alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
# JALAN HITAM YG KU LALUI #
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553690549478687b438b4569/jalan-hitam-yg-ku-lalui

# JALAN HITAM YG KU LALUI #

Pernahkah kalian melalui jalan hidup yg telah kalian sadari itu jalan hidup yg salah untuk kalian lalui tapi kalian masih saja lalui jalan itu..
Yap seperti itulah cerita yg akan saya tulis diforum SFTH ini..
Mungkin cerita ini akan mebosankan untuk dibaca..
Maklum saja sang penulis tidak punya bakat untuk menjadi penulis handal hanya sekedar memanfaatkan waktu luang untuk sekedar bercerita dan mohon maaf jika penulisan ini sangat tidak menarik dikarnakan penulis bs mengupdate lewat hp..
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
#234rokoknya
#TorabikaKopinya
#OkeLanjutMang
#234rokoknya
#KapalApiKopinya
#TokaiKoreknya
judulx menarik.... langsung kepincut baca... emoticon-Smilie kep apdet kisah elo...
# pertama

"riri bangun udah siang kamu mau berangkat jam berapa jam segini belum bangun..??

Samar-samar aku mendengar teriakan ibu ku dari balik pintu kamar dan belum sepenuhnya aku tersadar dari mimpi suara ketukan pintu terdengar nyaring dengan cepat aku terbangun dan langsung melihat jam weker ku yang ternyata habis baterainya..

"ugh pusing banget nih kepala gue"
Aku menggumam ketika kurasakan kepala ku masih menyisakan rasa pening akibat alkohol sisa pesta semalam.
Dengan langkah gontai aku berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan badan..

"kamu semalam pulang jam berapa?
Udah tau hari ini kamu masuk sekolah masih aja begadang"

suara ibuku terdengar dari belakangku dan aku tahu itu adalah kalimat awal untuk menceramahi ku seperti yg sudah-sudah.
Sebelum ibuku berbicara panjang lebar aku langsung berjalan lebih cepat..
setelah mandi dan memakai seragam aku langsung menuju meja makan untuk mengisi perut yang mulai merasa lapar ini..

"kamu hari ini ujian apa? Semalam kamu belajar sampai jam berapa terus ngeluyur jam berapa??
Kamu tau ga kalo kamu ga dibantu sama pak kholil kamu ga akan naik kelas. Makanya kamu dikasih kesempatan buat ujian sendiri kaya gini. Kamu kok ga sadar-sadar sih"

ibuku langsung menanyai dan mengomeliku tanpa memberiku kesempatan ku berbicara dan seperti biasa aku hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun..

"heh malah ngelamun kamu"
Hardik ibuku kesal melihatku yg membisu seperti ini.

"jam 11 mi riri selesai belajarnya terus keluar beli rokok. Tadinya mau langsung pulang ketemu ma temen-temen main ps dirumah ivan ikut gabung deh..

Akhirnya aku menjawab ibuku agar tidak lebih marah lagi.

"kamu kapan sih mau berubah? Kamu tau ga kalo kamu ga bisa kaya gini terus. Kamu udah besar harus bisa mandiri dan prihatin kamu tau kan kondisi kita ga kaya dulu lagi waktu abi masih lancar usahanya"

"Iya mi maaf riri mau berubah kok"
Aku jawab seperti biasa kalau ibuku memarahiku seperti ini.

