alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bersabar Sedikit Saja, Bukankah Jodoh Sebenarnya Sederhana?
4.7 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553eda5132e2e632468b456c/bersabar-sedikit-saja-bukankah-jodoh-sebenarnya-sederhana

Bersabar Sedikit Saja, Bukankah Jodoh Sebenarnya Sederhana?

Semakin dewasa, akhir pekan kian terasa berbeda. Sekarang bukan lagi masanya menggulung diri di dalam selimut, mandi sekali sehari, lalu nonton serial TV seharian. Undangan pernikahan teman yang hampir tiap weekend datang harus dihadiri sebagai tanda penghormatan.

Perasaan bahagia saat melihat teman seperjuangan bersanding dengan pasangan pilihannya sering diikuti dengan pertanyaan yang muncul tanpa diminta,

“Duh, besok bakal bersanding di pelaminan sama siapa ya?”
“Jodoh gue besok kayak gimana ya? Ketemunya masih lama nggak ya?”
Rasa cemas, insecure sebab masih sendiri di usia yang kata orang sudah matang membuat kita merasa harus segera mengikuti jejak mereka. Urusan jodoh, tanpa sadar menjadikan kita manusia yang selalu khawatir — sampai benar-benar jadi pasangan sah di depan negara dan agama.

Padahal jika mau bersabar sedikit saja– bukankah jodoh itu sebenarnya sederhana?
 

 

Selama ini kita seperti pecinta alam dan sutradara yang terlampau kreatif. Menerka dan membuka jalan, yang sebenarnya belum tentu diamini oleh semesta

Ada satu orang sahabat saya yang cuek setengah mati soal urusan cinta. Sampai ulang tahunnya yang ke-24 dia memegang trophy sebagai jomblo abadi. Isi hidupnya hanya kuliah, tetek-bengek organisasi, ikut penelitian dosen, kumpul-kumpul bersama kami, lalu belakangan ikut kursus pra nikah sesekali. Dengan statusnya yang masih sendiri.

Tapi anehnya sahabat saya ini tidak pernah merasa kekurangan. Di wajahnya selalu bisa kami temukan senyum bahagia, bahkan lebih tulus dari kami yang ditemani pacar ke mana-mana. Dia adalah orang yang berapi-api soal cita-cita. Tak harus dihadapkan pada kegalauan saat ngambek dengan pacar membuatnya bisa menghabiskan waktu untuk banyak menulis dan membaca.

Plot twist pun tiba. Saat kami masih galau soal pekerjaan pertama dan perkara membawa hubungan cinta ke arah mana — kami mendapat kabar bahwa jomblo abadi ini akan menikah dengan pria yang selama ini jadi kawan satu organisasinya. Akad akan dilakukan segera selepas lamaran, demi menghindari hal-hal yang keluar dari ajaran.

Geli rasanya. Kami yang sudah berinvestasi waktu pun perasaan dalam ikatan pacarab sekian lama justru belum berani mengikuti jejaknya. Menghadiri prosesi akadnya seperti membawa kaca ke depan muka:

Jika mau jujur sedikit saja, sebenarnya berapa banyak waktu kita yang sudah terbuang sia-sia?
Saat kami menghabiskan masa muda dengan meratapi sakit hati, dia justru bebas loncat dari satu organisasi ke lembaga kemasyarakatan yang menarik hati. Dia boleh jadi tak merasakan debaran saat bertukar rayuan manis dengan pacar, tapi justru kebebasannya langsung bisa bercumbu sepuas hati membuat kami sedikit gusar.

Ketika kami terlalu sibuk bertukar janji demi masa depan bersama, sahabat saya ini justru langsung berani menjalaninya — bersama pria pilihannya.
 

 

 Berkaca dari banyak pengalaman ternyata yang dibutuhkan hanya kemantapan dan sedikit kenekatan. Membangun masa depan tak memerlukan keahlian yang dibiakkan dari pacaran


Seringkali kalkulasi manusia dan kalkulasi semesta berjalan di plaform yang berbeda. 1095 hari bersama tidak membawa kemantapan yang sudah ditunggu sekian lama. Kita masih sering memandang wajah orang yang sudah kita genggam tangannya bertahun-tahun lamanya, kemudian membayangkan apakah masa depan benar-benar layak dijalani bersamanya.

