alexa-tracking

Di bawah semangat, burung membuat sarangnya (True Story)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/552cb14e118b46ab6c8b456e/di-bawah-semangat-burung-membuat-sarangnya-true-story
Di bawah semangat, burung membuat sarangnya (True Story)
Assalaamu'alaikum, Wr.Wb
Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.


Izinkan newbi menulis di forum SFTH Kaskus ini. Setelah beberapa waktu SR mungkin inilah saat yang tepat untuk ane menuliskan beberapa kisah yang pernah mewarnai perjalanan kehidupan ane. emoticon-Malu (S)
Entah nanti ada yang mau baca atau tidak, yang penting ane pingin nulis di sini. Titik! emoticon-army emoticon-Ngakak (S)

Quote:

Quote:


Selamat membaca, Siapkan secangkir kopi, dan Tisu.
Penulis sangat mengharapkan kritik, saran dan juga dukungan dari reader semua demi kelangsungan thread ini.emoticon-Kiss (S)
Jangan lupa di Ratenya ya! emoticon-Ngakak (S) emoticon-Malu (S)

Index Cerita


Chapter 1 A

Yah,Dimanakah engkau saat ini?
Berulang-ulang kalimat tanya ini berada dalam pikiranku, muncul disela rutinitas keseharianku yang banyak menghabiskan waktu.Masih tersimpan jelas pertanyaan itu. Pertanyaan yang masih mencari kepastianjawaban.

Belum juga aku mendapat jawabannya, aku pun juga tidak mampu menerkanya. Tiga hari ini, otak ku dipacu untuk mendapatkan sekelumit jawaban dari pertanyaan itu, dan hasilnya nihil. Aku benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan yang muncul dari alam kesadaraanku sendiri.

Inilah duniaku, beraneka ragam cara orang di sekitarku menemukan jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan yang sempat terlintas. Apa yang kamu rasakan, jika aku gelisah seperti ini? Bayangmupun aku tidak sanggup kugenggam. Apa yang engkau harapkan dalam hidupmu?Sering aku bertanya demikian :

Quote:


Hari Sabtu, Minggu dan Senin bulan Maret ini adalah puncak kegalauanku mencari ujung bayangmu. Tetapi apa yang aku dapatkan?Aku tidak ku menemukan aromamu, jejakmu, seakan bayangmu mulai luntur bagai tertiup ombak di lautan.
Ketika kugapai jemarimu, kupegang erat lenganmu, tetapi kamu semakin jauh dan menjauh. Aku lelah mengejarmu, banyak peluhku mengalir seiring hangatnya air hujan di musim ini. Pernahkah kamu merasakan hal yang kurasakan ini. Hei, pernahkah engkau merasakannya?

Musim ini di kota ini sering turun hujan di siang dan malam hari.

Ingatkah engkau, di sini aku merasakan dingin sendirian. Iya lupakah kamu sendirian aku disini. Jemput aku, ayo cepatlah menghampiriku sebelum aku marah kepadamu.

Aku akan marah kepadamu. Dan jika aku marah kamu tidak bisa sembunyi lagi, jika aku marah kamu akan menangis, jika aku marah baru kamu akan menyesal. Itukah maumu? Apa iya engkau menanti kemarahanku?

Hujan malam ini dingin, selimut tebalku tidak mampu lagi melindungiku dengan kehangatan. Aku hanya mampu melipat tangan dan kaki untuk mengusir dinginnya hujan malam ini. Aku butuh kehangatan dari lenganmu, aku butuh penopang dari bahumu. Ingatlah aku betah berlama-lama memegang lenganmu, bersandar di bahumu. Ingatlah saat aku terlelap di dekapmu. Aku inginkan hal itu.

Quote:

***
Wah ada cerita baru.. ijin nyimak sist
ada cerita baru. tapi kayaknya ini menjurus ke sastra..
but it is good..
ini baru penulis, lanjutkan sist emoticon-Toast
ini baru penulis gada yang baca tetep nulis
mental baja nih senang ane liatnya emoticon-Metal
ane bantuin emoticon-Rate 5 Star sama ngeramein disini mumpung hangattt
Quote:


Quote:


Quote:


Heu heu heu .. ketemu lagi ama kalian gan.. iya kayane keren nih tulisanya..