"Ya udah sekarang kamu berangkat udah siang tuh dan pulang ujian langsung pulang jangan kelayaban dulu"

Iya mi. Tapi riri mau kerumah joy dulu ambil gitar"

" ya udah tapi abis dari joy langsung pulang ga boleh ngayab lagi. Kamu harus belajar"

"iya mi. riri berangkat ya mi assalamualaikum"
Aku langsung beranjak dan mencium tangan ibuku sebelum ibuku berubah pikiran karena mengizinkan ku mampir kerumah joy sehabis ujian
"wallaikumsalam hati-hati yah jangan ngebut"

aku menyalakan motorku dan kupacu motor dengan santai karna kulihat di jam tanganku masih menunjukan pukul 08:15.
Sesampainya disekolah ternyata sepi sekali karna ini adalah hari pertama liburan akhir semester atau kenaikan kelas..
Yah hanya aku yang berangkat hari ini kesekolah. Aku terpaksa mengikuti ujian untuk mengisi nilai semester 1 ku yang tak ku ikuti agar bisa naik ke kelas 3.
saat kenaikan kelas 2 SMA aku merasa jenuh dengan rutinitas hidupku maka dari itu aku pergi merantau ke kota orang.
Selama itu pula ada beberapa kota yang kusinggahi selama beberapa minggu atau bulan.
Aku menetap di kota tasikmalaya 2bulan, cirebon 2 bulan dan bekasi 2 bulan dan setelah aku merasa jenuh dengan pengembaraanku akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan kembali bersekolah.
mungkin kalian heran kenapa bisa aku alfa selama 6bulan lebih tanpa keterangan tapi masih bisa kembali kesekolah seakan-akan aku hanya tidak masuk beberapa hari saja..
Sekolah tempat ku menimba ilmu hanyalah sekolah kecil yang dinaungi yayasan yang tidak bonafid maka dari itu ketika aku kembali dari perantauan dan menemui kepala yayasan dan berbicara dengan beliau bahwa aku ingin kembali bersekolah lagi dengan alasan aku tidak betah bekerja diperantauan dan ingin melanjutkan sekolah kembali langsung diterima..
Quote:


Hahhaha iya mang tariiikk jangan lupa bakar dulu rokoknya
Quote:

mulai ey crita na. jiga rocknroll gtu jaman muda emoticon-Cool

#HujanTiris
#SeduhMie
#BakarSamsu
#MinumSUSU


#malam sunnah emoticon-Embarrassment
Quote:


tokai rawan sama curanrex gan emoticon-Ngakak
Diubah oleh 234rokoknya
ijin bangun saung dulu ya ganemoticon-Embarrassment
btw ini real story?
Ijin nenda gan...
rajin2 update ya.... kelarin ceritany... itu yg paling penting..
# KEDUA

Aku menuju ruang kantor untuk melihat guru pembimbing ujian tapi tak ada guru yg datang hanya pegawai TU yg ku kenal dengan nama pak slamet..

"assalamualaikum pak. Pak rudinya belum datang ya pak slamet??

"wallaikumsalam. Eeh riri, belum datang tuh pak slametnya mungkin masih dijalan tunggu aja dulu didalam kelas bentar lg dtg mungkin"

"oke deh pak saya ke kelas dulu. Permisi pak"

"iya ri silahkan"

Setelah berbasa-basi dengan pak slamet akhirnya ku masuki kelas ku.
Ruangan kelas terasa sepi sekali hingga suara langkah ku bisa terdengar menggema diruangan kelas..
Untuk mengisi waktu yg kosong aku mengulang kembali materi belajar yg semalam aku hapal..
Tak sampai 30 menit pak rudi guru wali kelas ku datang.

"assalamualaikum. Udah lama riza nunggunya? Maaf bapak telat tadi anak bapak yg kecil minta muter" dulu naik motor sebelum bapak berangkat"

"wallaikumsalam. Oh baru kok pak. Gpp pak saya yg minta maaf merepotkan bapak hari libur begini harus datang kesekolah" jawab ku pada pak rudi.

