alexa-tracking

50 Tahun Lagi, Indonesia Bukan Lagi Mayoritas Muslim Dunia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/552247a6d675d41b438b456e/50-tahun-lagi-indonesia-bukan-lagi-mayoritas-muslim-dunia
50 Tahun Lagi, Indonesia Bukan Lagi Mayoritas Muslim Dunia
Lembaga Pew Research Center Religious and Public Life
memprediksi India akan menjadi negara dengan Muslim
terbesar di dunia menggantikan Indonesia.

Dream - Indonesia selama ini dikenal sebagai negara
dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Tetapi, sebutan itu tampaknya akan pindah ke India
dalam kurun waktu 50 tahun mendatang.

Hal ini didasarkan pada laporan lembaga pemerhati
agama berdomisili di Amerika Serikat, Pew Researh
Center Religious and Public Life, yang dikutip Dream.co.id
pada Senin, 6 April 2015.

Laporan tersebut menyebutkan pertumbuhan Muslim di
Indonesia kalah cepat dibandingkan dengan di India, yang
notabene dikenal sebagai negara Hindu.

"Mayoritas penduduk India tetap penganut Hindu, namun
jumlah pemeluk Islam di India meningkat drastis
melampaui Indonesia,"
ungkap Pew dalam laporannya.
Ini terjadi lantaran pengaruh padatnya penduduk di India,
baik dari kalangan Hindu maupun Islam. Di negara
tersebut, jumlah penganut dua agama itu dari kalangan
generasi muda di bawah usia 30 tahun sebanyak 30
persen.

Dalam laporan tersebut, Pew memprediksi baik Islam
maupun Hindu akan menjadi agama mayoritas di
kawasan Asia Pasifik. Ini disebabkan terjadinya
penurunan jumlah penganut Budha dan Konghucu akibat
program penekanan angka kelahiran.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2010, jumlah Muslim
di Indonesia mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 88
persen dari total populasi di Tanah Air. Sementara pada
tahun yang sama, jumlah Muslim India sebanyak 117 juta
jiwa, dua juta lebih rendah ketimbang Pakistan. (Ism)

http://m.dream.co.id/news/setengah-abad-lagi-mayoritas-muslim-dunia-tak-lagi-di-indones-150406k.html


yah bolak baliknya dunia.....
ra urus emoticon-Betty
Sukseskan poligami emoticon-Recommended Seller
Muslim sekarang sudah terpecah2.

Malah saling perang.

emoticon-Traveller emoticon-Traveller
Quote:


Hehe nga aneh naik pesat emoticon-Big Grin
Quote:


209-117=2 juta?
Quote:


pembandingnya pakistan, bukan indo emoticon-Cape d... (S)
Quote:


Quote:


emoticon-2 Jempol

50 Tahun Lagi, Indonesia Bukan Lagi Mayoritas Muslim Dunia

50 Tahun Lagi, Indonesia Bukan Lagi Mayoritas Muslim Dunia

50 Tahun Lagi, Indonesia Bukan Lagi Mayoritas Muslim Dunia
Quote:


ngitungnya gmn gan,117 juta itu muslim pakistan,india lbh rendah 2 juta dari pakistan berarti 115 juta dong
Quote:


Mari kita suckseskan poligami...
Quote:


emoticon-Matabelo
Ndak bisa lah. Ane akan mensukseskan program 12 anak lagi kok. Intinya itu. Bukan sara nih ya, pertumbuhan cinak di Indonesia ini karena mereka tau tujuan program KB itu buat apa, jadi nggak ada cinak di Indonesia yang ikut program KB. Bukan cinak kompleks doang, yang cinak benteng pesisir Tangerang juga. Ini bukan omong kosong loh, banyak anak itu bagus. Jangan takut mau ngasih makan pake apa. Kalo ente mau kerja keras dan pinter muter duit, ngga bakal ente kurang makan. Kalo ente takut-takut ngasih makan anak-anak ente, berarti kondisi keuangan ente saat ini juga memprihatinkan.

Intinya jangan mau dibodohin lah. Bayangin punya anak selusin, kayak ane yang programmer. Separo lusin bakal ane jadiin programmer, separo lagi jadi pejabat, gimana ngga asset tuh? Asset banget. Mangkanya jangan takut anak ente banyak. Kalo ente masih pada sekolah, mending ga usah ngaskus. Politik mulu yang diomongin emoticon-Big Grin Kalo belum ada rencana kimpoi, bilang ke mak lo minta adek lagi yang banyak. Soalnya ngga tentu lo pinter dan jadi orang sukses. Mungkin rejeki ada di adek-adek lo.
Quote:


anjrit.
ingat kelinci ane.

