alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TRUE STORY] Bully Dan Realita
4.92 stars - based on 25 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5571c4b654c07aae198b4574/true-story-bully-dan-realita

[TRUE STORY] Bully Dan Realita

Salam kenal Agan-agan dan Sista
Ijinkan gw sekedar berbagai cerita tentang pengalaman hidup gw

Rencana cerita hanya sampai season 1, tapi karena pekerjaan ke luar kota ditunda sampai lebaran, jadi cerita akan dilanjutkan

Thanks untuk cendolnya gan, ditunggu cendol lainnya biar semangat update hehe
Spoiler for Cendols:


Thx to agan Lushen02 udah bikinin index

Season 1 ( My Family & Kezia )
Part 1 (Tentang Mereka)
Part 2 (Kerjaan iKi)
Part 3 & 4 (Nada & Motor Baru)
Part 5 (Kezia)
Part 6 (Kezia Menangis)
Part 7 (Ketahuan)
Part 8 (Menangis Lagi)
Part 9 Ending (Penyesalan)

Season 2 (Aku Dan Mereka Semua)
Prologue
Part 10 (Pertemuan dengan Erlin)
Part 11 (Mbak Ara & Erlin)
Part 12 (Erlin Patah Hati)
Part 13 (iKi Dan Erlin) 1
Part 14 (iKi Dan Erlin) 2
Part 15 (iKi & Erlin) 3
Part 16 (Tamparan Kezia)
Part 17 (Patah Hati)
Part 18 (Foto Topless Nada tersebar ??)
Part 19 (Dilema)
Part 20 (Halo Jakarta)
Part 21 (Maaf ke Kezia)
Part 22 (Perang)
Dan lain-lain....
Diubah oleh dili000
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
OPENING


Yogyakarta, jumat, 5 Juni 2015 gw membuka sebuah diary yang telah lama tersimpan. Diary ini bukan milik gw, tetapi milik kakak gw yang bernama Clara Sekar Arum. Kubuka setiap lembaran kertas diary untuk kembali mengenang peristiwa yang terjadi di keluarga itu.

Clara bukanlah kakak kandung gw, melainkan anak dari sahabat ibu gw. Keluarga itu memiliki 3 orang anak, 2 anak perempuan, 1 anak lelaki, mereka bernama Clara, Riki dan Nada. Gw selalu bersama mereka sejak gw kelas 1 SMA sampai sekarang, setelah kita 6 tahun terpisah karena keluarga kandung gw harus pindah ke Sumbawa Besar NTB karena urusan pekerjaan.

Dikeluarga itu kita memiliki nama panggilan masing-masing. Clara dipanggil Ara, Riki dipanggil Iki, gw sendiri dipanggil Ata dan Nada tetap dipanggil Nada. Nama panggilan tersebut ada karena Nada waktu kecil memanggil kita seperti itu, dan jadilah nama panggilan kecil kami. Clara 3 tahun lebih tua dari gw, Riki 1 tahun lebih tua dan Nada 4 tahun lebih muda dari gw.

Ibuku dan orang tua mereka bersahabat sejak Bangku kuliah, jika orang tua kami bertemu mereka akan ngobrol tanpa mengenal waktu, bahkan sampai becanda seperti mahasiswa. Gw memanggil ibu gw dengan sebutan “Mamah” dan gw memanggil orang tua mereka “Mamih & Papih”. Anak mereka pun memanggil Ibuku “Mamah” dan memanggil orang tua mereka “Mamih & Papih”, sama seperti gw. Dan itulah awal kisahku dimulai.


PROLOGUE


Perkenalkan nama gw Artha, gw adalah salah satu anak yang menjadi korban bully disekolah. Gw memang ngak jago dalam berinteraksi dengan orang lain, lebih sering diem dan menyendiri, yang paling mengenaskan, gw sudah dibully sejak SD sampai SMA. Gw bukan orang pemberani yang akan menghadapi masalah dengan beradu fisik dan juga bisa dikatakan waktu itu gw cengeng/gampang nangis, gw dikasih tau itu dikarenakan tekanan mental akibat bully, dan juga sampai detik ini gw ngak percaya dengan kata-kata “Masa Sekolah Adalah Masa Yang Paling Indah“. Dari SD gw dibully dengan cara “Materi” atau bisa dibilang dipalak, tiap hari gw harus setor uang, di SMP gw dibully dengan cara “Materi & Kekerasan”.

Kenapa kok ngak lapor ke orang tua / Guru?. Saat SD gw sudah melakukan itu, bapak gw sampai datang kesekolah untuk turun tangan, tapi itu tak menyelesaikan masalah sama sekali, yang ada hanya menimbulkan masalah baru, yaitu lebih beringas mereka membully gw, sejak itu gw ngak mau lagi nambah masalah, toh hanya materi aja, pikirku saat itu.

DiSMP tekanan psikis yang gw dapat sangat besar, karena selain “Materi” gw juga mendapatkan serangan psikis dari “Kekerasan”. Jadi jangan menanyakan tentang kisah cinta gw dari SD-SMP, karena sudah pasti ngak ada.

Yang paling mengenaskan adalah jika saat di suruh membuat kelompok oleh guru, hanya gw yang ngak dapat kelompok, dan terpaksa gw maju kedepan dan lapor kepada guru untuk dipilihkan kelompok, tatapan kelompok gw saat itu sudah pasti ngak senang akan kehadiran gw. Sama seperti halnya olah raga, jika gw 1 team dengan mereka, sudah pasti mereka memasang tampang pasrah untuk kalah

Tak perlu lagi gw ceritakan masa-masa SD dan SMP itu, sekarang gw sudah berumur 26 tahun, dan menjalani hidup seperti orang lain, dan memiliki kenangan indah seperti yang lain. Dan juga yang terpenting gw sudah berubah seutuhnya

Yuk Langsung aja ya, ini thread pertama gw, mungkin juga jadi yang terakhir ditahun ini karena bulan depan gw susah untuk online, ini bukan tentang cowok yang dikejar-kejar cewek, cerita ini gw ceritain apa adanya dan sebelumnya MOHON disikapi dengan bijak


PART 1


Ditahun 2004, gw harus kembali pindah ke jogja karena orang tua kandung gw sedang mengurus cerai, selain itu ibu gw juga harus mengurus surat pindah tugas ke jogja karena sudah ngak ada keluarga tempat berlindung di Sumbawa. Oh iya, Ibu gw adalah seorang guru SMK sama seperti mamih gw (sahabat ibu gw), dan papih gw adalah seorang pengusaha yang bisa dibilang sukses banget, gw pernah dengar kalau papih gw mempunyai saham dengan jumlah besar di Mall dan Hotel-hotel besar dijogja.

Karena urus surat pindah tugasnya sangat lama dan susah karena harus dievaluasi, gw harus pergi duluan ke jogja, dengan diantar mamah dari sumbawa, gw akhirnya sampai dirumah mamih di Jogja. Rumahnyaaaaa WooW, mau jelasin bisa panjang, lanjut. Setelah 6 tahun ngak bertemu mamah dan mamih gw kangen2an dan ngobrol hingga malam, gw sendiri terus bersama mereka bertiga untuk kangen2an, becanda dll, karena sudah kenal lama, jadi gw cepat akrab

Mbak Ara tumbuh jadi gadis tomboy tapi menawan, Mas iKi sudah pasti tetap ganteng karena ikut gennya papih, dan Nada sendiri menjadi gadis yang luar biasa imutnya, meski baru kelas 6 SD tapi tingginya hampir setelinga gw.

