alexa-tracking

Heartache

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/555c0530128b46a03f8b456e/heartache
Heartache
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu dari band dari Jepang OneOkRock yang bercampur dengan ketidak move onnya gue dari kisah masa lalu yang ga tau kenapa gue ga bisa lupain gitu aja.




So they say that time
Takes away the pain
But I’m still the same oh yeah
And they say that I
Will find another you
That can’t be true oh

Why didn’t I realize?
Why did I tell lies?
Yeah I wish that I could do it again
ooh Turnin’ back the time
Back when you were mine (all mine)

So this is heartache?
So this is heartache?
Hiroi atsumeta koukai wa,
Namida e to kawari oh baby

So this is heartache?
So this is heartache?
Ano hi no kimi no eiga wa
Omoide ni kawaru
I miss you

Boku no kokoro o
Yuitsu mitashite satte yuku
OKimi ga
Boku no kokoro ni
Yuitsu furerareru koto ga dekita
Kimi wa

Oh baby
Mou inai yo mou nanimo nai yo
Yeah I wish that I could do it again
ooh Turnin’ back the time
Back when you were mine (all mine)

So this is heartache?
So this is heartache?
Hiroi atsumeta koukai wa
Namida e to kawari oh baby

So this is heartache?
So this is heartache?
Ano hi no kimi no eiga wa omoide ni kawaru
I miss you

It’s so hard to forget
Kataku musunda sono musubime wa
Yeah, It’s so hard to forget
Tsuyoku hikeba hiku hodo ni

You and all the regret
Hodokenaku natte hanare renaku natta
Ima wa tsurai yo, sore ga tsurai yo
Sugu wasuretai yo
Kimi wa

So this is heartache?
So this is heartache?
Hiroi atsumeta koukai wa
Namida e to kawari oh baby

So this is heartache?
So this is heartache?
Ano hi no kimi no eiga wa omoide ni kawaru
I miss you

I miss you
I miss you





Hari ini gue duduk sendiri, di tempat favorit gue di k*f yang berada di salah satu plaza di kota padang. di pojok kanan dekat colokan. Gue memutar lagu heartache dari youtube berkali-kali. Membuat pikiran gue melayang kembali ke tahun 2010. Tepat di tempat ini, di bangku ini, di k*f ini, suasana tempat makan yang di dominasi warna merah ini yang sedang sepi karna mereka baru aja buka dan mungkin gue adalah pelanggan pertama yang datang. Bukan berarti gue pengunjung setia tempat ini tetapi wifinya yang mantep buat streaming dan download film serta browsing-browsing yang bikin gue betah duduk berjam-jam bahkan seharian disini.

beberapa tahun yang lalu


gue ngebuka laptop kesayangan gue, dan memulai browsing tugas dan ngedownload beberapa film di tempat favorit gue. di pojok kanan deket colokan. gue hanya sendirian, ditempat makan yang bernuansa merah ini juga masih sepi, yaa wajar aja lah masih jam 10.00 emoticon-Hammer pelayannya juga masih banyak yang lagi ngepel bersih-bersih dan lainnya. kadang gue berpikir, "segini amat gue demi nyari wifi ckckck"

gue larut dalam film yang lagi gue tonton secara streaming. film the cyborg girl, yang menceritakan seorang robot cewek yang datang dari masa depan untuk menyelamatkan si pemiliknya dimasa lalu dari peristiwa-peristiwa yang ngebuat dia jadi cacat dimasa depan. BINGGUNG?? gue juga binggung tapi yaa berhubung yang main cakep, gue tonton aja emoticon-Wink

tiba-tiba seorang cowok berkemeja putih datang menghampiri gue dan tersenyum manis kearah gue..

"ini mbak pesanan fishfilletnya emoticon-Smilie" ucap cowok itu lalu berlalu pergi meninggalkan gue sendirian dengan kesepian *LebayAmatGue emoticon-Cape d... (S)

lalu gue kembali serius menonton, dengan sesekali ngunyah fishfillet yang tadi dianter ama pelayan cowok yang murah senyum tadi.

baru aja gue larut dalam adegan di dalam film cyborg girl, lagi lagi ada sosok yang ngeganggu konsentrasi gue dan memaksa gue buat ngepause film gue emoticon-Mad

"misi mbak, sendirian aja? boleh duduk disini ga?"ucap cowok itu tersenyum ramah kearah gue. gue lihat dari ujung kaki ampe ujung rambut kayaknya dia ga ada tampang kriminal dan juga dia "ganteng emoticon-Malu

"ohh, silahkan"ucap gue cuek lalu kembali nonton.

ternyata cowok itu ngelakuin hal yang sama ama gue, ngebuka laptop dan seperti nya kita sama-sama fakir wifi "kita samaa, mungkin kita jodoh" ucap gue dalam hati emoticon-Malu tapi gue segera buang jauh-jauh pikiran gue. kalo dia disini , berarti ini cowok kere dan ga mampu beli paket internet yang ga seberapa. masa mau pacaran ama cowok kere coba? terus gue yang anak kost-an yang juga rakyat jelita di akhir bulan ini mau di kasih makan apa ama dia , nah looh.. *mikirApaSih emoticon-Mad

lagi lagi lagi gue fokus ke film dengan pemeran yang amat sangat tampan itu, adegannya udah memasuki ketika si cowok ngerayain ultah di sebuah restoran yang bakal ada kejadian heboh yang ngebuat dia lumpuh. tetapi lagi-lagi pelayan cowok tadi menghampiri meja gue..