Mumpung masih page one. Permisi sista numpang gelar tikar ya. . emoticon-Malu (S)
lanjut Den Ayuu,, emoticon-Smilie
sama-sama anak Buah Pak G#njar kih emoticon-Big Grin

masih kinyis-kinyis di Pejwan, gak dapet pertamax emoticon-Mad emoticon-Big Grin
njirr dah rate 5 aja emoticon-Ngakak (S)

ijin bangun tenda sist emoticon-Blue Guy Peace

keep update emoticon-Malu (S)
Chapter 1 B

Buatmu yang sering melukaiku.
Aku sayang kepadamu, diusiamu sekarang yang mulai senja. Pernahkah kamu teringat padaku? Ingatkah kamu akan tawa lepasku ketika berada di sampingmu? Ingatkah kebiasaan yang sering kulakukan walau membuatmu marah-marah? Ingatkah hari bersejarah dihidupku?

Kurasa kamu benar-benar sudah tidak mampu untuk mengingat semua itu. Atau memang kamu benar-benar sengaja untuk melupakannya? Entahlah sampai sekarang aku tidak berani menyimpulkan jawabannya.

Aku hanya ingin bersamamu, menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Mustahilkah keinginanku itu? Mampukah kamu mewujudkannya untukku? Banyak hal yang aku lewati tanpamu. Ya, aku hanya sendirian melewatinya.

***


Buat pengabaianmu selama ini.
Nyanyian burung yang begitu semangat untuk membuat sarangnya, membuat senyumku mengembang pagi ini. Mengumpulkan gagang rumput-rumput kecil. Satu persatu hingga terkumpul banyak, demi membuat sarang untuk induk dan juniornya kelak.

Serasa tanpa lelah burung itu memompa energi dalam dirinya demi terwujudnya sarang yang nyaman, sebagai pelindung dari calon generasi penurusnya.

Hei, pernahkah kamu melihat pemandangan yang memukau ini? Jika iya, apa yang sempat terlintas dibenakmu? Wahai orang yang baik hatinya, hatiku miris melihat hal ini. Sungguh ironis sekali dengan keadaanku. Kamu sibuk mengumpulkan pundi-pundi materi tanpa peduli harus kamu kemanakan hasilnya nanti.

Ingin aku melewati semua ini bersamamu. Pernahkah kamu menyesali semua hal yang kamu lewatkan? Perasaan apa yang sering terlintas di benakmu? Aku masih disini, tanpa kehadiranmu.

***
Quote:

apa iya mas? emoticon-Malu (S)

Quote:

hehe.. siap mas, ane lanjutin kok. emoticon-Big Grin

Quote:

Makasih ya mas. emoticon-Big Grin
Yang penting nulis.

Quote:

Iya gan, Silahkan. emoticon-Malu (S)


Quote:

Hehe.. iya mbak, Tapi ini lagi merantau. emoticon-Big Grin


Quote:

Iya gan silahkan, emoticon-Big Grin

Quote:

Quote:


ga masalah mba RL emang lebih penting dari disini
ane tetep setia nungguin updateannya kok mba emoticon-Big Grin
Wedew.. bahasamu penulisanmu adinda.. cmiiwm

Lanjutkn sist..
Quote:


panggil ane mas aja, cowok sih emoticon-Big Grin
haha
Chapter 1 C
Kepadamu yang terlupa akan diriku,

Aku benar-benar tidak melupakan peristiwa-peristiwa yang sempat menjadi kebiasaan kita kala itu. Kamu menyeruput kopi hitam buatanku ,sambil mengobrol kita habiskan waktu bersama .Waktu yang begitu singkat untuk bersamaku, membuatku sempat menitipkan setitik asa disinar senja matamu.

Di sela lipatan matamu aku mencoba melihat lebih jauh ke dalam. Bersitan tanya mengumpul dan bertempur mencari-cari jawaban yang tersirat itu. Hanya bisikan angin malam yang menyadarkan lamunanku untukmu. Hampir di setiap malamkukuingin melihatmu, menatapmu, dan menyentuh pipimu.