Setelah 2 hari menginap, mamah ijin pamit balik ke Sumbawa NTB dan ditinggallah gw dijogja, tapi tetap merasa nyaman karena ada mereka

“Ata, Besok langsung aja minta antar Mbak Ara ke sekolah barumu ya” Kata Papih

“Tempatnya ngak jauh, kalau sudah tahu, bisa berangkat sendiri” Lanjut papih

“Besok mamih ke sekolah juga buat ngurus semuanya” Kata mamih

“Oke Mih” Sahutku

Keesokkan paginya gw sempat mengalami tekanan psikis, tapi berlalu dengan sendirinya karena gw paham keadaan

“PLAAAK” Suara mbak Ara memukul kepada gw

“AYO BANGUN !!!! SIAP-SIAP” Bentak mbak Ara

“Oh iya mbak” Sahutku lemas

Disitulah tekanan psikis yang gw dapat. Kenapa gw diperlakukan seperti ini?, kenapa sampai orang yang dekat dengan gw berbuat seperti ini?. kenapa hanya gw yang diperlakukan seperti ini?. Gw terus berpikir seperti itu. Tapi tekanan psikis itu hilang setelah.....

“PLAAAK !!” Suara keras berbunyi dari kamar sebelah

“MBAAK ARRAAAAAAAA !!!” Teriak Mas iKi

“TIAP PAGI KEPALA INI KAMU TONJOK !!!” Lanjut Mas iKi

“EEHH NGELAWAN TERUS YA !!!” Balas Mbak Ara

“PLAAAK BUUGH !!” 2 Suara yang langsung membuat hening

Gw mendengar langkah kaki mbak Ara keluar dari kamar sebelah, dan dengan cepat gw melihat keadaan kamar Mas iKi, disana gw melihat Mas iKi terkapar dekat pintu

“Mas, Kamu Ngak Papa ?. Tanyaku sambil mengintip di depan pintu

“OoHH, Sudah pasti dong ngak papa” Jawab Mas iKi sambil berdiri

Dia berkata ngak papa tapi sudah jelas hidungnya berdarah dan pipinya merah, sedangkan mbak Ara keluar dari kamar sehat tanpa terluka, mungkin masih sungkan sama gw untuk jujur, pikirku

“Kamu diapain sama mbak Ara ?” Tanya Mas Riki

“Aku Tadi kena pukul juga” Balasku

“Itu lah susahnya punya kakak cewek” Kata Mas Riki

“Sekarang sini tak tunjukin sifat mbak Ara ke Nada” Lanjut Mas Riki

Gw saat itu berada di depan kamar Nada, Disana ada mbak Ara yang sedang membangunkan Nada.

“Ayo sayang Bangun, nanti telat lho” Kata mbak Ara pada Nada

Jreeeeng !!!!, perbedaan 180 derajat saat banguninnya

“Tapi Nada masih ngantuk mbak” Kata Nada sambil mengusap mata

“Eh ayo sudah cepat mandi, liat tuh mas iKi sama mas Ata sudah Bangun” Kata Mbak Ara

“Masa Nada kalah sama mas iKi dan mas Ata” Lanjut mbak Ara

“Mereka bisa rajin Bangun pagi, masa Nada enggak” Lanjut mbak Ara lagi

Dan tiba-tiba Mas iKi memotong pembicaraan mereka

“Bener sayang ayo Bangun” Potong Mas iKi

“Liat nih mas iKi Bangun pagi2 jadi hidungnya berdarah” Sindir Mas iKi

Nada pun tersenyum melihat mas iKi. Tatapan Mbak Ara ke arah kita berdua setajam silet. Tanpa disuruh kita menghindar dan mandi dikamar masing-masing. Setelah itu kita berkumpul semua dimeja makan untuk sarapan, setelah ngobrol2 lama, mamih berkata ke mbak Ara

“Sayang, jangan terlalu keras sama Ata” Kata Mamih

“Dia kan belum terbiasa” Lanjut mamih

“Mih, Ata ini sudah aku anggap adik sejak kecil” Jawab mbak Ara

“Teman2ku juga tahu kalau Ata ini adikku yang berpisah sama aku” Lanjut mbak Ara

“Bahkan temen2ku tahu kalau aku 4 bersaudara” Jelas mbak Ara

“Oh ya sudah kalau begitu mamih ikut senang” Jawab Mamih

“Tuh dengar kan sayang, kamu harus terbiasa sama mbak Ara” Kata Mamih ke gw

“Oh iya mih” Jawabku sambil tersenyum

“Aku bakal ngelakuin kewajibanku sebagai kakak” Potong mbak Ara

“Kalau salah ya aku hajar kayak tadi ke iKi” Lanjut mbak Ara

Setelah percakapan itu, gw jadi lebih sedikit nyaman tinggal dengan mereka.

“Nih duit jajan sebulan, dihemat-hemat ya” Kata papih ke gw

Saat itu gw kaget, anak SMA kelas 1 tahun 2004 uang sangunya 1.5 juta perbulan.

“Pih ini beneran?” Tanyaku

“Iya, sama kayak mba Ara dan mas iKi” Jawab Papi

Dengan hati riang gw simpan uang dikamar dan membawa 50 ribu ke sekolah. Tak lama setelah itu kita semua bersiap berangkat sekolah. Mas iKi dan Nada dianter Supirnya papih dan Mbak Ara menganter gw dan mamih ke sekolah. Sesampai di sekolah gw nunggu mamih ngurus administrasi, saat itu gw dan mbak Ara nunggu diteras depan ruang guru yang ada kursinya, semua perhatian tertuju pada mbak Ara, bagaimana ngak menjadi sorotan, Dengan celana pendek selutut dan kaos lengan pendek ketat ditambah mengunyah permen karet layaknya preman. Saat itu mbak Ara Cuek aja, dengan HP barunya Nokia 6600 dia asik smsan sama teman2nya

“Mbak diliatin tuh” Kataku

“Itu Artinya mbakmu ini cantik” Jawab Mbak Ara sambil melihat HP

“..........” Gw terdiam

Setelah selesai mamih sama Mbak Ara pamit pulang, Mamih memeluk, mencium gw dan memberikan beberapa nasehat. Mbak Ara juga ikut2an memeluk gw dan mencium pipi gw banyak banget, dimana saat itu semua mata masih tertuju ke kita. Dan saat itu pula neraka didepan gw tersenyum. ANAK MAMI, itulah sebutan gw pertama kali disekolah



Diubah oleh dili000
Mana lagi gan hehe, mantep neh emoticon-Ngakak
Diubah oleh agusrendi
PART 2


Maaf sebelumnya cerita gw skip sampai gw dikelas 2 SMA, karena gw ngak sanggup cerita masa kelas 1 disini, karena hal privasi. Terima kasih

Saat itu kelas 2 dimulai, seperti biasa gw adalah anak yang cocok jadi bahan pelampiasan amarah atau bahan keisengan teman sekelas gw. Gw ngak hebat dalam interaksi dan susah diajak bergaul, karena itulah gw jadi bahan yang bagus.

Dikelas gw ada seorang cewek bernama Kezia (bukan nama asli), biasa dipanggil Zia, anaknya bisa juga dikatakan cantik karena ngak sedikit yang naksir dia. Dan yang pasti tak jarang Zia jadi bahan fantasi saat gw Onani ( Realita Pria ). Siapakah Kezia ini ?. Dia adalah salah satu dari 5 orang yang membully gw, Kezia sering mengejek/menghina gw karena gw orangnya berkacamata, dia orang yang pertama yang menemukan nama ejekan untuk gw, kalau ngak “cupu” ya “mata empat”. Pernah suatu hari Zia dan cowoknya yang beda kelas berantem didalam kelas gw, Zia menangis karena kalah adu mulut, dan berujung dengan mereka putus. Banyak banget yang nonton saat itu, tapi....