Memiliki Banyak Anak, Inilah Tips Mengasuhnya

REPUBLIKA.CO.ID, Ketenangan dan keikhlasan membuat Lani
Hastiningtyas tak merasa repot mengurus lima anak. Ia justru
senang dikelilingi banyak anak. “Sebetulnya, ‘kebobolan’,”
ucap istri dari dr Iswan Syarif SpOG ini sembari terkekeh.
Setelah setahun menikah, lahirlah Nauviero Farizi Syarif (14
tahun). Dua tahun kemudian, ia mengandung, tapi keguguran.
Sebulan berikutnya, ia hamil dan lahirlah Ghefira Fildza
Thaafqila (11). Selang dua tahun kemudian, Dhaina Farsya
Urfarizka (10) hadir meramaikan keluarganya. Setelah itu, lahir
Thufailla Fainy Alditha (8). Pada 2005, keluarga Lani makin
lengkap dengan lahirnya Ghithrafi Fadhgazka Syarif (7). “Ketika
sudah memiliki empat anak, saya tidak menyangka akan hamil
kembali,” kenang Lani.
El Shanti Yuliana dan Asep Handayana juga sangat menikmati
memiliki banyak anak, apalagi ketika bepergian. Ketika mereka
jalan-jalan di mal, banyak mata akan melirik ke arah keluarga
besarnya. El Shanti senyum saja membalas tatapan yang
tertuju padanya. “Punya banyak anak itu seru,” ujarnya ringan.
Banyak anak tak selalu membuat El Shanti dan Asep menjadi
repot. Niat dan keikhlasan pasangan suami istri ini menjadi
penyemangat utama. “Ma salah tidur malam dan bangun
hingga pagi kembali adalah hal yang biasa dilakukan seorang
ibu,” komentar perempuan kelahiran Makassar, 24 Juli 1971
ini.
Ketika menikah pada 1991, El Shanti dan Asep tak menargetkan
jumlah anak. Kala anak pertama, Saif (20) lahir pada 1992, ia
belum melirik program KB anjuran pemerintah. “Saat itu saya
masih cukup muda dan mampu meng urus anak sendiri.”
Kelahiran Jafar (19) juga tak membuatnya kerepotan. Sang
suami yang bekerja di Exxon Mobile masih mau membantu
untuk sekadar mengganti popok atau bangun pada malam hari
ketika si kecil Jafar menangis. Kondisi ini berubah drastis pada
1994 menyusul kepindahan mereka ke Tokyo, Jepang.
Asep mengambil pendidikan magister strata II di negara
Matahari Terbit itu. Dua tahun di Jepang, si kembar Hamzah
dan Ammar (16) lahir dan meramaikan kehidupan keluarga El
Shanti. El Shanti mengurus keempat putranya sendirian meski
kadang dibantu sang suami. “Di sana, hampir semua orang
mengurus anaknya sendiri karena untuk menggaji seorang
baby sitter itu amatlah mahal.”
Karena keterbatasan itu, El Shanti pun mengurus keempat
anaknya sendiri. Untuk itu sedari awal, Saif dan Jafar telah
diajarkan untuk mandiri. “Sejak usia tiga atau empat tahun
mereka sudah bisa makan sendiri dan memakai baju sendiri.”
Membagi perhatian
El Shanti memberi pemahaman pada si sulung dan anak kedua
tentang terbaginya perhatian ayah bunda begitu adik-adik
mereka lahir. Ia juga menjelaskan tugas seorang kakak ialah
melindungi adiknya. “Mereka pun berusaha membantu menjaga
adiknya.”
Kala berbelanja, misalnya, kedua tangan El Shanti penuh
dengan barang belanjaan. Kedua putra pertamanya dengan
sigap bergantian mendorong kereta bayi si kembar.
“Kekompakan itu berlanjut ketika Harits (12) dan Adli (9) lahir.”
Untuk menjalin keakraban dengan anak-anaknya, Indriani
punya cara tersendiri. Dia biasa mengajak buah hatinya jalan
keliling kompleks. Mereka bisa bermain sebentar sebelum
berangkat ke sekolah. Kegiatan ini akan dilakukan kembali sore
hari, setelah ia pulang dari bekerja. “Alhamdulillah, saya
merasa anak-anak saling perhatian dan mau membantu satu
sama lain,” katanya.
Suaminya yang sering keluar kota juga mengambil peran. Jika
sedang di rumah, Hutomo Agus Subekti langsung mengajak
anak-anaknya bermain bersama, salah satunya dengan meniru
kan gaya penyanyi di TV. “Anak-anak juga sering berebut
minta digendong ayahnya,” ucap Indriani.
Dengan segala kesibukan sebagai seorang ibu, Indriani selalu
meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Namun, relaksasi
yang ia sukai memang tidak jauh dari buah hatinya. Untuk
menjaga keharmonisan rumah tangga, ia dan suami juga
sering pergi berdua. Menonton ke bioskop, makan di warung
tenda, atau berkeliling kota menjadi pilihan untuk mendapatkan
quality time bersama.
Mempunyai banyak anak dirasakan Indriani sebagai bentuk
sayang Allah SWT kepadanya. Dia tidak menampik bahwa ada
tantangan yang lebih besar menantinya, misalnya saja
masalah biaya pendidikan atau beban hidup yang pasti akan
semakin besar. “Kami berdua selalu percaya, Allah pasti akan
kasih jalan untuk merawat mereka,” kata Indiriani.

Quote:


kalau misinya sukses akan jadi 12 pembela negara, kalau gagal akan jadi teroris isis atau begal. setahu ane peluang kearah begal dan teroris lebih gede.
lu bilang kerja keras, tapi waktu buat keluarga hilang dan anak istri lu gak terurus
Emang pernah terbesar ya populasi. Serius nanya soalnya pernah baca bukan terbesar
Quote:


istri dokter spesialis, duitnya banyak. kalau istri kuli atau tukang ojek gimana
50 tahun....pffff....
kok 50 tahun ....2 - 3 tahun lagi kalo ngga ada perubahan,indonesia udah ngga ada gan...emoticon-Big Grin
trus masalah bwt gueemoticon-Cool
ini pelecehan.
ini fitnah yang keji.
×