alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Disorder : How To Be Skinny
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/555dbf69138b46f83b8b4574/disorder--how-to-be-skinny

Disorder : How To Be Skinny

Hallo gan, sist emoticon-Big Grin berhubung postingan ane yang sebelumnya yang masih seumur anak jagung harus di-closed- dan ane lagi semangat"nya nulis *atau ngetik?* dikaskus, jadi ane mau bikin thread baru ini. *gak usah gitu gan, agan juga pasti pernah kan ngerasain semangat mosting. NGAKU!!!*

True Story. Semoga bisa jadi pelajaran buat semuanya, jujur ane juga dulu waktu masih sma, 4 tahun lalu, sempet menderita bulimia, dan syukur sekarang udah 3 tahun gak kambuh.


*****


-Short Story-

Prologue

Brainwashed oleh standar publik tentang gambaran wanita cantik dengan tubuh sempurna, Dina menginginkan itu... dikagumi dan dipandang sebagai keindahan. Dia bersumpah bahwa dalam usahanya menghilangkan lemak dia tidak akan pernah kehilangan dirinya, tetapi semakin nomor pada timbangannya turun, kepribadian riangnya ikut menghilang dikonsumsi setan didalam dirinya sendiri, Dina terbelenggu antara kebutuhannya untuk menjadi sempurna dan kewarasan dirinya.

"Dia menangis setiap malam sebelum tidur, karena dalam hati dia tahu bahwa tidak peduli berapa banyakpun makanan yang dia lewatkan dan berapa banyakpun exercise yang dia lakukan, Dina tidak akan pernah merasa kurus."



Indeks :

1. Skip A Meal
2. Lie To Your Friends
3. Fake a Smile
4. Die a Little

end.
Diubah oleh sylvia0203
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
lanjut gan,
ane deprok dimari ya emoticon-shakehand

welcome di sfth

Skip A Meal

Buat semua orang yang pernah merasa depresi, kelaparan atau suka menyakiti diri sendiri, I love you and you're worth it emoticon-Smilie. Jangan pernah berubah buat siapa pun karena kamu sempurna dan jangan sedih, kalian pantas bahagia emoticon-Smilie


- 08:40

Dina bisa mencium wangi makanan dari kamar tidurnya; nasi goreng dan telur dadar, hal yang sama yang dibuat ibunya untuk sarapan setiap hari. Wangi itu membuat perutnya berbunyi.

Dia lapar, tapi dia juga kuat, dan makanan cuma untuk yang lemah.

Berjalan dengan susah payah menuruni tangga ke dapur, Dina melihat kesekitar untuk melihat bahwa orang tuanya sudah pergi--- pergi.

Mereka selalu pergi.

Dina menatap sarapannya dan dengan cepat melemparkannya ke tempat sampah.

Memegang botol air dan beberapa anggur untuk dimakan, dina menenangkan diri dan berjalan keluar rumah.



09:50

Kebanyakan orang membawa bekal mereka ke sekolah, membuat Dina merasa tidak nyaman dan hampir muak dengan perilaku mereka.

Apa mereka nggak peduli tentang penampilan mereka? Gimana bisa mereka membuat orang lain merasa buruk tentang berat badannya dan kemudian makan sepuasnya didepan muka orang itu?

"Hei, lo gpp din?"

Dia mengusap telapak tangannya yang berkeringat nya di rok abu-abunya dan mengangguk.

"Iya, gpp kok, gue cuma pengen ke toilet bentar"

Dina tergagap dan tersandung ke kamar mandi.

"Gue harus kurus, gue harus kurus," gumamnya, dan dalam beberapa detik, dina bersandar di atas toilet dan mengosongkan perutnya sekali lagi.


*****
Diubah oleh sylvia0203
Quote:


silahkan gan, ane gelarin karpet dulu kali yak emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
jadi inget dulu. ane bantu emoticon-Rate 5 Star gan

Lie To Your Friends

11:05

"Andina! Kamu nggak boleh dong ngebuang-buang makanan kamu gitu aja! Pikirin coba anak-anak kelaparan di Afrika!"

Mama dina menelepon dan meninggalkan pesan suara yang panjang setelah menemukan sarapan anaknya di tempat sampah.

"Mama itu muak ya, pulang kerumah cuma buat nemuin makanan yang mama buat,ngabisin waktu dan uang mama, ada ditempat sampah! MAKAN."

Dina mendengus kesal dan menghapus pesan suara itu, Ketakutan mulai muncul dalam dirinya.

Apa mamanya mulai curiga? Apa mamanya akan mulai mengecek apa yang dina makan?

Dengan muka kusut, dina berbalik dan berjalan kembali kearah teman-temannya.

"Kenapa din?" tanya salah satu temannya

"Gpp. biasalah nyokap," Dina pura-pura tertawa, mematikan handphonenya dan berjalan kearah kelas.



12:30

Suasana kantin siang itu penuh. Siswa-siswi tertawa dengan teman-teman mereka sambil mengunyah makanan berkalori tinggi.

Tidak perlu diragukan lagi, dina merasa jijik.

Dina menyaksikan teman-temannya berbicara sambil memakan makanan mereka dan mereka tidak memperhatikan kalau dina melemparkan makan siangnya (yang sebenarnya hanya apel) ke tempat sampah.

