alexa-tracking

Flashdisk, I'm in Love

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553c6d87c3cb1780558b4568/flashdisk-im-in-love
Flashdisk, I'm in Love
Reserved dulu gan

Index

image-url-apps
Reserved for index

Part 1 : Malaikat Vs. Iblis

image-url-apps
Aku lewati pintu warnet kemudian langsung masuk ke bilik komputer nomor 9. Sekitar pukul 10 pagi aku berada di warnet itu. Log-in billing, kemudian aku ambil flashdisk yang ada di sakut kemejaku. Lalu aku berjokok untuk memasang flashdisk pada port usb komputer yang berada di bawah.

Ternyata di komputer warnet yang kugunakan sudah ada satu flashdisk tertancap. Mungkin flashdisk itu milik orang yang menyewa komputer ini sebelumnya dan tertinggal, pikirku. Aku mulai menggunakan komputer yang kusewa, bukan untuk facebookan, bukan untuk ngaskus, dan bukan pula untuk nonton bokep. Terus buat apa mainan komputer di warnet? Buat main game house? Bukan. Buat mainan game flash? Bukan, tapi buat ngeprint file-file yang ada di flashdiskku.

Karena di rumah nggak ada printer, aku pergi ke warnet hanya untuk ngeprint atau mencetak file. Dan file yang ingin ku cetak adalah file-file surat lamaran pekerjan dan CV atau resume atau daftar riwayat hidup. Iya, aku memang sedang mencari pekerjaaan.

Tapi jangan pikir aku adalah pengangguran. Aku punya pekerjaan dan sekarang masih bekerja. Namun aku mulai tidak betah dengan pekerjaanku saat ini. Sekarang aku bekerja sebagai seorang surveyor di suatu perusahaan leasing atau pembiayaan elektronik. Dalam menjalankan pekerjaan, aku harus berkeliling door by door untuk melakukan verifikasi atau survey terhadap pemohon kredit atau calon nasabah perusahaanku.

Iya, pekerjaan seorang surveyor memang sangat melelahkan. Hujan kehujanan, panas kepanasan dan juga biaya operasional yang tinggi. Bukan hanya untuk membeli bensin, pengeluaranku juga banyak karena di jalanan aku tidak bisa menahan diri untuk membeli makanan atau minuman yang selalu menggodaku. Di sisi lain royalti seorang surveyor bisa dibilang pas-pasan. Oleh karena itu aku ingin meninggalkan profesi ini. Kupikir amat sayang ijazah s1-ku hanya untuk bekerja seperti ini.

Setelah ngeklik tombol ‘print’ untuk file yang ingin aku print terakhir, terpikirkan perihal flashdisk yang tertinggal itu di kepalaku.
Iblis di kepalaku berbisik, “Udah ambil aja lumayan tuh flashdisk baru, 32 giga lagi sayang kalo nggak diambil”

Sebaliknya malaikat dikepalaku berkata, “Aga, lebih baik kamu bilang ke operatornya kalo ada flashdisk tertinggal, kasihan orangnya kan kalo ada file-file penting di dalamnya”
Perkenalkan namaku ‘Aga’, seorang cowo berumur 23 tahun dengan wajah yang masih unyu-unyu.
Si Iblis membujukku lagi, “Rejeki jangan ditolak bro, itu kalo orangnya naroh file-file penting di flashdisk berarti orangnya aja yang bodo, masa file penting ditaro di flashdisk, ambil aja rejeki tuh”

Malaikat, “Aga, kamu ini orang baik kan? masa hanya karena seonggok flashdisk kamu rela dapet dosa? Lagipula flashdisk kamu sudah punya kan”

Iblis, “Bro, rejeki tuh bro jangan disia-siakan, mayan kan flasdisk 32 giga tuh bro, buat nyimpen film bisa banyak”

Malaikat, “Ingat Tuhan Aga”