Hubungan yang sudah sempurna di mata orang-orang bisa kandas. Perasaan yang kuat ternyata bisa hilang. Bersisian sekian lama, menerka masa depan berdua ternyata tidak menjanjikan apa-apa. Jika memang tidak ada niatan baik untuk membawa hubungan ini ke arah selanjutnya.

Inilah kenapa kisah-kisah “bertemu-orang-yang-tepat” setelah putus dari pacaran bertahun-tahun bermunculan. Kenekatan kerap muncul setelah dikecewakan. Keinginan membangun komitmen ternyata perlu didorong oleh hati yang sudah lelah menghadapi perihnya kegagalan. Ibarat lari maraton panjang, selepas garis finish kita hanya ingin meregangkan otot yang tegang — dalam sebuah peristirahatan yang jauh dari kata menantang.

Ternyata keyakinan untuk bisa membangun masa depan bersama tidak membutuhkan training bertahun-tahun lamanya. Kita bisa mengeliminasi keharusan PDKT, ratusan kali kencan, dan episode drama yang jumlahnya melebihi jari tangan.

Dalam banyak kasus justru kemantapan itu datang setelah memantaskan diri sebagai pribadi — selepas dipertemukan dengan orang yang juga sudah selesai dengan dirinya sendiri.

 

 

Jodoh toh bukan aljabar yang harus membuat kita sakit kepala. Bahkan prosesi peresmiannya berlangsung tak lebih dari hitungan menit saja


Bukankah tujuan akhir dari selalu ke mana-mana berdua adalah ucapan dalam satu hela nafas,

“Saya terima nikahnya!”
atau prosesi khidmat pemberkatan di gereja?

Lucu bukan, jika kita rela menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya demi prosesi yang berlangsung bahkan lebih singkat dari wisuda?

Semakin dewasa, setelah jadi saksi bagaimana kawan-kawan menemukan pasangan hidupnya — pandangan kita terhadap jodoh justru akan makin sederhana. Ini bukan lagi soal kencan ke mana, mematut diri dengan baju apa, sampai berapa lama sudah saling mendampingi dan memanggil sayang ke depan muka.

Jodoh ternyata tak lebih dari soal keberanian, kesiapan sebagai pribadi bertemu dengan peluang, keyakinan bahwa hidup tak lagi layak diperjuangkan sendirian. Konsep jodoh yang dengan jelas sudah disiapkan Tuhan sebenarnya tidak menuntut kita untuk galau menantikannya.

Toh dia pasti akan datang sendiri. Bukankah Tuhan tidak akan bermain-main dengan janji?
Kita-kita ini saja yang suka lebay mendramatisir suasana. Merasa paling merana jika belum menemukannya. Merasa hidup kurang sempurna jika belum bertemu pasangan yang bisa menggenapkan separuh jiwa. Padahal jika memang sudah waktunya, pintu jodoh itu akan terbuka dengan sendirinya. Mudah, sederhana, bahkan kadang tanpa banyak usaha.

 

 

Kalau memang bukan garisnya, diikat pakai batu akik pun, tak akan jadi jodoh kita seorang anak manusia. Jika memang begini hukumnya — haruskah kita galau dan bercemas diri lama-lama?

Pertunangan bisa gagal, khitbah bisa dibatalkan, pun resepsi bisa di-cancel beberapa jam sebelum perhelatan. Ikatan sebelum pernikahan (ternyata) tidak layak membuat kita merasa aman, pun bangga karena merasa sudah punya pasangan. Sebab ternyata tak ada yang bisa memberi jaminan.

Janji-janji manis yang sudah terucap sebelumya tidak akan berarti apa-apa sampai ada tanda sah di depan negara dan agama. Cincin berlian, atau bahkan batu akik yang sedang hits itu tak akan membantu apapun, jika memang jalan hidup berkata sebaliknya.

