alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5562f72d9e740403648b4568/studi-kasus-bisnis-modal-maks-20jt-dengan-waktu-tersedia-jam-18-22-selama-weekdays
[STUDI KASUS] bisnis modal maks 20jt dengan waktu tersedia jam 18-22 selama weekdays
Hi gan,

Sambil nunggu ID prime ane lepas dari bui kaskus, ane mau ngajak brainstorming ke kasus-kasus lazim terjadi tapi sulit untuk dipecahkan bersama agan2 kaskuser di sini.

Istilahnya sambil menyelam sambil minum air,

semoga kasus ini bisa menjadi project percontohan untuk kasus2 serupa yang sering muncul di forbis ini.

KASUS
Andaikan ane seorang ibu single parent dengan 1 anak sekolah SD. Ibu ini bekerja kantoran 9 pagi sampai 5 sore seperti normal.
Andaikan ibu ini punya tabungan 20jt yang bisa dijadikan modal bisnis baru, tapi dengan waktu luang 4 jam sehari dari jam 6 sore sampai 10 malam.

Bisnis apa yang bisa dijalani oleh ibu ini? dan gimana tips dan triknya menghadapi keterbatasannya?

Let the game begin
Halo gan. Sebelumnya salam kenal ya. Saya mencoba memberikan pendapat berhubung thread ini cukup menarik. Semoga dengan postingan saya, dapat memancing agan-agan untuk ikut mengemukakan pendapat.

Dengan keterbatasan waktu seperti ini, sang ibu sebenarnya dapat menggunakan keahliannya yang lain contohnya memasak. Ia bisa membuka warung makan kecil-kecilan atau bisa juga membukanya di kaki lima. Saya lihat ada ibu-ibu yang jualan nasi uduk dengan bermacam lauk. Ia mulai memasak pukul 17.00 dan biasanya ditemani dengan tukang masak. Mepetnya waktu ini bisa disiasati dengan menyewa pegawai namun tentu akan berakibat pada penambahan biaya. Tapi karena kita membukanya di pinggir jalan atau di rumah sendiri, maka biaya sewa dapat ditekan (Jika harus menyewa ruko tentu sangat sulit).

Mungkin segitu aja dulu gan. Soalnya mau nambahin tapi gak tau harus mulai darimana hehe emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By kjan
Halo gan. Sebelumnya salam kenal ya. Saya mencoba memberikan pendapat berhubung thread ini cukup menarik. Semoga dengan postingan saya, dapat memancing agan-agan untuk ikut mengemukakan pendapat.

Dengan keterbatasan waktu seperti ini, sang ibu sebenarnya dapat menggunakan keahliannya yang lain contohnya memasak. Ia bisa membuka warung makan kecil-kecilan atau bisa juga membukanya di kaki lima. Saya lihat ada ibu-ibu yang jualan nasi uduk dengan bermacam lauk. Ia mulai memasak pukul 17.00 dan biasanya ditemani dengan tukang masak. Mepetnya waktu ini bisa disiasati dengan menyewa pegawai namun tentu akan berakibat pada penambahan biaya. Tapi karena kita membukanya di pinggir jalan atau di rumah sendiri, maka biaya sewa dapat ditekan (Jika harus menyewa ruko tentu sangat sulit).

Mungkin segitu aja dulu gan. Soalnya mau nambahin tapi gak tau harus mulai darimana hehe emoticon-Malu (S)


hehehe thanks gan responnya,

agan kjan menyarankan memakai potensi lain yang pasti ada dalam setiap orang... good concept.

emang ane gak kasih parameter tambahan buat jadi ruangan yang lega buat variasi jawaban.

thread ini juga sengaja ane bikin untuk menjawab pertanyaaan ane sendiri...
yang main kesini banyakan yang mau diskusi ato mau cari nafkah.. hehehahahahaha

oke, back to topic, ada lagi pertimbangan lain selain dari agan kjan?
Ane seorang Ibu rumah tangga pekerjaan PNS, full kerja dari pagi smpe sore.. dari hari senin sampai jumat.. Masih bisa mempunyai penghasilan tambahan bersih 10jt/ bulan melalui kangen water..

