alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Demi tidak terjadi fitnah!!! minta lah BON setelah pembayaran di POM bensin
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55667c011ee5df657f8b4568/demi-tidak-terjadi-fitnah-minta-lah-bon-setelah-pembayaran-di-pom-bensin

Demi tidak terjadi fitnah!!! minta lah BON setelah pembayaran di POM bensin

[SPOILER=Demi tidak terjadi fitnah!!! minta lah BON setelah pembayaran di POM bensin][/SPOILER]

Ada yang membuat saya sangat marah sekaligus sedih hari ini.

Tadi ( hari Rabu 27 Mei 2015) jam 9. 20 saya masuk ke antrean di pom bensin P di jl baru, Bogor.

Cukup banyak antrean sehingga memerlukan salah seorang petugas Pom tersebut mengatur mobil kami agar tidak macet sampai ke jalan raya.

Saya diarahkan ke sebelah kiri.

Saya buka jendela mobil dan bertanya " Mas tangki bensin saya ada di sebelah kiri, bagaimana apakah bisa ?".
" Bisa bu, selang kami panjang", katanya.

Waktu tiba giliran mobilku, saya diminta maju kedepan dan nyerong ke kanan.

Sambil membuka jendela saya berikan uang Rp 200.000 dan berkata, " Mbak 15 liter ya".

Saya bersiap turun dan akan menutup jendela dan mematikan mesin, eh tiba-tiba 2 orang wanita yang menjajakan minuman "bertengger" kepalanya di bingkai jendela mobilku yang masih terbuka, yang menghalangiku untuk turun.

Mereka langsung memberondong dengan bujukan untuk membeli produk minumannya dan sedikit memaksa untuk membeli.

Saya tolak karena saya memang tidak pernah membeli minuman seperti itu.

Baru saja saya selesai bicara sama "sales girl" itu, si mbak petugas pom sudah menghampiri saya dan bilang , " Bu sudah bu". Dia langsung berkata , "Ibu ada uang seribu rupiah?". Ada kata saya sembari memberikan uang seribu rupuah dan dia memberikanku uang 90 ribu.

Sales girls yang lainnya langsung memberikanku aba-aba untuk segera menjauh karena antrian sudah panjang (lagi).

Saya bilang, "Minta bon nya mbak", dia menolak dengan pura-pura tidak mendengar.

Saya teriak, " Mbak tolong minta bon nya". Temannya yang lain kembali memperingatkanku bahwa antrian semakin panjang.
Saya tidak peduli karena firasat saya tidak enak setelah saya melihat garis penunjuk bensin di mobilku sepertinya tidak menunjukkan bensin diisi 15 liter.

Si petugas tadi memberiku bon dan temannya memanduku untuk secepatnya keluar dari pom bensin itu.

Saya memang pergi dari situ tapi tidak ke jalan raya dan meneruskan perjalanan.

Saya meminggirkan mobilku di depan tempat mengisi angin, lalu meneliti bon yang diberikan.

Saya marah dan sedih saat saya melihat di bon itu bukan tertulis 15 liter tetapi 13.51 liter dan jumlah rupiah 100 ribu.

Berarti dia MEMBOHONGI saya.

Ada 1.49 liter bukan hak nya yang dia ambil !

Saya geram sekali. Saya jadi berprasangka buruk.

Jika dalam sehari ada ratusan ada konsumen yang tidak perhatian ( terutama kaum Pria, biasanya konon katanya mereka bahkan tidak memeriksa uang kembalian )

Saya berjalan cepat menghampiri mbak yang tadi melayani saya.
Salah seorang sales minuman berteriak spontan, "Nah loh si ibu datang lagi!".

Saya datangi mbak tersebut, dia terkejut sekali melihat saya.
"Mbak tadi berapa ya ngisi bensin mobil saya?". "Oh saya salah ya bu" katanya cepat gelagapan. " Saya salah ngasih kembalian ya bu?". Bukan salah ngasih kembalian, mbak membohongi saya. Mbak bilang jumlah pembelian saya Rp.111.000 dengan jumlah bensin 15 liter sesuai permintaan saya, padahal di bon tertulis Rp. 100.000 dengan pembelian 13.51 liter.
Kenapa mbak seperti ini...? Kalau sehari disini ada 100 orang yang mbak perlakukan seperti saya maka berapa uang haram yang mbak ambil?".

Mobil yang ngantri makin panjang. Mereka membunyikan klakson. Mereka tidak tahu apa yang terjadi.

Dan saya pun minta untuk bertemu dengan pimpinan pom bensin tersebut.

Ini bukan masalah uang Rp 9.000 hak saya yang dia korupsi tapi lebih kepada moral yang harus segera diperbaiki.

Saya ingin memulainya dari diri sendiri.

Saya ingin memberitahunya tidak nanti atau besok.

Lalu saya bertanya siapa namanya. Dengan gemetar dia menunjukkan nama yang tertera di dadanya, DA, itu inisial namanya.

Sebenarnya saya kasihan padanya. Tetapi mengapa dia berbuat buruk seperti itu? toh dia sendiri yang akan rugi dunia akhirat.

Entah mengapa dia melakukan itu.

Hanya dia saja atau semua petugas disitu yang berpraktek seperti itu ? Apakah para penjual minuman yang berada di situ juga bekerja sama untuk menghalangi pembeli tidak fokus memperhatikan meteran. ..? Wallahu a'lam.
Jadi berprasangka buruk saya. Astagfirullah...

