alexa-tracking

Mengapa Aceh dituding langgar HAM? padahal yg terdepan dlm penyelamatan Rohingya?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/555c93de1cbfaa2a478b456b/mengapa-aceh-dituding-langgar-ham-padahal-yg-terdepan-dlm-penyelamatan-rohingya
Sedih 
Mengapa Aceh dituding langgar HAM? padahal yg terdepan dlm penyelamatan Rohingya?
Mengapa Aceh dituding langgar HAM? padahal yg terdepan dlm penyelamatan Rohingya?

Bagaimana kita mengingat Aceh? Ah tidak, bagaimana seharusnya bangsa ini mengingat Aceh. Tanah Serambi Mekah itu tempat di mana adat dan syariat ditegakkan, kemanusiaan masih, dan akan selalu ada. Kemerdekaan Indonesia, kekayaan negara ini, dan segala macam kemapanan yang kita punya, sedikit banyak berhutang pada masyarakat Aceh.

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah adalah satu dari sekian banyak bukti kebaikan masyarakat Aceh. Seulawah atau gunung emas ini — merujuk pada nama gunung api di Aceh Besar - merupakan cikal pesawat yang digunakan republik untuk kepentingan negara.

Mengapa Aceh dituding langgar HAM? padahal yg terdepan dlm penyelamatan Rohingya?


Pesawat ini dibeli dari hasil sumbangan rakyat Aceh atas permintaan Sukarno yang datang khusus ke Aceh, medio Juni 1948. Dalam pertemuannya dengan Gubernur Militer Abu Daud Beureueh di Hotel Aceh, samping Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Presiden RI pertama itu menangis, mengiba agar rakyat Aceh membantu dana pembelian pesawat.

Menurut Pemerhati Sejarah Aceh, Abdurrahman Kaoy, saat itu Abu Mansor datang ke Pasar Atjeh memungut sumbangan dari warga yang berada di pasar tradisional samping Masjid Baiturrahman itu. “Mereka dengan ikhlas memberikan perhiasan, emas, dan segala barang berharganya untuk disumbangkan,” ujar Kaoy. Sebelum kembali ke Pulau Jawa membawa sumbangan rakyat Aceh, dalam pertemuan akbar dengan rakyat Aceh di Lapangan Blang Padang, Sukarno berorasi mengajak rakyat Aceh membantu perjuangannya.

Tidak hanya emas, kita tahu bagaimana besar hati bangsa Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Daud Beureueh, bapak bangsa dari Aceh itu berkata, “Saudara Presiden! Kami rakyat Aceh dengan segala senang hati dapat memenuhi permintaan Presiden. Asal saja perang yang akan kami kobarkan itu berupa perang sabil atau perang fisabilillah, perang untuk menegakkan agama Allah. Sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu maka berarti mati syahid.”

Tapi kita tahu, Aceh bukan kali ini saja berbuat baik. Megawati Sukarnoputri menangis terisak-isak pada tanggal 29 Juli 1999 di Aceh. Hal serupa pernah dilakukan ayahnya di tanah yang sama. Ia berjanji bahwa ketika ia memimpin negeri ini, “Untuk rakyat Aceh, percayalah, Cut Nyak tak akan membiarkan setetes pun darah tumpah di Tanah Rencong,” tapi kita tahu dan kita paham. Dari Istana Negara, Megawati justru mengirimkan 40.000 pasukan ke Aceh dalam rangka Darurat Militer.

Apakah yang terjadi boleh jadi hanya sejarah, tapi kita tahu betapa besar kualitas karakter manusia-manusia Aceh ini. Mereka adalah manusia-manusia yang ingin tegaknya syariat. Lebih dari apapun, mereka tak peduli meski harus dinilai kolot.

Namun syariat yang mereka pegang dengan erat, bukan sekedar tempelan, bukan sekedar label. Tapi ia adalah sebuah ikhtiar untuk menjadi umat yang terbaik.

Saya, yang bukan warga Aceh, barangkali bisa menyebut syariat dan qanun (peraturan daerah) adalah sebuah diskriminasi. Kita yang bukan orang Aceh mudah saja menyebut bahwa pemberlakuan syariat adalah pelanggaran hak asasi.

