alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
ACT Mengapresiasi Para Nelayan Humanis
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/556bae5f642eb612048b4569/act-mengapresiasi-para-nelayan-humanis

ACT Mengapresiasi Para Nelayan Humanis

ACT Mengapresiasi Para Nelayan Humanis

Bara kasih tak boleh padam, meski beragam cerita baru berebut perhatian. Muslim Rohingya pencari suaka yang kini berada di Aceh, setelah belasan hari di penampungan, mulai mereguk ketenangan. Tak sekadar makan-minum yang mereka nikmati, wangi sabun dan sampo, pun pakaian bersih, shalat berjamaah dan melantunkan ayat-ayat suci al Quran mereka peroleh selayaknya manusia bebas. Itu semua hanya khayal, andai tiada keberanian, kasih-sayang dan tanggungjawab sejumlah nelayan saat mereka terkatung-katung dalam perahu tak berbahan bakar, sebagai kumpulan ratusan orang lapar dan haus.

Pada penghujung Mei, ACT memberikan penghargaan kepada dua desa membantu dan menerima pertama kali pengungsi dari Rohingya: Desa Meunasah Sagoe dan Desa Matang Puntong Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Dua desa ini menoreh sejarah tersendiri. Diakui atau tidak, para warga desa inilah pengetuk pintu hati dunia sampai membuka mata ihwal nestapa ‘manusia kapal’ – Muslim Rohingya yang terusir dari Myanmar.

Insan Nurrohman, Vice President ACT mengungkapkan, desa ini telah menoreh prestasi luar biasa, layak mendapatkan apresiasi atas kecepat-tanggapan mereka dalam memberikan bantuan pertama kepada Muslim Rohingya yang hampir tiga bulan terombang ambing di lautan, ketika semua negara menolak pencari suaka ini. “Keberanian para nelayan, keterpanggilan atas dasar kasih sayang sesama manusia yang diperlihatkan para nelayan desa inilah, menginspirasi banyak orang menjadi lebih manusiawi,” ujar Insan,

Atas kebaikan dan keberanian itu, ACT memberikan Penghargaan Kemanusiaan, disertai pemberian bantuan untuk warga desa. ACT tidak memberikannya untuk pribadi-pribadi, namun untuk masyarakat desa. Hal ini selaras penyampaian Sulaiman dan Mansur, Geusyik kedua desa ini. Saran geusyik (kepala desa), wujudkan saja penghargaan itu dengan barang-barang yang bermanfaat untuk semua warga desa.

Mendampingi pemberian plakat penghargaan untuk Warga Desa Nelayan, Gampong Matang Puntong dan Meunasah Sagoe, ada sejumlah barang yang diberikan, antara lain: ambal (karpet), sajadah, pengeras suara, mikrofon, cat, semua untuk inventaris masjid. “Khusus untuk pembangunan mesjid di Meunasah Sagoe, kami membantu 35 sak semen,” jelas Insan.

Mewakili warga Desa Matang Puntong, Geusyik Mansur menyampaikan,”Kami belajar banyak dari tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam. Warga Kecamatan Seunuddon saat itu seribuan jiwa meninggal. Yang hidup kehilangan harta benda dan rumahnya, menerima banyak bantuan dari mana-mana, berbulan-bulan. Sekarang, datang Rohingya ke sini. Kami merasa Allah mempersaudarakan kami dengan mereka,” kata Mansur.

Warga desa menjalani semua itu tanpa sedikitpun berharap apresiasi dari manapun, “Namun kami yakin apa yang diberikan oleh ACT kepada kami, anugerah Allah kepada warga kami. Pemberian ini sangat besar menurut kami. Mewakili warga, kami sampaikan terima kasih. Semoga ACT tetap menjadi yang terdepan dalam membatu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dimanapun berada,” kata Geusyik Mansur.

Warga desa tak berhitung dalam membantu sesama. “Ini yang kami punya dan kami mampu berikan untuk saudara–saudara kami Muslimin Rohingya. Selanjutnya kami mengharapkan pemerintah bisa dan mau menjaga mereka dengan baik,” kata Mansur. Benar, saat ini hari-hari penuh semangat antara rakyat-pemerintah berburu dengan waktu, berusaha keras mendirikan integrated community shelter (ICS), sentra hunian sementara yang dipadukan dengan beragam sarana dan prasarana penunjang hidup selayaknya sebuah masyarakat.

Bertautnya kebaikan hati rakyat dengan kesungguhan pemerintah Indonesia, menjadi teladan dunia bagaimana memuliakan pencari suaka. Dunia akan memetik hikmah, betapa kebaikan kolektif sebuah bangsa menjadi penyebab curahan keberkahan bagi negeri ini.
(Zulkarnain, Anggota MRI Aceh Utara)
Sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
semoga keberkahan selalu ada buat oarang2 yg udah bantu
gara2 nelayan ya, jd rame rohingya... emoticon-Ngakak (S)

Aussi Relief Akan Desak Australia Tampung Pengungsi Rohingya

ACT Mengapresiasi Para Nelayan Humanis

ACEH – Aussi Relief, sebuah lembaga sosial dari Australia menyatakan akan menyalurkan bantuan kemanusian dalam jumlah besar kepada seluruh imigran Rohingya yang berada di Aceh. Bantuan itu akan diberikan dalam waktu dekat. Sementara sumber dana berasal dari sumbangan masyarakat muslim Negeri Kangguru tersebut.

"Ini kunjungan pertama ke Aceh Utara. Tahap awal kami akan melakukan pendataan kebutuhan para pengungsi, selanjutnya kami akan datang kembali dengan bantuan yang lebih besar," ungkap Thomas Taufik, pekerja Aussi Relief dalam jumpa pers di Masjid Baiturrahman, Lhokseumawe.

Bersama rekan timnya Fuad Barhum dan pengurus Aussi Relief Indonesia, Thomas menjelaskan, kedatangan mereka ke Aceh Utara tidak semata-mata memberikan bantuan, tetapi juga membawa misi kemanusian yang lebih besar yakni untuk meyakinkan pemerintah Australia untuk menerima Imigran Rohingya yang ingin mencari suaka ke sana.

"Kami akan merekam kondisi pengungsi dan bahan itu akan kami sampaikan ke pemerintah Australia melalui perlemen, bahwasanya Aceh saja menerima pengungsi kenapa Australia yang begitu besar dan negara besar masih menolak imigran Rohingya," sebut Fuad Barhum dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih, sebagaimana dilansir JPNN.

Setelah menginap semalam di Lhokseumawe, tim yang berjumlah 10 orang tersebut berangkat ke lokasi pengungsi di Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang Aceh Utara pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 5.30 WIB.

Di sana Thomas dan Fuad menyerahkan bantuan berupa, pakaian dalam wanita dan pria, perangkat mandi, sarung, serta beberapa bantuan lainnya.

Kemudian sekitar pukul 9.00 WIB, rombongan mengungjungi LPTQ Aceh Utara di Kota Lhoksukon, setelah itu langsung bertolak ke bandara Malikussaleh untuk kembali ke Jakarta dan berjanji akan kembali pada awal Ramadhan nanti sebagai lanjutan dari kunjungan pertama ini. [rmol/islamedia]

foto ilustrasi: anak-anak Rohingya di kamp pengungsian Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh. Kebutuhan pangan tercukupi, namun solusi persoalan Rohingya tidak sebatas pangan. (dok act)
Sumber


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di