Daripada mencemaskan yang sudah tergariskan, mengapa kita tidak mengusahakan yang bisa diubah lewat usaha keras? Rejeki, pekerjaan, membuka kesempatan untuk kembali studi di luar negeri, sampai memutar otak demi membahagiakan orangtua yang sudah tak semandiri dulu lagi misalnya? Hal-hal itu lebih layak mengakuisisi ruang otak kita dibanding terus-terusan galau memikirkan pasangan yang sudah jelas dipersiapkan oleh yang Maha Kuasa.

Akan tiba masanya, ketika kita memandang orang yang tertidur dengan lelap di sisi kanan sembari mengulum senyum. Ternyata begini jalannya. Ternyata inilah jodoh kita yang telah disiapkan oleh semesta. Suatu hari, semua kecemasan yang memenuhi rongga kepala ini hanya akan jadi bahan tertawaan saja.

Bolehkah mulai sekarang kita berusaha lalu berserah saja? Sebab pada akhirnya, jodoh toh sebenarnya sederhana.

http://www.hipwee..com/motivasi/jika-mau-bersabar-sedikit-saja-bukankah-jodoh-sebenarnya-sederhana/
Diubah oleh: yunanmr
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 4
betul sekali gan emoticon-Cool
maksudnya gimana? main reserved aja emoticon-Malu

edit : berhubung reserved udah diganti sama tsnya,yap ane setuju sama ts,jodoh itu udah ada yang ngatur emoticon-Malu
Diubah oleh serbetmen
tp jg tidak lupa brrusaha mas bro

bukan jodoh udh ada yg ngatur jd jones sbk sm dunianya sendiri game online dll
Quote:


harus bro, ikhtiar itu wajib
kalo Koment itu ga perlu panjang lebar,, cukup satu komen aja,, yang penting mengenai sasaran. ga usah pake inilah itulah, kadang juga ada yg sampe ribuan karakter.. kalo kaya gitu kan kasihan.. kalo yang onlinenya pake HP bisa-bisa keypadnya rusak karena kelamaan dipencet,, nah kalo udah rusak kan kasihan dia ga bisa ol lagi,, harus menunggu HPnya dibenerin dulu.. iya kalo sekedar menunggu,, dia juga kan harus ngocek kantongnya untuk biaya service,, mending kalo orangnya udah kerja,, ga perlu minta-minta ke ortu,, kalo dia masih sekolah atau masih nganggurkan kasihan.. belum tentu dia punya celengan,, kalo minta ke ortupun belum tentu ortunya lagi banyak uang,, ujung-ujungnya kan cuma gigit jari.. masa kita tega melihat teman kta cuma gigit jari doang,, ntar kalo kelamaan gigitt jarikan lama-lama jarinya bisa potong,, kalo kaya gitu kan repot urusannya.. harus ke rs dulu,, nungguin sembuh,, jadinya bete karena gak bisa OL.. kasian banget kan Ya udahlah sobat, ceramahnya sampe disini dulu,, kalo pengen ngobrol panjang lebar datang aja kerumahku,, dan jangan lupa bawa gula, teh sama kopinya ya,, biar ngobrolnya enak.. semoga bisa dimengerti dan juga dapat dipahami.. salam kompak Yaa ?? Oh iya..... Sebenarnya saya malas komen. jadi maaf klo komen saya ini terlalu panjang untuk anda mengerti. juga biiiiingung mau komen apa,, ya jadinya hanya tulisan- tulisan kecil ini yang bisa saya tulis.. seperti kerjaan saya di kaakus .. sekali lagi maaf klo dibilang nyampah dan menuh- menuhin Thread anda, kan saya udah bilang klo kerjaan saya di Kaskus hanya komen, jadi gak salah dong klo saya komen thread anda sebagai bagian dari kerja.. mungkin dalam pikiran anda, kenapa kok komen ini panjang sekali, apa gak capek ngetiknya, dan kapan selesainya, hmm.. sebagai jawaban atas pertanyaan anda yang juga saya gak ngerti harap maklum karena kerjaan saya di Kaskus cuma komeng. jadi sesuai pekerjaan saya saya akan komen thread anda, namun saya bingung mau komen apa karena saat ini otak saya sedang BLANK makanya saya sendiri bingung mau komen apa, mungkin sejenak anda berfikir, nih komen kok gak abis-abis, panjang banget lagi, dan anda mulai ingin berhenti untuk membacanya, namun rasa penasaran anda ingin tau apa maksud dari komen saya ini maka dari itu anda teruskan membaca komen ini kata demi kata anda baca dengan serius, untuk mengetahui apa maksud dari komen ini, anda bahkan ikhlas menggerakkan tangan anda untuk meng-klik baca selengkapnya atau see more, tapi anda malah melihat komen ini malah nambah panjang, dan anda mulai berkeinginan untuk tak membacanya lagi, namun kembali rasa penasaran anda menggugah anda untuk meneruskan membaca komen ini lebih lanjut, tapi anda gak menemukan maksud dari komen saya ini, maka dari itu saya sudahi saja komen ini.. lagi pula capek lho ngetik panjang-panjang ehh tapi sebentar sebenarnya saya malas mengomentari thread anda, tapi karena berhubung kok rada menarik ya saya coba sajalah untuk menambahkan isinya. kalau di pikir-pikir banyak komen-komen yang luar biasa lho kaya memuji gitu, atau mengkritik. banyak banget hal-hal yang bisa bikin situ senang, contoh banyak yang komen, rate nya 5, nah mantap kan. jadi ane si seneng aja kalo situ seneng dihargai trit nya, kan ga gampang toh bikinnya, kadang ada aja salah, atau bahkan isinya yang ga bermutu tapi di komen panjang lebar, nah lho kan, bisa begitu gawat kan, tapi jangan salah gan, thread yang banyak komennya bisa aja banyak yang mau nge junks kan, atau bahkan spamming, nah gawat banget gan. hahaa....
jodoh makin dikejar makin lari emoticon-Mewek
yah semoga jomblo bawah ane segera dapet pasangan ya