Tapi adilkah kita menilai sesuatu yang belum kita pahami? Agama Islam barangkali adalah sebuah urat nadi, sebuah identitas yang membuat manusia-manusia Aceh tidak segan membantu dan menolong. Kita barangkali hanya berhenti pada satu sisi yang dianggap buruk, namun tidak melihat sisi lain yang punya wujud lebih baik.

Di tengah lambat, lelet, dan abainya pemerintah Indonesia terhadap para pengungsi Rohingya, nelayan Aceh dengan nalar yang masih bekerja menyelamatkan para pengungsi itu. Marzuki Ramli, 45 tahun, adalah salah satunya. Nelayan asal Kuala Langsa itu, bersama kawan-kawannya, menyelamatkan ratusan pengungsi korban kejahatan keamanusiaan itu.

Kebaikan nelayan Aceh bagi pengungsi tak hanya sebatas menyelamatkan. Pada gelombang pengungsi sebelumnya, warga Aceh membantu dengan memberikan makanan ke tempat penampungan. Bahkan ada beberapa warga Aceh yang ingin mengadopsi anak-anak pengungsi. Mereka tidak mengenal apa itu kedaulatan atau eksodus. Sesuatu yang ditakutkan Jendral TNI Moeldoko, bagi Marzuki, nelayan sederhana itu, “Ada orang yang mengapung-apung di laut. Kalau kalian terlambat datang, bisa mati semua.”

Indonesia baru saja menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi; Konferensi Asia Afrika dan segala hal yang mereka sebut sebagai upaya menegakan kedaulatan. Di tengah acara itu Bandung mendeklarasikan diri sebagai kota HAM.

”Agak ironis sebenarnya, ketika kita kerap kali mengkritik syariat islam di Aceh yang dianggap melanggar HAM, justru merekalah yang paling gegas menolong sesama manusia.”
Dalam kasus ini, Rohingya lebih relevan ketimbang sekedar deklarasi kosong.

Ini bukan pertama kali Indonesia mendapat kedatangan tamu pengungsi. Pada 1979-1996 pernah pula muncul fenomena manusia sampan. Mereka adalah orang-orang Vietnam yang mengungsi akibat perang saudara. Ada 250.000 pengungsi Vietnam yang lantas tinggak di pulau Galang, di bagian selatan pulau Batam. Selama kurun waktu 7 tahun mereka tinggal di pulau itu, untuk kemudian pulang setelah perang saudara berakhir.

Mengingat sejarah itu, ini bukan pertama kalinya pemerintah Indonesia menerima pengungsi. Maka adalah sebuah sikap yang congkak dan abai, mengusir para pengungsi hanya berlandaskan masalah teritorial dan kedaulatan bangsa.

Maka ketika masyarakat Aceh menolong pengungsi Rohingya, pemerintah seharusnya malu. Peran negara diambil alih oleh masyarakat, sementara aparatus yang ada hanya mampu berlindung di balik aturan kolot.

Syariat Islam bukan sekedar label, ia adalah pedoman hidup masyarakat Aceh. Mereka membuktikannya tidak dengan sekedar memberlakukan qanun, tapi menolong orang orang Rohingya yang malang.

Ketika negara sibuk berkutat pada hukum-hukum positif tentang kedaulatan negara, tentang agenda politik dan hal-hal genit lainnya. Orang Aceh hanya paham satu hal, sesama Muslim mereka wajib saling menolong, dan itu saya kira lebih mulia dari sekedar Nawa Cita.

Tapi, yah, bagaimana lagi? Apa yang bisa diharapkan dari sebuah pemerintahan yang diam saja pada pembunuhan anak-anak di Paniai Papua?

Barangkali kelak, jika semuanya sudah terlambat, Pemimpin Besar Nawa Cita kita akan blusukan ke Aceh.