“EH Anj*ng ngapain liat-liat?” Bentak Zia ke gw

“Senang ya liat aku kayak gini?” Lanjutnya

Sudah pasti ini gw yang jadi sasaran, seperti biasa gw malas memperpanjang masalah dan akhirnya gw milih nunduk dan diam. Tiba-tiba Roni melompat ke arah gw dan menendang bahu kiri gw, saat itu gw terjatuh dari kursi, dan bahu gw keseleo. Tidak berhenti sampai disitu, Ade datang membantu dan menendang kaki gw, benar-benar habis gw saat itu. Tak sedikit gw melihat tatapan kasihan ke gw, dan yang tersenyum karena bagi mereka itu lucu. Setelah itu gw diajak ke WC oleh mereka, disana bukan hanya hinaan yang gw dapat, kekerasan pun terjadi pada gw, mereka ngak pernah memukul wajah gw karena bekasnya mudah terlihat.

Tak lama setelah itu Nana datang bersama Zia.

“Aku ngak suka ya km lihatin kayak gitu !!” Bentak Zia

“Bikin malu tau ngak nj*ng !!” Lanjut Zia

“Tapi kan tadi banyak yang liat, kenapa aku?” Tanyaku menahan sakit

“Masih aja brani jawab !!” Roni lanjut menendangku

Tanpa berkata-apa mereka pergi dari WC. Setelah itu gw masuk WC untuk membersihkan bekas tendangan mereka yang menempel dibaju gw. Saat itu gw menangis didalam WC, bukan karena sakit hati, tapi gw ngak bisa nahan sakit pundak yang keseleo, gw pergi ke UKS sendiri dengan alasan tadi kebentur meja. Tangan gw hanya dipijit saat itu, dan lumayan bisa digerakkan meski sedikit sakit.

Gw kembali ke kelas dan terlambat masuk kelas karena sempat ke UKS, disana Roni sempat memukul kepala gw tanpa ketahuan guru. Mereka berlima tersenyum melihat ke gw.

Setelah jam pulang, gw pacu motor supra X kembali ke rumah, tak ada tempat indah lain lagi selain dirumah itu.

“Mas Ata !!!” teriak Nada kepadaku

Dia lari kearah gw dan memeluk. Nada sekarang sudah kelas 1 SMP, dia tumbuh tambah cantik dan anggun, beda jauh dengan mbak Ara yang tomboy.

“Gimana sekolahnya tadi?” Tanyaku

“Lumayan mas dapat teman baru dikelas” Jawab Nada

Beda dengan gw yang teman pun ngak ada, sapa yang dekat dengan gw pasti ikut imbasnya, tapi gw harus lupain masalah gw disekolah, gw ngak mau keluarga ini tau gw diperlakukan seperti itu disekolah.

Setelah selesai ngobrol gw dan Nada masuk ke rumah, seperti biasa mbak Ara yang sudah kuliah ada didepan TV nonton film DVD. Dengan bermodalkan celana dalam dan tanktop dia tiduran sambil mengemil jajanan yang ada dirumah.

“Aku balik mbak” Kataku

“Oh udah balik” Jawab mbak Ara pelan sambil melanjutkan nonton Film

“Ya udah sana langsung kekamar, jangan disini” Lanjut mbak Ara

Kebiasaan mbak Ara kalau sedang nonton film ngak mau ditemani sama cowok, berlaku juga ke Papi. Mba Ara kalau dirumah senang berpakaian terbuka / mengundang nafsu, jika teman ceweknya datang dia pakai celana dan tanktop, dan jika teman cowoknya datang full atas bawah tertutup. Mbak Ara orangnya sangat supel, temannya banyak dijogja, jauh berbeda dengan gw, jari pun masih sisa kalau buat berhitung, dan itu pun teman komplek sekitar.

Sore hari gw sedang santai-santai di samping kolam renang, mbak Ara sedang tidur bareng Nada di kamarnya, tiba2 mas iKi memanggil gw dari kamarnya lewat jendela...

“Dek sini cepet, kita belajar party” Ajak mas iKi

“Maksudnya ?” Tanyaku

“Udah kesini aja dulu cepet” Ajak mas iKi sedikit memaksa

Setelah ada dikamar mas iKi

“Ada apa mas ?” Tanyaku

“Ayo kita lampiaskan kemarahan kita” Kata mas iKi

“Tadi aku di sekolah ditolak cewek” Lanjut dia

Tanpa pikir panjang gw iya-in aja karena mengingat kejadian disekolah tadi. Tiba2 mas iKi menyalakan musik kenceng banget. Lagu itu lagu Metal barat, jangan tanya gw lagu apa itu, karena gw bukan anak gaul yang paham musik.

“Let’s Go !!!” Teriak mas iKi

Mas iKi melompat-lompat ngak jelas sambil teriak, gw ikut2an aja lompat dan teriak mengikuti irama musiknya. Gw resapi banget kejadian disekolah sambil teriak, rasanya semua beban hari itu hilang dengan teriakan dan lompatan itu, tapi tiba-tiba....

“Dug..dug..dug..dug” Suara orang berlari menuju kamar

“BRAAAAK” Suara pintu terbuka dengan kenceng

“SIAPA ITUUU !!!, NGAK TAU ORANG LAGI ISTIRAHAT!!” teriak mbak Ara

“PLAAK” dengan cepat mbak Ara jitak kepala gw

“Mbak, tadi itu mas iKi yang ngajak kayak gini” Jawab gw

“Tanya aja sendiri” Kata gw sambil memegang kepala bekas dijitak

Gw kaget bercampur emosi melihat mas iKi pura2 tidur berselimut, aktingnya MANTAP banget seperti beneran sedang tidur.

“ITU MAS-MU LAGI TIDUR!!” kata mbak Ara

“Mas bangun !!, jangan kayak gitu” Kata gw membangunkannya

“Sengaja nih ya nyari tumbal ??!!” Lanjut gw dengan nada agak tinggi

“Aduh ada apa sih dek?. Mas masih ngantuk nih” Jawab mas iKi berpura-pura

“WAAH MANTAAAP KAMU YA MAS” kata gw sambil menendangnya

“Aduh sakit dek, jangan kasar lah sama mas-mu ini” Kata mas iKi berpura-pura

“PLAAK” kena lagi kepala gw

“MAS-MU TIDUR KOK DIGANGGU” kata mbak Ara dengan nada tinggi

Gw saat itu diam memasang muka dendam kearah mas iKi, gw liat saat gw dijitak yang ke-2 kalinya dia sempat membalikkan badan karena ngak kuat nahan tawa. Tak lama seperti biasa mbak Ara langsung keluar kamar tanpa bilang apa-apa dan menutup pintu dengan cara membanting.

“MANTAAAAAP. SENEEENG ?? Kata gw marah ke mas iKi

“Apa sih dek, mas ngak tau apa-apa kok marah2 ?” Kata dia tersenyum

“Masih aja akting ya, meski mbak Ara ngak ada !!” Kataku marah

“Dah malas aku disini” Kata sambil pergi meninggalkan kamar

Gw pergi membuka pintu, gw kaget saat itu ternyata mbak Ara masih didepan pintu buat nguping pembicaraan kita. Waah strike banget mas iKi, jadi sempurna aktingnya. Dia paham kalau mbak Ara masih didepan pintu. Setelah gw membuka pintu, tanpa wajah dosa mbak Ara pergi ninggalin gw. Semenjak itu gw bertekad bakal lebih mengenal keluarga ini lebih dalam, gw pelajari semua nya.