"ini fishfillet pesanannya.."ucap pelayan sambil mengambil nomor pesanan yang terbuat dari besi, lalu pergi lagi.

"tapi pesanan gue udah gue makan, kok dianter lagi..emoticon-Bingung (S) "ucap gue binggung.

"ohh ini pesenan gue.. emoticon-Smilie" ucap cowok misterius yang ada di depan gue.

"ohh, kirain pelayannya khilaf. soalnya gue pesen itu juga tadi. emoticon-Malu"

"hehehe, makan lagi yook."tawar dia.

"lanjut, gue udah kenyang." ucap gue lalu kembali fokus ke film.

tetapi lagi-lagi ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi nonton gue, si cowok tak dikenal lagi ketawa-kewiti cekikikan, dan itu bener-bener nyita perhatian gue.

"heeh maaf, berisik yaa." ucapnya dengan tampang polos dan tak bersalah setelah sadar gue ngeliatin di dengan poker face.

"....................................................."

"video nya lucu deh. liat aja." ucap dia sambil ngeputar laptop nya kearah gue, dang gue mau ga mau ikutan nonton.

ternyata video yang dibilang lucu tadi adalah video konyol yang sering ada di youtubu emoticon-Hammer tapi setelah agak lama gue nonton bener juga sih lucu emoticon-Malu

"wkwkwkwk parah bgt tu orang.."komentar gue sesekali ketika melihat video itu.

"iya tu hahaha paraahh.."timpal dia.

dan tanpa sadar kita udah ketawa bareng ngelihat video itu...

"heeh iya, kita blom kenalan. gue fathan"ucap dia tiba-tiba setelah video itu habis.

"oh iyaa.. gue natha.."ucap gue sambil menjabat tangannya. emoticon-Smilie
di simpen buat cuap cuap dan sebagainya.. emoticon-Kiss (S)

pertemuan kedua

saat itu, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 5, berarti udah 7 jam kurang lebih gue duduk disini. gue mulai membereskan barang-barang gue kedalam tas ransel.

"looh, udah mau pulang aja tha? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) " tanya fathan setelah gue memasuki semua barang-barang gue ke tas.

"iya nih,. udah sore soalnya. duluan yaa than emoticon-Smilie" jawab gue, dan langsung beranjak meninggalkan fathan.

"natha..emoticon-Malu (S) " panggil dia setelah beberapa langkah gue beranjak.

"iyaa.. "

"hati-hati di jalan emoticon-Smilie." ucapnya sambil tersenyum.

"ohh oke."ucap gue lalu kembali melangkah meninggalkan dia, dari luar terlihat nathan masih memperhatikan gue dari tempat duduknya.

************


hari minggu telah berganti hari senin. yaaaa, hari yang sekiranya banyak dibenci ama orang-orang ampe keluar istilah " i hate monday.emoticon-Nohope" tapi ga bagi gue, gue begitu menikmati hari senin. karna hari ini ada matakuliah favorit gue, dan hari ini gue kepagian ke kampus. mungkin karna masih semester 2 dan gue masih ngerasain semangat anak SMA yang masih bisa bangun pagi dan ga ngeluh kalo ada kuliah jam 7 pagi emoticon-Ngakak (S)

baru aja gue nyampe di gerbang kampus, gue kayak ngelihat sesosok manusia ganteng yang gue lupa ini siapa emoticon-No Hope , tapi rasanya gue pernah kenal, pernah liat. ada tahi lalat sekseeeeh di dagunya yang bikin gue ga bisa lupa gitu aja..

"duuuhh siapa yaaa, mau negor ga tau nama, pura-pura kenal di bilang sombong.. emoticon-No Hope " pikir gue dalam hati..

tapi cowok itu tiba-tiba negor gue..

"haai tha.." ucapnya sambil tersenyum..

"heei juga.." sumpah gue masih binggung namanya siapa yaak emoticon-No Hope

"kuliah disini juga?" tanya lagi..

"iyaa nih, kamu kuliah disini juga?"

"iyaa, aku di jurusan perikanan, udah semester 6 sih.."jelas orang itu lagi..

"ohh, gue baru semester 2 dong heheheee..." gue berusaha ga manggil nama dia, karna gue lupa.. lupaaa emoticon-Hammer

"oh yaudah gue buru-buru mau ada labor nih.. duluan yaa..." ucap dia sambil buru-buru ninggalin gue..

"huuufffttt, tapi dia siapa yaa.." pikir gue lagi..

sepanjang jalan menuju kelas gue jadi berpikir keras, siapa cowok yang tadi negor gue.. gue rasanya kenal dimana yaa, apa gue udah amnesia emoticon-Cape d... (S) aduuh masa iya sih gue lupa.. gue masih mengingat kembali kejadian akhir-akhir ini. gue kenalan ama siapa aja yaa??

"hooi, benggong aja loh pagi-pagi.."suara tami temen gue yang tiba-tiba udah di sebelah gue.

"looh kapan datangnya lu? tiba-tiba udah disini aja. pake jurus menghilang yaa lu?" tanya gue heran.

"heeeh nonong, lu tuh di panggilin ga nyahut.. buruan bentar lagi buk nina masuk.."ucap tami.

"hooh.."lalu gue ngikutin tami yang berjalan menuju kelas.

"haaaaaaah iyaaa, gue inget.." ucap gue ke tami, di perjalanan menuju kelas.