"oh kirain udah lama soalnya tadi kata mas slamet riza udah datang daritadi. Langsung aja yah dimulai ujiannya ini soal tahun kemaren masih ada dikantor bapak sekalian bawa tadi"

"oh ya pak mari dimulai. Hari ini matematika kan pak? Semalam saya belajarnya matematika"

"iya matematika. Santai aja kalo kamu ga tau rumusnya tanya bapak saja nanti bapak jelaskan rumusnya tapi riza tetap yg menjawab soalnya"

"oh ya pak makasih"

Dan setelah itu ku mulai ujian pribadi ini. dan karna matematika memang pelajaran yg kusukai jadi aku tidak merasa terlalu sulit"

Setelah 30 menit berlalu tiba-tiba pak rudi menghampiriku..

"riza daritadi ga nanya bisa ga? Kalau ada yg ga ngerti tanya aja toh ini bukan ujian sebenarnya kok"

"lah ga sebenarnya?? Maksudnya apa pak saya ga ngerti..?? Bukannya nilai pelajaran ini nanti untuk nilai dirapot saya pak??
aku yg merasa bingung akhirnya balik bertanya pada pak rudi wali kelas ku.

"gini loh ri sebenarnya sehabis ujian dengan nilai apa pun kamu tetap naik kelas. Tp kepala yayasan yg baru tidak ingin kamu masih disekolah ini nanti saat kelas 3"
Pernyataan pak rudi barusan sungguh membuat ku terkejut.

"lho kok bisa gitu pak? Jadi apa gunanya saya mengerjakan semua ini? Apa gunanya pak??
aku yg merasa diperlakukan tidak adil langsung protes terhadap pak rudi.

"jadi gini ri kamu ingat kan waktu km berantem sama ade sampai babak belur masuk rumah sakit itu?
waktu itu kamu sempat mau dikeluarkan tapi setelah ditindak lanjuti memang yg salah si ade itu maka kamu ga jadi dikeluarkan. Nah berhubung kamu sekarang bermasalah maka pak Naz langsung yg memerintahkan kamu untuk dikeluarkan pd saat itu juga tapi pas waktu ibu kamu datang kesekolah akhirnya diperhaluslah pengeluaran kamu dari sekolah ini. Bapak ga bisa bantu kamu apa-apa de buat masalah ini soalnya semua guru jg setuju kamu dikeluarkan"
Pak rudi menjelaskan panjang lebar detail pengeluaranku dari sekolah ini.

Aku tak menyangka perkelahian ku dengan anak kepala yayasan yg baru itu membawa dampak seperti ini.
Memang ade anak pak nas itu babak belur waktu berkelahi dengan ku.
3 jahitan dikepala dan tangan patah tapi itu semua murni aku hanya membela diri..

"Ya sudah pak buat apa saya berlama-lama disini toh apapun yg saya lakukan tidak merubah kenyataan. Ini soal jg sudah selesai pak sekarang saya pamit saja"

Aku melangkah menuju meja guru tempat dimana pak rudi duduk.

"oh sudah selesai toh? Ya sudah bawa sini dan habis ini enaknya kita ngopi-ngopi dulu di kantin gmn? Kan nanti belum tentu kamu bisa ngopi-ngopi sama saya"

"tapi kantinkan tutup pak"
Aku yg sudah merasa tak semangat lg mencari-cari alasan agar ppak rudi tidak memaksaku

"ah kamu ini kaya ga ada cara lain saja buat ngopi. Kita bikin di kantor nanti ngopi disitu juga. Pokoknya kamu harus mau ga pake alasan lagi oke"

"Ya sudah pak atur aja"
Aku yang memang tak bisa membuat alasan lagi akhirnya mengiyakan ajakan pak rudi untuk minum kopi dulu dan selain itu aku juga merasa tidak enak hati jika menolak karena selama ini pak rudi akrab dan sangat baik terhadapku.

Akhirnya kami berdua pun sudah duduk diruangan kantor dengan secangkir kopi hitam.
Aku mengeluarkan rokok ku dari dalam tas.

