alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5566c7c550741055168b4569/cinta-basah

Cinta Basah..!!!


Prologue...

"Ini Bayi sama gue!" Ucapnya dengan tegas. "Lu tetep jadi ibu nya..!"
"Loe emang brengsek!!" Ketus si wanita dengan tubuh yang masih lemas setelah paska operasi itu.
"Gak bisa juga loe langsung bawa!!" Ucap wanita lain.
"Dia masih bayi!!" Saut lagi ibu si bayi.
"Ok..Ok...! Jadi kapan bisa gue bawa??" Si pemuda bertanya, "Pokoknya dia anak gue!! Titik!!" Lanjutnya kini terlihat emosi.

Di tengah ke gaduhan itu, si bayi yang sedang di pelukan sang ibu tiba - tiba merengek. Dan suasana pun hening. Mata si pemuda menatap bayi yang bener - benar masih kecil mungil. "Boleh gue gendong.." Ucap si pemuda dengan suara pelan. Tangan nya gemetaran, jantung nya berdetak lebih cepat, nafas nya tak beraturan.
Si pemuda tak menyangka jika dia sudah menjadi seorang Ayah dengan cara yang aneh.
"Yaaaaah pipiiiiis..." Sontak si pemuda menjauhkan tubuh si bayi dari badan nya. "Iniii gimana niiih.. Aelah baju gueee.." Lanjutnya dengan wajah sedikit kesal.
Suasanapun berganti dengan suara tawa yang begitu riang.
Diubah oleh jabrikedan
Urutan Terlama
Diubah oleh jabrikedan

Part 1

"Beryl!!" Teriak seorang laki-laki muda yang sudah dua jam berdiri mengamati hal yang paling tidak dia sukai. Di ujung sana terlihat lonjakan tangan-tangan yang berkerumun. Melambaikan tangan ke udara mengikuti alunan musik. Jam di tangan si pemuda itu menunjukan jam 11:23 malam. Dia mulai gelisah, mulai memikirkan hal-hal yang aneh di kepalanya.

Di kerumunan paling belakang 'Beryl' begitu namanya sering di sebut.

"Lo masih lama?" Tanya si pemuda.
"Lo balik aja giih, kasian Noval pasti nungguin lu.." Saut beryl dengan nada cepat, suaranya mulai samar.
"Lo bisa balik sendiri?"
"Bisaaaa!!" Ucap beryl lagi.

Dengan kecepatan penuh namun tetap waspada mobil nya pun mulai melaju pesat. Begitu sampai di rumah bercat putih bercorak garis ungu itu si pemuda langsung bergegas masuk.

"Noval!!" Dia berteriak, suaranya serak sudah habis di gunakan tiga hari terakhir di club hanya untuk memanggil suara beryl teman nya itu.
Suara lari-lari kecil itu terdengar menghampiri si pemuda, dengan tersenyum lebar si pemuda pun mengampiri, 'Noval' anak berusia tiga tahun, terbangun mendengar teriakan si pemuda, memang harus bangun, dan pasti bangun karena mereka tidak punya banyak waktu untuk bersama.

"Noval mau makan?, papa beli sepagethi kesukaan noval" ucap si pemuda dengan nada pelan, Noval pun menyandarkan kepalanya di bahu si pemuda. "Mau bubu sama papaa.." Suara lucu nya terdengar sangat amat harus meng iyakan mau si bocah. "Iyaa ayo, jadi mau bubu aja niih? Gak mau makan?" Sambil di puk-puk nya bokong si Noval, "huu'uh" ucap noval sambil menganggukan kepalanya. Di gendong nya Noval yang sudah mengantuk berat, si pemuda terus bengoceh menyakan ini itu pada anak tercintanya, "huu'uh" hanya itu yang selalu Noval ucapkan.


Di salah satu Club malam itu, Beryl mulai sadar kalau dia tak mampu lagi mengendalikan raganya, semua ototnya tersa lemas. "Shiit gue ketinggian niih!!" Gumamnya dalam hati, matanya memutar melirik kanan kiri berharap ada orang yang dia kenal. Sekarang tubuhnya hanya benar-benar tersandar pada tembok kaca dekat pintu. Kakinya gemetar seakan tak mampu lagi untuk melangkah.

"TRAAAK!!" Handphone nya terjatuh dari genggamannya, seorang wanita muda melihat beryl bersusah payah mengambilnya dengan posisi merangkak.
"Mba baik-baik aja?" Tanya si wanita, anggukan pelan terlihat tapi Beryl tak bisa menyembunyikan lebih jauh bahwa seluruh ototnya sudah lemas, "ini handphone nya mba, mari saya bantu ucap si wanita."


