alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55423047162ec215688b456d/arah-hidup

My Life My way

Diubah oleh blondon2727
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
1. Aku

Aku mengeluarkan motorku dari parkiran dan Aku hidupkan.Bang Alan yang sudah diatas motornya dari tadi masih sibuk dengan smartphonenya.

“Bang,duluan ya.” sapa ku pada Bang Alan.
“Ok Ber,hati-hati ya.” jawabnya sambil sedikit basa basi.

Ku pacu motorku dengan kecepatan sedang,sambil menikmati sore yang cukup cerah.Disebelah barat sana tampak mentari telah bersiap-siap untuk menanggalkan cahayanya.

Ditengah jalan Aku mampir sejenak disebuah warung kecil langgananku untuk persiapan amunisiku yang mulai menipis.

“Mas,biasa ya.”
Seorang Pria berumur kurang lebih 30an yang segera paham maksudku dan menyodorkan kepadaku sebungkus LA.
”Nih Mas,baru pulang ya??” basa-basinya.
“Iya.” jawabku singkat sambil ku serahkan uang dan berlalu menuju ke motorku lagi.

Aku mulai memacu motorku lagi untuk melanjutkan perjalanan pulang dan tak berapa lama Aku telah sampai dirumahku.Ku lihat pintu masih terkunci dan jam tanganku menunjukan pukul 17.30 lewat sedikit,tampaknya kedua Ortu dan Kakakku belum pulang kerja.

Ya,kedua Orang Tuaku membuka usaha sembako dan biasnya pukul 18.00 lewat baru sampai dirumah,sedangkan Kakakku pegawai disalah satu Bank Swasta yang pulangnya tidak tentu,kadang Dia duluan sampai dirumah dan kadang Aku.

Selesai mandi Aku mendegar ribut-ribut dilantai bawah,menandakan Ortu dan Kakakku telah pulang.
Dikamar,Aku membuka smartphoneku dan ku dapati ada dua notifikasi BBM dari Mamat dan Ryan.Isinya juga sudah biasa ku tebak “PING!!!”.Ya,hanya itu.Ini hari Jumat,hari dimana “War” telah menanti.PING!!! itu tandanya Aku harus segera online.Mamat dan Ryan adalah teman yang Aku kenal dari salah satu game online yang Aku mainkan.

Aku sentuh icon dengan tulisan LEADERS untuk membuka game onlineku.LEADERS,mungkin bagi sebagian Orang terdengar asing,Ini adalah game yang kurang lebih cara mainnya mirip dengan COC.Saat semua orang ribut dengan game yang bernama COC,Aku memilih melawan arus dengan memainkan game yang masih asing ditelinga Orang-Orang.Lagian game ini mempunyai grafik yang lebih indah dari COC yang begitu fenomenal.

Begitulah Aku,lebih suka melawan arus dan tak ingin sama dengan Orang lain.Disaat Orang senang A,Aku akan memilih B,Disaat Orang senang B,Aku akan memilih C.

Perutku mulai berontak,mungkin organ tubuhku bosan karena hanya ku isi dengan asap dan asap.Ku lihat jam dan ternyata sudah pukul 23.15,hampir 5 jam Aku berkutat dengan smartphone dan game onlineku.Segera Aku turun kebawah dan ku ambil jatah makanku,sebungkus nasi capcay yang Ibuku belikan tadi saat mereka pulang kerja.

Ibuku memang jarang memasak karena kesibukannya.Orang rumahku juga sudah paham akan diriku,mulai dari jam makan,jam tidur,jam bangun dan mungkin mereka sudah bosan menegurku karena pola hidupku ini.Lagi pula Aku hanya dirumah,game,internet,rokok.Aku juga tidak bergaul dengan berandalan,mungkin karana Aku masih dalam batasan wajar bagi mereka hingga mereka membiarkan Aku menjalani jalan hidupku.

Selesai makan,Aku duduk sejenak diteras atas sambil menikmati sebatang rokok dan angin malam.Malam yang indah,tenang dan sesekali binatang entah apa saling bersahutan,begitu damai.

Terkadang akan banyak ide yang muncul untuk ku tuang dalam bentuk kata-kata,tapi sepertinya tidak malam ini.Aku memang mempunyai akun sosial media yang berisi puisi-puisi.Kata-kata yang biasa tiba-tiba muncul dibenak ku,dari mana datangnya Aku juga tidak tau.Biasanya saat ide itu muncul akan Aku poles sedemikian rupa dan Aku share disana.Tak peduli mau dilike,dicomment atau apa.Yang pasti Aku membuang puisiku disana.

Pikiran ku sejenak menerawang jalan hidupku selama ini.Bangun,kerja,pulang,game,online dan tidur,begitu seterusnya.Bosan??sama sekali tidak,Aku menikmatinya seperti malam ini.

Jika Anak Muda lainnya lebih senang nongkrong sambil bicara tak tentu arah,bagiku itu adalah hal bodoh yang membosankan.Pacaran??itu hal yang lebih bodoh lagi.Aku tak ingin terbelit ikatan rumit apa pun,komitmen,janji dan segala sumpah serapah palsu.Aku hanya ingin menikmati jalan hidupku,yang lagi-lagi melawan arus dari kebanyakan Orang.

Teman??Bang Alan,Nexi,Yabila,Amin,Mamat,Ryan dan yang lainnya,Aku tak tahu harus menyebut mereka apa,mungkin rekan kerja,rekan bermain game??Lagi pula dunia ini penuh kemunafikan,tak ingin Aku mengenal lebih banyak lagi salah satu dari Mereka.Sudahlah,tampaknya mataku mulai merayuku agar Aku segera memejamkannya.

Diubah oleh blondon2727
2. Rekan Kerja

Sebuah mobil mini bus bercat silver terparkir didepan kantorku.Tentu saja Aku mengenali mobil itu,mobil Pak Hansen.Kepala bagian yang biasa berkunjung setiap hari Rabu,namun ini hari Senin.

“Gawat,ini Orang kenapa kok datengnya hari Senin.” batin ku menggertu.
“Mungkin efek pemerintahan baru yang akhir-akhir ini marak dengan sidaknya,hingga Pak Hansen pun terbawa arus.” pikirku sesaat setelah memarkirkan motor.

Ya,Aku memang selalu datang terlambat setiap hari,kecuali hari Rabu.Hari dimana Pak Hansen akan datang untuk mengecek kinerja kami dan Aku akan datang tepat beberapa menit sebelum kantor buka dan sebelum Pak Hansen datang sidak tentunya.

Kantor tempat Aku bekerja ini adalah cabang dari pusat yang hanya diperuntukkan melayani Service atau lebih dikenal dengan sebutan Service Centre,dari salah satu brand smartphone yang cukup terkenal.Aku disini berposisi sebagai Teknisi bersama dengan Bang Alan.

Aku melangkah masuk dengan tenang seolah tak berdosa.Melewati Amin yang sedang sibuk menyapu di ruang tunggu yang cukup luas.Amin adalah satu-satunya OB dikantor kecil Kami.

Melewati ruang Customer Service Yabila,gadis berjilbab seolah tak melihat kehadiranku.Wajar,karena sikapku yang dingin dan tak pernah menyapanya membuatnya menganggap seolah kehadiranku dikantor ini tidak ada.Kecuali Nexi,gadis yang tampaknya tak pernah bosan tersenyum setiap melihatku.Meskipun Aku hanya membalasnya dengan wajah datar.

Nexi bukanlah gadis biasa,harus ku akui Dia cantik,putih,tinggi kira-kira 160cm atau lebih.Dia juga supel,murah senyum dan baik,terutama terhadap ku.Dan sepertinya Ia ada sedikit rasa terhadapku.Namun entah kenapa Aku tetap dengan pendirianku,tak ingin terbelit ikatan rumit apapun.Nexi dan Bang Alan,hanya dua Orang ini yang ada bertegur sapa denganku dikantor ini.