Malam pun tiba, seperti biasa gw tetap dirumah ngak kemana-mana kayak anak gaul jaman sekarang. Ortu lagi pergi ke acara nikahan temannya.Dikamar gw ada PC dengan monitor tabung, jaman dulu masih ngetrend itu, seperti biasa gw download film porno jepang untuk stock film (Realita Pria), koleksi film gw kalau digabung dengan mas iKi lumayan banyak lah, palingan 100GB-an. Sambil download gw tinggal pergi itu PC dengan matikan monitornya (Jaga2 kalau ada yang buka).

Saat itu ada mas iKi lagi di halaman belakang duduk sedang ngerokok dan smsan, maklum ortu ngak ada jadi seenaknya. kami pun bercerita panjang lebar tentang jogja, dia selalu ngajak gw buat nongkrong sama teman2nya tapi gw selalu menolak. Gw pamit ambil minum sebentar di dapur, seperti biasa susu indomilk coklat 2 gw bawa, 1 buat gw, 1 buat mas iKi. Pas gw mau kembali, Nada bangun dari tidurnya.

“Mas isek isek ?” Kata nada setengah sadar

(Isek-Isek pelafalan “sek” seperti kata “sek” dalam bahasa jawa = tunggu/sebentar)

“Apa itu dek?” Tanya gw heran

“Isek-Isek” tetap dengan setengah sadar

Gw langsung membawa Nada ke tempat tidurnya dan tak suruh nunggu sebentar, gw berlari ke arah mas iKi

“Mas itu kata Nada isek-isek, Apa itu ?” Kata gw

“Oh dia itu minta punggung/perutnya digosok-gosok” Kata mas iKi

“Udah dari kecil digituin sama mamih, jadi kebiasaan” Lanjut mas iKi

“Ya udah sana mas, kasihan Nada nunggu” Kata gw

“Ngak lihat apa lagi sibuk, kamu aja sana yang nganggur” Kata Mas iKi

Tanpa pikir panjang gw kearah kamar mbak Ara. Disana dia sedang tiduran hanya menggunakan celana dalam, itu lah momen gw melihat tubuh mbak Ara tanpa busana. Tapi tenang aja gw ngak pernah ada nafsu sama kakak gw sendiri.

“Mbak, Nada minta Isek-Isek” Kata gw didepan pintunya

“Ya udah sana” Jawab mbak Ara

“Mbak aja deh, dia kan cewek” Kataku protes

“MESKI CEWEK DIA TETAP ADEKMUUU!!” Nada tinggi mba Ara ke gw

Tanpa mau berdebat gw langsung aja pamit

“Ya udah mbak gw aja” Kata gw ketus

“Oke, Tutup pintunya lagi” Sahut mbak Ara

Gw pergi ke kamar Nada dengan langkah agak cepat, saat itu gw melihat Nada sudah tertidur, dan saat itu pula gw keluar kamar tapi...

“Mas, isek-isek” Kata Nada

Gw pun tidur disampingnya dan mengelus punggungnya

“Kiri mas” Tangan gw ke bagian punggung sebelah kiri

“Kanan mas” Tangan gw ke punggung sebelah kanan

“Punggung kamu gatel ya dek kok dari tadi beda tempat mulu”? Tanya gw

“Dikit mas” Jawabnya hampir tertidur

Ada setengah jam tangan gw bergerak terus sampai akhirnya dia tertidur pulas, gw cium pipinya dan keluar kamar. Dan gw beranjak ke ketempat mas iKi yang sedang sibuk smsan dengan HP N-GAGE nya. Dia sibuk smsan sambil terus tersenyum. Asik-asiknya bermain HP tiba-tiba...

“Praaaank” Suara kaca pecah dari kamar mbak Ara, tanpa pikir berlama-lama kita berdua lari ke kamar mbak Ara. Dan Ternyata.....
Diubah oleh dili000
Quote:


Thx gan udah mampir emoticon-Malu (S)

numpang nginep gan, keren ceritanya emoticon-2 Jempol
KEREN LANJUT DONG
keren bro ceritanya yang rajin yee updateanya emoticon-Big Grin
Meninggalkan jejak dulu gan emoticon-Stick Out Tongue
Ceritanya bagus emoticon-Big Grin
Diubah oleh Steoform1st
PART 3


Tanpa pikir panjang mas iKi buka pintu kamar mbak Ara, didalam mbak Ara hanya tengkurap dikasur. Gw ingin bertanya kenapa, tapi dihadang mas iKi

“Udah keluar aja, lagi ngak mau diganggu kayaknya” Kata mas iki

Gw nurut keluar. Mas iKi pergi ke kamarnya. Dan gw pun kembali ke kamar gw dan pergi tidur. Pagi harinya mbak Ara belum keluar dari kamar, emang kayaknya ada masalah yang memang benar2 buat dia galau. Saat gw mau pamit ke sekolah, mbak Ara keluar dari kamar dan hanya diam dan makan.

Hari itu gw yang anter Nada ke sekolah karena katanya dia piket pagi. Setelah gw anter, gw lanjut ke sekolah. Seperti biasa sekolah adalah tempat yang bikin gw ngak nyaman, bukan karena pelajarannya tapi karena 5 orang yang selalu gw inget sampai sekarang. Dikelas gw tetap melakukan pelajaran seperti biasa bersama murid yang lain. Istirahat gw tetap nyetor duit Rp3.000 ke Roni. Setelah itu mereka ninggalin gw. Pernah di kelas 1 saat itu gw ngak bawa dompet karena terburu-buru, hanya karena gw ngak setor sehari, punggung gw ditusuk jarum pentul sama Roni, tapi ngak dalam. Saat gw janjiin besok gw bayar dobel, dia baru berhenti. Boleh percaya atau tidak, tapi itu yang gw alami ditahun 2004. Mungkin karena terlalu labil atau memang karena kondisi keuangan mereka gara-gara masih diselimuti krismon, gw ngak begitu ngerti. Tawuran SMA jaman itu masih dibilang banyak terjadi, jadi mungkin gw agak ngerti mereka bersikap seperti itu ke gw

Dikelas 2 ngak begitu parah gw dibully, karena gw sudah paham apa yang harus gw lakuin ke mereka. Dikelas 2 gw sempat naksir sama yang namanya Kezia, meski dia salah satu orang yang bully gw, gw tetap mengakui fisiknya cantik. Kezia tinggal dengan kakek-neneknya orang tuanya tinggal dikota lain. Darimana gw tahu?. Ikuti alur cerita waktu gw kuliah.

Jam bel pulang tiba2 berdenting jam 10, kok cepet banget?. Saat itu ada rapat guru, jadi murid2 dipulangkan lebih dulu. Gw tarik gas Supra X gw untuk pulang. Disana gw ketemu mbak Ara yang sedang manasin mobil..

“Temanin mbak sebentar yuk dek” Ajak mbak Ara

“Kemana mbak” Tanyaku

“Udah ikut aja” Kata mba Ara

Gw ganti baju dan langsung menuju tempat mbak Ara yang sudah menunggu gw dihalaman depan. Tanpa banyak bertanya mbak Ara membawa mobil ke arah kampusnya di UN*. Itu pertama kali gw lihat kegiatan mahasiswa dikampus, kelihatannya asik banget. Ngak lama mbak Ara suruh gw ikut dia. Dan ternyata gw diajak ke suatu kelas...