emoticon-Jempol
Setuju gan sama TS...Jodoh itu misteri ilahi yang kita nggak bisa tau..
bener tuh, kalo ane sendiri pengen bikin ortu seneng dulu sekaligus memperbaiki diri ane sendiri
bukankah pasangan yang baik hanya untuk pria atau wanita yang baik juga? emoticon-Cool

jadi kadang ane geli juga kalo liat banyak yang diputusin atau mutusin pacarnya karena alasan "kamu terlalu baik buat aku"
jadi secara gak langsung berdoa buat dirinya sendiri untuk dapat pasangan yang kurang baik dong emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

TS cek kulkas emoticon-Cendol (S)
jodph itu unik,kakinya tiga,dikejar dy jauh,didiemin dy dekat
setelah ane gonta ganti pacar ane mengakui apa yg telah ane baca diatas gan. apa gara gara ane ga mujur aja ya gba langgeng emoticon-Hammer (S)
Quote:


itu apa gan emoticon-Bingung
bukan masalah kemantaban hati kalo kasus ane...ane sih manteb2 aja...tp siapa yg mantab nikah sama ane? blm datan juga....wkwkwkkwkwkw emoticon-Ngakak

emoticon-Hammer2 emoticon-Turut Berduka emoticon-Mewek
setuju deh sama TS emoticon-Smilie
jodoh udah ada yg ngatur
betul kata TS jodoh tuh bukan untuk dikejar-kejar tapi dicari trus setelah dapet langsung jadiin, pengalaman ane dari mulai kenal sampe married dua bulan, kenalan, bulan berikut lamaran, bulan berikutnya lagi nikah selesari. dating after marriege menurut ane legi sip gak takut ditinggalin sama pasangan bebas karena semua sudah halal gak perlu takut dosa.
makasih TS udah ngingetin ane lagi, hehehe. mayan biar ga galau2 lagi. tetep jalani rutinitas tanpa terlalu berharap terlalu jauh.
jodoh dah diatur...tinggal kita berusaha gan emoticon-Blue Guy Peace
ada niat baik pasti diberikan jalan bro..
Aamiin emoticon-Smilie
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di