“Nex…” bisik ku.
“Iya Ber…kenapa.” Jawabnya pelan.
“Pak Hansen??” Nexi paham maksudku
“Lagi ngobrol sama Bang Alan diruangan mu.” jawabnya lagi

Aku berlalu,lurus masuk menuju ruang serviceku.Kantor tempat kerjaku seperti Ruko,bagian depan adalah ruang tunggu,lalu ruang CS dan ada sekat dengan design yang cukup indah,terdapat sebuah pintu yang didalamnya adalah ruang serviceku bersama Bang Alan dan tersekat lagi oleh sebuah dinding dengan pintu untuk menuju dapur dan toilet.

“Selamat pagi Pak.” sapaku pada Pak Hansen
“Apa setiap hari kamu datang terlambat??” Bapak berkepala bak Zidane itu langsung menembakku
“Tidak Pak.” jawabku singkat.
“Ingat,kamu disini kantor…bukan rumahmu.” kembali Ia menembakku.
“Aku juga tau kali Pak ini kantor,bukan rumahku.” batinku menjawab.
“Ini pertama dan terakhir.Jika Saya mendapat laporan tentang sikap tidak disiplin Kamu lagi,Saya masih punya Teknisi lain dipusat!!” Pak Hansen melanjutkan omelannya.
“Udah belum Pak bacotnya??” batinku lagi.
“Sana lanjutkan pekerjaan Kamu.”
“Baik Pak.” jawabku.
“Gila,ini Bapak biasa baca pikiran Orang kali ya.” batinku,sambil berlalu menuju meja serviceku.

Bang Alan yang sedari tadi diam,memandangku sambil tersenyum kecil menandakan tak usah diambil pusing.Pak Hansen keluar bersama Bang Alan menuju ruang tunggu sambil berbincang.

Disini kami tidak memiliki atasan,hanya Bang Alan yang lebih senior dan dipercaya untuk mengawasi kinerja kami.Namun Bang Alan bukanlah tipe orang yang besar kepala dengan kepercayaan yang Ia dapat dari pusat,Ia bahkan memperlakukan kami layaknya rekan kerja biasa.

Bang Alan dulunya teknisi dikantor pusat.Sikapnya yang tidak besar kepala itu yang membuatku sedikit respect kepadanya.Itu pula sebabnya hampir setiap hari Aku selalu terlambat.Bang Alan tak pernah mempermasalahkan terlambatku,yang penting kerjaanku beres tepat waktu.
Diubah oleh blondon2727
3. Nexi

Beberapa bulan setelah disidak Pak Hansen,semua berjalan seperti biasa,baik itu dirumah maupun dikantor.Dirumah Aku tetap dengan aktifitas ku,bangun,kerja,pulang,online,game dan tidur.Sedangkan dikantor juga begitu,Aku tetap datang terlambat seperti biasanya.Kecuali hari senin,Pak Hansen juga tak pernah membuat kejutan lagi dengan datang diluar hari Senin.Bahkan pada bulan ini Pak Hansen hanya berkunjung satu kali saja.

“Ber,Kamu belum pulang??” tanya Bang Alan.
“Belum.” jawab ku seadanya.
“Kalau gitu,Abang duluan ya.Nanti komputer,lampu,jangan lupa dimatikan ya.” Bang Alan mengingatkanku.
“Iya.” sahutku,sambil terus konsen mencari file yang akan diprogramkan pada salah satu hp dimejaku.
Bang Alan keluar,menuju ruang CS sambil menutup kembali pintu ruang service.

“Nexi belum pulang.” sayup-Sayup terdengar Bang Alan bertanya pada Nexi.
“……………….” tidak terdengar jelas apa yang diucapkan Nexi.
Tak berapa lama kemudian,
“Nex,Aku duluan ya.” kembali sayup-sayup terdengar suara Yabila pamit pada Nexi
“…….. hati-hati Bil.” kali ini terdengar suara Nexi menjawab Yabila,meskipun sedikit kurang jelas.

“You can take the darkness from the pit of the night,and turn into a beacon burning endlessly bright,” salah satu lirik dari lagunya Air Supply ku putar untuk menemaniku.
“Ber,Kamu didalam kan??” suara Nexi memanggil ku.
“Ber…” kali ini disertai pintu terbuka.
Aku hanya menoleh kearah pintu sejenak dan Nexi berdiri didepan pintu sambil memasang senyumnya sebaik mungkin.Aku kembali memalingkan wajahku pada laptop ku sambil menunggu program yang sedang berjalan pada salah satu hp dimeja ku.

“Kamu nyebelin ya,sariawan Kamu ga biasa sembuh ya??” Nexi bertanya menggejekku.
“Iya.” jawabku singkat.
Nexi duduk di kursi Bang Alan yang bersebelahan denganku dan tampak puas dengan jawabanku.Sambil melihat-lihat meja kerja Bang Alan Nexi kembali bertanya padaku.
“Kamu lembur ya,tumben Ber??” tanya Nexi.
“Hmm.” Aku mengiyakan.
Mataku masih belum lepas dari laptopku.92%...,program hp yang tengah berjalan dan hampir selesai.Nexi melirikkan matanya ke laptopku,tampak ingin tau apa yang sedang Aku kerjakan.

Terdengar lagu yang sangat asing ditelinga ku dari hp Nexi.Namun tidak salah lagi,itu adalah lagu Korea.
“Wanita…apa sih bagusnya lagu Korea,kenapa semua Wanita tergila-gila dengan lagu Korea??” batinku.
Entah mengapa,Aku begitu tidak suka terhadap segala hal yang berbau Korea.
“Haloo…” Nexi menjawab hpnya.
“Ya,terus Aku mesti nunggu lagi gitu??” Wajah Nexi tampak kecewa.
“Ya udah,awas lama-lama!!” Nexi mengancam orang yang menelponnya itu.
Entah siapa itu,namun yang pasti Orang itu dekat dengan Nexi hingga Dia berani menebarkan ancaman.

“Kenapa??” tanya ku singkat.
“Hah??...Yeeey,sariawan Bersan sembuh.” Nexi girang meledek ku.
Selama ini Nexi memang sering menyebutku sariawan karena Aku yang terlalu diam dan menjawab apa adanya saat bicara.Aku juga menyesal kenapa tiba-tiba Aku jadi bertanya padanya.
“Bodoh.” batinku bereaksi atas kata-kata Nexi barusan.
“Yah,sariawan lagi…” Nexi menggodaku sambil cengengesan.
“Ayah ku masih belum selesai rapat,katanya mungkin satu jam lagi.” Nexi melanjutkan celotehnya.
“Kamu masih lama kan??” tanya Nexi lagi.
“Temenin Aku nungguin Ayahku ya??” Nexi meminta padaku.
Aku hanya memandangnya tanpa mengiyakan dan melihat jam tanganku yang menunjukan pukul 18.20 lewat sedikit.

Dan 100%,menunjukan program hp yang didepan ku telah selesai.Aku melepas kabel flashnya dan memasukan baterainya kembali dan ku tahan tombol powernya,hidup.
“Kerjaan ku beres,saatnya pulang.” batinku,sambil mematikan laptop.
“Loh,kamu udah selesai??” tanya Nexi.
“Udah.” jawab ku singkat,sambil membereskan meja dan memasukan laptop ke tasku.
“Terus,Aku gimana??” tanya Nexi dengan wajah cemas.
Meskipun baru jam setengah tujuh,namun disekitar kantorku ini memang sepi.Kantorku menempati ruko yang baru jadi,kiri kanan belum ada penghuninya.Wajar jika Nexi sedikit cemas.