Iblis, “Udahlah ambil aja, kamu belum punya flashdisk 32 giga tuh, kemarin juga kamu flashdiskmu baru ilang, sekarang pakenya Cuma flashdisk 1 giga jadul, mana cukup buat nyimpen copian film BRRip”

Malaikat, “Kalo pengen ngopi film kamu kan bisa beli flashdisk baru, paling harganya nggak seberapa, lagipula ngopi file film itu ilegal Aga, dan itu dosa”

Iblis, “Gampang amat si malaikat bilang tinggal beli baru, lah kamu kan lagi bokek, belum gajian, baru abis duit banyak buat servis motor, abis itu masih harus keluar duit lagi buat nglamar-nglamar kerja, udahlah ambil aja mungkin itu jawaban dari Tuhan atas do’a-do’amu”

Pada akhirnya sang iblislah yang memenangkan perdebatan itu, aku mengambil dan memasukan flashdisk itu kedalam saku kemejaku. Setelah membayar hasil print, aku keluar dari warnet kemudian berkeliling untuk menjalankan pekerjaanku sebagai seorang surveyor.
---

Malam harinya, aku menyusun dokumen dokumen untuk melamar pekerjaan di job fair atau bursa kerja yang akan aku datangi besok pagi. Sebelumnya aku sudah meminta ijin untuk tidak bekerja 1 hari kepada atasanku. 10 paket lamaran pekerjaan sudah kusiapkan. Aku rapikan kemudiam memasukannya ke dalam tas.

Tiba-tiba aku teringat flasdisk 32 giga yang tadi ku temukan. Tergerak hatiku untuk iseng sekedar melihat isi di dalam flashdisk itu. Aku nyalakan komputer yang ada di dalam kamarku kemudian kucolokan flashdisk itu.

‘Sepatu’ itu nama label dari flashdisk yang terbaca saat aku membuka windows explorer kompterku. Cukup unik juga cara sang pemilik menamai flashdisknya, pikirku. Ada beberapa folder muncul setelah meng-klik icon flashdisk berlabel ‘sepatu’ itu. Yang pertama kubuka ada folder dengan label ‘photos’. Pingin tau aja sebenarnya seperti apa sih si pemilik flashdisk. Ternyata mucul beberapa photo selfie seorang perempuan. Ternyata si pemilik flashdisk adalah seorang wanita. Aku amat-amati beberapa photo tersebut, ternyata cantik juga orangnya.

Lalu ada folder lain yang membuatku tertarik untuk membukanya. Folder itu berlabel ‘jobseeker’s file’. Setelah kubuka, ternyata isi dari folder ada beberapa file untuk melamar pekerjaan seperti surat lamara, cv, scan KTP, scan ijazah dan scan transkrip nilai. Ternyata dia juga sedang mencari pekerjaan. Setelah membuka dan membaca isi Cvnya, aku jadi tahu kalo dia baru saja lulus dan mungkin sedang mencari pekerjaan.

Tiba-tiba aku jadi merasa menyesal telah mengambil flashdisk ini. Betapa jahatnya aku kepada seseorang yang sedang berjuang mencari pekerjaan. Oh iya di Cvnya kan ada nomor HP. Iya, kenapa aku nggak coba hubungi dia saja untuk mengembalikan flashdisknya. Dari data di CV, rumahnya juga nggak begitu jauh dari rumahku.
KASKUS Ads
walah cerita baru neh bang...

lanjut terus ya bang... emoticon-Big Grin

ijin nenda emoticon-Big Grin
image-url-apps
yo gan di lanjut apdetannya emoticon-Big Grin
si iblis yang menang dan kedepan nya membawa keberuntungan
sorry nie bre,
kalo g salah g boleh bkin 2 trit aktip.
coba yg "pengagguran" d closet dulu deh... emoticon-Blue Guy Peace
image-url-apps
Wah Cerita baru, ijin nongkrong di mari....
image-url-apps
Sepertinya menarik...bangun kos2an dulu
masih belon ada update lagi ini gan ??

