alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Cerita Kisruh Sepakbola NAsiona Jilid 2.2
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553d920754c07a00728b456b/cerita-kisruh-sepakbola-nasiona-jilid-22

Cerita Kisruh Sepakbola NAsiona Jilid 2.2

Dua pekan lalu saya sudah berujar tentang olahraga terjang bola di Insomnia. Ini tritnya: http://www.kaskus.co.id/thread/552c6...asiona-jilid-2

Dari hasil mengontak seorang kawan dengan alat komunikasi khusus yang saya ciptakan ada beberapa yang bisa saya kabarkan.
Rupanya pak menpora telah membekukan PTI karena memang betul-betul dikelola orang sableng. Menpora menanyakan apa, eh dijawab dengan yang tak berhubungan. Di kasih SP malah PTI jalan terus. Akhirnya geraha, dibekukan deh.
Tapi PTI sok tak ngaruh. Dengan pongah mereka menjamin kompetisinya bakal tetap jalan tanpa persetujuan menpora sekalipun. Mereka lupa kalau mereka tinggal di Insomnia. Mereka cuma bilang akan tunduk apa kata PIPA. Masalahnya kalau ada kerusuhan yang urus PIPA atau polisi? Polisi kan!! Nah polisi itu bagian dari Insomnia atau PIPA? Lah polisi yang ngerti hukum tentu tak beri izin gelaran pertandingan.
PTI kira polisi masih sama seperti era presiden labil di era sebelum ganti kekuasaan dulu. Dikiranya mereka bisa seenaknya. Lah sekarang mah beda. Kaki tangan ketua PTI anyar terpilih yang nabok ketua Perseyaba asli langsung dibui dan tak dibiarkan jadi infektan masyarakat. Boro-boro kasih izin PTI meraja di masyarakat, sekadar pembiaran saja tak diberi kali ini.
PTI pun kalah dua kali. Setelah dibekukan, kini tak diizinkan main. Nah sekarang PTI coba menerapkan jurus ketiga: meracuni pikiran sehat insan persepakbolaan yang tersudut dengan larangan pertandingan.
PTI berlindung dengan dalih rusaknya pendapatan masyarakat kecil disekeliling stadion manakala kompetisi berhenti. Padahal masyarakat yang dimaksud hanya berjualan sekitar 17 kali sepanjang tahuin (sejumlah partai kandang di kota tersebut). Mereka mengajak para pedagang kecil memusuhi menpora, padahal pedagang kecil tersebut toh tetap berjualan kapan pun di manapun (ingat mereka makan 3 kali 365 hari dalam setahun yang artinya tak hanya tergantung 17 hari jualan di stadion).
PTI juga meracuni klub dengan pikiran kompetisi tak jalan jadi klub tak akan punya uang. Padahal menpora punya planing tetap menggulirkan liga, tapi tak di bawah PTI saja. Ajaibnya para klub ini bersatu mendukung PTI. Padahal kala kompetisi bergulir sebagian besar dari klub itu akan dizalimi lewat permainan wasit kiriman PTI yang kerap mengubah hasil akhir lewat "penalti" seperti laga Amera versus Perjasi yang berakhir 4-4 di pembuka liga musim ini. Kelak kalau hasil baik mereka dirampok sebagaimana biasa barulah klub ini sadar kalau mereka dimanfaatkan.
Klub juga diajak menyuarakan kerugian atas gagalnya pertandingan mereka yang tak dapat izin kepolisian. Tim kandang rugi persiapan penyelenggaraan; klub bertandang rugi di ongkos transportasi dan penginapan. Padahal yang bodoh mereka sendiri. Sudah jelas PTI dibekukan, izin polisi tak ada' kenapa juga tetap ngotor bertanding dan datang.
Kalau masalahnya kompetisi. Wis tenang sebentar, menpora juga tak akan merugikan sejauh itu. Pasti kompetisi digelar juga, tapi penyelenggaranya bukan PTI, itu saja.
PTI juga meracuni fans dengan ultimatumnya bahwa kompetisi musim ini bakal ditiadakan kalau menpora dan polisi tak mengizinkan. Fans diharapkan takut tak punya hiburan dan mendemo menpora. Fans ini dibutakan dengan ajakan menggelar terjang bola murni, olahraga tanpa politisasi sementara PTI main belakang dengan politisasi.
Jikminia yang suporter Perjasi malah ngotot dukung PTI melawan menpora. Mereka lupa kalau Perjasi mereka kerap menunggak gaji pemainnya namun dianggap angin PTI dengan cap profesional. Jikminia lupa kalau selain permainan bola semata mereka juga perlu memuliakan pemainnya. Mereka mendukung gelaran liga tanpa supervisi profesional.
Suporter timnas juga ditakut-takuti dengan suspensi laga internasional yang akan terjadi di masa sangsi PIPA. Padahal timnas mau main dan prestasi ajang apaan sih dalam waktu dekat? Di masa nyaman saja gak bisa berprestasi kok.
Terakhir PTI meracuni para pemain untuk ikut bersuara di media perihal ketakjelasan kompetisi yang mengkhawatirkan mereka. Di sini kita bingung. Bukankah mereka pemain profesional yang punya kontrak tentang gaji. Harusnya dimundurkan setahun satu selama apapun mereka tetap aman karena toh pembayaran mereka tetap. Tanding atau tidak kan dalam rentang waktu dalam kontrak mereka tatap diurus klub, mengapa takut?
Nah ini membuka beberapa kemungkinan. Pertama, para pemain memang tak punya kontrak profesional. Kedua, mereka tak paham isi kontrak dan rela saja dirugikan. Ketiga, melihat yang sudah-sudah mereka menebak kontrak tak akan dibayarkan. Keempat, maju ke pengadilan pun tak akan membuat klub memenuhi kontrak dengan alasan penghentian kompetisi.
Sejauh ini skor sudah 2-0. PTI makin terpojok. Kita tunggu saja kelanjutan laga ini yang akan berakhir bila salah satunya terlucuti tanpa daya.
Sekian cerita kawan saya dari Insomnia. Di negeri saya semoga klub-klubnya tak setolol klub di Insomnia yang mau kamikaze hanya karena 2 klub bermasalah. Saran saya buat persepakbolaan Insomnia: Tinggalkan 2 klub itu dan jalan terus; atau sembuhkan dulu 2 klub itu dan lanjutkan kompetisi tapi tetap tanpa PTI.
Urutan Terlama
panjang amat gan
Bingung sama menpora dan pssi emoticon-Cape d...
uda ga gitu ngikutin perkembangan sepakbola tanah air gan emoticon-Sorry
baca dong, menporanya gak salah.
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
baca dululah..............
kejar postingan????
ane masih belum ngerti nih gan, mana yang bener mana yang salah, sementara nyimak berita tiap hari dulu.
istilahnya sih, kalo rumah berantakan karena ada tikusnya ya tikusnya aja yang dibasmi. Tapi kalau rumahnya emang dari pondasi, dinding, atap dan semua elemennya udah jelek ya renovasi aja, atau bangun rumah baru
ga usah ada bola gan di indonesiaemoticon-Mad (S)
lah memang begitu tujuannya.
bodohnya lagi si nyala malah ngancem menpora yg notabene bagian dari insomnia. PTI sendiri giliran masalah stadion konser kmrn berlindung dibalik insomnia bagian dari insomnia. giliran dibekuin berlindung di balik PIPA dan AePC. makanya sbnernya entah apa mau PTI sendiri bukannya nurutin malah ngancem modal propokasi org org yg notabene gampang terpancing. ckckck

