alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5523311e582b2e2b708b4568/yusril-tantangin-menkumham-ente-jual-ane-beli
YUSRIL TANTANGIN MENKUMHAM, ente jual ane beli
Quote:
Prahara Partai Golkar
Yusril ke Yasonna: Ente Jual Ane Beli
Senin, 6 April 2015 22:22 WIB
Share Tweet Share
Yusril ke Yasonna: Ente Jual Ane Beli
Tribun Lampung/Perdiansyah
Yusril Izha Mahendra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kuasa Hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait kesiapan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly usai keluarnya putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
"Bahwa Yasonna mau bertarung melawan kami di pengadilan, kami jawab "ente jual, ane beli" hehehe. Kepada semua pihak, saya mengajak marilah kita fair, jangan biasakan plintir-plintir sesuatu sehingga membuat hal yang sudah jelas menjadi gak jelas," kata Yusril lewat pesan singkat yang diterima, Senin (6/4/2015).
Menurutnya, putusan hukum itu jelas dan terang maknanya. Dirinya meminta sebuah putusan hukum harus ditafsir dengan hukum juga, bukan ditafsir dengan politik.
"Hukum itu ada ilmunya, namanya ilmu hukum. Jangan menafsirkan hukum ikuti logika orang awam yang tidak paham hukum. Pahami putusan hukum itu dengan ilmu hukum, jangan pakai ilmu plintir. Ilmu plintir ini isinya hanya legitimasi kepentingan sendiri," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan surat keputusan (SK) atas pengesahan Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol pimpinan Agung Laksono tetap sah.
Hal itu disampaikannya mengomentari putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang meminta penundaan pelaksanaan SK tersebut.
"Jadi begini. Ini kan SK-nya sudah dikeluarkan dan itu SK pejabat tata usaha negara ya. SK menteri itu berlaku sah sampai sekarang masih sah," ujar Laoly di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2015).
Dia menjelaskan, putusan sela itu hanya menunda pemberlakuannya. Namun, tidak membatalkan SK keputusan hingga ada putusan final dari PTUN itu.
Yasonna membenarkan penundaan itu menyebabkan Agung cs tidak bisa mengambil kebijakan dan keputusan partai. Yasonna benar dengan penundaan itu agung tidak bisa mengambil kebijakan dan keputusan atas nama Partai Golkar.
Agung cs sebagai tergugat hendaknya mematuhi putusan sela yang berisi penundaan berlakunya SK menkumham tsb. KPU juga tidak ada alasan mengatakan bahwa Agung cs masih berwenang ambil keputusan dalam pilkada akan datang.


Komentar pakar hukum tatanegara diILC
- Haram hukumnya menkumham dan jaksa agung dijabat orang parpol
- Jika parpol diintervensi oleh pemerintah ini artinya gawat

Http://m.tribunnews.com/nasional/2015/04/06/yusril-ke-yasonna-ente-jual-ane-beli
bicara hukum sekarang terlalu dini. tunggu aja keputusan final dah,
Hukum.. Hukum.. Emang negara ini punya hukum? Hukum rimba iya sih..
Emg siape si nyusril , dewa kah ? Ngatur2 segala ni orang caper emoticon-DP
Quote:Original Posted By unwell
bicara hukum sekarang terlalu dini. tunggu aja keputusan final dah,


Penyelesaian dah lewat jalur hukum, nunggu hasil adu argumen antara kubu yusril dan lawan emoticon-Big Grin
Ngotot bener ky nya...emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Auto....Banned
Hukum.. Hukum.. Emang negara ini punya hukum? Hukum rimba iya sih..


wakakaa setuju gan

"Indonesia ini kan negara hukum, hukum rimba maksudnya...,"

welcome to the jungle
Quote:Original Posted By marlingor
Emg siape si nyusril , dewa kah ? Ngatur2 segala ni orang caper emoticon-DP


Belum kenal Yusril gan emoticon-Cape d... (S)

Yusril Izha Mahendra pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Yusril ikut dalam kepanitiaan Konferensi internasional seperti Sidang AALCO, Konferensi Internasional tentang Tsunami dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Bukan hanya dalam negeri Yusril Ihza Mahendra juga aktif di organisasi Internasional seperti di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific bermarkas di Kuala Lumpur dan diketuai oleh Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj (Mantan Perdana Menteri Malaysia).
Bahkan Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat Vice President dan President Asian-African Legal Consultative Organization, bermarkas di New Delhi. Selain itu Yusril Ihza Mahendra merupakan anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan internasional termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konferensi Islam dan APEC, termasuk menjadi wakil Indoensia untuk berbicara dan berpidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Hak Asasi Manusia PBB (United Nations) di Jenewa. Dan juga ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.
Pada Pemilihan Presiden di arena Sidang Umum MPR RI Oktober 1999 Yusril yang ketika itu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mendapatkan 232 suara, Abdurrahman Wahid yang saat itu menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 185 suara dan Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati meraih 305 suara. Atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril (PBB), akhirnya Yusril sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Selanjutnya, Poros Tengah memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur.
Dalam Pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat menteri di 3 kabinet, dalam Kabinet Pemerintahan Indonesia 21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007 dengan Presiden Abdurrahman Wahid dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Yusril menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong 23 Oktober 1999 – 7 Februari 2001. Kemudian pada masa Kabinet Indonesia Bersatu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004 menjadi Menteri Sekretaris Negara hingga akhirnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Yusril Ihza Mahendra digantikan Hatta Rajasa.


Bukan ngatur gan, ngasih tau. Soal Menkumhamnya kurang cerdas emoticon-Big Grin
×