"wah rokok mahal nih banyak duit juga kamu ri bisa beli rokok 234 sebungkus gitu"

"hahaha emang berapa juta pak rokok ini sampai harus banyak duit buat beli rokok ini"

aku yg sudah bisa sedikit mengacuhkan perlakuan pengurus sekolah ini pun tertawa melihat pak rudi yang sepertinya ingin merokok 234 punyaku ini"

"to be continued"
Diubah oleh 234rokoknya
# KETIGA

Melihatku yang menghisap rokok dengan mantapnya pun membuat pakrudi bertanya padaku..
"kamu merokok dari umur berapa ri? Kok mantab banget itu isepannya"

Aku diam sejenak untuk mengingatnya.
"hmmmh mungkin kelas 3 SD pak saya mulai merokok pak"

"wah masih kecil banget kamu sudah merokok. Kalo anak bapak umur segitu merokok langsung bapak karantina"

"hahaha parah banget pak pake karantina segala"

"ya habis masih umur segitu udah ngerokok kan parah. Terus kamu udah dapet sim belum dirumah..?? (surat izin merokok)

"udahlah pak. Masa dari kelas 3 SD sampe sekarang belum dapet izin"

"oh ya planing kamu mau sekolah dimana setelah ini? Apa mau balik kecirebon atau tasik lagi buat jadi satria bergitar..??"

"belum tau pak mau kemana kan ummi saya juga belum tau kabar ini"

"oh ya sudah tapi sedikit saran dari saya ri. Baiknya kamu sekolah jangan sampai terputus ditengah jalan nanti masa depanmu suram kalo ga ada ijazah sma"

"iya pak saya mau lanjutin kok kalo bisa sih sampai S2 pak jurusan pertanian pak"

"wah kok pertanian buka ekonomi atau IT gitu ri? Kan sekarang zamannya IT tuh"

"wah pak rudi salah. Nanti insinyur pertanian malah makin jarang pak kebanyakan itu sarjana yg seperti pak rudi sebutkan barusan dan yg jelas jaman semakin maju teknologi semakin kedepan tapi pertanian mungkin semakin menurun makanya saya ambil pertanian nanti. Toh saya memang kepingin jadi petani pak hidupnya damai ga kemrungsung kaya orang-orang kota"

"oh iya juga yah. bagus jg pemikiranmu ri. Saya kira kamu cm tipe anak berandal yg cerdas hahahah"

"hahahha iya pak saya jg ga sadar bisa ngomong kaya gitu"

pagi itu kami mengobrol panjang sampai pukul 11 siang. Dan akhirnya karena aku mau mampir kerumah joy dulu memutuskan menyudahi obrolan ini..

"pak udaah siang nih saya ada janji lagi sama temen pamit duluan yah"

"oh iya saya juga mau ke songgom mau nganterin istri kondangan. Besok kamu tetap berangkat yah buat formalitas aja. 1 hari lagi kok ujiannya"

Aku yg merasa sungkan menjawab dengan terpaksa.

"iya pak kalo ga kesiangan tapi"

"alah paling kamu dibangunin ibu kamu kalo kesiangan ahahhahha"

"hahahah tau aja pak. ywdah saya duluan pak assalamualaikum"

"wallaikumsalam. Hati-hati ga usah ngebut dijalan.
"
Setelah bersalaman aku jalan menuju tempat parkir motorku..
mungkin disaat itu hidupku masih penuh dengan rasa optimis yang berlebihan. Seakan-akan jalan hidup manusia itu bisa direncanakan dengan mulus tanpa cobaan dan halangan..
dan saat aku menulis cerita ini aku merasa terlalu jauh dari apa yang ku impikan dahulu..

Yah manusia bisa berencana tapi tuhan yang menentukan..
seberapa kuat kah iman dan mental kita untuk melalui jalan hidup yang kita jalani itulah yang akan menentukan sampai atau tidaknya kita pada tujuan atau cita-cita kita..
Diubah oleh 234rokoknya
# KEEMPAT

sesampainya dirumah joy aku tak melihat ada siapaun dihalamannya dan pintu gerbangnya pun tertutup.
"wah jangan-jangan ga ada nih bocahnya"
Gumamku dalam hati..
Aku pun aku pun turun dari motor dan berjalan menuju pintu rumah joy dan kuketuk pintu rumahnya..
"assalamualaikum. Joy lo dirumah ga..??