hidup menpora.
ini baru pikiran orang bener. Semoga banyak yang gak gagal paham.
sepi dah mulai..
sudah sepi rupanya di sini.........
Saya saat ini setuju pemerintah insomnia. Menurut saya PTI sudah keterlaluan. Saya setuju kalo memang PTI harus independen, tp kemudian mereka juga bagian dari Insomnia yang harus turut tunduk pada hukum Insomnia.
Saya yakin, apabila PTI sudah bekrja dengan benar (cth: Tdk ada pengaturan skor,gaji pemain dibayar,tidak ada politisasi,sepakbola yg murni olahraga) pasti pemerintah PTI memberikan restu dan membiarkan PTI berjalan sesuai dengan anggaran dasarnya.
Seorang mantan pemain bola di era 90 pernah berkata kepada saya. "oke lah,PTI merasa independen,tp apakah krlakuan mereka benar2 independen,terkait pengamanan stadion, bahkan uang dari pemerintah"
Permasalahannya saat ini adalah media insomnia yang selalu menjadikan pemerintah kambing hitam dr semua masalah. Tidak hanya di kisruh PTI tp di masalah lain juga. Maka pengurus PTI semakin menjadi untuk membentuk opini masyarakat bahwa pemerintah insomnia adalah tokoh yg salah. Semoga masyarakat insomnia terbuka matanya dan tahu hal hal yg terselubung di PTI.
goreng lagi sebelum up yang baru.......
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 12
maap gan
ane gagal paham?
pti itu apa?
bener2..


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di