alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/556d805f118b46234b8b4573/ceritaku-1

ceritaku 1

Edelweiss

Edelweiss, Edelweiss
Every morning you greet me
Small and white, clean and bright
You look happy to meet me
Blossom of snow may you bloom and grow
Bloom and grow forever
Edelweiss, Edelweiss
Bless my homeland forever
-----------------------------
tak bosan aku memutar lagu jadul itu dan seolah menerawang dimasa lalu ada seorang tua menyanyikan lagu itu dng suaranya yang khas sambil duduk di kursi goyangnya sesekali membaca koleksi bukunya, sesekali orang tua itu melihat anaknya yg perempuan kecil duduk dilantai terdiam menikmati alunan suara sang ayah. terkadang sang ayah menyadarkan tubuhnya yg mulai membengkak ke sandaran kursi goyangnya serta melepas kacamatanya. guratan keriput wajahnya seakan menceritakan asam garam kehidupan yang telah dilalui orangtua itu. entah apa yang ada dibenaknya hingga ia sering menyanyikannya dengan mata terpejam.

tiba tiba setelah habis lagu itu secara acak terdengar lagu ini ditelingaku.
--------------------------------
Als de orchideen bloeien
Kom dan toch terug bij mij
Nogmaals wil ik met je wezen,
Zoveel leed is dan voorbij

Als de orchideen bloein
Ween ik haast van liefdes smart
Want ik kan niet bij je wezen
G’lijk weleer, mijn lieve schat

Maar nu been je van een ander
Vo orbij is de romantiek
Kom toch terug bij mij weder
Jou wergeten kan ik niet

Als de orchidden bloeien
Dan denk ik terug aan jou
Denk toen aan die zoete tijden
Toen je zei: Ik hou van jou.
--------------------------------------
lagu ini...... hmmm......, tanpa terasa lamunanku berlanjut ketika orang tua itu memejamkan matanya dan mengayun kursi goyangnya dng pelan sambil mulutnya secara samar samar menyenandungkan lagu yg aku dengar saat ini, seolah aku melihat ada air mata yang menggenangi sudut sudut mata orang tua itu. terlalu serius melamun tiba tiba ombak menyapu kaki hingga mengagetkanku, begitu luasnya samudra pantai selatan jawa dengan ombaknya yang sanggup membuatku terkaget kaget. dari kejauhan tampak kelap kelip kapal kargo dng shiluetnya yg besar, akupun tambah terheran heran apakah benar ada kapal kargo negaraku yg menyusuri pantai selatan jawa?

ada sesuatu yang selalu membuatku bingung dan selalu bertanya tanya, orang tua itu selalu bergumam "perang itu sebuah industri yg menguntungkan sebuah pihak begitu juga perdamaian juga mendatangkan banyak keuntungan, maka dari itu buatlah perusahaan yg menjual perang sekaligus perdamaian".
Diubah oleh sukirwan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

squid n octopus

suara burung camar bersahutan di udara dan terbang dengan lincahnya, tampak sesekali sebagian dari mereka meluncur dan masuk kedalam gelombang laut, saat muncul ke permukaan pada paruh mereka terdapat ikan untuk santapan mereka. di atas kapal ini aku menyusuri banyak pulau kecil bersama sahabat wanitaku yang berasal dari filipina, kami memang terbiasa berlayar seorang diri hanya mengandalkan bintang bintang. karena hobby makan kami yg sedikit berbeda maka kami saling memanggil dengan nama makanan kesukaan kami, aku memanggilnya octopus dan dia memanggilku squid. sedikit saya perkenalkan dengan beberapa teman yang harus kami jemput di ujung pulau besar itu, dia adalah puffy dari malaysia dan marlin dari singapore namun sayang kali ini teman kami shark dari thailand tidak bisa ikut perjalanan mancing kami.
Diubah oleh sukirwan
squid dan octopus sangat akrab dan tak sungkan untuk berbagi minuman dan bekal yang mereka bawa tapi tidak begitu dengan marlin dan puffy. marlin seorang wanita anggun dengan tipe pekerja keras dan selalu mencari secercah peluang dalam tingginya ombak samudra, sedang puffy seorang pria yg menurut saya sedikit menyebalkan dengan gayanya yang sok low profile tapi sukanya nyari masalah (sebenernya kita udah pengen nyemplungin dia di laut, tapi rasa persahabatan kami tidak mengijinkan itu). marlin terlihat sibuk melempar kail dan menariknya kembali sepanjang hari, puffy sesekali melempar kail tapi lebih sering terlibat perdebatan dengan salah satu dari kami secara bergantian sedang squid dan octopus melempar kail dengan santai dan sabar sambil bersenda gurau dengan akrab.
Diubah oleh sukirwan
squid, octopus marlin n puffy dalam satu kapal menyusuri samudra yang indah dengan sedikit harapan umpannya mendapatkan mangsa. octopus menbuka keheningan suasana dengan teriakan strike.... wah dengan perlahan namun pasti ikan ditarik keatas dan lumayan ikan layaran yg cantik meskipun tidak besar, kemudian usaha si mungil marlin yang sangat getol membuahkan hasil mendapat sambaran ikan yan menurut kami besar terlihat dia kewalahan tapi tidak mau dibantu dan disaat yang hampir bersamaan si puffy mendapat sambaran ikan dan ikut sibuk menarik pancingnya namun sayang karena begitu bernafsu malah lepas dan su puffy kehilangan buruannya dan sumpah serapah meluncur dari mulutnya kami hanya tertawa dan melihat cara marlin menarik buruannya yg kadang membuat kapal kecil ini oleng dan seakan hampir terbalik. dalam hati squid juga sdh dag dig dug jangan sampai kapal kecil ini terbalik. wow saat ikan kelihatan dipermukaan ternyata semacam ikan hiu abu abu yang besar, kamipun bingung cara mengangkat dan menempatkannya. kini giliran si octopus menarik mendapat strike dan menarik ikan buruan dengan semangat, karena khawatir lepas akupun ikut memberi saran kapan harus di tarik dan ulur dan diapun tidak keberatan hingga saat ikan sudah terlihat ternyata ikan tongkol yg lumayan besar. tidak mau kalah si puffy kembali strike dan setelah berjuang diangkatlah ikan giant travelin, kepalanya dan omongannya kembali besar seiring apa yg dia dapatkan kami benar benar menikmati moment ini.
Diubah oleh sukirwan
reserve
reserve, ceritanya bakal panjang dan sedikit BB 21++
hemm gak perkenalan dulu nih gan? emoticon-Bingung (S)

