alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pembasmi Kanker Anak Indo Tak diakui tp populer di japan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553e8411138b46cb738b4568/pembasmi-kanker-anak-indo-tak-diakui-tp-populer-di-japan

Pembasmi Kanker Anak Indo Tak diakui tp populer di japan

Mohon di emoticon-Rate 5 Star dan diberi emoticon-Toast
emoticon-No Sara Please DAN emoticon-Hoax
jangan di emoticon-Bata (S)

Maaf sebelumnya gan
Ane mau sharing nih gan dan berharap :
Semoga Agan dan Aganwati kedepannya lebih menghargai, memperdayakan dan dapat membantu para ilmuwan/Peneliti dari Negeri Sendiri seperti Warsito P. Taruno yang penemuannya sudah teruji maupun seperti Ane dan lain-lain yang penemuannya belum teruji (Tahap Penelitian/uji coba) apabila nantinya Agan dan Aganwati menjadi bagian dari Pemerintahan..



TAK DIAKUI DI INDONESIA, PEMBASMI KANKER CIPTAAN WARSITO POPULER DI JAPAN

Bisnis.com, JAKARTA-- Berbekal ilmu yang didapat ketika menempuh pendidikan S1, dan S2 jurusan Teknik Kimia, serta S3 Teknik Elektro di Jepang, ditambah pengalaman riset di Amerika Serikat, Warsito P. Taruno menciptakan alat menyembuhkan kanker payudara stadium 4 yang diderita sang kakak. Berprofesi sebagai peneliti teknologi berbasis energi rendah selama di Jepang, dan Amerika Serikat, tak pernah tebersit sedikitpun akan “mengawinkan” teknologi ini dengan teknologi terapi kanker yang dia dapatkan ketika mengabdi sebagai dosen Fisika Medis di Universitas Indonesia.

SANG PENEMU GAN :
Quote:


“Semua berawal ketika kakak perempuan saya divonis kanker payudara stadium 4. Dokter telah angkat tangan, hanya ada dua pilihan yakni mencari pengobatan alternatif atau menunggu kematian,” ujarnya di laboratorium riset kanker C-Tech Labs Edwar Technology, Tangerang. Dalam keadaan galau, muncul ide Warsito untuk memadukan teknologi energi rendah dengan teknologi terapi kanker, guna menyembuhkan penyakit sang kakak. Akhirnya, uji lab in vitro yang dilakukan membuahkan hasil yang mengejutkan.

Seluruh kombinasi teknologi sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian, masuk pada tahap uji coba pada penderita. Dengan perhitungan yang matang, uji coba teknologi ini membuahkan hasil sangat bagus, yakni uji klinis menyatakan tubuh sang kakak bersih dari kanker.Kini, setelah lebih dari lima tahun menggunakan teknologi temuannya, sang kakak telah kembali hidup normal. Informasi berkembang dengan cepat, ribuan pasien tiap tahunnya datang meminta bantuan.

Gedung yang dahulu hanya berfungsi sebagai laboratorium pengembangan teknologi gelombang rendah yang memancar secara tiga dimensi, kini berkembang menjadi klinik riset kanker. Tak kurang dari 10.000 orang telah menggunakan teknologi ciptaan Warsito dengan rincian 50% pasien mengidap penyakit kanker payudara, dan lainnya kanker otak. Sebanyak 70% pasien divonis tak dapat ditolong secara medis, 25% tidak mau medis, dan 5% lainnya belum berobat secara medis. Hasilnya, 80% pengguna teknologi temuannya dapat hidup secara normal bahkan dikatakan sembuh secara kedokteran.

SAAT PASIEN DI PERIKSA :
Quote:


Warsito kemudian berpikir teknologi yang selama ini dikembangkan menggunakan DANA PRIBADI emoticon-Berduka (S) ini harus dapat bermanfaat untuk masyarakat luas, karena penyakit kanker masih menjadi pembunuh di dunia. Berbagai cara telah ditempuh untuk mendapatkan izin produksi massal, izin edar, dan izin penggunaan alat kesehatan ini oleh lembaga kesehatan di Indonesia emoticon-Bingung (S) .Di luar dugaan, hasilnya nol besar emoticon-Berduka (S) . Misi kemanusiaannya terhambat regulasi. Tidak ada regulasi jelas yang dapat mengakomodir alat kesehatan temuan dalam negeri untuk digunakan di Tanah Air tercinta ini. Regulasi yang selama ini ada cenderung hanya mengakomodir peredaran alat kesehatan dari luar negeri.

Warsito mengatakan selama ini produsen lokal hanya mampu berkontribusi sebanyak 5% terhadap peredaran alat kesehatan. Sisanya didatangkan dari luar negeri. Sungguh pasar paling prospektif untuk penjualan alat kesehatan. Menurutnya Indonesia hingga kini belum memiliki skema atau kebijakan dalam pengembangan industri hulu alat kesehatan buatan peneliti dalam negeri. Bahkan, terkesan pemerintah tidak memercayai produk buatan anak bangsa yang telah diakui dunia internasional. Alih-alih mendapatkan izin edar, produksi massal, dan penggunaan teknologi ini oleh praktisi kesehatan Indonesia, sejumlah cara yang telah ditempuh justru menimbulkan beban biaya besar. (MAU DISOGOK KALI GAN)