"inget apa lu?"tanya tami heran..

"ga ada hihihiii.."

yaaa.. gue inget, gue ingeet dia fathan.. yaa ga salah lagi.. fathan yang kemaren sama-sama jadi fakir wifi ama gue.. emoticon-Hammer kok gue bisa lupa yaak emoticon-No Hope

*********


kuliah pagi itu berjalan lancar dan penuh semangat.. hingga ga terasa 4 sks matakuliah percakapan pagi itu berlalu begitu saja tanpa mengeluh.

"mau makan dimana?"tanya tami setelah keluar dari kelas.

"belum tau nih.. masih jam 11 ini.."

"ke alun-alun cafe laah yook.." ajak tami.

"yok lah..jalan kaki ajaa." jawab gue,

gue berjalan menuju ke alun-alun cafe bersama tami.. sepanjang perjalanan banyak obrolan tentang kuliah tadi, dan sedikit ngegosip. baru berjalan menuju arah parkiran, lagi lagi lagi gue ketemu fathan yang lagi duduk megang hp nya di deket pagar parkiran.

"fathan..?" panggil gue, buat pastiin gue bener-bener inget apa ga emoticon-Wink

"ehh iya tha.. udah kelar kuliahnya?" jawab fathan melihat kearah gue.

"hehe iyaa.."jawab gue, yang berarti gue benaran udah inget emoticon-Ngakak (S) dan gue ga amnesia emoticon-No Hope

"mau kemana?"tanya dia lagi.

"mau ke alun-alun nih, ikut?" tawar gue.

"hmmm boleh.."
Ciee si cicak bikin cerita emoticon-Big Grin
Numpang pejwan ja dlu akh..
Mudah2.n ceritanya gk ngenes2 amatemoticon-Hammer (S)
Aseeekkkk...
Cicak bikin cerita nih!
Ceritanya kalo bisa yang ngenes, ya!
Biar aku bisa bales dendam disini!
Muahahaaaa
Quote:


silahkan kang.. jangan lupa ngopi dulu, biar ngaso..

ga kok, ga akan ngenes.. cukup yang ngenes hanya cerita seorang mantan dosen telkom yang tak usah di sebutkan namanya.. aku ga mau ikutan ngenes.. emoticon-Metal

Quote:


gaa dong..
ga akan aku biarin lu bales dendam dimari mas emoticon-Metal
Quote:


emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Alhamdulillah klo gk ngenes mah..
Tuh nongol berobdong tua.a..
Yg gk usah disebutkan nma.a
Wakkwaww

tami berulah

fathan kembali memarkir motornya, karna ga mungkin kita naik motor bertiga ntar dikira terong di cabein emoticon-Hammer, untungnya istilah terong-terongan dan cabe-cabean belom ngetrend pada zaman itu.

kita berjalan kaki menuju cafe alun-alun, sebuah cafe di pinggir laut yang berada ga jauh dari kampus gue. yang di padang mungkin bisa menebak ini kampus gue apa, dan cafe alun ini berada dimana..

suasana cafe ini sebenarnya romantis banget kalo ga ada badai. angin laut bertiup dan pohon yang sangat bikin sejuk yang pasti ngebuat betah nongrong disini. si empunya cafe atau mungkin pelayannya sering memutar lagu-lagu rege yang gue ga kenal sama sekali. mungkin karna gue emang ga tertarik sedikit pun ama lagu aliran rege ini *abaikan.

gue memilih duduk di meja lesehan, biar lebih adem.. gue duduk sebelahan ama tami sedangkan fathan duduk di depan kita berdua, mungkin biar dia bisa memandang wajah gue yang cantik ini *halahNarsis

gue terlalu asik ngobrol ama fathan walaupun gue tetap sesekali ngajakin tami ngobrol. tapi gue ngerasa dari raut wajah tami ini seperti kurang suka dengan kehadiran fathan, atau mungkin dia ngerasa dikacangin.

sesekali fathan juga melempar pertanyaan kepada tami, tapi dia ngejawab dingin gitu aja. dan ini secara ga langsung jadi awkward moment.

"oh iya mau pesen apanih?"tanya fathan setelah pelayan yang nganterin menu pergi ninggalin kita bertiga.

"gue martabak mie ama capcin aja deh.."ucap gue.

"lu tam?" tanya fathan..

"gue minum aja deh, mineral."jawab tami dingin tanpa ngelihat kearah fathan..

"oh oke."fathan langsung menulis pesanan kita bertiga, lalu nganterin pesanan ke salah satu pelayan.

"napa sih tam.?"tanya gue ke tami setelah fathan pergi.

"gue? kenapa? gue gpp tuh.."jawabnya tanpa ngelihat kearah gue.

"gpp tapi lu ketus gitu dari tadi. gue ajakin ngobrol juga.."

"gue ga suka ama temen baru lu emoticon-Mad." bentak tami lalu pergi gitu aja.

"tam.." gue manggil tami yang mulai ngejauh. tapi percuma aja ga digubris.

gue ga ambil pusing, mungkin tami lagi sensi, mungkin dia lagi dapet..

"tami kemana?"tanya fathan setelah kembali.

"ohh, ada urusan ngedadak katanya."jawab gue bohong.

"hmmm.. tapi tadi gue liat dari jauh kok kayak orang marah yaa?" tanya fathan..

"ga tau juga.. udah ahh ga usah bahas. ntar jam 3 ada kuliah lagi, kalo ketemu gue tanyain deh."jelas gue.

