alexa-tracking

KISAH DI LANGIT KITA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55553085138b467d6c8b4568/kisah-di-langit-kita
KISAH DI LANGIT KITA
udah lama nih ane ga bikin cerita lagi di forum ini.curhat dulu dikiiiit...dulu ane pernah bikin2 cerita di forum ini sekarang jiwa nulisnya baru muncul lagi nih. dulu bikin cerita di sini mau ane lanjutin 2 tahun lalu eeeeh udah ga ada thread ane,pas sekarang malah account ane kelupaan juga jadi bikin baru dah.
emoticon-Sorry emoticon-Mewek

Di sini ane maucoba2 nulis lagi nih,semoga aja pembaca di sini suka ya baca tulisan ane, makluuum penulis awam,lebih tapatnya sih orang awam bukan penulis emoticon-Ngakak (S).ane juga mau buat prospek kedepannya disini doain aja ya para pembaca atau penulis yang ada di sini semoga ane bisa sampe kelar ngerjainnya dan bagus juga.
jangan lupa juga ya emoticon-Toast kalo para pembaca disini pada suka,kalo ga suka jangan di kasih emoticon-Blue Guy Bata (L) juga ya emoticon-Ngakak


salam hormat untuk para pembaca !


Spoiler for index:

Sedih 
PART I

Senja bersama hati yang terluka

aku berjalan mengelilingi kota sore itu. Entah apa yang di pikirkan olehku, aku pun tak tahu. Penuh rasa bingung dan sengsara yang menyayat hati seakan diriku penuh noda dan dosa yang menyelimuti diriku yang lemah ini.

Mengapa? Mengapa aku harus seperti ini ? apa karna dia yang melakukan ini kepadaku sehingga aku tak sanggup lagi menatap langit jingga di sore hari saat semua orang meratapi nasibnya masing-masing yang tak kalah bingungnya dengan diriku ?Aku menatap diriku dari lempengan logam yang tertempel di dinding halte kota, melihat betapa terpuruknya jiwa yang tersesat ini.

Keramain semakin membuat ku merasa sunyi, sunyi sekali sehingga aku tak bisa melihat dan mendengar suara dari segelintir manusia yang berada di dekatku. Aku hanya menatap seorang diri dan meratapi perih yg ada di dalam diriku ini.

Langit semakin menggelapkan hati dan jiwaku, angin malam yang berhembus, menembus ke pori-pori tubuhku, membuatku bergetar,merinding dan menggigil, pakaian yang aku pakai saja sampai tak mampu menahan dinginnya malam ini. Gerimis yang turun membuat hati pilu ku semakin mendalam. Aku menatap jalanan yang basah dari kaca bus yang kutumpangi ,melihat betapa berlinang air mataku seperti genangan air yang membasahi jalanan kota malam ini. Saat semua menikmati lantunan lagu yang di putar oleh sang supir bus aku hanya bisa meneteskan air mata yang tak tertahankan lagi untuk meluapkan semua rasa yang ada pada diriku.
Bagus sih kata kata nya,tapi belum bisa menggambarkan maksud cerita nya emoticon-Sorry
Quote:


sabar dulu ya gan ini baru awalnya,ane lagi lanjutin nulis di word dulu hehehe..
gan numpang nanya dong kalo bikin spoiler gimana ya buat perpart ane lupa.

Sedih 
PART II

Senja bersama hati yang terluka


Kejadian pagi itu membuatku tak dapat berfikir dengan jernih,otakku serasa membeku seperti sungai di musim salju. Mengapa ? mengapa aku sebodoh ini sampai2 aku melakukan dua kesalahan sekaligus dalam beberapa jam lalu, aku terlalu bodoh untuk bisa berfikir.

Lantunan lagu yang di putar dalam bus ini seakan sengaja membuatku semakin tak tau arah,bernyanyi bak angin laut yang berhembus pelan membawa sendu semakin dalam. Mendayu-dayu membuat orang yang sedang putus asa, semakin terbawa oleh keputus asaannya.

Aku berjalan kearah pak supir yang sedang asik menikmati lagunya sambil mengemudikan bus yang melaju santai.
“saya stop di sini saja pak”. Kataku kepada sang supir bus.
“oh iya mas”.sambil menepikan bus yang sedang iya kendarai ke sebuah halte.
“terimakasih ya pak”.kataku lemas


Aku pun turun dari bus itu, berjalan menuju suatu tempat yang aku tahu sebagai alasanku mengapa aku seperti ini. Jalanan yang sedikit basah mengotori sepatuku, aku pun terus berjalan menuju tempat itu sambil melihat sekitar dan mencoba untuk membuka mata dan fikiranku agar aku bisa berfikir dengan jernih.