“Tunggu disini” Kata mbak Ara

Disana dia bertemu dengan cowok yang bisa dibilang ganteng lah. Mereka berdebat hebat kira2 5 menit

“PLAAK” mbak Ara menampar cowok itu

“Itu makanya aku udah ngak suka sama kamu !!!” Teriak cowok itu

“Kamu terlalu kasar jadi cewek !!!” Lanjut cowok itu

Hanya itu yang gw dengar sangat jelas, karena cowoknya teriak. Setelah cowoknya teriak mbak Ara dilerai sama teman2nya. Mbak Ara keluar kelas dan pergi meninggalkan gw, tanpa pikir lama gw ikutin mbak Ara. Dan sampailah ditempat parkir kampus. Di dalam mobil dia nangis dan mengucapkan kata “Anj*ng” banyak banget sambil mukul setir mobil, Dan gw hanya bisa maenin kuku. Sekitar 5 menit dia menangis, akhirnya dia mengusap air matanya dan tersenyum ke gw. Dan menancapkan gasnya ke tempat karauke.

Itu lah pertama kali gw denger mbak Ara bernyanyi, suaranyaaa aduhai, sampai hati berkata “Kapan pulangnyaaaaaa ini !!!!”. 1 jam dia bernyanyi teriak2 didalam ruangan dan akhirnya berhenti, mungkin kalau dia nambah 1 jam lagi gw bisa tuli. Setelah bernyanyi cukup lama gw lihat wajahnya fresh banget, mungkin karena sudah lega melampiaskan kesedihannya. Dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan untuk pulang. Didalam mobil dia akhirnya cerita....

“Nyesel mbak udah tidur sama dia” Kata mbak Ara dengan muka menyesal

“Gombalnya pinter banget hanya untuk sex (Realita Pria)”Lanjut mbak Ara

Saat itu gw hanya diam sambil sandarkan kepala gw dikaca mobil dengan lemas karena capek, seperti orang yang ngak mau diganggu. Tapi mbak Ara tetap cerita panjang lebar..

“Kamu masih perjaka dek?” Tanya mbak Ara

“............” gw diam tanpa menatapnya

“Masih ya ?” Tanya mbak Ara sambil tertawa terpingkal-pingkal

Saat itu gw heran, gw ngak ngomong apa-apa dia sampai ketawa keras banget sampai hampir nangis. Mungkin dia menghibur diri sendiri, pikirku

“Pasti Onani (Nyoli) terus ya?” Tanya mbak melanjutkan tertawa

“............” gw tetap pada pendirian tetap diam

“Pasti sambil nonton bokep kan?” Tanyanya lagi dengan masih tertawa

“...........” tetap kukuh gw

Pertanyaan2 aneh terus gw dapat diperjalanan, gw tetap diam, malas kalau bahas hal pribadi gw sendiri. dan akhirnya sampai juga dirumah. Saat gw mau turun...

“Sini bentar dek” Kata mbak Ara

Pipi gw saat itu dicium.

“Makasih ya dek, mbak udah enakan sekarang” Kata mbak Ara tersenyum

“Emang aku ngapain?” Tanyaku heran

“PLAAAK” kepada gw dijitak

“Dah sana turun, bikin mood hilang aja” Katanya ketus

Tanpa malas berpikir gw tinggalin mobil dan masuk kamar. Seperti biasa ortu masih kerja semua, mamih pulangnya biasa sore, Papih sudah pasti malam. Nada seperti biasa jam segitu tidur siang. Mas iKi sudah pasti pergi maen.

Malam hari tiba, seluruh keluarga berkumpul untuk sharing2 atau menonton TV diruang tengah. Seperti biasa gw selalu tiduran di paha papih, mamih disamping papih, mbak Ara tiduran disofa lain, Nada masih dikamarnya. Saat itu mas iKi pulang. Tingkahnya aneh saat itu. Dia berdansa sendiri sambil bersenandung lagu. Kita semua heran saat.

“OuwH my mother, my father” Lebay mas iKi sambil tetap berdansa sendiri

“My Sister, My Brother” sambil melanjutkan berdansa

Tingkah lakunya seperti orang baru dapat rejeki nomplok. Saat itu kita semua hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku mas iKi yang sedang berdansa sendiri karena senang. Dan saat itu datanglah Nada dari kamarnya, saat itu mas iKi melihat Nada

“MY CUTEE SISTEEER” mas iKi berlari memeluk Nada yang sudah ada didekat mamih

“........” Nada heran melihat mas iKi

Tiba-tiba.....

“OH WOOOW” ucap mas iKi sambil melepas pelukan

“.......” Nada heran dan menggigit kuku sambil memandang mas iKi

“Ada sesuatu yang menempel” Ucap mas iKi sambil memegang dadanya sendiri

Nada dipeluk lagi sama mas iKi

“OH WOOOOOOW” ucap mas iKi lebih keras sambil melepas pelukan lagi

“.......” Nada mengkerutkan dahinya melihat mas iKi

“ADEKKU SUDAH TUMBUH DADANYA” Teriak mas iKi dengan wajah mesumnya

Nada menyilangkan tangannya perlahan dan mundur pelan-pelan ke arah mami dan duduk.

“MAS IKI PEGANG AAHHHKKK” bergaya seperti singa mau menerkam

“MAMIIIHHH” Teriak Nada sambil menendang mas iKi

Semua saat itu tertawa melihat tingkah laku mereka berdua. Tak terkecuali mbak Ara. Dia tertawa lepas seolah beban tadi pagi sudah hilang. Setelah itu mas iKi melanjutkan candaannya....

“Besok mas iKi mandi sama Nada ahhhhhkkkkkkk” Kata mas iKi becanda

“Emoh (ngak mau)” Ucap Nada singkat sambil tetap menyilangkan tangannya

“Tapi kan mas iKi pingin liat” Lanjut mas iki memelas

“Emoh” Lanjut Nada singkat dan jelas

“NADA JAHAAT” kata mas iKi sambil berguling-guling dilantai kayak anak kecil

Kita semua tertawa lepas melihat mas iKi bertingkah merengek kayak anak kecil. Papih mamih juga ikut tertawa lepas, rasanya stress hilang seketika. Dan tiba2 Nada berkata....

“Mandi sama Mbak Ara sana” Ucap Nada

Setelah Nada mengucapkan itu, mas iKi berdiri dari rengekannya, dan menatap tajam Nada..

“Nada pingin lihat mas iKi di cincang mbak Ara ya?” Ketus mas iKi

Saat itu juga tawa meledak diruangan itu. Mbak Ara juga tertawa menikmati momen itu tanpa emosi. Setelah itu mas iKi pamit kekamarnya. Selang setengah jam gw juga pamit kekamar. Mas iki memanggil gw karena tahu gw lewat kamarnya...

“Nih lihat pacar baru mas iKi” Kata mas iKi menunjukan fotonya

“Ini kaaaaaannn?” jawab gw kaget



PART 4


“Ini kan foto kita sekeluarga” jawab gw kaget

“Oh bukan yang itu” Lanjut mas iKi mengambil foto yang lain didompetnya

“Lumayan lah, manis” Kataku sambil melihat foto

Percakapan terus berlanjut hingga jam 10, setelah itu gw muter2 rumah dulu karena ngak tau mau ngapain. Kamar mbak Ara sudah tertutup, Nada sudah tidur, papih sama mamih melakukan pembicaraan pribadi diruang tengah, dan gw ngak mau ganggu. Tapi saat itu gw dipanggil mamih. Gw dateng ke tempat mamih gw

“mamah belum bisa pindah ke jogja” Kata mamih

“Lha kenapa mih?, ini udah setahun” Tanyaku

“Setiap telfon ngomongnya ngak lama lagi terus” Lanjutku

“Iya, mamah masih ada urusan penting” Sambung mamih

Setelah mendengarkan mamih, gw pamit kekamar. Saat itu gw bisa terima, mungkin sibuk ngurus murid2nya. Dan tertidurlah gw.