"berarti abis ini ke kampus lagi?"

"iyaa.."jawab gue singkat.

ga lama minuman yang kita pesen dateng. gue langsung nyeruput capcin yang cincaunya kayak cacing panjang panjang dan ahhh sudahlahh emoticon-Cape d... (S)

gue dan fathan diem-dieman, ntah kehabisan bahan permbicaraan, ntah kenapa. tapi kalo gue karna ga suka ama kelakuan tami yang tiba-tiba marah ga jelas.

tama nyeruput habis air mineral yang dipesen tami tadi, ntah haus apa rakus, air mineral itu langsung habis setengah botol.

"lu udah berapa hari ga minum than?" tanya gue heranemoticon-Bingung (S)

"hahahaa, abis tadi panas banget.." ucapnya dengan tampang ga berdosa.

"emoticon-Cape d... (S) "

"emoticon-Big Grin "

ga lama kemudian pesenan gue dan fathan dateng, dan kita fokus ama makanan masing-masing tanpa ada pembicaraan.
Quote:



di SFTH cuma abang tapi ceritanya ngenes..
udah juara ngenesnya.. emoticon-Big Grin


asyik sist ceritanya..
itu tujuh jam di cafe situ cuma mesen fishfillet doang ?
Quote:


idem gue ama sista ini..
ngenesnya mas yojiek ga akan tertandingi..
alhamdulillah kalo asyik sist emoticon-Malu
hehehee iyaa, alhamdulillah walopun cuma pesen fishfillet dan moca floatnya aja ga bakal diusir duduk disitu berapa jam pun... emoticon-Ngakak (S)
Mbak natha.
Natha de Coco emoticon-Genit
Lanjut lagi mbak emoticon-Smilie

PDKT KAH?/

gue kembali ke kampus berdua ama fathan. sepanjang jalan kenangan kita terus bergandeng tangan *LohMalahNyanyi emoticon-Hammer. hmm gue ulang, sepanjang jalan ke kampus kita berdua ngobrol dengan sesekali terselip tawa karna obrolan lucu dari fathan. ntahlah, beberapa jam disamping dia bikin gue hmmm apa yaa, mungkin nyaman.

"ntar kasih tau ya, kalo udah kelar kuliah. kita pulang bareng.,"ucap fathan setelah sampai di gedung fakultas gue.

"hmm... emoticon-Smilie "

"yaudah gue ke labor dulu yaa.."

fathan berlalu menuju labor perikanan yang berada disebelah gedung gue.. sedangkan gue berjalan menuju kelas, sambil celingak celinguk mencari sosok tami.

"liat tami ga kik?" tanya gue ke kiki yang udah duduk manis dikelas walopun belom ada dosen.

"tami ga masuk, dia titp absen. kenapa?"

"diih parah, baru semester 2 udah berani TA segala.." oceh gue.

"yaa, gue juga ga berani sih. tapi dianya ngotot."

"ohh yaudah.."

*******


seusai kuliah sore itu, gue pulang bareng ama fathan, sesuai ama ucapan dia tadi. tapi kostan gue yang hanya 10 menit dari kampus, malah jadi muter jauh kemana-mana kalo bareng ama fathan.

sesampai dikost, gue ngelihat sosok tami yang lagi duduk diberanda kost gue. maybe, nungguin gue. tetapi setelah gue turun dari motor dan fathan pamit dia hanya ngeliatin gue dengan tatapan yang horor, lebih horor dari tatapan julia perez di film kuntilanak keguguran emoticon-Takut (S)

"heeh, udah lama tam" ucap gue basa basi

"................" tami hanya diam dengan masih menatap horor kearah gue.

"emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) ada apa tam??" tanya gue lagi.

lalu tami berdiri, dan pergi gitu aja meninggalkan gue dalam kebinggungan..

what the f****, gue didiemin ga jelas gini. mungkin gini kali yaa, binggungnya cowok dikodein ama ceweknya yang lagi marah. untung gue ga pacaran ama cewek emoticon-Betty (S)

********


hari berlalu, gue makin hari makin deket ama fathan, tapi ngejauh dari tami. tapi emang gue ga begitu deket banget sih ama tami. biasa aja, cuma temen sekelas, ga akrab yang kemana-mana bersama kayak orang kembar siam gitu tapi tetep aja kan ga enak didiemin.

pernah suatu kali gue liat tami lagi duduk di medan nan bapaneh a.k.a tempat ngumpul anak-anak FIB di kampus, gue nyamperin dia.

"hei tam.. emoticon-Smilie " sapa gue.

"......"dia hanya nengok ke gue terus diem.

"kalo gue ada salah mending ngomong tam, gue ga suka didiemin tanpa sebab gini. gue ga akan tau kalo lu ga ngomong salah gue apa.."jelas gue panjang lebar.

"gpp.."jawabnya singkat.

"duuh tam, gue walopun cewek gue ga ngerti deh kode-kodean begitu, mending terus terang tam. kenapa? kalo gpp kenapa lo ngejauh gitu dari gue." jelas gue lagi.

"lu urusin aja pacar baru loh.."ucap tami sewot lalu ninggalin gue sendirian.

oke, dari percakapan hari itu gue anggap udah cukup gue sok pengen baekan, sok pengen minta penjelasan tami. semuanya gue gue rasa cukup. toh juga gue udah berusaha nanya salah gue apa..

tapi akhirnya gue butuh tempat sampah juga buat ngebuang unek-unek gue soal tami, karna saat itu gue lagi bareng fathan jadilah di tempat sampah gue saat itu.