Aku tak menjawab Nexi dan saat semuanya beres,Aku mengambil jaket dan menggendong tasku.
“Pintunya mau di kunci,Kamu tunggu diruangan Kamu aja.” kata ku pada Nexi.
“Ber,tungguin donk…Ayahku belum jemput.” Nexi dan Aku berjalan keluar,sambil Aku mengunci ruang service.

Aku langsung berjalan keluar menuju parkiran.Sesaat Aku lihat Nexi membereskan barang-barangnya dan mengambil tasnya dan juga berjalan kedepan.Begitu motorku hidup,Aku langsung memacunya keluar meninggalkan kantor.Hanya beberapa belas meter dari kantor,Aku kembali lagi.Tampak Nexi yang berdiri sendiri diluar,sambil menjing-jing tasnya dengan wajah cemas.Aku berhenti tepat didepannya.

“Yuk.” hanya kata itu yang terlontar keluar.
“Maksudnya??” tanya Nexi.
“Mau pulang ga??” Aku bertanya balik.
“Serius…?? Bentar,Aku kasih tau Ayahku dulu.” Nexi langsung menghubungi Ayahnya.
Aku tak merespon apapun.
“Halo Yah,Aku pulang bareng temen Aku ya Yah??” Nexi berbicara pada hpnya.
“Temen kantor Aku Yah,iya Yah.” jawabnya lagi sambil menutup teleponnya.
“Pintu kunci dulu.” reaksiku saaat Nexi bersiap naik ke motorku.
“Oh iya lupa.” Nexi tertawa sambil mengunci pintu kantor.
Amin,OB dikantorku memang pulang lebih awal dari kami.Aku juga tidak mengetahui pasti alasannya dan yang pasti Aku juga tak tertarik untuk tau.

Ternyata Rumah Nexi tidak searah dengan rumahku,itu tandanya perjalananku tuk sampai dirumah akan lebih lama dari biasanya.Ku pacu motorku dengan kecepatan sedang.
“Ah,kenapa Aku jadi pahlawan kemalaman gini.Merepotkan!!” batinku menggertu.
“Tapi kasian juga kalo Dia sendirian,ah sudahlah.” batinku lagi.
“Ga nyangka Kamu baik dan mau kasi Aku tumpangan Ber??” terdengar sayup suara Nexi yang memecah lamunanku.
Aku hanya diam saja sambil terus memacu motorku.
“Bersan sariawaaaaaaan lagi.” goda Nexi.
“Mau turun??” tanyaku singkat pada Nexi.
“Ga…Beeeeeeer,becanda juga.Es mosian nih Si Bersan Sariawan.” Nexi membalasku sambil tertawa.

“Thanks ya Ber udah anterin pulang.”
“Ga masuk dulu??” tanya Nexi.
“Ga deh,duluan ya.” sambil Aku berlalu tanpa menunggu persetujuan Nexi.

Sepanjang jalan Aku mencoba menikmati udara petang yang begitu segar.Sesekali ku nikmati lampu-lampu kota yang begitu teduh dan hangat.Masa bodoh dengan hiruk pikuk orang-orang.
“Nikmatnya hidup ini.” hatiku berucap.
Ku pandang kearah barat,tampak mentari telah hilang entah kemana.
“Tampaknya mentari benar-benar lelah hari ini,hingga pamit tanpa menunggu ku.” batinku.
Diubah oleh blondon2727
wah bagus gan ceritanya, keep update ya..
ijin nenda gans.. emoticon-I Love Kaskus (S)
keep update ya bang.. seru kayaknya nih..

komen cerita..
nexi kayak nya manja ya sampe minta jemput ayah nya..
Quote:

Silahkan Gan.Sip Gan,doain ane ga bosan ngetik aja emoticon-Ngacir

Quote:

Yoi Gan,karakter dari Nexi memang sedikit manja.Thanks ya Gan emoticon-shakehand

4. Masalah

Ku lihat jam dinding diruang tunggu kantor menunjukan pukul 14.00 lewat.Itu tandanya jam pulang masih sekitar tiga jam lagi,sedangkan kerjaan ku sudah selesai semua.Ku sentuh icon dengan tulisan LEADERS untuk mengisi waktu kosongku.

Baru beberapa menit Aku membuka game onlineku,ada seorang User masuk.Tentu saja Ia langsung berhadapan denganku karena Aku sedang duduk-duduk diruang tunggu.

“Mas,Saya mau claim garansi.” User itu menyapaku.
“Sebelah sana.” jawabku singkat sambil menunjuk kearah Yabila dan Nexi.

“Selamat Sore,ada yang bisa Kami bantu Pak??” suara Yabila.
“Saya mau claim garansi Mbak.” kata Pria muda itu sambil menyerahkan smartphonenya.
“Boleh Kami tahu kerusakannya apa Pak??” tanya Yabila.
“Ga bisa hidup Mbak.” Pria itu.
“Baik,boleh Kami lihat nota pembeliannya Pak??” tanya Yabila lagi.
“Ini Mbak.” Pria itu menunjukan nota pembeliannya disalah satu toko dikotaku.
Yabila melihat tanggal pembelian dinota tersebut.
“Baik,masih dalam masa garansi ya Pak.”
“Boleh Kami tahu penyebab awal hp Bapak tidak bisa hidup??” lanjut Yabila lagi.
“Ga tau Mbak,tiba-tiba aja mati dan ga bisa hidup lagi.” Pria itu memberikan penjelasan ala kadarnya.
“Baik,sebentar ya Pak.” sambil Yabila membuka baterai dari hp tersebut untuk melakukan prosedur awal pengecekan.

Ternyata kertas kecil didekat konektor baterai dari hp tersebut telah berwarna merah.Itu menandakan hp tersebut terkena cairan dan dikaki konektor baterai tersebut juga terdapat jamur-jamur halus yang biasa disebut korosi akibat dari terkena cairan.Sebagai catatan,kertas kecil yang tertempel didekat konektor baterai itu awalnya berwarna putih,namun jika terkena cairan,kertas tersebut akan berubah menjadi kemerahan.

“Maaf Bapak,hp Bapak terkena cairan,dengan ini garansi dinyatakan tidak berlaku Pak.” Yabila
“Siapa bilang hp saya kena cairan,hp Saya ga pernah kena cairan Mbak.” Pria itu
“Iya Bapak,tapi kertas indikator ini telah berwarna merah,kertas ini akan berwarna merah jika terkena cairan Pak…dan juga didekat konektor baterai hp Bapak terdapat korosi,itu artinya hp Bapak telah terkena cairan.Mungkin Bapak tidak sadar saat hp Bapak terkena cairan atau terkena rembesan air hujan tanpa Bapak sadari.” Yabila menerangkan panjang lebar.
“Tapi hp Saya ga pernah kena cairan!!” Pria muda itu mulai menaikan nada serta volume suaranya.
Aku masih asik dengan game onlineku,sambil mendengarkan perdebatan antara Yabila dan Pria muda itu.Perdebatan seperti itu sudah biasa terjadi dikantor service centre seperti ini.

“Maaf ya Pak,ini sudah sesuai prosedur Kami,setiap hp yang terkena cairan tidak bisa di claim.” Yabila
“Apa-apaan ini,Saya udah bilang hp Saya ga kena cairan!!” bentak Pria muda itu dengan nada yang bertambah tinggi.
“PRRRRRAAAAAKKkkk…..!!!!!!” tiba-tiba Pria itu menghempaskan tangannya dimeja Yabila.
Yabila terkejut,begitu juga dengan Nexi yang sedari tadi sibuk mengerjakan pekerjaannya.Aku masih tetap lanjut dengan game onlineku yang semakin seru karena juga tengah terjadi perdebatan antar sesama member di clanku itu.Namun Aku hanya membaca perdebatan mereka diguild chat saja tanpa ikut campur.

