
Tapi cerita asmara gue waktu SMP ga semulus paha taylor swift gan emoticon-Hammer
image-url-apps
Quote:


iya gan udah ane urus barusan, thanks ya gan emoticon-Cendol (S)

Quote:


maaf gan, udah ane rapiin kok emoticon-Frown
image-url-apps
Quote:


mungkin gan.. wati?

agan atau aganwati nih?? emoticon-Big Grin

Part 6

image-url-apps
Pagi ini gue berjalan menuju sekolah gue, sekolah bergerbang silver dan seorang satpam yang selalu setia menunggu didepan gerbang sekolah gue itu. Satpam yang gue kenal dari SD, bahkan sampe gue udah kerja kaya sekarang ini, ia tetep masih jadi satpam disekolah gue emoticon-army

Gue menganggukkan kepala gue saat mata gue bertatapan dengan pak satpam itu.
Masuk ke dalam sekolah, gue ngingat kejadian kemarin emoticon-afro

***

"Mik buruan lu samperin si Cindy, udah nungguin noh dia emoticon-Nohope" ucap Andrew sambil menarik narik lengan baju gue

"Ah gugup gue, gue gapernah ngomong ke dia, kecuali dari sms'an emoticon-Nohope" gue menepis tangan Andre

"Apa susahnya coba? dia udah jelas banget suka ama lu, temen temennya udah ngedukung, dia juga slalu curi-curi pandang gt kan ke elu?emoticon-Bata (S)"

Andrew masih tetep kekeuh buat maksa gue nembak Cindy sekarang ini. Cindy juga udah dari tadi berdiri disana, ditempat yang dikatakan Andrew di depan studio sekolah gue.

"Ah, tau ah. Gue pulang aja, kan lu yang buat janji ama Cindy tanpa nanya gue dulu emoticon-Cape d... (S)"

gue mulai melangkahkan kaki gue, tapi..

"Mik! bayangin perasaan dia sekarang. Gue tau lu suka amadia. Apa salahnya kalo sekarang aja? Bayangin mik, kalo lu yg diposisi Cindy sekarang! emoticon-Mad (S)" ucap Andrew sedikit teriak

Gue terdiam, melihat kearah Cindy. Ga sengaja tatapan mata gue dan matanya bertemu, kami brdua saling membuang muka, seolah olah ga saling melihat. Raut wajahnya Cindy seperti kebingungan dan malu.

"Anjir nih Andrew, tau aja kalo gue ga tegaan orangnya. Lu juga Cin, raut muka apa'an tuh.. kenapa lu hrus pasang muka kaya gt sih! Gue gakuat ngeliatnya" gumam gue dalamhati

"Oke. Gue bakalan nembak dia sekarang. Tapi lu jangan kasih tau kesiapa siapa dulu." ucap gue ke Andrew

Andrew hanya menunjukkan jempolnya ke gue. Gue melangkahkn kedua kaki gue kearah Cindy, meninggalkan Andrew. Semakin lama semakin dekat.. dekat.. dan sampe gue sekarang udah ada disamping Cindy.

Cindy kelihatan kaget. Gue juga kaget melihat dia yang kaget. Kaget juga kaget melihat kaget yang kaget.. halah emoticon-Hammeremoticon-Big Grin

Gue berdiri disamping dia, menunggu. Cindy hanya diam sambil menatap kedepan, gue juga hanya diam. Sampe akhirnya.. Riri lewat dari hadapan gue dan Cindy.

"Eh Ri, yuk pulang" ucap Cindy ke Riri

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Gue kaget melihat Cindy yang mengajak Riri pulang padahal ada guedisampingnya. Apa karena gue cuma diam? apa karena gue cuma nunggu?

Baru aja Cindy mau melangkah ke arah Riri..

"Cin gue suka ama lu. Mau ga jadi pacar gue?" ucap gue pelan
(suara gue cuma 20% yang keluar)

Dia diam.. gue perhatikan wajahnya, dan dia mengangguk.

"Yuk Ri, pulang" ucap Cindy ke Riri untuk yg kdua kali

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Cin? Jadi kita udah resmi pacaran?" tanya gue

"Iya emoticon-Smilie. Aku pulang dulu Miko emoticon-Matahari" balasnya dengan senyum kecil yag menyejukkan hati, bagaikan oase digurun pasir

"Iya emoticon-Matahari hati hati Cindy emoticon-Matahari" jawab gue sambil melambaikan tangan gue sedikit.

Akhirnya gue jadian juga ama dia. Fiuh ga sia sia dah usaha gue.
Ooya, Steven juga diterima oleh Riri. Bahkan ternyata Andrew juga menyatakan cintanya ama temennya Cindy.

Tapi kisah gue dan Cewe bersuara nyaring ini ga semulus pahanya Ariana Grande gan.

emoticon-Shutup
image-url-apps
Wahh ada rumah baru
Ijin bangun tenda disini gan
Ceritanya dibikin index dong gan biar rapi hehehe emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:

sama" gan. ane meluruskan aja biar enak gituh . padahal belum pernah bikin thread emoticon-Hammer (S)
oiya gan main" ke lounge sfth kalau ada waktu ngobrol" disana . ane tunggu emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


silahkan gan, dipojok sana tuh masih kosong.