Keep update gan!!

so long, farewell, au revoir,, auf wiedersehen.

moment yang indah dan kebersamaan ini pun harus segera berakhir saat ombak mulai tidak bersahabat dan angin berhembus tanpa arah, kami sepakat bahwa kondisi mulai memburuk dan sepakat untuk segera menepi dan kembali pada masing masing kesibukannya. si mungil marlin langsung pegang hape tidak lama kemudian sebuah kapal cepat berukuran besar datang menjemput. sedang si puffy menembakkan suar ke atas dan tidak lama pula sebuah helikopter menurunkan talinya menjemputnya, saat ini tinggal squid dan octopus di kapal kecil ini dan mereka tidak memanggil siapapun melainkan menikmati naik turunnya gelombang dan adukan dari arus laut dengan mesin kapal kecil berjalan perlahan namun pasti ke tempat tujuannya, dalam perjalanan ini saya mendengar mereka menyayikan lagu ini:


There's a sad sort of clanging from the clock in the hall
And the bells in the steeple too
And up in the nursery an absurd little bird
Is popping out to say "cuckoo"
Marta, Gretl, Brigitta:
Cuckoo, cuckoo

Marta, Gretl, Brigitta:
Regretfully they tell us Cuckoo, cuckoo
But firmly they compel us Cuckoo, cuckoo
To say goodbye . . .
Marta, Gretl, Brigitta:
Cuckoo!
. . . to you

So long, farewell, auf Wiedersehen, good night

I hate to go and leave this pretty sight


So long, farewell, auf Wiedersehen, adieu

Adieu, adieu, to yieu and yieu and yieu


So long, farewell, au revoir, auf wiedersehen

I'd like to stay and taste my first champagne


So long, farewell, auf Wiedersehen, goodbye

I leave and heave a sigh and say goodbye -- Goodbye!

I'm glad to go, I cannot tell a lie

I flit, I float, I fleetly flee, I fly

The sun has gone to bed and so must I

So long, farewell, auf Wiedersehen, goodbye
Goodbye, goodbye, goodbye

--------------------------------------------------------------------------
seolah lagu ini lah yang menghantarkan mereka pulang ketempatnya masing masing. sebuah kebersamaan dibalut kompetisi dan keserakahan tidak akan membuahkan persahabatan nyata. sebuah kompetisi yang saling menghormati dan menghargai akan menciptakan persaudaraan yang akan saling meneguhkan, so long, farewell, au revoir, auf wiedersehen,
Diubah oleh sukirwan
Pertemuan teman lama.