Tembok-tembok gang yang kulewati seakan membisikanku untuk memutar arah dan memprovokasi agarku tak melakukan hal yang akan kulakukan saat ini. Aku berusaha mengabaikan bisikan bisikan setan yang biadab itu, membuat otakku semakin beku dan berputar seperti terombang-ambing, di putar-putar oleh tangan raksasa yang tak terima aku ada di wilayahnya. Mataku buram, pengelihatan ku semakin memudar jalanku pun semakin sempoyongan. Aku mencoba untuk bersandar di tembok-tembok putih yang sudah menghitam karna debu-debu yang menempel di tembok tersebut. Tiba-tiba aku pun terjatuh dan semuanya menjadi gelap.
diksi nya bagus bang.
keep apdet ya.. emoticon-Big Grin

Peringatan! 
PART III

Senja bersama hati yang terluka


Aku terbangun di sebuah sofa panjang yang aku tak tahu sama sekali aku berada dimana, aku melihat ke sekelilingku menelaah ke setiap sudut-sudut ruangan ini. aku mencoba bangunkan tubuhku dari sofa tersebut,tetapi tubuhku terasa lemas, sendi-sendiku seakan tak berada di tempat ia seharusnya berada.

“aw ah aduh..ah kenapa badanku sakit sekali,dimana aku ?”. kataku sambil memijat-mijat kepala dan tubuhku yang terasa sakit ini.
Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menghampiriku dari ruangan lain sambil membawakan ku segelas teh panas yang masih berasap di tangannya. Bapak tersebut jalan perlahan sambil berucap .


“kamu ini orang mana mas ? hampir saja kamu di hakimi warga karna mengamuk, kalau tidak ada saya bisa bisa babak belur kamu”. katanya sambil menaruh teh panas ke meja di depanku.

“memangnya saya melakukan apa pak? Saya hanya berjalan di jalan itu dan tiba-tiba saya merasa pusing dan semuanya menjadi gelap”. Kataku memberi tahu yang aku rasakan

“kamu ini mabuk mas? Pas saya melihat mas mengamuk di jalan itu muka dan mata mas sangat merah,saya pun tak tahu kejadian awalnya seperti apa, yang jelas kamu tadi mengamuk dan melempar balok yang berserakan di jalan itu. saat warga mulai berteriak-teriak sambil menginjak-injak kamu saat kamu terjatuh dan terlihat lemas, saya langsung membawa kamu kerumah saya ini. itu para warga masih ada di depan rumah saya”. Kata si bapak menceritakan kejadian sebenarnya.

“astaga,apakah semua yang bapak itu ceritakan benar ? saya tidak merasa melakukan itu, lalu warga tersebut mau apa menunggu saya disini? Tolong saya pak saya tidak bermaksud melakukan itu” kataku sambil memohon agar si bapak dapat menahan amarah warga akibat ulahku.

“sudah-sudah kamu minum dulu tehnya,urusan warga biar saya yang urus”.sambil berjalan kearah pintu depan, bapak itu mencoba untuk menjelaskan apa yang aku ceritakan kepadanya pada warga

Belum sempat aku meneguk teh yang masih panas ini, bapak itupun menyuruh aku keluar rumahnya dan memintaku untuk menjelaskan semua kejadian tersebut. Akupun memberanikan diri untuk keluar rumah itu.

“tapi pak…” kataku ragu

“sudah tidak apa-apa kamu tidak akan di apa-apakan lagi oleh warga,tenang ada saya”. Katanya menyemangatiku

“hey,kamu ini orang gila apa pecandu alkohol yang gila ? berani-beraninya kamu mengamuk merusak jalan ini. memangnya kamu ini siapa beraninya membuat onar di tempat ini”. kata salah satu warga yang terlihat kesal meneriakiku yang baru saja keluar dari pintu rumah ini.

“tenang dulu pak anton, biar mas ini menjelaskan kejadiannya dulu”. Kata bapak itu menenangkan warga yang sedang marah tersebut.

Aku pun langsung menjelaskan kejadian yang aku alami tadi sambil meminta maaf kepada warga yang merasa dirugikan olehku. Aku meminta agar warga dapat memaklumi ku karna ketidak sengajaan yang aku perbuat.

