alexa-tracking

Surat Terbuka kepada Jaya Suprana tentang Mulut Ahok

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55405cecd89b09e75a8b456f/surat-terbuka-kepada-jaya-suprana-tentang-mulut-ahok
Surat Terbuka kepada Jaya Suprana tentang Mulut Ahok
Surat Terbuka kepada Jaya Suprana tentang Mulut Ahok

Surat Terbuka kepada Jaya Suprana tentang Mulut Ahok

Apakah sewaktu Ahok memaki para koruptor, ia sedang merepresentasikan diri sebagai orang Tionghoa?

Saya sangat menghormati, menghargai, dan mengagumi semangat Anda mendidik seseorang untuk bersikap sopan. Sayangnya, alasan yang Anda ajukan justru bisa menciptakan kelirumologi.

Saya akui, mulut Ahok memang kasar. Namun bagi saya, masih tidak ada apa-apanya dibandingkan mulut Soeharto yang menyebut sekelompok orang tertentu sebagai orang “Cina”, walaupun mereka lahir dan besar di Indonesia, bahkan banyak di antaranya sudah beberapa generasi hidup di Indonesia.

Soeharto juga berkali-kali menstigma mereka. Mulut Ahok juga tidaklah senista Soeharto sewaktu ia menganggap korban-korban peristiwa 30 September 1965 beserta anggota keluarga mereka sebagai bagian dari “bahaya laten”.

Seperti Pak Jaya, saya adalah seorang yang sering kali disebut “Cina” atau Tionghoa, walaupun saya lahir dan besar di Indonesia dan memegang paspor Indonesia. Seperti Anda juga, Pak Jaya Suprana, ayah saya adalah salah seorang korban peristiwa 30 September 1965.

Mungkin benar, seperti yang Pak Jaya tulis, “Kebencian terhadap kaum Tionghoa belum lenyap.” Ahok masih sering kali diserang dengan kata “Cina”, begitu juga saya. Tapi bila saya, Anda, atau Ahok diserang karena stempel Tionghoa yang sudah telanjur melekat dalam orang-orang seperti kita, mengapa mulut Ahok tiba-tiba menjadi kambing hitamnya?

Saya tidak bilang mulut Ahok itu halus dan sopan. Sama sekali tidak. Saya juga akui mulut Ahok kasar. Tapi, siapa yang bisa tahan bersopan-sopan terlalu lama dengan para koruptor yang hendak menggarong sebagian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga menipu rakyat?

Apakah sewaktu Ahok memaki para koruptor, ia sedang merepresentasikan diri sebagai orang Tionghoa? Jika iya, berarti semua orang Tionghoa adalah pemaki koruptor. Wah, hebat juga! Sayangnya, tidak. Karena itulah, perjuangan Ahok menjadi lumayan alot.

Ini berarti kita juga tidak bisa menganggap makian Ahok sebagai representasi dari orang Tionghoa. Menyatakan makian Ahok akan berpotensi menyulut huru-hara lagi justur akan menampikkan penyebab huru-hara itu sendiri.

Pejabat bermulut kasar bukan hanya Ahok. Orang Indonesia yang memaki juga bukan hanya Ahok. Tapi, apakah setiap orang yang memaki. lalu bisa menjadi alasan, bahkan pembenaran bagi yang lain, untuk menciptakan huru-hara bagi kelompoknya?

Apakah bila Ratna Sarumpaet memaki wartawan Yenni Kwok, hanya karena ia tersinggung dengan tulisan Yenni (bukan karena masalah seserius korupsi), kita bisa menganggap bahwa jika ada pembantaian atau pemerkosaan massal terhadap suku Batak, makian Ratna Sarumpaet adalah salah satu penyebabnya?

Pak Jaya, cara berpikir seperti ini justru mendukung kesesatan, seolah menjadi korban adalah bagian dari kesalahan. Seolah sebagai kelompok yang kerap disudutkan bahkan diserang, mereka yang telanjur distempel Tionghoa ini harus selalu waspada terhadap ucapan dan tindakan, tidak saja bagi diri mereka, namun juga orang-orang yang dianggap termasuk dalam ras mereka. Hal ini akan memperdalam jurang antara orang-orang yang distempel Tionghoa dan bukan.