Aku mencoba memutar gagang pintunya dan ternyata pintu rumah joy tak terkunci..

"joy lo didalem ga?? Belum bangun tidur lo yah"

dan kulihat rumah joy sangan berantakan sekali. Kaleng-kaleng minuman beralkohol rendah bertebaran dimana-mana,
Sepertinya semalam telah terjadi pesta dirumah ini.
Joy adalah anak tunggal dan orang tuanya bekerja di luar negeri maka dari itu rumah joy sudah seperti basecamp kami.
Kumasuki kamar joy dan kulihat joy terbaring dengan keadaan babak belur seperti begal motor yang dihakimi masa..

"joy lo kenapa?? Siapa yang bikin lo ancur begini?? Woy bangun yg abis ngegarap elo siapa"

Aku terkejut melihat joy dengan keadaan ini dan panik seketika. Kulihat joy mulai sadar dari tidurnya dan menatapku cukup lama

"Aggh anjing sakit semua badan gue"

Joy sepertinya belum sepenuhnya sadar maka aku berinisiatif untuk memberinya minum agar sadar dan bisa menjawab pertanyaanku..

"joy ini lo minum dulu biar sadar"
setelah aku meberinya minum kesadaranya perlahan kembali.

"lo abis darimana ri kok pake seragam sekolah gitu? Lo kurang uang jajan ampe mau pergi aja pake seragam sekolah biar dikasih duit??

Joy mencoba menggalihkan topik pembicaraan agar aku tidak menanyakan secara detail apa yang menyebabkan muka dia hancur seperti itu dan usahanya itu sudah jelas gagal..

"eh monyet ga usah ngelawak lo mending pake baju terus kita langsung ke klinik deh.
Cepet pake baju lo"
Aku pikir lebih baik membawa dia ke klinik terlebih dahulu sebelum mengintrogasinya lebih lanjut.
Dan tak seperti biasanya teman ku ini langsung menuruti perintah ku untuk memakai pakaian dan berangkat menuju klinik terdekat.
Mungkin dia merasa badannya memang perlu diobati.

"tapi gue ga punya duit cuy entar bayar klinik gimana?? lo mau bayarin dulu?

Tiba-tiba joy merasa tak perlu pergi ke klinik. memang uang kiriman dari ortunya belum dia terima untuk bulan ini.

"gampang masalah duit mah yang penting lo berobat dulu"
Aku pun menjawab demikian agar dia tak menolak lagi ajakan ku untuk berobat.

"oh mau pake duit lo dulu yah cuy??
Wajah joy langsug sumringah setelah aku berkata seperti itu.

"iya tapi kalo dalam seminggu lo ga balikin tuh gitar sama efeknya gue sita terus gue jual"

" ah sibangke malah nyari untung lo monyet. Ga jadi deh ga perlu mending gue tidur lagi aja"
Sambil marah-marah sijoy pergi kembali kerumahnya.

"hahhaha simonyet ngambeg. Ga pantes lo ngambek dah tua gitu..
Melihat teman ku marah seperti itu membuat ku ingin tertawa.

"lagian elo parah banget pake mau jual gitar gue segala"

" hahahah lo kira gue serius gitu? Goblog permanent emang lo. Cepetan ah udah siang gue ngantuk gue baru tidur 1 jam"

Akhirnya kami berdua berangkat ke klinik terdekat.
Sesampainya disana ternyata tidak ada pasien lagi kecuali sijoy.sesampainya dirumah joy aku tak melihat ada siapaun dihalamannya dan pintu gerbangnya pun tertutup.
"wah jangan-jangan ga ada nih bocahnya"
Gumamku dalam hati..
Aku pun aku pun turun dari motor dan berjalan menuju pintu rumah joy dan kuketuk pintu rumahnya..
"assalamualaikum. Joy lo dirumah ga..??

