alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/555a9686162ec268428b4571/nelayan-penolong-rohingya-kalau-nasib-kami-seperti-mereka-bagaimana
Peringatan! 
Nelayan Penolong Rohingya: Kalau Nasib Kami Seperti Mereka, Bagaimana?
Nelayan Penolong Rohingya: Kalau Nasib Kami Seperti Mereka, Bagaimana?
LANGSA – Nelayan-nelayan itu sedang mengecat kapal kayunya di pinggir Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh, saat kami menghampiri dan menyapa mereka. Sebagian badan kapal berkapasitas 50 ton itu nampak kilap. Kapal ikan sumber penghidupan mereka itu nampak baru kembali.

Seorang nelayan berusia parobaya sambil terus sibuk bekerja menanyakan identitas kami. Setelah berbasa-basi, Mohamad Adenan meminta kami naik ke atas kapal. Dengan hanya balok kayu, kami meniti ke atas kapal. Adenan yang dituakan oleh nelayan-nelayan lainnya itu berhenti bekerja dan menemui kami. Adenan juga menawarkan makan siangnya. Namun dengan sopan kami mengatakan kami sudah makan siang. Kami terkesan dengan keramahannya, yang menjadi salah satu karakter positif orang Aceh.

Sebagaimana diberitakan, pada Jumat pagi (15/5/2015), ada enam kapal nelayan Aceh yang menolong para manusia perahu asal Myanmar dan Bangladesh. Kapal Adenan adalah kapal yang mengangkut sisa pengungsi, berjumlah 45 orang.

“ Kami baru melaut satu hari, saat menemukan orang-orang asing itu,” ungkap Adenan. Biasanya kapal berada di laut 5 sampai 6 hari. Kapten kapal yang memimpin Muhammad Adenan dengan 40 ABK lainnya, memutuskan untuk mengevakuasi para manusia perahu asal Myanmar dan Bangladesh itu. Keputusan dilakukan usai saling kontak antarnelayan via radio, dan diminta saling merapat.

“ Kami ikut mendekat ke lokasi dimana orang-orang itu berada,” tutur ayah dari enam anak ini.

Adenan mengatakan kapalnya adalah kapal terakhir yang mengangkut pengungsi. “ Lima kapal yang lain sudah di depan kami,” tambahnya.

Saat kapal nelayan dan pengungsi saling menekat, beberapa pengungsi langsung terjun ke laut untuk mendekat ke kapal Mohamad Adenan. Menurut penglihatan Adenan, ada juga perempuan yang nekat terjun berenang mendekati kapalnya. Jarak dua kapal sekira 30-40 meter. Para pengungsi itu berteriak-teriak, “ Allahu kbar, Allahu akbar!”

Didorong rasa iba, kapten kapal memerintahkan Mohamad Adenan dan kawan-kawannya segera lebih mendekat, untuk mencegah mereka terjun ke laut.

“ Saat kami menolong mereka, tak ada di hati kecuali rasa iba. Saya membayangkan saat itu, seandainya mereka itu adalah kami, tentu kami saat itu akan sangat berharap pertolongan dari siapapun,” kata Adenan, yang selama 5-6 melaut bisa mendapat upah 150-200 dari bos pemilik kapal.

“ Apa salah mereka? Dan mengapa mereka seolah-olah tak boleh kita tolong?” jawab Adenan ketika ditanya keputusan mereka untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Usai kapal saling merapat, para pengungsi itu berpindah kapal. Mereka langsung duduk di dek kapal, dan sebagian, mungkin karena kelelahan, langsung berbaring. Sebagian laki-laki terlihat luka-luka yang masih setengah kering. Ada luka di lengan, punggung, kaki dan kepala.

Adenan mengatakan karena masalah bahasa, ABK kapal tak banyak bicara dengan pengungsi.

“ Yang kami lakukan segera mengeluarkan makanan dan air bekal kami mencari ikan untuk sepekan, yang masih banyak, karena kami baru berada di atas laut sehari semalam,” urai Adenan.

Adenan mengaku makin trenyuh melihat para pengungsi itu makan dengan lahap. Mereka nampak sama sekali tak mampu menyembunyikan rasa lapar dan haus mereka.

