alexa-tracking

kisah nyata dari masjid puncak bogor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5565cb8fc0cb174f068b4573/kisah-nyata-dari-masjid-puncak-bogor
kisah nyata dari masjid puncak bogor
MERBOT MASJID
(Kisah nyata dari Masjid di Puncak, Bogor).

Ada dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dg arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dg kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Sungguh indah mempesona.

Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap “Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”.

Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.

Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sdg memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlhat jelas.

“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener2 keren."
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yg lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar dari kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yg salah dg pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.

Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang2 yg sebenernya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yg sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.

Tanpa sadar, ada yg shalat di belakang Zaenal. Sama2 shalat sunnah agaknya.
Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya.
Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dg Ahmad.

“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yg barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yg bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat mall megah di bawah sana? Juga hotel indah di seberangnya? … Itu semua milik beliau.. Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan adzan…”.

Wuah, entahlah apa yg ada di hati dan di pikiran Zaenal…

*****
Haji Ahmad selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia cool saja. Tenang saja. Adem. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa2. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya... .

"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi"
(Org yg ikhlash itu adl org yg menyembunyikan kebaikan2nya, spt ia menyembunyikan keburukan2nya)

(Ya'qub rahimaHullah, dlm kitab Tazkiyatun Nafs). copas.

Semoga Bermanfaat untuk kita semua. BAGIKAN / SHARE !
image-url-apps
pasti malu tuh jaenal emoticon-Big Grin
image-url-apps
Ini beneran kisah nyata om? Jarang ada jaman skrg org kyk gitu,kebanyakan hidup susah gayanya aja yg high class emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


iya om cek ja ke masjid puncak om emoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
Luar biasa sekali kisahnya . . . Penampilan tidak selamanya menunjukkan siapa diri kita . . . Pelajaran Berharga untuk kita semua . .
image-url-apps
Masih belum percaya kalau itu nyata
wah ternyata keadaan terbalik ya..emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
masjid at taawun ya gan? baru tau ane sumfah emoticon-Matabelo
image-url-apps
Pernah baca sih di grup wa ane...tp ga tau klo ini kisah nyata di mesjid puncak bogor
image-url-apps
Yakin gan yg Masjid puncak pass?

Kalo emang bener ane salut..hebat..hebat banget
subhanalloh manteb gan kisahnya ane jadi semakin yakin

sesungguhnya hidup kita / diri kita belum tentu lebih baik dari siapapun
yang kita lihat atau kita temui
CMIIW
image-url-apps
Cerita asli ini gan? Foto masjidnya emoticon-Malu (S)
wah mantap ga nyangka endingnya bakalan bgini
image-url-apps
Ir Haji Ahmad. gelar marbotnya mana yaa emoticon-flower
image-url-apps
Quote:


ane juga kepo. apa jgn2 masjid di puncak pas yg gede kan cuma satu...
image-url-apps
Salam buat pa haji ahmad, ane kl hbs sepedahan suka sholat disana...
image-url-apps
Menyentuh hati banget gan emoticon-Mewek
Coba ane seperti Ahmad ini, bisa menjadi contoh orang yang tidak sombong walupun dari keluarga yang miskin terus setelah kaya tetap aja menjadi pribadi yang santun,amanah tidak lupa asal muasal beliau emoticon-Mewek
Ane kira awalnya Ahmad itu yang marbot beneran, ternyata ?
image-url-apps
nice thread gan ... emoticon-Toast
image-url-apps
trit-trit religi menjelang datangnya bulan suci ramadhan. subhanallah..

banyak-banyakin aja buat trit religi bgina gan emoticon-Big Grin
×