alexa-tracking

PR IV UNJ: Demi Dana, Parpol Boleh Masuk Kampus

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5523a05394786857618b456e/pr-iv-unj-demi-dana-parpol-boleh-masuk-kampus
PR IV UNJ: Demi Dana, Parpol Boleh Masuk Kampus
PR IV UNJ: Demi Dana, Parpol Boleh Masuk Kampus

Selasa (31/3), puluhan mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung Rektorat UNJ menuntut pimpinan kampus segera menurunkan biaya UKT dan mencabut larangan terhadap pedagang kaki lima, pun mendesak rektorat agar menolak politik praktis di dalam kampus.

Hal tersebut menurut massa aksi merupakan keresahan mahasiswa karena saat ini sering terjadi beberapa kelompok mahasiswa UNJ membawa isu partai politik tertentu. “Beberapa minggu lalu mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa UNJ mendemo Gubernur Ahok. Jelas sekali ini yang bermain kelompok mahasiswa yang berafiliasi dengan partai tertentu,” pungkas Andhika Ramadhan, Koordinator Lapangan aksi itu, Selasa (31/3/2015).

Andhika pun menyayangkan, jika kampus mengundang Hidayat Nur Wahid sebagai pembicara dalam menjelaskan 4 Pilar Kebangsaan yang diadakan Rektorat UNJ dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Padahal menurutnya, beberapa kelompok mahasiswa kampus yang cukup erat hubungannya dengan partai Wakil Ketua MPR itu kerap melakukan gerakan intoleran di kampus. “di UNJ yang kerap membubarkan diskusi Syiah dan LGBT itu siapa? Kalo mereka mengakui Pancasila pasti tidak akan berbuat seperti itu,” tegasnya.

Pembantu Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Achmad Ridwan pun menanggapi keluhan mahasiswa-mahasiswa tersebut. Menurutnya, kampus merupakan ruang terbuka bagi siapapun, termasuk elit parpol. “Sebegitukah UNJ terutup? UNJ ini butuh dana untuk membiayai pembangunan. Makanya kita bergaul dengan siapapun, termasuk elit partai (politik),” ujarnya percaya diri di depan kerumunan mahasiswa.

Seperti diketahui, semenjak pencalonan Rektor Djaali, beberapa kali UNJ menerima hibah dari elit partai politik. Seperti mobil operasional kepada salah satu fakultas di UNJ. Beberapa kali juga pihak rektorat membiarkan wakil-wakil partai memberi izin dalam sosialisasi pemilu 2014. Padahal menurut Andhika, keberadaan parpol dan kepentingannya lewat organisasi mantelnya jelas dilarang sesuai Surat Keputusan (SK) Direktorat Jenderal Tinggi No. 26 Tahun 2002. “UNJ sudah mengorbankan idealisme kependidikannya. Ini merupakan sebuah tragedi intelektual”, tegasnya kecewa.

Didaktika

Libralis Syiah vs. KAMMI PKS

muantap emoticon-Cendol (S)