“Mendingan tutup aja ini service centre,service centre macam apa ini…!!” bentak Pria itu masih dengan nada yang tinggi.
“Suruh Bos kalian tutup aja!!ga berguna!!** SENSOR ** kalian semua!!” makian Pria itu bertambah panas.
“Bapak jangan bicara begitu dong,hp Bapak kan kena cairan.”Nexi yang sedari tadi diam mulai bereaksi.
“Kau diam Kau!!Aku tak punya urusan sama Kau!!” bentaknya
“Anjing Kau,Aku bunuh Kau nanti!!!” makian Pria itu bertambah kasar.
Pria itu mengambil hpnya dari meja Yabila dan ingin segera pergi.
“Service centre anjing!!Anjing kalian semua!!” makinya lagi dan melangkah keluar.

“Bruuuuuuuuuuuuuk…!!” terjangan kaki ku tepat mengenai perut Pria itu dan Ia tersungkur,bertepatan dengan itu juga Bang Alan keluar dari ruang servicenya karena melihat situasi yang semakin panas.
“Kau!!Anjing Kau!!” Pria itu bangun.
“Bruuuuuuuuk…!! bruuuuk…!!” sekali lagi terjanganku melayang,namun meleset dan hanya mengenai bagian tepi perutnya,saat itu juga tinju Pria tersebut sukses mengenai pelipis ku tanpa bisa Aku mengindar!!Aku tersungkur karena hilang keseimbangan akibat tendanganku yang meleset.
“Hei...!!” “Bersaaaaan…!!” teriakan Bang Alan bersamaan dengan jeritan Nexi,sedang Yabila terdiam.
Bang Alan berlari menghampiri ku dan bersamaan dengan itu Pria tersebut berlari keluar tanpa bisa ku cegah.Melihat Pria itu lari,Bang Alan melanjutkan larinya untuk mengejar Pria itu.Bang Alan kalah cepat dan Amin hanya terdiam,Pria itu berhasil lari.

“Bersan,Kamu berdarah.” Nexi menghampiriku.
“Ber…Kamu berdarah.” Nexi mengulang katanya.
Bang Alan kembali kedalam.
“Kamu ini Ber,kenapa main pukul segala.” Bang Alan.
“Ber…Kamu ga apa-apa kan??” cemas Nexi lagi.
“Udah ga apa-apa.” Aku bangkit dan mengambil smartphoneku yang terletak di sofa ruang tunggu.

Aku berjalan masuk kedalam ruang service sambil memegang pelipis di ikuti Bang Alan.
“Mana Ber,Abang liat??” Bang Alan,diruang service.
“Ga apa-apa Bang.” sambil Aku berlalu meninggalkan Bang Alan untuk menuju toilet.

Didalam toilet Aku mencoba membasahi pelipisku yang berdarah agar bersih.
“** SENSOR ** itu Orang!!” batinku
“Bakal ku habisi kalo ketemu dijalan.”
Darah terus mengalir keluar,meskipun tak banyak.Aku terus membasahi pelipisku dengan air.

Nexi menghampiriku didalam toilet yang memang pintunya tidak tertutup.
“Pakai ini Ber...” Nexi menyerahkan hansaplast.
“Ga usah,sana keluar.” jawabku pada Nexi.
“Ini…keringkan dulu Ber,baru tempel.” Nexi malah menyerahkan tisu.
“Sini…” Nexi mengelapkan tisu pada area pelipisku.
Aku mengambil alih tisu darinya dan mengelapnya sendiri.Darah yang keluar berangsur berkurang.Tampak robek di pelipisku tidak terlalu besar.

“Sini Aku tempelkan.” Nexi ingin menempelkan hansaplast yang telah Ia buka.
“Aku bisa sendiri.” Aku ingin mengambil hansaplast dari tangan Nexi namun tak diberikan olehnya.
“Ga usah tempel aja.” Aku berlalu dari Nexi.

Baru selangkah,tiba-tiba tangan Nexi beserta hansaplastnya mendarat di atas alis mataku.
“Eh…meleset.” Nexi cengegesan
“Aduh…Kamu apaan sih Nex??”
“Kamu sih,makanya sini Aku tempelin.” wajahnya dan kata-katanya seolah tak berdosa.
Akhirnya Aku sedikit menunduk agar Nexi dapat melepaskan hansaplast yang meleset tadi dan menempelkannya kembali dengan benar.
“Nah gitu donk…Anak baik.” Celotehnya seperti seorang Ibu pada Anaknya.
“Ini darahnya masih ada dikit.” Nexi membersihkan dengan tisunya.
Aku hanya diam mendengar celotehnya dan membiarkannya menempelkan hansaplast dengan benar.
“Nah udah,ganteng lagi deh.”
“Sariawannya mau sekalian ditempel??” Nexi malah mengejekku sambil tertawa.
“Thanks.” Hanya itu respon dariku dan Aku kembali berjalan menuju ruang service diikuti Nexi dari belakang.
Diubah oleh blondon2727
Mantap ni cerita, baru awal2 part sudah main tendang dan tinju aja emoticon-Cool apalagi nanti part2 selanjutnya, btw ini kisah terjadi tahun berapa y gan?

Keep update aja gan sampai kelar kisahnya

Diubah oleh blackdjo22
Asik juga nih cerita baru udah adu tojos aje ama costumer emoticon-Ngakak (S)
Sok cool banget nih doi padahal si nexi udah suka ama doi.
Mending sama ane aja nexinya emoticon-Malu (S) emoticon-Ngakak (S)
Rajin updatenya ya gan emoticon-Angkat Beer
@blackdjo22
Hmm...tahun berapa ya gan,ane juga bingung.Soalnya ini cerita 50% fiktif 50% real.Enjoy in my thread gan emoticon-Big Grin

@frostmoune
Iya nih gan,sok jotos tapi kalah,wkwkwk
Ane juga mau gan sama Nexi nya emoticon-Big Grin
Doain ane rajin gan
5. Akhir Pekan 1

Berat sekali rasanya untuk membuka kedua mataku.
“Jam berapa ini??” batinku bertanya.
Ku paksa untuk membuka mata kananku.Samar-samar terlihat jarum pendek diarah sembilan,sedangkan jarum panjang dikisaran sebelas lewat.Aku kembali memejamkan mataku.

“Tunggu dulu,hampir jam 09.00.” Aku coba bangkit dan mengumpulkan nyawaku.Bergegas Aku pergi menuju kamar mandi.

Kurang lebih lima menit Aku mandi dan kini Aku telah tiba di kamarku.Buru-buru Aku mengenakan kemeja batik.Dikantor,hari Jumat memang diharuskan memakai batik.Sambil terus handuk mengeringkan rambutku.Geel rambut,parfum dan selesai.Ku raih tas yang berisi laptop,ke lantai bawah dan menuju garasi,lalu mengeluarkan motor.Ku lihat Kakakku sedang asik duduk-duduk diteras depan.

“Kamu hari ini ada kerja??” tanya Kakakku dengan wajah bingung.
“Iya.” jawabku singkat.
Aku tak memanaskan motorku lagi,begitu hidup langsung ku pacu keluar rumah.

“Sebentar…ada yang aneh.” Batinku.
“Kenapa Kakakku ga kerja hari ini??” tanyaku dalam hati.
“Tunggu,apa ini hari Sabtu??”
“Bukannya kemarin Aku mengenakan batik ini??…ya ini Sabtu.” Aku berhenti dan langsung putar balik.