Noval sudah terlelap, seorang wanita paruh baya datang, "paak saya boleh pulang?" Tanya nya.
"Oiya mbook" jawab si pemuda. Dengan cepat dia pun bangun dan mengambil dompet di saku celana belakangnya. "Ini mbook." Si pemuda menyodorkan beberapa lembar uang, "Makasih banyak ya mboo, besok bisa kesini kan? Atau Noval saya antar kerumah?" Lanjut si pemuda dengan wajah yang terlihat sudah mengantuk.
"Besok pagi saya ambil Noval nya pak." Jawab si embok. Dan dia pun ijin pulang.

Malam itu belum juga selesai urusan nya, handphone nya bergetar...


***

Ibu kota selalu sibuk, tak kenal siang - malam yang berganti, layaknya detik jam yang terus bergerak. Selalu di penuhi dengan suara, dengan segala macam aktivitasnya.
Hari berganti, jam analog di tangan nya mendekati angka satu. 'Yuli' wanita berusia 23tahun bergegas pulang, pekerjaan nya sebagai 'Pemandu Lagu' telah beres.

Dalam taxi perjalanan pulang, di lihat tertulis 3 panggilan tidak terjawab. "Beryl??" Gumamnya dalam hati.  Dicobanya menekan tombol hijau, tapi tidak ada jawaban. Dia pun tidak berpikir panjang mengenai adik perempuan nya itu.

***

Beryl terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa berat, pandangan nya pun berkunang-kunang. Selimut tebal masih menempel di tubuhnya. Jantungnya pun tiba - tiba berdebar tak karuan. "Novaaaaaaaaaal!!!!!" Dia berteriak sekuat tenaga. Pintu kamar mulai terbuka pelan, Beryl memandang dengan tatapan benci. Terlihat bocah kecil mengintip dari balik pintu. "Oooooh!! Noval kecil.." Ucap Beryl menggelengkan kepala. "Sini sayang..." Lanjut Beryl tangan nya ramah melambai, Noval pun mendekat.

"Apaan teriak-teriak??" Suara ketus terdengar jelas dari balik pintu. Si pemuda sudah berdiri dengan piring di tangan kirinya, mulut nya mengunyah makanan. "Kok gue disini?" Tanya Beryl, mukanya di tekuk. "Noval, sini ikut papa..." Di letakan nya piring di atas kasur. Kemudian diambilnya Noval dari pangkuan Beryl. "Sama embok dulu yaa.." Ucap Noval sambil melangkah keluar.

Beberapa menit kemudian, si pemuda kembali masuk ke kamar dimana Beryl masih duduk. "Sana mandi loe!!" Ucap si pemuda, piring yang tadi di letakan diambilnya kembali. "Trus makan!!" Dia berjalan keluar.
"Noval! Baju gue siapa yang ganti?" Tanya Beryl penasaran.
"Gue..!"
"Novaaaal!! Berarti eluuuuu!!!..."
"Trus gue harus rela gitu kasur gue di tidurin cewek yang belepotan muntahan di sekujur tubuh elu!??" Ucap si pemuda dengan tatapan jijik. "Sorry yee.. Lagian gue gak minat buat make luuu!!!" Lanjut si pemuda dengan nada kesal.
"Tetep aja lu pasti ngelihat!! Pasti pegang - pegang!!!" Saut Beryl dengan nada yang tak kalah kesal.
"Anggap aja ongkos buat gantiin baju loe!!" Ketus si pemuda yang kemudian melangkah keluar, "oiya si Yuli telpon loe!!" Lanjutnya sembari menutup pintu kamar.

Si pemuda sudah siap berangkat ke kantor, Noval anaknya sudah dititpkan pada 'embok sum' seperti hari biasanya.
"Loe balik sendiri yee..." Kata si pemuda ketika melihat Beryl keluar dari kamar.
"Anterin dooong!!" Saut Beryl dengan cepat.
"Males gue ketemu kakak loe.." Si pemuda berusaha menghindar.
"Masa gue balik pake baju gini, naik angkot gituu?" Keluh Beryl.
"Taxi dong!!" Si pemuda bernada sedikit membentak. Dia pun bergegas keluar rumah dengan setelan rapi nya. Sementara Beryl mengikutinya dari belakang.


"Blaaap!!"
"Blaaap!!" Suara pintu mobil.
Mata si pemuda menatap aneh ke arah teman wanitanya itu, Beryl sudah duduk di depan dengan santainya sambil memainkan Handphone dia berkata, "Ayoo bang Tariiiiiik..."
"Faaaaaaak!!!!!" Gumam si pemuda.