"Gue mau ke perpus ya." Dina berbisik, beranjak dari meja.

Teman-temannya hanya mengangguk dan kembali ke percakapan mereka, meninggalkan Dina untuk belajar dengan tenang seperti yang diinginkannya.

Tapi dalam hati, dina berharap bahwa seseorang cukup peduli untuk memperhatikannya.
Diubah oleh sylvia0203

Fake a Smile

15:15

Dua orang remaja berdiri di luar gerbang sekolah setelah bel pelajaran berakhir.

Dina nggak pernah dihadapkan dengan orang yang cukup peduli tentang masalahnya sebelumnya, jadi ini cukup baru untuk Dina. Anak itu tinggi dan kurus, rambut cokelat gelapnya senada dengan warna matanya.

"Lo harus makan," ucap anak laki-laki itu, nadanya simple tapi tegas.

"Gue harus kurus."

"Tapi lo udah kur-"

"Gue harus kurus," ulang dina, kali ini sambil tersenyum. "Gue baik baik aja kok."

Dina berbalik dan berjalan keluar dari gerbang sekolah, meninggalkan anak laki-laki itu berdiri sendirian.

Anak laki-laki iti berjalan pulang, percaya dengan senyum yang dipasang dina di wajahnya.

Dina berjalan pulang sambil menangis, karena pikiran bahwa ada seseorang peduli membuatnya takut.

It was safe to say, she definitely wasn't fine.



19:25

Malam itu, dina bertengkar dengan orang tuanya. Mamanya hanya ingin putrinya untuk makan. bukan untuk alasan kesehatan, tapi karena mamanya tidak ingin membuang-buang waktunya memasak untuk anak manja.

Tapi Dina tidak mau makan - mamanya ingin anak yang cantik. Dan cantik itu artinya kurus. Itulah yang semua orang bilang.

Lalu fikiran dina melayang ke anak itu; satu anak laki-laki yang cukup peduli untuk berbicara dengannya dan menyuruhnya untuk makan.

Tapi dina tidak ingin anak itu peduli, karena ketika kamu peduli tentang seseorang kamu akan terluka.

Jadi malam itu, dina menangis untuk anak itu; dia menangis karena dia peduli, tapi saat setan dalam dirinya mengambil alih, dina pun kehilangan kepedulian untuk anak itu juga.
Diubah oleh sylvia0203

Die a Little

08:45

Dina tidak pernah berhenti menangis.

Dia menangis karena dia lapar.

Dia menangis karena dia gemuk.

Dia menangis karena dia tidak cukup kurus.

atau cukup cantik.

atau cukup lucu.

Dia menangis karena dia tidak cukup baik, dan dia tidak akan pernah merasa cukup.

Dalam hati dina tau bahwa tidak peduli berapa banyak makanan yang dia lewatkan dan berapa banyak exercise yang dia lakukan, Dina tidak akan pernah merasa kurus. Dan dengan segala air mata yang dia teteskan, dia meninggal sedikit demi sedikit. karena dia tidak akan pernah cukup baik untuk hidup.



22:45


Dina meninggal malam itu.


Beritanya mengejutkan semua orang; sekolahnya, teman-temannya, keluarganya.

Orang tuanya hanya berpikir dia lelah. Pintu kamar terkunci berarti dia masih tertidur - dan mereka tidak cukup peduli untuk membangunkannya.

Teman-temannya hanya berpikir dia sakit, itu bukan masalah besar dia tidak datang kesekolah. Mereka tidak cukup peduli untuk meneleponnya dan bertanya dia kenapa.

Para guru pikir dia terlambat masuk dan melewatkan kelas, Banyak siswa yang begitu.

Mereka tidak cukup peduli untuk bertanya kepada orang tuanya.

Tapi anak laki-laki dengan rambut cokelat gelap itu tidak berpikir dia lelah, atau sakit, atau bolos sekolah.

Dia melihat tidak ada kehidupan dimatanya dan senyumnua kecil, sebuah isyarat untuk mengatakan "Aku baik-baik saja" kepada semua orang yang bertanya.

Anak laki-laki itu benar-benar perduli, dan dia menangis untuk Dina.

Dia menangis karena dina tidak pernah gemuk.

Dia menangis karena dina cukup kurus.

dan cukup cantik.

dan cukup lucu.

Dia menangis karena dina cukup baik untuk semua orang, tetapi tidak ada yang melihatnya.

sehingga pada saat pemakamannya, duduk di barisan belakang dengan orang-orang yang tidak pernah benar-benar peduli, anak laki-laki itu menangis.

dan dengan setiap air mata yang dia teteskan dia meninggal sedikit demi sedikit.

karena dina selalu cukup baik untuk hidup.



***

Semoga ceritanya-kalau ada yang baca- dan punya masalah yang sama, kayak karakter dina, bisa ngambil pelajaran dari cerita pendek ini. Kalian pasti bisa sembuh. Semangat^^
True storynya TS emoticon-Belo.
Baca ini berasa baca chicken soup. Bagus.
Udah emoticon-Rate 5 Star, ntar ijin share yaa.
Aku juga gt sis, aku anorexic lagi tahap penyebuhan, jd kalo liat kaya gini jd inget masa lalu emoticon-Malu


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di