Do’aku untukmu selalu kujaga sampai suatu saat aku mendapati hari dimana kita masih ada kesempatan untuk dipertemukan lagi. Jarak ini, keadaan ini, tidak bisa memutuskan begitu saja ikatan kita. Ikatan ini kuat, tidak ada yang bisa memutuskannya. Ikatan kita, adalah takdir hidupku.

Akulah yang pertama, jangan kamu sembunyikan aku, jangan kamu abaikan aku. Hidupku wajib bahagia, meski aku belum bisa bersamamu saat ini. Walaupun kini keluarga barumu juga membutuhkanmu. Tolong bersabarlah. Sabarlah untuk menungguku datang kembali. Sabarlah menungguku, meski kamu tidak pernah tahu tumbuh kembangku setelah kamu melepaskanku. Jangan berlalu tanpa menunggu kedatanganku.

Aku teringat peluhmu yang mengering ketika kamu sempatkan waktu sibukmu untuk bersamaku. Walaupun secara sembunyi-sembunyi. Itulah cara andalanmu dari dulu. Aku hanya bisa terdiam melihat dan mengamati cara-caramu itu. Kenapa harus seperti itu.

Aku hanya seorang gadis yang ingin diakui keberadaannya, salahkah aku jika aku menuntut hal itu? Bukankankah tanpa harus dituntut memang harus diakui? Inilah aku permatamu yang hilang, yah.
Chapter 1 D

Dimanakah kamu saat ini?

Aku mulai teringat lagi side jobmu dulu. Masihkah kamu lanjutkan job itu? Hemmm, pasti sekarang kamu sudah duduk tenang menikmati singgasana itu, di dalam istana yang kamu bangun sampai peluhmu bercucuran.

Tetapi apa artinya jika aku tidak bisa menembus dinding-dinding yang kokoh itu, apa fungsi dari istana yang kamu bangun jika tidak bisa melindungiku dari segala macam bahaya yang menghadang, apa gunanya istana semegah itu?

Kamu tak pernah sadar kemana tetesan air mata ini akan bermuara? Disaat aku harus konsen dengan pekerjaanku yang di bawah tekanan atasan, sanggupkah jika kamu melihat aku bergulat dengan waktu, bersigap dengan jentikan jemari selama jam kerjahanya untuk mencari rupiah.

Haruskah kujelaskan padamu waktu yang kulewati hari ini. Pedih rasanya melihat keadaan kita yang ironis, kita berada dalam keadaan yang bertolak belakang, berbanding terbalik, berbeda arah.

Kita. Ya kita berada tepat di satu garis lurus. Tetapi kamu di ujung garis selatan sedangkan aku masih disatu titik awal yang kamu tinggalkan. Di situlah tempatku, titik utara yang tiada sanggup aku mengejarmu yang berada di titik selatan.

Kenapa kamu tinggalkan aku di titik seperti ini? Hampir 10 jam jemariku tidak henti-hentinya mengetik satu-persatu pesan yang kualamatkan ke semua kontak di memory hp ku. Tahukah kamu, apa yang sedang aku lakukan? Tahukah kamu akan kepedihan yang ku lewati ini, sampai-sampai air mataku tidak bisa mengalir lagi untukmu.

Quote:


Tetapi, semakin kepedihan itu menyerang ada salah satu kenangan dalam hidup kita muncul sebagai penawar dari semua kepedihan ini. Saat yang masih terjaga dan tak pernah terlupa.
Quote:

Hehe.. iya mase. sudah update tuh

Quote:

Gimana bahasanya mas? maklum bukan penulis yang bagus mas. emoticon-Malu (S)

Quote:

Iya mas astri, tak kira cowok emoticon-Big Grin
kok sedih ya ceritanya ?
entahlah ini cerita atau curahan hati..
ane bener2 masuk ke sbuah kenangan masa lalu yang indah. namun ada kepedihan.

Gaya penulisan nya udah bagus, tinggal pengembangan majas nih, pasti bagus bgt.

salam kenal sist, ane aling.
×