alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kartini dan Kebebasan Jadi Diri Sendiri
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553cc030d89b09240d8b4572/kartini-dan-kebebasan-jadi-diri-sendiri

Kartini dan Kebebasan Jadi Diri Sendiri

Kartini dan Kebebasan Jadi Diri Sendiri

21 April, adalah hari yang diperingati sebagai hari Kartini. Kartini dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia karena kiprahnya dalam memperjuangkan kesetaraan hak-hak perempuan. Sebelum era Kartini, terjadi ketimpangan gender yang besar antara laki-laki dan perempuan. Ketidakadilan dan stigma sosial yang melekat pada diri perempuan ini akhirnya membatasi kiprah mereka di banyak bidang. Intinya adalah, mereka tidak bebas mengekspresikan diri karena dianggap perempuan harus begini, harus begitu. Kalau tidak begitu maka dianggap nyeleneh, memberontak, membangkang, dan lain sebagainya.

Lalu hadirlah Kartini yang menyuarakan dengan lantang bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal kesempatan untuk mengembangkan diri. Singkat kata, setelah era Kartini, harkat dan martabat perempuan lebih dihargai. Perubahan ini membuat mereka lebih bebas dalam mengekspresikan diri.

Nah, gue punya pandangan tersendiri terkait masalah menjadi diri sendiri. Sejalan dengan semangat yang dihembuskan oleh Kartini, menurut gue, tiap orang berhak menjadi dirinya sendiri. Menjadi diri sendiri ini bahasannya sangat luas. Di tulisan kali ini gue gak akan bahas terlalu luas. Gue mau bahas secara khusus tentang kebebasan dalam berkepribadian.

Let me explain this. Secara garis besar, pribadi manusia bisa dikelompokkan jadi tiga golongan. Introvert, ambivert, ekstrovert. Perbedaan mendasar antara ketiga tipe kepribadian ini adalah cara mereka mengisi energi. Orang-orang yang memiliki tipe kepribadian introvert mengisi energi mereka dengan melakukan kegiatan yang mereka senangi secara mandiri atau dalam kelompok kecil. Oleh karena itu, mereka lebih suka berpikir dan menyendiri. Hal tersebut membuat mereka bersemangat. Sementara orang-orang ekstrovert mengisi energi mereka dengan melakukan kegiatan yang melibatkan sosialisasi dan bergaul, dan ambivert adalah campuran antara introvert dan ekstrovert.

Gue gak akan bahas lebih jauh tentang tipe kepribadian. Inti dari argumen gue adalah, kita hidup di dunia yang memiliki pandangan bahwa tipe kepribadian ekstrovert adalah tipe kepribadian paling benar, bahwa jelas ada yang salah dengan orang yang banyak melakukan kegiatan secara mandiri karena terkesan anti sosial. Banyak orang gagal memahami kepribadian seorang introvert karena mereka membandingkannya dengan diri mereka sendiri lalu menganggap orang yang tidak sama dengan mereka sebagai orang yang harus diajari cara untuk menikmati hidup. Ungkapan sindiran semacam "Gak gaul banget sih lu. Party nih, party!", "Gitu banget sih lo jadi orang. Gak solid banget lo. Harusnya lo lebih sering ngumpul sama kita", "Lo gak asik." bisa jadi sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang introvert.

Lupakah kita, bahwa Kartini mengajarkan dan menyebarkan semangat untuk lebih menghargai sesama manusia secara utuh? Sebagaimana perempuan bebas menjadi dirinya sendiri dan bebas dari tekanan-tekanan sosial yang tidak perlu, begitu juga dengan para introvert. Kita gak berhak menekan, menyindir, atau menghina orang lain hanya karena mereka berbeda. Karena tekanan-tekanan semacam ini, tidak jarang, mereka tumbuh sebagai orang-orang yang minder atau tidak percaya diri.

Gue teringat dengan seorang teman gue yang punya kecerdasan sangat tinggi. Kecenderungan pada orang-orang seperti ini adalah, mereka seakan punya dunia sendiri karena level pemikirannya berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Orang-orang seperti ini di Indonesia masih sering dipandang sebelah mata. Bahkan sangat sering. Saking seringnya, sampai akhirnya seakan mereka memiliki kesempatan yang terbatas karena hampir semua orang, secara subjektif, tidak percaya bahwa dia mampu melakukan sesuatu yang hebat. Padahal di atas kertas, kemampuan mereka jauh di atas rata-rata. Padahal kalau saja mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan dan menerapkan kemampuan alamiah mereka, sama seperti orang-orang lainnya, gue yakin Indonesia bisa lebih maju dari sekarang.

Padahal..
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Padahal apa? emoticon-Bingung (S)

Kebebasan dalam kepribadian maksudnya gimana ya? emoticon-Bingung (S)

Quote:


Temen lu umur berapa?
Diubah oleh cocacola
mengenang perjuangannya gan emoticon-I Love Indonesia (S)
wogh...
ane ambivert kalo gitu
Kebebasan berpribadi maksudnya semua orang bebas jadi diri sendiri gan, gak ada yang perlu disindir atau dihina hanya karena dia berbeda emoticon-Smilie
Quote:


iya gan, sekaligus menghidupi semangat perjuangan Kartini dalam era modern


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di