Aku mencoba memutar gagang pintunya dan ternyata pintu rumah joy tak terkunci..

"joy lo didalem ga?? Belum bangun tidur lo yah"

dan kulihat rumah joy sangan berantakan sekali. Kaleng-kaleng minuman beralkohol rendah bertebaran dimana-mana,
Sepertinya semalam telah terjadi pesta dirumah ini.
Joy adalah anak tunggal dan orang tuanya bekerja di luar negeri maka dari itu rumah joy sudah seperti basecamp kami.
Kumasuki kamar joy dan kulihat joy terbaring dengan keadaan babak belur seperti begal motor yang dihakimi masa..

"joy lo kenapa?? Siapa yang bikin lo ancur begini?? Woy bangun yg abis ngegarap elo siapa"

Aku terkejut melihat joy dengan keadaan ini dan panik seketika. Kulihat joy mulai sadar dari tidurnya dan menatapku cukup lama

"Aggh anjing sakit semua badan gue"

Joy sepertinya belum sepenuhnya sadar maka aku berinisiatif untuk memberinya minum agar sadar dan bisa menjawab pertanyaanku..

"joy ini lo minum dulu biar sadar"
setelah aku meberinya minum kesadaranya perlahan kembali.

"lo abis darimana ri kok pake seragam sekolah gitu? Lo kurang uang jajan ampe mau pergi aja pake seragam sekolah biar dikasih duit??

Joy mencoba menggalihkan topik pembicaraan agar aku tidak menanyakan secara detail apa yang menyebabkan muka dia hancur seperti itu dan usahanya itu sudah jelas gagal..

"eh monyet ga usah ngelawak lo mending pake baju terus kita langsung ke klinik deh.
Cepet pake baju lo"
Aku pikir lebih baik membawa dia ke klinik terlebih dahulu sebelum mengintrogasinya lebih lanjut.
Dan tak seperti biasanya teman ku ini langsung menuruti perintah ku untuk memakai pakaian dan berangkat menuju klinik terdekat.
Mungkin dia merasa badannya memang perlu diobati.

"tapi gue ga punya duit cuy entar bayar klinik gimana?? lo mau bayarin dulu?

Tiba-tiba joy merasa tak perlu pergi ke klinik. memang uang kiriman dari ortunya belum dia terima untuk bulan ini.

"gampang masalah duit mah yang penting lo berobat dulu"
Aku pun menjawab demikian agar dia tak menolak lagi ajakan ku untuk berobat.

"oh mau pake duit lo dulu yah cuy??
Wajah joy langsug sumringah setelah aku berkata seperti itu.

"iya tapi kalo dalam seminggu lo ga balikin tuh gitar sama efeknya gue sita terus gue jual"

" ah sibangke malah nyari untung lo monyet. Ga jadi deh ga perlu mending gue tidur lagi aja"
Sambil marah-marah sijoy pergi kembali kerumahnya.

"hahhaha simonyet ngambeg. Ga pantes lo ngambek dah tua gitu..
Melihat teman ku marah seperti itu membuat ku ingin tertawa.

"lagian elo parah banget pake mau jual gitar gue segala"

" hahahah lo kira gue serius gitu? Goblog permanent emang lo. Cepetan ah udah siang gue ngantuk gue baru tidur 1 jam"

Akhirnya kami berdua berangkat ke klinik terdekat.
Sesampainya disana ternyata tidak ada pasien lagi kecuali sijoy.
Diubah oleh 234rokoknya
wah cerita masih baru

rajin2 apdet gan jangan sampe mandeg
Quote:


Makasih gan
Quote:


ini real kisah hidup ane dimasa muda dulu gan tapi baiknya anggap aja ini cuma imajinasi ane.
Quote:


Iya gan silahkan..
kritik n sarannya ya gan biar bisa lebih bagus lagi nih thread ane..
Diubah oleh 234rokoknya
# KE lima


Ternyata luka joy cukup parah. Salah 1 dari tulang iga joy ada yang retak dan harus menjalani rawat inap untuk 3 hari..