Skip ke kelas 3. Kelas 3 adalah masa yang indah bagi gw, karena gw akan pergi meninggalkan orang2 yang ngak gw suka. Gw harus bertahan 1 tahun lagi, its okey. Tiap hari setor 3 ribu sudah ngak lagi membebaniku. Kezia masih tetap kelihatan cantik, nana tetap aja bikin gw risih, ngak begitu banyak berubah. Meski mereka masih tetap minta setoran, mereka udah ngak ngelakuin kekerasan ke gw. Mungkin mereka ikut bangga ke gw karena gw pernah menang lomba pidato bahasa inggris se-Sleman.

Mbak Ara sudah semester 5, mas iKi ngak lanjut kuliah dulu karena buka usaha toko pakaian, kalau sekarang namanya distro. Distronya ngak pernah sepi, bukan karena pembeli tapi rame teman2nya nongkrong disana. Nada sudah kelas 2 SMP, dia sering curhat kalau banyak cowok deketin dia. Gw udah ngak kaget lagi kalau banyak yang naksir Nada. Mas iKi dibelikan apartemen dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi, rencananya itu jadi tempat mas iKi dan gw saat kuliah, kalau malas pulang kerumah, atau banyak tugas jadi kalau pulang bisa langsung ke apartemen. Tapi dikelas 3 gw masih tinggal dirumah.

Pulang sekolah gw tiduran disofa nonton TV. Mbak Ara memanggil...

“Dek ikut mbak ke apartemen ngak ?” Ajak mbak Ara

“Ngak mbak, males kemana-mana ?” Jawabku

“Ikut aja, ini laptop dari papih buat kamu” Kata mbak Ara

“Disuruh taruh diapartemen” Lanjut mba Ara

Laptop dulu itu tebal banget, beda kayak sekarang yang tipis2. Dan akhirnya dengan berat hati gw akhirnya ikut mbak Ara. Disana sudah ada mas iKi yang lagi santai sambil melihat pemandangan dari atas. Seperti biasa kalau pegang HP pasti senyum-senyum.

“Itu kamarmu dek” Kata mbak Ara

“Rapiin dulu, paling ngak tiap minggu kesini buat bersihin” Lanjut mbak Ara

Gw lihat mas iKi berbisik ke mbak Ara. Dia berbisik dengan suara agak keras. Jadi sudah jelas gw dengar

“Sering2 kesini mbak, sapa tau kita dapat momen Ata lagi Onani” Bisik mas iKi

“Kalau bisik2 itu pelan2, jangan pake speaker” Jawabku ketus

Mereka tertawa liat gw emosi. Gw pergi kekamar dan mulai rapiin kamar pribadi gw. Kamar 3x3 lumayan gede buat gw saat itu, kasur baru dan lemari baru yang sudah ada disitu gw rapiin lagi. Karena sedikit kelelahan gw berbaring sambil lihat HP, kontak di HP gw Cuma ada 11 orang ha..ha..ha... jadi percuma sebenarnya gw buka HP.

Malam harinya. Papih ngajak kita semua ke pizza hut tempat sahabatnya. Mamih ama mas iKi ngak bisa ikut, bukan ngak bisa sebenarnya, Cuma malas. Jadi saat itu yang pergi papih, gw, mbak Ara dan Nada. Saat itu papih yang nyetir, kalau beliau nyetir lambat tapi pasti, sambil nyetir juga sambil cerita tentang sahabatnya itu. Sesampai disana kita disuruh masuk ke kantornya.

“Jiammmput” Kata Teman papih tertawa

“Jianngkriik” Sahut papih tertawa

Dan pelukan....

Kita berdua Cuma bengong mereka ngomong seperti, Nada ngak merhatiin karena liat keadaan sekitar

“Mbak, aku ngak nyangka” Kataku ke mbak Ara

“Sama” Sahut mbak Ara masih heran

Berlanjutlah obrolan mereka.... ( obrolan bahasa jawa translate indonesia)

“Gimana kabarnya, ini anak2mu?” Tanya om hendra sambil tersenyum

“Iya ini anak2ku” Sahut papi memperkenalkan kita

“Kenalin ini om hendra” Lanjut papi

Kita bertiga mencium tangan om hendra....

“Waduh cantik2 banget anakmu” Kata om hendra sambil mengelus rambut mereka

“Oh ini yang cowok?” Tanya om hendra ke papih

“Iya ini yang cowok, yang 1 dirumah nemenin ibunya” Sahut papih

“Ya udah. Ayo kita duduk diluar aja” Ajak om hendra

“Mau makan yang mana kalian?” Lanjut om hendra

Kita pun memilih pizza sama2 1. Mumpung ada papih. Tapi percakapan diatas ada yang ganjil. Apa itu ?. om hendra ngak bilang gw ganteng, Cuma mbak Ara dan Nada yang dibilang cantik. Mungkin lupa saat itu. Mereka berdua kangen2an sampai lupa pada kita bertiga. Jam pukul 10, kita semua pamit pulang karena, Nada juga merengek minta pulang.

Dan tibalah hari minggu, hari itu adalah surga bagi gw. Ngak nyangka papih beliin gw motor baru yaitu tiger. Perasaan haru, senang bercampur aduk. Saat itu gw coba tarik gas motor itu

“Breeeem”

“Breeeem”

“Breeeem”

“Breeeem”

“Breeeem”

Sebenarnya ngak penting ya gw cerita tentang gw ngegas motor. Tapi paling ngak gw dah pamer di forum SFTH kalau gw pernah punya motor tiger (lebay). Lanjut...

Gw dulu pernah belajar mobil pake mobil mbak Ara. Hari pertama belajar ban belakang masuk got/selokan depan rumah. Saat itu gw berhenti belajar mobil. Dan saat mood gw muncul untuk belajar mobil lagi, kaca spion hancur karena ditabrak pengguna motor, saat itu gw yang salah karena mau belok ngak nyalakan lampu sein. Dan berakhir dikantor polisi.

Bersambung...
Diubah oleh dili000
PART 5


Sebelum lanjut cerita di PART 5, gw mau kasih tau jika nama Kezia bukanlah nama asli. Hanya untuk melindungi nama baik saja. Tapi sebenarnya nama aslinya ngak jauh beda juga -_-

Tibalah saat kelulusan, saat itu adalah hari nasional bagi gw. Kita semua bersalam2an berpisah dan meyimpan kenangan. Kenangan apaan lah, kenangan suram paling. Saat nilai UN umumkan semua pada coret-coret baju, gw sendiri yang bersih karena langsung pulang. Papih dan Mamih bangga karena nilai bahasa inggris gw tertinggi di sleman. Gw gitu....

DAN AKHIRNYA GW KULIAH, gw ambil pendidikan bahasa inggris. Gw udah mulai tinggal diapartemen, walau masih sering pulang. Karena Cuma berdua doank sama mas iKi jadi ngak begitu seru tanpa mbak Ara dan Nada. Perkuliahan sudah dimulai, dikampus gw nyaman banget, karena udah ngak ada istilah2 bully. Mungkin karena udah sibuk urus diri sendiri. Saat itu....

“Mata empaaaaat” Suara terdengar ditelinga

Gw mencari arah suara itu dan ternyata Kezia !!. Kita ternyata 1 kampus beda fakultas.

“Oh Zia, kuliah disini ?” Tanyaku

“Iya kamu juga to ternyata” Tanya dia balik

“Ya udah gw mau balik dulu” Kata gw menghindar

“Aku minta no HP mu Tha” Sahut dia tanpa manggil gw mata empat

“Percuma minta, kalau kamu butuh apa2 aku udah ngak bisa bantu” Kataku

“Ngak kok, sini aku minta” Pinta dia

Akhirnya gw kasih no gw ke dia. Malam harinya dia sms

“[Maaf ya waktu SMA]”

“[Iya gpp]”

Dan itulah percakapan yang cukup panjang gw disms dengannya

Hari berlalu seperti biasa, mas iKi selalu bawa ceweknya ke apartemen hanya untuk sekedar ngobrol, gw ngak tahu kalau gw ngak ada mereka ngapain aja. Tapi mari kita bersama-sama berpikir negatif aja, kalau gw ngak ada mereka bercumbu.