Kakakku tampak tersenyum melihat ku kembali.
“Kenapa ga bilang ini Sabtu??” sedikit kesal Aku bertanya.
“Loh,mana Aku tau…Aku kira sekarang Sabtu juga Kamu ada kerja.” Ia membela diri.
“Makanya,jangan begadang mulu.” kembali Ia mengkritikku.
Aku hanya diam dan langsung kembali masuk kedalam rumah.

“Sabtu…Apa yang harus ku lakukan pagi-pagi begini.” batinku bertanya.
Bagiku,hari Sabtu jam sembilan itu masih pagi.Karena biasanya,saat weekend Aku bangun diatas jam dua belas siang.
“Mau tidur lagi,mataku udah segar.”
Aku kembali merebahkan tubuhku di kasur sambil berpikir apa yang bisa Aku lakukan.

Aku mengambil smartphone dari saku celanaku.Aku menyentuh icon game online favoritku.Namun belum 50% loadingnya berjalan,jariku menyentuh icon back dan “Are you sure you want to exit?” dilanjuti Aku menyentuh tulisan “Yes”.
“Sepertinya moodku bermain game belum kembali.” batinku.
“Lantas,apa yang harus ku kerjakan.”

Mataku mengarah pada tas pancingku diatas lemari pakaian.Aku bangkit dan meraihnya,sangat berdebu.Aku berpikir kapan terakhir Aku memancing,sepertinya sudah sangat lama.Seingatku,mungkin setahun lebih.Terakhir adalah saat Aku menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan.

Aku membuka tas pancingku.Ku lihat kondisinya masih sangat bagus,berbeda dengan tasnya yang berdebu-debu.
“Lebih baik Aku pergi memancing saja.” batinku.
“Lagi pula ini hari Sabtu,tentu tak akan begitu ramai.”

Aku membersihkan tas pancingku dan mempersiapkan perlalatan pendukung lainnya.Tak lupa juga Aku mengecek amunisiku yang tinggal tiga batang.Setelah semua siap Aku turun kebawah.Aku memasak mie sejenak untuk sarapanku.

Selesai sarapan Aku menuju motorku sambil menggendong tas pancingku.
“Mau kemana lagi??” Kakakku bertanya.
“Mancing.” jawabku singkat.
“Mancing dimana?? Danau??” kembali Ia bertanya.
Dipinggiran kota memang terdapat sebuah danau rekreasi yang sangat luas.Di danau itu juga biasa orang-orang memancing.Dan saat Aku menganggur,disanalah Aku menghabiskan hariku bertemankan pancing dan alam yang begitu damai.Itu sebabnya Kakakku bisa menebak kemana Aku akan pergi memancing.

Aku hanya mengangguk merespon pertanyaan yang Kakakku tanyakan dan Ia jawab sendiri.
“Hati-hati Ber…” Kakakku mengingatkan.
“Iya.” jawabku.

Aku pacu motorku dengan santai,menuju danau yang terletak di pinggiran kota.Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di danau itu.Aku mampir sejenak diwarung langgananku karena memang satu arah.
“Mas,biasa.”
“Sekalian air mineral sama roti itu mas,4.” Aku menunjuk salah satu jenis roti yang ada di rak rotinya.
Setau ku,di danau tersebut tidak ada yang menjual makanan demi menjaga kebersihan sekitar danau.Bahkan ada plang yang memperingati agar tidak membuang sampah sembarangan.Denda menanti jika membuang sampah sembarangan dan ketahuan petugas yang ada didanau tersebut.

Aku kembali memacu motor besarku sambil menikmati perjalanan ke danau.
Diubah oleh blondon2727
Kentang amat gan, blm juga dapat ikan, sudah kelar update nya.
Quote:

Hahaha...sabar atuh agan,sorry kemarin ane sibuk seharian.ntar di update gan emoticon-Big Grin

6. Akhir Pekan 2

Setelah memarkirkan motorku,Aku berjalan cukup jauh menuju tempat dimana dulu Aku biasa memancing,mungkin sekitar 500-600 Meter.

Aku meletakkan tasku pada sebuah batang pohon yang cukup rindang,disinilah dulu aku biasa bersantai menghabiskan hari-hari menganggurku.Cukup jauh dari orang-orang,sehingga Aku bisa benar-benar menikmati ketenangan.

“Tak banyak berubah.”
“Rasanya sudah sangat lama tak menikmati suasana seperti ini.” batinku.

Sungguh seperti yang Aku harapkan,tenang dan damai.Diiringi dengan suara nyanyian alam yang seolah menyambut kehadiranku.Benar-benar menyejukkan hati dan pikiran.Bahkan angin sepoi-sepoi yang bertiup menerpa wajahku seperti tak kenal lelah.

Mata pancingku telah menyelami danau dan sengaja Aku menyandarkan tubuhku pada sebatang pohon besar tadi,padahal beberapa meter disamping kiriku disediakan kursi yang cukup nyaman dan kokoh untuk menopang beberapa tubuh sekaligus.

Entah karena lelah atau karena Aku bangun terlalu pagi dari akhir pekan biasanya,tanpa ku sadari Aku tertidur.

“San….”
“Bersan….”
Antara sadar dan tak sadar,Aku merasakan seperti ada yang memanggilku.
“Hei San….” kali ini disertai goncangan ringan ditubuhku.

Aku membuka kedua mataku dan seorang Gadis membungkuk disampingku dengan wajah ragu.
“Kau Bersan kan??” lanjut Gadis itu.

Aku mencoba menyegarkan mataku untuk memastikan dengan jelas siapa Gadis itu.Wajah yang sangat tak asing,namun Aku gagal mengenalinya.
“Siapa??” tanyaku singkat.
“Kau bener Bersan kan??” Gadis itu balik bertanya.
“Iya.Kau siapa!!” Aku sedikit kesal karena malah wanita itu bertanya balik.
“Buuuuk...!!” Gadis itu malah meninju bahuku.
“Hei..!!” nadaku meninggi.

Tak seberapa sakit memang,namun yang membuatku kesal,Aku tak mengenalnya dan seenak hatinya Ia meninjuku.

“Duel yok!!” Gadis itu malah menantangku.
Wajahnya memang tak asing,tapi Aku benar-benar gagal mengenalinya.
“Pergi sana!!” usirku seketika itu.
“Gila…Kau bener-bener tak berubah.” Gadis itu.
“Kau sungguh tak mengenali ku lagi??” lanjut Gadis itu.
“Mungkinkah Linda??” batinku bertanya.
“Tapi Linda itu Wanita Pria,sedangkan ini Gadis tulen,cantik pula??” batinku menganalisa.
“Linn…da??” Aku menjawab ragu-ragu.
“Siapa Linda??” Gadis itu bertanya kembali.

Tiba-tiba gadis itu memperlihatkan jari tengah tangan kanannya.
“Kau ingat ini.” tanya Gadis itu.
Aku memperhatikan jari tengah Gadis itu.
“Tak ada yang aneh.” batinku.
“Tunggu,ruas atas jari tengah tangan kanan Gadis itu sedikit bengkok.” batinku lagi.
“Kau Linda??” tanyaku namun seperti tak percaya.
“Hahaha…dasar bodoh Kau.” Gadis itu menertawai dan mengataiku.
“Memang Kau punya berapa teman??Haha…” kata Gadis itu sambil tertawa.