yah beginilah nasip pedagang kecil sekaligus traveler. di kota ini shanghai, republik rakyat china untuk kesekian kalinya aku kunjungi, dibandara ini terdengar lantunan lagu jason mars yg menghentak dan ngebeat yg membuat ku seolah berfikir belom berada di rrc. aku menunggu di lobby bandara sampai beberapa lagu berbahasa inggris amerika selesai di putar dan mulai berganti lagu lokal dan bandara mulai berkurang orang yang berlalu lalang. ada beberapa orang dan petugas yg menawarkan jasa nya kepadaku tapi selalu aku tolak karena aku merasa telah janjian dengan temen wanitaku yang 2x kunjunganku yg lalu setia menemaniku sebagai guide, teman bahkan kekasih paruh waktu. dari dia aku bisa mendapatkan suplier dengan harga yang super dan layanan perusahaan yang serius, yup dia pun aku yakin mendapat persen dari para suplierku di sana dan akupun membayar wajar jasa guide. lama menunggu akhirnya aku memutuskan jalan keluar saja cari bis atau taxi ke hotel langgananku, aku merasa bodoh untuk tdk memesan layanan jemputan bandara dari hotel, dan ada rasa kecewa dan mulai melamun ternyata bao sing min tdk berada disini menemaniku seperti waktu kemaren dengan ditemani senyuman manisnya, yup disini panggilan saya mr bao meski dari negara luar tapi itu memang bagian tukilan dari sebagian namaku dan kebetulan teman wanitakupun bernama bao dan kemudian sering dipanggil miss bao dan karena keakraban kami akhirnya dia dipanggil mrs bao, anehnya dia hanya ketawa geli dan tdk keberatan. waktu itu kami benar benar akrab bahkan sayapun diajak mengunjungi bibinya yg merawatnya setelah ayah ibunya meninggal. saat kami bertemu pertama dulu usianya 20 dan aku 30 pertemuan ke 2 sekitar 2 tahun kemudian dia sangat cantik dan matang dan yang ke 3 ini setelah 3 tahun dari pertemuan ke 2 aku blom melihatnya kembali setelah sekitar 6 bulan kebersamaan yang sangat intim 3 tahun yang lalu. tiba tiba ada suara wanita memanggilku dan.... dialah sing min yg terlihat matang dan lebih semok dengan gembira memelukku dengan erat dan hangat. wow 3 tahun tak bersua dia jadi lebih mature dan motherish tidak seperti dulu yang centil dan genit, aku lihat ada kantung mata dan dia bilang lelah, dia sdh mempunyai mobil dan terlihat lebih mapan dari sebelumnya ini membuatku sungkan untuk sekedar mengecup merayu atau sekedar meremas pantatnya yang tidak terlalu montok tapi selalu menarik. di mobil dia cerita panjang dan mengarahkan mobil ke apartemennya sambil memberi tahuku bahwa putrinya sedang sakit demam, dan ucapan itu seolah menghancur leburkan perasaanku dan sukses membikin suasana tambah kaku, tapi dia tetap santai dan ceria sambil mengemudi seolah cuek dengan kondisiku yang terdiam dan tdk enak hati membayangkan bakal di kenalkan dengan suaminya. di mobil dia bercerita mendapat penghasilan yg lumayan dari mengurusi kargoku dari beberapa suplierku hingga berkembang mengurusi beberapa kargo untuk tujuan negaraku dari suplierku dan beberapa suplier lain atas rekomendasi suplierku khusus untuk tujuan negaraku, aku turut senang dan bangga saat dia menceritakan itu dengan sangat bersemangat, bahkan kalo dihitung kargoku adalah yang paling mini dari yang dia handle saat ini dan dia bilang cuma aku yg ribet berkunjung sendiri dan lainnya paling cuma perwakilan aja, kamipun tertawa dan aku balas bercerita bagamana perusahaanku dihantam badai persaingan hingga masalah perpajakan yg semakin ketat dan membikin pusing kepala. tak terasa obrolan kami semakin serius dan berat dan kamipun mengganti topik yang ringan ringan tentang masakan dan tempat tempat wisata. tak terasa kami telah sampai di flat dimana dia tinggal dan kami naik ke lantai 3, begitu masuk aku langsung disambut bibi yao dng pelukan dan bahasa yang aku belum begitu familiar saat itu, cuma aku merasa seperti dianggap seorang anaknya yang lama tidak pulang, itulah perasaanku saat itu.
Diubah oleh sukirwan
Sebuah kenyataan yang sulit diterima.


akupun diajak melihat putri kecilnya di kamar tapi dia sedang tertidur pulas dengan kulitnya yg agak ke coklatan bersemu merah karena mungkin badannya sedang demam, wajahnya lucu imut mendekap boneka beruang dan tertidur dengan pulasnya, sungguh anak ini sangat manis dan wajahnya sangat familiar dan dalam hati aku berpikir serasa mirip sekali dengan ibunya dibanding bapaknya yang entah kemana dan dimana saat ini. sing bao memandanginya dengan senyum keibuan yang khas yang tidak aku temui di dua kali pertemuanku yang lampau, wajahnya lebih ke ayu dan matang dengan bodi yang semakin padet berisi dan dandanan yang semakin dewasa dibanding 3 tahun yang lalu, aku ingat dahulu dia sering merengek dan merajuk tapi entah kenapa saat ini dia terasa lebih profesional dan terasa ada sedikit jarak dan ingin melompati jarak itu.

kamipun melanjutkan obrolan di ruang tamu sambil bibi yao dan sing bao membuatkan masakan untukku, akupun beranjak melihat ruang flat yang termasuk besar itu dengan 3 kamar 2 kamar mandi dapur dan ruang tamu serta balkon, terisi tv lcd besar audio dan peralatan rumah tangga modern. tidak berapa lama masakanpun matang ada udang, cumi dan sup ikan, ternyata dia masih ingat dengan selera makanku karena dulu aku pernah bilang ke dia kalo aku tdk makan utamanya daging babi dan khawatir makan daging sapi atau ayam karena prosesnya, hanya ikan dan hasil laut ataupun biji bijian dan buah buahan yg aku makan. senangnya hatiku dia masih ingat itu semua, ketika makan bersama itu aku beranikan diri bertanya nama anaknya dan kemana ayahnya dan ternyata namanya xiang wei bao dan ayahnya pergi jauh merantau, aku kaget mendengar namanya karena memakai marga ibunya dan mirip dengan namaku dalam bahasa daerah di negaraku meski tidak lengkap. aku lihat sing bao tersipu dan menundukkan wajah setelah memberitahu nama anak itu dan seperti berusaha tdk peduli dan meneruskan makannya dengan sedikit terlihat grogi, sedangkan aku seperti tersengat listrik duduk kaku dengan sumpit aku pegang tapi tdk bisa bergerak, dikepalaku seperti tuli karena ledakan dan otakku seperti mendidih tidak bisa berfikir. aku berusaha tenang dan kembali makan meskipun rasanya nasi dan lauk berhenti di tenggorokan.