More info?

Invite pin bb ku 7D4FAF4B
Telp/ WA 085279985460
Quote:Original Posted By c1nd3r3774
Ane seorang Ibu rumah tangga pekerjaan PNS, full kerja dari pagi smpe sore.. dari hari senin sampai jumat.. Masih bisa mempunyai penghasilan tambahan bersih 10jt/ bulan melalui kangen water..

More info?

Invite pin bb ku 7D4FAF4B
Telp/ WA 085279985460


emangnya gimana metode marketing kangen water? apa cukup meyakinkan orang dengan waktu yang sangat terbatas itu? sulitnya kaya nyuruh orang masuk mlm.



Bisnis Kue/Snack aja Gan,.dijual eceran dan bisa menerima pesanan snack box
[STUDI KASUS] bisnis modal maks 20jt dengan waktu tersedia jam 18-22 selama weekdays
Halo Gan, salam kenal. Aku bukan pengusaha hebat atau mahasiswa bisnis sih, jd mungkin bahasa bisnsnya masih awam. Tp aku pengen share iseng-iseng sih. Ibu ini tinggal di mana ya BTW? Kalau di perkotaan aku kepikirannya sih buka usaha Retailer DVD gitu, terus memperkerjakan orang. Karena sebetulnya lumayan juga untungnya , harga dari produsen Rp. 2.000,00 bisa dijual Rp. 7.000,00 - Rp. 10.000,00 dan untungnya lumayan. Sisanya perintilan kaya gerobak, pasang listrik dan biayanya per bulan, TV, mesin DVD , ga sampe lah 10 juta an. Hehe.

Misalkan begini mentahan dasarnya :

Gerobak Dorong (Request ke Pengrajin yang ada slot tatakan DVD) : Rp. 2.000.000,00
Mesin DVD Akira : Rp. 300.000,00
TV Merek China : Rp. 500.000,00
Pasang Listrik : Rp. 1.000.000,00 (Token)
Sewa Lahan : Rp. 1.000.000,00 (per bulan)
Lampu : Rp. 100.000,00 (phillips yg baik)
Speaker : Rp. 400.000 (merek yang lumayan)
DVD 3000 pieces : Rp. 2.000 x 3000 = Rp. 6.000.000,00
Gaji Karyawan : Rp. 40.000,00 x 30 = Rp. 1.200.000,00

Total = 2 juta + 300rb + 500rb + 1juta + 100rb+ 400rb + 6 juta = Rp. 10.300.000,00 + Rp. 1.200.000 = Rp. 11.500.000,00

Keuntungannya :

Misalkan harga jual Rp. 7.000,00 , harga beli Rp. 2.000,00 --> Berarti Untung Rp. 5.000,00 per keping
Laku 20 keping --> Rp.5.000 x 20 = Rp. 100.000,00 per hari
Kalau buka 30 hari --> Rp. 3 juta per bulan
dikurangi gaji karyawan dan bayar listrik misal Rp. 1.500.000,00 = Keuntungan buat ibu Rp.1.500.000,00

Dalam 10 bulan dapat Rp. 15.000.000,00 --> Kalau mulus ya balik modal kurang dari setahun hehe. emoticon-Blue Guy Peace

Tapi yang ini aku ga recommend sih karena DVD nya kan bajakan dan mendukung Piracy. emoticon-Takut (S)

Nah , kalau misalkan ibu ini tinggal di daerah kota-kota kecil (seperti sumedang, majalengka, atau garut), mungkin ceritanya bakal lain lagi sih pikirku.

Kalau misalkan di Sumedang ya, kan masih banyak tanah murah dan tidak terpakai di daerah itu, bisa deh mulai agribisnis kecil-kecilan.
Aku pernah dapet tanah di daerah Tanjungkerta, lumayan terjangkau, harganya 1 tumbak itu Rp. 250.000,00 , jadi kalau beli 100 tumbak itu Rp. 25.000.000,00. 1 tumbak itu 14,0625 m2. 100 tumbak = kira-kira 1.400m2.