Sumber : www.Kantomayanews.info

Penulis :
Quote:
Nyimak dulu gan baru komen
Sisi pandangannya berbeda gan
Paling yang bilang non muslim gan
setuju banget gan ane setelah baca trit ente, orang - orang pada ribut tentang ham dan administrasi, bilangnya kita tidak punya kewajiban lah, mereka pengungsi gelap lah, tidak punya visa lah.. itu semua bullshit. kita sebagai sesama manusia, terutama sesama muslim harusnya saling membantu tanpa memperhatikan hal - hal kecil tersebut.
boneng gan... biasa lah , ada yg ga suka emoticon-Betty (S)
mancab emang aceh emoticon-I Love Indonesia (S)
yu mari kita bantu saudara-saudara seiman rohingya, sebagaimana kita dulu membantu masyarakat aceh ketika tsunami... emoticon-2 Jempol
ngak heran lagi ane gan...
Setiap maslah pasti d kait-kaitkan dengan dengan HAM... emoticon-Cape d...

dua masalah yang berbeda gan emoticon-Hammer2
”Agak ironis sebenarnya, ketika kita kerap kali mengkritik syariat islam di Aceh yang dianggap melanggar HAM, justru merekalah yang paling gegas menolong sesama manusia.”

ini nih yang ane kurang suka dari orang yang suka kritik, kebanyakan kritik tapi dia sendiri ngga pernah bertindak atau bisanya cuman komen dan komeeeen aja terus, sempet liat di twitter ridwan kamil juga sempet kesel sama orang yang selalu ngritik dia, yang bisa dilakuin ridwan kamil mah sabaar aja yang penting ridwan kamil berbicara dengan fakta, ini juga aceh dia make syariat islam, toh syariat islam juga bagus kok, tuh buktinya dia nolong sesama manusia, lah ini yang biasanya ngritik lo ngapain hah ? setidaknya dukung lah dengan komenan positif gausah sok sok kritik, penyakit banget
hukum agama sama hukum negara itu dua hal yang berbeda gan
hukum agama sama hukum negara jangan di kategorikan sama gan emoticon-Hammer (S) dari nama nya aja sudah bedaemoticon-Hammer (S)
Sudut pandang sama masalahnya beda sih kl menurut ane
Aceh memang emoticon-2 Jempol

Semoga making berkah wilayah barat Indonesia ini emoticon-I Love Indonesia
AUNG SAN SU KYI PERAIH NOBEL PERDAMAIAN, TDK BISA MENDAMAIKAN PERTIKAIAN ROHINGYA VS BUDHA emoticon-Big Grin
ya kalo dari segi media memang ada aja masalah kecil di aceh yg dibesar-besarkan..
selama ane pernah kerja disana.. 3 tahun juga ane habiskan waktu bersama warga aceh..
dan memang mereka adalah masyarakat yg sangat menghormati sesama.. seolah kebersamaan mudah didapat...
mudah sekali berteman dengan orang aceh.. ga peduli kaya..mahasiswa.. orang pemerintahan.. dsb.
kasian saudara2 kita emoticon-Berduka (S)
Itulah kenapa aceh diberikan predikat ( daerah istimewa ) karena memang istimewa aceh itu...tidak perduli pengungsi asing ke selama mereka bisa berikan pertolongan ya mereka bantu...lebih baik tangan bekerja dan mulut diam daripada modal cuap2 tapi aksi gak ada...apalagi sesama mislim memang harus saling bantu...walau klopun bukan muslim ketika seseorang meminta pertolongan ya wajib kita tolong...tanpa membedakan ras,agama ataupun golongan...salut utk rakyat aceh...teruskan saja hukum syariat islam...toh utk kemajuan aceh...biar tetap ada daerah yg masih menjunjung hukum walaupun hukum itu dinilai kolot...
Terlalu banggakan aceh semuanya, yg ente kira cuma aceh yg nolong, bawa2 sesama muslimlah,langsung banggalah, sumatera utara az yg notabene daerah mayoritas non-muslim menolong gak terlalu berkoar-koar
Jgn terlalu fanatik kali, itu hanya karena kebetulan mereka lewat aceh dan sumatera utara, klo aja pun lewat daerah yg lain seperti jawa pun pasti banyak bantu,
Tolonglah jgn terlalu di umbar sana umbar sini
Ketahuan kampungan nya jadinya
ane dukung peraturan Aceh pokoknya. meskipun kalu di sono si ane dicambuk mulu kaliemoticon-Ngakak

yang nyinggung2 HAM soal syareat aceh,sini2 ane gampolin.


ane dukung Acehemoticon-I Love Indonesia