Ada hari dimana gw dibikin kaget. Saat itu mas iKi datang bersama wanita, tanpa lama mereka langsung bercumbu, bukan dikatakan bercumbu tapi hampir bercumbu. Karena saat itu gw keluar kamar untuk ambil minum. Tanpa gw melihat mereka, gw sudah tahu gaya seperti apa mereka jika ketahuan hampir bercumbu, paling ngancing baju, menjauh, rapikan rambut dll. Saat itu gw KAGET, tapi bukan hanya gw yang kaget, ceweknya juga kaget.

“Oh Zia, lanjutin deh” Kata gw pura2 ngak kaget

“.........” tersenyum salting

Sebenarnya bukan kaget lagi ya, tapi jantung udah panas. Dari ribuan wanita dijogja kenapa harus kezia yang ada disitu. Saat itu gw udah ngak mau tahu.

“Dek sini duduk” Ajak mas iKi

“Ngak mas, aku masih ngantuk” Jawabku meninggalkan mereka

Daripada gw kepikiran, mending gw tidur dengan memasang headphone ke HP gw yang kontaknya sekarang jadi 12 orang. Gw ngak tau mereka lanjut bercumbu atau ngak. Sore pun tiba, gw bangun dari tidur siang gw. Gw keluar kamar kaget, kezia masih disitu nonton TV dan ngak pulang2.

“Belum pulang?, mana mas iKi?” Tanyaku

“Oh belum, iKi masih keluar sebentar katanya” Jawab dia

Saat itu gw berani omongin apa yang pingin gw omong, karena udah ngak ada temen2 cowoknya waktu SMA. Kalau pun harus berantem ditempat itu paling ngak gw sebagai cowok pasti menang.

“Udah berubah ya kamu sekarang” Tanya gw dengan gaya gangster

“.........” Tersenyum doank

“Kenapa ? , lupa waktu jaman SMA?” Kata gw menyindir

“gpp” sambil tersenyum

Saat itu entah kenapa gw emosi lihat senyumannya. Coba ada mike tyson (petinju) didepan gw, bakal gw hajar tuh mike tyson, tapi sayangnya ngak ada. Kalau ada pasti gw yang remuk. Gw berusaha sabar, dan tenang. Saat itu gw sudah ada pikiran bilang “ PULANG KAU ANAK SIAL”, ya itu bagus untuk dikatakan sekarang, pikirku. Tapi.....

“WOOOW, udah brani bawa cewek ke apartemen” Sindir mba Ara

Gw balik badan, ternyata mbak Ara sudah ada didepan pintu membawa cemilan. Sudah pasti itu numpang nonton film barunya yang abis didownload. Dan batallah rencana gw.

“LAPOR MAMIH AAHKKK” berkata sambil tersenyum.

“INI CEWEKNYA MAS IKI MBAK” Kata gw emosi

“Ahk sial, adekku yang 1 ini tetap perjaka dong” Kata mbak Ara tanpa dosa.

Gw melihat arah Kezia sedang nunduk nahan ketawa, pingin banget gw omong kotor ke Kezia saat itu, tapi kalau gw ngelakuin itu, sudah pasti gw tamat oleh tangannya mbak Ara. Mbak Ara ngak suka ada cowok kasar sama cewek.

Setelah mencium pipi gw, Mbak Ara berlalu ninggalin gw dan melanjutkan berkenalan dengan Kezia. Gw ngelihat Kezia nyaman dengan mbak Ara, mereka sudah senyum2....

“Mbak maaf, waktu SMA aku sering kasar sama Artha” Kata Zia

Ini kesempatan bagus, mbak Ara pasti bakal marah ke Zia, pikirku. Tapi kadang hidup tak seindah yang kita kira.

“Mbak tau kok” Jawab mbak Ara santai

“.........?” Gw dan Zia

“Artha ngak mau jujur sama mbak” Kata mbak Ara

“Kalau seandainya Artha jujur ke mbak, maap aja ya dek” Lanjut mbak Ara

“Mbak bakal hajar kamu sama teman2mu” Lanjut mbak Ara lagi dengan santai

Saat itu gw sama zia Cuma terdiam ngak tahu mau ngomong apa.

“Udah minta maaf sama Artha?” Tanya mbak Ara

“Udah mbak, dia Cuma bilang iya aja” Jawab Zia sambil nunduk dan mainin jari

“Kenapa Cuma bilang iya?” Tanya mbak Ara ke gw

“Lha mau ngomong apa lagi?” Jawabku

Tatapan tajam mbak Ara terasa mengancam... dan .....

“Ya udah sekarang udah ngak ada masalah lagi, artinya ulangi dari 0” Kata mba Ara

“Kalian jangan kasih tahu mas iKi tentang masa lalu kalian” Lanjut mbak Ara

“Takutnya nanti mas iKi bisa marah sama Zia dan putus” Lanjut mbak Ara lagi

Mbak Ara nyuruh gw salaman sama Zia seperti anak TK abis berantem terus didamaiin, “Horee kita temanan lagiii!!” bayanginnya aja ngak enak.

Dan seperti biasa mbak Ara menyisakan tanktop dan hotpants untuk nonton film, dan seperti biasa gw diusir dari situ. Menyisakan kezia disana. Gw akhirnya milih keluar cari angin

“Ngak ikut buka baju sekalian ?, mumpung aku masih disini” Sindir gw ke Zia

“enggak” tersenyum lagi

“UDAH SANA KALAU MAU KELUAR !!!” Seperti biasa itu suara mbak Ara.

Dan akhirnya gw jalan2 sendiri...


Bersambung part 6...... “Kezia Menangis”
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Thx gan udah mampir emoticon-Belo
men ada 2 update asik asik.
kalau rajin gini kan ane jadi sering pantau cerita ente gan
ijin masang tenda gan
asek nampaknya
ijin mantau ye
ntar malem apdet yo gan
PART 6


Setelah gw muter2 kayak orang ilang, gw mutusin balik ke apartemen. Kezia udah pulang, mbak Ara masih didepan karpet berbaring nonton TV

“Zia udah balik mbak ?” Tanyaku

“Udah, dianter mas iKi” Sahut mbak Ara sambil mengganti channel TV

Gw menuju tempat mbak Ara dan tidur di pahanya

“Mbak” Kataku memanggil

“Hmm....” Sahut mbak Ara sambil tetap mengganti channel TV

“Aku ngak suka Kezia ada disini tadi, apalagi pacaran sama mas iKi” Kataku

“Jangan gitu, kasihan dia itu tinggal sama kakek-neneknya” Sahut mbak Ara

“Tadi dia curhat banyak sama mbak, bahkan tentang kamu” Lanjut mbak Ara

“Curhat apa emang ?” Tanyaku penasaran

“Naah kaan!!, kamu ngak suka ada Zia, tapi pingin tau tentang Zia !!”

Gw bangun dan rebut remote TV nya

“Ya udah kalau ngak mau cerita” jawabku ketus

“Dah ahk, mbak mau mandi, terus maeeeeeen” Kata mbak Ara meninggalkanku

Selesai mandi mbak Ara langsung berangkat maen. Karena bosen sendirian, gw milih pulang kerumah, paling ngak bisa ganggu Nada, daripada disini ngak ada kerjaan. Sampai dirumah gw salim sama mamih, papih belum pulang saat itu, dan langsung menuju kamar Nada. Kamarnya saat itu kosong..