"than, aku heran.."ucap gue ngebuka percakapan, sore itu kita lagi duduk berdua disusunan batu deket laut dibelakang fakultas gue.

"heran, kenpa?" fathan menanggapi obrolan gue.

"tami than, lo tau kan dia waktu kita makan di alun-alun bertiga itu dia tiba-tiba pulangkan? dia tuh marah ama gue. padahal yaa hari itu kita ga ngacangin dia kan? terus gue juga udah berusaha nanya ke dia kenapa, jawabnya gpp doang.."jelas gue panjang lebar.

"hahahaa... nah kan cewek itu penuh dengan kode. kenapa bisa ga ngerti , lu kan juga cewek.."ucap fathan..

"auk ahh.."

"gue sebenarnya sebelum itu udah pernah kenal ama tami. emoticon-Smilie mungkin dia ga suka gue deket ama lu." ucap fathan "tapi, gue ga akan mundur kalo cuma gara-gara tami."lanjutnya lagi.

"maksudnya?emoticon-Bingung (S) "

"kalo masalah gue udah kenal ama tami itu, biar tami yang cerita. emoticon-Smilie"

"looh lu mah sama aja, bikin orang penasaran."

"gue pengen lu tau ajaa. gue niatnya sekarang mau pdkt ama lu. biar lu tau, dan jangan biarin 1 orang pun buat nikung gue. gue mau lu kenal gue dulu. selanjutnya lu yang nentuin apa gue pantes jadi pacar lu, apa ga..:"

menjelang KKN

Setelah pernyataan pdkt itu, pertemuan gue dan fathan malah sedikit berkurang. Fathan lagi sibuk dengan labor ikan-ikannya, sedangkan gue sibuk bergelut dengan kanji-kanji yang berjejer seperti cacing lagi baris.

Selain itu, ada sedikit perasaan resah bagi gue, fathan yang bakal ngelewatin semester 6 ini, bakal segera ngejalanin program KKN. Yang tentunya ga akan ada waktu buat gue ketemuan ama dia dalam waktu 45 hari..

Momok yang menakutkan itu ditambah dengan ocehan temen sekelas gue tentang kebiasaan KKN itu.

“katanya kalo mahasiswa KKN, yang jomblo bisa jadi punya pacar dan yang punya pacar bisa putus karna disana ketemu pasangan baru hahahaaaa” omongan risa salah satu temen gue dan diiringin gelak tawa yang lainnya.

Mereka mewanti-wanti untuk gue memperjelas hubungan gue ama fathan sebelum dia berangkat KKN. Disisi lain, sebenarnya gue ga begitu ngarep fathan buru-buru nembak gue.

Hari itu setelah 1 minggu lebih ngejalanin ujian, fathan ngajakin gue jalan, sekalian nemenin dia buat beli perlengkapan yang bakal dibawa KKN.

“kita kemana dulu nih?”tanya dia setelah gue didalam mobil hitam yang dikendarai fathan sore itu.

“terserah aja..gue kan nemenin lu, yaa ngikut aja sih..”jawab gue.

Tanpa ngejawab fathan langsung menghidupkan mobil.

“tumben pake mobil.”tanya gue.

“hmmm, kan mau belanja kalo pake motor ntar ribet bawa barang-barangnya pulang.” Jelas dia.

“ehh emang mau belanja seberapa banyak?”

“ga tau hehehe”

“oh iya KKN di daerah mana?”

“di batu sangkar.”jawab nya singkat dan gue Cuma ngejawab “oh”

Ga ada percakapan selanjutnya. Fathan memakir mobilnya di basemant, di plaza tempat kita pertama kali bertemu dulu.

“kita ke pasar raya aja yook”ajak fathan.

“looh, gue kira bakal belanja disini, kok ke pasar raya?”tanya gue binggung.

“parkir doang hahaha” ucapnya sambil ngacak rambut gue.

Kita menuju pasar yang ga jauh dari plaza itu, fathan berjalan di belakang gue, sambil sesekali ngegandeng tangan gue, kalo gue jalan kecepetan.

Akhirnya sekian lama berjalan, fathan berheni disalah satu toko yang jualan CelDam. Ndan gue disuruh milihin yang mana yang bagus..
Ebussett... menurutgue Celdam cowok sama aja.. akhirnya gue pilihin aja yang mereknya sama kayak yang dipake bokap gue.

Setelah ngebeli beberapa barang, kita ngelewatin deretan toko yang ngejual kain dasar baut baju. Tiba-tiba fathan megang tangan gue dan masuk ke toko ke salah satu toko.

“ehhbuset, mau beli kain dasar juga? Buat apa?”tanya gue penasaran.

“bentar lagi lebaran kan? Beli dasar baju bareng yook. Biar ntar pas lebaran bisa kita sama-sama baju emoticon-Big Grin”jelas fathan sambil milih beberapa dasar kain batik.

“heeh, lu lebaran dimana, gue dimana..” jawab gue makin binggung.

“yaa seenggaknya kan kita punya baju couple anti mainstream hahahaaa” lalu fathan nyodorin beberapa kain ama gue.”mana yang bagus?”tanyanya.

“hmm coba yang lain deh..yang ini coba lihat..”