Kemudian, ajak pemilik tanah diskusi, kita bayar dulu misalkan 5 juta dan akan dilunasi dalam jangka waktu enam bulan. Terus dalam tempo itu tanah juga bisa kita gunakan. Nah setelah terjadi kesepakatan, bikin perjanjian dulu ya minimal pakai materai dan diketik deh hehe. Terus mulai deh ajak kerjasama petani sekitar untuk ngoret dan macul lahan itu, kita belikan peralatannya juga sih, nah ini misalkan kita mau nanam bawang ya.

Berikut mentahan dasarnya :

DP Tanah 100 tumbak : Rp. 5.000.000,00
Jasa Ngoret , motong rumput, ngasih obat anti hama, macul : Rp. 50.000 x 20 hari x 2 orang = Rp. 2.000.000,00
Pupuk : Rp. 60.000,00 x 2 kantung = Rp. 120.000,00
Alat Semprotan Hama : Rp. 450.000,00
Semprotan Hama : Rp. 400.000,00 untuk seratus tumbak
Transportasi ke lahan sebulan sekali x 3 bulan sampe panen : Rp. 600.000,00

Total : 5juta + 2juta + 120rb + 450rb + 400rb = Rp. 9.770.000,00

Nah keuntungannya dalam tiga bulan kalau ditawar tengkulak (pemborong) 100 tumbak isi bawang bisa seharga 25juta hehe (kasar nya , bisa lebih bisa kurang). nah dalam dua kali panen bisa bayar tanah lunas (kan perjanjiannya 6 bulan).

Untuk keterbatasan waktu, dalam enam bulan cukup sebulan sekali deh ke sananya , misalkan tranportasinya Rp. 200.000,00 ya ke lokasi tanahnya. Kalau gak ya bayar freelance gitu, seratus ribu untuk jasa dia liatin dan foto-foto perkembangan bawang, sama 200 ribu untuk uang transport dia. dulu aku juga gitu soalnya.
Kalau udah ada uang lagi bisa deh di AJB-kan dan dibuat SHM. dan terus seterusnya usaha dikembangkan, hehe semangat ya gan kebetulan aku juga agribisnis usahanya. semangat. emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By crownroadsteer
Hi gan,

Sambil nunggu ID prime ane lepas dari bui kaskus, ane mau ngajak brainstorming ke kasus-kasus lazim terjadi tapi sulit untuk dipecahkan bersama agan2 kaskuser di sini.

Istilahnya sambil menyelam sambil minum air,

semoga kasus ini bisa menjadi project percontohan untuk kasus2 serupa yang sering muncul di forbis ini.

KASUS
Andaikan ane seorang ibu single parent dengan 1 anak sekolah SD. Ibu ini bekerja kantoran 9 pagi sampai 5 sore seperti normal.
Andaikan ibu ini punya tabungan 20jt yang bisa dijadikan modal bisnis baru, tapi dengan waktu luang 4 jam sehari dari jam 6 sore sampai 10 malam.

Bisnis apa yang bisa dijalani oleh ibu ini? dan gimana tips dan triknya menghadapi keterbatasannya?

Let the game begin


ikut nimbrung gan...
btw sebelumnya ane mo tanya studi kasus ini diepruntukan untuk istri anda, ibu anda arau kepada siapa ?
kl menurut pendpt ane yg paling penting pertama adalah "apa sih hobby / bakat dari ibu ini "
kl uda ketemu itu tinggal sesuai kan aja sama bakat atau hobby dia...karena dgn bakat atau hobby biasanya kerja nya lebih enjoy dan spirit nya lebih dapat...
kalo dari berbagai pengalaman tmn2 saya biasanya kl mereka yg usaha tdk sesuai dgn passion dia biasanya di tengah jalan ketika usaha berjalan ditempat mereka cenderung akan menyalahkan diri sendiri atau org lain ( cth : jiahh saya kan dah ngomng dr pertama usaha ini kgk bagus bla bla bla )
banyak gan,,,contohnya ane,,,ane sekarang merintis usaha dibidang web solutions.ane hanya butuh waktu tidak lebih 1 jam sehari untuk mengelola usaha,karena semua by system.
×