Antara percaya dan tak percaya.Linda adalah satu-satunya temanku saat SD.Aku mengenalnya saat kelas 6 SD,itu pun diakhir-akhir masa SD ku,tepatnya saat ujian akhir sekolah dan dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Sejak kelas 5,Linda dan Aku satu kelas.Meskipun begitu,Dia seperti diriku,tak bergaul dengan kebanyakan orang dan lebih senang sendiri.Selama hampir 2 tahun itu pula,Aku dan Linda tak pernah bertegur sapa.Namun Aku dan Dia mempunyai kantin favorit yang sama,hanya saja Aku lebih senang bersantai diujung sudut kanan dan Linda dikiri.

Saat ujian,ada dua sekolah yang juga ujian disekolahku dan kami dibaur menjadi satu dengan sekolah lain.Aku tak mengerti alasannya,namun begitulah sistem ujian saat itu.Dihari terakhir ujian inilah awal perkenalanku dengan Linda terjadi.

Setelah ujian berakhir,Aku menuju kantin.Selesai makan,Aku hendak pulang dan berjalan menuju parkir sepeda.Saat berjalan keluar dari kantin itulah,tak sengaja Aku bersenggolan dengan beberapa Anak berandalan dari SD lain.

“Hei…apa Kau buta!!” seorang dari Anak berandalan itu tak terima Aku menyenggolnya.
Aku sama sekali tak menjawab dan tetap melanjutkan langkahku.
“Hei…Kau!! apa Kau tuli!!” masih dari suara anak yang sama.
“Udah bantai aja.” samar terdengar suara temannya.
“Kau udah jago!!” Anak itu menghampiriku dan mendorong bahuku dengan sebelah tangannya.
Aku berbalik,berjalan beberapa langkah mendekati Anak itu.Tubuh dan wajahku hanya berjarak beberapa belas cm darinya.

“Eh…melawan dia.” Anak itu berbicara kepada temannya dan sekali lagi,kali ini dengan bahunya Anak itu mendorong bahuku.
“Bantai Ki..!!”
“Tinju..!!”
“Tinjuu Ki..!!”
Terdengar suara dari teman Anak berandalan itu.
“Anjing Kau!!” sambil ku dorong bahu Anak itu juga dengan bahuku.
Tak menunggu lama,tinju pertamaku sukses mengenai wajah Anak itu dan Ia tersungkur hilang keseimbangan.

Seketika itu dua orang teman Anak berandalan itu ikut datang menyerangku.Melihat itu,Aku mundur beberapa langkah dan melepaskan tasku.Tendangan dan pukulan secara brutal kedua temannya itu berhasil
merobohkan ku.Aku berusaha untuk cepat bangun dan saat Aku bangun,Aku sudah mendapati mereka bertiga telah siap menyerangku kembali.

“Matilah…3 vs 1.” batinku
“Lebih baik Aku lari.” pikirku saat itu.
Diubah oleh blondon2727
7. Akhir Pekan 3

“Bruuuuuk…!!” sebuah terjangan merobohkan salah satu dari 3 Anak berandalan itu.
Yang membuatku tak habis pikir adalah terjangan itu berasal dari seorang Anak Perempuan yang berperawakan seperti Laki-laki.

“Hei..!!Kalian udah jago..!!” teriak seorang Guru berlari menghampiri.
“Kecil-kecil mau jadi jagoan kalian..!!” bentak Guru itu lagi.

Kami berakhir diruang Guru.Dan sejak saat itu juga Aku mempunyai seorang teman,Anak Perempuan yang tampak seperti Laki-laki,dengan potongan rambut Anak Laki-laki dan tatapan mata yang tajam.Anak itulah yang bernama Linda.

Tapi,Linda yang bersamaku saat ini berbeda jauh dengan Linda yang Aku kenal dulu.Bahkan nyaris Aku tak mengenalinya.Hanya caranya bicara,caranya menyebut namaku,dan jari tengahnya yang membuat Aku yakin Gadis ini adalah Linda.

Ya,jika Orang-Orang menggunakan kata “Kamu”,Aku dan Linda menggunakan “Kau” sebagai kata “Kamu”.Jika kebanyakan Mereka bahkan orang rumahku memanggilku dengan panggilan “Ber”,hanya Linda yang memanggiku dengan panggilan “San”.Tentu saja ruas atas dari jari tengah tangan kanannya bengkok karena kebodohan kami saat kecil.

“Kau kok bisa ada disini??” tanyaku pada Linda.
“Tadi diparkiran Aku udah liat Kau San,” Linda.
“Cuma Aku ga yakin itu Kau.” lanjutnya lagi.
“Trus??” tanyaku singkat.
“Ya trus Aku penasaranlah,muter-muter cari Kau.” Linda.
“Eh ga taunya ada diujung sini.” Linda.
“Trus??” tanyaku lagi.
“Awalnya AKu udah mau puter balik tuh,kirain diparkiran tadi salah liat.” Linda.
“Trus sebelum puter balik,Aku liat-liat…kok kayak ada Orang mati,ga gerak-gerak gitu,” masih Linda
“Trus ku samperin,eh beneran Orang mati,haha….” Linda tertawa-tawa.
“Sialan Kau.” tanggapku.
“Habis Kau,trus mulu,haha….” Linda,si Wanita Pria.

Benar,hanya dengan Linda Aku bisa bicara lebih banyak,kadang tertawa dan hal lainnya.Seorang Anak Perempuan bergaya Laki-laki yang kini menjelma menjadi seorang Gadis yang cantik.

Tak banyak yang dapat Aku ceritakan pada Linda,malah bisa dibilang Linda yang terusan berbicara.Satu lagi yang berbeda darinya,Dia tak lagi pendiam seperti dulu.Mungkin pengaruh pindah ke kota besar atau pergaulannya dikota besar yang merubah sifatnya,entahlah Aku pun tak tau.

Hari ini acara memancingku diwarnai dengan berjumpa Linda,teman SD-SMP ku dan juga tak seekor ikan pun yang ku dapat,namun itu bukanlah masalah.

Motor besarku meluncur mulus menuju rumahku.Dibarat,langit biru mulai berwarna kekuningan.Senja,entah mengapa Aku begitu terobsesi dengan senja.Bagiku senja bukan hanya sekedar matahari terbenam,lebih dari sekedar siang berganti malam.

Lihatlah saat-saat biru berganti kuning atau saat-saat kuning berganti kemerahan,sebuah karya yang tak dapat diciptakan oleh Anak Manusia.Bahkan rasa kekaguman ku pun tak pernah bisa Aku lukiskan.

RUPA SENJA

SENJA TAK PERNAH BERKATA-KATA
APALAGI SEKEDAR UNTUK MENYAPA
MENYIMPULAKN SENYUM PUN SEPERTINYA SUSAH
NAMUN RUPANYA TAK PERNAH BUAT KECEWA
DAN WARNANYA…
SELALU BERIKAN CERITA BERBEDA
Diubah oleh blondon2727
8. Pilihan

Ku masukan kedua tanganku kedalam saku celanaku dan berjalan menuju teras kantor.Sebatang amunisiku ku hidupkan,lalu ku hirup dalam-dalam dan ku hembuskan zat-zat beracun keudara bebas.Aku membiarkan pikiranku menerawang kemana saja ia mau.

“SP3.” itu yang terpikir dalam benakku.
“Apa Aku resign aja??” tanyaku dalam hati.
“Tentu berikutnya tak ada SP4,yang ada Aku langsung ditendang.” batinku.

Keributan dengan User tempo hari,entah bagaimana bisa sampai ditelinga Pak Hansen dan SP3 sebagai hadiah yang Ia berikan atas kejadian itu.Bukan hanya selembar kertas,tapi juga caci maki berupa ancaman pemecatan jika Aku kembali membuat masalah untuk yang keempat kalinya.

Aku pun tak ingin tau bagaimana Pak Hansen bisa mendapat kabar tersebut.Tidaklah penting bagiku untuk mengetahuinya.Sekarang adalah keputusan apa yang harus ku ambil,resign atau bertahan dengan bayang-bayang pemecatan jika Aku membuat masalah lagi.

