alexa-tracking

Pulchritude

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5546cf8692523359218b456e/pulchritude
Pulchritude
Halo agan-agan ini pertama kalinya ane sempetin bikin cerita
Cerita ini 20 % nyata 77,5% fiksi
sisa 2,5% hak fakir miskin emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)

Ane ga janji bakal update cepet jadi mohon dimaklumi
Akhir kata selamat membaca dan mohon maaf apabila masih jelek emoticon-Malu emoticon-Malu

Oh iya judul cerita ini kalo agan-agan penasaran artinya adalah beauty alias kecantikan.
Hope you enjoy it!


Kalau berkenan bisa emoticon-Rate 5 Star dan emoticon-Toast emoticon-Toast
Segala bentuk komentar kaskuser sangat ane apresiasiemoticon-Baby Boy 1


INDEX
Quote:


Spoiler for check it!:
PROLOG
Quote:


Hal-hal yang rasanya simple dipikirin terus menerus dengan berbagai kemungkinan. Semua kemungkinan itu punya peluang bener dan itulah yang bikin kita semakin penasaran buat cari tau manakah yang paling cocok dengan teori kita.

Spoiler for quotes:




Quote:
Part 1 – El Magnifico



Quote:


Yup, seperti itulah rasanya begitu tau rasanya orang yang kita suka tiba-tiba udah jadian.
Gua saat itu masih chat sama Eva dan ngasih selamat, gak disangka dia minta maaf kalau ngecewain. Sontak gua sedikit kaget dan hampir jadi kebawa suasana sedih. Namun ga gua gubris dan gua acuhkan saja perasaan itu dan akhirnya malah bales “ngecewain apaan coba haha.”
Mungkin itu jawaban yang ga disangka-sangka, makanya dia mencoba ga membahas lebih lanjut topik itu dan menjawab “ya misalnya gitu.”

Disitu gua malah tersenyum dan memutuskan menyudahi chat tersebut. Sejenak gua berdiri namun segera kembali menghempaskan diri ke kasur.
“Jadi ini ya sakit hati?” pikir gua. Pantes aja dinamain sakit hati, soalnya rasanya panas + detak jantung nambah cepet + pikiran kalut. Lucu juga kalo dipikir-pikir, gara-gara hal yang namanya SAKIT HATI itu gabisa tidur gua 2 hari.

Sialnya pas gua kesekolah (dimana merupakan h+1 setelah eva jadian), temen-temen gua yang tau langsung ketawa-ketawa sambil nyampein belasungkawa emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown

Oh ya sedikit perkenalan nama gua Feri saat ini duduk di bangku SMA di salah satu sekolah swasta di Jakarta. Gua ini orangnya ekstrovert + introvert, soal pergaulan gua bisa ngobrol sama siapa aja namun ga suka “cerita” mengenai diri gua tentang diri sendiri.
Pasti muncul pertanyaan kenapa temen-temen bisa tau gua suka Eva kalo gitu?
Yah gua pernah bilang ke salah satu temen gua kalo Eva itu manis bla bla bla pokoknya tipikal SMA banget deh, dan gerak gerik gua mungkin predictable yang bikin orang-orang mulai sadar.

Oh ya hari itu gua disekolah ga murung kaya orang galau gitu kok, soalnya 2 hari sebelumnya libur dan udah selesai sesi sedihnya .
Gua masih tetep kaya orang biasa ngejalanin aktivitas dan ketawa-ketiwi di sekolah. Beberapa temen gua yang tau mencoba nanya gua kenapa. Gua jawab seadanya aja daripada takut kebawa suasana. Seorang temen cewe gua bilang “Time will heal kok.”
Gua hanya bisa senyum dan berlalu.


Quote:


Ah, sudahlah gua tepis semua pikiran yang cuma bikin hati makin gelisah
Ini hari ketiga dan gua memutuskan gua mau tidur nyenyak, dan ga akan lagi mencoba mikir.

Let it flow, time will heal!
Omnia causa fiunt (Everything happens for a reason)

Part 2 - Temprano

4 months ago...

Eva ya?” tanya gua.
Saat itu perkenalan pertama kami, karena waktu itu emang bertepatan dengan pensi sekolah. Maka oleh karena daripada itu gua butuh dia buat koordinasi sesama panitia.
Gua pun menyampaikan maksud gua dan kami berbincang seputar pensi sekolah itu.
“Iya sih kalo bisa orangnya suruh ketemu gua aja gitu biar lebih gampang kita ngobrolnya,” jawabnya semangat. Uniknya saat itu, gua minta email supaya bisa kirim proposal dan dia justru memberi nomor handphonenya dengan alasan lebih mudah dihubungi.

Akhirnya perbincangan kami berakhir dan gua pun memutuskan pulang. Saat hampir keluar komplek sekolah gua sekilas melihat Eva duduk disitu, dan entah kenapa sejenak ada perasaan sejuk menyelimuti. “Aneh banget kenapa perasaan gua kaya gini” batin gua sejenak.