“ Bahkan saat kami baru mau selesai menaruh makanan ke piring, mereka langsung menyambarnya,” ungkap Adenan.

Bagaimana perasaan Adenan bisa membantu orang yang sedang sangat butuh pertolongan?

“ Hati saya lega, bisa menolong orang kesusahan. Mereka berada di laut sama seperti kami. Mereka manusia sama seperti kami,” kata Adenan.

Adenan dan kawan-kawannya menyatakan tak menyesal, usai mendaratkan para pengungsi itu, kapalnya sempat tertunda untuk melaut kembali oleh aparat. Kesempatan itu digunakan untuk mengecat kapal milik bosnya.

“ Mungkin karena kami masih dibutuhkan katerangannya kali,” ujar Adenan.
Sumber
Hati saya lega, bisa menolong orang kesusahan. Mereka berada di laut sama seperti kami. Mereka manusia sama seperti kami,

gue suka gaya loe emoticon-afro
rasa kemanusiaan muncul ketika melihat sesama dalam penderitaan, konon rohingya merupakan suku paling tertindas didunia
Keren banget rasa kemanusiaan ini bapak. Dia mikir begitu sementara ada orang mikir "Seandainya itu gue." kepada orang di atasnya bukan di bawahnya. Ini baru peka.
kasihan mereka .. disiksa di myanmar karena dianggap imigran bangladesh , tetapi oleh bangladesh tidak dianggap pula karena dianggap orang myanmar. jadilahmereka tidak punya negara
cmiiw
Kasian mereka emoticon-Frown
mulia banget hati para penolong itu. Sebagai manusia memang sudah seharusnya tolong menolong
good job pak dhe....emoticon-Jempol
Good Job buat orang2 Aceh.
Memang beda dengan cara berpikir orang di pulau tetangga (ingat Pulau Tetangga, bukan Negara Tetangga) yg terlalu BERPOLITIK sampe2 nuraninya dimasukin ke tong sampah.
Jadi hanya kita(baca: Indonesia) yang nerima pengungsi Rohingya? sebegitu bencikah
speacheless emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By .harmonics.
speacheless emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)


typo tuh tulisannya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sancimelekete
Good Job buat orang2 Aceh.
Memang beda dengan cara berpikir orang di pulau tetangga (ingat Pulau Tetangga, bukan Negara Tetangga) yg terlalu BERPOLITIK sampe2 nuraninya dimasukin ke tong sampah.


pulau mana gan, yg dimaksudemoticon-Malu (S)
semoga bpak2 yg nolong kelak dapat kebahagian dan dapat kelimpahan dari Tuhan YME
Quote:Original Posted By dewajashin


pulau mana gan, yg dimaksudemoticon-Malu (S)


Masa' agan gak tau...
Itulah Pulau yg kalau banyak mafia China masuk secara ilegal dan menempati separuh Jakarta malah didiem2in, giliran Rohingya cuma satu-dua kapal malah diributin. Toh Ditampungnyakan di Aceh juga, bukan Pulau Tetangga yg dimaksud juga.
Saluuut buat yg nolong emoticon-2 Jempol

Semoga pemerintah Indonesia bisa bantu suku rohingya, jangan dilihat dri politik y tapirasa kemanusiaan nya
Quote:Original Posted By sancimelekete


Masa' agan gak tau...
Itulah Pulau yg kalau banyak mafia China masuk secara ilegal dan menempati separuh Jakarta malah didiem2in, giliran Rohingya cuma satu-dua kapal malah diributin. Toh Ditampungnyakan di Aceh juga, bukan Pulau Tetangga yg dimaksud juga.


sudah gan, cooldown, emoticon-Blue Guy Cendol (S) biar tetap pada topiknya mendukung masyarakat ohingya yang sedang menderita saat ini
Quote:“ Apa salah mereka? Dan mengapa mereka seolah-olah tak boleh kita tolong?”
heroik sekali...emoticon-2 Jempol
Salut sama bapak itu
emoticon-2 Jempol

Kemanusiaan itu ga mengenal batas bangsa dan negara
salut emoticon-2 Jempol
semoga masalah pengungsi Rohingya bsia segera kelar