ane tunggu next updatenya gan emoticon-Blue Guy Peace
image-url-apps
kayanya seru nih
mumpung baru part 1 ~
image-url-apps
"Oke, perkenalkan namaku ‘Aga’, seorang cowo berumur 23 tahun dengan wajah yang masih unyu-unyu." yang part ini ane ragukan gan emoticon-Ngakak
image-url-apps
bakalannye seru nie kayanya
msi agan" ane numpang ikut nimbrung dmari yee
gan tees keep update yha
cerita baru asik nih
tinggalin jejak dulu emoticon-Paw
image-url-apps
Cerita baru nih Mana nihh, updated lgi gan dah ga tahan ingin baca ceritanya emoticon-Genit
image-url-apps
Aduh sorry dopost, parahh emoticon-Hammer
image-url-apps
Sorry gan, kemarin ane jatuh sakit jadi nggak bisa lanjut update
Tqpi sekarang udah baikan jadi akan ane terusin updatenya
izin mantauu thread ente broo.
mumpung masih anget nihh emoticon-Big Grin

Part 2 : Job Fair

image-url-apps
Aku coba mengirim pesan singkat atau kepada nomor sang pemilik flashdisk. Lalu sekitar 30 berikutnya ada panggilan masuk dari nomor tersebut.
Perempuan bersuara pelan, “Halo,”

Aku, “Iya halo, ini siapa ya?”
Sebenarnya sih sudah tahu siapa yang telepon, tapi buat basa-basi aja abis bingung mau ngomong apa.

Suara perempuan, “Tia mas,”
Namanya Tia, aku sudah tahu sih waktu baca CV di flashdisknya.

“Tia siapa ya mbak?” aku masih pura-pura nggak tahu

Tia, “Tia Bravina Fatmawati, yang flashdisknya mas temuin”

Aku, “Oh Tia, iya-iya flashdisk sampeyan di saya nih mbak ”
Karena kupikir kami belum akrab jadi aku pake kata ‘sampeyan’ bukan ‘kamu’.

Tia, “Mas rumahnya di mana? Nanti biar aku yang ambil ke sana sekarang”

Wah dia mau nyamperin ke rumahku untuk ambil flashdisk sekarang. Tapi kupikir masa cewe yang nyamperin cowo ke rumahnya duluan? Dan sepertinya sekarang juga sudah terlalu malam untuk perempuan keluar rumah. Nggak etis banget deh, mending kuajak dia ketemuan di suatu tempat besok waktu siang hari.
Aku, “Besok aja deh kita ketemuan di makam pahlawan”

“Jam berapa mas?” Tanya Tia dengan nada yang pelan

Aku, “Jam 10an deh mbak”

Tia, “Bisa pagian nggak mas? Aku ada acara kalo jam segitu, kalo nggak sore aja mas”

Memang pekerjaan seorang surveyor lebih banyak di jalan atau luar kantor tapi saat pagi hari aku harus di kantor untuk absen, breefing dan mengambil aplikasi pemohon kredit untuk disurvey. Oleh karena itu aku pilih opsi kedua, bertemu dengan Tia sore Hari.
Aku, “Kalo pagi nggak bisa deh, sore aja ya mbak”

Tia, “Yaudah deh mas, makasih ya”
Setelah itu Tia langsung mengakhiri panggilan teleponnya tanpa basa-basi. Padahal aku belum memperkenalkan diri udah ditutup aja telponnya. Tapi nggak papa, besok juga ketemu kok.
---

Ke-esokan harinya, aku menjalani rutinitas berangkat ke kantor, absen, breefing dan ngambil aplikasi untuk disurvey. Bedanya kali ini aku nggak keluar kantor untuk langsung menyurvey calon debitur. Tapi aku datang ke tempat di mana job fair diadakan. Ini enaknya jadi surveyor, bisa keluar siang hari tanpa harus ijin kepada atasan. Karena surveyan hari ini terbilang sedikit, aku putuskan untuk menyurveynya nanti sore hari saja.