Hari-hari berikutnya setiap gua ketemu pasti kami membahas pensi itu, sedangkan kalau topik seputar pensi itu emang lagi selesai ato stuck , gua seperti orang yang tidak saling mengenal kalau berpapasan sama Eva.




Quote:


Rasanya ingin banget gua lantunkan lagu diatas karena seperti itulah rasanya setiap kali berpapasan dan nothing to talk. Bahkan gua urungkan niat gua cuma sekedar nyapa, karena gua menganggap kenal karena urusan pensi semata saja.

Semoga tetap seperti iniemoticon-No Hope

PART 3 - The Sins of Daedalus

Pikiran itu melintas lagi, merasuki seakan-akan memaksa pikiran untuk membuka kembali enigma yang telah terjadi

“Fer....”

Terus menghantui kembali, walau ia sekedar hanya tersenyum dan melakukan tindakan kecil yang konyol.

“WOI FER, LU NGELAMUNIN APA SIH?”
Sontak pikiran gua pun kembali ke alam nyata
“Eh iya engga kok” sambut gua diiringi dengan tawa yang cukup renyah.

Hari itu fokus semenit pun rasanya amat sulit, setiap mencoba konsentrasi hanya berujung pada lamunan tak ada arah. Bola mata gua berputar menerawang jauh.


Spoiler for 5 months earlier:


“Yaelah nih anak lagi galau ya”
“Kaga lah yakali” gumam gua pelan
“Punya masalah jangan dipendem sendiri fer, nanti bisa jadi gila. Ibaratnya kayak lagu Sia tuh Salted Wound. ”

Ada benernya kata temen gua ini, namun rasanya ada tembok yang menghalangi mulut berbicara dan membiarkan seluruh istana pikiran gua bertebaran.
Jam pelajaran berbunyi tanda berganti pelajaran. Gua pun mencoba sedikit motivasi diri dengan bercanda supaya pikiran tersebut hilang.

Semenjak Eva jadian, gua bahkan agak sungkan kalo ketemu dia. Setiap dari kejauhan ngeliat dia, biasanya gua putuskan cari rute lain.

“Kenapa harus kaya gini sih? Kaya dia bakal peduli aja sama gua” lamunan gua mulai menyeruak dan bergerilya kembali.
Pikiran gua kacau, suka emosi sendiri karena kebanyakan praduga. Kalut, bingung, kecewa, sedih cuma itu yang terbersit seakan-akan cahaya setitik pun tak terlihat.

Gua dilahirkan sebagai orang tipe pemikir, dan gua kecewa sama keadaan ini karena terlalu banyak kemungkinan yang dipikirin sehingga jadi less action.
Namun gua rasa yang salah itu adalah ekspektasi yang amat sangat besar.
Saat SMP gua pernah kenal sama cewe dan berujung berantem bahkan sebelum jadian, bikin trauma mungkin tapi sebisa mungkin ga gua jadiin alasan kenapa gua jadi kurang percaya diri sama perempuan.

Quote:


PART 4 - The Ones We Leave Behind

2 months ago
(2 days before Valentine Day)


Lusa adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar umat manusia, yakni hari kasih sayang. Saat ini jam kira-kira menunjukkan pukul 10.00 dan secarik kertas diatas meja tampak hampir selesai dibubuhi banyak tulisan.
Cukup puas melihat hasil karya sendiri, karena kesan yang didapat adalah simple dan keren. Gua meminta tolong Hana (yang merupakan temen deket gua sekaligus Eva) untuk memberikan sepucuk surat ini pas hari Valentine.

Quote:
.


Valentine Day

Sepanjang hari itu gua hanya berdiam diri di kelas, rasanya sangat enggan untuk keluar kelas. Tibalah bel pulang sekolah, namun sekolah kami merayakan Valentine Day setiap tahunnya dengan acara musik. Kebetulan gua latihan ngeband buat acara ini kemaren, buat seru-seru meramaikan. Pertama kalinya waktu itu man bass, dan baru belajar sehari
Sambil nunggu giliran, gua duduk sama seorang temen buat sedikit belajar teori tentang bass karena minimnya pengalaman. Selang beberapa menit kemudian, gua asyik sendiri latihan.

Quote:

Saat itu perasaan gua seneng campur sedih, makanya dalam benak gua tidak terpikir untuk ngasih respons. Makanya pembicaraan hanya berlangsung singkat dan dia berlalu.
Seneng banget karena dia bilang puisi itu bagus, sedih juga karena dalam lubuk hati yang paling dalam gua tau gabakal bisa dapetin dia. Bahkan kemarin malem, gua berpikir ada 3 kemungkinan:
Quote:


Yup, rasanya ketiganya pun masih dibawah standar ekspektasi cinta. Tetapi begitulah, seakan-akan pesimis dan realistis merupakan hal yang sama (cenderung dibilang skeptis)
Percaya atau engga bahkan setelah Eva ngomong disekolah itu, gua langsung berpikir “Palingan dia tipikal orang baik yang cuma ngehargain orang.” Ya, udah hampir tak tersisa lagi yang namanya positive thinking di benak gua.

Spoiler for 2 months later:
Kayak nya seru, tandain dulu gan