“Mih, Nada kemana ?” Tanyaku

“Masih les, paling bentar lagi pulang” Jawab mami

“Lha itu pak sugeng (supir) dirumah, lha sapa yang anter pulang nanti?” Tanyaku

“Tadi pak Sugeng bilang kalau Nada pulang sama temannya” Jawab mami

Akhirnya karena ngak ada kerjaan, gw milih ambil cemilan dan nunggu diteras rumah. Ngak lama mas iKi juga pulang ke rumah...

“Mas iKi cari di apartemen ngak ada, ternyata disini!!” Protes mas iKi

“Dihubungi malah ngak aktif” Kata mas iKi

Gw lihat HP, dan benar ternyata mati, kalau dipikir2 ngapain juga ya ngurus HP, lagian kontaknya juga Cuma 12 ha..ha..ha..

“Mati mas HP-ku” Kataku

“Ya udah ntar tidur diapartemen aja ya” Kata mas iKi

“Mas iKi mau ambil barang2nih, mau ke malang” Lanjut mas iKi

“Ngapain ?” Tanyaku

“Biasalah maen, nyewa viLLa bareng temen2 mas iKi” Pamer mas iKi

“Terus aku tidur di apartemen sendirian?” Tanyaku ketus

“Ya kalau bosen tinggal kerumah aja to” Jawab mas iKi

“Apa ikut aja yuk” Ajak mas iKi

“Ngak mas” Jawabku menolak

Obrolan dengan mas iKi berlanjut, tapi gw sama sekali ngak bahas masalah Kezia, biar mereka jalani aja dulu. Toh kalau emang Zia orangnya masih ngak bener pasti mas iKi bakal tahu. Saat asik2nya ngobrol kita berdua lihat Nada dianter cowok pulang. Sebelum berpisah mereka ketawa2.

“JANGAN CIUMAN, MAS-NYA ADA DISINI” Teriak mas iKi

Setelah cowok itu mendengar teriakan mas iKi langsung pamit pulang. Nada ngambek saat itu dan ngak memberi salam ke kita. Dan salim sama mamih dan melanjutkan kekamar. Kita berdua langsung ke kamar Nada...

“Sapa itu tadi?” Tanya mas iKi

“Temen” Jawab Nada singkat

“Kok temen sampai ketawa2 seneng gitu?” Tanya mas iKi lanjut

“Lho masak mau tampar2an to mas?” Jawab Nada ketus

“Cowok itu pernah liat dadanya Nada belum?” Tanya mas iKi becanda

“Udah, sering malah” Jawab Nada Santai

Sebenarnya niat Nada becanda, tapi beda dengan respon mas Iki

“BRAAK” Pintu kamar Nada dipukul

Nada saat itu didorong ke kasur sama mas iKi dan hampir ditampar. Gw sontak langsung hadang mas iKi. Gw kaget saat itu, itu pertama kalinya mas iKi kasar sama Nada, Nada pun pasti sama kagetnya, biasanya dia dimanja sama kakak-kakaknya.

“Aku Cuma becanda mas” Kata Nada dengan mata berkaca-kaca hampir nangis

Saat itu gw lihat Nada kasihan banget, dengan wajahnya yang imut jadi ngak tega liatnya

“Udah mas, Nada Cuma becanda” Kataku menenangkan

“Sekali-sekali becandain kakaknya ngak papa to?” Lanjutku

“Lagian kita terus mas yang sering candain Nada” Lanjutku meyakinkan

Saat itu mas iKi langsung keluar kamar. Gw deketin Nada untuk nenangin. Langsung gw dipeluk Nada.

“Dah jangan nangis, maksud mas iKi kan baik sama Nada” Kataku

“Dia ngak pingin Nada diapa2in sama cowok” Lanjutku meyakinkan Nada

“Coba mbak Ara yang dengar kayak gitu” Sambil menepuk punggungnya

“Nada bisa dikuliti kayak kambing sama mbak Ara” Kataku

Obrolan berlanjut kira2 5 menit, dia cerita banyak. Nada ternyata suka sama cowoknya yang mengantar dia. Ngak lama mas iKi datang minta maaf.

“Mas minta maaf ya dek” Sapa mas iKi

“Iya mas gpp” Kata Nada hampir nangis lagi

Mas iKi lalu memeluk Nada

“Ya udah mas, keluar dah sana” Kata Nada

“APA2AN NIH, MASA MAS LANGSUNG DIUSIR” teriak mas iKi sambil becanda

“NGAK BISA DONG, MAS IKI MAU NGELONI NADA” memasang aba2

“CIAAAT” Kata mas iKi melompat kesamping Nada dan memeluknya

Melihat Nada dan mas iKi bisa ketawa lagi rasanya seneng banget. Menjadi kenangan yang ngak bisa dilupain.
2 hari setelah mas iKi pergi ke malang, gw diapartemen sendirian, dan kontak di HP gw tetap 12 orang. Mbak Ara pergi maen bersama teman2nya. Magrib gw milih tidur aja, karena sorenya kecapaian habis lari2 sekitaran apartemen. Saat itu jam 11 malam, gw dibangunkan dengan telfon masuk dari mas iKi, dan dengan terpaksa karena masih ngantuk gw angkat telfonnya

“Dek, mas iKi minta tolong” Kata mas iKi ditelfon

“Apa?” Jawab gw singkat

“Bisa jemput Kezia di indomaret yang di ******?” Tanya mas iKi

“Ngak bisa mas” jawabku tegas

“Ayo bantu mas, mas ini dimalang, masa pulang ke jogja kan ngak lucu” Kata mas iKi

Setelah berdebat panjang akhirnya gw ngalah. Gw disuruh jemput kezia, dan dia akan nginap diapartemen karena disuruh mas iKi. Ngak lama gw sampai didepan indomaret, disana beneran ada Kezia. Dia kelihatan kayak orang bingung yang ngak tahu harus ngelakuin apa. Kakinya terus gerak karena gelisah, tangannya ngak bisa diem, terus gerak2, matanya berkaca-kaca. Dan dengan setengah malas gw samperin dia dan duduk disampingnya.

“Mas iKi nelfon aku malam2 suruh jemput kamu”Kataku

“Bisa bayangin ngak ?” Lanjutku

“........” tersenyum mencoba agar air matanya ngak jatuh

“Apa ngak ada teman lain yang bisa jemput?” Sindirku

“Hubungi sapa gitu kek, temen2mu pasti banyak, ngak kayak aku” Melanjutkan sindiranku

“........” tersenyum sambil memandangku

Saat itu dia mulai menggigit kuku dan terus berusaha agar air matanya ngak jatuh, seperti orang udah pasrah

“Apalagi mas iKi nyuruh kamu tidur diapartemen” Kataku

“Ya..udah..Kamu pulang..gpp..nanti..temenku ada..yang jemput” Kata Zia terbata-bata menahan biar ngak nangis

“Beneran nih?” Tanyaku

“......” Mengangguk dan masih menggit jari

“Ya udah aku balik dulu” Kataku berdiri bersiap pulang

“.......” Kezia hanya tersenyum memandangku

Tak lama gw ambil motor untuk pulang ke apartemen, meninggalkan Zia sendiri di indomaret


Bersambung..... Part 7
Diubah oleh dili000
Quote:


hehe thx ya gan udah mau mantau thread ane emoticon-Belo
Quote:


Quote:


Monggo gan, thx udah mampir emoticon-Belo
Quote:


Tiap malam diupdate kok gan kalau ngak ada halangan hehe
Quote:

haha iya gan . ane setiap nungguin updatean ente.

bakal jadi masalah besar ente ninggalin zia gan.
Halaman 1 dari 12


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di