Akhirnya beberapa lama, pilihan kita jatoh ke kain batik berwarna ungu tua, dengan corak yaaang yaa begitu lah..
Setelah yang diperlukan kita rasa cukup, kita kembali ke tempat parkir buat naroh barang-barang. Setelah itu, fathan ngajakin makan ke
salah satu resto yang ada di plaza itu.

“abis ini mau kemana lagi?”tanya fathan sambil menunggu pesenan kami.

“ga tau..”jawab gue singkat. “emang berapa hari lagi berangkat KKN nya? Kok udah belanja sekarang aja?”tanya gue.

“10 hari lagi, besok takut ga sempet sekalian sedikit ngerayain gue jadi asistent labor dong ..”:

“wuiihh hebat, selamat selamat selamat...”ucap gue sumringah.

“makasih, gue kan semangat ujian karna lo kali.”ucap fathan lirih hampir ga kedengeran.

“apa than??”tanya gue buat ngeyakinin kata-kata dia sesuai apa ga kayak yang gue denger.

“hmm ga ada.. pass..”ucapnya sambil senyum manis.

Omongan gue kepotong dengan seorang pelayan yang dateng ngebawa pesenan kita. gue ga mau bikin adegan pelayan yang dateng pake acara dramatis segala, karna pelayannya cewek jadi yaa gue tulis biasa aja.

Lalu kita sama-sama diem , menikmati makanan masing-masing dengan khidmat.

“than..”panggil gue di sela-sela mengunyah makanan yang ada di mulut gue.

“iyaaa tha..”jawabnya tanpa mengurangi khidmat fathan menikmati makanannya.

“ayam rica-rica pedes looh. Cobain deh..”ucap gue menawarkan ayam rica-rica yang ada di piring gue.

“suapin emoticon-Big Grin “ pinta fathan.

“...”gue memotong sedikit ayam rica-rica dan nyuapin kefathan. Tiba-tiba wajah fathan berubah jadi merah.

“pedes gilaa..”

“hahaha, nyesel gue pesen ini.”ucap gue sambil naroh sendok diatas piring. “oh iya, abis ini ke tukang jahit yukk..”ajak gue.

“ngapain..?”

“ngukur baju hahaha, dari pada ntar kain tadi ga kejahit gimana tuh...”

“boleh sipp.. buruan abisin makanannya..”

fathan vs tami

Setelah makan, kita langsung menuju tempat tukang jahit tetapi sepanjang perjalanan gue dan fathan hanya berdebat masalah dimana tukang jahit yang bagus.

“dimana sih? Dari tadi ga nyampe-nyampe.. emoticon-Mad”protes gue.

“laah binggung jahit dimana? Hmm mending gini deh, lo cari di google model bajunya kayak apa, gue nelfon nyokap buat nanya dimana dia biasa ngejahit baju.”saran fathan.

Gue langsung ngebuka google di hp gue, mencari model baju yang bagus, sedangkan fathan juga langsung nelfon nyokapnya.

“kata bunda di jalan cacing kejepit ada tukan baju yang bagus. Kesana aja.. udah dapetkan?”tanya fathan beberapa saat.

“udah ada beberapa pilihan sih..”ucap gue.

Kita langsung menuju tempat yang dimaksud oleh nyokap fathan. Kita sepik-sepik dikit trnyata disana empunya adalah temen deketnya nyokap fathan.

“ehh fathan udah gede rupanya. Dulu pas tante ke rumah kamu masih sering cemong loh “ucap si pemilik yang sedikit ngebuka aib.

“iyaa dong makin gede, masa kecil mulu. Boneka dong..”jawab fathan sekenanya.

“tadi bunda kamu udah nelfon. mana model bajunya.. oh iyaa ini siapa than?” tanya si tante yang mulai kepo.

“oh ini calon tan.. emoticon-Big Grin ” ucap fathan yang bikin gue hanya bisa tersenyum kecut.

“waah udah ada calon aja. Sini mana model yang mau di jahit.?” Lalu gue ngeliatin model yang abis gue comot dari google.“ohh ini bagus, sesuia ama bentuk badan kamu..”komentar si pemilik tempat jahit.

Lalu dia menyuruh karyawannya untuk ngukur badan gue, dan fathan. Setelah itu kita langsung pamit karna udah terlalu sore.

“than, emang lu kenal ama tante tadi? Kayaknya tau banget aib lu waktu kecil.”tanya gue penasaran.

“ga.. emoticon-Big Grin “ gue aja ga ngeh pernah ketemu dia. Dan kemudian diiringi suara tawa kita berdua.

“oh iya, udah mulai liburkan? Kapan pulkam.”tanya fathan.

“blom tau rencananya lusa..”

“bisa ga , pulkamnya di tunda ampe gue berangkat KKN. Pliiss..”ucapnya memelas.

"Gue usahain yaa..” jawab gue singkat.

"makasih yaa emoticon-Smilie "

lalu suasana hening ampe di depan kostan gue. fathan ngebantuin gue nurunin beberapa barang yang gue beli. ternyata yang lebih banyak belanja bukan fathan tp gue emoticon-Cape d... (S) jadi gue ga tau ini siapa yang nemenin siapa.

"mampir dulu than.."basa basi gue.

"gue ambilin minum ya.." ucap gue ninggalin fathan di ruang tamu kostan.

"makasih.. emoticon-Smilie " ucap gue setelah nerima teh dari gue. "aku boleh minta sesuatu ga?"ucap fathan setelah meminum teh.

"apaan?"

"minta nomernya tami dong .."

"emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) buat??"

"ada laah.. mau kelarin yang belom kelar.."