Aku ingin bertanya dengan tegas tapi aku tidak mampu sampai akhirnya bao kecil bangun dan menyusul ibunya ke depan dan bertemu dengan kami yang sedang makan bersama. dia hanya berdiri mematung menatapku dan bertanya kepada ibunya apakah aku ini benar orang berada di foto bersama ibunya yang selalu ditunjukkan ibunya, dan di jawab sing bao dengan anggukkan kepala tanpa berkata apapun, dan sing bao pun meminta bibi yao untuk menemani bao kecil kembali kekamar, tapi sebelum di gendong ke kamar oleh bibi yao si bao kecil bicara dengan ibunya bahwa dia ingin melihatku lebih lama, dan sing bao pun menangis dan menyuruh bibi yao cepat membawanya ke kamar. setelah terdiam sejenak dengan suara yang aku bikin tegas dan jelas dalam bahasa inggris aku bertanya siapa ayah anak itu dan dimana dia berada. dengan menyeka air mata dan menunduk dia bilang kalau sejujurnya itu adalah anakku tapi dia tidak akan marah, kecewa ataupun menuntut apapun dariku jika aku tidak mengakuinya. mendengar itu bagaikan ada tambur yang diipukul di dalam kepalaku, mataku seketika terasa rabun dan nafasku sesak ketika aku berusaha berdiri aku malah terjatuh daan hilang kesadaran, sungguh lemah diriku yang mengaku traveler dan pedagang sejati yang tak pernah gentar dengan rugi ataupun berbagai denda dan pungutan, tapi mendengar hal ini membuatku jatuh tak sadarkan diri seperti wanita yang lemah, mungkin kombinasi jetlag dan kagetlah yang menyebabkan reaksiku yang berlebihan seperti itu. ketika sadar aku berada di kamar sing min dan mereka duduk mengelilingiku dengan badanku penuh dengan aroma parem atau balsam dan badanku yg terasa mulai hangat dan panas, pandanganku mulai jelas dan bisa mengenali bibi yao, sing min dan bao kecil yg memeluk erat ibunya dengan raut wajah khawatir. aku berusaha tersenyum dan menguatkan diriku untuk dapat bergerak dan duduk di tepian ranjang, tapi entah kenapa perutku bergolak dan kepalaku pening sehingga aku menjadi muntah untuk kemudian lemas dan kembali dipapah untuk tidur oleh sing min, dia memperlakukanku dengan penuh perhatian dan kekhawatiran jadi rasanya berbeda dengan 3 tahun yg lalu yang seolah hanya ada canda tawa dan materi dan pekerjaan, rasanya saat ini terasa dirumah dimana ibuku merawatiku saat aku sakit dan terpuruk, ada saudaraku disamping ibuku yg turut merawat hingga aku kembali sehat itulah yg aku rasakan saat ini, yup raut khawatiran, harapan dan rasa cinta itu yg membuatnya sama seperti di rumah. sore itu aku seharian di kamar sing min tertidur hingga ke esokan paginya terbangun oleh terikakan bao kecil yang tertawa dengan riang dan meminta gendong ibunya, saat aku benar benar sadar dan turun dari ranjang serta keluar kamar, sing min langsung menghampiriku dan memapahku setelah sebelumnya menurukan bao kecil dari gendongannya, tiba tiba bao kecil berjalan menyusul ibunya dan seolah ingin ikut memapahku dari sisi sebelah dari ibunya, dalam hatiku aku berkata anak sekecil itu bisa apa dan tahu apa?. Akupun di papah untuk duduk di meja makan dan dan telah tersedia bubur beras dengan kaldu ikan dengan bau khas masakan cina, meskipun aku tidak begitu menyukai tapi tetap aku makan karena perutku terasa lapar dan minta untuk di isi
Diubah oleh sukirwan
Menerima keadaan dan merajutkan asa.

saat makan bersama itu, bao kecil tidak habisnya mengoceh dengan bahasa yang kurang aku pahami dengan jelas hanya sebagian sebagian yang dapat aku mengerti dan sering harus diterjemahkan oleh sing min, samapi akhirnya aku lihat sing min memarahi bao kecil dengan serius dan bibi yao langsung menggendong bao kecil untuk keluar jalan-jalan, aku kaget karena sing min tiba tiba marah serius sehingga aku bertanya apa ada ucapan bao kecil yang salah tapi dia hanya tersenyum dan wajahnya menjadi bersemu merah dan agak salah tingkah, setelah aku desak lebih jauh sing min pun bercerita kalau bao kecil meminta seorang adik sehigga kalau mamanya sedang kerja dia punya teman dan bao kecil berjanji membantu merawat adiknya dengan baik. aku pun terdiam dalam lamunanku dan kemudian bertanya apakah bao kecil tau kalo aku ayahnya ? kemudia dijawab kalau bao kecil hanya tau ibunya sering menunjukkan foto bersamaku tanpa memberitahu aku adalah ayahnya, dia hanya tahu ayahnya bekerja di tempat jauh, dan sering bertanya apakah yang di foto itu ayahnya tapi selalu tidak dijawab oleh sing min. akupun bertanya apakah sing min benar menginginkn aku sebagai suami meski secara legal aku tegaskan tidak bisa dan benar benar tanpa syarat ?dia hanya mengangguk dan bilang dihatinya hanya ada diriku karena sikapku mirip ayahnya yang tetap tegar meskipun sendirian setelah ditinggal mati ibunya. akupun berterus terang padanya bahwa aku bukan laki laki yang sempurna seperti yang dia kira, aku adalah seorang petualang dengan seorang Istri di negaraku, mempunyai kekasih seperti dirinya di manila (octopus), singapura (marlin) dan prancis (julie), akupun ceritakan panjang lebar keterbatasan dan resiko bersamaku yang meskipun pengusaha tapi hanyalah bagaikan seorang kutu loncat tanpa sedikitpun modal, modalku hanyalah relasi dan kepercayaan dalam hati aku hanya tertawa dalam hati, dan meratapi nasipku mirip sekali dengan kim pai jo teman mancingku dari korea yang seperti lone kitten yang lucu yang haus diajak bercanda dan bermain tapi berakhir sebagai kucing kecil tertabrak kendaraan di jalan karena bola permainan dilempar ke jalan oleh tuannya yang memiliki bola permainan.