"wah bakal banyak keluar duit nih ri kalo sampe rawat inap kaya gini. Duit lo cukup ga buat bayarnya..??"

"ya kalo cuma nginep 2hari mah masih bisa kok. Tenang aja nanti gue pesen ama susternya kalo lo bakal ditaruh dikamar mandi aja yang murah bayarnya"

"setan emang lo daritadi ga enak banget nyentilnya"

"hahahaha slow bro masalah biayanya. Lo masih kaku aja kaya BH baru"

"hahaha oke deh ri. Thanks banget ye udah sering nolongin gue.

"slow bro. Pokoknya abis ini kita bikin itung-itungan sama yang bikin lo begini. sekarang gue ga perlu tau dulu siapa yg bikin ulah tapi nanti kalo lo udah sehat kita bayar apa yg mereka kasih buat lo"

"sip ri. Nanti kita bikin tuh anjing-anjing pada nyesel main-main sama kita"

"oke. Ya udah gue balik dulu ya ngantuk banget gue baru tidur 1 jam.
Semalem maen ps dirumah ivan tetangga gue"

"oke bro. Sekali lagi thanks banget.

aku pun keluar dari rumah sakit rujukan klinik tempat joy diperiksa tadi.
Sepanjang perjalanan aku berpikir bahwa kali ini musuh yang akan aku hadapi bukan kelas kroco lagi.
Yah aku dan joy bisa dibilang soulbrothers. Kami tidak mempunyai gank atau perkumpulan para brandalan.
Kami hanya berandal yang tidak pernah berminat pada gerombolan-gerombolan yang bisa dibilang gank. Tapi mayoritas gank yang ada dikota ku kenal dengan kami berdua..

Sesampainya dirumah kulihat ibuku belum pulang dari kota. Hanya ada nenek dan adik ku yang ke 3.

"assalamualaikum"
Adik dan embahku serentak menjawab salamku.

"walaikumsalam. Mas riri tadi ada temannya datang. Katanya abis maghrib mau datang lagi"

"siapa de? Cewe apa cowo?"

"cewe mas namanya imel. Siapa tuh mas pacarnya yah??"

"hus kamu ini masih kecil pacar-pacar aja. gue mau tidur dulu kalo ada yang nyariin bangunin aja"

"siap bos"
Seperti prajurit yang mendapatkan perintah komandannya adikku langsung kembali keruang keluarga dirumahku..
Aku pun langusung menuju kamarku untuk beristirahat.
Kunyalakan tape ku, kusetel pelan lagu yang saat itu baru launching albumnya dan menjadi lagu pavoritku..

waktu terus berjalan
Tiada yang disisimu
Ingin keluar dan dapatkan
Pemikiran baru..

Kukesal hari ini..
Melihat disekitar..
Semuanya sama dan seragam..
Korban dari majalah.

Dia pikir dia berbeda..
Dan semua band mengcopy blink
Dimanakah pemberontak
Engkau bersembunyi"

Bukankah itu penting...
Dan perasaanku membunuhku..

Ou wooo...
Kubenci semua yang tak pasti..
Rambut spikey dibilang funky
Ou woo..
Mall dippenuhi lambang anarki
Ouo wooo
Yang akhirnya hilang tak berarti..

# to be continued
Diubah oleh 234rokoknya
wancik TS avanya boya emoticon-Hammer
Haha kenal juga ente gan
Doain gan ane mau mulai update lagi.
lanjut gan...
kayanya seru nih cerita emoticon-Toast
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di