"yaudah nih.. " lalu nyodorin hp gue ke fathan.

"oke, makasih.. emoticon-Smilie oh iya gue pamit dulu yaa.. udah malem nih. udah kucel blom mandi.."

"tetep ganteng kok than emoticon-Malu (S) "ucap gue ngegoda.

"tapi tetep aja kucel tha. emoticon-Hammer "

"iya deh.. emoticon-Wink "

*********************************


beberapa hari menjelang keberangkatan KKN, gue ngabisin waktu bareng-bareng fathan. ntah itu dia main ke kost gue, atau pergi keluar buat sekedar jalan-jalan ga jelas.,

pada hari itu, tiba-tiba fathan ngajakin gue pergi makan diluar. siang itu kita makan di cafe alun-alun, yang berbeda hanyalah ada kehadiran tami setelah beberapa menit kita nyampe disitu.

"heeh ada tami than."ucap gue heran ngelihat tami yang berjalan mengarah kemeja tempat gue dan fathan berada.

"udah lama ya.?" tanya tami tiba-tiba yang udah berubah ramah ke fathan.

"loh udah janjian than?"tanya gue makin heran.

"loh natha ga tau than?" tanya tami yang mungkin juga heran.

"hehe.. udah pesen dulu aja. biar enak ngobrolnya."

akhirnya gue hanya memilih mesen kentang goreng dan capcin. sedangkan tami hanya mesen mineral.

lalu fathan ninggalin gue berdua ama tami buat nganterin pesenan keseorang pelayan. gue berasa dejavu ama saat-saat tami ngambek ga jelas itu. tapi saat ini, tidak ada obrolan apapun ampe fathan kembali.

"hmm, sambil nunggu pesenan. kita mulai aja ya."ucap fathan ngebuka obrolan.

"oke, seperti yang udah lo jelasin kemaren than. gue udah ga masalah lagi kok. terus apalagi nih?" ucap tami to the point.

"apaan nih.? jelasin apa?emoticon-Bingung (S) "tanya gue heran.

"jadi gini. gue mau jelasin kenapa tami tiba-tiba marah."ucap fathan.

"heeh gini deh buat yang bagian itu, gue aja jelasin. bisa?" protes tami. " jadi gini gue marah karna lo tiba-tiba aja deket ama fathan yang sebenarnya gue udah kenal sejak jaman gue SMA, dan dia itu pernah bikin masalah ama gue. yang ternyata hanya salah paham. gue marah karna gue ga suka lo jalan ama dia. nah, kemaren fathan udah ngejelasin ke gue."ucap tami ngejelasin panjang lebar.

gue hanya diem nyimak penjelasan dari mereka berdua.

"nah, gue itu dulu temen deketnya mantan tami.."

"sorry temen deket apa pacar?" sela tami di tengah-tengah penjelasan fathan.

"oke, gue jelasin secara rinci ya tami yaa.. biar lo ga nyela omongan gue. biar gue ngomong ampe kelar. indra itu yang maksa buat gue jadi pacar dia. gue ga pernah anggep. trus tiba-tiba dia ngakuin gue pacar di depan lo, biar lo putus ama dia. aslinya gue ga pernah jadian ama itu homo"jelas fathan yang bikin gue shock.

"apa sih nih., indra apa? lo homo than? terus maksud lo mau deketin gue apa? buat ngejadiin gue sebagai penutup status lo?" cecar gue dengan pertanyaan ke fathan.

"gue ga homo tha.."

"tapi temen dia rata-rata homo tha, ati-ati lo kalo jadian ama dia.."ucap tami setengah emosi.

"tam lo katanya udah maafin. terus lo minta gue ngakuin ini di depan natha, sekarang lo malah bilang gitu. oke iya temen gue emang banyak homo, dan gue pernah punya status dengan cowok.." fathan mengamini ucapan tami. "tapi sekarang gue udah berubah. salah gue buat berubah.?"lanjut fathan lagi.

gue makin binggung, rasanya dada gue agak sesek nerima kalo cowok yang lagi ngedeketin gue ini pernah homo. jujur aja gue udah sedikit ngebuka hati buat dia. rasanya pengen pura-pura mati aja saat itu.

"gini aja deh than. gue pulang dulu yaa.. pusing gue.."ucap gue ninggalin perdebatan mereka. sebenarnya gue punya sejuta pertanyaan buat fathan tapi gue urungkan niat gue berlama-lama disana. perut gue tiba-tiba mual karna terlalu banyak pikiran.

*******


sepulang dari cafe alun-alun tadi gue memutuskan buat tidur buat ngehilangin rasa mual yang mendadak muncul. gue terbangun ketika suara ketukan pintu kamar kost gue.

"tha, ada yang nyari.."ucap salah seorang temen kost gue.

"iyaa.."jawab gue sambil ngumpul nyawa.

gue berjalan ke toilet untuk sekedar cuci muka, dan ngerapiin muka bantal gue yang kusut banget. lalu gue berjalan k ruang tamu. gue ngelihat fathan duduk di sofa coklat yang berada di ruang tamu. gue berniat buat puter balik ke kamar dan pura-pura tidur ampe fathan pulang tapi niat gue gugur setelah fathan ngelihat kearah gue.

"tha.."panggilnya sambil menghampiri gue.

masa lalu fathan

"tha.."ucapnya menghampiri gue.

"bisa duduk bentar. gue mau ngomong, bukannya lebih enak diomongin dari pada diem-dieman."lanjut fathan lagi.

