alexa-tracking

Saint

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/556d537f62088150738b4567/saint
Poll: Berapa tingkat yang akan anda berikan kepada tulisan TS?

This poll is closed - 0 Voters

View Poll
Bagus Banget 0% (0 votes)
Bagus 0% (0 votes)
Lumayan 0% (0 votes)
Biasa 0% (0 votes)
Jelek 0% (0 votes)
Jelek Banget 0% (0 votes)
Saint
Aku berlari menuju bangunan yang tampak kosong yang berada di sebelah pandangan kiriku. Makhluk-makhluk aneh tersebut terus saja mengejar-ngejar diriku. Sempat aku menoleh ke arah belakang dan terlihat seorang dari mereka, bergegas mengeluarkan sebuah benda yang sekilas seperti kulit kelapa. Oh bukan! Benda tersebut mengeluarkan letusan seperti sebuah pistol dan membuat suasana menjadi lebih mencekam dari sebelumnya.

"Bajingan!"

Aku bergegas bersembunyi di antara beberapa kardus-kardus coklat. Ternyata benar, seperti dugaanku sebelumnya. Pabrik Rokok yang sudah sangat tidak terawat. Aku menggeser pandanganku sedikit ke arah sela-sela kecil di antara kardus. Kali ini, hanya mata kananku yang bekerja. Sialan! Perlahan satu per satu dari mereka mulai mengeluarkan senjata yang sama persis ku lihat sebelumnya. Oh tidak! Mereka tidak mengenakan pakaian sama sekali. Telanjang dengan sebuah tangkai tegak di atas kepala bulat mereka. Jadi... mereka sama sekali tidak mengeluarkan senjata tersebut. Mereka membentuknya! Mirip seperti adonan pandan yang ku buat dulu. Mereka tidak mempunyai badan, hanya kepala yang semua indranya bulat!

Kaki-kaki kurus yang tidak jauh berbeda dengan ukuran penggaris 30 CM mulai bergerak. Tembakan ke atas dikeluarkan perlahan-lahan. Mulai terdengar runtuhan bangunan yang cukup keras. Ntah mengapa, keringat mulai bercucuran di sekitar rambutku, khususnya di bagian hidung. Aku mencoba untuk tidak menimbulkan suara dari tetesan-tetesan air ini. Jantungku mulai berdetak cukup kencang.
Berhasil! Mereka mulai bergerak maju ke dalam ruangan, sedangkan aku bersembunyi tidak jauh dari pintu keluar. Seperti perkiraanku sebelumnya, mereka pasti akan mengira aku akan masuk jauh lebih dalam. Benar-benar makhluk yang pintar tapi tidak terlalu pintar melawanku.

Aku geser kakiku perlahan-lahan. Prek!!! Bajingan, padahal aku sudah berusaha tidak akan menimbulkan suara sama sekali.

"Apa kau lihat orang berambut coklat yang telah dilaporkan tadi?" Terdengar suara dari arah depan, dengan segera aku menggeser kembali mataku di sela-sela tadi. Beruntung! Suara yang tadi ku dengar bukan berasal dari gesekkan kakiku. Mereka sedang mengkokang senjata merah mereka. Hah? Merah!? Tapi... Kenapa sekarang berwarna merah??? Benar-benar kartu joker untukku. Satu.. Dua... Lima... Ada lima makhluk merah, sialan berapa banyak makhluk yang akan menyerbuku jika mereka bergabung dengan makhluk hijau yang lain. Aku bahkan tidak sempat menghitung makhluk berwarna hijau.

"Lebih baik menyerah daripada aku tembak sekarang!" Matanya bulat, memandangiku dengan penuh ancaman.

"....."