Warsito menuturkan, jika pemerintah ingin menilai produknya secara ketentuan internasional, di mana regulasi terkait alat kesehatan memperhatikan penggunaan listrik berkekuatan 50 volt, alat temuannya ini jauh lebih efisien dan aman karena hanya menggunakan baterai rumah tangga bertegangan rendah. Dia mengatakan jika dilihat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku tentang alat kesehatan, produk yang diciptakannya seharusnya dengan mudah mendapatkan izin edar. Pasalnya, secara umum terdapat tiga kategori alat kesehatan, pertama alat yang yang tidak menimbulkan efek apapun dapat beredar tanpa uji klinis. Kedua alat menimbulkan risiko ringan, sehingga izin bisa didapatkan cukup dengan penjelasan, dan ketiga adalah alat yang memiliki risiko berat sehingga perlu uji klinis. (PROSEDUR sdh OK, RESIKO dari ALAT dpt di minimalisir dan ALASAN APALAGI?)emoticon-Bingung (S)

Dalam hal ini, lanjutnya, energi yang digunakan setara dengan sandal refleksi yang beredar bebas di Indonesia. Bahkan, teknologi ini lebih aman ketimbang terapi kesehatan menggunakan ceragem atau terapi infra merah yang kini merebak di Indonesia. Hambatan tidak hanya berhenti di situ, beredar kabar sejumlah praktisi kesehatan pernah melayangkan surat ke pemerintah untuk menutup aktivitas riset, dan pengobatan laboratorium miliknya. “Yang jelas jika teknologi ini dapat terus dikembangkan, maka akan mengubah kebiasaan dunia kesehatan dalam menyembuhkan penyakit kanker,” tutur Warsito.

Tanpa pernah mendapat kepastian dari pemerintah, teknologi buatannya dengan cepat digunakan di Jepang. Secara regular Jepang memesan teknologi inti buatannya untuk kemudian dikemas dan dipasarkan ke negara lain. Padahal, lanjutnya, Jepang telah memiliki teknologi kesehatan untuk menyembuhkan kanker dengan nilai mencapai Rp500 miliar. Namun, berdasarkan uji coba yang dilakukan, teknologi buatannya dinilai lebih efektif, dan cepat dalam penyembuhan. Kini, teknologi buatannya di Jepang dihargai Rp200 juta, padahal di dalam negeri pasien cukup menebusnya dengan harga sekitar Rp10 juta (NAH BUAT AGAN DAN AGANWATI Silahkan berobat ke JAPAN).Namun, karena belum memiliki kepastian izin edar, pasien kanker justru banyak yang berobat ke Jepang.

SALAH SATU BENTUK SEL KANKER :
Pembasmi Kanker Anak Indo Tak diakui tp populer di japan

Sejumlah investor asing, menurutnya telah mengajukan tawaran kerja sama untuk memproduksi massal teknologi ini, namun pihaknya masih mencari investor yang memiliki kesamaan pandangan bahwa pemasaran teknologi harus diiringi dengan pengembangan aktivitas riset. Sejumlah negara selain Jepang, seperti China, Malaysia, Singapura, India, Polandia, dan Srilanka telah mengirimkan ahli onkologi, sub-bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker, untuk mengikuti pelatihan menggunakan teknologi buatannya di laboratorium miliknya.

Warsito mengatakan, hingga saat ini di negara manapun belum ada alat yang dapat menyembuhkan kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu enam bulan. Selain itu, belum pernah ada produk yang dapat menyembuhkan kanker otak ganas dalam waktu empat bulan, kecuali teknologi ciptaannya. “Pada akhirnya kenapa kami buat bisnis ini di Indonesia, mungkin karena idealisme dan nasionalisme lebih besar ketimbang pemikiran profit,” kata Warsito emoticon-I Love Indonesia (S) . Semoga teknologi hasil penelitian Warsito tak hanya menjadi dokumentasi atau setumpuk jurnal ilmiah seperti nasib hasil penelitian para ilmuan Indonesia selama ini.

SUMBER : http://lifestyle.bisnis.com/read/201...er-di-jepang/1

Semoga dengan adanya Info ini, AGAN DAN AGANWATI apabila menjadi salah satu orang yang berpengaruh di Indonesia dapat lebih mengkedepankan temuan anak negeri sendiri bahkan dalam pengurusan edarannya DIPERMUDAH
kalau perlu membuat LABORATORIUM BAGI ORANG-ORANG yang suka membuat/meneliti sesuatu seperti ini :

LABORATORIUM KUTU BUKU di BIG HERO 6
Quote:


SEKIAN GAN
emoticon-Shakehand2 emoticon-cystg emoticon-I Love Indonesia
Urutan Terlama
nice inpoh gan
wah MAAF gan klu bukan info baru, ane juga lagi baca journal tiba" ada namanya, jadi ane cari tahu orangnya, ANE CUMA BERMAKSUD BERBAGI INFO (NEWBIE Nih) tau kaskus dari teman
emoticon-I Love Indonesia (S) kalo ngandelin pemerintah mah repot gan.
Harusnya cpet2 d patenkan ntar d caplok org luar baru nyahok..
aneh sih..tapi ya bgitulah terkadang..
Yang buat regulasi lagi sibuk cara nilep sama maen cewe
woah mantap gan...
ga usah minta di akui gan.
yg penting alat atau produksi kita bermanfaat,
kalo bermanfaat hanya orang2 yang ngerti aja yg bakal bisa ngehargai lu gan.
Yahh kasian banget harsunya di hargai...emoticon-Blue Guy Peace


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di