setelah sarapan pagi selesai, aku membantu merapikan meja dan membantunya mencuci piring tapi sing min menolak dan memintaku duduk saja di ruang tamu atau mandi kalau sudha nyaman, akupun pegang tangannya dan aku cium kening dan bertanya, apakah dia tidak keberatan memberikan bao kecil seorang adik supaya tidak kesepian di dunia yang luas dan kejam ini, sing min pun buru buru meletakkan piring yang dia bawa dan segera memelukku dan menciumiku dengan gembira, dari gembira menjadi gairah.... dengan tergesa gesa kami melakukannya hingga beberapakali di dapur dan berakhir di kamarnya, mungkin karena rindu atau apalah apalah kami bergumul lama disertai banyak rayuan gombalku yang seolah meluncur begitu saja dan tangan nakalku yang seolah bergerak tanpa kompromi namun hal ini menambah kehangatan kebersamaan kami. benar benar seperti hujan dua jam yang membasahi kekeringan yang telah tiga tahun, banyak keringat kami menyatu dan seolah seluruh ruangan seperti basah oleh kelakuan kami yang seperti anak kecil yang tidak bisa menahan kencing, kami berhenti terengah menatap langit langit, aku lihat matany berbinar dan penuh dengan semangat sedangkan pada diriku hanya ada rasa lelah lapar dan mengantuk yang tak terhankan dan akhirnya aku tertidur kembali meringkuk dengan kepalaku persis bersentuhan dengan dadanya bagian samping dan tanganku melingkar ke perutnya, benar benar merasakan hangatnya sebuah keluarga nafasku mulai teratur dan tertidur dengan nyaman dan nyeyak meskipun aku menyadari aku tidak berada di negriku.

hari sudah siang menjelang sore saat aku terbangun dan melihat sing min telah rapi dan membawakan makan siang ke kamar dan bao kecil bermain dilantai di dalam kamar ini bersama dengan sing min, ada rasa tenang dan nyaman melihat wajah wajah ceria mereka, aku pun segera makan dan mandi, setelah mandi aku buka laptop di ruang tamu dan mulai memeriksa pekerjaanku dan barang barang yang aku butuhkan, aku lihat bibi yao mendekati dan bicara nerocos yang sedit banyak yang aku pahami adalah memuji bao kecil yang cantik dengan bola matanya yang berbinar dan besar dan kulitnya yang kecoklatan ( meskipun menurutku tetap kelihatan pucat meski tidak sepucat penduduk sini ), akupun hanya tersenyum dan kemudian sing min datang dan ngobrol dengan bibi yao langsung tertawa tersenyum senang dan sambil berdiri bilang akan membeli berbagai buah, manisan dan wewangian untuk leluhur.

Diubah oleh sukirwan
Mempersiapkan kemandirian dai impian mereka

Setelah perginya bibi yao akupun mulai bicara serius dengan sing min mengenai prospek bisnis dan lain lain,akupun bilang kalau setelah ini bisa saja kita tidak akan pernah bertemu kembali, untuk itu aku akan siapkan semuanya dengan sedikit uangku aku akan membeli gudang sekaligus kantor untuk dikelola sing min lengkap dengan segala legalitasnya, portofolio orderpun aku buat dengan dengan tak lupa berbicara dengan marlin yang sanggup menguruskan dokumen apa pun dan tak lupa octopus pun aku tanya kira kira kebutuhan barang di negaranya apa saja kemudia anna julia aku kontak dan memintanya bicara dengan monseur marie untuk mendanai portofolio rencanaku di china, begitulah segala rencana sudah ada dalam benakku dan aku susun dalan kerangka kerjaku, seminggubersama sing min, dia hanya bisa menatapku dengan takjup saat aku bicara dan mengarahkan langkah lagkah yang harus dia ambil. tahap pertama pembelian gudang dan kantor dan pembuatan legalitas di tian jin berjalan lancar, portofolio pembeliankku aku masukkan dalam perusahaan baru itu, aku tambahkan portofolio dari octopus dan marlin, namun begitu dari marlinlah yang paling besar. sering kali kami datang ke perusahaan suplier kami dengan bertiga, aku, sing min dan bao kecil, sekarang kami mendapat sambutan yang lebih hangat dari para eksekutif atau manager perusahaan suplier, dan dari para suplier itulah perusahan sing min mendapat kredibilitasnya di mata bank meskipun cash flownya bisa dibilang masih belum besar, mereka para suplier kadang mengajak bermain bao kecil, memberi permen dan mengenalkan dengan anak anak mereka yang sepantaran dengan bao kecil. dengan sedikit make up dan performa portofolio penjualan yang aku siapkan, sing min ajukan itu ke bank dan dengan sedikit petunjukku akhirnya perusahaan baru ini mampu meyakinkan bank untuk mendapat pinjaman. aku pesan dan aku wanti wanti kepadanya bahwa uang ini adalah liquid capital untuk lebih meyakinkan partner dari luar sehingga aku memintanya membuka rekening bank pula di hong kong dan membuka lapak perwakilan disana dengan bantuan connie kolegaku asal semarang yang telah menetap disana semuanya bisa berjalan lancar termasuk berbagai syarat legal formalnya.