Yuli sedang sibuk menyiapkan sarapan, sesekali melirik jam di tangan nya, "setengah delapan.." Ucap yuli dalam hati. Terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, "Beryl!! Panjang umur loe!" Ucapnya sambil mengintip dari kaca jendela.

Di dalam mobil masih terjadi kegaduhan, Beryl bertindak layaknya Tuan Putri.
"Buruuuuuan!!!" Bentak Beryl pada si pemuda.
"Loe ngeselin yee lama-lama!!" Saut si pemuda dengan nada yang begitu kesal.
"Ya udeh, gue ikut ke kantor loe!!" Ucap lagi Beryl dengan logat yang begitu santai.
Dengan terpaksa si pemuda pun turun untuk membukakan pintu si Tuan Putri.
"Hey... Val..." Ucap Yuli yang sudah berdiri di depan gerbang.
"Hai Yul.." Dengan senyum nya yang ramah Noval membalas. Seperti tak perduli dia pun hanya melewatinya begitu saja. Sementara mata Yuli terus menatap gerak si pemuda, "Gimana kabar Noval kecil?" Yuli berusaha membuka omongan.
"Baik!" Jawab si pemuda dengan ketus.

Tak berapa lama, mobil si pemuda pun berlalu, Beryl tersenyum puas di kecupnya pipi kakaknya dan dia berlalu masuk ke dalam rumah, di pagi itu hanya ada jutaan caci maki yang ada di dalam hati Yuli, hujatan itu tertuju untuk si pemuda. Setiap dia melihat paras itu nafasnya terasa sesak.
Gumamnya dalam hati.  Dicobanya menekan tombol hijau, tapi tidak ada jawaban. Dia pun tidak berpikir panjang mengenai adik perempuan nya itu.

***

Beryl terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa berat, pandangan nya pun berkunang-kunang. Selimut tebal masih menempel di tubuhnya. Jantungnya pun tiba - tiba berdebar tak karuan.
Diubah oleh jabrikedan
aahh.. kentang nieh..
lanjuutt donk gan.. kereen ceritaaa.. btw.. slam knl gan: shakehand
ceritanya lumayan keren nih..

dilanjut gan, ane gelar tiker dulu dimari. emoticon-linux2
keep update ya sampe selesai emoticon-Angkat Beer
lanjutken gan semangat emoticon-Ngakak
cinta basah..!!! emoticon-Genit
ada iykwim nya gak nih gan? emoticon-Betty

lanjut deh... tetap semangat
ane emoticon-Rate 5 Star yak gan

Part 2

Beryl

Di sampingnya ada seorang yang sedang tertidur pulas, Beryl tidak melakukan gerakan apapun selain memutar perlahan pandangan nya. "Nara?" Beryl membatin. Nara lelaki berusia 23 tahun itu benar-benar tertidur pulas.
"Ngapain liatin gue?" Ucap Nara spontan. "Eeeh loe kaga tidur beneran??" Saut Beryl dengan kikuk.
"Gue kangen sama loe!" Nara berbicara dengan nada yang terdengar berat. Mata mereka saling menatap, tapi Beryl tidak dapat menatap mata Nara lebih lama. Di liriknya jam waker di atas meja.
Beryl terlihat kacau, dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya yg tidak karuan itu.
"Gue pengen ngomong serius!" Nara berkata sambil memegang pipi Beryl.
"Gak usah loe pegang2 gue!" Ketus Beryl nada nya lebih serius dari sebelumnya, dia pun duduk.
"Gue serius Beryl!!"
"Bajingan, loe tuh gak lebih kaya orang idiot yang cuma bisa iming-iming cinta buat dapetin sex!!" Ucap Beryl dengan suara yang beruntun. Matanya mulai merah. "Loe jauh-jauh dari gue, pergi loe! Hubungan gue sama Yuli udah baik! Jangan sampe loe rusak lagi!" Suaranya perlahan menghilang, matanya yang merah itu kini sudah berkaca-kaca.
Nara hanya diam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dia sadar kesalahan nya itu patut mendapat hinaan bahkan cacian yang setimpal.

Melangkah di halaman rumah Beryl, setiap langkahnya terlihat lesu, penyesalan yang tadinya hanya sedikit karena harapan dari kebaikan hati Beryl lenyap sudah, harapan itu berubah menjadi penyesalan yang semakin terasa berat. Kebaikan hati yang dulunya hanya untuknya kini hilang.