Selama beberapa hari Aku memikirkan hal tersebut dan akhirnya Aku memutuskan apa yang harus ku lakukan.

Aku mengirimkan surat pengunduran diri kekantor pusat.Nexi dan Bang Alan terkejut dan menyayangkan keputusan yang ku ambil.Namun Aku tetap dengan keputusanku.Lagi pula,Aku tak ingin berakhir dengan pemecatan,tentu lebih terhormat jika Aku yang mengundurkan diri lebih dulu.

Setelah resign,beberapa hari ku habiskan dengan browsing.Aku keluar masuk forum-forum HP yang ada di Indonesia,sekedar mengunjungi sub “Lowongan Kerja”.Tapi belum ada satu pun yang menarik minatku.

Kedua Orang Tua ku menyuruh ku untuk membantu mereka ditoko sembakonya,namun Aku sama sekali tak tertarik.Aku tak ingin kemudahan seperti itu,Aku yakin akan ada jalan atas pilihanku sendiri.

Malam itu,jam dikamar ku menunjukan pukul 00.00 kurang,tapi mataku belum juga lelah berpaling dari laptopku.Dan salah satu thread akhirnya mampu menarik perhatianku.

“Siap untuk ditraining dan ditempatkan dicabang manapun”,begitu judul dari thread tersebut.Aku membuka dan melihat beberapa persyaratannya.Disana tertulis saat training disediakan mes/tempat tinggal dan makan.Untuk training sama sekali tidak ada biaya,namun setelah training langsung dikontrak selama 2 tahun syarat dan ketentuan berlaku.Lalu siap ditempatkan dicabang manapun.

Cukup menarik,Aku mencatat No Telp dan Pin BB yang bisa dihubungi.Lalu membookmarks thread tersebut,mematikan laptopku dan bermaksud mengistirahatkan tubuhku di tempat tidur.

Tring… “PING!!!” BBM dari Linda.
Tring... “Oi,udh tdr??” BBM dari Linda
“Blm” Balasku.
Tring… “Mggu dpn ak balik jkt”
“Truss” Balasku.
Tring… “Kpn ada wkt ngopi yok?” BBM dari Linda.
“Oke” Balasku.
Tring… “woi,kek bbm sm org baru pny hp aje” BBM dari Linda
Tring… “Wkwkwk” BBM dari Linda.
Tring… “PING!!!” BBM dari Linda.
“Ngopi dmana” Balasku.
Tring… “Dikebun” BBM dari Linda.
Tring… “Wkwkwkw” BBM dari Linda.
Tring… “Ya dicafe kek,mna kek” BBM dari Linda.
“Tdr dlu” Balasku,
Tring… “Nite saaaann” BBM dari Linda.

MENUJU MIMPI

KU TAPAKI SETAPAK MALAM INI
MENYUSURI ARAH MENUJU MIMPI
BARANGKALI AKAN KU TEMUI
ISTANA BESERTA SANG PUTERI
BOLEH KU PINANG MENJADI ISTERI
UNTUK MENJADI KAWAN ABADI MENEMANI HARI
DAN KALA PAGI MENGHAMPIRI
BOLEH KU LIPAT MIMPI YANG TADI
UNTUK KU NIKMATI KEMBALI NANTI
Diubah oleh blondon2727
om, ceritanya seru, update terus,
Btw bsa benerin hp lumia g om? Cmn muncul unable to find bootable option
Quote:

Siap gan,ini lagi ketik kok gan...pegel euy emoticon-Hammer (S)
Beuh kok jadi tanya kerusakan hp gan,haha
begitu dihidupin,muncul tulisan nokia terus unable to find bootable option ya??
kalo iya itu masih di softwarenya gan.
9. Pilihan Yang Salah

Setelah berpamitan dengan kedua Orang Tua ku,ku injak pedal gas menuju rumah Linda.Beberapa hari yang lalu saat Aku dan Linda ngopi disebuah café,ia mengajak ku untuk berangkat ke Jakarta bersama-sama dan Aku pun tak menolak.

Linda naik dan duduk di sampingku.Sedangkan Kakak ku duduk dibelakang.Kakak ku yang menawarkan diri untuk mengantarkan ku kebandara dan Aku setuju saja.Meskipun awalnya Aku berniat menggunakan jasa travel.

Seminggu sudah Aku menghabiskan hari ku di Jakarta.Sebenarnya Aku sangat tidak betah,disamping ternyata keadaan yang tak seperti yang Aku bayangkan.Hari-hariku juga sangat membosankan.

Jam 9 pagi pelatihan dimulai dan berakhir pada jam 8 malam.Bukan sekedar pelatihan biasa,namun materi yang dipelajari sulitnya bahkan melebihi pelajaran matematika.Kami juga dituntut untuk cepat menguasai materi tersebut.

Tidak betah,jenuh,materi yang sulit dan bahkan merasa tertekan,membuatku meratapi pilihan yang ku ambil.Tak semudah yang ku bayangkan ternyata.Timbul dibenak ku untuk keluar saja,tapi bagaimana caranya,Aku telah menandatangani perjanjian diatas materai.

Disini,ditambah Aku ada 5 Orang teknisi yang menjalani pelatihan,kami semua berasal dari daerah yang berbeda-beda. Pukul 20.00 kurang,pelatihan usai.Aku lalu pergi mandi dan selesai mandi,Aku pamit dengan tim pengajar untuk jalan-jalan keluar.Ini pertama kalinya Aku keluar dari mes tempat pelatihan yang berada dikompleks ruko.

Aku berjalan melintasi pos satpam dan keluar dari kompleks .Aku mencoba melihat-lihat jalan disekitar,tampak sebelah kiri ku sepertinya jalan masuk ke kompleks perumahan sedangkan kanan adalah jalan yang Aku lalui saat pertama kali Aku tiba disini.

Aku lalu memperhatikan lalu lintas jalan yang tak begitu ramai,sesekali juga tampak taxi yang berlalu-lalang.Didepan ku banyak berderet pedagang makanan yang menempati trotoar jalan.Aku lalu berjalan keseberang jalan untuk mencari informasi sekaligus mengisi perutku.

“Mas,pecel ayam sama teh tawar hangat ya.” pintaku pada seorang penjual pecel lele.
“Sebentar ya mas.” jawabnya.
Aku duduk dimeja yang berdekatan dengan penjulal pecel tersebut.

Tak lama kemudian pecel ayam ku tiba dan Aku mulai menyantapnya.Tentu saja Aku menyantapnya menggunakan sendok dan garpu karena Aku memang tak biasa makan menggunakan tangan kosong.
Tring… “Bersan,lu dimna” BBM dari salah seorang tim pengajar.
Tring… “Kta2 udh mau mkn nih” Lanjutan dari BBMnya.
“Mkn aja dulu Mas” Balasku.
Tring… “Oke deh klo gt” Balasan dari seorang tim pengajar tersebut.

Selesai makan Aku tidak langsung beranjak,sambil menikmati sisa teh tawar yang ku padukan dengan amunisiku,Aku sedikit bertanya pada Mas penjual pecel tersebut.
“Disini jalannya ga terlalu rame ya Mas??” Aku membuka obrolan.
“Yah namanya juga kompleks perumahan Mas.” jawabnya.
“Tapi biasa abis ga Mas??” tanyaku.
“Alhamdulillah habis.” jawabnya sambil mengucap syukur.
“Mas baru ya disini??” penjual pecel itu balik bertanya.
“Iya,baru semingguan.” jawabku.
“Tinggal dimana Mas??” tanyanya lagi.
“Sebelah sana Mas.” Aku menunjuk kompleks perumahan.
“Disini ga gitu ada taxi ya Mas??” Aku kembali bertanya dengan kesimpulanku.
“Ada kok Mas,cuma jarang-jarang.” jawabnya.
“Oh gitu ya.” jawabku singkat.
“Berapa Mas??” tanyaku.
Selesai membayar makananku,Aku berlalu kembali menuju kompleks ruko tempat pelatihanku.