setelah semua diatur dan direncanakan sedemikian rupa, akupun mengajak sing min dan bao kecil untuk sekedang plesir dan berkunjung ke hong kong dan bertemu dengan connie cua, yup di hong kong kami meeting ber tiga dan saya ungkpkan keinginan saya supaya perusahan di hong nantinya menjadi perusahaan satelit dari main bisnis sing min di china. di hong kong pula kami bicara berdua tentang dunia bisnis dan sing min sing min ku yang lain di singapura, manila, paris dan jakarta, saat itu dia hanya bisa diam dan sedikit meneteskan air mata tapi tetap tegar dan berucap kalau dia ingin tetap mencintaiku, karena aku telah telah meerubah nasipnya dari remaja jalanan menjadi seorang bisnis woman yang mulai dipandang di lingkungannya. aku jelaskan dengan sepintas lalu bahwa kedepan semua performa invoice akan berasal dari marlin di singapura dengan apapun nama perusahaannya, namun dia harus mulai mereorganisai beberapa orang pegawai untuk menjadi administrator pembelian dan aku wanti wanti bukan untuk administrator order serta aku jelaskan detail, dan beberapa orang anak muda yang siap menjadi quality surveyor dengan sing min sendiri yang akan memimpinnya. perusahaan sing min meng ekspor barang elektronik, kain dan aneka spare part dan juga melakukan impor bahan pangan, buah, furniture, konsentrat dan aneka barang tambang.

tak terasa sudah 5 bulan lebih aku tinggal disini dan mempersiapkan semuanya,karena kesulitan memperoleh ijin perpanjangan tinggal akupun pulang untuk beberapa minggu sekaligus menunggu kiriman pertama setelah kepulanganku dari RRC, yang harus aku akui tapi tidak pernah aku akui adalah saat itu aku belum punya Istri di negaraku, tapi aku memang mengaku mempunyai istri kepadanya, tapi semua itu tidak dipermasalahkan dan dia menegaskan dengan tegar asal aku tetap mengingatnya sebagai salah seorang yang aku cintai,
akupun mengajari bao kecil nyanyian anak dari negaraku yang aku sukai dan selalu membantuku melewati kesunyian ;

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui

Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan

Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya

Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi
Mensyukuri karunia-Nya

saat itu dia bilang kepadaku bahwa sepertinya bao kecil akan segera punya adik, mungkin tujuh bulan lagi bao kecil akan segera punya adik yang akan menemani dan selalu ditemaninnya, aku hanya bisa memeluk sing min dan menciuminya. aku gendong dan aku gelitik gelitik aku peluk dan tak lupa aku beri tahu bahwa ayah meminta maaf kepadamu dan adik kamu kelak yang mungkin jarang atau tidak pernah bisa bertemu ayah pula, bao keci menangis dan tersenyum karena tahu segera memiliki adik kecil, akupun memberi banyak pesan untuknya dan aku berikan dia sebuah kalung emas pemberian Ibuku dulu yang selalu aku pakai dan aku jelaskan kalung ini adalah milik neneknya di negara asalku, aku pun menemui sing min dan memberikannya sebuah cincin emas milikku dan aku pesan ini boleh dia pakai tapi ini untuk bocah yang baru lahi kelak. waktunya telah tiba dan kami semua berkumpul dibandara untuk melepas kepergianku, sekali lagi aku bisikkan ucapan sayang dan candaan di telinga sing min yang membuatnya menangis dan tertawa, begitu pula dengan bao kecil aku minta naik ke punggunggu seperti kuda kudaan di lantai bandara dan membuatnya tertawa kegirangan serta aku ajari dan aku nyanyikan lagu ini

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kuakan mengerti

tak lupa aku berikan copy lagunya kepada sing min dan memintanya mengajari lagu ini,
. waktu telah tiba akupun masuk ke pesawat yang akan membawaku ke singapura dan jakarta, sekali lagi aku peluk dan cium mereka dan aku segera berlari untuk boarding pass tanpa menoleh lagi kebelakang. aku segera duduk di kursiku, dan aku tutup mataku dan berharap saat mata ini kembali terbuka semuanya telah bisa aku lupakan.

Diubah oleh sukirwan
Just day in my life

pagi dini hari ini udara terasa sejuk di sini, di ujung utara pulau jawa, setelah kucek kucek mata dan menggeliat kekiri dan kanan akupun keluar dari kamarku dan segera ambil air cuci muka dan sekalian ibadah subuh. akupun langsung keluar dari kamar dan rumah mungil ini untuk segera bertemu pantai utara jawa yang tidak jauh dari property mungilku, aku segera berlari lari kecil menyusuri pantai yang lumayan banyak sampah yang terhanyut serta ranting dan dahan sisa hujan lebat semalam yang datang dari sungai sungai di sekitar pantai ini. sebenernya ada rasa ingin menceburkan diri di pantai pagi ini namun niat ini aku urungkan melihat lumayan banyaknya sampah yang terhanyut hingga ke pantai belakang property mungilku ini, satu persatu aku sapa beberapa wajah yang aku kenal yang merupakan nelayan yang sering bersandar di pantai ini, wajah mereka lesu tapi tetap terlihat tegar, dan aku tahu pasi hujan semalaman membuat tangkapan mereka hanya sedikit hari ini, ngobrol dengan mereka membuatku mendapat rejeki beberapa ekor ikan kembung diberikan secara cuma - cuma dengan tak hentinya kami saling bersenda gurau, dalam hati aku bertanya nelayan yang pulang dengan hasil tangkapan yang tidak menggembirakan saja mash berkenan berbagi dengan teman yang jarang ditemuinya, kenapa di kota - kota besar orang semakin enggan berbagi dengan alasan memupuk kekayaan, namun aku segera berbaik sangka mungkin memang seperti itulah kemajuan dan pembangunan ekonomi nasional perkotaan.