Padahal, siapa yang bisa dengan pasti memilah antara “Tionghoa” dan “pribumi” apabila sebagian nenek moyang tertua Indonesia datangnya dari China Selatan (Yunan)?

Hal yang amat saya sayangkan juga, dalam mengkritik Ahok, Jaya Suprana merujuk kepada Habib Rizieq. Begini tulis Pak Jaya, “Tidak kurang dari imam besar FPI, Habib Rizieq menyatakan kepada saya pribadi, beliau menghargai semangat Anda membasmi korupsi, namun yang tidak disukai pada diri Anda hanyalah kata-kata tidak sopan.”

Namun, bagaimana dengan Habib Rizieq sendiri? Ingatkah Anda bahwa sang “imam besar” ini sempat mengatai Ahok “kafir”, “goblok”, dan segala macam hanya karena Ahok akan dilantik menjadi gubernur?

Kata-kata Ahok mungkin menyinggung sebagian bangsa Indonesia. Tapi, saya sendiri sudah lelah dengan politikus yang berbaju necis dan sopan, namun korup, seolah memang itulah “budaya” yang dipertahankan dalam negeri ini. Maling ayam digebuki, koruptor besar dihormati karena “boleh saja menjarah dan merampok asalkan santun”?

SUMBER

emoticon-I Love Indonesia
udah ada tanggapan dari jaya suprana nya ngga ya
hmmm. nyimak dulu gan
ga perlu sopan ama koruptor ato calon koruptor
sebenernya kata kafir tidak bermakna menghina atau ngatain bray, tapi itu memang kenyataan emoticon-Ngakak

Jaya suprana itu siapa gan? emoticon-Bingung
perbandingan nt ga fair gan emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)
gelar tiker dulu d trit panas
hmm,,, sekarang jamannya surat ya
dimana saling berkirim surat..
Quote:


BOS nya S*D* M*NC*L gan.

tulisan" Jaya Suprana ada disini gan ,
Kolom Jaya Suprana
Quote:


bukan ane yg nulis gan cuma ngeshare emoticon-I Love Indonesia (S)
ane ikut nyimak dl gan..
banyak org kan nilai dr penampilan
org yg berbahasa halus apakah menjadikan org tersebut hatinya baik?
ijin nyimak gan
mari kita asumsikan ahok bersih (pejabat yg baik, tidak korupsi)

ahok jiwanya bersih, mulutnya kotor ada sebuah pembelaan "cuma kotor dimulut, yg penting hatinya bersih", "manusia tidak ada yg sempurna, terima kelebihan dan kekurangannya", dll

mulut kotor ahok adalah sebuah sifat / perilaku yg bisa dirubah, sebab bila dibiarkan kedepan nanti bukan mustahil akan banyak bermunculan tipe seperti ini.
bayangkan bila suatu waktu kita mempunyai seorang presiden yg bersih, berwibawa serta kompeten dlm memimpin negara dengan satu kekurangan, dia (anggap saja) hobi berjudi & berzinah. akankah kita mentolerir keburukannya sbg kompensasi kelebihannya?

berbeda dengan ketika kita dihadapkan pada sebuah situasi (gusdur) dimana indonesia mempunyai seorang presiden dengan kelebihanya dan kekurangannya, lumpuh & kendala pengelihatan.
kekurangan gusdur ini lah contoh yg bisa di tolerir, karena kekurangan tsb tidak bisa dirubah, terbukti setelah berobat ke amrik dll.


Quote:


Quote:


Kalo ente yang ane katain kafir, ente bakal merasa terhina gak?
Quote:


ya terhina lah, kan gw muslim emoticon-Ngakak

kalo ahok kan emang non-muslim, jadi sah2 aja dibilang kafir emoticon-Cape deeehh

siapin kopi, ane nyimak dulu gan emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


Ah...itu kan menurut ajaran yang ente dan kaum ente percaya. Bisa aja kaum lain beranggapan justru muslim lah yang sebenarnya kafir.
Tar juga diapus nih thread