"Beryl!!"
Matanya hanya melirik melihat Yuli yang tiba-tiba datang.
"Maafin gue!!" Ucap Yuli dan merekapun saling berpelukan.
"Udah deh Yul.. Udah gak penting lagi.." Beryl bersuara diantara tangis dan tawa, terdengar begitu berat.
"Lu selalu gini buat gue, makasih ya Ryl..!" Yuli menahan tangisnya.
"Iiih apaan siih udah deeh Yul, mending kita shoping aja yuuk.. Ajakin si noval kecil.." Ucap Beryl berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Hmmmmm... Ayuuuuuuk..." Ucap Yuli dengan tawanya yang manis.


Noval

"Itu pus nya jangan di cekik!!!" Si pemuda sudah mulai kesal mendengar suara anak kucing yang terus merengek. "Coba sini Noval papa cekik!! Di pegang leher anaknya itu.
"Hihihihiiii" si kecil Noval tertawa geli. Di peluknya dengan manja, si kecil Noval berbicara dengan nada yang aneh.
"Mau kerumah mamaaa..." Bisiknya di telinga papa nya.
Si pemuda hanya mengejitkan dahi sambil terheran-heran. "Mama tuh sibuk sayang.." Ucap si pemuda. "Noval mau es krim?" Lanjut si pemuda mengalihkan obrolan dengan si kecil.
Noval hanya tertunduk lesu, mukanya di tekuk di gelengkan kepalanya perlahan.
"Mau apa? Beli strowbery?"
Si kecil masih di posisi memelas.
"Mau ke rumah mama??"
Matanya memutar ke wajah papa nya, mengangguk pelan tanda setuju.
"Ayoook..." Ucap si pemuda.
"Gendooooong!!!" Si kecil Noval kini terlihat riang. Kembali dengan ocehan ini itu nyaaa...
"Iyaaaa baweeeeel" sesekali si pemuda menjawab ocehan anaknya itu.


"Teeeet!!!" Suara klakson mobil.

Si kecil Noval tersenyum melihat seorang wanita keluar dari mobil, wanita itu pun berjalan menghampiri si pemuda yg menggendong si kecil Noval.
"Mau kemana? Kok masih pake baju kantor?" Tanya si wanita.
"Baru aja Noval minta ke rumah kamu, tapi bagus deh kamu yang kesini"
"Sini sayang.." Tanpa berontak si kecil Noval berpindah tangan, di cium nya sang ibunda tercintanya.
"Noval kangen ya sama mama?" Tanya si wanita dengan aksen lucu dan menggoda.
"Hu'uuh" ucap si kecil dengan singkat.
"Sama mama ya hari ini.."
"Mau beli esklrim" Ucap si kecil.
"Tadi beli sama papa gak mauuu, dasar kalian bersekutu..!" Si pemuda berkata sambil menjewer gemas pipi anaknya itu.
"Iya nanti beli.." Ucap si wanita.

Mereka pun pergi, dari jauh terlihat jelas anaknya itu bahagia sekali jika sedang bersama mama nya, si pemuda hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sisa ingatan itu seakan tidak pernah basi di kepalanya entah sampai kapan si pemuda bisa memaafkan hal itu, perasaan nya masih sering merasa sesak jika hal itu terlintas.
Setidaknya dia bisa merasa lebih senang mendapat hadiah dari Tuhan. Si Kecil Noval sungguh satu-satunya penghibur nya, disaat sesulit apapun, separah apapun, anaknya itu selalu jadi prioritas, selalu jadi pemacu semangat.

Beryl

Hobby nya memilah-milih, nyelap-nyelip diantara lorong baju butik, lorong perabotan, lorong kosmetik. Dia memang mempunya skill yang cukup handal jika di ajak untuk ber-shoping ria.
"Eeeeh tuuuh cowok ngeliatin loe tuuh.."
"Iiiiih mauuuuu..."
"Kece kan..."
"Hu'uuuh.."
Mereka berbisik sambil tertawa pelan.
Quote:


salam kenal juga sist emoticon-Betty
emoticon-Rate 5 Star nya donk.emoticon-Betty

Quote:


makasih gan emoticon-Angkat Beer

Quote:


siaapp gan makasih kunjungannya emoticon-Betty

Quote:


simak aja sist emoticon-Betty

makasih lho sist rate nya emoticon-Malu
Diubah oleh jabrikedan
kok gue agak bingung bacanya yak emoticon-Bingung (S) numpang selonjoran dulu lah emoticon-Smilie
masih agak bingung bacanya emoticon-Hammer (S)

dikasih namanya gan biar ga bingung waktu percakapan emoticon-Big Grin

lanjut gan, salam kenal emoticon-shakehand
Quote:


ntar ane rate kalo cerita nya dah tamat ya gan.. emoticon-Ngakak.. biar agan semangat buat tetap nulis.. emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di