ketika aku pulang ke pondok kecilku di depan sudah nongkrong mobil mungil warna silver dan sudah ada tiga orang nongkrong di teras depan pondokku, yup Tony, Tracy dan Nancy beberapa temen buleku yang seneng ngajakin nongkrong dan hang out tapi ujung ujungnya biasanya ngajak diskusi dan minta pendapat he he he... mereka rekan bisnis sekaligus pesaingku disini tapi entah kenapa kami merasa di takdirkan untuk bisa bersama di daerah ini, Tony dengan wajah ganteng tinggi dan kekar dan menurutku juga seorang playboy berasal dari Lebanon, dia memiliki perusahaan export yang terkenal di kota kecil ini tapi akhir akhir ini liquiditasnya terganggu, Tracy, adalah relan Tony berasal dari Amerika yang setahu saya adalah pendana sekaligus pembeli di perusahaan Tony yang juga bisa dibilang kekasihnya (padahal Tony punya istri wanita pribumi) dan yang terakhir adalah Nancy, wnita oriental dari swiss keturunan china yang serius sedikit dingin dan sering gugup kalau sendirian. Tony mulai pembicaraan ddengan akan datangnya beberapa pembeli dari Suriah (waktu itu masih damai) yaitu Thariq dan Ellijah mereka juga seorang trader untuk barang barang murah, kemudia Tracy menceritakan kondisi eropa dan dagangannya di Uk dan Italy yang semakin susah dijual karena regulasi dan persaingan di negara itu dan bingung dengan semakin turunnya profit margin dan regulasi yang diprediksi semakin rapat dan Nancy dengan santainya bicara tentang perkembangan marketnya di france dan sedikit membahas beberapa projectku di swiss dan progres dari marlin di singapura, Onny di Hk dan perusahaan di china. satupersatu aku menanggapinya dengan sesekali bercanda seperti saat Tony mengeluh susahnya usaha akupun memberinya ide kocak untuk melakukan impor selongsong peluru dan beberapa pegawainya di Indonesia di jadikan TKI untuk memunguti selongsong tembaga, dengan tracy aku tawarkan utntuk menggunakan singapura untuk switch dokumen penjualan untuk menekan biaya regulasi dan dengan Nancy aku pastikan bahwa 25 % dari pengiriman dari china masuk ke swiss via HK dan Singapura untuk diteruskan kepada Julia temanku di France dan sepertinya semua berjalan lancar tiada kendala berarti. hingga kami membahas rencana kedatangan tamu kami dari Suriah.

Tamu dari Suriah

Hari ini aku benar benar malas, aku ingat hari ini aku harus ke perusahaan Tony karena ada kedatangan si Thariq dan Ellijah, yup tony memintaku menjadi local representatif untuk perusahaannya dan akupun mengajak Jarjis yang alumni kairo mahir berbahasa arab mesir, hingga arab turki. kesan pertama yang saya dapatkan adalah mereka ramah tapi tidak memandang saya sebagai orang lokal namun seertinya yang dipikirnya saya adalah salah satu dari buruhnya/pegawainya Tony, yah... tapi aku sudah terlalu biasa berhadapan dengan oraarng seperti ini dan Tonypun hanya senyam senyum kepadaku. Apalah yang artinya itu, yang penting bisa dapet duit buat nyambung hiduplah dengan cara yang baik dan bener. sungguh mereka seperti orang pada umumnya yang senang bepergian dan tanpa ada wajah tegang atau tidak nyaman dengan kondisi di sini mauun di negaranya. Thariq adalah laki laki yang agak gemuk dengan kepala plontos dan berkulit putih sedangkan Ellijah adalah seorang wanita yang keren tinggi dan badan yang cubby dan yang bikin tambah dag dig dug adalah bokongnya yang kelihatan padet mirip punya salma hayek lah, dan kalo lagi jalan, wih mata ane bisa copot ngeliat goyangan bokongnya, yang palin menyenangkan adalah mereka mempunyai selera humor yang lumayan jadi situasi tidak terlalu kaku.
Diubah oleh sukirwan
Candaan yang tak lucu



Dalam sebuah sesi negoisasi kami membahas masalah kualitas yang diinginkan dan cara pengiriman serta pembayaran yang ingin kita sepakati. kami selalu selingi dengan banyak candaan, namun semua berubah saat thariq mengatakan meski dengan berkelakar bahwa semua negara tetangga nya bermasalah namun hanya negara mereka yang tetap aman dan damai, mendengar itu, Tony yang orang Lebanon terlihat agak tersentil ketika dengan gestur tangan thariq menunjuk barat timur dan selatan negaranya yang selalu bermasalah. semua menjadi agak kaku sejak candaan itu, namun aku berusaha mencairkan dengan menjelaskan bahwa Bos ku Tony juga punya perusahaan amunisi dengan merecycle selongsong bekas di lebonon dan mengolahnya menjadi peluru kembali di suriah, dan hal itulah yang membuat suriah tenang karena ada industrinya milik Tony di sana, dan hal ini sukses untuk sedikt mencairkan suasana. waktu itu dalam hati saya bilang WTF itu suriah aja presidennya sudah terancam secara Internasional (akhirnya beberapa tahun kemudian terjadi referendum di suriah) dan Lebanon yang tidak henti jadi tempat latihan rudal udara ke darat Istrael, masih aja bisa bergaya. saat itu saya hanya bilang bahwa Negara mereka tinggal menunggu waktu untuk di restart atau di reboot, kemudian terjadilah diskusi yang agak tegang di sertai dengan undangan untuk mengunjungi negara mereka dan mereka akan tanggung biaya disana dan mengajak saya berkeliling lebanon - suriah, saya iya in aja deh.