“memang beberapa jam lalu saya meminum minuman beralkohol, tapi seperti yang saya bilang tadi, saya tak sadar kalau saya melakukan hal tersebut yang saya tahu saya jatuh dan semuanya menjadi gelap, hanya itu yang saya tau”

Setelah berbincang selama satu jam akhirnya para warga pergi meninggalkan kediaman pak Robert, bapak-bapak yang menolongku tadi. Akhirnya saya berpamitan dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pak Robert karna ulahku yang menyusahkan dirinya.

“terima kasih banyak ya pak, kalau tidak ada bapak saya tidak tahu akan berakhir dimana, karna pikiranku yang sedang runyam ini banyak pihak yang saya rugikan,sekali lagi saya berterima kasih kepada bapak atas semuanya”. Kataku sambil mengambil barang-barangku yang bercecer di lantai.

“iya mas tidak apa-apa, lain kali kamu jangan seperti ini lagi, kalau ada masalah jangan kamu melakukan hal seperti itu lagi, lakukan hal yang lebih baik mungkin fikiran kamu dapat lebih jernih”. Katanya memperingatiku.

“iya pak pasti”.
Quote:


thank you.. emoticon-Blue Guy Cendol (L) jangan lupa ya. hehehe
ane update sekitar jam segini terus nih kayanya soalnya jam segini lagi keluar inspirasi hehehe. support terus ya

up up

emoticon-Sundul Up
Gelar tenda dulu dah gan emoticon-Paw
Quote:


sip,tapi mungkin nanti malem ane baru update lagi, gelar aja terus tendanya jangan di gulung dulu emoticon-Ngakak
Quote:


jangan sundul sundul gan..
seingetku di sini gak boleh nyundul trit kyak fjb..
#CMIIW..

Kur kur kur

Kur kur kur
Quote:


Sorry gan ane ga tau hehehe emoticon-Hammer2
Quote:


Kur kur apa yi hahahaha
cerita baru emoticon-Big Grin

ikut nenda ya gan disini emoticon-Embarrassment

--

bikin spoiler >> [spoiler*=judul][/spoiler]

gitu gan emoticon-Big Grin tanda * jangan lupa dihilangkan emoticon-Embarrassment
cerita baru semoga menghibur... tapi part-nya kok pendek2 ya om.... semangat....
Quote:


iya kalo yg itu ane ngerti,ane mau bikin yg dalem spoilernya jadi perpartnya bisa langsung di klik plus judul,apa tuh ya namanya

Quote:


iya om biar ga pusing2 amat bacanya nanti hahaha, ok thank you...

Smile 
PART I

RUMPUT-RUMPUT BERNYANYI

Dering lonceng berdentang kencang di telinga ku, mentari pagi siap menyambut pagiku yang ceria. Mentari yang menghangatkan sebagian bumi ini, tanpa pamrih memberi senyum kepada makhluk-makhluk yang baru saja terbangun dari lelapnya malam yang menyelimuti keheningan.

“pagi…”. Kataku sambil mencium keningnya yang terhalang oleh rambut yang tak tertata.

“uuuhhhoooaammm…pagi juga suamiku”. Katanya sambil membangunkan tubuhnya dari kasur dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Ia pun langsung menyiapkan sarapanku, sementara aku bersiap-siap untuk mandi. air yang membasahi tubuhku memancarkan kebahagiaanku pagi ini. entah mengapa pagi ini terasa sangat indah dan menyenangkan. Apa karna malam tadi ? entahlah, yang jelas pagi ini aura-aura negatif dalam diriku seakan pergi jauh meninggalkanku. Setelah selesai aku membasahi dan membersihkan tubuhku yang agak kurus ini, aku pun langsung memakai pakaianku yang sudah di siapkan juga oleh istriku. Akupun siap untuk melakukan aktifitasku pagi ini, ku lahap makanan yang super lezat buatan istriku sebelum aku pergi ke kampus.

Ku buka pintu depan rumahku bermaksud untuk pergi, matahari pagi pun langsung menyambut dan menuntunku kearah yang aku tuju. Rumput-rumput di halaman rumahku seakan bernyanyi di tambah suara mesin mobilku yang berdendang mengikuti irama. Membuat diriku semakin bersemangat. Aku pun berdoa dan berharap agar senyum dan kebahagiaanku pagi ini akan terus seperti ini hingga ajalku tiba. Sambil mengendarai mobil tua kesayanganku kearah yang benar, secercah harapan-harapan lain di otakku pun mulai menampakan dirinya yang sebelumnya sempat lenyap dan menghilang entah kemana karna kesalahanku pada waktu itu.

Kesel 
curhat

arrrggggghhhhh lagi ga keluar nih inspirasi astagaaa .... ga nulis 2 hari langsung blank sedikit ini otak.....emoticon-Marah emoticon-Mewek