alexa-tracking

Memastikan Satu Matahari di Polri

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553e4f87162ec200598b4567/memastikan-satu-matahari-di-polri
Memastikan Satu Matahari di Polri
Setelah tiga bulan bak anak ayam kehilangan induk, Korps Bhayangkara akhirnya punya pucuk pimpinan setelah Jenderal Badrodin Haiti dilantik menjadi Kapolri. Namun, bukan berarti keraguan publik akan soliditas Polri sirna.

Sebagian publik masih saja bersuara sumbang terhadap institusi penjaga keamanan dalam negeri itu. Penyebabnya tak lain ialah dilantiknya Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri), beberapa hari lalu. Dari titik itulah mencuat kekhawatiran akan adanya matahari kembar di Polri.

Kekhawatiran tersebut bisa jadi berlebihan, tetapi tak bisa dinafikan begitu saja. Eksistensi dan perjalanan Badrodin di satu sisi dan Budi Gunawan di sisi yang lain menuju Tribrata 1 dan Tribrata 2 menjadi pemicu kekhawatiran itu.

Kita tahu Jenderal Badrodin, saat ditetapkan sebagai Kapolri, ibarat mendapat durian runtuh. Ia menjadi orang nomor satu di Polri setelah Komjen Budi Gunawan batal dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri.

Di internal Polri pun, kedua jenderal itu punya pengaruh tersendiri. Keduanya juga memiliki anak buah dengan loyalitas masing-masing.
Fakta menunjukkan, sebelum menjadi Wakapolri saja, Budi Gunawan disebut-sebut punya kuasa dalam menempatkan orang-orangnya di posisi-posisi strategis.

Sebut saja Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang tak lain ialah bawahan Budi saat menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri.

Betul bahwa Polri bekerja dengan sistem komando. Sebagai pemegang tongkat komando di Polri saat ini, Jenderal Badrodin Haiti yang berhak mengatur seluruh anggota Polri. Tak peduli dari bintara, perwira, hingga jenderal wajib patuh kepadanya.

Badrodin telah pula memberikan jaminan bahwa dia lah yang mengendalikan Polri sepenuhnya.

“Saya Kapolri. Saya pegang komando. Semua ikut perintah saya,“ tegas Badrodin seusai rapat dengan Komisi III DPR, dua hari lalu.
Kita menyambut positif penegasan Badrodin karena kapan pun, di mana pun, dan dengan alasan apa pun, pantang ada matahari kembar di institusi Polri.

Penegasan Badrodin adalah penepis keraguan yang masih bercokol di sebagian publik akan keberadaan Polri. Meski demikian, penegasan tersebut tak cukup hanya di tataran lisan.

Penegasan Badrodin bahwa ia satu-satunya pemegang komando Polri wajib dia buktikan di lapangan agar keraguan publik benar-benar padam.

Keraguan publik mesti dipandang Kapolri dan seluruh anggota Polri untuk meyakinkan bahwa mereka memang satu. Polri harus menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka betul-betul solid dalam melindungi dan melayani rakyat.

Pun bagi publik, tak bijak rasanya jika kita terus memandang Polri dengan sebelah mata, terus underestimate terhadap mereka. Sebagai anak bangsa di negara yang berfondasikan konstitusi, akan lebih elok jika kita menyikapi penunjukan Kapolri dan Wakapolri dalam bingkai konstitusi.

Tak mungkin dibantah, langkah Jenderal Badrodin menjadi Kapolri dan Komjen Budi Gunawan menjadi Wakapolri telah sesuai prosedur. Karena itu, kita wajib menghormati sekaligus memberikan kepercayaan kepada keduanya.

Tugas kita ialah mengawal agar Jenderal Badrodin mau dan mampu merajut kembali soliditas Polri sebagai syarat mutlak guna memberikan rasa aman kepada rakyat. Kita kawal agar Polri betul-betul cuma punya satu matahari.
emoticon-I Love Indonesia
selamat badrodin!
KASKUS Ads
image-url-apps
Harapan yang mengalahkan layaknya hari yang tertidur namun tiada.
×