alexa-tracking

This Story is Fucked Up

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/556add4d642eb6fd018b4574/this-story-is-fucked-up
This Story is Fucked Up
Apa yang bisa terjadi dalam waktu dua tahun? Banyak. Tapi apa yang bisa terjadi dalam satu malam? Sama banyaknya.
Satu malam yang mungkin bisa menjadi malam terbaik dan terburuk bagi dua orang yang tidak saling kenal.



warning : adult 18+, some drugs, kalau nggak nyaman dengan tipe storynya, disarankan diskip sajaaa


Index :

Prologue

5:08/31/05/15

Prologue

Jam hampir terarah ke angka 1:20 malam ketika dua orang asing duduk di bangku halte dipinggir jalan kota yang sudah sepi.

Yang pertama, seorang perempuan, usia-nya sekitar 15, tahun menggigil kedinginan dengan jeans dan kardigan-nya.

Yang kedua, laki-laki, sekitar 22 tahun, mengerutkan kening menatap gadis itu. Laki-laki itu memakai double sweater, tidak aneh karena cuaca kota saat itu benar-benar dingin.

"Lo mau pake sweater gue?" Laki-laki itu bertanya dengan suara berat.

Gadis itu menyipitkan pandangan matanya. Dia lahir dan dibesarkan di kota besar yang tidak pernah tidur, dulu orang tuanya selalu mengingatkan tentang bahaya berbicara dengan orang asing. Dulu.... waktu orang tuanya masih punya cukup kepedulian untuk mengingatkan gadis itu tentang hal-hal kecil seperti itu.


"Nggak mas makasih"

Gadis itu berbohong menolak, kenyataannya dia hampir beku kedinginan. Kemudian laki-laki itu berbicara kembali, dengan suara pelan dan rendah.

"Nggak apa-apa kok, pake aja" Ucapnya sambil menyodorkan sweater yang baru dilepasnya.

Gadis itu tersipu. "Uh, makasih ya."

Laki-laki itu mengangkat bahu,
"Iya sama-sama, santai aja."

Laki-laki menatap kearah tangannya yang terjalin. Tergenggam ditengah-tengahnya ada iPhone hitam miliknya. Dia terdiam sejenak, memikirkan topik pembicaraan.

"Jadi, um, kenapa jam segini masih diluar?" Laki-laki itu bertanya. Dia merasa canggung untuk bertanya tentang usia gadis itu.. yang jelas masih sangat muda.

Gadis itu tidak mau menjawab, tapi dia berfikir kalau dia berhutang budi karena laki-laki itu meminjamkan jaketnya.

"Temen aku.. ngajakin main tadi... Tapi ada obat-obatan, alkohol dan macem-macem... jadi aku pergi."

"Oh."

"Iya."

Ada keheningan yang canggung. Kemudian laki-laki berbicara.

"Lo mau denger cerita tentang fuck list gue ngga?"

"List apa?"

"Fuck list gue. Itu daftar orang-orang yang pernah nge-fuck sama gue."

"Kamu punya daftar orang-orang yang pernah emm.. ituan sama kamu?"

"Iya.. gue punya. Mau denger ngga?"

"Emangnya aku punya pilihan lain selain ngedengerin?"

Laki-laki itu terdiam mengerutkan keningnya berpura-pura berfikir, sebelum akhirnya tersenyum lebar.

"Ngga."
izin nenda gan emoticon-Ngakak
Bikin tenda. Semoga gak berenti tengah jalan, lanjutkan gan emoticon-Smilie
Sepertinya bakal seru ini cerita emoticon-Matabelo
sebelumnya ijin ngencengin kolor dulu dah emoticon-Ngakak (S) sambil nenda gan
Lanjut gan emoticon-Malu (S)
izin neduh di mari gan.
True story kah?
thread baru lagi.
numpang nenda deh
ngefuck dibikin list
kaga ledes itu barang
bolelah sis
emoticon-Amazed
izin nyimak dlu... ini fiktif ato trus story gan?
wihh manteb nihh emoticon-Malu (S)
bookmark dulu ahhh...
mungkin ini ceritanya tentang kota malam hari..
emoticon-Ngakak (S) kaya barney stinson aja ampe bikin fuck list..

yg rajin ya gan..
nampaknya seru nih dari prolog.nya
ijin ndoprok dimari ye
Anastasia

Dia membuka telepon dan membuka aplikasi catatan, menyembunyikan handphone-nya dari pandangan gadis itu. "Daftar ini berurutan, by the way." Dia bilang.