Ditempat pelatihan tersebut,ada dua pintu untuk masuk,pintu depan dan pintu samping.Namun pintu yang digunakan untuk masuk adalah pintu samping yang langsung berhadapan dengan tangga menuju lantai dua dan tiga.

Dilantai tiga itu lah,tempat pelatihan,tempat tidur dan tempat bersantai dijadikan menjadi satu.Sekembali dari makan,Aku duduk di tangga lantai dasar.Aku sibuk memainkan smartphoneku,bukan untuk membuka game online,melainkan membuka google maps.

Sambil melihat-lihat google maps,Aku juga BBM dengan Linda,Aku menyampaikan padanya apa yang Aku rasakan.Aku lalu bertanya padanya,apakah dikostnya sana ada kamar yang kosong,tak berapa lama kemudian Ia mengabariku bahwa dikostnya ternyata sedang penuh.

Linda pun berinisiatif untuk bertanya pada temannya yang juga kost didekat kostnya,namun tidak ada kepastian.

“Bersan,dari mana aje lu??” tanya seorang tim pengajar yang tadi mengirimkan BBM kepadaku.
“Dari makan Mas.” jawabku.
“Lama amat,makan dimane lu??” tanyanya lagi.
“Aku pulang udah lama kok,cuma duduk-duduk disini.” jawabku lagi.
“Oh…lu ga mau keatas,anak-anak lagi main PES tuh.” lanjutnya.
“Ga deh Mas,Aku mau nyantai dulu.” Aku.
“Ya udah gua ke atas ya,ntar sebelum naik lampu bawah lu matiin ya.” lanjutnya lagi.
“Ok.” jawabku.

Anehnya pengajar itu malah berjalan menuruni tangga.
“Mau keatas kok malah turun Mas??” tanyaku heran.
“Konci pintu Ber,haha….” jawabnya sambil tertawa.

Selesai mengunci pintu,ia lalu berjalan menaiki tangga menuju lantai tiga.
“Kuncinya ga dicabut Mas??” tanyaku.
“Biar aje,emang biasa juga ga dicabut kok Ber.” jawabnya.
“Gua duluan ya.” lanjutnya.
“Ok.” Aku.
Diubah oleh blondon2727
10. Kabur 1

Sekitar jam 10 lewat,Aku kembali naik ke atas.Ternyata pertandingan PES masih berlangsung dan yang tengah bertanding adalah Mas Ari,seorang tim pengajar yang tadi menemuiku,melawan seorang teknisi yang berasal dari Lampung.

“Ayo main Ber.” seorang teknisi yang berasal dari Bogor menegurku.
“Suhu kita juara bertahan nih dari tadi.” lanjutnya.
“Ga deh,Aku ga bisa main PES.” responku.

Aku lalu duduk didekat pintu masuk karena dibeberapa sudut telah terisi oleh yang lain.Mereka ada yang berbaring,ada juga yang duduk.

Tring… “San,blm ad kbr dr tmnku” BBM dari Linda
Tring… “Bsk deh ak coba tny lngsg” Lanjutan dari BBM Linda.
“Ok gpp,thanks dah bntu” Balasku.
“Kau blm tdr??” tanyaku.
Tring… “Blm nih,baring2 aj” Balas Linda.

Aku ber BBM ria dengan Linda,mengobrol kesana kemari,sedang pikiranku sudah kalut tak tentu arah.Aku memikirkan kemana Aku akan pergi jika Aku keluar dari sini.

Memang di Jakarta ada Tanteku.Tapi Aku sama sekali buta Jakarta.Aku juga belum pernah bertemu Tanteku,yang Aku tau Ibu ku pernah berkata bahwa Tanteku ini orangnya sangat baik.

Jam 12 lewat,Aku belum juga bisa tertidur.Sedangkan Linda sepertinya sudah tertidur karena ia tidak lagi membalas BBM terakhirku.Pikiranku semakin kalut tak terkendali memikirkan apa yang harus ku lakukan.

“Apakah Aku benar-benar kabur aja??”
“Subuh ini kah??” Aku bertanya pada diriku sendiri.
“Tapi kemana tujuanku??” tanyaku dalam hati.

Tujuanku tadi keluar makan adalah memang untuk memastikan keadaan sekitar dan mencari informasi tentang daerah sekitar sini.

“Sudah seperti film-film saja Aku ini pakai acara kabur segala.” batinku,sambil tersenyum bodoh.
“Tapi mau gimana lagi,jika Aku keluar secara baik-baik Aku harus membayar uang kompensasi yang tak sedikit.” pikirku.
“Lagi pula,kegalauan ku saat ini benar-benar diluar batas kendaliku.” pikirku lagi.

Akhirnya nekat ku yang mengambil keputusan,Aku akan kabur subuh nanti.Tak terpikir olehku jika Aku akan menjalankan rencanaku secepat ini.
“Padahal Aku tadi hanya iseng mencari informasi keadaan diluar.” hatiku berkata.

Sudah jam 1 dan ku lihat beberapa diantara mereka sudah tertidur.Hanya seorang yang berasal dari Medan yang masih sibuk dengan smartphonenya,lalu Mas Ari yang sibuk mengotak atik laptopnya.

Aku berpura-pura tidur dan memikirkan langkah-langkah yang akan ku lakukan agar rencana kaburku berjalan mulus.Lalu Aku mengintip dari celah-celah mata ku yang pura-pura ku penjamkan.Jam 2 lewat,tinggal Mas Ari yang masih juga sibuk dengan laptopnya.

Dan jam 3 kurang,Mas Ari masih juga belum tidur,namun kini ia telah mematikan laptopnya dan beralih sibuk dengan smartphonenya.

“Jam berapa kira-kira Aku akan beraksi??” tanyaku dalam hati.
“Jam 4?? Jam 5??”
“Mungkin jam 5.Tidak,jam 5 sudah pagi.”
“Atau jam 4 saja?? Tapi,apa tidak terlalu subuh??”
“Lalu tujuanku,Aku harus kemana??”
Batinku terus beragumen dan pikiran ku semakin kacau.

Slipi,itu yang terlintas dibenak ku.Kakakku pernah kost disana saat masih kuliah dulu dan Aku pernah kesana satu kali.Samar-samar Aku berusaha mengingat tempat kost Kakakku dulu.
“Didekat RS.Harapan Kita.”
“Tidak salah lagi,kostnya didekat RS.Harapan Kita.” Aku meyakini diriku.

“Tujuan sudah ada,sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk beraksi.” batinku.

Aku kembali mengintip dari mataku yang pura-pura ku pejamkan,sudah jam 4 subuh dan ku lihat Mas Ari sudah tertidur.

“Baiklah,tunggu sebentar lagi,Aku harus benar-benar memastikan Mas Ari telah tertidur.” pikirku.

Jam 4.20 lebih,Aku bangun dan berjalan keluar menuju toilet.
“Aku harus tenang.”
“Aku harus tenang.” Aku berusaha menenangkan pikiran dan perasaan ku.

Setelah keluar,Aku langsung turun ke lantai dasar untuk memastikan kunci pintu masih melekat disitu dan sekalian melihat situasi sekitar.Meski gelap Aku bisa melihat bahwa kunci pintu masih ada disitu.
Diubah oleh blondon2727
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di