selang beberapa minggu Tony kontak dan bilang fee saya sudah bisa diambil, dan katanya ada tambahan fee dari customer yang puas dan, bla bla bla bla ... saya pura senyum senyum aja dan berjanji nanti siang akan saya ambil. saya bergegas mandi dan menjalani ritual pagi yaitu jalan santai keliling sekitar rumah sambil begantian mampir ke rumah - rumah tetangga yang rata - rata nelayan yang baik yang sering ngajakin minum kopi dan bersenda gurau, kadang ketika ngobrol dengan mereka bisa ngelantur dan lupa waktu mempelajari pola sosialisasi dan pola ekonomi yang mereka kembangkan lugu, sederhana dan terkesan naif. Saat pulang sampai di villa kecilku nona Tracy sudah menunggu dan menjemputku ke tempat Toni mengambil fee dan bonus, dan yang ditunggu pun tiba berupa komisi beberapa juta dan bonus customer berupa ticket pesawat serta sebuah undangan dengan tertanda keluarga besar Rafiq seorang pengusaha dan pembesar di Lebanon dan tertulis juga jika butuh sesuatu saya diminta menemui Basyar pengusaha timur tengah di Ibu Kota Provinsi ini. saya hanya melonggo melihat ke arah Nancy yang terlihat agak khawatir, setelah bercakap cakap sebentar amplop uang saya ambil dan saya ajak Nancy pulang dan mampir ketempat Jirjis untuk menyerahkan amplop fee dari Tony. Saat Jirjis melihat saya dengan Londo dengan face asia dia langsung blingsatan, apalagi ngeliat Nancy yg berkulit putih (pai - pai) eropa he he he... saya bilang santai wae mas ini temen kok, dan kemudia saya kenalkan dan sepertinya dia menatap saya penuh curiga seolah olah saya dibayar Londo cewek ini buat nemenin (WTF !!!). setelah saya serahkan amplop dari Tony dan dia membuka dengan langsung berucap syukur dengan keras sampe aku dan Nancy kaget, katanya banyak sekali uangnya dan saya bilang kalo saya ngak ngitung itu dari perusahaan langsung saya berikan ke dia, Nancy menatapku aneh tapi aku cuek aja. dia bilang beberapa hari lagi Kakak iparnya mau melahirkan dan kakaknya kandung malah sakit di rumah sakit dan dia bingung cari uang, tau tau saya dateng bawa uang banyak hi hi hi... saya bilang itu adalah rahasia Ilahi.

Dilain hari saya ajak Nancy ke Ibukota Provinsi untuk menemui Bashar di perusahaan manufakturnya, disana saya konfirmasi tujuan undangan dan meminta tambahan satu ticket sekali jalan dan ternyata hanya saya yg di undang tidak orang lain, sayapun bilang ticket pulang saya untuk ditukar dengan tiket untuk Nancy ikut bersama saya yang akhirnya Aproved. saya minta kepastian akomodasi peninapan dan jemputan serta maskapai dan jalurnya yg akan membawa kita nanti, saya ngotot minta transit ada transit di dubai dulu atau semua kita batalkan dan akhirnya disetujui pula, kami sudah tentukan tanggal keberangkan dan tentu saja jemputan dibandara. Saya dan Nancypun pulang ke kota kecil kami dengan senyum dan sejuta pertanyaan dan malemnya sampe hari keberangkatan Nancy memilih tidur di rumah mungil saya yang hanya ada satu kamar tidur dan satu ranjang, tentu saja kami sudah dewasa dan bertanggung jawab, jadi silahkan tebak sendiri apa yang terjadi. sbelum tidur aku masih sempat denger lagu dari radio satelit mungilku dan mengantarkanku tidur dalam kehangatan malam ini.

I was dancin' with my darlin to the Tennessee Waltz
When an old friend I happened to see.
I introduced him to my darlin' and while they were dancin'
My friend stole my sweetheart from me.
I remember the night and the Tennessee Waltz
Now I know just how much I have lost
Yes, I lost my little darlin' the night they were playin'
That beautiful Tennessee Waltz
Now I wonder how a dance like the Tennessee Waltz
Could have broken my heart so complete
Well I couldn't blame my darlin', and who could help fallin'
In love with my darlin' so sweet
Well it must be the fault of the Tennessee Waltz
Wish I'd known just how much it would cost
But I didn't see it comin', it's all over but the cryin'
Blame it all on the Tennessee Waltz
She goes…
Diubah oleh sukirwan
Bersama Nancy

Persiapkan keberangkatan sudah, saya cuma bawa beberapa pakaian hangat dan jaket saja lainnya kaos dan beberapa peralatan elektronik total hanya 1 back pack 80L dan tas kecil 30L, saya liahat Nancy cukup sibuk dengan tas ukuran 30 Inch dan satu back pack 40L serta day bag yang isinya kosmetik dan apalah apalah.... khas cewek. hi hi hi.. ternyata Nancy itu Feminim banget dengan sifat carenya yang kadang kayak ibu - ibu yg nyebelin dan ini hanya baru saya sadari setelah 2 minggu tinggal bareng satu ranjang. saya selalu fatocopy pasport maupun KTP saya dan saya simpan ditempat khusus di tas saya jika ada kondisi urgent, tapi Nancy terlihat santai dan bilang nanti waktu transit di dubai ada yang mau ketemu katanya saudaranya yang namanya Turquoise sayapun iyain aja, soalnya disana saya juga mau ketemu teman yang sudah di arrange oleh Julie di france setelah saya bilang ke Julie kalo saya mau jalan ke Suriah Lebanon. yang bikin keki itu seseorang yang namanya Morse 1 orang lokal Indonesia yang hampir menggagalkan rencana jalan saya karena entah apalah apalah sehingga hampir paspor saya di blok, meskipun kalo di blok juga ngak jadi masalah buat gue, paling juga canceled ticket dan ganti atas nama beres.


Diubah oleh sukirwan
Gerbang Masuk Timur Tengah Asia


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di