"Aku nggak percaya aku ngedengerin hal kayak gini." gadis itu menyilangkan lengannya.

"Anastasia," kata laki-laki itu dramatis. "Dia adalah pertama buat saya. Dan jujur, yang terbaik. Kami bertemu di sebuah pesta ..."

MAY 22ND 2012

Jakatta, Indonesia


Pria berambut cokelat berdiri gelisah di toilet saat sahabatnya memasukkan pil putih kecil ke genggaman tangannya. "Mereka nggak keliatan sama," Farhan mengamati, memegang satu kearah cahaya paling terang. "Mereka mirip kayak Tic Tac-."

Andri, sahabat Fahri, mendongak dan menyeringai."Percaya bro, mereka bisa ngasih lo lebih dari sekedar nge-fly."

"Tapi ini aman kan?" Tanya Fahri ragu. Andri mendengus.

"Yah gue yakin lebih aman dari E lah."

Fahri mengangkat bahu dan memasukkan beberapa ke tenggorokannya. Andri dengan sabar menunggu Fahri. Pupil matanya mulai membesar dan napasnya mempercepat. Obat jenis ini bekerja dengan cepat, dan itu mungkin kenapa obat itu begitu populer.

"Siap bro ?" Andri bertanya, membuka pintu kamar mandi. Musik pesta berdenyut di telinga Fahri. Cahayanya berkedip-kedip.

Senyum kendur terpasang diwajah Fahri. "siap bro."

"Lo harus dapet gandengan malem ini bro!" Andri berteriak saat ia menghilang ke kerumunan.

Fahri mengangguk, dan membasahi bibirnya.

Dia tidak tahu bagaimana ia menemukan Anastasia. Dia tidak tahu bagaimana mereka berakhir di tempat tidur seseorang, punggungnya menghadap kearahnya saat ia membuka bra-nya dan ia mengulurkan tangan untuk merasakan lekuk tulang bahunya.

Fahri tidak tahu bagaimana anastasia akhirnya menggeliat berkeringat dibawahnya, saat fahri mengalami orgasme pertamanya (yang bukan diberikan tangannya), tapi ia tau bahwa hal itu terjadi, dalam fatamorgana suara musik yang berisik dan lipgloss strawberry mengkilat yang meninggalkan bekas berkilauan tanda di bahu dan leher dan wajahnya.

Dan fahri tahu bahwa ketika ia masih tertidur memunggungi anastasia, anastasia menarik napas dan mencium pipinya, mengucapkan terima kasih dan kemudian berpakaian dan pergi.

PRESENT DAY


Gadis itu melengkungkan alisnya."Apa kamu pake perlindungan.. ehm.. kondom?"

Fahri mengerutkan kening."Nggak inget gue."

"Kasian, cewek yang malang," Gadis itu bergumam, tapi fahri seorang pendongeng yang fantastis dan dia sudah ketagihan.

Fahri masih terlihat terjebak dalam kenangan Anastasia, jadi saat gadis itu mendehen dia tersentak kembali ke kenyataan. "Kamu yakin mau dengerin yang berikutnya?" Fahri bertanya, mendongak dari daftar.

"Apa aku punya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan?" Sekali lagi, pertanyaan yang sama terlontar.

"Tidak."
Lanjutkan sis, tapi updatenya slow banget bikin eteb nunggunya emoticon-Big Grin
Mejeng pejwan, sembari nunggu apdet
Seru nih, izin nenda yah sis~
emoticon-2 Jempol
Lanjutken
Keknya mantep nih emoticon-Big Grin
nitip pedang emoticon-Cool

tolong jagain emoticon-Ngacir
×