Saya berjalan menuju ruang pimpinan ,tapi dihadang seseorang yang berseragam safari coklat. Katanya cukup sama dia saja. Dan bertanya ada masalah apa?

Saat kuceritakan wajahnya datar saja seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan dia bertanya, "Sudah clear kan bu? uang ibu sudah dikembalikan Dini...?".

Emosi saya yang tadinya saya tahan langsung meledak. Saya katakan kepadanya, sudah parah sekali ahlak kalian, bukannya karyawan dipanggil lalu diperingatkan dan meminta maaf sama saya tapi malah menganggap gampang semua masalah.

Bapak tersebut memerah wajahnya mendengar nada suaraku yang meninggi, lalu dia meminta maaf dan berjanji untuk memperingatkan si DA itu.

Selama ini saya juga pernah baca sepintas status teman FB tentang hal seperti yang saya alami ini, saat itu belum terbayang suatu saat saya ( WS) akan benar-benar mengalaminya.

Dalam hati, saya berterimakasih kepada teman FB yang dulu pernah berbagi karena dengan begitu saya jadi waspada.

Maka sahabatku, mintalah selalu bon pembelian untuk cek dan ricek antara pembayaran dan jumlah bensin yang sesungguhnya.

SUMBER : Ini ling yang merasakan kezoliman

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
mending turun dari mobil kalo isi bensin gan
Quote:


Kan tadi mau turun tapi di halangin sales minuman emoticon-Nohope
-
Namanya tuntutan idup, gaji dia kecil mungkin jadi hrs gitu buat "makan" emoticon-Ngakak
udah pernah kena juga ane klo di pom pertamina ..

dulu ngisi bensin motor 30 rebu .. ternyata ga dari 0 .. malah lanjutin dari 15.000 (orang yg ngisi sebelomnya) .. udah gitu pura2 bego itu bapak2 tua tukang isi bensin ..

karena ane dijakarta,skarang klo ga kepepet mah mending isi di pom bensin kerang .. males ngisi di pertamina
anjir emoticon-Hammer2 kudu teliti skr nih gan harus cek meterannya emoticon-Hammer2
ane sih selalu minta bon gan, biar ga ada pihak yang diuntungkan emoticon-Big Grin
Mending di pom bensin S deh gan, mahal dikit tp pelayanan nya jauhh lebi bagus emoticon-Big Grin
Maknyaa harus jeli matanyaa gan
benar tuh sist..
kadang cowok malah nggak ngitung kembalian, main masukin kantong aja emoticon-Ngakak
kalau bon sih ane selalu minta, buat dituker dikantor emoticon-Ngakak
Coba hubungi call center 500-000 aja
Ceritain kronologisnya juga (no spbu juga dicantumin). Kemungkinan sanksi nya gak dikasih stok minyak tuh spbu.
Wah Betul bgt gan, ane sering nya gak pernah ngitung kembalian kalo beli bensin di POM,,,nice share gan
kejahatan ada karena ada kesempatan gan...kan jarang2 tuh bisa antri panjang n ngibulin org..makanya dimanfaatin ma mereka dahemoticon-Hammer2
dulu ane kerja di pom juga,bukan belain,tapi bisa juga petugasnya salah pencet tombol,,
mungkin juga petugasnya baru,,,
tapi gak di pungkiri,petugas yg curang juga ada,,,,
ane isi bensin disebelah, selalu dikasih bon
Quote:


Nggak bisa dijadikan alasan dong, kalo merasa gaji kurang ya minta naik ke perusahaannya. Jangan minta naik gaji sama konsumen. emoticon-Hammer2
Tapi gak beli bensin minta bon juga bisa sis emoticon-Ngakak
Waduh lagi lagi pom bensin emoticon-Cape d...s
Sebenarnya agak sedikit dilema...
1. Mbak POM nya jelas salah karna melakukan tindak korupsi
2. Sbg pengguna roda empat seharusnya ente malu karna dgn kondisi ekonomi ente yg stabil knpa jadi ngisi di premium?
Knpa gak pertamax, shell, dsb?

Mahal?
Oke itu hak ente utk memilih, tapi bila ente menuntut pelayanan yang terbaik tentu nya ada harga yg harus di bayar jadi jgn heran bila ada tindakan korupsi di kelas umum...

konsumen ga di lindungi, bener-bener dah indonesia emoticon-Mad (S)
skrng mkin byk ada ya modus penipuan emoticon-No Hope
Kalau masalah kualitas pelayanan mohon maaf, tidak semua tapi kebanyakan spbu pertamina melakukan kecurangan. Bahkan untuk spbu dengan logo "Pasti Pas". Dan pertamina tidak terlihat usaha untuk memperbaiki kualitas pelayanan tersebut.

Dulu di kota surabaya ada spbu asing namun sekarang sudah tutup semua. Saya sempat pindah mengisi hanya di spbu milik asing tersebut bukan karena saya tidak mencintai produk dalam negeri tapi karena di spbu asing kita benar2 mendapat apa yang kita beli. Saat bahan bakar penuh, petugas langsung men-set agar jumlah bahan bakar yang keluar dari nozzle sesuai dgn jumlah liter/rupiah. Bahkan sampai rupiah receh yang nominal terkecil pun dikembalikan.

Jika di spbu pertamina jangan harap Gan, uang receh tidak akan dikembalikan dan sepertinya memang disengaja agar posisi meteran berhent di angkabyang tidak genap.

Tapi saya tetap berharap pertamina semakin ke depan menjadi lebih baik lagi.
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di