alexa-tracking

Tidak Gentar di Bawah Tekanan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553f0e979a095160608b4569/tidak-gentar-di-bawah-tekanan
Tidak Gentar di Bawah Tekanan
Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini menjadi pusat perhatian dunia. Di sana akan dilaksanakan eksekusi hukuman mati terhadap sembilan gembong narkoba dari berbagai negara.

Kesembilan terpidana mati yang sudah masuk sel isolasi itu berasal dari Australia, Nigeria, Brasil, Ghana, Filipina, dan Indonesia. Satu terpidana mati lainnya, Serge Areski Atlaoui asal Prancis, batal masuk sel isolasi lantaran di detik-detik terakhir ia mengajukan gugatan ke PTUN.

Serge batal masuk sel isolasi bukan karena Indonesia takut dan tunduk atas ancaman yang dilancarkan Presiden Prancis Francois Hollande. Presiden Prancis memberikan ancaman diplomatik seperti menarik duta besarnya di Jakarta. Ia juga mau bersekutu dengan PM Australia Tony Abbott untuk menekan Indonesia.

Serge batal masuk sel isolasi karena ia mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara di saat-saat terakhir persiapan eksekusi. Meski itu sekadar upaya mengulur waktu, kita tetap harus menghargai proses hukum.

Indonesia tidak boleh gentar, apalagi tunduk, terhadap tekanan internasional. Apalagi, eksekusi mati yang menurut rencana bakal dilaksanakan dalam satu-dua hari ke depan itu merupakan gelombang kedua. Eksekusi mati terhadap enam gembong narkoba pada gelombang pertama dilakukan pada 18 Januari lalu.Keenam orang itu dari Brasil, Nigeria, Belanda, Malawi, Vietnam, dan Indonesia.

Hukuman mati dalam praktik pemidanaan di muka bumi ini masih mengundang perdebatan. Perdebatan itu berujung pada persoalan mendasar apakah hukuman mati mampu menihilkan angka kejahatan. Pihak yang kontra memandang hukuman mati sebagai perampasan hak hidup yang merupakan hak asasi manusia. Akan tetapi, hukum positif Indonesia masih menerapkan hukuman mati.

Mahkamah Konstitusi sebagai satu-satunya pemegang otoritas menafsirkan konstitusi sudah menyatakan hukuman mati tidak melanggar hak asasi manusia. Meski dilegalkan, hukuman mati di Indonesia tetap diterapkan secara spesifik dan selektif.

Spesifik artinya hukuman mati diterapkan untuk kejahatan-kejahatan serius yang mencakup korupsi, pengedar narkoba, teroris, pelanggar HAM berat, dan pembunuhan berencana. Yang dimaksud dengan selektif ialah terpidana yang dijatuhi hukuman mati harus yang benar-benar yang telah terbukti dengan sangat meyakinkan di pengadilan bahwa memang dialah sebagai pelakunya.

Pelaksanaan hukuman mati gelombang pertama, juga yang direncanakan terhadap gelombang kedua, sudah memenuhi kriteria spesifik dan selektif. Mereka sudah menempuh upaya hukum luar biasa, yaitu peninjauan kembali ke Mahkamah Agung, bahkan sudah meminta grasi alias pengampunan dari Presiden Joko Widodo, tetapi ditolak.

Bagi Indonesia, tindak pidana narkotika merupakan kejahatan luar biasa karena dampak buruknya sangat dahsyat sehingga hukuman mati dapat saja diberikan. Itulah sesungguhnya filosofi yang diterapkan dalam Undang-Undang Narkotika yang menyatakan perlu memberikan efek psikologis kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana narkotika.Dalam konteks itulah harus dikesampingkan pendapat Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menyatakan pelanggaran terkait obat umumnya tidak termasuk kategori kejahatan paling serius.

Dengan demikian, yang diutamakan dalam pelaksanaan hukuman mati gembong narkoba ialah efek psikologisnya sehingga masyarakat tidak lagi mencoba-coba menyalahgunakan narkoba. Pada sisi lain, kewajiban negara ialah menjamin peradilan berjalan dengan benar sehingga menjamin keadilan dan kewajaran pada masyarakatnya. Sistem hukum tidak dipengaruhi perilaku korup dan kekuatan uang. Bagi Indonesia, tindak pidana narkotika merupakan kejahatan luar biasa karena dampak buruknya sangat dahsyat sehingga hukuman mati dapat saja diberikan.
Hukum memang harus di tegakan
emoticon-Cool
×