alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5522b7a9138b4693198b4567/beda-dg-nenek2-curi-kayu-kasus-kecelakaan-maut-yang-libatkan-anak-bupati-di-sp3
[BEDA DG NENEK2 CURI KAYU] Kasus Kecelakaan Maut yang Libatkan Anak Bupati Di-SP3
Senin, 6 April 2015 | 22:47 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Ambon mengajukan usulan untuk menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Raflex Nugraha Puttileihalat (17), putra Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Jacobus Puttileihalat. Alasannya, telah terjadi perdamaian antara pihak Bupati dan keluarga korban. 

Kasus Rafleks silakan baca: Anak Bupati Kebut-kebutan Pakai Motor Saat Mabuk, Satu Tewas

“Berkas tahap satu dikirim oleh penyidik lantas Polres Ambon disertakan dengan diversi atau kesepakatan damai antara pihak korban dan tersangka. Setelah dipelajari, Kejari Ambon mengeluarkan P19 yang berisi petunjuk untuk di SP3 kasus tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Meity Jacobus kepada wartawan di Mapolres Ambon, Senin (6/4/2015).

Menurut Meity, usulan penghentian kasus ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Perlindungan Peradilan Anak. Aturan menyebutkan, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara.

Oleh karena itu, kata dia, negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 

“Oleh karena itu, kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentingan terbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia,” ujar dia. 

Ia memastikan SP3 atas kasus tersebut secepatnya dikeluarkan berdasarkan petunjuk Kejari Ambon,

”Jadi dalam waktu dekat akan dikeluarkan surat SP3 sesuai dengan petunjuk Kejari,” kata dia. 

Rafleks ditetapkan sebagai tersangka setelah terlibat kecelakaan maut yang menyebabkan salah satu rekannya tewas. Kecelakaan maut itu terjadi pada Februari lalu saat sepeda motor yang dikendarainya melaju kencang dan menabrak sebuah angkot. Frandi, rekan Rafleks yang membonceng motor, tewas dalam kecelakaan itu.

Baca juga: Anak Bupati Ugal-ugalan Hingga Tabrak Angkot karena Mabuk 
Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor: Heru Margianto
Hebatnya hukum di NKRI ini....
what? 19 masih anak? masih polos kali yak. emoticon-Ngakak
Kl ababil2 dilindungi, mau jd apa bangsa ini?
Loe tahu gak kenapa di sp3 , karena kejaksaan gak mungkin usut bupati atau keluarganya.. emoticon-Malu (S)

Karena mobil operasional kejaksaan banyak yg masih dianggarkan dari apbd. Biasanya waktu penyerahan mobil operasional diserahkan sendiri oleh bupati .. Ini menambah rasa sungkan mereka sama bupati.

Jadi kecil kemungkinan kejaksaan mengusut korupsi/kejahatan bupati atau walikota selama mobil operasional atau perlengkapan dan kebutuhan lainnya masih ditanggung apbd.. Kejaksaan kritis sedikit bisa di stop seluruh fasilitas operasional atau dana operasional mereka..

Coba kalau dana kejaksaan dan operasionalnya ditanggung dari dipa pemerintahan pusat.. , kemungkinan mereka akan lebih leluasa mengusut setiap kasus yg menjerat setiap pejabat daerah tanpa rasa sungkan atau ewuh pekewuh..

"Kejaksaan jelas jauh kemana mana sama kpk.."
tumpul kearas tajam ke bawah emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Enak juga ya jadi anak bupati, boleh mabuk sama boleh nabrak orang, yang penting damai, g masuk penjara

Itu juga blom tentu si keluarga damai dari hati, kalo dipaksa, mending kabur ah ane emoticon-Ngacir
Luar biasa, inilah Indonesia emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By BlueCoil
what? 19 masih anak? masih polos kali yak. emoticon-Ngakak


17 th gan, bukan 19 th
tapi yang jelas hukum di indonesia amburadul....

ada uang kita damai, ga ada uang masuk buiiemoticon-Takut (S)



ini supremasi hukum gan emoticon-Cool

supremasi hukum my ass emoticon-Busa
Udah biasa terjadi di indonesia emoticon-Embarrassment
ntar lagi palingan jd PNS emoticon-Busa
negaraku oh negaraku emoticon-Busa
Benar-benar semua pejabat di Indonesia isi nya bajingan semua.

O iya, anak-anak kok bisa mabok yak?
Quote:Original Posted By tertutup


17 th gan, bukan 19 th
tapi yang jelas hukum di indonesia amburadul....

ada uang kita damai, ga ada uang masuk buiiemoticon-Takut (S)





wah, salah lihat, iya 17, kayaknya ada juga anak 15 tahun masuk bui. yang 15 tahun anak jabat juga ada yang lolos. yang bawa mobil itu.
tukang nabrak super
yg kaya bisa beli hukum gan emoticon-Takut Hal kyak gini udh jd kebiasaan emoticon-I Love Indonesia (S)
UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)

Quote:Menurut UU SPPA, seorang pelaku tindak pidana anak dapat dikenakan dua jenis sanksi, yaitu tindakan, bagi pelaku tindak pidana yang berumur di bawah 14 tahun (Pasal 69 ayat (2) UU SPPA) dan Pidana, bagi pelaku tindak pidana yang berumur 15 tahun ke atas.

a. Sanksi Tindakan yang dapat dikenakan kepada anak meliputi (Pasal 82 UU SPPA):
• Pengembalian kepada orang tua/Wali;
• Penyerahan kepada seseorang;
• Perawatan di rumah sakit jiwa;
• Perawatan di LPKS;
• Kewajiban mengikuti pendidikan formal dan/atau pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta;
• Pencabutan surat izin mengemudi; dan/atau
• Perbaikan akibat tindak pidana.

b. Sanksi Pidana
Sanksi pidana yang dapat dikenakan kepada pelaku tindak pidana anak terbagi atas Pidana Pokok dan Pidana Tambahan (Pasal 71 UU SPPA):
Pidana Pokok terdiri atas:
· Pidana peringatan;
· Pidana dengan syarat, yang terdiri atas: pembinaan di luar lembaga, pelayanan masyarakat, atau pengawasan;
· Pelatihan kerja;
· Pembinaan dalam lembaga;
· Penjara.
Hukumonline


Jadi kenapa harus SP3?


maboknya itu lohh.. bikin geram ..
Luar binasa ckckckck emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
Quote:Original Posted By krupuk.alot
tumpul kearas tajam ke bawah emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


siapa bilang ?? emoticon-Mad (S)

pedang bermata dua, maju tak gentar membela yang bayar emoticon-Malu (S)
×