alexa-tracking

TYGE LEIRDEMORE….INDAHNYA MATI dalam Tulisan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553e17f132e2e6357e8b4568/tyge-leirdemoreindahnya-mati-dalam-tulisan
TYGE LEIRDEMORE….INDAHNYA MATI dalam Tulisan
Penulis dalam Penulis
YOkk bro kunjungi blog ANe ini buat tau lehih lanjut hidupnya Tyge Leirdemore


https://kangsas.wordpress.com/2015/0...dalam-tulisan/


[FONT="Georgia"]TYGE LEIRDEMORE….INDAHNYA MATI dalam Tulisan
Jika Anda berdiri diantara tiga pilihan berbeda:
Pertama adalah kematian
Kedua adalah kematian
Ketiga adalah kematian,
Pesimis itulah pikiran beberapa orang disekitarnya, namun pada kenyataan dia hanya menuliskan pilihan kematian pada setiap novel yang Ia tulis.
Dialah LORD OF SADESS
BORN Without Arm(1979) Kissing at Blue Eyes (1980) I (1982) Ms Red (1990) I’m not solder (1993)
Menguntik beberapa novelnya dapat saya pastikan kematian adalah keindahan untuknya. 1979 novel Born Without Arm bukan merupakan novel yang menceritakan lahir tanpa tangan melainkan kisah seorang remaja berjuang untuk membebaskan diri dari keterbatasan. Sound so good… tapi itu adalah hal yang mutlak dilakukan setiap orang dengan kondisi hidup terikat dalam aturan. Novel ini menyemangati ribuan remaja untuk lari dari aturan keluarga dan rasisme namun tidak mudah pada zamannya.
Sebelum novel ini di rilis tokoh utama Gotamna yang mengispirasi tokoh utama Magon terbunuh, sebelum terbunuh memang telah dituliskan di novel bahwa tokoh Magon terbunuh, namun beberapa pembanca menganggap kematian Magon dalam tokoh merupakan rekaan nyata kejadian pembunuhan Gotamna.
TERJEBAK PADA BUKU PERTAMA? Sebagian orang berpikir bahwa Leirdomore terjebak dengan cerita kematian dibuku pertamanya. Kissing at Blue Eyes (1980) menjadi kisah yang tak akan dilupakannya. Novel ini berawal dengan kisah gadis kecil yang tinggal bersama ibunya yang lebih mirip seperti kakak bagi setiap orang yang melihatnya. Gadis kecil itu bernama Lyella, ia lahir dari keluarga berada. Kakek Lyella adalah seorang pengusaha tambang batu bara sedang sang Nenek memiliki butik besar di Ingris. Setting pada tahun 1970.
Lyella memiliki rambut merah sangat mirip dengan sang Ibu, awal kelahirannya mungkin merupakan kecelakaan, sang Ibu Rossie melahirkan Lyella baru diumur 13 tahun. Berita buruk tentunya namun keluarga besar menerimanya, bahkan sangat bahagia atas kedatangan keluarga baru yang cantik itu.
Perjalanan kehidupan Lyella tidaklah mulus, setelah beranjak usia lima tahun sang Ibu meninggal karena penyakit diarea rahimnya setelahnya Kakek dan Nenek Lyella mengurus gadis cantik itu sendiri. Satu tahun tidak mudah bagi Kakek dan Nenek Lyella harus meninggalkannya, untuk menghadiri pertemuan luar negeri yang pada kalendernya harus meninggalkan Inggris selama satu bulan, sehingga Lyella dititipkan pada adik Rossie bernama Clarra Hies. CLarra Heis masih berusia 17 tahun tentunya masih sangat sulit untuk mengatur egonya hingga tak jarang Ia akan sangat emosi dan memukul Lyella dan menghukum dengan cara diluar nalar. Pernah Lyella harus meminum satu botol anggur tanpa berhenti dan menyebabkan Lyella muntah hingga pingsan dalam jangka waktu lama. Semua penderitaan tidak behenti, Collien merupakan pacar Clarra selalu melakukan pelecehan sexual pada Lyella, dan akhir penderitaan Lyella tewas tepat satu hari sebelum Kekek dan Nenek Lyella pulang.
Semoga tidak terkejut dengan kenyataan dari novel Kissing at Blue eyes??? Lyella adalah anak kandung penulis novel ini…. Lalu mengapa Ia menceritakannya??? Sebelum novel ini ada cerita yang tidak dituliskan. Rossie Heis adalah teman bermain Leirdemore sejak kecil hingga beranjak remaja mereka tidak berpikir sex pada kenyataannya namun hanya tantangan yang di ajukan Rossie pada Leirdemore jika Ia bisa menyelesaikan soal matematika tersulit dalam 5 menit maka dia boleh melakukan apapun pada Rossie. Benar terjadi Ia dengan cepat menyelesaikan banyak soal dan akhirnya mengajukan keinginan untuk melakukan hubungan sex.
Setelah kehamilan Rossie, keluarga tau bahwa memang mereka belum benar-benar memahami sex dan tanggung jawabnya. Leirdemore tidak takut kenyataan akan menjadi ayah, Ia sangat ingin mengetahui bagaimana keadaan anaknya nanti saat lahir namun orangtua Rossie telah bersepakat dengan Orangtuanya akan memisahkan Rossie dengan Leirdemore dalam jangka waktu yang lama.
Leirdemore menulis kata “Why? I brought down to earth …. and I let them died with beauty” wujud kasihnya yang tak pernah tersapaikan untuk sang putri Lyella dan cinta pentamanya Rossie.(to be continue)


BAGI CENDOLemoticon-Kiss (S)
image-url-apps

Panjang Blay
didn't read, LOL
emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
gelar tiker dulu gan
×