alexa-tracking

Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55349476642eb6692f8b4570/hiks-kupikir-kau-naksir-aku
Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku
image-url-apps
Cerita ini hanya fiksi belaka.
Beberapa diantaranya ditulis ulang dari buku "Berjuta Rasanya" karya TERE LIYE

Part 1

image-url-apps
Ini benar-benar menyebalkan! Tabiat Putri mirip bgt dgn cewe2 ABG yg sedang jatuh cinta. Selalu membesar-besarkan sebuah kejadian. Tertawa riang saat menceritakan kejadian-kejadian sepele. Seolah-olah, itu pertanda cinta yg perfect kalo yg sedang ditaksirnya benar2 juga menyukainya.

Bayangin, cowo itu lg kentut saja, mungkin bs diartikan Putri kalo tuh cowo grogi saat ketemu dengannya. Apalagi pas liat mukanya memerah. Keringetan. "Aduh, aku gak nyangka dia bakal senervous itu, Tin! Kayanya dia jg suka aku, deh!" Mata Putri berbinar-binar macam bintang kejora saat menceritakannya. Padahal kalo Putri mau waras dikit, jelas2 cowo itu sedang kebelet mau ke belakang. Pengin Poop ! Tapi mana ada coba rasionalitas bagi orang yg sedang jatuh-cinta setengah mati seperti Putri?

Mungkin ada benarnya juga buku2 itu bilang. Orang2 yg jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yg diciptakan oleh hatinya sendiri. Ia tak kuasa lg membedakan mana yg benar2 nyata, mana yg hasil kreasi hatinya yg sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah utk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal saat ia tau kalo itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping2. Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa yg mempermainkan siapa, coba?

Untuk menjelaskan urusan ini dan agar kalian paham betapa menjengkelkan tabiat Putri selama seminggu terakhir, akan aku daftar berbagai kejadian remeh-temeh yg justru bagi Putri seperti pertanda terbesar dalam kehidupan cintanya. Semoga setelah itu kalian jg bs membandingkannya dgn tabiat kalian selama ini.
Ternyata perasaan itu semua hanya ada dihati kalian doang. Dia? Gak sedikit pun! Apa mau dikata, kalian bertepuk sebelah tangan

Part 2 - Kejadian Pertama #1

image-url-apps
Rio. Ganteng? Jangan ditanya.
Rio se-kampung denganku & Putri. Dari dulu Putri udh jadi penggemar beratnya Hanya saja, selama ini belum ada kesempatan. Belum ada pemicunya. Jadi ya Putri sebatas pengagum rahasia. Paling cepet cuma jd bahan celetukan di warung tenda sepanjang jalan depan kosan saat kami dinner emoticon-Big Grin . Hanya itu. Putri blm naksir berat dgn Rio. Sama-lah kaya temen2 cewe lainnya yg asik membahas cowo keren.

Celakanya,persis seminggu lalu, dimulailan seluruh rangkaian kejadian menggelikan ini. Perasaan terpesona Putri tercungkil sudah. Malam itu selepas dr warung tenda,aku & Putri pergi ke Bubu,cafe buku dekat kosan. Tempatnya asik buat baca buku. Konsepnya separuh cafe,separuh toko buku. Cozy. Menyenangkan menghabiskan waktu disana. Duduk nyaman dgn segelas jus segar. Koleksi mereka gak sekumplit toko buku besar,tp buat novel2 pop cukup memadai. Sari teman kosan jg ikut ke Bubu

Malam itu Putri gak tau knp mau ikut. Padahal, ia paling benci disuruh baca novel. Hidupnya emang selama ini cuma dihabiskan buat belajar.
Aku, Sari, dan Putri duduk disalah satu sudut ruangan. Liat,tuh! Sementara aku tenggelam membaca sebuah novel hasil karya pengarang domestik amatiran, Putri asyik mengerjakan PR kuliah! Lengang. Setengah jam berlalu begitu saja.
Dan eng-ing-eng, coba tebak siapa yg datang persis jam berdentang 12x. Eh becanda ding, maskudnya persis jam 20.00. Yups, Rio! Mengenakan jeans belel dan kaos putih. Rio yg basa-basi dgn penjaga cafe. Lantas melihat ke sekeliling.
KASKUS Ads
image-url-apps
:sundul
image-url-apps
Rio dateng putri langsung kesemsem emoticon-Ngakak (S)
apdett terus brayy emoticon-Big Grin

emoticon-Paw
DidiMzifc
image-url-apps
Quote:


akhirnya ada yang berkunjung juga.muahahahaha btw thx gan.
image-url-apps
Bikin index nya gan emoticon-Big Grin
image-url-apps
Manstab nu
image-url-apps
update nanti aja.
image-url-apps
Quote:


ntar dibikin kalo udah banyak.

Part 2 - Kejadian Pertama #2

image-url-apps
Kemudian melambaikan tangannya kepadaku. Tersenyum lebar.
Biasa saja, kan? Aku kenal baik dgn Rio. Sama seperti Putri jg mengenalnya. Kami jelas2 satu kampus. Rio lantas rileks beranjak ke sudut ruangan. Entahlah, mungkin mencari buku yg diinginkan. Tapi apa yg sedang dipikirkan Putri saat itu, tiba2 mukanya bersemu amat merah. Aku tak terlalu memerhatikan.
Satu jam berlalu. Satu jam yg aku pikir jg biasa aja. Gak ada kejadian penting. Cuma desis suara kipas AC yg terdengar. Aku membawa pulang novel yg baru setengah kubaca. Bubu menyediakan fasilitas pinjaman. Putri menumpuk kertas PRnya.
Tapi taukah kalian apa yg terjadi ketika kami tiba dikamar kosan? Putri mengajakku ngobrol tntang Rio. Bertanya bnyak hal, berkomentar bnyak hal. Rio! Rio! Kemudian disana-sini terseliplah apa yg tadi kubilang. Ilusi hati yang menipu otak.
"Dia tadi pas masuk melambaikan tangan ke gw, Tin. Dia tersenyum lebar. Gw gk nyangka kalo dia ramah. Gw pikir orangnya sombong!"
Aku hanya mengankat bahu. Well, siapa pula yg bilang Rio sombong? Cowo yg baik. Siapa pun yg mengenalnya jg akan lazim saling melambaikan tangan satu sama lain, kan? Biasa saja!

"Lu tau gak, Tin, satu jam terakhir di kelambu,Bambu, eh Bubu ya namanya? Dia sering bgt ngeliat meja kita. Gw malah sempat bersitatap dgn'nya sekali. Dia tersenyum lebaaar bgt."
Well, itu jg biasa aja kan?

"eh gak sekali deh,Tin. Dua, eh kyk'nya lbh dr dua kali! Duh, tampannya" Muka Putri mulai memerah.

Aku menatap penuh selidik waktu itu, sih, aku blm sejengkel sekarang melihatnya. Tertawa lebar.

"Lu naksir Rio, ya?" Menggoda
Putri melemparku dgn bantal guling.
"Kenapa ya dia sering bgt ngelirik ke meja kita tadi?" Putri mematut-matut. Menatap langit2 kamar kosan.
sebenernya ga demen yang fiksi, tapi ijin bikin kios kentang goreng dulu gan emoticon-Stick Out Tongueeace:
image-url-apps
Quote:


silahkan gan..
image-url-apps
jaahhh,, ilusi hati emoticon-Ngakak (S)
hati sama logika kl nggak sinkron bahaya kk emoticon-Malu