Aku sampai di tempat jobfair. Nggak ada yang spesial dari job fair ini, sebelumnya aku sudah mengikuti beberapa job fair semacam ini. Saat aku berjalan dari satu stand ke stand penyedia lowong kerja, aku melihat, seseorang yang nampaknya tak asing bagiku. Tapi aku pasti siapa dia, mungkin aku lupa.

Karena didorong rasa penasaran, aku buntuti dan amati dia. Saat seseorang itu menyiapkan dokumen untuk melamar di salah satu stand aku jadi ingat ternyata dia adalah Tia. Aku paham betul bentuk Cvnya karena tadi malam aku sudah melihat di flashdisknya.

Awalnya ingin ku sapa Tia, namun aku urungkan niatku karena aku sadar bahwa Tia jelas tak mengenalku. Kami hanya pernah berkomunikasi via telepon dan itu pun hanya sebentar, sebentar banget. Suaraku saja mungkin dia tak mengenali.

Oh iya, aku punya nomor Hpnya. Kenapa tidak aku telpon saja dia sekarang? Oke aku telpon saja dia.
“Tut..., tut...., tut...., tut...., tut...., tut...., tut...., halo”
Dari jarak sekitar 10 meter kulihat Tia mengambil HP di sakutnya kemudian di tempel di telinga kanannya.

“Halo mbak Tia, ini saya yang kemarin menemukan flashdisk sampeyan” aku

Tia, “Iya, ada apa mas?”

Aku, “Saya pria berkemeja coklat arah jam 3 10 meter dari sampeyan mbak

Ku tutup sambungan teleponku saat Tia menengok ke arahku dan lalu aku hampiri dia.

“Hai mbak” aku mengulurkan tanganku untuk mengajak Tia berjabat-tangan. Saat Tia menyambutnya dan kita berjabat tangan, aku memperkenalkan diri, “Aga mbak”

“Tia” kata Tia

Kuambil flashdisknya yang ku taruh di dalam tas slempangku kemudian kuberikan kepada Tia, “Ini mbak flashdisknya”

“Oh iya,” Tia menerima flashdisk tersebut, “Makasih ya mas”

Aku, “Jadi kita sama-sama ikut jobfair yang sama nih mbak”

Tia,”Iya mas”

Aku, “Ke sini sendirian mbak?”

“Iya mas” jawab Tia

Aku, “Yaudah aku temenin ya? Aku juga sendirian mbak”

Tia, “Oke”

Setelah itu kami berdua berjalan bersama untuk mengunjungi beberapa stand. Sebenarnya aku sudah mencoba untuk mengajak Tia mengobrol. Tapi dia hanya menjawab secukupnya saat kuajukan pertanyaan kepadanya. Boro-boro nanya balik. Mungkin dia pendiam atau pemalu karena kuamati saat berada di stand perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan, dia hanya membaca tulisan detail lowongan dan diam. Jarang sekali dia bertanya apalagi mengeluarkan pendapat terkait lowongan kerja yang tersedia.

Sekitar pukul 12 siang, kami sudah selesai berkeliling stand-stand di job fair. Memang lowongan pekerjaan di job fair kali ini jarang yang menarik minat kami.
“Mbak, makan siang bareng yuk” Aku mengajak Tia untuk makan siang bersama

“Kaya’nya aku langsung pulang aja deh mas, mau makan di rumah saja” kata Tia

“Yaudah deh kalo gitu” aku

Kemudian kami keluar dari gedung jobfair. Dalam perjalanan pulang, walaupun kami mengendarai motor yang berbeda, kami bersama. Hingga disebuah perempatan kami berpisah. Aku belok ke arah kiri untuk melakukan survey. Sedangkan Tia, mungkin dia pulang.
image-url-apps
Weh......agan ini bikin cerita lagi

Bangun goa dimari gan.
ada tongkrongan baru nih emoticon-Big Grin ijin gelar tenda gan emoticon-Traveller
×