"ke kamar aja. "ucap gue dingin. fathan ngikutin gue ke kamar. gue hanya butuh privasi buat omongan ini, makanya gue ajak dia ke kamar.

setelah fathan masuk, gue langsung kunci pintu dan duduk bersila di karpet kamar gue.

"silahkan, ngomong. kali ini gue harap jujur. ga ada yang ditutupin lagi. kalo emang niat lo baek buat jadiin gue pacar lo." jelas gue ke fathan.

fathan duduk bersila di sebelah gue. "mungkin gue mulai dari akar masalah hidup gue tha. lebih baik lo tau ini sebelum lo jadi pacar gue. gue ini, anak seorang single mother, yang harus ngenafkahinnya sendirian tanpa suami. ayah, sosok yang hanya gue kenal dari bunda kata bunda dia mirip gue. tapi gue ga pernah ketemu tha, dia meninggal waktu bunda hamil gue."fathan hanya tertunduk ceritain itu. sedangkan gue nyimak cerita dia. memperhatikan gerak matanya, mencoba menebak ini benaran apa khayalan.

"pensiunan ayah, ga cukup buat biaya hidup. setelah gue sekolah bunda udah kerja lagi, karna dia ngerasa gue bisa ditinggal di rumah sendirian. tapi, sesuatu yang buruk dateng ke gue. temen bunda, tepatnya orang yang ngasih bunda kerjaan. dia dateng kerumah, dia katanya nyari bunda padahal dia tau bunda ga dirumah. waktu itu gue udah kelas 5 SD. terus dia ngajakin gue ngobrol. besoknya dia datang lagi, lalu mulai dia ngebujuk gue pake coklat, pake mobil remote control yang gue kepengen banget. tapi dibalik hadiah-hadiah itu, dia ngerenggut keperjakaan gue.."suaranya bergetar waktu mengucapkan kata terakhir. tapi ga tampak air mata yang bakal mengucur dari matanya. tatapannya kosong kedepan.

"tante itu, mulai sering kerumah. dan berujung dengan itu. dia maksa gue, selalu, selalu selalu. gue ga berani cerita ke bunda saat itu. tapi lama-lama gue ngerasa 'itu' gue sakit tha. makanya gue beraniin cerita kebunda, bunda ga mau ngebuka kasus ini keluar, dia hanya berhenti kerja dari tempat tante itu dan ngebuka usaha dia sendiri. bunda mulai fokus ngasih perhatian ke gue. tapi tha, ga cuma sampai disitu, efek dari perlakuan tante itu bikin gue addict ama sex. masa SMP gue kacau, gue suka nonton Blue film, dan gue berkhayal soal itu. gue ngerasa, butuh perlakuan dia." gue hanya menghela nafas panjang mendengar pengakuan itu.

"gue disaat gue ngerasa mulai tertarik ama lawan jenis, gue urungkan niat gue buat ngedeketin dia. gue ga mau cewek yang bakal jadi pacar gue, malah gue bikin kejebak ama sex pra nikah ama gue. gue ga mau ngerusak orang, cukup gue yang rusak. awalnya gue nyari pelampiasan, temen gue ngajak gue ngegym. awalnya sih biasa aja, disana gue kenal ama indra mantannya tamil. sekitar 1 tahun gue kenal ama dia, gue ngerasa deket biasa aja tapi dia malah ngerasa lebih. dia pikir gue sama ama mereka. dia anggep gue pacar dia, di tempat gym pada ngira kita pacaran. karna gue ga ngeh gue biasa aja ya, dia ngajakin gue dugem kita minum banyak banget disana gue kejebak dalam keadaan mabok gue lagi lagi ditidurin ama orang tapi ini cowok. dia ngancem bakal bilang ke bunda kalo gue ini homo, jadi gue ikut-ikut aja maunya dia. dia kenalin gue ke tami sebagai pacarnya dia, dan mereka putus. tami benci ke gue." fathan ga melanjutkan ceritanya.

"jadi karna itu tami marah?" gue mulai ngebuka percakapan.

"iyaa.."

"terus sekarang, lo ga ada hubungan lagi ama indra indra itu.?"tanya gue lagi.

"udah hampir setahun ini dia ga ngehubungin gue lagi, dia ninggalin gue gitu aja.. jadi gue ngerasa udah bebas dari dia.."jelas fathan.

"terus kalo dia balik lagi gimana? lo bakal ninggalin gue?"

"ga tha. gue ga mau. gue ga ada rasa dikit pun ama dia. tha, gue ini udah semester 6, abis KKN ini gue udah ngajuin judul. kalo lancar gue bisa lulus 3,5 tahun. waktu gue mutusin buat deketin lo, bukan tanpa rencana. gue mau ketika gue lulus, dan gue udah kerja gue mau buru-buru nikah tha. gue pengen mulai hidup baru ama lo. ama orang yang bisa bikin gue ngerasa hidup."jelas fathan panjang lebar.

"hhhhhhhhhhhh,, gue ga tau mesti jawab apa than."gue tertunduk, mulai mual lagi karna pikiran-pikiran yang muali penuh ama masalah ini.

"yaudah tha, yang penting lo udah tau buruk gue. masa kelam hidup gue. silahkan pertimbangi, bunda udah tau ama niatan gue, dia hanya nunggu lo siap dan gue bakal bawa lo ketemu bunda. gue pamit dulu yaa.. emoticon-Smilie "ucap fathan.